cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,145 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,145 Documents clear
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Oehela Kecamatan Batu Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan Seltip Detrit Taek; David Pandie; Made N.D. Andayana; Yaherlof Foeh
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5813

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Oehela, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan juga data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi PKH di Desa Oehela belum maksimal sesuai dengan empat faktor pendukung dalam implementasi. Sesuai dengan teori kebijakan Edward III yang terdiri dari komunikasi yang ditunjukan dengan adanya himbauan kepada KPM PKH di Desa Oehela supaya bijak dalam pemanfaatan bantuan, namun dalam pelaksananya KPM PKH di Desa Oehela masih menggunakan bantuan untuk kebutuhan lainya dan masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan PKH karena data yang tidak valid. Sumber daya manusia dari segi kualitasnya juga sudah kompoten, dari segi anggaran belum mencukupi kebutuhan KPM PKH, selanjutnya disposisi dalam penyaluran bantuan sikap pelaksana sangat baik dalam pelayanan. Dalam birokrasi Pendamping PKH di Desa Oehela telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak dalam pelaksanaan Implementasi PKH yang ada di Desa Oehela.
Kajian Kepemilikan Tanah Ulayat Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman: Dari Tradisi ke Sertifikat Formal Wira Satria; Siti Fatimah; Azmi Fitrisia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5814

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontradiksi Kajian kepemilikan tanah ulayat di Nagari Katapiang, Padang Pariaman, sebagai pergeseran dari tradisi komunal ke sertifikat formal negara. Tanah ulayat di Minangkabau berakar pada kedaulatan adat dan berfungsi sebagai amanah leluhur serta cadangan sosial, diatur sepenuhnya oleh Ninik Mamak. Program sertifikasi seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), didorong oleh positivisme hukum, berupaya menstandarisasi hak ini untuk kepastian hukum administrasi dan investasi. Konflik di Katapiang, yang memuncak dengan ancaman pemindahan ulayat, menunjukkan bahwa negara gagal menjembatani jurang antara legal certainty formal dan cultural certainty substantif. Metode yuridis normatif digunakan untuk membedah kontradiksi regulasi dan filosofi, menghasilkan temuan bahwa otoritas adat menolak subordinasi kekuasaan teritorialnya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya rekognisi substantif dan registrasi komunal alih-alih formalisasi individualistik.
Peran Learning Management Sistem (LMS) Sikuli Dalam Membentuk Nilai Kewarganegaraan Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Riau Diaz Sari; Muhammad Ridhwan; Michael Oktavianus Hutabarat; Muhammad Luthfi; Syafta Nuryana; Yuli Santri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Riau terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui platform Learning Management System (LMS) Sikuli dan Sipatu. Dalam era digital saat ini, pembelajaran virtual menjadi sarana strategis untuk menyampaikan materi kewarganegaraan, yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menekankan pembentukan karakter dan kesadaran berbangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner esai terbuka dan wawancara mendalam terhadap tujuh orang mahasiswa aktif yang telah mengikuti mata kuliah tersebut. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya mengapresiasi fleksibilitas dan kemudahan akses materi melalui LMS, serta menganggap forum diskusi sebagai sarana penting untuk membangun pemikiran kritis dan toleransi. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti minimnya interaksi dosen, kurangnya pemanfaatan fitur interaktif, dan hambatan teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil. Interaksi dalam LMS dinilai belum sepenuhnya mampu menggantikan komunikasi interpersonal secara langsung, meskipun dapat difasilitasi dengan strategi pengajaran yang tepat. Temuan ini diperkuat oleh teori komunikasi interpersonal Joseph DeVito dan teori connectivism dari Siemens, yang menekankan pentingnya jaringan dan hubungan dalam pembelajaran daring. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan peran dosen dalam mengoptimalkan fitur LMS serta penerapan strategi komunikasi yang lebih interaktif agar nilai-nilai kewarganegaraan dapat lebih efektif diinternalisasi.
Integrasi Nilai Nilai Sustainable Development Goals (Sdgs4) Dalam Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar Nailil Fuadah; Ika Ratnaningrum; Nur Khayati; Virna Cahyareva; Afrinda Maesa Safana; Sofi Fadhila Adnin; Awal Nur Habibah; Aisya Amalia Murdhani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5820

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDG) 4 dalam pengembangan kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, khususnya pada implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan systematic literature review (SLR), penelitian ini menganalisis artikel jurnal terindeks, dokumen kebijakan nasional, dan laporan lembaga internasional seperti UNESCO, OECD, dan PISA yang terbit antara 2020-2025. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan pembacaan kritis, kategorisasi gagasan, dan interpretasi pola temuan lintas sumber yang disusun ke dalam tema konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka telah selaras dengan prinsip SDG 4 melalui Capaian Pembelajaran yang mengutamakan literasi-numerasi, keterampilan abad ke-21, dan Profil Pelajar Pancasila. Integrasi SDG 4 terlihat jelas dalam empat komponen: capaian pembelajaran yang inklusif dan berkualitas; materi ajar yang kontekstual dan mengangkat isu keberlanjutan; kegiatan pembelajaran yang menerapkan diferensiasi dan berbasis proyek; serta penilaian holistik yang mencakup aspek akademik, karakter, dan kepedulian global siswa. Pendekatan seperti Education for Sustainable Development (ESD), ecopedagogy, dan Project-Based Learning (PjBL) terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa, berpikir kritis, dan kesadaran keberlanjutan. Namun, implementasi masih menghadapi kendala berupa variasi kompetensi guru, keterbatasan sumber belajar kontekstual, dan pemahaman yang belum merata mengenai posisi epistemologis SDG 4 sebagai tujuan makro pendidikan. Penelitian menegaskan bahwa integrasi SDG 4 dalam kurikulum pendidikan dasar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, inklusivitas, dan relevansi pembelajaran, yang memerlukan pelatihan guru berkelanjutan, penyediaan modul pembelajaran kontekstual, pengembangan instrumen asesmen komprehensif, serta kolaborasi antara sekolah dan komunitas agar implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan
Pengembangan E-LKPD Differentiated Instruction Guided Discovery Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Materi Stoikiometri Nila Agustia Fatimatul Hidayah; Sri Haryani; Sigit Priatmoko
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5823

Abstract

Pemahaman konsep yang baik merupakan hal yang harus dimiliki peserta didik setelah mempelajari materi pelajaran. Sehingga diperlukansalahsatunya bahan ajar yang dapat menjadikan peserta didik memiliki pemahaman konsep yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berorientasi discovery learning berdiferensiasi yang dapat meningkatan pemahaman konsep peserta didik. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D). Penelitian ini menggunakan model penelitian eksperimen dengan dua kelas subjek yaitu kelas kontol dan kelas ekperimen yang dipilih secara rendom. Wawancara, tes, angket, serta dokumentasi dilakukan sebagai teknik pengumpulan data. Desain dalam penelitian ini adalah ADDIE. E-LKPD yang dikembangkan memiliki validitas media dan materi berturut-turut sebesar 0,867 dan 0,808 dengan kategori sangat tinggi. Sehingga, E-LKPD yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Pada kelas eksperimen yang menggunakan E-LKPD berorientasi discovery learning berdiferensiasi, diperoleh rata-rata posttest 81,0, lebih tinggi dibanding kelas kontrol 69,3. Hasil uji-T menunjukkan thitung (3,195) > ttabel (1,995), sehingga terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kedua kelas. Selain itu, nilai N-gain kelas eksperimen (0,64) juga lebih tinggi dibanding kontrol (0,43), menandakan peningkatan pemahaman konsep yang lebih besar. Dengan demikian, penggunaan E-LKPD berorientasi discovery learning berdiferensiasi berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep peserta didik pada materi stoikiometri.
Kajian Epistemologis Komparatif: Filsafat Sains Modern dan Al-Qur’an dalam Konteks Pengembangan Paradigma Fisika Kontemporer Ana Dhiqfaini Sultan; Andi Aderus; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5824

Abstract

Perkembangan fisika modern menghadirkan tantangan epistemologis mendalam tentang hakikat kebenaran ilmiah. Penelitian ini mengkaji persamaan, perbedaan, dan potensi integrasi epistemologis antara filsafat sains modern dan epistemologi Al-Qur'an dalam konteks fisika melalui studi kepustakaan dengan analisis komparatif konseptual. Sumber data mencakup literatur peer-reviewed (2020-2025), Al-Qur'an, dan tafsir kontemporer, dengan sampel 40-50 sumber dipilih purposif. Data dianalisis menggunakan analisis konten kualitatif dengan koding tematik pada tiga dimensi epistemologis: sumber pengetahuan, metode perolehan, dan konsep kebenaran. Hasil menunjukkan filsafat sains modern menekankan kebenaran provisional berbasis empirisme dan rasionalitas yang dinamis, sedangkan epistemologi Al-Qur'an memposisikan wahyu sebagai kebenaran mutlak terintegrasi dengan akal dan pengamatan dalam kerangka etis-spiritual. Meskipun berbeda, kedua epistemologi memiliki convergence signifikan: keduanya menghargai pengamatan empiris, rasionalitas, dan komitmen pencarian kebenaran. Analisis mengungkapkan potensi integrasi sinergis di mana metodologi ilmiah sains modern menjamin kepastian pengetahuan, sementara epistemologi Al-Qur'an menyediakan orientasi etis-spiritual yang melindungi sains dari relativisme. Implikasi mencakup pembukaan subfield comparative epistemology, pengembangan model pembelajaran fisika holistik yang meningkatkan motivasi dan scientific citizenship bertanggung jawab, dan kemungkinan penelitian yang dipandu nilai-nilai etis-spiritual. Studi ini mengisi kekosongan literatur tentang dialog epistemologis sistematis antara sains modern dan wahyu, dengan rekomendasi riset lanjutan mencakup implementasi empiris, eksplorasi multidisiplin, dan integrasi epistemologi klasik.
Latar Belakang Muncul dan Berkembangnya Pembaharuan Dalam Islam Maria Ulfah Ashar; Anis Abdurrahman; Andi Hasriani Hasfar; Makrifa Makrifa; Rahmawati Rahmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5826

Abstract

Munculnya pembaharuan dalam Islam (tajdīd) merupakan respons historis terhadap kemunduran peradaban Islam serta meningkatnya tantangan modernitas. Setelah melemahnya dinamika intelektual pasca kejatuhan pusat-pusat keilmuan klasik, umat Islam menghadapi stagnasi epistemologis yang ditandai dengan menguatnya praktik taklid dan merosotnya etos ijtihad. Sejak abad ke-18, berbagai pemikir dan reformis Muslim berupaya melakukan reinterpretasi ajaran Islam agar selaras dengan tuntutan rasionalitas, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kompleksitas sosial. Tokoh seperti Ibnu Taimiyah dan Muhammad ibn Abd al-Wahhāb menekankan purifikasi akidah dan pemurnian praktik keberagamaan, sementara Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh memperkenalkan pendekatan modernisme Islam yang mengintegrasikan wahyu, rasionalitas, dan kemajuan sains. Dalam konteks abad ke-20, Fazlur Rahman memperluas gagasan pembaharuan dengan menawarkan rekonstruksi metodologis berbasis hermeneutika dan maqāṣid al-sharīʿah untuk menjawab persoalan sosial kontemporer. Tujuan penelitian. Untuk untuk mengkaji latar belakang teologis, sosial, dan epistemologis munculnya pembaharuan Islam yang melatarbelakangi munculnya gerakan pembaharuan Islam dari periode klasik hingga era modern. Metode. Kualitatif-deskriptif dengan pendekatan historis melalui analisis sumber primer dan sekunder terkait perkembangan pemikiran pembaharuan. Hasil Penelitian. Menunjukkan bahwa pembaharuan Islam lahir dari tiga faktor utama, yaitu kemunduran peradaban Islam dan melemahnya Lembaga keilmuan, pengaruh rasionalisme Barat yang mendorong refleksi ulang terhadap metodologi berpikir Islam, dan kebutuhan mendesak untuk mengontekstualisasikan ajaran Islam dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan ilmu pengetahuan modern. Kesimpulan. Pembaharuan Islam merupakan bentuk revitalisasi epistemologi Islam agar tetap relevan dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip fundamental syariat.
The Strategic Classification Of Leadership Positions In Organizational Management Abdul Wahid Mahsuni; Ihsan Zikri Ulfiandi; Abdul Hadi; Dodi Erwin Prasetyo; M. Alfan Rikza
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5827

Abstract

Leadership is a crucial element in determining the effectiveness of an organization, including within higher education institutions. This study aims to analyze the classification of leadership positions based on three management levels top-level, middle-level, and lower-level management and their implementation at STIE PEMNAS Indonesia Malang, a small higher education institution. The research employs a qualitative descriptive approach with a case study method, using data collection techniques such as observation, semi-structured interviews, and documentation involving nine informants, including institutional leaders, program heads, and administrative staff. The findings reveal that the leadership structure at STIE PEMNAS reflects a clear division of roles and responsibilities consistent with the theory of Robbins and Coulter (2016). However, horizontal coordination among departments remains limited due to resource constraints. Empirical data indicate that vertical communication between leadership levels is effective, with 73% of respondents perceiving leadership performance positively. The study also found that some positions involve multiple overlapping roles due to the small organizational scale. This study concludes that clear role delineation, open communication, and leadership training for middle- and lower-level management are essential to enhance organizational effectiveness. The findings are expected to serve as a reference for improving governance and leadership structures in small-scale higher education institutions in Indonesia.
Analisis Persepsi Anggota terhadap Praktik Fraud dan Efektivitas Pengawasan Internal: Studi Kasus pada Koperasi ABC Anisa Atla Dewi Saputri; Jajang Hidayat; Adi Wiratno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5828

Abstract

Koperasi menghadapi risiko fraud yang signifikan dengan rata-rata 18 persen koperasi terlibat dalam praktik kecurangan, menyebabkan kerugian mencapai Rp26 triliun. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi anggota Koperasi Koperasi ABC terhadap praktik fraud dan mengevaluasi efektivitas pengawasan internal dalam mencegah kecurangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, melibatkan wawancara mendalam dengan tiga informan utama (Ketua, Bendahara, dan Admin), observasi partisipatif terhadap Rapat Anggota Tahunan, serta analisis dokumentasi sistem pengendalian internal. Populasi adalah seluruh anggota Koperasi Koperasi ABC, dengan pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling hingga mencapai data saturation. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengurus terhadap fraud bersifat multidimensional mencakup dimensi finansial, behavioral, operasional, dan teknis. Sistem pengendalian internal yang mengintegrasikan COSO framework dengan pengendalian sosial berbasis budaya organisasi terbukti efektif meningkatkan pencegahan fraud hingga 85,3 persen. Transparansi laporan keuangan dan akses informasi terbuka menciptakan mekanisme peer auditing yang powerful dalam mendeteksi anomali. Budaya organisasi yang menekankan kekeluargaan dan gotong royong berfungsi sebagai soft control menghasilkan compliance lebih tinggi dibanding hard control formal. Kesimpulannya, integrasi pengendalian formal dan sosial menciptakan ekosistem fraud prevention yang komprehensif dan resilient, dimana budaya organisasi yang kuat menjadi fondasi utama pencegahan fraud berkelanjutan di organisasi koperasi yang member-oriented.
G1P0A0 Hamil 9 Minggu Dengan Anemia Normositik Normokrom ET Causa Kehamilan Ektopik Terganggu, Unmarried: Sebuah Studi Kasus Maheswari Madina Regar; Ardian Suryo Anggoro; Damarizqa Dara Sjahruddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5832

Abstract

Latar Belakang Kehamilan ektopik terganggu (KET) merupakan kegawatdaruratan obstetrik yang dapat mengancam jiwa ibu dan mengganggu kelangsungan hidup janin, terutama pada trimester pertama. Faktor risiko utama meliputi riwayat kerusakan tuba, infeksi tuba, dan gaya hidup yang kurang baik. Deteksi dini melalui temuan klinis, pemeriksaan serum, dan sonografi transvagina sangat penting untuk diagnosis yang tepat. Tatalaksana segera, seperti salpingektomi, dapat membantu memperbaiki prognosis dari fungsi reproduksi. Metode Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus dengan tujuan untuk menganailisis intervensi yang dilakukan terhadap pasien dengan gangguan kehamilan anemia normositik nomokrom et causa kehamilan ektopik terganggu. Hasil Wanita usia 24 tahun dengan kehamilan pertama datang ke RSUD Pasar Rebo dengan keluhan lemas, perdarahan pervaginam, dan disertai nyeri perut sisi bawah. Pemeriksaan fisik menunjukan pasien mengalami anemia dan didapatkan nyeri tekan abdomen sisi bawah serta nyeri goyang portio pada pemeriksaan vaginal toucher. Pada pemeriksaan ultrasonografi tidak tampak adanya kantong kehamilan yang terlihat dalam kavum uteri. Namun, tampak terdapat area yang teridentifikasi sebagai kemungkinan kehamilan ektopik pada tuba fallopi dextra. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan dari hemoglobin 6.7 g/dL dan hematokrit 19 %. Melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis mengalami anemia akibat kehamilan ektopik terganggu dan dilakukan tatalaksana dengan resusitasi cairan NaCl dan ringer laktat, transfusi packed red cells, antibiotik profilaksis, serta dilakukan laparatomi eksplorasi secara cito yang berakhir dengan salpingektomi tuba fallopi dextra. Kesimpulan Kehamilan ektopik terganggu memerlukan diagnosis segera dan tatalaksana yang tepat dan cepat untuk meningkatkan kesalamatan ibu dan menjaga fungsi reproduksi.