cover
Contact Name
-
Contact Email
segara@upnvj.ac.id
Phone
+6287875637070
Journal Mail Official
segara@upnvj.ac.id
Editorial Address
Jl. R.S Fatmawati No. 1, Cilandak, Jakarta Selatan 12450
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30256054     DOI : https://doi.org/10.33533/segara
Jurnal SEGARA dikelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta, jurnal SEGARA menerbitkan artikel-artikel pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, dalam bidang Kedokteran dan Kesehatan, serta Ilmu Kesehatan Matra, sehingga dapat memberikan dampak luas dan dapat menginspirasi bagi civitas akademika dan masyarakat luas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Articles 42 Documents
Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Seimbang Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) di SDN Bedahan 1 Depok Firlia Ayu Arini; Ghefira Tsana Zahirah; Iin Fatmawati; Nanang Nasrulloh
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026) SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.10941

Abstract

Anak usia sekolah merupakan anak yang berada pada rentang 6-12 tahun dimana masa ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan demi masa depan yang berkualitas. Bekualitasnya bangsa diukur dari nilai status gizi yang diperngaruhi oleh apa yang dikonsumsi oleh setiap individu. Rendahnya aktivitas fisik dapat berpengaruh pada status gizi individu. Masalah gizi pada anak dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit, menurunnya produktivitas kerja, hingga kematian pada ibu dan anak. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan aktivitas fisik dengan media poster kepada anak usia sekolah di Pengasinan, Depok dan mengetahui pengaruhnya. Berdasarkan hasil analisis situasi didapatkan sebanyak 34 responden anak usia sekolah dan ditemukan sebanyak 30% responden mengalami risiko gizi lebih serta 6% responden memiliki status gizi kurang di Pengasinan, Depok. Maka dari itu, dilakukan kegiatan intervensi berupa penyuluhan kepada siswa/I usia 6-12 tahun di sekolah dasar dengan materi gizi seimbang dan pentingnya aktivitas fisik melalui media poster. Didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok pre-test dan post-test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian kegiatan intervensi yang dilakukan pada Anak Usia Sekolah (AUS) terkait gizi seimbang dan aktivitas fisik melalui media poster memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan responden. status gizi, anak usia sekolah, gizi seimbang, aktivitas fisik
Pemeriksaan Hba1c Sebagai Prediktor Deteksi Dini Prediabetes Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw.07 Kelurahan Cililitan Ichwan Baihaki; Mutmainnah
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.11832

Abstract

Prediabetes adalah suatu kondisi medis di mana kadar gula darah seseorang lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. Ini merupakan tahap awal gangguan metabolisme glukosa dan menjadi faktor risiko penting untuk berkembangnya diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan komplikasi metabolik lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan deteksi dini terhadap risiko diabetes mellitus pada lansia melalui penyuluhan dan pemeriksaan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c). Kegiatan dilakukan pada 29 orang lansia di RW 07 Kelurahan Cililitan, terdiri dari 14 laki-laki dan 15 perempuan. Pemeriksaan HbA1c dikategorikan berdasarkan kriteria WHO: normal (<5,7%), prediabetes (5,7–6,5%), dan diabetes (>6,5%). Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 21 lansia (72%) memiliki kadar HbA1c normal, sedangkan 8 orang (28%) termasuk dalam kategori prediabetes. Tidak ditemukan kasus diabetes pada populasi ini. Berdasarkan jenis kelamin, 3 dari 14 laki-laki (21,4%) dan 4 dari 15 perempuan (26,7%) termasuk dalam kelompok prediabetes. Temuan ini mendorong dilakukannya intervensi edukatif terhadap kelompok prediabetes, berupa penyuluhan mengenai gaya hidup sehat yang mencakup pola makan dengan indeks glikemik rendah, peningkatan konsumsi serat, aktivitas fisik rutin, serta penghindaran rokok. Intervensi ini diharapkan dapat mencegah progresi prediabetes menjadi diabetes mellitus pada populasi lansia.
Penguatan Peran Guru dan Siswa dalam Mewujudkan Sekolah Sehat melalui Penyuluhan PHBS di TK-PAUD Gemilang Della Dwi Ayu
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.12356

