cover
Contact Name
Putra Astaman
Contact Email
utthaastaman@gmail.com
Phone
+6285299900217
Journal Mail Official
agrisoscojournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Kompleks BTP, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar 90241 - Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Multidisiplin : Agrisosco
ISSN : -     EISSN : 29884470     DOI : -
Jurnal Riset Multidisiplin : AGRISOSCO merupakan Jurnal Penelitian dan Artikel Review Ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia (LP4I) yang terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk ahli bidang Hukum, Sosial, Politik, Pertanian, Teknik, Bahasa, Kesehatan, dan Ilmu Pendidikan untuk turut berkontribusi melalui artikel dan/atau telaah artikel (article review).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
Perforasi Septum Nasi pada Abses Septum dengan DM Tipe 2 yang Tidak Terkontrol (Laporan Kasus) Pandiangan, Marojahan; Mahmuddin, Ihsan; Punagi, Abdul Qadar; Djamin, Riskiana; Syahrijuita, Syahrijuita; Alimah, Yarni
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 2, No 3 (2024): Vol 2 No 3 Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v2i3.95

Abstract

Abses septum nasi merupakan penyakit yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan komplikasi serius. Kasus abses septum dengan diabetes mellitus (DM) tipe 2 yang tidak terkontrol adalah suatu keadaan yang jarang. Laporan ini menjelaskan tentang kasus abses septum pada seorang pria dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol. Melaporkan kasus abses septum nasi pada pasien dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol dan memberikan penekanan pada pentingnya diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. Laporan Kasus: Seorang pria berusia 65 tahun dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol datang dengan keluhan hidung tersumbat, rinore serous, post nasal drip, dan riwayat epistaksis. Pemeriksaan fisik menunjukkan pembengkakan pada septum nasi bilateral. Pemeriksaan penunjang meliputi foto rontgen dan Foto waters yang tidak menunjukkan kelainan radiologis yang signifikan. Pasien menjalani tindakan operasi berupa insisi dan drainase abses septum nasi sinistra, diikuti dengan terapi antibiotik. Pasien menjalani insisi dan drainase abses septum nasi sinistra, serta menerima terapi antibiotik. Pada tindak lanjut terakhir pascaoperasi, pasien tidak mengalami nyeri, hidung tersumbat, atau epistaksis. Gangguan pada telinga dan tenggorokan juga tidak ditemukan. Abses septum nasi pada pasien dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mengurangi risiko kematian. Laporan ini menggaris bawahi pentingnya kesadaran klinis terhadap abses septum nasi dan perlunya tindakan segera untuk mencegah komplikasi yang mengancam nyawa.
Osteoma Raksasa Sinus Maksilaris dan Etmoidalis: Kasus Jarang Johansyah, Lydia Christina; Irwansyah, Andi Cakra; Pieter, Nova Audrey Luetta; Djamin, Riskiana; Syahrijuita, Syahrijuita; Alimah, Yarni
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 2, No 3 (2024): Vol 2 No 3 Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v2i3.96

