cover
Contact Name
Frizqa Ervina
Contact Email
jurnal.maras@gmail.com
Phone
+6281918012232
Journal Mail Official
jurnal.maras@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnal.maras@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 2987811x     EISSN : 2987811x     DOI : https://doi.org/10.60126/maras
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published four issue a year, every month with online version of E-ISSN: 2987-811X. MARAS provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. MARAS welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
Nilai-nilai Puasa dan Implikasinya terhadap Pendidikan Karakter Angel, Amelia; Mutiara, Anisa; Wismanto, Wismanto; Polem, Ahmad Arya Aziz; Yunus, Muhammad; Nugraha, Beni Satria
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.267

Abstract

Puasa merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan dan mensucikan harkat batin serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Prinsip puasa dapat berdampak pada pendidikan karakter karena puasa memungkinkan seseorang mengembangkan berbagai macam karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai puasa yang berimplikasi pada pendidikan karakter. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Karena semua sumber data diperoleh melalui buku, majalah dan artikel yang berkaitan dengan tema tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Puasa membentuk dan melatih kesabaran. Puasa membentuk dan melatih kedisiplinan. Puasa melatih kejujuran. Puasa melatih diri untuk menghindari perbuatan tercela, dan puasa melatih kepedulian terhadap fakir miskin.
Analisis tentang Konsep Peserta Didik dalam Pendidikan Islam Rahmawati, Lili; Lestari, Indah; Wismanto, Wismanto; Mardianto, Khafid; Yuliandari, Sari
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.268

Abstract

Peserta didik adalah makhluk Allah yang berhak mendapatkan pendidikan, bimbingan, pengasuhan, perawatan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tahapan perkembangannya sebagai manusia. Pemahaman tentang konsep peserta didik akan memberikan pencerahan kepada pendidik agar mampu mengoptimalkan semua potensi peserta didik untuk dikembangkan dan diberikan pengetahuan, sikap, keterampilan dan akhlak yang mulia sebagai bekal dalam kehidupannya. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yaitu uuntuk membentuk akhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan konsepsi Islam tentang peserta didik. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif. Sumber data diperoleh dari sumber-sumber tertulis, sumber kepustakaan, baik dari buku, artikel jurnal, laporan ilmiah, dan sumber lain yang relevan. Pengumpulan data dengan melakukan kajian pustaka pada beberapa sumber yang membahas tentang konsep peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis secara komprehensif dengan mengkombinasikan dengan sumber lain, kemudian disajikan dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dalam konsepsi Pendidikan Islam memiliki posisi yang sangat penting, baik dari segi tugas dan tanggung jawab peserta didik, paradigma peserta didik dalam Pendidikan Islam, sifat-sifat ideal peserta didik.
Analisis Pembinaan Karakter Siswa melalui Pembiasaan Sholat Dhuha di SDN 159 Payung Sekaki Polem, Ahmad Arya Aziz; Yunus, Muhammad; Nugraha, Beni Satria; Wismanto, Wismanto; Angel, Amelia; Mutiara, Anisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.269

Abstract

Shalat Dhuha sebagai pembentukan karakter peserta didik yang dilakukan sesuai jadwal, dan tepat waktu, dilakukan secara terus menerus secara konsisten. Waktu pelaksanaannya yang terprogram dan terjadwal inilah yang akan membentuk karakter disiplin peserta didik. Pendidikan karakter di dalam Islam, khususnya melalui shalat Dhuha, dianggap sebagai benteng penting dalam pembenahan moral. Pendidikan karakter bertujuan membimbing peserta didik menjadi individu yang memiliki karakter, tanpa kepuasan hati, pikiran, jasmani, dan rasa. Metode yang digunakan ialah jenis kualitatif, dalam penelitian memungkinkan pemahaman mendalam terhadap dampaknya terhadap degradasi moral, pola pikir, dan perilaku siswa. Bagaimana hasil penelitian ini dapat membantu pengembangan lebih lanjut dalam konteks pendidikan karakter. Prosedur pengumpulan data yang melibatkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi memberikan landasan kuat untuk penelitian. Hasil penelitian yang menunjukkan pengembangan karakter melalui shalat  Dhuha di SDN 159 Payung Sekaki oleh siswa dan guru memberikan gambaran positif lanjut. Nilai karakter yang dikembangkan, seperti religius, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab, tercermin dalam perilaku peserta didik. Tindakan positif seperti melaksanakan shalat  Dhuha secara terus menerus, menjunjung tinggi tata tertib perilaku, berbicara jujur dalam gerakan dan bacaan shalat, serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter. Bagaimana pihak sekolah mendukung dan memperkuat pengembangan nilai-nilai karakter ini di lingkungan belajar sehari-hari.
Implementasi Metode Pendidikan Akhlak Anak dalam Lingkungan Keluarga untuk Menciptakan Karakter dan Membentuk Generasi yang Berkualitas Mardianto, Khafid; Yuliandari, Sari; Rahmawati, Lili; Lestari, Indah; Wismanto, Wismanto
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.270

