cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
hamidi@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25486233     EISSN : 25486241     DOI : https://doi.org/10.29303/jpap
JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan) (p-ISSN: 2548-6233; e-ISSN: 2548-6241) is a peer-reviewed journal published since 2016 by the Postgraduate University of Mataram. The Journal of Educational Administration Practitioners is an integrated media for continuous communication with important new research results related to education administration, including areas of leadership, program evaluation, job satisfaction, learning, and education management, planning, human resources, organizational culture, facilities and infrastructure, finance, curriculum, community relationships, education administration development and technology in administration. JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan) publishes comprehensive research articles with reviews from leading experts in the field. The incoming papers are selected on the basis of high scientific studies, provide important new knowledge, and are of great interest to the community in the field of education administration.
Articles 167 Documents
Integrasi Nilai-Nilai Konservasi pada Tradisi Susuk Wangan dalam Sumber Pembelajaran IPS Shelly Nur Syiva Kusumaningtyas; Asep Ginanjar
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1603

Abstract

Tradisi lokal memiliki peran penting dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui praktik konservasi yang berbasis pada kearifan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konservasi yang terkandung dalam Tradisi Susuk Wangan di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, serta mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang meliputi tokoh masyarakat, perangkat desa, juru kunci, dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Susuk Wangan mengintegrasikan praktik konservasi flora melalui penanaman pohon beringin, konservasi fauna melalui pelepasan ikan dan burung lokal, serta konservasi ekosistem perairan melalui pembersihan sumber mata air. Praktik tersebut tidak hanya memiliki makna simbolis sebagai ungkapan syukur masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan memperkuat kesadaran ekologis masyarakat. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab yang relevan sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal karena mampu menghubungkan konsep hubungan manusia dengan lingkungan dalam konteks kehidupan nyata. Dengan demikian, Tradisi Susuk Wangan merupakan bentuk konservasi berbasis masyarakat yang mengintegrasikan nilai budaya, pelestarian lingkungan, dan pembelajaran kontekstual.
Strategi Penerapan Kedisplinan Siswa di SMP Negeri 33 Makassar Ikramawati Amiruddin; Faridah; Ahmad Restani Syukron Thayyib
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Strategi Penerapan Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 33 Makassar, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan penelitian meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru BK dan Guru Wali Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa starategi penerapan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 33 Makassar dilaksanakan melalui empat strategi utama, yaitu: 1). Penerapan Aturan dengan penyusunan aturan dalam buku kesepakatan sekolah yang memuat tata tertib dan tata krama siswa dan diimplementasikan setiap hari. 2). Pemberian Sanksi dengan menerapkan sistem poin baik poin positif maupun poin negatif, pemanggilan orangtua. 3).  Pembinaan Moral dengan melibatkan siswa dalam program sekolah baik secara khusus seperti program 5S, sholat dhuha berjamaah, dan literasi dan numerasi sebelum belajar maupun pembinaan moral pada umumnya seperti pelaksanaan upacara setiap hari senin, kegiatan ekstrakurikuler dan perayaan hari-hari besar. 4).  Pendekatan Psikologis dilakukan dengan pendekatan personal dan konseling individu atau kelompokdan home visit.  Keempat strategi ini diterapkan secara terencana dan melibatkan seluruh unsur sekolah. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini adalah dengan adanya kerjasama yang baik antarwarga sekolah, komunikasi dengan orangtua dan dukungan masyarakat sekitar, serta peran aktif tim 8K dan kegiatan pembinaan ekstrakurikuler. Adapun faktor penghambat meliputi: siswa yang sering mengulangi pelanggaran, kurangnya keterbukaan siswa kepada guru, kurangnya pemahaman orang tua.
Peran Ujian Berbasis Komputer (CBT) dalam Meningkatkan Efektivitas Manajemen Pendidikan di SMKN 1 Ananda Kurnia Rika; Murdayanto Tohri; Mohammad Mustari
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ujian berbasis komputer (Computer-Based Test/CBT) dalam meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan di SMKN 1 Praya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini menganalisis implementasi CBT dari aspek efisiensi pelaksanaan ujian, transparansi penilaian, serta peningkatan literasi digital guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT memberikan kontribusi signifikan dalam mempercepat proses administrasi ujian dan meningkatkan akurasi penilaian, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi digital para pemangku kepentingan pendidikan. Namun, terdapat beberapa kendala terkait infrastruktur teknologi yang perlu diperbaiki untuk mendukung pelaksanaan CBT secara optimal dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi pengembangan manajemen pendidikan berbasis teknologi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Pola Pengasuhan Anak Usia Dini pada Keluarga Menikah Dini di Desa Embung Raja Rinda Aulia; Muhammad Tahir; Fahruddin
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengasuhan anak usia dini pada keluarga menikah dini di Desa Embung Raja, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian empat pasangan orang tua yang menikah pada usia dini dan memiliki anak usia 2–5 tahun. Penentuan subjek dilakukan secara purposive sesuai dengan kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan yang diterapkan oleh keluarga menikah dini bervariasi. Berdasarkan hasil analisis kuesioner yang didukung oleh data wawancara, tiga pasangan cenderung menerapkan pola asuh otoritatif, sedangkan satu pasangan cenderung menerapkan kombinasi pola asuh permisif dan otoriter. Perbedaan pola pengasuhan terlihat pada cara orang tua memberikan kasih sayang, membangun komunikasi, menerapkan disiplin, membimbing perilaku anak, serta memenuhi kebutuhan perkembangan anak sesuai dengan usia dan karakteristiknya. Variasi pola pengasuhan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, pengalaman mengasuh, serta keterlibatan anggota keluarga dalam proses pengasuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan pada keluarga menikah dini tidak sepenuhnya ditentukan oleh usia saat menikah, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang membentuk karakteristik pengasuhan pada masing-masing keluarga.
Inovasi Kurikulum Berbasis Digital untuk Penguatan Pembelajaran Kolaboratif pada Sekolah Menengah Pius Pari Pureklolon; Lisa Gracia Kailola; Dameria Sinaga
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1774

