cover
Contact Name
Arif Mahya Fanny
Contact Email
arifpgsd@unipasby.ac.id
Phone
+6289636755323
Journal Mail Official
kanigara@unipasby.ac.id
Editorial Address
Jl. Dukuh Menanggal XII, Surabaya, 60234, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kanigara
ISSN : -     EISSN : 27755401     DOI : https://doi.org/10.36456/kanigara.v4i1
Kanigara merupakan jurnal yang memuat hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dari berbagai bidang ilmu. Kanigara diterbitkan oleh Fakultas Pedagogi & Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Kanigara terbit pada bulan Januari dan Juli
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 187 Documents
PELATIHAN PENGEMBANGAN DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS QR CODE BAGI GURU DALAM UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS BELAJAR Ety Youhanita; Evi Aulia Rachma; Ratna Nurdiana; Ninies Eryadini
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/9nfvxh68

Abstract

Pendidikan Abad ke-21 menuntut adanya integrasi teknologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang interaktif dan meningkatkan literasi digital peserta didik. Namun, banyak guru SD di Lamongan masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti Quick Response(QR) Code. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengintegrasikan media pembelajaran berbasis QR Code sebagai upaya peningkatan efektivitas belajar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan mulai 17–19 September 2025 di Aula Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan.       Metode yang      digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan empat tahapan utama: Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Observasi (Observation), dan Refleksi (Reflection). Tahap perencanaan mengidentifikasi bahwa guru memerlukan pelatihan praktis untuk mengatasi keterbatasan keterampilan teknis dan adopsi media digital. Tahap tindakan berupa pelaksanaan pelatihan praktik pembuatan dan pengintegrasian QR Code ke dalam bahan ajar. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan peserta dan keterampilan teknis, di mana seluruh peserta berhasil menghasilkan rancangan bahan ajar berbasis QR Code. Tahap refleksi mengindikasikan bahwa guru merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk menggunakan media QR Code karena dinilai praktis dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas belajar. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis PAR efektif dalam memperkuat kapasitas literasi digital guru.
PKM PELATIHAN PENANGANAN PADA TSR UNTUK    GURU-GURU DI SDN TAMBAKREJO 01 SEMARANG Ikha Listyarini; Listyarini, Ikha; Henry Januar Saputra; Listyarini, Moh Aniq Khairul Basyar
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/hr4gb410

Abstract

Anak-anak usia sekolah dasar belum mampu sepenuhnya memahami bahaya dan cara menjaga diri sendiri, sehingga memerlukan perhatian yang lebih mendalam oleh pihak sekolah, adanya penanganan terhadap kondisi-kondisi darurat dan SOP penanganan situasi tersebut. Pelatihan bagi TSR di sekolah dasar bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan penting untuk memastikan bahwa sekolah menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendapatkan keterampilan agar TSR bisa menjadi garda depan dalam memberikan pertolongan pertama atau membantu evakuasi secara cepat dan aman. Fokus program pengabdian pada guru-guru di lingkungan SDN Tambakrejo 01 Kota Semarang. Target luaran kegiatan ini berupa kegiatan pelatihan penanganan pada tenaga sukarela dalam memberikan pertolongan pertaman di sekolah dasar. Tugas tenaga sukarela di sekolah dalam penanganan pertama adalah memberikan bantuan awal yang cepat, tepat, dan aman ketika terjadi luka atau cedera ringan pada siswa. Tugas yang diberikan yaitu bertanggung jawab membersihkan luka dengan cara yang higienis, menghentikan perdarahan ringan, serta memasang plester atau perban sesuai kebutuhan. Selain itu, tenaga sukarela juga harus mampu menilai tingkat keparahan luka untuk menentukan apakah siswa perlu dirujuk kepada guru, petugas UKS, atau fasilitas kesehatan.
Pengembangan Modul Ajar Akomodatif Berbasis Deep Learning Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi Hidayati, Nurul; Amelia Rizky Idhartono; Novriyana Santri Yasin; Diana Wafiqah Kamilah
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/2fygkj94

Abstract

The development of digital technology opens up new opportunities for developing more adaptive and personalized teaching modules. One rapidly developing technology is artificial intelligence (AI), particularly deep learning. In the educational context, this technology can be utilized to more accurately understand students' learning characteristics. Technological advancements have made learning easier for everyone, including people with disabilities. The Surabaya City Education Office is the partner for this Community Service (PkM) activity, involving 59 inclusive junior high school teachers. This activity was held on October 14-15, 2025. The lecturers also involved two students from the Special Education Study Program at PGRI Adi Buana University, Surabaya.
WORKSHOP PENGEMBANGAN MODUL AJAR DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR Feny Rita Fiantika; Danang Prastyo; Dian Kusmaharti
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/gp7xka26