Abstract

Tata krama sopan dan santun, berbicara kasar hingga menjerumus ke kebiasaan minum-minuman keras, merokok, berjudi dan lain sebagainya. Hal ini bisa terjadi karena adanya lingkungan yang kurang ramah pada anak usia dini, orangtua yang sibuk, internet yang mudah diakses dan kurangnya pengawasan orangtua. Oleh sebab itu pendidikan akhlak anak sangat penting bagi anak usia dini, karena merupakan masa paling efektif untung menanamkan nilai-nilai mulia dan arahan-arahan yang baik kedalam jiwa dan perilaku anak. Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penanaman nilai-nilai agama pada anak dalam keluarga. Metode penelitian ini yaitu kualitatif. Hasil penelitian yang di dapat yaitu nilai-nilai agama yang ditanamkan pada anak usia dini dalam keluarga, proses pembentukan karakter pada anak. Peran Orangtua dalam proses penanaman nilai-nilai agama pada anak usia dini dalam keluarga. Faktor pendukung dan faktor penghambat terhadap proses penanaman nilai-nilai agama pada anak usia dini dalam keluarga.
Analisis Nilai-nilai Dasar KeIslaman sebagai Agama Rahmatan Lilalamin Aziz, Fadia Anggelina; Febriyani, Fifa; Wismanto, Wismanto; Asshiddiqei, Muhammad Rifki; Hukmi, Putri Khairatul
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.271

Abstract

Islam rahmatan lil'alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam. Implementasi rahmat bagi semesta alam sudah meluas hampir ke berbagai belahan dunia. Secara etimologis, Islam berarti damai, sedangkan rahmatan lil’alamin berarti kasih sayang bagi semesta alam. Islam rahmatan lil'alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah menjelaskan dasar keIslaman sebagai agama rahmatan lil‘alamin. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Karena semua sumber data diperoleh dari buku, artikel yang berkaitaan dengan tema tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar keIslaman dapat mewujudkan kedamaian, penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup, dan kehidupan yang lebih baik.
Analisis Tentang Konteks Ibadah Menurut Al-Qur’an Asshiddiqei, Muhammad Rifki; Hukmi, Putri Khairatul; Aziz, Fadia Anggelina; Febriyani, Fifa; Wismanto, Wismanto
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.272

Abstract

Menyembah Tuhan dalam arti luas atau secara tidak langsung. Salah satunya adalah dengan menyembah Allah Subhanahu Wa Taala tanpa mensekutukannya dan itu yang kita kenal dengan istilah hablun minallah secara langsung. Dalam arti luas, ibadah juga harus dipahami sebagai segala sesuatu yang menyenangkan dan disukai Tuhan dalam bentuk perbuatan dan ucapan, termasuk ibadah. Namun, sebagian orang memaknai doktrin ibadah hanya pada aspek ritual seperti doa, puasa, dan haji. Tujuan penelitia ini adalah untuk mengungkapkan bentuk ibadah menurut al-Qur’an. Ibadah juga merupakan cara untuk mengikuti perintah-Nya, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Berbagai cara ibadah yang diajarkan dalam Al-Qur'an, seperti shalat, puasa, dan zakat, haji, berdzikir, membaca Al-Qur'an, dan membantu orang lain. Dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, Allah telah menetapkan aturan dan petunjuk untuk setiap ibadah ini. Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif berbasis library research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibadah adalah menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Taala, mulai dari mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Taala semata, mengibadahinya sesuai dengan tuntunan yang diturunkan melalui Al-Qur’an kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam tanpa mensyarikatannya sedikitpun.
Perempuan dan Anak Korban Perdagangan Orang Dalam Perspektif HAM Yuliani, Adis Nevi; Pratama, Widhy Andrian
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.273

