cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 3,430 Documents
Analisis Regulasi dan Kebijakan Aset Publik Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Amelia, Riska; Saepudin, Eli Apud; Maharani, Putri Suci; Purwasih, Ria; Alawiah, IIn Nur; Agas, Agas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6713

Abstract

Tujuan dari studi ini ialah untuk meneliti aturan dan kebijakan dalam pengelolaan aset publik yang berkaitan dengan pencapaian tata kelola yang baik. Pengelolaan aset publik merupakan elemen krusial dalam pemerintahan, karena memiliki hubungan langsung dengan efektivitas, tanggung jawab, dan keterbukaan dalam penggunaan sumber daya yang dimiliki negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, di mana data diperoleh melalui analisis dokumen peraturan, laporan resmi dari pemerintah, serta wawancara mendalam dengan individu yang terlibat dalam pengelolaan aset publik. Sekelompok masyarakat yang berkepentingan juga dikumpulkan. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengevaluasi kesesuaian antara regulasi, penerapan kebijakan, dan masalah yang muncul dalam pelaksanaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi mengenai pengelolaan aset publik secara umum sudah memadai; akan tetapi, terdapat sejumlah hambatan dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya kapasitas sumber daya manusia, kelemahan dalam sistem pengendalian internal, dan pemanfaatan teknologi informasi yang belum dioptimalkan dalam pengelolaan aset. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan kapasitas lembaga, pengembangan kompetensi pegawai, serta penyusunan sistem informasi manajemen aset yang berintegrasi. Diharapkan bahwa temuan ini bisa memberikan kontribusi dalam penyusunan kebijakan yang lebih ampuh untuk mewujudkan tata kelola yang terbuka, bertanggung jawab, dan partisipatif.
Metode Mewujudkan Keluarga Sakinah Pada Pasangan Suami Istri Karier Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Desa Moawe Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli) Gulo, Azhar Nur Mawaddah; Nurasiah , Nurasiah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6716

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pasangan suami istri karir di Desa Moawe mewujudkan keluarga sakinah di tengah kesibukan pekerjaan mereka, serta menyelidiki praktik pembagian peran dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan deskriptif analitis, di mana data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi langsung terhadap subjek di Desa Moawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mewujudkan keluarga sakinah pada pasangan karir di Desa Moawe Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli tersebut meliputi adanya izin suami terhadap istri untuk bekerja, pembangunan komunikasi yang jujur dan terbuka, sikap saling mendukung dalam pembagian tugas rumah tangga, serta penyediaan waktu khusus untuk berinteraksi dengan anggota keluarga. Dalam perspektif hukum Islam, fenomena ini menunjukkan pergeseran ke arah kemitraan yang setara dan tetap sejalan dengan prinsip maslahah selama kewajiban dasar terpenuhi, tidak ada pihak yang dizalimi, dan tetap menjaga batasan syariat seperti menutup aurat serta menjaga etika pergaulan. Secara keseluruhan, kemandirian finansial istri di Desa Moawe terbukti meningkatkan ketahanan keluarga sepanjang dilandasi oleh niat ibadah dan kesepakatan bersama.
Pengaruh Pesan Human Interest dalam Kampanye ‘Everyone Can Be Cool ’ Terhadap Citra Merek RUCAS di TikTok Ali, Aisyah; Ramadhania, Fanesa; Pebriana, Rina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6717

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, mendorong merek untuk mengadopsi strategi Digital Public Relations yang berorientasi pada kedekatan emosional audiens. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah pesan human interest yang menekankan nilai kemanusiaan, keaslian, dan relevansi dengan kehidupan sehari-hari. RUCAS sebagai merek fesyen lokal Indonesia menerapkan pendekatan ini melalui kampanye “Everyone Can Be Cool” di TikTok dengan menampilkan individu non-selebritas sebagai representasi audiens nyata, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih autentik dan mudah diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pesan human interest terhadap citra merek RUCAS di TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 100 pengguna TikTok yang pernah melihat kampanye tersebut. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antara variabel pesan human interest dan citra merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan human interest berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek RUCAS di TikTok. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,589 menunjukkan bahwa pesan human interest memberikan kontribusi yang cukup besar dalam membentuk citra merek. Temuan ini menegaskan bahwa strategi Digital Public Relations berbasis pesan human interest efektif dalam membangun citra merek yang positif dan relevan bagi audiens media sosial, khususnya pada platform TikTok.
Pembiasaan Sholat Dhuha Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa MAN Buduran Sidoarjour Fais Zalillah2 Marzuki, M. Rif’an; Zalillah, Nur Fais; Asy’ari, M. Hasyim; Pertamasari, Dewi; Putri, Salsabila; Lisan, Fasikhul; Mufaizah, Mufaizah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran pembiasaan Sholat Dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswa di MAN Buduran Sidoarjo. Pembentukan karakter merupakan bagian esensial dalam pendidikan modern, termasuk pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah. Salah satu nilai karakter yang sangat penting adalah kedisiplinan, karena berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, mematuhi aturan, serta menjalankan tanggung jawab akademik maupun moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa, guru PAI, guru piket, serta pihak madrasah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha merupakan program religius yang terintegrasi dalam budaya madrasah dan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara rutin melatih siswa untuk hadir tepat waktu, mengikuti tata tertib, menjaga kekhusyukan, dan berperilaku tertib selama kegiatan berlangsung. Selain kedisiplinan teknis, pembiasaan Sholat Dhuha juga membentuk disiplin moral dan spiritual melalui penguatan regulasi diri, komitmen terhadap tugas dan ibadah, pengendalian perilaku, serta kesadaran akan tanggung jawab pribadi. Lingkungan madrasah yang religius, keteladanan guru, serta sarana ibadah yang memadai turut memperkuat efektivitas pembiasaan. Penelitian menyimpulkan bahwa Sholat Dhuha tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pendidikan karakter Islami yang efektif. Kegiatan ini mampu menciptakan pola perilaku disiplin yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan pendidikan karakter di madrasah melalui program pembiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur.
Manajemen Nyeri Pada Pasien Dispepsia Dengan Nyeri Akut di Ruang Melati RSUD Tais Kabupaten Seluma Purwasih, Reza; Hermansyah, Hermansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6719