Abstract

This activity is a Community Service activity carried out by the Community Service Team of Elementary School Teacher Education lecturers, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. The purpose of this service activity is to improve teacher competence in developing Deep Learning teaching modules. Participants in this activity are teachers who are members of MGMP throughout Ketidur Mojokerto sub-district and this activity was carried out at SDN Ketidur Mojokerto on November 24, 2025 using presentation, modeling, and simulation methods accompanied by assignments. The results of the workshop showed that participants were able to understand and design Deep Learning teaching modules well, participants were motivated in participating in the Deep Learning teaching module workshop, and there were changes in knowledge/competence in developing Deep Learning teaching modules.  
TRANSFORMASI PRAKTIK ASESMEN PEMBELAJARAN MELALUI DEEP LEARNING BAGI GURU PROFESIONAL Yustitia, Via; Achmad Fanani; Ira Eko Retnosari; Irwanda; Galuh Kartika Dewi
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/hh474d08

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk mentransformasi praktik asesmen pembelajaran melalui pendekatan deep learning bagi guru profesional sekolah dasar. Latar belakang kegiatan ini adalah masih dominannya praktik asesmen yang berorientasi pada hasil akhir dan hafalan, sehingga belum mampu mengukur pemahaman konseptual, penalaran, dan refleksi belajar siswa secara mendalam. Kegiatan PPM dilaksanakan dengan melibatkan 30 guru sekolah dasar di SDN Ketidur Mojokerto menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan konsep asesmen deep learning, pendampingan pengembangan instrumen asesmen, implementasi terbatas di kelas, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai prinsip asesmen deep learning serta terjadinya perubahan praktik asesmen menuju penilaian yang lebih bermakna dan berorientasi pada proses berpikir siswa. Produk asesmen yang dihasilkan meliputi soal kontekstual terbuka, rubrik penilaian kinerja, dan asesmen reflektif yang selaras dengan tujuan pembelajaran. Transformasi praktik asesmen ini berkontribusi dalam mendukung pembelajaran bermakna serta memperkuat profesionalisme guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan asesmen yang berorientasi pada pembelajaran mendalam.
Workshop dan Pendampingan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning bagi Guru Sekolah Dasar Rosmiati; Wahyu Susiloningsih; Amelia Widya Hanindita; Bahauddin Azmy; Ismatus Sovia Nadila; Dionisius Ronaldino Fernanandes Dugis; Ronaldino, Ihda Safira
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/dxavm205

Abstract

The transformation of 21st-century learning and the implementation of the Merdeka Curriculum require elementary school teachers to design learning experiences that are oriented toward deep, reflective, and meaningful understanding. However, many teachers still face limitations in developing instructional materials that systematically and contextually integrate Deep Learning principles. This community service program aimed to enhance elementary school teachers’ competencies in developing Deep Learning–based instructional materials through workshops and sustained mentoring. The program was conducted from November to December 2025 and involved 13 elementary school teachers from several public schools inKutorejo District, Mojokerto Regency.   reinforcement workshops, mentoring in instructional material development through small- group guidance and individual consultations, as well as formative feedback and iterative revisions. The results indicated improvements in teachers’ understanding and skills in developing Deep Learning–based instructional materials that incorporate clear learning objectives, meaningful learning activities, reflective prompts, and authentic assessments. In addition to producing feasible and classroom-ready instructional materials, the mentoring activities also contributed to increased teachers’ confidence, independence, and pedagogical awareness in designing learning experiences focused on students’ deep understanding. Therefore, this program demonstrates that a workshop model combined with sustained mentoring is effective in strengthening elementary school teachers’ capacity as innovative and sustainable designers of Deep Learning–based instruction.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENGEMBANGAN MEDIA PENDUKUNG PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DI GUGUS PENGAWASAN SEKOLAH KECAMATAN KUTOREJO Rusminati, Susi Hermin; Susi Hermin Rusminati; Arif Mahya Fanny; Erlin Ladyawati; Apri Irianto
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/6waz0w11

Abstract

This community service activity aimed to improve teachers’ competence through the development of supporting media for deep learning instruction in the School Supervision Cluster of Kutorejo District. The main problems faced by the partners were teachers’ limited understanding of deep learning concepts and their low ability to utilize technology-based learning media. The methods applied included needs analysis, learning media design, training, mentoring, and evaluation. The activity involved 35 teachers and was conducted through workshops and practice-based mentoring. The results showed a significant improvement in teachers’ competencies across all measured aspects, including understanding of deep learning concepts, ability to use digital learning media, confidence in integrating technology, and readiness to apply the media in classroom learning. After the activity, 85.7% of teachers were categorized as having high and very high competence levels. These findings indicate that the development of supporting learning media accompanied by training and mentoring is effective in enhancing teachers’ competence. This program can serve as a model for similar community service activities in other school clusters or regions.