cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Analisis 10 Elemen Agroekologi Dalam Sisitem Budidaya KWT Murakabi Siti Faizatul Istiqomah; Epsi Euriga; Isna Tustiyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1303

Abstract

Agroekologi merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pengetahuan ekologi ke dalam sistem pertanian. Dalam penerapannya agroekologi dibagi menjadi 10 elemen yang saling berkaitan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Murakabi merupakan salah satu kelompok tani yang saat ini sedang menerapkan budidaya kelompok berbasis pertanian berkelanjutan. Penelitian ini digunakan untuk menganalisis kegiatan yang ada di KWT Murakabi. Desain penelitian yang digunakan adalah mix method. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil Observasi Partisipatif, Pengisian Kuesioner, Wawancara Mendalam kepada 6 anggota/pengurus KWT dan 1 penyuluh yang terlibat yang. Hasil penelitian yang didapatkan berupa capaian penyuluhan sepuluh elemen agroekologi dengan capaian tertinggi adalah budaya dan tradisi makan (100%) sedangkan dengan capaian terendah adalah  ekonomi sirkular dan solidaritas (33,33%). Capaian penerapan elemen agroekologi dengan capaian tertinggi adalah budaya dan tradisi makan (100%) sedangkan dengan capaian terendah adalah ekonomi sirkular dan solidaritas (14,28%). Perbandingan antara pelaksanaan penyuluhan dengan penerapan elemen agroekologi memiliki perbandingan 66,13%/69,34% . Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan penerapan pada elemen ekonomi sirkular dan solidaritas terutama pada indikator penjulan kebutuhan sehari-hari di warung dan toko kelontong.
Iklim Kerja di PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung: Implikasi Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja Chasy Ester Mandalika; Oksfriani Jufri Sumampouw; Afnal Asrifuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1304

Abstract

Work climate, particularly high ambient temperatures, significantly affects workers’ health and productivity. Extreme heat exposure may increase the risk of health issues, including cardiovascular diseases. This study aimed to assess the work climate conditions at PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung and evaluate the potential health risks for workers. This was a descriptive study using a quantitative approach. The variable measured was work climate, assessed using a Heat Stress Monitor during daytime shifts (08:20–19:40 WITA) with measurements taken every 40 minutes. Univariate analysis was used to describe the distribution of temperature parameters. The average work climate temperature was 29°C, with a minimum of 26°C and a maximum of 35.5°C. Based on the Indonesian Ministry of Manpower Regulation No. 5 of 2018, a Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) of 29°C is within the safe threshold for light to moderate workloads but may exceed the Threshold Limit Value (TLV) under heavy physical exertion, especially under direct sunlight. The work climate at PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung presents varying levels of occupational health risk depending on the intensity and type of work performed. Preventive interventions are necessary to reduce the risk of heat stress.
Heat Strain pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kota Manado Yekaterina Sipa Danduru; Oksfriani Jufri Sumampouw; Fima Lanra Fredrik G. Langi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1305

Abstract

Workers who are exposed to high temperatures while working indoors with hot environments or working outdoors with hot weather are conditions that have the potential to cause danger. One of the jobs that is directly exposed to the sun is the Loading and Unloading Workers (TKBM) at the port. Loading and unloading activities carried out under direct sunlight can increase the risk of heat strain. This study aims to determine the description of heat strain in TKBM at the Manado City Port. The study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sample in this study were all TKBM who were present and willing to be respondents with a total of 126 workers. Age data was obtained through interviews, pulse rate was measured using a pulse oximeter and heat strain was calculated using the Physiological Strain Index (PSI) which is based on body temperature and pulse rate measurements before and during work. Based on the results of the study, the average value of heat strain was 3.186 with a minimum value of 1.1 and a maximum of 5.4. Therefore, it can be concluded that TKBM at Manado City Port experienced an increase in heart rate and body temperature during loading and unloading activities, which reflects the presence of heat strain in most workers.
A Klasterisasi Kualitas Pendidikan Dasar Berdasarkan Elemen Ekosistem Pendidikan Menggunakan K-Means DBI di Kabupaten Magelang ninik tri hartanti; Dina Maulina; Erni Seniwati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1306