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adanya inovasi kurikulum yang mampu menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Salah satu arah pengembangannya ialah penerapan kurikulum berbasis digital untuk mendukung pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil kajian terkait inovasi kurikulum berbasis digital dalam meningkatkan pembelajaran kolaboratif di tingkat Sekolah Menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan menelaah 25 artikel ilmiah terbitan 2015–2024 yang membahas implementasi kurikulum digital, integrasi teknologi pendidikan, dan kolaborasi dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis digital mendorong peningkatan partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama siswa. Platform seperti Google Classroom, GeoGebra, Desmos, dan Moodle efektif memfasilitasi interaksi kolaboratif dan proyek berbasis teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan literasi digital, penyediaan infrastruktur pembelajaran daring, dan pengembangan kurikulum yang menekankan kompetensi kolaboratif.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Kinerja Guru Berbasis Platform Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) di SDN 1 Gerung Utara Hendra Hidayat; Sudirman Sudirman; Dadi Setiadi
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi pengelolaan kinerja guru berbasis Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) di SDN 1 Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap Kepala Sekolah, lima orang guru dan satu orang guru yang merangkap operator sekolah, serta pengawas pembina, dilengkapi observasi lapangan dan studi dokumen. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan bercirikan pendekatan berbasis data (data-driven), yaitu memadukan hasil analisis Rapor Pendidikan dengan penilaian akhlak dan kompetensi guru, dikomunikasikan secara partisipatif melalui rapat kerja dan penelaahan bersama Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Dalam pengorganisasian dan pelaksanaan, Kepala Sekolah membangun pembagian peran yang jelas antara Kepala Sekolah sebagai verifikator, guru sebagai pelaksana, dan operator sekolah sebagai fasilitator teknis, didukung strategi tutor sebaya dan penguatan Komunitas Belajar (Kombel). Pada aspek pengawasan dan evaluasi, Kepala Sekolah menerapkan pemantauan berjenjang berbasis dasbor digital yang dipadukan dengan supervisi tatap muka dan umpan balik yang bersifat personal dan suportif. Pengelolaan kinerja berbasis platform ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan keterstrukturan pembelajaran dan pergeseran orientasi kelas menjadi lebih berpusat pada murid, meskipun masih ditemukan catatan kritis berupa keterbatasan konsistensi tindak lanjut pemantauan bulanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendokumentasian kebijakan secara formal serta pendelegasian sebagian fungsi pemantauan guna menjaga keberlanjutan praktik kepemimpinan digital yang telah terbangun.
Tantangan dan Peluang Implementasi Kebijakan Pendidikan: Studi Kasus di Berbagai Negara Uswatun Hasanah; Depi Nopia; Ahmad Junaidi; Ja’ranah; Basilius Redan Werang
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1799

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan peluang implementasi kebijakan pendidikan melalui studi kasus di berbagai negara dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode library research. Data penelitian berupa literatur yang terdiri atas artikel jurnal internasional dan nasional, buku ilmiah, dokumen kebijakan, serta laporan organisasi internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis), sintesis tematik (thematic synthesis), dan analisis komparatif (comparative analysis) untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan implementasi kebijakan pendidikan pada berbagai konteks. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan dipengaruhi oleh kapasitas kelembagaan, efektivitas tata kelola, kompetensi pelaksana kebijakan, keterlibatan pemangku kepentingan, serta kemampuan sistem pendidikan dalam mengadaptasi perubahan global sesuai dengan kebutuhan lokal. Selain itu, praktik baik di berbagai negara menunjukkan bahwa reformasi pendidikan yang efektif dibangun melalui kepemimpinan yang adaptif, kolaborasi multipihak, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, dan sistem monitoring serta evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan pendidikan perlu diarahkan pada pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis bukti agar setiap kebijakan tidak hanya efektif pada tahap perumusan, tetapi juga mampu menghasilkan peningkatan mutu, pemerataan, dan keberlanjutan sistem pendidikan.