Abstract

Osteoma digambarkan sebagai pertumbuhan tulang matur yang berkembang lambat dan berlebihan, terletak khas pada tulang dengan osifikasi intramembran, seperti tulang tengkorak. Osteoma sinus paranasalis tidak menunjukkan gejala hingga massa tumor mencapai ukuran tertentu. Diagnosa osteoma sinus paranasalis sering ditegakkan secara insidentil saat evaluasi radiologik untuk masalah lain. Penanganan utama pada osteoma sinus paranasalis simptomatik adalah dengan bedah endoskopik atau pendekatan eksternal. Tujuan penelitian untuk berbagi pengetahuan tentang penanganan bedah pada pasien dengan osteoma sinus maksilaris dan etmoidalis. Laporan kasus: Seorang laki-laki umur 16 tahun dengan keluhan obstruksi nasi ada sebelah kanan dialami sejak 9 bulan terakhir. Sebelumnya terdapat keluhan pada gigi yang ingin dicabut kemudian dilakukan pemeriksaan foto panoramik dan ditemukan kelainan lalu dirujuk ke dokter THT. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior dextra tampak massa berwarna putih, konsistensi keras, tidak mudah berdarah, yang menyempitkan cavum nasi dextra. Pemeriksaan CT scan sinus paranasalis didapatkan hasil massa hiperdens cavum nasi yang melibatkan sinus maxillaris dan sinus ethmoidalis kanan yang menyempitkan choanae sugestif giant osteoma, osteoma sinus ethmoidalis kiri, multisinusitis dan deviasi septum nasi ke kiri. Pada intraoperatif tampak massa konsistensi keras berwarna putih pada cavum maksila dan etmoid dextra. Manajemen: Pasien ini dilakukan operasi maksilektomi medial dengan pendekatan rinotomi lateral diperluas dengan insisi Weber-Ferguson. Penulusuran literatur pada Pubmed dengan kata kunci yang sesuai. Kami melaporkan sebuah kasus jarang berupa osteoma raksasa pada sinus maksilaris dan etmoidalis. Penanganan dilakukan dengan operasi maksilektomi medial dengan pendekatan rinotomi lateral diperluas dengan insisi Weber-Ferguson.
PRODUKSI DAN KUALITAS RUMPUT GAJAH MINI (PENNISETUM PURPUREUM CV. MOTT) DENGAN PEMBERIAN (PENGAPLIKASIAN) PUPUK UREA DAN PUPUK KOMPOS FESES AYAM RAS Syam, Nurmiani; Jabbar, Andi Batari K; Hardianti, Hardianti; Sayang, Siti Nur; Astaman, Putra
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 1 (2025): Vol 3 No 1 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i1.109

Abstract

Rumput  Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) adalah hijauan makanan ternak yang banyak tumbuh dan dibudidayakan di daerah tropis. Keunggulan dari rumput gajah mini adalah kualitasnya baik dan produktivitasnya tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dosis pupuk yang dikombinasikan antara pupuk urea dan kompos untuk memperoleh produksi tertinggi  dan kualitas rumput yang terbaik. Metode penelitian  yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: P0 = kontrol, tanpa pemupukan;  P1 = Urea 1,5 g dalam polibag, P2 =  kompos 15 g dalam polibag; P3=Urea 1,1 g/polibag +kompos 3,8g/polibag; P4= urea 0,75g/polibag +kompos 7,5gpolibag dan P5= urea 0,4g/polibag +kompos 11,3g/polibag. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian secara bersama-sama antara pupuk urea dan kompos berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah tanaman, jumlah daun, luas daun, produksi bahan kering, klorofil daun, protein kasar.  Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi pupuk 50% urea + 50% kompos memberikan respon terbaik terhadap produksi dan kualitas rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott).
PERAN SOSIAL EKONOMI KELOMPOK TANI PADI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI: WAWASAN DARI SINJAI, SULAWESI SELATAN Pratama, Ahmad Aditya; Astaman, Putra; Raisa, Daeva Mubarika; Megawati, Megawati
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 1 (2025): Vol 3 No 1 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i1.107

Abstract

The purpose of this research is to determine the extent of the farmer groups' role in improving farmers' welfare. This study employs a quantitative descriptive method with data collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires involving 87 farmer group members. The analysis results indicate that the role of the farmer group falls into the “strongly active” category, reaching an index score of 78.67%. Based on the Importance Performance Analysis (IPA), two main priority attributes, four achievement attributes that need to be maintained, five low-priority attributes, and four excessive attributes were identified. Meanwhile, analysis using the Customer Satisfaction Index (CSI) shows a value of 68.87%, which indicates that farmers in Aska Village are satisfied with the services provided by the farmer group. However, performance improvements are still necessary to better meet the expectations and needs of the farmers.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENINGKATAN EFEKTIFITAS KERJA KARYAWAN INDUSTRI RUMAHAN TEMPE DAN TAHU DI KECAMATAN SINJAI UTARA Hikmah, Aulia Nurul; Asma, Annisa Fahira; Salmawati, Salmawati; Fatimah, St; Zalsabila, Annisa; Ardiansya, Ardiansya
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 1 (2025): Vol 3 No 1 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i1.110

Abstract

This study examines the role of social capital in improving the work effectiveness of tempeh and tofu home industry employees in North Sinjai District. The research used a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and questionnaire tools involving 30 business actors and 30 employees. The results showed that social capital, including social networks, trust, and cooperation norms, improved work effectiveness.  The results revealed that social capital, including social networks (kinship), trust, and the value of cooperation, is essential in encouraging work productivity and efficiency. 25 tofu and tempeh home industries (83%) apply family-based social networks to facilitate labor recruitment and raw material distribution, while trust (73%) between business owners and employees can reduce formal supervision. In addition, the tradition of gotong royong (70%) is applied to accelerate work completion and strengthen solidarity among workers.
DINAMIKA PEMBIAYAAN PASAR MODAL TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA AGRIBISNIS: KASUS UMKM KRIPIK DAHLIA Hildayanti, Hildayanti; Hikmah, Aulia Nurul; Arfah, Aziza Noor Sheha; Sari, Putri Nurul; Nurfadilla, Nurfadilla Nurul; Salsabila, Salsabila Sheha; Asmiranda, Asmiranda Sheha
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 1 (2025): Vol 3 No 1 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i1.111

Abstract

Capital market financing is one of the alternatives that can improve access to capital for micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the agribusiness sector. This study aims to analyze the effect of capital market financing on agribusiness sustainability, focusing on the case study of Kripik Dahlia MSMEs. Kripik Dahlia is an MSME engaged in the production of processed bananas, corn, pineapple, cassava chips etc. and has utilized financing from the capital market to develop its business. Using a qualitative method with a case study approach. The results showed that capital market financing helped Kripik Dahlia increase production capacity, diversify products, and expand market reach, both locally and internationally. However, they face obstacles such as limited knowledge, administrative difficulties, and lack of support from financial institutions. In conclusion, capital market financing provides great opportunities for MSMEs to grow. Education, simplification of administrative processes, and better support from financial institutions are needed to maximize the benefits of this financing for MSMEs.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN KETAHANAN PANGAN BERBASIS PERTANIAN LOKAL DALAM MENCEGAH STUNTING Asrul, Asrul; Astaman, Putra; Raisa, Daeva Mubarika; Megawati, Megawati
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 1 (2025): Vol 3 No 1 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i1.106

Abstract

This study aims to examine the relationship between food security generated from the local agricultural sector and the prevalence of stunting among children in rural areas. Despite numerous initiatives to reduce stunting, the relationship between localized food security factors and stunting prevention remains understudied, particularly in regions with strong agricultural potential such as Sinjai Regency. This research is a quantitative descriptive study involving 94 respondents who are members of farmer groups spread across 8 sub-districts in Sinjai Regency. Data were analyzed using the Chi-Square test. Findings from this study indicate that each variable food availability, food access, and food utilization has a significant relationship with the level of food security. The p- values for food availability (p = 0.028), food access (p = 0.005), and food utilization (p = 0.011) are all below 0.05, indicating statistical significance (Ho rejected). These results suggest that strengthening local food systems can play a critical role in improving food security and nutritional outcomes, thereby contributing to stunting prevention. Theoretically, this study contributes to the understanding of how agricultural-based food security mechanisms relate to public health issues such as stunting. Practically, the findings can inform local governments and policymakers to design more targeted interventions in rural areas by enhancing access to and utilization of locally sourced food.
PENDAPATAN USAHATANI NANAS MADU DI DESA JANGAN-JANGAN KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU Nurlaela, Nurlaela; Amirullah, Amirullah; Ahmad, Ahfandi
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 2 (2025): Vol 3 No 2 Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i2.128

Abstract

Honey pineapple plants have been widely cultivated by the people of Barru district and have become the economic foundation of the local community. This research aims to determine the income of honey pineapple farming in Jangan-Jangan Village, Pujananting District, Barru Regency. This research was conducted in Jangan-jangan Village, Pujanting Subdistrict, Barru Regency. The sample in this study were 15 people who cultivate honey pineapple. The data analysis technique used in this research is quantitative descriptive analysis. The results showed that the average income of honey pineapple farming amounted to Rp. 38,460,089/ha, with total costs of Rp. 46,478,911/ha.
UJI FITOKIMIA KANDUNGAN METABOLIK SEKUNDER DAN POTENSI BIOAKTIF EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuma petiolata) DAN KUNYIT KUNING (Curcuma longa) Rasdiana, Rasdiana; Hardianti, Hardianti; Subaedah, Subaedah; Ridwan, Saptariani Putri; Zaim, Hikmah Maulifiah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 2 (2025): Vol 3 No 2 Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i2.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolik sekunder ekstrak kunyit putih (Curcuma petiolata) dan kunyit (Curcuma longa) serta efektifitas dalam mematikan larva Anopheles sp. Metode yang digunakan adalah true eksperimen dengan rancangan eksperimen sederhana.Hasil penelitian diperoleh bahwa metabolit sekunder yang terkandung pada kunyit kuning (Curcuma longa diantaranya adalah flavanoid, terpenoid, dan fenolik, sedangkan Metabolit sekonder yang terkandung pada kunyit kuning yaitu alkaloid, saponin, dan senyawa Fenolik. Komponen bioaktif pada ekstrak kunyit putih (Curcuma petiolata) dan kunyit kuning (Curcuma longa) dapat membunuh larva nyamuk Anopheles sp. sehingga dapat dipertimbangkan berpotensi sebagai larvasida alami. Dimana larva uji pada ekstrak kunyit kuning (Curcuma longa) mengalam 100% kematian dalam waktu 1 jam pada kosentrasi 5% v/v dan kematian larva uji ekstrak kunyit putih (Curcuma petiolata) sebanyak 100% kematian dalam waktu 2 jam pada konsentrasi 80% v/v. Disimpulkan bahwa ekstrak Curcuma longa dan Curcuma petiolate memiliki pengaruh terhadap kematian larva Anopheles sp. dan dapat dijadikan sebagai pestisida alami dalam membunuh larva Anopheles sp
STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN PADI SAWAH DI DESA TALLE KECAMATAN SINJAI SELATAN Syamsiah, Syamsiah; Astaman, Putra; Nurdin, Fadilah; Aisyah, Megawati
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 3, No 2 (2025): Vol 3 No 2 Agustus 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/ajrm.v3i2.126

Abstract

Analysis of strategies related to the development of lowland rice farming in Talle Village, South Sinjai Subdistrict, Sinjai Regency. Supervised by Fadilah Nurdin. and Megawati. This study aims to formulate a development strategy for lowland rice farming in Talle Village, South Sinjai Subdistrict, Sinjai Regency. A quantitative descriptive approach was used, employing SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis, the Internal-External (IE) Matrix, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The analysis results revealed that the main internal strengths include the availability of quality seeds, sufficient labor, and farmers' extensive experience in rice cultivation. Meanwhile, the main internal weaknesses are limited capital and restricted land ownership. From the external environment, potential opportunities lie in the high market demand, strong support from farmer groups, and access to agricultural technology, whereas the main threats are climate change, pest attacks, and the conversion of agricultural land to non-agricultural use. The study concludes that the recommended development strategy is to leverage internal strengths and external opportunities by enhancing farmers' capacity, strengthening farmer institutions, using high-quality seeds, and adopting appropriate technology in both cultivation and post-harvest handling. This strategy is expected to sustainably improve the productivity and income of rice farmers in Talle Village.