Abstract

Sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran terkait ilmu pengetahuan saja tetapi juga sebagai tempat membentuk karakter dan perilaku anak, salah satunya adalah perilaku sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) adalah kebiasaan atau perilaku yang dilakukan oleh setiap siswa, guru, dan lain-lain dengan kesadarannya untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan serta aktif dalam menjaga lingkungan sehat di sekolah secara mandiri. PBHS juga tercantum dalam penilaian akreditasi PAUD dan berdasarkan hasil wawancara belum pernah dilakukan penyuluhan PBHS di TK PAUD Gemilang. Oleh karena itu pengabdian masyarakat kali ini mengambil tema “Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) untuk Siswa dan Guru di TK PAUD Gemilang.”Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Agustus 2025 di Ruang Kelas B TK PAUD Gemilang, Tangerang Selatan. Jumlah peserta sebanyak 16 orang siswa dan 10 orang guru. Sebelum diberikan penyuluhan materi, para guru diberikan kuesioner pre test untuk melihat pengetahuan awal terhadap PBHS di Sekolah. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan pemutaran video PBHS di Sekolah. Setelah itu, para guru kembali diberikan kuesioner post test untuk melihat pemahaman para guru setelah penyuluhan PBHS di Sekolah. Berdasarkan hasil kuesioner pre test dan post test, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan para guru sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan Kata kunci: PHBS; sekolah; TK PAUD
Hypnobirthing dalam Perspektif Bidan: Efektivitas Pelatihan terhadap Pengetahuan dan Persepsi Lilik Indahwati; Linda Ratna Wati Wati; Krisjentha Iffah Agustasari
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.12357

Abstract

Hypnobirthing merupakan metode yang memadukan relaksasi dengan sugesti positif sebagai persiapan ibu menghadapi persalinan. Namun, penerapan teknik ini di fasilitas pelayanan kesehatan masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan persepsi bidan mengenai hypnobirthing. Sebanyak 18 bidan di Kota Malang mengikuti pelatihan, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, dari rata-rata 55,28 menjadi 72,5 (p < 0,01; uji paired sample t-test). Sementara itu, persepsi bidan tetap konsisten positif baik sebelum maupun setelah pelatihan (100%). Temuan ini menegaskan bahwa meskipun pengetahuan bidan meningkat, sikap positif yang dimiliki sejak awal tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu, pelatihan hypnobirthing penting diberikan kepada bidan agar mereka mampu mengaplikasikan teknik ini secara lebih optimal dalam mendampingi ibu selama masa kehamilan dan persalinan
Bakti Sosial Indonesia Bebas Nyeri di Puskesmas di Sleman, Jogjakarta, Jawa Tengah, Indonesia feda anisah makkiyah; stephanus gunawan; Farid Yudhoyuwono
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.12359

Abstract

Latar Belakang.Nyeri merupakan keluhan global yan mempengaruhi milyaran orang setiap harinya dan nyeri muskuloskeletal kronik merupakan nyeri yang sangat membebani masyarakat. Puskesmas Melati di daerah Yogyakarta adalah puskesmas dengan karakterisitik pasien yang sulit dirujuk ke pusat kesehatan yang lebih tinggi dengan kendala finansial dan tenaga yang mengantarkan pasien. Kegiatan pengabdian ini menjadi jawaban dengan memberikan pelayanan subspesialistik pada tingkat puskesmas. Metode PKM ini adalah dengan penyuluhan dan pemberian layanan intervensi nyeri dengan panduan visual dari ultrasound untuk menjangkau area ang menimbulkan nyeri kronik. Hasil. 10 pasien dengan nyeri muskuloskeletal kronik mendapatkan prosedur minimal invasif nyeri dengan indikator keberhasilan penurunan visual analague skor dari 8 ke (2-4) dan pasien juga menyampaikan kepuasan setelah mendapatkan prosedur pengurangan nyeri ini. Kesimpulan. PKM ini memberikan manfaat yang nyata tidak hanya kepada penderita nyeri muskuloskeletal kronik dan staf di puskesmas tentang alternatif tatalaksana nyeri kronik dan bagaimana menguranginya
Peningkatan Pengetahuan Kanker Serviks Pada Komunitas Lokal Melalui Edukasi Berbasis Pre-test dan Post-test Bunga Anggreini Sari
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.12361

