cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
EFEKTIVITAS REGULASI HUKUM SIBER INDONESIA TERHADAP PENYALAHGUNAAN MEDIA SOSIAL UNTUK PROPAGANDA TERORISME Raden Moch Fabian Haldiansyah; Angkasa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3273

Abstract

The development of information technology and social media has been utilized by radical and terrorist groups to spread propaganda, recruit members, and radicalize society, especially the younger generation. This study aims to analyze the effectiveness of cyber law regulations in Indonesia in dealing with terrorism propaganda through social media and identify obstacles in its implementation. The research method used is empirical juridical with a descriptive-analytical approach. Data were obtained through literature studies and interviews with Densus 88 AT Polri officers. The theories used are Donald J Black's theory of legal effectiveness and Lawrence M Friedman's theory of legal systems. The results of the study show that although Indonesia has several regulations such as the ITE Law and Law Number 5 of 2018 concerning the Eradication of Criminal Acts of Terrorism, these regulations have not been effective in responding to the spread of radical propaganda in the digital space. The obstacles faced include the transnational nature of the internet, limited jurisdiction, anonymity of perpetrators, lack of specific regulations regarding intolerance and radicalism, and low digital literacy of the community. This study recommends the preparation of more comprehensive regulations, regarding existing social conditions.
Manajemen Pengembangan Kurikulum Terpadu Dalam Meningkatkan Mutu Tahfidz Santri SMPQT-SMAQT Yanbu'ul Qur'an 7 Bogor (Study Analisis Kurikulum di SMPQT & SMAQT Yanbu'ul Qur'an 7 Bogor) Muhammad Roziq Hamdani; Dr. Juaini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pengembangan kurikulum terpadu dalam meningkatkan mutu tahfidz santri di SMPQT-SMAQT Yanbu’ul Qur’an 7 Bogor. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya tren penguatan identitas keislaman melalui integrasi kurikulum umum dengan program tahfidzul Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum terpadu di sekolah ini dirancang untuk mengharmonisasikan pencapaian akademik dan penguatan hafalan Al-Qur’an, dengan dukungan program halaqah intensif, evaluasi tasmi’ berkala, penguatan karakter Islami, serta pelibatan aktif guru, orang tua, dan lingkungan pendidikan yang kondusif. Program tahfidz didukung dengan pengelolaan sumber daya manusia bersanad, sarana prasarana yang representatif, serta sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum terpadu di sekolah tahfidz ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, kualitas guru, sistem evaluasi holistik, serta kolaborasi dengan orang tua, sehingga mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul secara akademik maupun spiritual.
Tanggung Jawab Hukum Penerbitan Sertifikat Hak Milik Di Wilayah Laut Indonesia Dalam Persfektif Siyasah Idariyah Alfi Rahma Dhani; Husni Bin Abdul Jalil; T Surya Reza
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3275

Abstract

This study discusses the issuance of Land Ownership Certificates (SHM) in Indonesian maritime areas that are contrary to the provisions of agrarian law and land administration. Based on Articles 4 and 5 of Law Number 5 of 1960 concerning Agrarian Principles (UUPA), and Article 9 of Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration, maritime areas are not included in land objects that can be privately owned because they are public property controlled by the state. However, there are practices of issuing SHM in the PIK 2 maritime area that should not be able to be certified. This study uses a normative juridical method with a statute approach and a case approach. Data collection techniques are carried out through literature studies and analyzed qualitatively. The results of the study indicate that there is legal responsibility by three main parties. First, the village head is responsible for issuing land certificates (SKT) without verifying the boundaries and status of the land, including in maritime areas that are not under his authority. Second, Land Deed Officials (PPAT) are responsible if they continue to issue deeds for land located in maritime or state territory that do not meet legal requirements, thereby violating the principle of legality. Third, the National Land Agency (BPN) is responsible for continuing to issue certificates over maritime territory, even though the area is legally ineligible for certification. These three parties can be subject to administrative, civil, and even criminal sanctions depending on the violations. From an Islamic perspective, through the concept of siyasah idariyah, these actions also contradict the principles of justice, trustworthiness, and public welfare. Therefore, strict supervision and administrative corrections are needed to ensure that land policies align with national law and Islamic sharia values
Transformasi Komunikasi di Era Informasi dan Sosial: Peran Media Sosial dalam Interaksi Manusia di Kota Padang Erita Erita; Nisa Sahfitri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3277