Abstract

Angka kejadian Gout dibandingkan dengan perempuan sebesar 3-6%. Di negara, prevelensi dapat meningkat 10% pada laki-laki dan 6% pada perempuan pada rentang usia ≥ 80 tahun. Insiden tahunan Gout 2,68 per 1000 orang di Indonesia. Di seluruh dunia penyakit asam urat mengalami peningkatan secara bertahap yang di akbibatkan karena kebiasaan makan yang buruk sepetri diet makan yang salah,kurang olahraga,obisitas dan juga sindrom metabolik.Tujuan mendeskripsikan implementasi edukasi Kesehatan pada keluarga lansia dengan masalah pemeliharaan Kesehatan tidak efektif puskesmas dumai kota.Metode penelitian ini menggunakan penelitian desain deskriptif analitik.subjek dalam penelitian ini adalah 12 orang lansia yang mengalami gout arthritis. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 Juni s/d 18 Juni 2025. Hasil penelitian yang menunjukan tingkat pengetahuan pada keluarga lansia gout arthritis sebelum edukasi cukup menurun dan sedang,setelah di edukasi Kesehatan menjadi meningkat.Kesimpulan: setelah diberikan edukasi Kesehatan pada keluarga lansia gout arthritis dengan menilai Standar luaran Keperawatan Indonesia dengan 12 subjek didapatkan ekspetasi meningkat,Saran:edukasi Kesehatan dapat meningkat dengan tingkat pengetahuan kepada keluarga lansia gout arthritis dalam meningkatkan pemahaman yang telah diberikan,dengan demikian diharapkan penelitian ini dapat diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dalam memberikan edukasi Kesehatan pada keluarga lansia gout arthritis.
Evaluasi Kebijakan Program Pengendalian Tuberkulosis Di Puskesmas Desa Lalang Kecamatan Medan Sunggal Tri Budiarti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6721

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu masalah kesehatan pada masyarakat dan terbesar didunia. Tahun 2018, menurut WHO secara garis besar diperhitungkan sekitar 10 juta masyarakat mengalami kematian pada kasus Tuberculosis. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui evaluasi pelaksanaan program pengendalian Tuberkulosis diwilayah kerja Puskesmas Desa Lalang. Penelitian ini merupakan kualitatif dimana bersifat fenomenologi. Pendataan ini melalui wawancara dengan 6 informan. Penelitian ini berada di Puskesmas Desa Lalang Kecamatan Medan Sunggal selama bulan September-Oktober 2025. Hasil dari penelitian ini terdapat minimnya pengetahuan para nakes tentang kebijakan yang ada di Puskesmas dan kurang mendekati standar nasional pada Angka Penemuan Kasus (CDR), kurangnya standar Angka Notifikasi Kasus (CNR) serta turunnya Angka Penjaringan Kasus setiap tahunnya sehingga berdampak kepada program ini yang sedang berlangsung di Puskesmas Desa Lalang. Peneliti memberikan masukan ke Puskesmas untuk dapat memperbaiki program pengendalian tuberkulosis terutama untuk pemberian pemahaman Tuberkulosis serta memperbanyak karyawan sehingga lebih fokus untuk mengatasi masalah Tuberkulosis. Untuk Dinas Kesehatan harus meningkatkan sosialisasi tentang masalah kesehatan kepada masyarakat agar masyarakat dapat menambah ilmu pengetahuan terhadap penyakit Tuberkulosis.
Presidential Powers in Determining and Implementing an Economic Emergency: An Indonesian Constitutional Law Perspective Intansevina; Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra; Pujo Widodo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6722

Abstract

The sustainability of national economic development faces various non‑military threats such as global economic crises, financial system turbulence, and pandemics, which demand swift and extraordinary responses from the President as the holder of executive power under the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. In this context, presidential powers to determine and implement policies in emergency situations become strategically important, although explicit regulation of an “economic emergency” is not clearly found in the current statutory framework. This study aims to analyse the regulation and practice of presidential powers in determining and implementing an economic emergency under Indonesian constitutional law, and to formulate an ideal construction of such powers that remains consistent with the rule of law and the protection of citizens’ constitutional rights. This research employs a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches, based on the 1945 Constitution, Government Regulation in Lieu of Law Number 23 of 1959 on State of Emergency, regulations on state finance in times of crisis, and literature on emergency constitutional law. The findings reveal a normative gap concerning parameters and limits of presidential powers in an economic emergency, which opens room for power expansion potentially undermining constitutionalism. This study proposes a model for the construction of presidential powers in an economic emergency that specifies indicators, procedures, temporal and material limits, and oversight mechanisms by other state institutions, ensuring that emergency powers are exercised within the framework of the rule of law.
Dari Episteme ke Praxis: Peran Filsafat Ilmu dalam Evolusi Teori Manajemen dari Klasik hingga Kontemporer Nurfitriani; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6723

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis fondasi filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) yang mendasari mazhab-mazhab utama teori manajemen, (2) Menelusuri keterkaitan antara perkembangan filsafat ilmu dengan evolusi dan pergeseran paradigma dalam teori manajemen, dan (3) Menunjukkan implikasi dari kesadaran filosofis ini terhadap validitas, penerapan, dan pengembangan teori manajemen di masa depan. Pendahuluan: Teori manajemen seringkali dikaji hanya dari aspek teknis dan kontekstualnya, tanpa menelisik fondasi filosofis yang melandasi setiap pergeseran paradigma. Artikel ini berargumen bahwa evolusi teori manajemen merupakan refleksi dan turunan dari perkembangan dalam filsafat ilmu. Dengan menganalisis hubungan antara keduanya, penelitian ini berupaya memberikan kerangka pemahaman meta-teoretis yang lebih menyeluruh terhadap tubuh pengetahuan manajemen. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian historis-filosofis. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder dari literatur kanonik teori manajemen dan filsafat ilmu. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi filosofis dan analisis konseptual historis, menggunakan lensa kerangka ontologi-epistemologi-aksiologi untuk membedah dan membandingkan setiap mazhab pemikiran secara sistematis. Hasil dan Pembahasan: Analisis mengungkap pola pergeseran paradigma filosofis yang mendasari evolusi teori manajemen: (1) Era Klasik (Taylor, Fayol, Weber) berlandaskan positivisme dengan realisme naif dan epistemologi objektivistik; (2) Era Humanistik (Mayo, McGregor) mengadopsi pragmatisme dan awal interpretivisme, memasukkan subjektivitas manusia; (3) Era Modern (Sistem & Kontingensi) didasari realisme kritis, menekankan kompleksitas dan konteks; (4) Era Kontemporer (Budaya, Sensemaking, Kritikal) berfondasikan konstruktivisme sosial dan postmodernisme, yang memandang organisasi sebagai konstruksi wacana dan kekuasaan. Setiap pergeseran ini merepresentasikan "revolusi paradigma" yang mengubah asumsi dasar tentang realitas, pengetahuan, dan nilai dalam praktik manajemen. Kesimpulan: Perkembangan teori manajemen secara intrinsik terikat pada evolusi pemikiran filsafat ilmu. Kesadaran akan landasan filosofis ini bersifat krusial untuk pengembangan teori yang koheren dan penerapan praktik yang reflektif. Ke depan, vitalitas ilmu manajemen bergantung pada kedalaman integrasi antara refleksi filosofis (episteme) dan inovasi praktis (praxis), serta kemampuan untuk menjawab tantangan ontologis, epistemologis, dan etis di era kompleksitas.
Perubahan Paradigma dalam Ilmu Manajemen: Analisis Filsafat Ilmu dari Taylorisme ke Era Digital Umi Kulsum; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi teori manajemen dari perspektif filsafat ilmu, khususnya dengan menerapkan kerangka perubahan paradigma Thomas S. Kuhn, dari era Taylorisme hingga transformasi digital saat ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan pergeseran fundamental dalam asumsi ontologis (hakikat realitas organisasi), epistemologis (cara memperoleh pengetahuan yang valid), dan aksiologis (nilai-nilai yang mendasari) yang menandai setiap peralihan paradigma, serta merefleksikan implikasi filosofis dari emergensi paradigma digital bagi ilmu manajemen. Pendahuluan menjelaskan bahwa perkembangan ilmu manajemen bukanlah akumulasi pengetahuan yang linier, melainkan serangkaian revolusi paradigmatik yang dipicu oleh anomali dan krisis, dengan era digital sebagai katalis perubahan paling signifikan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan studi teoretis. Analisis dilakukan melalui telaah filosofis terhadap teks-teks seminal dari setiap era paradigmatik (Taylorisme, Human Relations, Sistem, Kontingensi, hingga literatur Manajemen Digital) dengan menerapkan lensa tiga pertanyaan filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) dan kerangka revolusi ilmiah Kuhn. Hasil dan Pembahasan menunjukkan bahwa perjalanan ilmu manajemen diawali oleh paradigma Taylorisme yang bercirikan ontologi mekanistik, epistemologi positivis, dan aksiologi efisiensi. Krisis yang ditimbulkan anomali (seperti Eksperimen Hawthorne) melahirkan paradigma tandingan (Human Relations dan lainnya) yang menggeser fokus ke aspek sosial dan kontingensi. Revolusi era digital kini melahirkan paradigma baru yang sedang terbentuk, dengan ontologi jaringan dan ekosistem cair, epistemologi abduktif-berbasis data (data-driven abduction), dan aksiologi yang menekankan kelincahan (agility) dan inovasi. Pembahasan mengkritisi bahwa kondisi saat ini merupakan fase transisi paradigmatik yang ditandai hibriditas dan ketegangan antara logika lama dan baru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa evolusi teori manajemen merupakan sejarah perubahan paradigma yang bersifat revolusioner. Pemahaman akan asumsi filosofis di balik setiap paradigma merupakan keharusan bagi akademisi dan praktisi untuk bernavigasi secara kritis dan adaptif dalam dunia manajemen kontemporer yang kompleks. Tantangan ke depan terletak pada menjawab pertanyaan etis-epistemologis dari paradigma data-disrupsi dan mensintesiskan tuntutan digital dengan imperatif keberlanjutan
Dari Teori ke Praksis: Menelusuri Dasar Epistemologis Ilmu Manajemen sebagai Ilmu Terapan Sunarto; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6725

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menelusuri dan menganalisis hakikat epistemologis ilmu manajemen guna memperjelas status dan fondasi keilmuannya sebagai sebuah ilmu terapan melalui tinjauan filsafat ilmu. Pendahuluan: Ilmu manajemen kerap dihadapkan pada pertanyaan mendasar mengenai validitas pengetahuan dan status keilmuannya, yang terombang-ambing antara klaim sebagai disiplin ilmiah dan kritik sebagai kumpulan preskripsi praktis semata. Untuk menjawab keraguan ini, diperlukan penyelidikan filosofis terhadap dasar epistemologis yang membangun otoritas keilmuannya, khususnya dengan memposisikannya dalam kerangka ilmu terapan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat ilmu dan studi kepustakaan sistematis (systematic literature review). Analisis dilakukan secara kritis-hermeneutis terhadap sumber primer dari filsafat ilmu dan sumber sekunder mengenai epistemologi manajemen, untuk kemudian disintesiskan dalam suatu konstruksi argumen filosofis tentang struktur pengetahuan manajemen.Hasil dan Pembahasan: Analisis mengungkapkan bahwa ilmu manajemen memiliki epistemologi yang khas, yakni bersifat praksis-sentris dan instrumental. Validitas pengetahuannya terletak pada keberdaygunaannya (pragmatic utility) dalam memecahkan masalah organisasional yang kompleks. Pengetahuan manajemen dibangun melalui siklus dialektis reflektif yang non-linear antara teori dan praktik, di mana praksis berfungsi sebagai sumber masalah, arena uji, dan kritis terakhir. Sebagai ilmu yang terlibat dengan tindakan, manajemen secara inheren tidak bebas nilai (non-value free), sehingga pertimbangan aksiologis dan etis menjadi bagian integral dari epistemologinya. Sintesis temuan menempatkan ilmu manajemen sebagai ilmu desain (design science) yang reflektif, yang memadukan efektivitas instrumental dengan evaluasi kritis atas nilai dan dampak sosial.Kesimpulan: Disimpulkan bahwa hakikat ilmu manajemen adalah sebagai ilmu terapan yang reflektif, dengan epistemologi yang berpusat pada praksis dan siklus pengetahuan dialektis. Pemahaman ini menegaskan bahwa legitimasi ilmiah manajemen berasal dari kemampuannya menghasilkan pengetahuan untuk tindakan yang efektif dan bertanggung jawab. Implikasinya menuntut integrasi antara pendidikan teknis dan kapasitas refleksi etis, pendekatan penelitian yang partisipatif, serta praktik manajemen yang disadari sebagai praksis moral.