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker serviks melalui edukasi berbasis pre-test dan post-test. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan sasaran Komunitas Arisan "Manjah Squads" yang berjumlah 10 orang pada tanggal 26 Agustus 2025. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan 10 pertanyaan, kemudian dianalisis menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan peserta dari rata-rata skor pre-test 6,5 menjadi 9,3 pada post-test (p<0,001). Mayoritas peserta berusia 40-49 tahun (70%), berpendidikan S1 (70%), dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (70%). Program edukasi berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan dapat direplikasi di komunitas serupa untuk mendukung upaya pencegahan kanker serviks di tingkat masyarakat.
Implementasi Kampus Berdampak di Wilayah Kepulauan: Edukasi Kesehatan dan Skrining Metabolik dalam Program Pengabdian Masyarakat Nasional di Sabang - Aceh Maria Selvester Thadeus; Ratna Puspita
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.12516

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional III (PENGMASNAS III) dilaksanakan di Desa Aneuk Laot, Kota Sabang, Aceh, sebagai respons terhadap meningkatnya beban penyakit tidak menular (PTM) di wilayah kepulauan yang terbatas akses layanan kesehatannya. Kegiatan ini menggabungkan pendekatan edukasi kesehatan, skrining risiko PTM, dan penguatan kader lokal melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, Puskesmas setempat, pemerintah daerah, dan komunitas. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif dan berbasis komunitas, tanpa ketergantungan pada data kuantitatif, dengan fokus pada peningkatan literasi kesehatan dan keterlibatan aktif masyarakat. Hasil menunjukkan partisipasi tinggi dari masyarakat, terutama ibu dan remaja, serta temuan awal mengenai prevalensi risiko hipertensi dan obesitas sentral yang signifikan. Respons positif dari tokoh lokal dan pakar menegaskan relevansi kegiatan dengan kebutuhan lokal. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi jangka panjang, adaptasi logistik, dan pemberdayaan komunitas sebagai kunci keberlanjutan. Disimpulkan bahwa model pengabdian semacam ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah terpencil, dengan rekomendasi penguatan jejaring antara perguruan tinggi dan puskesmas serta pendirian pos kesehatan berbasis inovasi biomedis di Sabang sebagai pusat pembelajaran kesehatan masyarakat.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang LBP dan Kecemasan di Lingkungan Masjid Al-Muhajirin, Pangkalan Jati, Depok Niken Rahmah Ghanny; Riri Oktavani Banjarnahor; Afifa Radhina; Herera Rahajeng
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.12531

Abstract

Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan karakteristik penyakit berupa durasi penyakit yang lama. Studi menunjukkan bahwa pasien dengan LBP sering mengalami kecemasan akibat dari gejala nyeri yang berkepanjangan. Tingkat prevalensi LBP di Indonesia sebesar 44,29% pada pra-lansia dan lansia, dengan faktor psikologis termasuk kecemasan dan stress yang diidentifikasi sebagai faktor resiko signifikan dalam kronisitas nyeri. Kondisi LBP dan kecemasan bersifat dua arah: kecemasan dapat memperburuk persepsi nyeri, sementara nyeri presisten dapat meningkatkan gejala kecemasan. Resiko terjadinya kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, faktor psikososial, dan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FK UPNVJ) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara LBP dan kecemasan. Pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi edukasi melalui metode ceramah dan pengisian kuesioner. Kegiatan dilakukan di lingkungan Masjid Al-Muhajirin, Pangkalan Jati, Depok, dengan jumlah sasaran sebanyak 42 peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan peserta, sebanyak 57,1% warga mempunyai keluhan LBP dan sebanyak 2,3% mengalami nyeri intensitas berat sekali disertai kecemasan. Hasil menunjukkan adanya kasus LBP pada masyarakat lingkungan Masjid Al-Muhajirin, Pangkalan Jati, Depok. Kegiatan edukasi LBP dan keterkaitannya dengan kecemasan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hubungan bidireksional antara LBP dan kecemasan, ditandai dengan antusiasme dan respons positif peserta. Kegiatan ini efektif sebagai langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendekatan holistik terhadap LBP yang mencakup aspek psikologis. Mengingat tingginya prevalensi LBP dan gangguan kecemasan di Indonesia, maka diperlukan program edukasi berkelanjutan untuk mendukung pencegahan dan deteksi dini penyakit tersebut
Deteksi Dini dan Penanganan Nyeri Lutut pada Lansia: Upaya Optimalisasi Kualitas Hidup di Panti Jompo feda anisah makkiyah; Nantia Rena Dewi Munggaran; ayunita ajengtyas; Yani tandyana
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026) SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.13267

Abstract

Pendahuluan. Nyeri lutut, terutama akibat osteoarthritis, merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya meningkat pada kelompok usia lanjut dan berdampak signifikan terhadap fungsi fisik, psikologis, serta kualitas hidup. Kondisi ini dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan gangguan mental. Oleh karena itu, diperlukan upaya skrining, edukasi, dan intervensi yang tepat untuk menurunkan nyeri serta mempertahankan kemandirian lansia, khususnya yang tinggal di panti jompo. Metode. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Jompo wilayah Cibinong, Jawa Barat, pada tanggal 4 Desember 2025. Kegiatan diawali dengan senam otak dan edukasi interaktif untuk meningkatkan partisipasi aktif lansia. Selanjutnya dilakukan skrining nyeri lutut melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh mahasiswa dengan pendampingan caregiver. Peserta yang terindikasi mengalami nyeri lutut menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan ultrasonografi oleh dokter, kemudian diberikan tatalaksana berupa injeksi intraartikular lutut dengan panduan ultrasound menggunakan obat antiinflamasi dan lidokain.Hasil dan Pembahasan.Sebanyak 22 lansia mengikuti kegiatan skrining, dan 5 orang dengan nyeri lutut signifikan mendapatkan injeksi intraartikular. Seluruh peserta yang mendapat injeksi melaporkan penurunan nyeri yang bermakna, ditunjukkan oleh penurunan skor Visual Analog Scale dari rata-rata 8 menjadi 2. Satu peserta yang mendapatkan injeksi pada bahu juga melaporkan penurunan kekakuan sendi. Kesimpulan.Kegiatan skrining dan pengobatan nyeri lutut pada lansia di panti jompo efektif menurunkan nyeri dan berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional serta kualitas hidup.
Edukasi Kesehatan sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Remaja terhadap Penyalahgunaan Narkoba terhadap Pelajar Prisnu Tirtanirmala; Arini Nur Yunia Puspitaningrum Rahmawati
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026) SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.14099

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa Madrasah Aliyah Manaratul Islam Jakarta Selatan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui edukasi kesehatan oleh dosen dan apoteker. Berdasarkan teori pemberdayaan komunitas dan pendekatan preventif, kegiatan edukatif berbasis sekolah diharapkan dapat memperkuat ketahanan remaja terhadap pengaruh narkoba. Program dilaksanakan secara luring dengan melibatkan 33 pelajar. Tahapan kegiatan mencakup observasi awal, penyusunan materi, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta analisis hasil menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Edukasi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi yang menyoroti ciri-ciri pengguna narkoba serta dampaknya secara fisik, mental, dan sosial. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 76 menjadi 84, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan tetap (61%), meningkat (36%), dan menurun (3%). Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -2.952 dan p = 0.003, menandakan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah berperan efektif sebagai strategi preventif untuk meningkatkan kesadaran dan membangun ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba.