cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,741 Documents
Dari Episteme ke Praxis: Peran Filsafat Ilmu dalam Evolusi Teori Manajemen dari Klasik hingga Kontemporer Nurfitriani; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6723

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis fondasi filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) yang mendasari mazhab-mazhab utama teori manajemen, (2) Menelusuri keterkaitan antara perkembangan filsafat ilmu dengan evolusi dan pergeseran paradigma dalam teori manajemen, dan (3) Menunjukkan implikasi dari kesadaran filosofis ini terhadap validitas, penerapan, dan pengembangan teori manajemen di masa depan. Pendahuluan: Teori manajemen seringkali dikaji hanya dari aspek teknis dan kontekstualnya, tanpa menelisik fondasi filosofis yang melandasi setiap pergeseran paradigma. Artikel ini berargumen bahwa evolusi teori manajemen merupakan refleksi dan turunan dari perkembangan dalam filsafat ilmu. Dengan menganalisis hubungan antara keduanya, penelitian ini berupaya memberikan kerangka pemahaman meta-teoretis yang lebih menyeluruh terhadap tubuh pengetahuan manajemen. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian historis-filosofis. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder dari literatur kanonik teori manajemen dan filsafat ilmu. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi filosofis dan analisis konseptual historis, menggunakan lensa kerangka ontologi-epistemologi-aksiologi untuk membedah dan membandingkan setiap mazhab pemikiran secara sistematis. Hasil dan Pembahasan: Analisis mengungkap pola pergeseran paradigma filosofis yang mendasari evolusi teori manajemen: (1) Era Klasik (Taylor, Fayol, Weber) berlandaskan positivisme dengan realisme naif dan epistemologi objektivistik; (2) Era Humanistik (Mayo, McGregor) mengadopsi pragmatisme dan awal interpretivisme, memasukkan subjektivitas manusia; (3) Era Modern (Sistem & Kontingensi) didasari realisme kritis, menekankan kompleksitas dan konteks; (4) Era Kontemporer (Budaya, Sensemaking, Kritikal) berfondasikan konstruktivisme sosial dan postmodernisme, yang memandang organisasi sebagai konstruksi wacana dan kekuasaan. Setiap pergeseran ini merepresentasikan "revolusi paradigma" yang mengubah asumsi dasar tentang realitas, pengetahuan, dan nilai dalam praktik manajemen. Kesimpulan: Perkembangan teori manajemen secara intrinsik terikat pada evolusi pemikiran filsafat ilmu. Kesadaran akan landasan filosofis ini bersifat krusial untuk pengembangan teori yang koheren dan penerapan praktik yang reflektif. Ke depan, vitalitas ilmu manajemen bergantung pada kedalaman integrasi antara refleksi filosofis (episteme) dan inovasi praktis (praxis), serta kemampuan untuk menjawab tantangan ontologis, epistemologis, dan etis di era kompleksitas.
Perubahan Paradigma dalam Ilmu Manajemen: Analisis Filsafat Ilmu dari Taylorisme ke Era Digital Umi Kulsum; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi teori manajemen dari perspektif filsafat ilmu, khususnya dengan menerapkan kerangka perubahan paradigma Thomas S. Kuhn, dari era Taylorisme hingga transformasi digital saat ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan pergeseran fundamental dalam asumsi ontologis (hakikat realitas organisasi), epistemologis (cara memperoleh pengetahuan yang valid), dan aksiologis (nilai-nilai yang mendasari) yang menandai setiap peralihan paradigma, serta merefleksikan implikasi filosofis dari emergensi paradigma digital bagi ilmu manajemen. Pendahuluan menjelaskan bahwa perkembangan ilmu manajemen bukanlah akumulasi pengetahuan yang linier, melainkan serangkaian revolusi paradigmatik yang dipicu oleh anomali dan krisis, dengan era digital sebagai katalis perubahan paling signifikan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan studi teoretis. Analisis dilakukan melalui telaah filosofis terhadap teks-teks seminal dari setiap era paradigmatik (Taylorisme, Human Relations, Sistem, Kontingensi, hingga literatur Manajemen Digital) dengan menerapkan lensa tiga pertanyaan filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) dan kerangka revolusi ilmiah Kuhn. Hasil dan Pembahasan menunjukkan bahwa perjalanan ilmu manajemen diawali oleh paradigma Taylorisme yang bercirikan ontologi mekanistik, epistemologi positivis, dan aksiologi efisiensi. Krisis yang ditimbulkan anomali (seperti Eksperimen Hawthorne) melahirkan paradigma tandingan (Human Relations dan lainnya) yang menggeser fokus ke aspek sosial dan kontingensi. Revolusi era digital kini melahirkan paradigma baru yang sedang terbentuk, dengan ontologi jaringan dan ekosistem cair, epistemologi abduktif-berbasis data (data-driven abduction), dan aksiologi yang menekankan kelincahan (agility) dan inovasi. Pembahasan mengkritisi bahwa kondisi saat ini merupakan fase transisi paradigmatik yang ditandai hibriditas dan ketegangan antara logika lama dan baru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa evolusi teori manajemen merupakan sejarah perubahan paradigma yang bersifat revolusioner. Pemahaman akan asumsi filosofis di balik setiap paradigma merupakan keharusan bagi akademisi dan praktisi untuk bernavigasi secara kritis dan adaptif dalam dunia manajemen kontemporer yang kompleks. Tantangan ke depan terletak pada menjawab pertanyaan etis-epistemologis dari paradigma data-disrupsi dan mensintesiskan tuntutan digital dengan imperatif keberlanjutan
Dari Teori ke Praksis: Menelusuri Dasar Epistemologis Ilmu Manajemen sebagai Ilmu Terapan Sunarto; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6725

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menelusuri dan menganalisis hakikat epistemologis ilmu manajemen guna memperjelas status dan fondasi keilmuannya sebagai sebuah ilmu terapan melalui tinjauan filsafat ilmu. Pendahuluan: Ilmu manajemen kerap dihadapkan pada pertanyaan mendasar mengenai validitas pengetahuan dan status keilmuannya, yang terombang-ambing antara klaim sebagai disiplin ilmiah dan kritik sebagai kumpulan preskripsi praktis semata. Untuk menjawab keraguan ini, diperlukan penyelidikan filosofis terhadap dasar epistemologis yang membangun otoritas keilmuannya, khususnya dengan memposisikannya dalam kerangka ilmu terapan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat ilmu dan studi kepustakaan sistematis (systematic literature review). Analisis dilakukan secara kritis-hermeneutis terhadap sumber primer dari filsafat ilmu dan sumber sekunder mengenai epistemologi manajemen, untuk kemudian disintesiskan dalam suatu konstruksi argumen filosofis tentang struktur pengetahuan manajemen.Hasil dan Pembahasan: Analisis mengungkapkan bahwa ilmu manajemen memiliki epistemologi yang khas, yakni bersifat praksis-sentris dan instrumental. Validitas pengetahuannya terletak pada keberdaygunaannya (pragmatic utility) dalam memecahkan masalah organisasional yang kompleks. Pengetahuan manajemen dibangun melalui siklus dialektis reflektif yang non-linear antara teori dan praktik, di mana praksis berfungsi sebagai sumber masalah, arena uji, dan kritis terakhir. Sebagai ilmu yang terlibat dengan tindakan, manajemen secara inheren tidak bebas nilai (non-value free), sehingga pertimbangan aksiologis dan etis menjadi bagian integral dari epistemologinya. Sintesis temuan menempatkan ilmu manajemen sebagai ilmu desain (design science) yang reflektif, yang memadukan efektivitas instrumental dengan evaluasi kritis atas nilai dan dampak sosial.Kesimpulan: Disimpulkan bahwa hakikat ilmu manajemen adalah sebagai ilmu terapan yang reflektif, dengan epistemologi yang berpusat pada praksis dan siklus pengetahuan dialektis. Pemahaman ini menegaskan bahwa legitimasi ilmiah manajemen berasal dari kemampuannya menghasilkan pengetahuan untuk tindakan yang efektif dan bertanggung jawab. Implikasinya menuntut integrasi antara pendidikan teknis dan kapasitas refleksi etis, pendekatan penelitian yang partisipatif, serta praktik manajemen yang disadari sebagai praksis moral.
Legal Protection for Famous Brands on Dissimilar Products Dian Utari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6726

Abstract

The protection of famous brands is regulated within the Paris Convention and the TRIPs Agreement. Famous brand is one that holds a high reputation in the trading world. Legal protection for famous brands on dissimilar products is governed by Article 16 of the TRIPs Agreement, which mandates countries that have ratified TRIPs to also regulate the legal protection of famous brands, even extending it to dissimilar products. Indonesia, as one of the countries that ratified it, is obligated to provide legal protection guarantees for famous brands on dissimilar products. This article aims to examine the implementation of extending the protection of famous brands to dissimilar products within Indonesia's legislative regulations and the factors causing this extension to apply to dissimilar products. Research findings indicate that Indonesia began regulating the protection of famous brands on dissimilar products under Law Number 14 of 1997 concerning Trademarks and currently under Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. The factors causing the extension of protection for famous brands to dissimilar products include safeguarding brand reputation, protecting ownership rights over the brand, preventing trademark infringements, interests of license holders, economic interests, fostering innovation and investment, as well as serving as a form of consumer protection.
Analysis of Long-Span Seamless Galvalume Roof Installation Using the On-Site Roll-Forming Method at the PT Amcor Tobacco Packaging Indonesia (PIER) Pasuruan Project Cilda Thesisa Ilmawan Dzinnur; Fahmi Maulana Yahya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6728

Abstract

The construction industry in Indonesia increasingly demands innovative methods to overcome challenges related to efficiency, safety, and quality in industrial building projects. This study investigates the on-site roll-forming method for installing long-span Galvalume roofing at the PT. Amcor Tobacco Packaging Indonesia project. Employing a qualitative case study approach, data were collected through field observations, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that the method successfully produced seamless roof panels spanning 40–50 meters, shortened installation time by 35%, and resulted in zero work-related accidents. These outcomes demonstrate that on-site roll-forming is a viable and superior solution for long-span industrial roofing, effectively integrating technical performance, project efficiency, and safety considerations. The study purpose was to evaluate the effectiveness of the on-site roll-forming method for long-span seamless Galvalume roof installation in large-scale industrial projects through an integrated construction management, material performance, and occupational safety framework. This study employed a qualitative single-case study approach using field observations, in-depth interviews, and document analysis to examine the installation of long-span seamless Galvalume roofing produced by on-site roll-forming using Galvalume coil materials and supporting construction equipment at an industrial project site. The results showed that the on-site roll-forming method successfully delivered a 40–50 m seamless Galvalume roof with improved installation efficiency (30 days, 35% faster), minimal material damage (<1%), and zero accidents while maintaining high installation quality. In conclusion, the on-site roll-forming method is an effective and viable approach for long-span Galvalume roofing, integrating technical performance, construction efficiency, and occupational safety, and is well suited for large-scale industrial projects in Indonesia.
Implementation of Nursing Ethical Principles in Action Services at Hewokloang Health Center: Qualitative Case Study Gabriel Mane; Kristoforus Samson; Sisila Bernadetha Kristaviani3
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6732

Abstract

The application of ethical principles is the main foundation in nursing practice to ensure patient safety, service quality, and protection of patients' rights, especially in first-level health services. However, findings suggest that the application of ethical principles, especially patient autonomy, still faces obstacles in daily nursing practice. The study purpose was to describe the application of the principles of nurse ethics in the action room of the Hewokloang Health Center. Materials and methods. The research used a Qualitative case study approach with in-depth thematic analysis. The informants consisted of six people consisting of three patients as the main informant and three nurses as supporting informants. Data was collected through in-depth interviews and in-depth thematic analysis, with stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. Results. The results of the study showed that the application of most of the ethical principles of nurses in the action room of the Hewokloang Health Center was relatively good (>80%), especially beneficence, non-maleficence, justice, as well as aspects of professional responsibility and honesty. However, the principle of patient autonomy is still not optimal due to the limitations of therapeutic communication, so it is necessary to strengthen information provision and patient involvement in nursing decision-making. Conclusions. The application of the principles of nurse ethics in the Hewokloang Health Center action room is generally good, but it is still necessary to strengthen therapeutic communication to increase respect for patient autonomy and the quality of ethical nursing services.
A Drawing of Public Perception of Nurses' Caring Actions Based on Jean Watson's Carative Factor Theory at the Wolofeo Community Health Center, Ende District Helena Kidi Labot; Maria Sofia Anita Aga; Maria Susana Ayufrida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6733

Abstract

Caring is a fundamental concept in modern nursing practice that emphasizes empathy, presence, and therapeutic relationships between nurses and patients. As a core indicator of nursing care quality, caring behavior significantly influences patient satisfaction, comfort, and trust, particularly in primary healthcare settings. This study aimed to describe public perceptions of nurses’ caring practices based on Jean Watson’s Carative Factor theory at the Wolofeo Community Health Center (UPT). A descriptive quantitative design was employed involving 48 respondents selected through convenience sampling from a population of 93 individuals who had received nursing services. Data were collected using a modified Caring Assessment Tool (CAT) questionnaire based on Watson’s caring components and measured on a four-point Likert scale. The instrument demonstrated good validity and high reliability (Cronbach’s alpha = 0.87). Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results revealed that 93.75% of respondents perceived nurses’ caring behavior as good, while only 6.25% perceived it as poor. Most respondents were early adults, female, had a high school education, and worked as farmers or housewives, indicating that positive perceptions of caring extended across diverse demographic groups. These findings suggest that nurses at the Wolofeo Community Health Center have successfully implemented caring values, particularly in empathy, therapeutic communication, and creating a supportive care environment. In conclusion, caring practices aligned with Jean Watson’s theory contribute positively to patient experiences and trust in primary healthcare services. Strengthening caring through continuous training and humanistic service policies is recommended to sustain and enhance nursing care quality.
The Application of Therapeutic Communication to Family Anxiety in Patients in the Intensive Care Unit Christian Romario; Marthen Preskapu Wela; Maria Dua Riong; Carolus Baga Keupung
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6735

Abstract

Care in the Intensive Care Unit (ICU) involves complex clinical situations that place patients in critical conditions and simultaneously expose their families to significant psychological stress. Uncertainty regarding prognosis, limited visiting hours, and unfamiliar medical equipment often trigger anxiety among patients’ families, which can affect decision-making, coping ability, and trust in healthcare providers. Nurses play a pivotal role in addressing this anxiety through therapeutic communication, a non-pharmacological intervention that emphasizes empathy, clarity, honesty, and supportive relationships. This study aimed to explore the implementation of nurse therapeutic communication and its meaning in reducing anxiety among families of ICU patients using a descriptive qualitative approach. The study employed a case study design involving purposively selected family members of patients treated in the ICU of Dr. T.C. Hillers Maumere Regional General Hospital. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, direct observation of nurse–family interactions, and supporting documentation, including anxiety assessments using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data were analyzed thematically through data reduction, presentation, and conclusion drawing, with validity ensured through source and method triangulation. The findings revealed that families initially experienced moderate levels of anxiety characterized by fear, confusion, and emotional distress. Following consistent therapeutic communication by nurses, families reported feeling calmer, more informed, and emotionally supported, which was reflected in decreased anxiety levels from moderate to mild. Therapeutic communication was perceived not only as information delivery but also as a form of emotional reassurance and caring presence. In conclusion, therapeutic communication is a crucial component of holistic ICU nursing care that significantly contributes to reducing family anxiety and strengthening nurse family relationships.
Pengaruh Transformasi Sistem Administrasi Dan Peran Dukungan Pemerintah Terhadap Perpajakan Digital Habib Izzul Maulana; Hilda Afiyatuzahra; Rikha Asyifa Ati; Dien Noviany Rahmatika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6736

Abstract

Latar Belakang: Transformasi digital administrasi perpajakan Indonesia menghadapi tantangan literasi dan infrastruktur meski e-Filing capai 83,4% kepatuhan 2022. Tujuan: Analisis pengaruh transformasi administrasi dan dukungan pemerintah terhadap efektivitas perpajakan digital. Jenis dan Metode: Systematic Literature Review (SLR) kualitatif. Populasi: Jurnal relevan 2019-2025; sampel: 50 artikel purposif terindeks SINTA/Scopus. Instrumen dan Analisis: Pencarian kata kunci (Google Scholar, SINTA); tabel sistematis, sintesis tematik PRISMA. Hasil: Sistem digital dan dukungan kebijakan tingkatkan efisiensi, transparansi, kepatuhan. Kesimpulan: Sinergikan transformasi dan dukungan untuk perpajakan digital optimal; saran DJP percepat sistem inti dan literasi.
Klasterisasi Wilayah Rawan Tindak Kriminal Menggunakan Algoritma K-Means . (Studi Kasus Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Painan) Sando Eka Putra; Sintia Sintia; Diana Kemala Odang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6737

Abstract

Meningkatnya jumlah kasus kriminal setiap tahun di wilayah hukum Pengadilan Negeri Painan menjadi perhatian penting bagi aparat penegak hukum. Oleh karena itu, diperlukan penyediaan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat mengenai daerah-daerah yang tergolong rawan tindak kriminal. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah rawan tersebut adalah klasterisasi dengan algoritma K-Means. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan daerah berdasarkan tingkat kerawanan tindak kriminal di wilayah hukum Pengadilan Negeri Painan menggunakan algoritma K-Means. Metode ini termasuk dalam teknik data mining yang berfungsi untuk memisahkan atau mengelompokkan data ke dalam beberapa kelompok (cluster) berdasarkan kesamaan karakteristik tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan algoritma K-Means dengan bantuan aplikasi RapidMiner 5.3 mampu mengelompokkan wilayah ke dalam beberapa kategori tingkat kerawanan, yaitu rawan, kurang rawan, dan aman. Informasi yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu lembaga penegak hukum dalam melakukan pemetaan daerah rawan kejahatan serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam upaya pencegahan tindak kriminal