cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 3,430 Documents
Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Konsumen Terhadap Pembelian Sayur Kangkung (Ipomoea Reptans Poir) Hidroponik Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Studi Kasus: Konsumen Analisa Agrokreasi (AAK), Kecamatan Medan Johor) Sinuraya, Mestika Amelia; Riyadh , Muhammad Ilham; Monica, Violeta Tia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6147

Abstract

Some people choose food not only to fulfill basic needs, but also as an effort to ensure their health. Therefore, it is important to understand the extent to which consumers are willing to pay (Willingness To Pay) for a product, because this information can help producers understand consumers. The aims of this research are: 1). To find out the characteristics of consumers of hydroponic kale vegetables. 2).To find out the maximum value that consumers are willing to pay to obtain hydroponic kale vegetables. 3). To find out what factors influence consumers' willingness to pay for hydroponic kale vegetables. This research applies a survey method as an approach to collecting data by conducting direct inspections in the field or research location. This research was carried out in Acrocreation Analysis, with the location chosen purposively. The number of samples used in this research was 43 samples. The data collected in this research is divided into two sources, namely: Primary and secondary data. The data processing and analysis methods applied include descriptive analysis, linear regression analysis, and the application of CVM (Contingent Valuation Method). The software used for the analysis is Microsoft Excel 2010 and SPSS version 26. The results of the research show that the average WTP value of consumers in AAK is IDR 6,302.32/pack and the factor that has a real influence on consumers' willingness to pay for hydroponic kale among AAK consumers is the length of time they consume it. (X5). Meanwhile, factors that have no real influence are age (X1), education level (X2), income (X3) and number of family dependents (X4).
Pengaruh Penggunaan Pupuk Cendawan Mikoriza Arbaskular (CMA) Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea) Zulfansyah, Ichpan; Pulungan, Nurliana; Anggoro, Ridho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6149

Abstract

Pemberian pupuk cendawan mikoriza arbaskular (CMA) dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea) bertujuan Bagaimana interaksi antara pemberian pupuk CMA dan Pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea). Penelitian ini di laksanakan di Lahan Pertanian UNIVA Simalingkar B, dengan ketinggian ± 15 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei s/d selesai Faktor pertama dengan empat perlakuan pupuk CMA dengan dosis C0 0g, C1 30g, C2 60g, C3 90g Faktor kedua dengan empat perlakuan N 20 g/, 40 g, 60 g . Parameter penelitian ini adalah Tinggi Tanaman Sampel/Plot (cm), Jumlah Daun Tanaman Sampel/Plot (helai), Luas Daun, Bobot Basah, Bobot Basah Akar. Tanaman Tertinggi terdapat pada perlakuan C3 sebesar 10.71 cm dan tanaman terendah terdapat pada perlakuan C0 yaitu sebesar 8.39 Cm. Penggunaan pupuk NPK berbeda nyata terhadap tinggi tanaman sawi. . Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pupuk CMA dan Pupuk NPK yang diberikan, menghasilkan pertumbuhan sawi (Brassica juncea) yang semakin baik pula. Hal ini dapat dilihat pada parameter tinggi tanaman Tanaman Tertinggi terdapat pada perlakuan C3 sebesar 10.71 cm , Jumlah daun tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 9.36 helai daun, . Luas daun tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 8.40 cm2, Bobot basah tanaman sawi tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 3.80 gram, Volume akar tanaman sawi tertinggi terdapat pada perlakuan C3 yaitu sebesar 0.78 cm3.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Jayapura Tahun 2022 Anneke Yacob
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6150

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah timur seperti Provinsi Papua. Kabupaten Jayapura merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang masih relatif tinggi dan menunjukkan variasi antar kecamatan. Stunting berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, kesehatan, dan produktivitas anak di masa dewasa, sehingga diperlukan analisis faktor risiko berbasis wilayah untuk mendukung perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang memengaruhi prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Jayapura tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder yang bersumber dari Profil Kesehatan Kabupaten Jayapura Tahun 2022. Unit analisis adalah 15 kecamatan. Variabel dependen adalah prevalensi stunting balita (%), sedangkan variabel independen meliputi cakupan ASI eksklusif, cakupan imunisasi dasar lengkap, persentase rumah tangga dengan akses air bersih, dan persentase rumah tangga dengan jamban sehat. Analisis data dilakukan menggunakan RStudio meliputi analisis univariat, korelasi Spearman, dan regresi linear berganda. Hasil: Rata-rata prevalensi stunting balita di Kabupaten Jayapura sebesar 16,76%, dengan rentang 4,6% hingga 26,1%. Hasil korelasi Spearman menunjukkan bahwa cakupan jamban sehat memiliki hubungan negatif yang kuat dan signifikan dengan prevalensi stunting (ρ = -0,724; p = 0,002). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa jamban sehat merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting (β = -0,575; p = 0,010), sedangkan cakupan ASI eksklusif, imunisasi dasar lengkap, dan akses air bersih tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. Model regresi mampu menjelaskan 66,3% variasi prevalensi stunting. Kesimpulan: Sanitasi lingkungan, khususnya akses terhadap jamban sehat, merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan prevalensi stunting di Kabupaten Jayapura. Intervensi penurunan stunting perlu memprioritaskan perbaikan sanitasi lingkungan yang terintegrasi dengan program gizi spesifik.
Pengaruh Penggunaan Pupuk Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea) Dewangga, Arya Ghani; Zulfansyah, Ichpan; Siregar, Syahriandi Akbari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6151

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang membutuhkan ketersediaan unsur hara optimal untuk mencapai pertumbuhan dan hasil maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk cendawan mikoriza arbuskula (CMA) dan pupuk urea serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian UNIVA Simalingkar B menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis CMA (0, 30, 60, dan 90 g/tanaman) dan dosis pupuk urea (0, 1, 2, dan 3 g/tanaman), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman, dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CMA berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, sedangkan pupuk urea berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, dan volume akar. Interaksi CMA dan pupuk urea memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi CMA 90 g/tanaman dan pupuk urea 3 g/tanaman.
Rapid Test PSA untuk Deteksi Kanker Prostat Wigati, Wahyu Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6158

Abstract

Latar Belakang: Pengujian antigen spesifik prostat (PSA) kontroversial untuk deteksi kanker prostat karena variasi nilai potong antar populasi, terutama di Asia dengan peningkatan insidensi dan perbedaan etnis. Tujuan: Tinjauan ini mengevaluasi efektivitas Rapid Test PSA, fokus pada penyesuaian PSA, PSAD, dan %fPSA untuk pria Indonesia dan India. Metode: Tinjauan naratif sistematis studi berbahasa Inggris dari PubMed, Embase, Cochrane, Scopus (2013-2023) menggunakan kata kunci MeSH seperti "PSA AND Prostate Cancer." Purposive sampling memilih tiga studi retrospektif (Shahab et al., 2013; Agnihotri et al., 2014; Chang et al., 2015) pada pria Asia dengan LUTS/PCa dicurigai (N kohort kecil). Ekstraksi data via formulir standar dan ROB-2 nilai kualitas; sintesis tematik analisis metrik diagnostik. Hasil: Nilai potong Indonesia 6,95 ng/mL (sensitivitas 97,8%, spesifisitas 42,2%), India 5,4 ng/mL kurangi biopsi, %fPSA 15% untuk tPSA <4 ng/mL tunjukkan variasi populasi-spesifik. Kesimpulan: Strategi PSA individual tingkatkan akurasi dibanding cutoff 4 ng/mL standar, meski bias retrospektif batasi generalisasi; RCT multicentre diperlukan.
The Relationship Between Instagram Use and the Likelihood of Female University Students Experiencing Cyber Harassment Datta, Sandra Clarissa Umbu; Ara, Roky Konstantin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6159

Abstract

Instagram is one of the most widely used social media platforms among female university students. While the platform enables self-expression, social interaction, and information sharing, it simultaneously increases users’ exposure to cyber harassment, particularly against women. This study examines the relationship between Instagram use and the likelihood of female university students experiencing cyber harassment. Guided by Computer-Mediated Communication (CMC) theory, this research employs a quantitative approach. Data were collected through an online questionnaire distributed to 200 female students from two universities in the Special Region of Yogyakarta—Universitas Islam Indonesia (UII) and Universitas Gadjah Mada (UGM). The Spearman Rank correlation test was used to assess the strength of the relationship between Instagram use and cyber harassment, while the Mann–Whitney test examined differences between institutional groups. The findings reveal a very strong positive correlation between Instagram use and the likelihood of experiencing cyber harassment (Rs > 0.90). The Mann–Whitney test indicates a statistically significant difference between groups (p = 0.016); however, the small effect size suggests that institutional affiliation does not substantially mitigate the risk of cyber harassment. Instead, vulnerability is primarily shaped by usage patterns, exposure, and online behavior. These findings demonstrate that cyber harassment is a systemic issue affecting female university students regardless of institutional context. The study highlights the urgent need for digital literacy education, gender-sensitive university policies, and stronger institutional and platform-level interventions to protect women in online spaces.
Kinerja Panjang Telapak Tangan sebagai Secondary identifier dalam Identifikasi Korban Tidak Utuh : Suatu Tinjauan Sistematis Sinaga, Marchsel; Tumanggor, Ingwer Jhontri Artahsasta; Amabel, I Made Glorya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6160

Abstract

Identifikasi korban tidak utuh menantang kedokteran forensik saat primary identifier seperti DNA tidak tersedia. Panjang telapak tangan berfungsi sebagai secondary identifier untuk estimasi tinggi badan. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi kinerja panjang telapak tangan dalam identifikasi sisa jenazah tidak utuh. Mengikuti PRISMA 2020, pendekatan kualitatif deskriptif mensintesis data dari 10 studi empiris populasi dewasa (n>3000) di Asia, Afrika, dan Australia, dipilih dari 114 records melalui PubMed, Google Scholar, dan OpenAlex. Protokol pencarian Boolean mengekstrak koefisien korelasi (r=0,55-0,75), model regresi, dan standard error of estimate (SEE ±4-6 cm). Sintesis naratif tematik menilai konsistensi dan variasi populasi-spesifik. Hasil menunjukkan korelasi linier positif signifikan antara panjang telapak tangan dan tinggi badan, dengan akurasi optimal menggunakan rumus populasi-spesifik dan combined hand length. Kesimpulannya, panjang telapak tangan terbukti reliabel sebagai secondary identifier untuk Disaster Victim Identification multidisipliner, meskipun terbatas desain cross-sectional dan celah regional.
Edutainment sebagai Strategi Komunikasi Pembangunan dalam Media Digital: Analisis Teori Sabido pada Konten YouTube Watchdoc Documentary “Tanah Moyangku” Kusumawati, Nina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6161

Abstract

Digital media is currently a primary means of development communication. Edutainment, a combination of education and entertainment, is an effective strategy for conveying social messages in an engaging manner. This study analyzes the content of the YouTube Watchdoc documentary "Land of My Ancestors" through the Sabido theory framework, which emphasizes the influence of dramatic media on changing audience attitudes and behavior. The results show that the use of dramatic narratives, representative characters, and emotional storylines can raise public awareness of agrarian conflict issues and encourage social participation.
Pengembangan Bahan Ajar SKI Berbasis LKS dan Mind Mapping untuk Memahami Materi tentang Wali Songo Qosim M, Adib; Halimah, Evi Nur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6166

Abstract

This study aims to develop Islamic Cultural History (SKI) teaching materials based on Student Worksheets (LKS) and Mind Mapping for the Wali Songo topic and to examine their effectiveness in improving sixth-grade students’ understanding at MINU An Nur Purworejo. The research problem is students’ low comprehension of Wali Songo and limited engaging learning media. Using a simplified Borg & Gall R&D model, the study involved planning, product development, limited trials, revisions, and effectiveness evaluation. Thirty sixth-grade students participated in a one-group pretest-posttest design. Instruments included questionnaires, classroom observations, and concept comprehension tests. Results show a significant increase in average comprehension scores from 58.7 to 82.4. Observations and interviews reveal higher engagement, motivation, and systematic Mind Mapping skills. Findings confirm that integrating LKS and Mind Mapping enhances cognitive understanding, critical thinking, and information organization. The study contributes a practical, replicable teaching material model for elementary schools and highlights the importance of visual and interactive media to strengthen students’ understanding of Islamic cultural history.
Pembentukan Undang-Undang dalam Lensa Hukum Progresif: Moralitas Hukum sebagai Dasar Etis dan Filosofis dalam Membentuk Undang-Undang Sukardi, Tuti Trihastuti; Hoesein, Zainal Arifin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6167

Abstract

Pembentukan undang-undang merupakan proses fundamental dalam sistem hukum yang tidak hanya bersifat teknis-normatif, tetapi juga sarat dengan dimensi etis dan filosofis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan undang-undang dalam perspektif hukum progresif dengan menempatkan moralitas hukum sebagai landasan utama dalam perumusan norma hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis. Bahan hukum yang digunakan meliputi peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta pemikiran tokoh hukum progresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum progresif menuntut agar pembentukan undang-undang tidak semata-mata berorientasi pada kepastian formal, tetapi juga harus mencerminkan nilai keadilan substantif, kemanusiaan, dan kepentingan sosial. Moralitas hukum berperan sebagai kompas etis untuk mencegah lahirnya undang-undang yang represif dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, integrasi nilai moral dalam proses legislasi menjadi prasyarat penting bagi terwujudnya hukum yang berkeadilan dan bermakna secara sosial.