cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,551 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 2,551 Documents clear
Konversi Isi Ketetapan MPR Nomor I Tahun 2003 Menjadi Undang-Undang Ditinjau dari Aspek Ilmu Perundang-Undangan Muh. Syahrul Ago; Muh. Rusli; Abd. Haris Hamid; Andi Rizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.594

Abstract

Keberadaan Tap. MPR dalam tata urutan peraturan perundang-undangan dianggap mengakibatkan ketidakkonsistenan dalam pengelompokan hukum berdasarkan jenis dan bentuknya. Tap. MPR dianggap sebagai jenis hukum yang berjenis penetapan (beschikking) tetapi bentuk dan materi muatannya bersifat mengatur (regelling). Dalam keadaan demikian, penulis berusaha membahas terkait kemungkinan dilakukannya konversi Tap. MPR ke dalam bentuk undang-undang. Olehnya itu, dalam penelitian ini penulis berusaha membahasnya dengan menggunakan metode analisis yuridis-normatif dengan mengkaji peraturan-peraturan yang berkaitan dan beberapa sumber lain yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Tap. MPR dapat dilakukan konversi menjadi undang-undang dengan alasan bahwa Tap. MPR sendiri telah memerintahkan isinya untuk ditindaklanjuti dengan undang-undang di samping ada yang dicabut, ada yang telah ditentukan masa berlakunya, dan ada pula yang sifatnya final atau tidak perlu ditindaklanjuti. Di samping itu, dengan dilakukannya konversi Tap. MPR ke dalam bentuk undang-undang, maka secara tegas memberikan kejelasan mengenai mekanisme pencabutan maupun pengujian terhadap Tap. MPR itu.
A Comparative Study Of Student Perceptions On Vocabulary Learning Using Duolingo And Elsa Vivi Ayu Lestari; Ahmad Najib Mutawally; Arif Budimansyah Purba; Wafiqah Yasmin; Anwar Hilman; Wahyudi Wahyudi; Ludovikus Ludovikus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.595

Abstract

In the current asynchronous teaching at Horizon University Indonesia, students are still using several English learning applications and media, such as Duolingo, ELSA, and others. These tools are employed as a means of remote learning specifically aimed at supporting the Global Workplace English Program (GWEP) at Horizon University. The purpose of using these media is to help Horizon students improve their English test scores (EFSET) as part of their preparation for entering the workforce, as well as to enhance their four English language skills. Based on this, we are conducting a study to determine which application is most suitable and can encourage students at Horizon-U to be more active, and motivated, and ultimately improve their vocabulary in English. Vocabulary is one of the language aspects which should be learned. Learning vocabulary is important because people can speak, write, read and listen. Moreover, people have to know the vocabulary first. It means that in learning vocabulary, people need to know and understand the meaning of vocabulary and how to use vocabulary in the right context. In this research, the researcher used qualitative methods, including questionnaires and interviews, to gather information on students’ perceptions. This study was conducted in two classes at Horizon-U, with 50 participants from GWEP 4 providing positive feedback about the Duolingo and ELSA applications. Therefore, the researcher aims to explore the students’ perceptions of using Duolingo and ELSA, focusing on the topic “A Comparative Study of Student Perceptions on Vocabulary Learning Using Duolingo and ELSA.”
Penegakan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Nikah Sirri Dalam Rancangan Undang-Undang Hukum Materil Peradilan Agama ditinjau Menurut Hukum Islam Lilis Handayani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.596

Abstract

Fenomena nikah sirri, yakni nikah yang tidak dilaksanakan dihadapan pejabat pencatat nikah atau nikah yang hanya dilakukan berdasarkan hukum fikih atau pendapat ulama, sudah menjadi persoalan hukum bagi masyarakat muslim di Indonesia saat ini. Persoalan tersebut terjadi sejak keluarnya Undang-undang No. 1 Tahun 1974 te tentang perkawinan yang mengharuskan setiap perkawinan dicatat oleh pejabat pencatat nikah. Berdasarkan peraturan yang ada, perkawinan yang tidak dicatat, maka tidak memiliki kekuatan hukum sehingga berdampak tidak baik bagi yang melangsungkan perkawinan. Kendati pencatatan nikah sudah diatur dalam Undang-undang, nyatanya praktek nikah sirri masih banyak terjadi terutama pada perkawinan poligami yang tidak mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku atau bagi masyarakat yang masih bersekukuh mendasarkan hukumnya dengan hanya berdasarkan fikih. Pada tahun 2010, pemerintah bersama DPR RI memasukkan dalam prolegnas RUU HMPA yang kemudian menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat tentang keberadaannya yang dianggap bertentangan dengan hukum fikih. Dan diantara yang diperdebatkan adalah mengenai ketentuan pidana bagi perkawinan sirri. Untuk melihatlebih lanjut mengenai persoalan tersebut, dilakukan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul: “Pelaku Nikah Sirri Dalam Rancangan Undang-Undang Hukum Materiil Peradilan Agama Ditinjau Menurut Hukum Islam”.
Strategi Guru Kelas Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Tunanetra Pada SDLB Sekolah Luar Biasa Negeri Pembina Aceh Tamiang Sriwardani Sriwardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.597

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu sikap positif yang dapat menjadikan seseorang yakin terhadap suatu tindakan yangdilakukannya tanpa adanya keragu-raguan. Setiap kepercayaan diri diperlukan oleh semua orang termasuk salah satunya pada anak berkebutuhan khusus tunanetra.Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana prosesdalam meningkatkan kepercayaan diri siswa tunanetra di SDLB Negeri Pembin Aceh Tamiang? 2) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa Negeri pembina Aceh Tamiang? Tujuan penelitian ini mengetahui proses dalam meningkatkan kepercayaan diri tunanetra diSDLB adalah: 1) Untuk siswatunanetra di SDLB Negeri Pembina Aceh Tamiang. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa tunanetra di SDLB Negeri Pembina Aceh Tamiang.Untuk mengidentifikasipermasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Dalam metode pengumpulan datanya dengan menggunakan teknik wawancara, observasi partisipatif moderat, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengunaka teknik pengumpulan data yang bermacam macam (triagulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Dari hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa: 1) Proses dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa tunanetra di SDLB Negeri Pembina Aceh Tamiang yaitu denganstrategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan kemampuannya, membiasakan bercerita sebelum pembelajaran dimulai, memberikan motivasi dan dukungan, mengiku t sertakan pada perlombaan sesuai dengan bidangnya,memberikan pengarahan dan bimbingan. Dalam proses tersebut mengasilkan siswa tunanetra mempunyai sikappercaya diri yang baik. 2) faktor pendukung dalammeningkatkan kepercayaan diri siswa tunanetra di SDLBNegeri Pembina Aceh Tamiang meliputi faktor internal dan aktor ekstrenal; faktor penghambat dalam meningkatkan percaya diri siswa tunanetra di SDLB Negeri Pembina Aceh Tamiang yaitu lingkungan sekitar, kurangnya kerjasama antara guru dan orang tua sehingga terjadi ketidak efektifan dalam memaksimalkankemampuan siswa tunanetra untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, dan Kondisi siswa tunanetra.
Perspektif Mahasiswa Matematika Terhadap Penerapan Pemberian Terapi Oralit Terhadap Kekurangan Volume Cairan Pada Anak Dengan Diare Dimas Ridho; Tita Juwitaningsih; Naftali Marbun; Renata Siburian; Artorito Sitorus; Reva Lenita Girsang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif mahasiswa matematika terhadap penerapan pemberian terapi oralit untuk mengatasi kekurangan volume cairan pada anak dengan diare. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang terdiri dari 20 pernyataan meliputi aspek pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan psikomotor. Sampel penelitian adalah 35 mahasiswa matematika yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa matematika memiliki tingkat pengetahuan moderat (skor rata-rata 3,34 dari 5) mengenai terapi oralit, namun menunjukkan sikap dan komitmen yang tinggi (skor rata-rata 4,21 dari 5) terhadap penerapannya. Analisis faktor mengidentifikasi empat faktor utama yang memengaruhi perspektif mahasiswa: sikap dan komitmen terhadap penerapan terapi oralit, pengetahuan teknis tentang oralit, miskonsepsi tentang diare dan penanganannya, serta pemahaman tentang risiko diare. Penelitian ini mengindikasikan perlunya penguatan edukasi lintas disiplin untuk meningkatkan pemahaman teknis mahasiswa non-kesehatan tentang intervensi kesehatan dasar seperti terapi oralit.
Evaluasi Efektivitas Program Keluarga Berencana di Perkotaan: Studi Kasus Kota Makassar Mutmainnah Mutmainnah; Irwansyah Sukri; Nurul Ilmi Rasjusti; Fadil Muhammad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.599

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali di kawasan urban seperti Kota Makassar menimbulkan tantangan serius terhadap kapasitas layanan publik dan keberlanjutan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan dan masyarakat, serta analisis dokumen kebijakan dan data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KB di Kota Makassar berhasil menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) hingga di bawah target nasional, serta mengurangi laju pertumbuhan penduduk secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Efektivitas ini didukung oleh strategi komunikasi yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal dan perluasan akses layanan kontrasepsi melalui penyuluhan dan program “Kampung KB”. Namun demikian, tantangan masih ada dalam bentuk keterbatasan akses di wilayah tertentu, kesenjangan informasi, dan resistensi budaya terhadap penggunaan kontrasepsi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis komunitas dalam kebijakan kependudukan. Implikasinya, kebijakan KB yang dirancang secara kontekstual mampu meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi pengendalian penduduk di kawasan urban Indonesia.
Strategi Kreatif Tim Produksi pada Program Talkshow Dua Sisi di Tvone Putri Nafisa Kaila; Wijaya Abung Supama
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.600

Abstract

Dalam era digital saat ini, program talkshow di televisi dituntut untuk terus berinovasi agar tetap diminati. Salah satu kunci keberhasilannya adalah strategi kreatif dari tim produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi kreatif diterapkan dalam proses produksi program “Dua Sisi” di TvOne. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap proses produksi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kreatif dilakukan secara terstruktur, mengikuti tahapan teori kreativitas Graham Wallas, yaitu dari tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Tim produksi memilih tema yang relevan dan memancing perbedaan sudut pandang, mencari narasumber yang mampu berargumen secara berimbang, serta menyusun alur diskusi yang menarik dan dinamis. Sejak program beralih ke format debat pro dan kontra pada awal 2025, tim menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan opini dan memilih isu yang menuai polemik. Namun, melalui kolaborasi tim dan perencanaan yang matang, kualitas tayangan tetap terjaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kreatif yang efektif dapat meningkatkan daya saing dan mempertahankan keberadaan program talkshow di tengah perubahan lanskap media.
Intervensi Brain Gym Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis (Studi Pengukuran Dan Asesmen Belajar Pada Anak Berkebutuhan Khusus Tipe Tunagrahita) Abdulloh Aziz Assa’diy; Putri Afifah Nahdah; Anindhya Faza Arzaqi; Nur Muhammad Adlan; Iin Tri Rahayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.601

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memiliki perkembangan yang terlambat secara sosial, akademik, emosional maupun fisik. Diantara peserta didik berkelainan atau berkebutuhan khusus yang disertai hambatan intelektual, komunikasi interaksi, dan perilaku, antara lain: autis, Attention Deficit Hyperactivity Disorder, down syndrome, tunalaras dan tunagrahita. Tunagrahita adalah individu yang memiliki hambatan kecerdasan dengan inteligensi di bawah rata-rata. Secara normal anak berusia 5-7 tahun memiliki kemampuan menulis secara benar, dapat dibaca, Sebaliknya pada anak tunagrahita, rata-rata memiliki kemampuan menulis yang buruk dan sulit dibaca. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi kemampuan menulispada anak tunagrahita di Homeschooling Cerdas Istimewa Malang. (2) Mengetahui efektivitas intervensi Brain Gym dalam meningkatkan kemampuan menulis pada anak tunagrahita di Homeschooling Cerdas Istimewa Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pendekatan eksperimen yang digunakan adalah penelitian dengan subjek tunggal atau yang dikenal dengan istilah Single Subject Research (SSR). Penelitian Single Subject Research (SSR) yaitu penelitian subjek dengan prosedur penelitian menggunakan desain eksperimen untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap perubahan tingkah laku. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Brain Gym efektif meningkatkan kemampuan menulis pada anak tunagrahita. Hasil tersebut berdasarkan hasil pretest yang menunjukkan subjek belum mampu menyelesaikan menulisnya dengan baik, sering salah huruh dan terbalik, hasil tulisannya tidak bisa dibaca, dan sulit menulis lurus di buku. Kemudian pada hasil postest menunjukkan subjek sudah mampu untuk menyelesaikan menulisnya dengan baik, tidak sering salah huruh dan terbalik, hasil tulisannya sudah bisa dibaca, dan mampu menulis lurus di buku. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata antara kemampuan menulis anak tunagrahita pada waktu baseline A dengan baseline A1 dan intervensi Brain Gym efektif meningkatkan kemampuan menulis anak tunagrahita di Homeschooling Cerdas Istimewa.
Pengaruh Pengetahuan dan Keterampilan Perawat Terhadap Kepuasan Pasien dengan Kecerdasan Emosional sebagai Variabel Moderasi: Studi Kasus di Rumah Sakit Vertikal Kemenkes RI, RS. Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Avila Cutaridewi; Suhartono Suhartono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan keterampilan perawat terhadap kepuasan pasien dengan kecerdasan emosional sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan pada rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI, RS. Dr. Cipto Mangunkusumo, di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksplanatori survey, melibatkan 398 pasien rawat inap. Analisis data dilakukan dengan regresi moderasi (Moderated Regression Analysis), penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pengetahuan dan keterampilan perawat memengaruhi kepuasan pasien dan bagaimana kecerdasan emosional memengaruhi hubungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan perawat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p < 0,05). Kecerdasan emosional juga memiliki pengaruh langsung terhadap kepuasan pasien serta memoderasi hubungan antara pengetahuan perawat dan kepuasan pasien secara signifikan (p < 0,05), tetapi tidak memoderasi hubungan keterampilan perawat dan kepuasan pasien. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan, dengan adanya kecerdasan emosional sebagai variabel moderasi, kombinasi antara pengetahuan dan keterampilan memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 40,5 % terhadap kepuasan pasien.
Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting Malik Malik; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Agus Zainur; Hasmi Hasmi; Sarce Makaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.603

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional. Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting melalui Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021. Namun, implementasi kebijakan ini di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Nabire, menghadapi tantangan tersendiri yang perlu dikaji secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire berdasarkan enam aspek utama: kejelasan standar dan tujuan kebijakan, kecukupan sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, pengaruh kondisi sosial, ekonomi, dan politik, serta sikap dan respons pelaksana kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum sepenuhnya berjalan optimal. Terdapat ketidakterpaduan lintas sektor, keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, komunikasi organisasi yang belum terstruktur, serta rendahnya pemahaman teknis dan komitmen substantif dari pelaksana kebijakan. Faktor geografis, sosial, budaya, dan ekonomi lokal turut menjadi penghambat signifikan. Kesimpulan: Diperlukan upaya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana, pelibatan aktif pemerintah kampung dan masyarakat, serta pendekatan kebijakan yang adaptif terhadap konteks lokal untuk mendukung keberhasilan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire.

Page 78 of 256 | Total Record : 2551