cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Analisis Kompratif Sistem Mutu dan Sistem Manajemen Mutu Pada Kantor Akuntan Publik: Kajian Literatur Review Nhamyra Imania Nabilla; Nazwa Syahira Triananda; Trinandari Prasetya Nugrahanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1294

Abstract

This article discusses the strategic role of quality system implementation in improving audit quality at Public Accounting Firms (KAP), specifically through the integration of Quality Control Standards (QMS) and Quality Management Systems (QMS). The main objective of this study is to analyze the relationship and influence between SPM and SMM on audit quality and explore the theoretical relevance through the Agency Theory approach. This research uses a literature study method by reviewing 19 scientific articles, consisting of 11 SINTA indexed national journals (at least SINTA 4) and 8 international journals published in the period 2015-2025. The results of the study show that integration between SPM and SMM can improve accountability, efficiency, and credibility of audit results, especially when supported by strong leadership, continuous supervision, and the use of modern audit technology. Consistent and adaptive implementation of quality systems is proven to increase client satisfaction and strengthen the auditor's position in facing the challenges of information asymmetry between principal and agent. Therefore, KAP is advised to make quality system development a strategic priority that is responsive to regulatory dynamics and industry demands.
Pengaruh Keterampilan Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri terhadap Workforce agility Siswa SMK Negeri se-Kecamatan Semarang Selatan Fita Prestiyani; Maria Theresia Sri Hartati; Achmad Miftachul 'Ilmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1295

Abstract

 In the era of disruption, characterized by rapid technological advancements, shifting industrial demands, and the transformation of job types that require adaptive skills, competencies such as workforce agility have become crucial for vocational school graduates. This study aims to examine the influence of interpersonal communication skills and self-confidence on workforce agility among students of Vocational High Schools (SMK) in South Semarang District. Employing a quantitative correlational approach, the research involved 266 twelfth-grade students from five public vocational schools in the district, selected through stratified random sampling. Validity and reliability tests confirmed that all instruments were reliable (Cronbach’s Alpha > 0.60). Descriptive analysis indicated that most students were in the moderate category across all three variables. Hypothesis testing revealed that interpersonal communication skills significantly influenced workforce agility (R = 0.630; F(1, 264) = 173.951; p < 0.001), with the “sender-receiver” indicator contributing the most. Similarly, self-confidence significantly affected workforce agility (R = 0.643; F(1, 264) = 186.035; p < 0.001), with “objectivity” being the most influential indicator. When tested simultaneously, both variables had a significant combined influence on workforce agility (R = 0.708; F(2, 263) = 132.257; p < 0.001). These findings suggest that strengthening interpersonal communication and self-confidence plays a vital role in enhancing students' agility in navigating the evolving demands of the labor market. Future research is encouraged to explore additional psychological and contextual factors that may contribute to workforce agility, in order to enrich both theoretical understanding and practical efforts in preparing students for the dynamic employment landscape.
Pengaruh Pengawasan Dan Kerjasama Tim Terhadap Produktivitas Kerja Pada Inspektorat Kabupaten Bima faturahmah; Kartin Aprianti; mawar hidayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1296

Abstract

The study purpose was. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun secara simultan antara pengawasan dan kerjasama tim terhadap produktivitas kerja pada Inspektorat Kabupaten Bima. Materials and methods. Jenis penelitian yang di gunakan ini adalah penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 87 responden dengan sampel sebanyak 73 pegawai ASN. Instrumen penelitian dengan kuesioner skala likertTeknik pengumpulan data dengan metode observasi, kuesioner dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS for Windows. Results. Hasil penelitiian menunjukkan bahwa variabel pengawasan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja dan variabel kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja. Secara simultan pengawasan dan kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada Inspektorat Kabupaten Bima Conclusions. Pengawasan dan kerjasama tim secara simultan berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada Inspektorat Kabupaten Bima. Pengawasan yang efektif mendorong kerja tim yang lebih baik, serta kerjasama tim yang kuat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam produktivitas kerja
Analisis Pengaruh Penggunaan Media Sosial Tiktok Terhadap Pola Jaringan Komunikasi Tegar Putra Firmansyah; Rizqillah Duta Saputra; M. Bagas Adi Saputra; Rio Kurniawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1298

Abstract

This study aims to analyze the influence of TikTok usage on the communication network patterns among Communication Science students of the 2022 cohort at Universitas Trunojoyo Madura. The evolution of social media has shaped new ways of interaction, yet a gap remains in understanding the specific communication network structures that emerge, particularly within an academic setting. Employing a quantitative approach with Social Network Analysis (SNA), data were collected via online questionnaires from 25 students and processed using UCINET software to measure actor centrality. The results of degree centrality analysis identified 'Linda' as the most central actor (opinion leader) with the highest indegree and outdegree scores (6.000). Closeness centrality analysis revealed 'Alfa' as the most efficient information disseminator (content disseminator) with the highest Out-Closeness score (0.453), while 'Bagas', 'Haffyan', and 'Putra' emerged as easily accessible information hubs (trend validators) with high In-Closeness scores. Furthermore, betweenness centrality analysis established 'Alfa' as the most crucial information broker (gatekeeper) with a score of 70.526, connecting various subgroups within the network. This study concludes that TikTok usage fosters a centralized and uneven communication network structure, where a few key actors hold strategic roles as opinion leaders, information disseminators, and brokers who control the flow of communication within the group.
Korelasi Kadar Interleukin-6 dengan Faktor Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Anak Akibat Terpapar Asap Rokok A. Meryam Susanti; Alfa Sukandar; Indas Wari Rahman; Nurfitri Arfani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1299

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah sindrom penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan atas dan bawah, disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri dan virus dan dapat dipicu oleh faktor lingkungan. ISPA sering terjadi pada anak-anak karena sistem imun anak masih belum berkembang dengan baik. Salah satu faktor pemicu timbulnya ISPA adalah paparan asap rokok dari lingkungan sekitar seperti keluarga terdekat. Paparan asap rokok terus menerus dapat mempengaruhi mikroorganisme patogen di saluran pernapasan dan mudah menginfeksi anak-anak, akibatnya melemahkan sistem imun anak sehingga terjadi inflamasi yang ditandai dengan peningkatan interleukin-6 (IL-6) dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar interleukin-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok dan melihat hubungan faktor-faktor penyebab ISPA terhadap peningkatan kadar interleukin-6. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study, menggunakan 15 sampel dari anak penderita ISPA yang telah diseleksi berdasarkan kriteria penelitian dan metode pengukuran kadar IL-6 menggunakan metode pemeriksaan ELISA. Hasil penelitian diuji secara statistik, dan didapatkan hasil uji Mann Whitney U menunjukkan p-value kadar IL-6 pada anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok (p<0,005) dan uji Spearman Rho menunjukkan p-value hubungan kadar IL-6 dengan usia (p>0,005), intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok (p<0,005). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan dengan rata-rata kadar IL-6 untuk anak penderita ISPA yang terpapar asap rokok secara langsung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang terpapar asap rokok secara tidak langsung dan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar IL-6 dengan intensitas paparan dan kedekatan anak dengan anggota keluarga yang merokok, kecuali faktor usia tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar IL-6.
Analisis Kadar Arsenik (As) Dalam Urin Pekerja Las Risky Nurul Fadlila RN; Ayusti Dirga; Ronaldy Noya Van Delzen
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1300

Abstract

Bengkel Las merupakan tempat penyambungan berbagai jenis logam, baik untuk membuat produk logam baru maupun memperbaiki benda logam yang sudah ada. Pekerja las merupakan profesi yang beresiko tinggi terpajan logam berat seperti Arsenik (As). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Arsen dalam urin pekerja las dari beberapa bengkel las yang ada di Antang, Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis kadar Arsenik (As) dalam urin pekerja bengkel las. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sampel urin yang digunakan sebanyak 15 sampel. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu kadar Arsenik (As) terdeteksi pada semua sampel urin dengan kadar Arsenik (As) tertingi yaitu 0,42609 mg/L dan kadar terendah yaitu 0,21957 mg/L. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak didapatkan kadar Arsenik (As) yang melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) yang ditetapkan (> 35 mg/L)
Hubungan Kadar Tembaga (Cu) Terhadap Jumlah Eritrosit Dalam Darah Pekerja Bengkel Las Kecamatan Manggala Ayusti Dirga; Nurul Almanda; Santi Santi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1301

Abstract

Logam Tembaga (Cu) dibutuhkan dalam tubuh dalam jumlah sedikit, namun dalam jumlah banyak logam Cu dapat memberikan efek buruk yaitu mempengaruhi sistem hematologi dengan mengganggu sintesis heme dan dapat mempersingkat umur sel darah merah (eritrosit). Salah satu aktivitas yang menghasilkan polutan logam tembaga adalah proses pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar Cu terhadap jumlah eritrosit dalam darah pekerja bengkel las di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan observasional korelasional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 15 sampel darah pekerja bengkel las. Kadar Cu dianalisis menggunakan Inductively Coupled Plasma -Mass Spectrum (ICP-MS), sedangkan jumlah eritrosit diukur dengan hematology analyzer. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Kadar Cu berkisar antara 0,6002–1,0352 mg/L, dan jumlah eritrosit antara 4,33–6,31 juta/µL. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif lemah antara kadar Cu dan jumlah eritrosit dengan nilai r=-0,268 dan p = 0,333, yang tidak signifikan secara statistik.
Identifikasi Gen Cefotaxime (CTX-M) dan Sulfhydryl Variabel (SHV) Bakteri Enterobacteriaceae Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada Anak Penderita Diare Nurfitri Arfani; Miftahul Jannah Moo; Ela Satriani Yusuf; Indas Wari Rahman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.1302

Abstract

Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja dan frekuensi buang air besar yang berlebihan, yaitu lebih dari tiga kali dalam sehari. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan pedoman terapi dapat menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Salah satu enzim yang berperan dalam mekanisme resistensi bakteri terhadap antibiotik adalah enzim Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL). ESBL sering ditemukan pada bakteri golongan Enterobacteriaceae. ESBL memiliki gen pengkode seperti gen Cefotaxime (CTX-M) dan gen Sulfhydryl Variabel (SHV). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gen Cefotaxime (CTX-M) gen Sulfhydryl Variabel (SHV) bakteri golongan golongan Enterobacteriaceae penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada anak penderita diare. Jenis penelitian yang digunakan yaitu desktriptif dengan menggunakan 10 sampel feses anak penderita diare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan alat vitek 2 compact untuk identifikasi bakteri dan deteksi gen dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil isolasi bakteri menunjukkan bahwa dari 10 sampel feses yang digunakan, sebanyak 9 sampel (90%) terdeteksi mengandung bakteri yang diidentifikasi sebagai Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae. Selanjutnya hasil uji vitek 2-compact menunjukan dari 9 sampel digunakan hanya 3 (33,3%) sampel yang memiliki kemampuan sebagai penghasil ESBL. Hasil deteksi gen dengan metode PCR menunjukan dari 3 sampel yang digunakan didapatkan 2 (66,7%) sampel positif terhadap gen CTX-M pada ukuran 800 bp dan gen SHV pada ukuran 500 bp. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sampel feses pada anak penderita diare yang digunakan ditemukan bakteri Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae sebagai bakteri penghasil enzim ESBL
Analisis 10 Elemen Agroekologi Dalam Sisitem Budidaya KWT Murakabi Siti Faizatul Istiqomah; Epsi Euriga; Isna Tustiyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1303

Abstract

Agroekologi merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pengetahuan ekologi ke dalam sistem pertanian. Dalam penerapannya agroekologi dibagi menjadi 10 elemen yang saling berkaitan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Murakabi merupakan salah satu kelompok tani yang saat ini sedang menerapkan budidaya kelompok berbasis pertanian berkelanjutan. Penelitian ini digunakan untuk menganalisis kegiatan yang ada di KWT Murakabi. Desain penelitian yang digunakan adalah mix method. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari hasil Observasi Partisipatif, Pengisian Kuesioner, Wawancara Mendalam kepada 6 anggota/pengurus KWT dan 1 penyuluh yang terlibat yang. Hasil penelitian yang didapatkan berupa capaian penyuluhan sepuluh elemen agroekologi dengan capaian tertinggi adalah budaya dan tradisi makan (100%) sedangkan dengan capaian terendah adalah  ekonomi sirkular dan solidaritas (33,33%). Capaian penerapan elemen agroekologi dengan capaian tertinggi adalah budaya dan tradisi makan (100%) sedangkan dengan capaian terendah adalah ekonomi sirkular dan solidaritas (14,28%). Perbandingan antara pelaksanaan penyuluhan dengan penerapan elemen agroekologi memiliki perbandingan 66,13%/69,34% . Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan penerapan pada elemen ekonomi sirkular dan solidaritas terutama pada indikator penjulan kebutuhan sehari-hari di warung dan toko kelontong.
Iklim Kerja di PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung: Implikasi Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja Chasy Ester Mandalika; Oksfriani Jufri Sumampouw; Afnal Asrifuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1304

Abstract

Work climate, particularly high ambient temperatures, significantly affects workers’ health and productivity. Extreme heat exposure may increase the risk of health issues, including cardiovascular diseases. This study aimed to assess the work climate conditions at PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung and evaluate the potential health risks for workers. This was a descriptive study using a quantitative approach. The variable measured was work climate, assessed using a Heat Stress Monitor during daytime shifts (08:20–19:40 WITA) with measurements taken every 40 minutes. Univariate analysis was used to describe the distribution of temperature parameters. The average work climate temperature was 29°C, with a minimum of 26°C and a maximum of 35.5°C. Based on the Indonesian Ministry of Manpower Regulation No. 5 of 2018, a Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) of 29°C is within the safe threshold for light to moderate workloads but may exceed the Threshold Limit Value (TLV) under heavy physical exertion, especially under direct sunlight. The work climate at PT Pelindo Terminal Petikemas TPK Bitung presents varying levels of occupational health risk depending on the intensity and type of work performed. Preventive interventions are necessary to reduce the risk of heat stress.