cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Mendalam Dan Model Mengajar Berbasis Masalah Terhadap Karakter Murid Kelas XI Dalam Pembelajaran PAK di SMA Negeri 1 Pahae Julu Tahun Pembelajaran 2025/2026 Fransisca Hasugian; Hisardo Sitorus; Betty Arli Sonti Pakpahan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8422

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze 1) the effect of a partial in-depth learning approach on the character of class XI students in PAK learning at SMA N 1 Pahae Julu; 2) the effect of a partial problem-based teaching model on the character of class XI students in PAK learning at SMA N 1 Pahae Julu; and 3) the effect of a simultaneous in-depth learning approach and problem-based teaching model on the character of class XI students in PAK learning at SMA N 1 Pahae Julu. The method used in this study is an inferential quantitative method. The population is all class XI students of SMA Negeri 1 Pahae Julu in the 2025/2026 academic year who are Protestant Christians totaling 141 students and a sample of 104 people was determined using a simple random sampling technique. The instrument trial was conducted on 37 people outside the research sample so that it was known that all research instruments were declared valid and reliable because they had met the validity and reliability value criteria. Data were collected with a closed questionnaire of 70 items. The results of the data analysis show that: 1) the Fcount value > Ftable is 70.629 > 3.07, thus it is known that there is a positive and significant influence of the application of the deep learning approach on the formation of student character in PAK learning. The influence is 40.9%, 2) the Fcount value > Ftable is 45.597 > 3.07, thus it is known that there is a positive and significant influence of the application of the problem-based learning model on the formation of student character in PAK learning. The influence is 30.9%, and 3) the Fcount value > Ftable is 41.673 > 3.07, thus it is known that there is a positive and significant influence simultaneously between the deep learning approach and the problem-based learning model on the formation of student character in PAK learning. The influence is 45.2%, thus Ha is accepted and H0 is rejectedThe purpose of this study was to determine and analyze 1) the effect of a partial in-depth learning approach on the character of class XI students in PAK learning at SMA N 1 Pahae Julu; 2) the effect of a partial problem-based teaching model on the character of class XI students in PAK learning at SMA N 1 Pahae Julu; and 3) the effect of a simultaneous in-depth learning approach and problem-based teaching model on the character of class XI students in PAK learning at SMA N 1 Pahae Julu. The method used in this study is an inferential quantitative method. The population is all class XI students of SMA Negeri 1 Pahae Julu in the 2025/2026 academic year who are Protestant Christians totaling 141 students and a sample of 104 people was determined using a simple random sampling technique. The instrument trial was conducted on 37 people outside the research sample so that it was known that all research instruments were declared valid and reliable because they had met the validity and reliability value criteria. Data were collected with a closed questionnaire of 70 items. The results of the data analysis show that: 1) the Fcount value > Ftable is 70.629 > 3.07, thus it is known that there is a positive and significant influence of the application of the deep learning approach on the formation of student character in PAK learning. The influence is 40.9%, 2) the Fcount value > Ftable is 45.597 > 3.07, thus it is known that there is a positive and significant influence of the application of the problem-based learning model on the formation of student character in PAK learning. The influence is 30.9%, and 3) the Fcount value > Ftable is 41.673 > 3.07, thus it is known that there is a positive and significant influence simultaneously between the deep learning approach and the problem-based learning model on the formation of student character in PAK learning. The influence is 45.2%, thus Ha is accepted and H0 is rejected
Faktor-Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Raha Ayu Listian; I Made Cristian Binekada; Sri Susanty
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8424

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan, prestasi belajar, dan kesehatan reproduksi di masa mendatang. Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama pertumbuhan dan kehilangan zat besi melalui menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Raha, Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain case control. Sampel berjumlah 146 remaja putri, terdiri dari 73 kasus (anemia) dan 73 kontrol (tidak anemia), yang dipilih secara purposive dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pola makan, pengukuran antropometri (IMT), recall konsumsi zat besi 24 jam, serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hemocue. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Prevalensi anemia pada responden sebesar 50,0%. Pengetahuan gizi berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,003; OR = 3,48; 95% CI: 1,49–8,16). Pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,615). Status gizi berdasarkan IMT menunjukkan kecenderungan berhubungan dengan anemia (p = 0,055; OR = 2,33), namun tidak signifikan setelah dikontrol variable lain. Konsumsi zat besi menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan konsumsi zat besi kurang mengalami anemia. Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi zat besi merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh pengetahuan gizi. Anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Raha didominasi oleh anemia defisiensi besi. Konsumsi zat besi yang kurang dan pengetahuan gizi yang tidak baik merupakan faktor risiko utama kejadian anemia. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan kecukupan zat besi melalui penguatan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) berbasis sekolah dan edukasi gizi yang spesifik.
REFORMASI TASAWUF DALAM KERANGKA MODERASI BERAGAMA: STUDI PEMIKIRAN BUYA HAMKA DAN K.H. ABDURRAHMAN WAHID Aina Noor Habibah; Moch. Bashori Alwi; Bayu Fermadi; Akhmad Ali Said; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Moh. Hasan Fauzi; M. Sirojudin Alfin Abas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8426

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran dua tokoh intelektual Muslim Indonesia, Buya Hamka dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam merumuskan konsep moderasi beragama melalui reformasi tasawuf. Kedua tokoh ini merepresentasikan dua tradisi besar Islam Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang memiliki pendekatan berbeda namun sama-sama berorientasi pada moderasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif terhadap karya-karya utama kedua tokoh untuk menemukan titik temu dan perbedaan dalam upaya mereka mereformasi tasawuf sebagai instrumen moderasi beragama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, Hamka lebih purifikasionis sementara Gus Dur lebih akomodatif, keduanya sama-sama menekankan pentingnya tasawuf yang aktif, rasional, dan berorientasi pada keadilan sosial. Sintesis dari pemikiran keduanya menawarkan framework moderasi beragama yang komprehensif bagi Indonesia kontemporer yang menghadapi tantangan radikalisme, sekularisme, dan intoleransi.
Pengaruh Penerapan K3 Dan Kondisi Alat Terhadap Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Galian Wellpad Pt. Harista Gading Rizki Dwi Putra; Khadavi Khadavi; Mairizal Zainuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas alat berat merupakan indikator utama keberhasilan pekerjaan galian wellpad pada proyek konstruksi sektor migas. Tingginya intensitas penggunaan alat, karakteristik tanah yang dinamis, serta tuntutan keselamatan kerja menjadikan pengelolaan operasional alat berat sebagai aspek strategis dalam pencapaian target proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan kondisi alat berat terhadap produktivitas alat berat pada Proyek Wellpad PT Harista di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi penelitian berjumlah 40 pekerja lapangan yang terdiri dari operator dan tenaga teknis, seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert, observasi lapangan, dan wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder bersumber dari laporan harian alat, catatan perawatan, serta dokumen keselamatan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 pada tingkat signifikansi 0,05.Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan K3 dan kondisi alat berat memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas alat berat, baik secara parsial maupun simultan. Penerapan K3 berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terkendali sehingga mendukung kelancaran operasional, sedangkan kondisi alat yang optimal meningkatkan efisiensi siklus kerja serta mengurangi potensi downtime. Model penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sebagian variasi produktivitas, sementara faktor lain seperti kompetensi operator, kondisi lapangan, dan manajemen operasional turut memengaruhi kinerja alat secara keseluruhan.Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi peningkatan produktivitas melalui penguatan sistem K3 dan manajemen pemeliharaan alat secara berkelanjutan.
Relevansi Al-Hikam Ibnu ‘Athā’illāh bagi Pendidikan Akhlak Generasi Muda di Konteks Pascamodern Akhmad Ali Said; Bayu Fermadi; Moch. Bashori Alwi; Misbachul Munir; Moh. Hasan Fauzi; Yuni Pangestutiani; Aina Noor Habibah; Siti Isti'anah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v2i2.8438

Abstract

presents complex challenges to the moral and spiritual identity formation of youth. Conventional models of character education tend to rely on behavioral and secular frameworks, which often fail to adequately address the inner and spiritual dimensions of human development. This article aims to systematically examine the relevance and potential integration of Sufi teachings found in Al-Hikam by Ibn Ata’illah al-Sakandari as a transformative framework for youth character education within this context. This study employs a systematic literature review of fifty selected scholarly articles retrieved from major academic databases, including Consensus, Semantic Scholar, and PubMed, which met the established inclusion criteria. Thematic synthesis reveals that the core values articulated in Al-Hikam, such as ikhlas or sincerity, muhasabah or self reflection, tawadhu or humility, shabr or patience, and syukr or gratitude, are highly relevant for fostering resilience, self awareness, and moral responsibility among adolescents. The integration of these values through curricular strategies, experiential learning activities, and teacher modeling demonstrates positive and measurable impacts across three developmental domains, namely affective spiritual growth, moral and behavioral formation, and cognitive academic performance. However, the implementation of this integrative approach faces several challenges, including limited teacher preparedness, fragmented curricula, and methodological difficulties in assessing inner spiritual transformation. In conclusion, the teachings of Al-Hikam provide a strong and contextually relevant philosophical and pedagogical foundation for holistic character education in the midst of postmodern societal complexities. Effective implementation requires sustained commitment to integrative educational models, systematic capacity building for educators, and close collaboration among schools, families, and community environments.
Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja PT. HARISTA Arief Maulana Yutda; Khadavi Khadavi; Mairizal Zainuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas Gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang sering terjadi pada sektor industri manufaktur, terutama pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik berulang, postur tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor individu dan faktor pekerjaan yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja PT Harista. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, serta lembar observasi untuk menilai postur kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui distribusi variabel serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada usia produktif dengan masa kerja menengah hingga panjang, durasi kerja lebih dari delapan jam per hari, serta intensitas kerja sedang hingga berat. Penilaian postur kerja memperlihatkan dominasi tingkat risiko sedang hingga tinggi. Keluhan MSDs paling banyak dirasakan pada bagian leher, bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara usia, masa kerja, Indeks Massa Tubuh (IMT), durasi kerja, frekuensi istirahat, intensitas kerja, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, serta postur kerja dengan tingkat keluhan MSDs. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan ergonomi dan pengelolaan faktor risiko individu dalam upaya pencegahan MSDs di lingkungan kerja industri. Intervensi berbasis perbaikan desain kerja, pengaturan beban dan waktu kerja, serta promosi gaya hidup sehat menjadi strategi yang relevan untuk menekan prevalensi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas pekerja.
Tazkiyat Al-Nafs Dalam Perspektif Al-Ghazali Dan Ibnu Miskawayh: Studi Komparatif Pembentukan Karakter Mulia Moch. Bashori Alwi; Akhmad Ali Said; Misbachul Munir; Bayu Fermadi; Aina Noor Habibah; Moh. Hasan Fauzi; Yuni Pangestutiani; M. Romadhon
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8440

Abstract

This comparative analytical study examines the philosophical and pedagogical frameworks of tazkiyat al-nafs (purification of the soul) as conceptualized by two preeminent Islamic thinkers: Abu Hamid al-Ghazali (d. 505/1111) and Abu Ali Ahmad ibn Muhammad Miskawayh (d. 421/1030). Through rigorous examination of their foundational ethical treatises, particularly Al-Ghazali's Ihya' 'Ulum al-Din and Miskawayh's Tahdhib al-Akhlaq, this study elucidates the theoretical underpinnings, methodological approaches, and practical implications of their respective models for character formation. The analysis reveals a fundamental dichotomy between Miskawayh's rationalist-philosophical emphasis on psychic equilibrium and virtue cultivation through habituation, and Al-Ghazali's mystical-spiritual orientation toward divine proximity through systematic purification of the self. While both thinkers operated within the Aristotelian framework of virtue ethics and drew upon the tripartite division of the soul, their divergent epistemological commitments—Miskawayh's prioritization of natural reason and environmental conditioning versus Al-Ghazali's integration of Sufi mysticism with ethical praxis—produced substantively distinct architectures for moral development. This comparative investigation contributes to contemporary discourse on holistic character education within Islamic contexts, demonstrating the continued relevance of classical Islamic ethical philosophy for addressing multifaceted challenges in character formation and spiritual development.
Zuhd dan Mahabbah dalam Ekonomi Islam Kontemporer: Perspektif Tasawuf sebagai Solusi Krisis Nilai Bisnis Bayu Fermadi; Moh. Hasan Fauzi; Moch. Bashori Alwi; Yuni Pangestutiani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The contemporary economic and business landscape is experiencing a profound value crisis marked by the dominance of materialism, consumerism, and instrumental rationality. These tendencies have contributed to ethical problems such as social inequality, declining integrity, and the erosion of public trust, revealing the limitations of mainstream economic paradigms in addressing the moral and spiritual dimensions of human life. This study aims to examine the role of Sufi values, particularly zuhd and mahabbah, as an alternative ethical framework within contemporary Islamic economics. Employing a qualitative approach, this research conducts a systematic literature review using descriptive and thematic analysis of relevant scholarly publications published between two thousand seventeen and two thousand twenty five. The findings indicate that zuhd and mahabbah offer a holistic and transformative ethical framework for economic activity. Zuhd functions as an internal mechanism for restraining excessive material attachment, thereby reducing consumerism, preventing economic crimes, and promoting sustainability. Meanwhile, mahabbah fosters a relational ethic grounded in divine love that strengthens trust, social solidarity, and integrity at both individual and institutional levels. The study further demonstrates that Sufi values are relevant and applicable across various contexts, including education, business organizations, and community based economic initiatives. Overall, the Sufi approach has the potential to complement mainstream economic paradigms by reinforcing ethical and spiritual dimensions, thereby contributing to the development of a more just, humane, and sustainable model of Islamic economics.
Implementasi Pemenuhan Hak Anak Dalam Bidang Pendidikan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pekanbaru Joko Dwi Mulyono; Iriansyah Iriansyah; Yetti Yetti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak pendidikan bagi anak yang berhadapan dengan hukum dijamin secara normatif dalam berbagai regulasi nasional. Namun, sejauh mana jaminan tersebut terimplementasi secara substantif di lembaga pembinaan masih menjadi pertanyaan penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pemenuhan hak pendidikan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pekanbaru serta mengungkap kesenjangan antara norma hukum dan praktik administratif di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPKA telah menyelenggarakan pendidikan nonformal melalui program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bekerja sama dengan PKBM sebagai bentuk komitmen rehabilitatif. Anak binaan tetap memperoleh akses pembelajaran, fasilitas kelas, dan pendampingan akademik selama menjalani masa pidana. Namun demikian, penelitian ini menemukan persoalan krusial yang jarang disorot, yaitu hambatan administratif terkait integrasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang berdampak pada tidak optimalnya pengakuan formal hasil pendidikan anak binaan. Situasi ini memperlihatkan adanya paradoks antara pemenuhan hak secara prosedural dan pemenuhan hak secara substantif. Selain itu, koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi serta faktor psikososial anak turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan anak binaan tidak cukup dimaknai sebagai penyediaan proses belajar, melainkan memerlukan integrasi sistemik antara sistem pemasyarakatan dan sistem pendidikan nasional agar hak pendidikan benar-benar berdampak pada masa depan anak.
Efektivitas Aplikasi TUKKOT ASI Dalam Peningkatan Breastfeeding Self-Efficacy dan Sikap Ibu Hamil Dalam Kesiapan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tinggi Anna Waris Nainggolan; Imarina Tarigan; Siti Nurmawan Sinaga; Humaida Hanim; Imran Surbakti; Edy Marjuang Purba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8444

Abstract

Exclusive breastfeeding is the most effective public health intervention for reducing infant morbidity, mortality, and the risk of stunting; however, global and national coverage rates remain below established targets, partly due to low breastfeeding self-efficacy and suboptimal maternal attitudes during the antenatal period. This study aimed to analyze the effectiveness of the TUKKOT ASI Application, which is based on the Batak local wisdom of “Mambosuri,” in improving breastfeeding self-efficacy and pregnant women’s attitudes toward readiness for exclusive breastfeeding. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach was employed involving 40 third-trimester pregnant women in the working area of Gunung Tinggi Public Health Center in 2025, selected through purposive sampling. The instruments used were the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) and a validated attitude questionnaire based on the Theory of Planned Behavior. Data were analyzed using the Wilcoxon test and chi-square test at a significance level of p<0.05. The results showed a significant increase in breastfeeding self-efficacy (mean 10.1±3.7 to 16.8±2.2; p=0.001) and attitudes (mean 5.7±1.4 to 7.9±1.5; p=0.003) following the intervention. Significant associations were found between self-efficacy (p=0.028) and attitudes (p=0.001) with readiness for exclusive breastfeeding. Mothers with higher self-efficacy and positive attitudes were more likely to demonstrate better readiness. It is concluded that the TUKKOT ASI Application is an effective culturally based digital intervention model to enhance pregnant women’s readiness for exclusive breastfeeding and has the potential to be integrated into primary healthcare services.