Abstract

Salah satu pilar dasar sistem pendidikan di Indonesia adalah pendidikan dasar yang dirancang untuk membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kategori pendidikan dasar di Indonesia meliputi jenjang Sekolah Dasar (SD) dan yang setara, serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan jenjang yang setara. Kabupaten Magelang merupakan wilayah di Jawa Tengah yang memiliki perbedaan dalam ekosistem pendidikan dapat menunjukkan adanya kesenjangan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi atau kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Magelang berdasarkan elemen ekosistem pendidikan yaitu sekolah, guru, dan murid. Metodologi yang digunakan terdiri dari algoritma K-Means, pendekatan Elbow, dan pengukuran menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI). Klasterisasi dilakukan dengan algoritma K-Means, jumlah klaster terbaik ditentukan melalui metode Elbow, dan keakuratan klaster divalidasi menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI). Data yang digunakan merupakan data publik yang dapat diakses melalui https://jateng.bps.go.id/id. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa beberapa sekolah tingkat pendidikan dasar di Kabupaten Magelang dapat digolongkan ke dalam 3 klaster untuk setiap sekolah, yang terbagi ke dalam klaster tingkat tinggi, menengah, dan rendah. Pada klaster tinggi, sedang dan rendah untuk SD terdapat 3 kacamatan, 12 kecamatan dan 6 kecamatan. Sedangkan untuk MI terdapat 4 kecamatan, 9 kecamatan, dan 8 kecamatan. Kategori tinggi, sedang dan rendah untuk SMP adalah 3 kacamatan, 11 kecamatan dan 7 kecamatan, dan klaster tinggi, sedang dan rendah untuk MTs adalah 3 kacamatan, 8 kecamatan dan 10 kecamatan.
Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Perundungan (Bullying) Verbal Menyebabkan Bunuh Diri Perspektif KUHP Nasional adriannisa rakhadennis; Toni, S.H.,M.H; Dr. Rio Armanda Agustian, S.H.,M.H
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1307

Abstract

This study discusses criminal liability for perpetrators of verbal bullying that causes the victim to commit suicide, from the perspective of the Indonesian National Criminal Code (KUHP). Verbal bullying, which includes insults, intimidation, and verbal harassment, can cause severe psychological stress to the point of pushing the victim to end his or her life. Through a normative legal approach, this study analyzes the legal gaps in the National Criminal Code and other related regulations that do not specifically regulate the crime of verbal bullying. Although there are several articles such as Article 462 of the National Criminal Code, Article 27 paragraph (3) of the ITE Law, and Article 335 of the Criminal Code, their implementation still faces difficulties in proving the elements of causality and culpability between the perpetrator's actions and the victim's death. Therefore, a reformulation of the national criminal law is needed that explicitly regulates verbal bullying as a special crime, clarifies its elements, and ensures fair criminal liability for the perpetrator. Keywords: Victims, Criminal Act Perpetrators, Criminal Responsibility, Verbal Bullying
Iklim Kerja Di PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung: Implikasi Terhadap Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Chasy Mandalika; Oksfriani Jufri Sumampouw; Afnal Asrifuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1309

Abstract

Iklim kerja, khususnya suhu tinggi, berpengaruh signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas pekerja. Paparan panas yang ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi iklim kerja di PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung dan mengkaji potensi risikonya terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel yang dikaji adalah iklim kerja, yang diukur menggunakan Heat Stress Monitor selama shift siang (08.20–19.40 WITA) dengan interval pengukuran setiap 40 menit. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi parameter suhu. Suhu rata-rata iklim kerja tercatat sebesar 29°C, dengan suhu minimum dan maksimum masing-masing 26°C dan 35,5°C. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018, nilai Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) sebesar 29°C masih berada dalam batas aman untuk beban kerja ringan hingga sedang, namun dapat melebihi batas ambang bila dikaitkan dengan aktivitas kerja berat di bawah paparan sinar matahari langsung. Iklim kerja di PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung tergolong dalam kategori yang dapat berdampak pada kesehatan kerja, tergantung pada intensitas dan jenis aktivitas yang dilakukan. Intervensi preventif diperlukan untuk meminimalkan risiko stres panas.
Pengaruh Celebrity Endorser On Social Media Terhadap Consumer Interest Hijab Bella Square Pada Mahasiswi Prodi Manajemen Institut Ilmu Hukum Dan Ilmu Ekonomi Lamaddukelleng Syahida; Indra Heri R; Norman Dai Basri; Rahmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Celebrity endorser on social media terhadap Consumer Interest Hijab bella Square pada Mahasiswi Prodi Manajemen Institut Ilmu hukum dan Ilmu Ekonomi Lamaddukelleng. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi prodi manajemen Institut Lamaddukelleng Sengkang yang berjumlah 44. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh yang mengcakup seluruh elemen populasi yang diteliti. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif menggunakan SPSS versi 29. Hasil analisis koefisien korelasi sebesar 0,488, artinya variabel Celebrity Endorser memiliki tingkat hubungan yang cukup kuat dengan variabel Consumer Interest. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa Celebrity Endorser mempengaruhi Consumer Interest sebesar 28,8%. Dan hasil analisis uji T menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan pada variabel Celebrity Endorser terhadap Consumer Interest
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada J&T Ekspress Surakarta Bartolomeus Herawan Mintardjo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1311

Abstract

J&T Ekspress is a company engaged in freight forwarding services that has been established since 2014, located at, Surakarta.Tjiptono (2007) revealed that service quality is an effort to fulfill consumer needs and desires as well as the accuracy of delivery in meeting consumer expectations. This study aims to analyze the effect of service quality consisting of reliability, assurance, tangibles, empathy, and responsiveness to customer satisfaction at J&T EKSPRESS Surakarta.The research method used is descriptive analysis method and multiple linear regression, using the simultaneous significance test (F-test) and partial test (T-test) and the coefficient of determination (R2) using the Statistical Program of Social Science (SPSS) software version. 22 for Windows. The sampling method is purposive sampling method and the sampling is 80 respondents.Simultaneous test results show that service quality (X) consists of reliability, assurance, physical evidence, empathy, and responsiveness. has a significant effect simultaneously on the customer satisfaction variable with a significance value (P value) of 0.000 <0.05. The partial test results show that only the responsiveness variable has a partial significant effect on the customer satisfaction variable with a significance number (P Value) of 0.002 <0.05.
Kehutanan dan Pembangunan Berkelanjutan: Menyusun Strategi untuk Menghadapi Tantangan Lingkungan Global Indriana Indriana; Dedi Hermon; Siti Fatimah; Ratna Wilis; Siti Rohani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1313

Abstract

Hubungan yang kompleks antara kehutanan dan pembangunan berkelanjutan, dengan penekanan pada strategi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi tantangan lingkungan global yang semakin mendesak. Dalam konteks perubahan iklim, deforestasi, dan degradasi lahan, penting untuk mengeksplorasi bagaimana kebijakan kehutanan dapat diselaraskan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui pendekatan literatur review kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai artikel yang telah direview sebelumnya, mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul, serta mengevaluasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari praktik kehutanan yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat, integrasi gender, dan penerapan teknologi inovatif merupakan elemen kunci dalam menciptakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Selain itu, jurnal ini memberikan rekomendasi untuk kebijakan yang lebih inklusif dan partisipatif, yang dapat mendukung keberlanjutan ekosistem hutan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam dan praktis bagi pembuat kebijakan, peneliti, dan praktisi dalam upaya mencapai keseimbangan antara kehutanan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Analisis Praktik Sosial dalam Peralihan Mata Pencaharian Komunitas Pesisir di Teluk Gok I Dewa Made Satya Parama; Arif Nasrullah; Hafizah Awalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1314

Abstract

Masyarakat pesisir kini menghadapi sejumlah tantangan seperti perubahan iklim, urbanisasi, kesejahteraan, intensifikasi budidaya perikanan dan kemiskinan. Tantangan tersebut perlu direspon dengan melakukan upaya resiliensi melalui strategi adaptif agar dapat mengurangi kondisi kerentanan. Terkadang strategi yang dipilih hanya sebatas bertujuan untuk bertahan hidup dan tidak mempertimbangkan upaya-upaya dalam melakukan mobilitas sosial ataupun memperbaiki posisi pada formasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pergerakan posisi agen-agen melalui relasinya dengan struktur pada komunitas pesisir di Teluk Gok, Lombok Barat. Teori praktik sosial milik Pierre Bourdieu menjadi alat analisis melalui konsep-konsep utamanya yaitu habitus, modal dan arena. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.  Penentuan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peralihan mata pencaharian dipengaruhi oleh adanya perubahan habitus pada agen yang bersumber dari pengalaman masa lalu dan masa kini yang mengakibatkan pergeseran persepsi atas sumber daya laut. Kondisi modal ekonomi, modal sosial dan modal budaya mengalami keterbatasan sehingga menjadi penghambat dalam menentukan strategi. Dinamika arena ditandai dengan adanya pelemahan pada sektor perikanan tradisional dan di sisi lain mulai tumbuhnya sektor pariwisata serta kondisi tempat tinggal yang terisolasi. Praktik sosial aktor di Teluk Gok dalam peralihan mata pencaharian menunjukkan bahwa struktur kelas cenderung stabil dan pergerakkan posisi-posisi aktor tidak mengalami perubahan yang signifikan.