Abstract

Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk menganalisis secara normatif tentang perempuan dan anak korban perdagangan orang. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum normatif yang pada hakikatnya dapat diartikan sebagai suatu metode penelitian yang meneliti secara doktrinal dengan literatur dan buku-buku dari segi perspektif normatif hukum, yang berguna memberikan pengetahuan tambahan tentang informasi, dan gambaran umum mengenai apa yang diteliti dalam penelitian ini. Baik dari segi pengertian umum terkait perdagangan orang, ataupun aturan-aturan hukum yang mengaturnya menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dari penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa kejahatan ini adalah jenis kejahatan yang dilakukan oleh para sindikat yang sudah terorganisir yang meliputi nasional sampai dengan internasional. Jenis kejahatan ini merupakan suatu pelanggaran hak asasi manusia, yakni hak yang melekat dalam diri setiap manusia berupa secara kodratik, meliputi hak untuk hidup, hak berkeluarga, hak mengembangkan diri, hak keadilan, hak kemerdekaan, hak berkomunikasi, hak keamanan, dan kesejahteraan yang oleh karena itu tidak boleh diabaikan atau dirampas oleh siapapun. Maka dari itu untuk memberantas kejahatan trafficking itu perlu dilakukan pencegahan dalam perdagangan orang tersebut agar tindakan perdagangan orang seperti penjualan anak, prostitusi anak, penyelundupan manusia, migran dan diskriminasi serta perdagangan wanita dan pelacuran.
Peranan Tingkat Penghasilan Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Pendidik di SDIT At-Taqwa Zulfa, Muadzah Haniyah; Choni Diva Rachmasari Fauziya; Trihantoyo, Syunu
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.275

Abstract

Penelitian ini, mengeksplorasi peran tingkat penghasilan dalam meningkatkan kualitas kinerja pendidik di SDIT At-Taqwa Surabaya. Kami melakukan penelitian tersebut untuk menyoroti pentingnya faktor-faktor lain, selain tingkat penghasilan dalam mempengaruhi kualitas kinerja pendidik. Melalui penelitian yang diteliti, kami menemukan bahwa tingkat penghasilan pada terhadap guru SDIT At-Taqwa Surabaya tidak memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas kinerja pendidik. Sebaliknya, faktor-faktor lain seperti motivasi intrinsik, kompetensi profesional, dan dukungan sistem pendidikan ternyata memiliki peran yang lebih penting dalam meningkatkan kualitas kinerja mereka. Hal ini dapat menjadi upaya untuk mengubah paradigma atau kebijakan dalam peningkatan kualitas pendidikan dengan fokus pada faktor-faktor seperti motivasi, kompetensi, dan dukungan dari sistem pendidikan. Hasil temuan penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan standar pendidikan dan mendukung perkembangan pendidik di Indonesia untuk masa yang akan datang. Dan diharapkan kualitas pendidik semakin meningkat tanpa dipengaruhi penghasilan.
Sejarah Lembaga Pendidikan pada Masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaurrasyidin Larasati, Retno Anisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.277

Abstract

Pada masa awal perkembangan Islam, mulai dari kehidupan Rasulullah SAW hingga periode kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, lembaga pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk dan menyebarkan ajaran Islam. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pendidikan Islam pada masa Rasulullah dilaksanakan dalam dua periode, yaitu periode Mekah dan Madinah. Pendidikan periode Mekah dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahapan sembunyi-sembunyi, tahapan secara terang-terangan dan tahapan seruan umum. Sedangkan pendidikan periode Madinah merupakan kelanjutan pendidikan di Mekah, yaitu pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik, pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan serta pendidikan anak. Setelah meninggalnya Rasulullah SAW, pendidikan Islam dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin. Pendidikan Islam pada masa ini dibagi menjadi empat periode, yaitu periode Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, periode Khalifah Umar bin Khatab, periode Khalifah Usman bin Affan dan periode Ali bin Abu Thalib. Pendidikan Islam pada masa Rasulullah dilaksanakan dalam dua periode, yaitu periode Mekah dan Madinah. Setelah meninggalnya Rasulullah SAW, pendidikan Islam dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin.
Farm Education dengan Pendekatan Steam Melalui Ternak Cacing Merah untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa SLBN Karangrejo Darmadi; Sanusi, Sanusi; Budiono, Budiono; Nartini, Nartini
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.278

Abstract

Siswa SLBN Karangrejo membutuhkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan farm education dengan pendekatan STEAM melalui berternak cacing. Selain itu, peneltian ini juga bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemandirian siswa SLBN Karangrejo setelah melaksanakan farm education dengan pendekatan STEAM.  Metode penelitian kualitatif digunakan untuk penelitian ini.  Subjek penelitian adalah 1 guru dan 4 siswa SLBN Karangrejo Madiun. Metode wawancara dan observasi digunakan untuk pengumpulan data. Analisis data menggunakan teknik interaktif sehingga diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa farm education dilaksanakan dalam 2 siklus dengan pendekatan penelitian tindakan kelas, berbasis proyek, dengan tahapan STEAM. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemandirian siswa SLBN Karangrejo setelah melaksanakan farm education.