cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 3,430 Documents
Pemetaan Potensi Wisata Alam Desa Tumpuak Tangah Kota Sawahlunto Habiburrahman, Muhammad; Nova, Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menilai Kelayakan Potensi Objek wisata Puncak Tatahe, Puncak Sungai Botuang danPanorama Sapan Badak berdasarkan 3 Aspek Aktraksi, Aksesibilitas dan Amenitas 2) Menganalisis Objek Wisataberdasarkan hasil Analisis View Shed dan Analisis Rute.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatifdengan pendekatan analisis spasial menggunakan ArcGIS 10.8. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan,dokumentasi, titik koordinat, serta data sekunder seperti DEMNAS, citra Landsat 8, dan jaringan jalan. Teknik analisisdata dilakukan melalui proses skoring ADO–ODTWA, perhitungan indeks kelayakan, serta analisis spasial berupaviewshed dan network analysis untuk menilai jangkauan pandang dan efektivitas rute. Hasil penelitian menunjukkan bahwaketiga objek wisata memiliki potensi lanskap yang menarik, namun secara umum masih berada pada kategori belum layakdikembangkan pada aspek atraksi. Panorama Sapan Badak memperoleh nilai atraksi 55,56%, sementara Puncak SungaiBotuang dan Puncak Tatahe masing-masing 58,33%. Aspek aksesibilitas pada seluruh objek wisata berada pada kategorilayak dengan nilai 75%, meskipun kondisi jalan pada dua di antaranya masih memerlukan perbaikan. Aspek amenitasmenunjukkan hasil 100% untuk semua objek, yang berarti fasilitas pendukung dalam radius 10 km tergolong sangatmemadai. Analisis viewshed menunjukkan bahwa Puncak Sungai Botuang memiliki cakupan pandang terluas, sedangkanPuncak Tatahe mengalami hambatan visual. Sementara itu, analisis rute menunjukkan konektivitas antarobjek wisata cukupbaik dengan jarak sekitar 4,6 km.
Gambaran Lama Waktu Tunggu Pasien Di Unit Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie Riska Ahmad; A.Suci Mutiara Islami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7581

Abstract

Latar Belakang: Waktu tunggu pelayanan merupakan masalah yang masih banyak dijumpai dalam praktik pelayanan kesehatan, dan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan adalah menunggu dalam waktu yang lama. Lamanya waktu tunggu pasien merupakan salah satu hal penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie diketahui bahwa pelayanan pasien di rawat jalan sendiri masih belum berjalan dengan baik dan kurang maksimal khususnya yang terjadi pada pasien lama rawat jalan. Tujuan: Lama waktu tunggu pasien di unit pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Hasil: penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie mengalami keterlambatan pelayanan pasien rawat jalan. Kesimpulan dan Saran: Lama waktu tunggu pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie masih terdapat beberapa pelayanan terhadap pasien yang belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) atau masih mengalami keterlambatan pelayanan terhadap pasien.
PENGARUH BEBAN KERJA, DUKUNGAN EMOSIONAL, DAN DUKUNGAN INSTRUMENTAL TERHADAP TINGKAT STRES KERJA KARYAWAN GENERASI Z PADA PT X KABUPATEN BREBES Alfisyahrin, Mohamad; Rejell, Muhammad Alpa; Ikhbar, Muhammad Erico
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7596

Abstract

Stres kerja merupakan permasalahan penting dalam manajemen sumber daya manusiakarena dapat menurunkan kinerja, kesejahteraan, dan produktivitas karyawan, khususnya padakaryawan Generasi Z yang menghadapi tuntutan kerja dan dinamika lingkungan kerja yangtinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja, dukungan emosional, dandukungan instrumental terhadap tingkat stres kerja karyawan Generasi Z pada PT X KabupatenBrebes. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur kepada 50responden karyawan Generasi Z, dengan teknik sampling [probability/non-probabilitysampling]. Instrumen penelitian diukur menggunakan skala Likert lima poin. Analisis datadilakukan dengan regresi linear berganda disertai uji validitas dan reliabilitas instrumen. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap streskerja, sedangkan dukungan emosional dan dukungan instrumental berpengaruh negatif dansignifikan terhadap stres kerja karyawan Generasi Z. Temuan ini mengindikasikan bahwapeningkatan dukungan di tempat kerja dapat menurunkan tingkat stres kerja karyawan
Habitus Keagamaan Masyarakat Madura dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Faizah, Lailatul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.7601

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi habitus keagamaan masyarakat Madura serta implikasinya terhadap sistem dan praktik pendidikan Islam. Dengan menggunakan kerangka teori Pierre Bourdieu, penelitian ini mengkaji bagaimana disposisi keagamaan yang terinternalisasi secara historis dan kultural (habitus) berfungsi sebagai modal budaya dan modal simbolik dalam mereproduksi struktur sosial dan pendidikan di Madura. Habitus keagamaan tersebut terbentuk melalui proses internalisasi nilai bhappa-bhabbhu-guru-rato yang menekankan kepatuhan hierarkis, penghormatan terhadap otoritas religius, serta dominasi peran Kyai dalam kehidupan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Madura cenderung mempertahankan tradisionalisme pesantren sebagai identitas kultural, namun pada saat yang sama melakukan adaptasi selektif terhadap modernitas. Adaptasi ini dimediasi oleh Kyai sebagai pemegang modal simbolik tertinggi yang menentukan legitimasi inovasi pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika pendidikan Islam di Madura tidak dapat dilepaskan dari konfigurasi habitus keagamaan yang berakar kuat dalam struktur sosial masyarakatnya.
Kepemimpinan Transformatif dalam Mewujudkan Sekolah Adaptif dan inovatif Sudistiana, Vina; Muzdalifah, Siti; Suhada, Nono; Astriyani, Eno; Abdurrahman, Erwin Nauval; Pratiwi, Ika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan transformatif menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kapasitas sekolah untuk beradaptasi terhadap perubahan dan mendorong terciptanya inovasi berkelanjutan. Pemimpin yang transformatif tidak hanya berfokus pada pencapaian tujuan jangka pendek, tetapi juga pada pembentukan visi masa depan yang jelas, pemberdayaan guru, serta pembangunan budaya kolaboratif yang mampu merespons dinamika lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik kepemimpinan transformatif dapat memperkuat karakter adaptif dan inovatif pada satuan pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi empat peran utama pemimpin transformatif: menginspirasi visi bersama, memotivasi tenaga pendidik melalui dukungan individual, membangun lingkungan belajar yang menghargai kreativitas, serta memfasilitasi perubahan organisasi secara terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan karakter transformatif cenderung lebih cepat beradaptasi dengan teknologi baru, lebih terbuka terhadap strategi pembelajaran inovatif, dan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung eksperimen pedagogis. Selain itu, kepemimpinan transformatif terbukti dapat meningkatkan komitmen guru terhadap pengembangan profesional berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformatif memiliki kontribusi signifikan dalam membangun sekolah yang responsif, adaptif, dan inovatif. Implikasi dari temuan ini mendorong perlunya penguatan kapasitas kepemimpinan di sekolah agar mampu menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21  
Keseimbangan Tuntutan Akademik dan Spiritual terhadap Kesejahteraan Psikologis Siswa Mar’atus Sholihah Istamala
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.7610

Abstract

Kesejahteraan psikologis siswa merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan akademik dan perkembangan kepribadian. Selain dituntut akademik, siswa juga dihadapkan pada kebutuhan pemenuhan aspek spiritual sebagai sumber makna, ketenangan batin, dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keseimbangan tuntutan akademik dan spiritual terhadap kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 150 siswa tingkat menengah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi skala tuntutan akademik, skala spiritualitas, dan skala kesejahteraan psikologis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan akademik dan spiritualitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis siswa. Spiritualitas memiliki kontribusi positif yang lebih kuat dibandingkan tuntutan akademik. Temuan ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program pendidikan yang holistik.
Strategi Guru dalam Penguatan Moderasi Beragama melalui Pembelajaran IPAS Tematik Integratif di MI Nurul Fattah Siti Munawaroh; Uswatun Kasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.7612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam penguatan moderasi beragama melalui pembelajaran IPAS tematik integratif di MI Nurul Fattah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 14 guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran di kelas, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik yang didukung oleh triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pembelajaran IPAS tematik integratif diimplementasikan melalui empat dimensi utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodasi budaya lokal. Pembelajaran IPAS dirancang secara kontekstual dengan mengaitkan materi sains dan sosial dengan pengalaman sehari-hari peserta didik, sehingga memfasilitasi internalisasi nilai-nilai moderasi secara alami dan bermakna. Guru berperan penting sebagai perancang dan fasilitator pembelajaran dalam mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif, sehingga peserta didik tidak hanya memahami moderasi secara konseptual, tetapi juga mampu merefleksikannya dalam sikap dan perilaku. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran IPAS berbasis nilai serta memperkuat perspektif teoretis bahwa mata pelajaran umum memiliki peran strategis dalam penguatan karakter moderasi beragama pada jenjang pendidikan dasar Islam.
Pedagogical Practices in Enhancing English Skills in Non-Formal Education: A Case Study of LKP Uswahedu Global Linguists Achmad Zainudin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7619

Abstract

This study examines English teaching practices in a non-formal education setting through a qualitative case study at LKP Uswahedu in Wonokoyo. The focus is placed on three interconnected aspects: teaching strategies, tutors’ roles, and learners’ experiences of learning English. Data were gathered through classroom observations, semi-structured interviews with tutors and learners, and relevant institutional documents. The findings show that English teaching at LKP Uswahedu commonly involves communicative and interactive activities, the flexible use of teaching materials, and attention to practical language use in everyday contexts. Tutors are found to take on roles that extend beyond instruction, often acting as facilitators and sources of encouragement in the classroom. Learners describe their learning experiences as more comfortable and engaging, particularly noting reduced anxiety and a greater willingness to use English in daily communication. Rather than focusing on measurable learning outcomes, this study sheds light on how English teaching and learning are carried out and experienced in a non-formal educational context. These findings offer a context-sensitive perspective on English education in non-formal settings and may be relevant for educators and practitioners working in similar environments.
Fragmentasi Kewenangan dalam Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Daerah di Kota Batam: Tinjauan Literatur Kritis Iranda Firiansyah; Riswandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7623

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif fragmentasi kewenangan dan dampaknya terhadap administrasi pemerintahan daerah di Kota Batam melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah kajian literatur naratif dengan pendekatan sistematis terbatas, melalui penelusuran jurnal ilmiah, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan tema desentralisasi, tata kelola pemerintahan daerah, dan fragmentasi kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fragmentasi kewenangan berdampak signifikan terhadap rendahnya efektivitas koordinasi kelembagaan, menurunnya kapasitas implementasi kebijakan, melemahnya akuntabilitas publik, serta penurunan kualitas pelayanan publik. Kajian ini menegaskan bahwa fragmentasi kewenangan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan persoalan tata kelola yang berkaitan erat dengan desain kelembagaan pemerintahan daerah. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan studi administrasi pemerintahan daerah serta menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan yang lebih terintegrasi dan adaptif dalam menghadapi kompleksitas kewenangan di tingkat lokal.
Ekonomi Sirkular Islam: Integrasi Maqasid Syariah dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan`` Anami, Riza; Khalilah, Khalilah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.7627

Abstract

Purpose. This study aims to develop a conceptual framework for Islamic Circular Economy (ICE) that integrates Sharia principles with circular economy business models in the context of waste management and recycling in Indonesia. The global environmental crisis and waste management challenges demand innovative approaches that are not only economically efficient but also rooted in ethical and spiritual values. This study identifies fundamental convergences between maqasid al-shariah and circular economy principles to establish a theoretical foundation for developing Sharia-based sustainable business models. Materials and methods. The research employs a qualitative-conceptual approach through a systematic literature review of 68 peer-reviewed publications from 2015-2025, covering three domains: circular economy, Islamic economics, and sustainable waste management. Analysis was conducted through conceptual synthesis and comparative analysis to identify principle alignments, research gaps, and integration opportunities between the two paradigms. Results. The study produces an Islamic Circular Economy framework that synergizes five maqasid al-shariah principles (hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-aql, hifz al-nasl, hifz al-mal) with four circular economy pillars (reduce, reuse, recycle, recover). This framework yields four creative business models: (1) Halal Waste-to-Resource Enterprises that transform waste into value-added halal products; (2) Zakat-based Recycling Cooperatives that mobilize productive zakat for community recycling infrastructure; (3) Waqf-based Waste Management Infrastructure that leverages productive waqf for sustainable facility development; and (4) Islamic Social Finance for Circular Startups that integrates Islamic financial instruments for circular economy venture financing. Conclusions. Islamic Circular Economy offers an alternative paradigm bridging economic, ecological, and spiritual dimensions in resource management. The resulting business models contribute theoretically by extending circular economy theory through an Islamic economics perspective, while providing practical implications for policy development and sustainable business practices in Indonesia and other Muslim-majority countries. Further research is needed for empirical validation of the proposed models and comprehensive assessment of their socio-economic-environmental impacts.