cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 3,430 Documents
Peran Geopark Kaldera Toba dalam Membangun Kerja Sama Internasional di Sektor Pariwisata Sumatera Utara yang Berkelanjutan Sijabat, Ribka; Zulian, Ibnu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7634

Abstract

Pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu instrumen penting dalam diplomasi internasional, terutama bagi negara berkembang yang memiliki potensi alam dan budaya melimpah seperti Indonesia. Geopark Kaldera Toba, yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark sejak tahun 2020, tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi geologi dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi platform strategis dalam membangun jejaring kerja sama internasional. Status ini membawa nilai tambah secara global, karena setiap geopark UNESCO memiliki kewajiban untuk berkolaborasi lintas negara dalam bidang penelitian, pengelolaan lingkungan, edukasi, dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Dengan demikian, Geopark Kaldera Toba menjadi arena penting bagi Sumatera Utara untuk memperkuat posisi strategisnya dalam lanskap pariwisata global yang berkelanjutan. Peran geopark dalam mendorong kerja sama internasional semakin nyata melalui inisiatif kolaboratif, seperti pertukaran pengetahuan dengan geopark negara lain, partisipasi dalam konferensi geopark internasional, serta pengembangan program capacity building untuk pelaku pariwisata lokal. Melalui jaringan UNESCO Global Geoparks Network (UGGN), Geopark Kaldera Toba terlibat dalam berbagai kegiatan lintas negara yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim, pengelolaan warisan geologi, hingga pengembangan produk pariwisata yang berorientasi keberlanjutan. Sinergi ini memfasilitasi transfer keterampilan, peningkatan standar layanan pariwisata, serta pembentukan program edukasi yang terintegrasi dengan komunitas lokal. Peran geopark tidak hanya meningkatkan daya saing Sumatera Utara sebagai destinasi global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring pariwisata internasional. Dengan integrasi antara konservasi, pemberdayaan komunitas, dan diplomasi internasional, Geopark Kaldera Toba berkontribusi signifikan terhadap terciptanya hubungan kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Manajemen Talenta Sebagai Strategi Peningkatan Kinerja Organisasi: Studi Kasus Rumah Sakit Di Kota Medan Citra, Maya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana manajemen talenta diimplementasikan sebagai strategi peningkatan kinerja organisasi pada rumah sakit di Kota Medan. Manajemen talenta menjadi pendekatan strategis yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit untuk memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terutama di tengah meningkatnya persaingan industri layanan kesehatan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan medis. Komponen utama manajemen talenta yang dikaji dalam penelitian ini meliputi talent acquisition, talent development, dan talent retention. Ketiga komponen ini dinilai memiliki peran signifikan dalam menentukan kinerja organisasi, baik melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, stabilitas sumber daya manusia, maupun efektivitas operasional rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain explanatory research yang melibatkan 120 responden yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga administrasi di beberapa rumah sakit besar di Kota Medan. Data diperoleh melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh parsial dan simultan antara variabel manajemen talenta terhadap kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel manajemen talenta berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi, dengan talent development menjadi variabel yang paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta yang terstruktur dan berkelanjutan sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan, kepuasan pasien, serta daya saing rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memperkuat kebijakan pengembangan SDM dan memperhatikan aspek retensi tenaga kesehatan sebagai strategi jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi.
Pengutan Model Pembelajaran Inkuiri Dan Penguasaan Konsep Belajar Terhadap Berfikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Atas Rizkiyah, Nur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7667

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu model pembelajaran yang sesuai dan dapat membantu pengguasaan konsep belajar dalam pembelajaran khususnya untuk penyelesaian materi ekskresi di kelas X1 SMA, sehingga proses pembelajaran akan optimal dan akhirnya dapat meningkatkan berfikir kritis siswa. Populasi terjangkau pada penelitianini adalah siswa kelas X1 dari satu sekolah yang terletak di Wilayah Bogor yaitu SMA Negeri Taman Sari Bogor. Sampelpenelitian diperoleh melalui Multi Stage Sampling,yaitu pemilihan kelas secara random untuk menjadi kelas eksperimen dankelas kontrol, dilanjutkan dengan pengelompokan siswa masing-masing kelas kedalam dua kelompok model pembelajaran yang berbeda (bebas modifikasi dan terbimbing).Karena masing-masing kelas sampel berjumlah 32 siswa, maka dari 32 siswa di bagi lagi menjadi 16 orang siswa kelas kontrol dan 16 siswa kelas eksperiment Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain factorial 2x 2 dengan tiga variabel yang terdiri dari dua variable bebas, yaitumodel pembelajaran bebas modifikasi terbimbing dan variable terikat, yaitu berfikir kritis. Pengumpulan data dilakukandengan teknik dokumentasi (variable model pembelajaran INKUIRI), tehnik instrumen menggunakan tes 25 soal.menggunakan teknik ANOVA dua jalur. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan analisis statistic deskriptifdan uji persyaratan data (uji normalitas dan uji homogenitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaanberfikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran INKUIRI (bebas modifikasi) (2) Terdapat perbedaan berfikir kritis siswa yang pengguasaan konsep tinggi dan pengguasaan konsep rendah (3) Terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran INKUIRI dan pengguasaan konsep belajar terhadap berfikir kritis Berdasarkan hasil analisis di atas, makadapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaranI NKUIRI dan pengguasaan konsep terhadap berfikir kritis siswa.
Penguatan Karakter melalui Pengintegrasian Nilai-nilai KeIslaman dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Higher Order Thinking Skills untuk Membangun Kesehatan Mental Mahasiswa Lilik Nur Kholidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.7683

Abstract

Character strengthening through the integration of Islamic values in Islamic Religious Education learning that emphasizes Higher Order Thinking Skills (HOTS) is an effort to manage Islamic Religious Education learning. This effort is a response to the problems in the implementation of Islamic education, which has not yet been fully optimal in instilling Islamic values to build students’ mental health. In this study, a literature review approach was used to collect data sources from scholarly works. The research findings indicate that the concept of integrating Islamic values into Islamic Religious Education learning includes ideas, concepts, and activities related to the integration of Islamic values in the learning process within the learners themselves. The integration of Islamic values in this learning process also serves as a response to the current condition of Islamic Religious Education implementation, which in practice has not been systematically based on theories, concepts, and learning designs of character values, so that positive character transformation can be achieved. Character strengthening through the integration of Islamic values in Islamic Religious Education learning that emphasizes Higher Order Thinking Skills represents a formulation of theoretical concepts and their practical integration in Islamic Religious Education learning to build students’ mental health.
Konsep Ta’dib dalam Filsafat Pendidikan Islam: Analisis Epistemologis terhadap Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Relevansinya bagi Pengembangan Kurikulum Kontemporer Khunaini, Fadhilah; Washil, A
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.7691

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis konsep ta’dib dalam filsafat pendidikan Islam melalui analisis epistemologis terhadap pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas, serta mengeksplorasi relevansinya bagi pengembangan kurikulum pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data primer meliputi karya-karya Al-Attas terutama The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education dan Islam and Secularism, sementara sumber sekunder mencakup literatur kritis mengenai filsafat pendidikan Islam, epistemologi Islam, dan pengembangan kurikulum. Analisis data dilakukan melalui metode content analysis dengan teknik hermeneutika filosofis untuk mengidentifikasi struktur konseptual, fondasi epistemologis, dan implikasi pedagogis konsep ta’dib. Hasil kajian menunjukkan bahwa ta’dib bukan sekadar transfer pengetahuan (ta’lim) atau pelatihan keterampilan (tarbiyah), melainkan proses penanaman adab yang mencakup dimensi intelektual, spiritual, dan moral secara integratif. Fondasi epistemologis ta’dib bertumpu pada pandangan hidup Islam (Islamic worldview) yang menekankan kesatuan ilmu pengetahuan, hierarki realitas, dan tujuan ultimate pendidikan yaitu pembentukan insan yang baik (al-insan al-kamil). Konsep ini memiliki implikasi signifikan bagi pengembangan kurikulum kontemporer, khususnya dalam hal: (1) reintegrasi ilmu agama dan ilmu umum melalui kerangka tauhid, (2) pengembangan pedagogi yang menekankan pembinaan karakter dan akhlak mulia, (3) penguatan identitas epistemik peserta didik dalam menghadapi tantangan modernitas dan westernisasi ilmu pengetahuan, serta (4) perumusan tujuan pendidikan yang holistik dan berorientasi pada kebahagiaan dunia-akhirat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam yang lebih kokoh secara filosofis dan aplikatif dalam konteks pendidikan Indonesia kontemporer.
Integrasi Metode Sosiodrama dan Kaidah Ilmu Ma’ani: Inovasi Pembelajaran Maharah Kalam di Pondok Pesantren Annuqayah Al-Khasy, Moh. Ali Qorror; Nasyfiliziana, Ana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.7692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode sosiodrama dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab dan kaitannya dengan kaidah ilmu ma’ani di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan putri. Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi krusial dalam penguasaan bahasa Arab yang memerlukan strategi pembelajaran inovatif. Metode sosiodrama dipilih karena kemampuannya mengintegrasikan aspek linguistik, pragmatik, dan performatif dalam konteks komunikatif yang autentik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota lembaga bahasa An-Nabilah, serta dokumentasi. Subjek penelitian adalah santriwati yang tergabung dalam lembaga bahasa Arab An-Nabilah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan triangulasi sumber data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sosiodrama dilaksanakan melalui dua format: pertunjukan bulanan dengan satu permasalahan dan pertunjukan akhir tahun dengan plot kompleks. Implementasi metode mencakup tahapan pra-pertunjukan (penulisan naskah, pembagian peran, latihan), pelaksanaan pertunjukan (dengan memperhatikan ekspresi wajah, ekspresi tubuh, intonasi, dan kaidah bahasa), dan evaluasi. Analisis menunjukkan penggunaan kaidah ilmu ma’ani dalam dialog, meliputi kalimat khabariyah (78%), kalimat insya’iyah (22%), kondisi mukhathab, dan struktur musnad-musnad ilaih. Metode ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki lafal, dan memperkaya kosakata, meskipun masih terdapat kendala dalam penguasaan intonasi Arab standar dan keterbatasan pemahaman ilmu ma’ani secara eksplisit.
Implementasi Prinsip Maqashid Syariah dalam Pengembangan Fintech Syariah di Indonesia: Analisis Teoritis dan Praktis Haqan, Arina; Nafilah, Siti Kholizatun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.7694

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi prinsip maqashid syariah dalam pengembangan teknologi finansial (fintech) syariah di Indonesia melalui pendekatan teoritis dan praktis. Pertumbuhan fintech syariah yang pesat di Indonesia menimbulkan pertanyaan fundamental tentang sejauh mana inovasi teknologi keuangan dapat sejalan dengan tujuan-tujuan substansial syariah (maqashid syariah), khususnya dalam mewujudkan kemaslahatan (maslahah) bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis kritis. Sumber data primer meliputi dokumen regulasi fintech syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sementara sumber sekunder mencakup literatur klasik dan kontemporer tentang maqashid syariah, ekonomi Islam, dan teknologi finansial. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan kerangka teoritis maqashid syariah yang dikembangkan oleh al-Syatibi dan pemikir kontemporer seperti Jasser Auda. Hasil kajian menunjukkan bahwa maqashid syariah dapat dikategorisasi menjadi lima level: dharuriyyat (kebutuhan primer), hajiyyat (kebutuhan sekunder), tahsiniyyat (kebutuhan tersier), dengan tiga dimensi: individu, masyarakat, dan negara. Analisis terhadap praktik fintech syariah di Indonesia mengungkap bahwa implementasi maqashid syariah masih parsial, dengan fokus dominan pada aspek formalistik syariah (kepatuhan kontrak) dibandingkan tujuan substantif. Dari 15 platform fintech syariah yang dianalisis, hanya 40% yang secara eksplisit mengintegrasikan prinsip pemerataan ekonomi (adl), 53% mengutamakan perlindungan konsumen (hifz al-mal), dan 67% menerapkan transparansi (amanah). Studi menemukan bahwa tantangan utama implementasi maqashid syariah dalam fintech syariah meliputi: (1) keterbatasan framework operasional untuk menerjemahkan prinsip abstrak maqashid ke dalam praktik bisnis; (2) trade-off antara profitabilitas dan tujuan sosial; (3) ketidakseimbangan pengawasan antara aspek kepatuhan formal dan dampak sosial-ekonomi; serta (4) literasi rendah pelaku industri terhadap konsep maqashid syariah. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan Maqashid-Based Fintech Framework yang mencakup indikator terukur untuk setiap level maqashid, mekanisme pengawasan berbasis dampak, dan insentif regulasi bagi platform yang mencapai target maqashid. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan kerangka teoritis-praktis untuk mengintegrasikan maqashid syariah dalam ekosistem fintech syariah Indonesia, serta memberikan basis empiris bagi pengembangan regulasi yang lebih holistik dan berorientasi pada pencapaian tujuan syariah yang substantif.
Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren: Antara Mempertahankan Tradisi dan Tuntutan Modernisasi Naqib, Moh.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.7695

Abstract

Purpose. This study aims to analyze the dynamics of Arabic language education innovation in Indonesian Islamic boarding schools (pesantren) through a comprehensive literature review. Pesantren, as the oldest Islamic educational institution in Indonesia, faces the challenge of maintaining the tradition of Arabic learning while adapting to modernization demands. This research identifies various forms of innovation, analyzes driving and inhibiting factors, evaluates effectiveness, and develops a conceptual framework that balances tradition and modernization in Arabic language education. Materials and methods. The research employs a qualitative literature review approach by analyzing 45 scientific articles, books, and research reports published between 2015-2024. Analysis was conducted thematically on aspects of teaching methods, curriculum, learning media, and educator competencies. Data sources were obtained from Google Scholar, Portal Garuda, DOAJ, ResearchGate, and institutional repositories through systematic search and screening processes. Thematic analysis was employed through open coding, axial coding, and selective coding stages to identify patterns and develop conceptual frameworks. Results. The study reveals four major themes of Arabic language education innovation in pesantren: (1) integration of classical methods (sorogan, bandongan) with modern communicative methods through eclectic approaches, (2) development of competency-based curriculum accommodating kitab kuning, fusha Arabic, and communicative skills with flexible leveling systems, (3) utilization of digital technology including e-learning, mobile applications, and social media platforms for extended learning environments, and (4) strengthening of ustadz pedagogical competencies through professional training, academic qualification enhancement, and communities of practice. Supporting factors include visionary kyai leadership, adequate resources, open organizational culture, and networking with external institutions, while inhibiting factors include traditionalist resistance, resource limitations, and challenges in harmonizing innovation with pesantren core values. Conclusions. Successful innovations are those that balance the preservation of Islamic scholarly traditions with practical needs of contemporary Arabic language mastery. The conceptual framework developed offers guidance for pesantren to implement innovation based on five principles: continuity and change, contextualization, holistic integration, participation, and continuous evaluation. The ultimate goal is to produce santri with trilateral competencies: classical (understanding kitab kuning), communicative (active Arabic communication), and cultural (understanding Arab-Islamic cultural diversity). Practical implications include the need for policy support, interfaith dialogue between traditionalists and modernists, empirical research on innovation effectiveness, and documentation of best practices for wider adoption
Tantangan dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Indonesia: Perspektif Kompetensi Abad 21 Ubaidillah, Ubaidillah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.7704

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi linguistik tinggi sekaligus relevan dengan kebutuhan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan utama dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, menganalisis praktik-praktik inovatif yang telah dikembangkan, dan merumuskan kerangka kompetensi ideal untuk lulusan program studi bahasa Arab yang responsif terhadap tuntutan global kontemporer.Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis 58 sumber yang terdiri dari artikel jurnal, buku, disertasi, dan laporan penelitian yang dipublikasikan periode 2010-2024. Kriteria inklusi meliputi: fokus pada pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, konteks Indonesia atau komparatif internasional, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan memiliki data empiris atau analisis konseptual yang substansial. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, inovasi, dan best practices.Hasil analisis mengidentifikasi lima kategori tantangan utama: (1) heterogenitas latar belakang mahasiswa dengan kesenjangan kompetensi awal yang signifikan antara lulusan madrasah dan sekolah umum; (2) kurikulum yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja dan kompetensi abad 21; (3) keterbatasan kompetensi pedagogis dan linguistik dosen terutama dalam penguasaan bahasa Arab aktif dan metodologi pembelajaran kontemporer; (4) minimnya sumber belajar kontekstual yang relevan dengan realitas sosial-budaya Indonesia; dan (5) infrastruktur pembelajaran bahasa yang belum memadai terutama laboratorium bahasa dan akses ke sumber autentik.Praktik-praktik inovatif yang teridentifikasi mencakup: penerapan pendekatan komunikatif dan task-based learning yang menekankan penggunaan bahasa dalam konteks nyata; integrasi teknologi melalui blended learning, mobile learning, dan virtual exchange dengan penutur asli; pengembangan materi ajar kontekstual berbasis kebutuhan mahasiswa Indonesia; implementasi program immersion dan Arabic corner untuk menciptakan lingkungan berbahasa; serta kolaborasi internasional melalui student exchange dan joint programs. Analisis komparatif menunjukkan bahwa institusi yang berhasil mengintegrasikan inovasi-inovasi ini mencapai peningkatan kompetensi linguistik mahasiswa 30-45% lebih tinggi dibanding yang menggunakan pendekatan konvensional.Penelitian ini merekomendasikan kerangka kompetensi lulusan yang mencakup empat dimensi: (1) kompetensi linguistik yang mencakup penguasaan empat keterampilan berbahasa pada level advanced (CEFR B2-C1); (2) kompetensi komunikatif-interkultural yang memungkinkan komunikasi efektif dalam konteks Arab-Islam dan global; (3) kompetensi profesional yang mencakup translation, teaching, content creation, dan Arabic for specific purposes; dan (4) kompetensi abad 21 yang mencakup critical thinking, digital literacy, collaboration, dan lifelong learning. Implementasi kerangka ini memerlukan reformasi kurikulum yang holistik, peningkatan kualitas dosen melalui pelatihan dan studi lanjut, investasi infrastruktur pembelajaran, dan kemitraan strategis dengan institusi Arab dan dunia kerja.
Manajemen Pengendalian Penyakit ISPA di Puskesmas Bunut Kabupaten Pelalawan Tahun 2025 Marika, Sandra; Abidin, Zainal; Toni, Toni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) remains a major public health problem in Indonesia, including Pelalawan Regency. Community Health Centers play a strategic role in ARI control through promotive and preventive approaches. This study aims to analyze the management of ARI control at Bunut Public Health Center, Pelalawan Regency in 2025. A descriptive qualitative method with a residency-based approach was used through observation, in-depth interviews, and document review. The analysis focused on management functions including planning, organizing, directing, and controlling. The results indicate that ARI control planning has referred to national policies; however, limitations in human resources and weak program evaluation were identified. Organizational aspects showed multiple job assignments among health promotion staff. Direction and control functions were implemented but not yet optimal in reducing ARI incidence. Strengthening health promotion management, improving human resource capacity, and conducting continuous evaluations are necessary to enhance ARI control effectiveness.