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bagaimana keberadaan media sosial telah memengaruhi evolusi komunikasi di era informasi dan sosial. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, platform media sosial seperti Instagram, WhatsApp, YouTube, dan TikTok semakin lazim dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Media sosial mendukung berbagai macam kegiatan, mulai dari kampanye sosial, promosi komersial, dan pendidikan, serta memudahkan keterlibatan, berbagi informasi, dan berkolaborasi tanpa dibatasi oleh waktu atau lokasi. Namun, perubahan ini juga mencakup aspek negatif, seperti berita bohong, menurunnya interaksi tatap muka, dan kemungkinan konflik daring. Artikel ini menyoroti aspek positif media sosial yang menyediakan akses cepat ke informasi dan komunikasi yang efektif, tetapi juga membahas beberapa kekurangannya, seperti menurunnya media sosial, masalah pribadi, dan maraknya pelecehan di media sosial. Diyakini bahwa dengan memahami tujuan dan metode kerja media sosial, masyarakat umum akan dapat memaksimalkan efek positifnya dan meminimalkan potensi efek negatif.
Perubahan Fisik, Emosi dan Psikis dalam Perkembangan Masa Remaja Menuju Kedewasaan Sebagai Upaya Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja Rosdiana; Ernawati; I Ketut Swastika; Herlina; Eka Sarofah Ningsih; Safrudin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3284

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosi, dan psikologis yang signifikan. Perubahan ini memengaruhi cara remaja berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dan dapat berdampak pada perilaku kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan yang terjadi selama masa remaja dan bagaimana promosi kesehatan reproduksi dapat menjadi strategi preventif dalam mempersiapkan remaja menuju kedewasaan yang sehat secara fisik dan mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur terhadap artikel ilmiah dan publikasi relevan. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan dan promosi kesehatan reproduksi yang efektif dapat meningkatkan pemahaman remaja terhadap tubuhnya, menurunkan risiko perilaku seksual berisiko, serta memperkuat kesiapan psikologis dalam menghadapi masa dewasa.
Proses Tumbuh Kembang dalam Menentukan Kualitas Hidup Terhadap Anak dengan Retardasi Mental (Anak Tunagrahita) Musdalifah; Ernawati; Khumaidi Arief; Rischa Hamdanesti; Lumastari Ajeng Wijayanti; Abdul Rahim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3285

Abstract

Retardasi mental atau tunagrahita merupakan gangguan perkembangan intelektual yang berdampak pada kemampuan anak dalam beradaptasi secara sosial dan akademik. Kualitas hidup anak tunagrahita sangat dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara aspek tumbuh kembang anak dengan kualitas hidup anak tunagrahita. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil menunjukkan bahwa stimulasi yang tepat, dukungan lingkungan, serta intervensi dini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup anak tunagrahita. Diperlukan keterlibatan aktif orang tua, tenaga kesehatan, dan pendidikan inklusif dalam mendukung perkembangan anak.
Pengaruh Kinerja Beton Dengan Penambahan Serat Eceng Gondok Ditinjau Dari Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Musdalifah Musdalifah; Mustakim Mustakim; misbahuddin misbahuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat eceng gondok terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton pada umur 28 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan rancangan mix design mutu rencana f’c 25 MPa, slump 75–100 mm, dan ukuran maksimum agregat 20 mm. Serat eceng gondok ditambahkan sebesar 1% dari berat semen dengan variasi panjang serat 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan menggunakan benda uji silinder berukuran 15×30 cm sesuai SNI 03-1974-1990, sedangkan kuat lentur diuji pada benda uji balok 15×15×60 cm sesuai SNI 03-4431-1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat eceng gondok menurunkan kuat tekan beton dibandingkan beton normal, dengan penurunan terkecil pada panjang serat 1 cm (−2,25%) dan terbesar pada 3 cm (−9%). Sebaliknya, kuat lentur beton meningkat pada semua variasi, dengan peningkatan terbesar pada panjang serat 3 cm (+21,9%). Disimpulkan bahwa penggunaan serat eceng gondok dapat meningkatkan ketahanan lentur beton, tetapi berdampak negatif terhadap kekuatan tekan, sehingga pemilihan panjang serat harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi konstruksi.
Analisis Teknik Distraksi Menonton Kartun Animasi Sambil Bernyanyi Pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Untuk Mengurangi Nyeri Pada Saat Tindakan Pemasangan Infus Di Instalasi Rawat Inap Anak (Irna C) Rsud Dr.Suhatman Mars Kota Dumai Tahun 2024 Julimar Julimar; Eahma dini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3289

Abstract

Teknik Distraksi merupakan strategi pengalihan nyeri Salah satu teknik distraksi yang dapat dilakukan pada anak dalam penatalaksanaan nyeri adalah menonton video kartun animasi sambil bernyanyi. Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan Implementasi Teknik Distraksi Menonton Kartun animasi Sambil Bernyanyi Pada Anak Usia Pra Sekolah (3-6 Tahun) Untuk Mengurangi Rasa Nyeri Pada Saat Tindakan Pemasangan Infus Di Instalasi Rawat Inap Anak (Irna C) RSUD dr.Suhatman MARS. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus kuantitatif dengan teknik sampel accidental partisipan dalam penelitian menggunakan dua anak yang sedang dirawat dirumah sakit dengan usia 3-6 tahun. Dua responden dilakukan teknik distraksi menonton kartun animasi sambil bernyanyi. Cara ukur menggunakan pengukuran skala nyeri flacc (face,leg,activity,cry, consolability). Di dapatkan hasil bahwa subjek 1 dan subjek 2 mengatakan pada saat diberikan video kartun animasi sambil bernyanyi saat dilakukan tindakan pemasangan infus subjek merasakan sakit hanya sedikit dan merasa lebih rileks. Subjek 1 dan subjek 2 yang dilakukan teknik distraksi mengalami pengurangan skala nyeri didapat skala nyeri subjek 1 didapat skala nyeri 2 dan subjek 2 didapat skala nyeri 3 dengan indikator skala nyeri 1-3 (nyeri ringan). Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa teknik distraksi dapat mengurangi skala nyeri pada anak prasekolah saat dilakukan pemasangan infus
Analisis Dampak Kebijakan Kesehatan Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dewi Agustina; Nazwa Syafira Siregar; Tita Artila; Kurnia Permata Sari; Radha Agri Br Ginting
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3290

Abstract

Disparitas akses pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan utama sistem kesehatan Indonesia, terutama di wilayah timur dan daerah terpencil. Berbagai kebijakan kesehatan telah diimplementasikan untuk meningkatkan akses dan pemerataan layanan, namun evaluasi komprehensif terhadap dampaknya masih terbatas. Menganalisis dampak kebijakan kesehatan terhadap akses pelayanan kesehatan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor kontekstual yang mempengaruhi implementasi. Penelitian menggunakan systematic literature review terhadap jurnal nasional dan internasional periode 2021-2025. Pencarian dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, DOAJ, dan Garuda Ristekbrin dengan kata kunci "kebijakan kesehatan", "akses pelayanan kesehatan", "health policy", dan "access to healthcare". Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan dampak kebijakan. Sepuluh studi menunjukkan kebijakan kesehatan memiliki pengaruh signifikan terhadap akses pelayanan. Program JKN meningkatkan akses dan kepuasan pasien namun menghadapi kendala distribusi tenaga kesehatan dan infrastruktur di daerah tertinggal. Kebijakan penanggulangan COVID-19 berhasil mengintegrasikan layanan kesehatan mental. Faktor geografis (lokasi terpencil, transportasi), sosial ekonomi (kemiskinan, pendidikan), dan kultural (stigma penyakit) menjadi hambatan utama akses pelayanan. Efektivitas kebijakan kesehatan dalam meningkatkan akses pelayanan sangat bergantung pada desain kebijakan, konteks implementasi, dan faktor sosial-ekonomi-geografis. Kebijakan efektif memerlukan pendekatan multisektoral yang mempertimbangkan kompleksitas konteks lokal untuk mewujudkan sistem kesehatan inklusif dan berkeadilan.
Analisis Faktor Risiko Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Oelaba Kabupaten Rote Ndao Tahun 2024 Wina Jensisca Muda; Soleman Landi; Indriati Tedju Hinga; Deviarbi Sakke Tira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3291

Abstract

Pendahuluan: Berat badan lahir rendah masih menjadi masalah kesehatan global yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas pada bayi, balita dan anak-anak. Data BPS menunjukkan bahwa Provinsi NTT menempati urutan ke-5 kasus BBLR tertinggi pada tahun 2023 sebanyak 5.701 kasus dan Kabupaten Rote Ndao menempati urutan pertama pada tahun 2023 yaitu sebanyak 28,3% menurut perempuan yang pernah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian BBLR di wilayah kerja puskesmas Oelaba. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan metode case control menggunakan 76 sampel yang terdiri atas 38 balita BBLR dan 38 balita BBLN. Kelompok kontrol dipilih dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada 10 Juni-10 Juli 2025 menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa umur (p-value 0,002), status gizi (p-value 0,000), antenatal care (p-value 0,000), dan penyakit penyerta (p-value 0,038) merupakan faktor risiko sedangkan jarak kehamilan (p-value 0,050), paritas (p-value 0,066), pendidikan (p-value 0,066) dan status ekonomi (p-value 0,150) bukan faktor risiko kejadian BBLR. Umur (p-value 0,004, OR 6,373) dan status gizi (p-value 0,025, OR 4,671) merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan kontribusi sebesar 50%. Kesimpulan: Umur, status gizi, antenatal care, dan penyakit penyerta merupakan faktor risiko. Umur dan status gizi adalah faktor yang paling berisiko terhadap kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Oelaba tahun 2024 Saran: Edukasi terkait dampak kehamilan usia berisiko, KEK, ANC lengkap, konsumsi TTD dan asupan makanan bergizi sangat penting dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat.