cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): November" : 10 Documents clear
Efek Pemberian Preemptive Analgesia Ibuprofen terhadap Skala Nyeri pada Pasien Pasca Bedah Mastektomi Utari Zainal Abidin; Fendy Dwimartyono; Eny Arlini Wello; Faisal Sommeng; Reeny Purnamasari; Hendrian Chaniago; Fadil Mula Putra
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.81

Abstract

Nyeri akut pasca bedah merupakan masalah pada pasien kanker payudara yang menjalani operasi. Nyeri ini berkaitan dengan kerusakan jaringan akibat pembedahan yang memicu aktivasi reseptor nosiseptif. Tindakan bedah mastektomi merupakan modalitas terapi utama dalam menatalaksana kanker payudara. Nyeri akut pasca bedah pada mastektomi termasuk kategori sedang-berat dan membutuhkan terapi analgesia yang adekuat. Namun, hingga saat ini pilihan terapi analgesik yang sudah tersedia masih belum sepenuhnya efektif dalam menatalaksana nyeri pasca operasi mastektomi.
Peran Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Mencit (Mus musculus) Firda Luthfiani Safna; Visi Kartika; Nurfadhillah Khalid; Moch. Erwin Rachman; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.82

Abstract

Prevalensi penyakit degeneratif semakin meningkat seiring dengan berubahnya pola hidup. Salah satunya adalah diabetes mellitus (DM). DM adalah gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah puasa dan postprandial. Sebagian besar tumbuh-tumbuhan telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat-obatan tradisional, salah satunya Muntingia calabura L atau lebih dikenal sebagai kersen. Berdasarkan penelitian sebelumnya, daun M. calabura. diketahui memiliki banyak kandungan senyawa. Diantara senyawa tersebut, flavonoid memiliki manfaat sebagai antidiabetik dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap perubahan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Jenis penelitian ini menggunakan Literature Review dengan desain Narrative Review. Pemberian ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) terbukti berperan dalam perubahan kadar glukosa darah tetapi belum se-efektif pemberian obat antihiperglikemi oral. Dengan dosis 14 mg/kgBB memberikan efek yang optimal terhadap penurunan kadar glukosa darah yang hampir setara dengan pemberian obat anti hiperglikemi pada mencit (Mus musculus) yang diabetes. Ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus).
Bakteri Penyebab Infeksi Nosokomial di Ruang Rawat Inap Azimar Khatimah Zusandy; Faisal Sommeng; Inna Mutmainnah Musa; Aryanti; Suliati P Amir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.83

Abstract

Rumah sakit merupakan unit pelayanan medis yang sangat kompleks. Rumah sakit selain untuk mencari kesembuhan jua merupakan sumber dari berbagai penyakit. Infeksi nasokomial adalah infeksi yang didapat oleh penderita rawat inap di rumah sakit dalam waktu 3 kali 24 jam, dan penyebab utamanya adalah bakteri. Pada penelitian ini menggunakan Literature Review dengan desain Narrative Review. Jenis data ini berupa data sekunder yaitu jurnal yang terdapat di Clinical Key dan Google Schoolar yang berhubungan dengan bakteri penyebab infeksi nosokomial di ruang rawat inap yang di publikasi 2015-2020. Pada hasil penelitian didapatkan beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial pada Ruang Rawat Inap dan jenis bakteri terbanyak ialah Staphylococcus aureus yang biasanya banyak ditemukan di seprei dan benda yang hampir selalu kontak dengan pasien. Bakteri terbanyak di Ruang Rawat Inap adalah Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial.
Perbandingan Tingkat Pengetahuan Mengenai Pemakaian Lensa Kontak pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2016 dan Angkatan 2018 Muhammad Al Qidham Alqifari M; Marliyanti Nur Rahmah Akib; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Shofiyah Latief; Nevi Sulvita Karsa; Sitti Rukiyah Syawal; Azizah Anoez
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.84

Abstract

Latar Belakang: Terdapat kira-kira lebih dari 125 juta pemakai lensa kontak di seluruh dunia. Dari data pemakaian lensa kontak menunjukkan semakin meningkat dari tahun ke tahun pemakai lensa kontak dan memiliki resiko yang tinggi untuk terjadi hal-hal negatif setelah penggunaannya. Padahal pentingnya pemahaman mengenai cara penggunaan lensa kontak serta memahami indikasi dan kontraindikasi dari lensa kontak untuk menghindari komplikasi yang ditimbulkan akibat penggunaannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengetahuan mengenai pemakaian lensa kontak pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim Indonesia angkatan 2016 dan angkatan 2018. Metode: Penelitian cross sectional analitik pada 136 orang mahasiswa angkatan 2016 dan 2018 yang bersedia mengisi kuisioner. Hasil: Pada angkatan 2016 rata-rata yang didapatkan adalah 16,74 sedangkan angkatan 2018 adalah 16,24 dan nilai p=0,479. Tingkat pengetahuan berdasarkan penilaian indikasi pemakaian lensa kontak nilai p pada angkatan 2016 p=0,278 dan 2018 p=0,670 sedangkan berdasarkan kontraindikasi nilai p pada angkatan 2016 0,424 dan 2018 0,907. Berdasarkan cara pemakaian angkatan 2016 nilai p=0,153 dan 2018 p=0,855. Berdasarkan komplikasi nilai p=0,536 dan 2018 p=0,92 Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan mengenai pemakaian lensa kontak antara angkatan 2016 dan 2018.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Resiko Ketuban Pecah Dini RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Muhammad Fadli; Mona Nulanda; Sri Wahyu; Dahliah; Arni Isnaini Arfah; Andi Farid Abdullah; Nur Fatimah Sirajuddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.85

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kejadian dan angka kematiannya yang cukup tinggi, kejadian ketuban pecah dini mendekati 10% dari semua persalinan. Pada umur kehamilan kurang dari 34 minggu sekitar 4 %. Sedangkan menurut Wahyuni (2009) kejadian KPD di Indonesia sebanyak 35,70% - 55,30% dari 17.665 kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang ketuban pecah dini di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian survey deskriptif dengan teknik Accidental sampling dan seluruh sampel yang masuk kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar dengan sampel 34. Data penelitian ini diperoleh melalui data primer dari hasil kuisioner. Distribusi usia ibu terbanyak di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar adalah usia 20-29 tahun, tingkat pengetahuan sedang, Tingkat sikap sedang, dan resiko tinggi terhadap faktor resiko ketuban pecah dini. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap faktor resiko ketuban pecah dini. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu terhadap faktor resiko ketuban pecah dini.
Pengaruh Intensitas Pelaksanaan Salat Sunah Rawatib Terhadap Kesehatan Sendi Muhammad Syukur; Zulfitriani Murfat; Nur Fadhillah Khalid; Moch. Erwin Rachman; Rachmat Faisal Syamsu; Helmiyadi Kuswardhana; Nur Nasri Arsyad; Muhammad Imran
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.150

Abstract

Kerentanan pada lanjut usia juga menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan masalah penurunan elastisitas sendi atau dalam banyak kasus yaitu peradangan pada sendi. Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan didapatkan jumlah lanjut usia sebanyak 706.401 jiwa pada tahun 2015 dari seluruh populasi lanjut usia. Berdasarkan kelompok umur 66 tahun keatas, laki-laki 303.601 jiwa, dan perempuan 402.792 jiwa. Salat yang dilakukan terdiri dari salat fardu yang wajib dikerjakan dan salat–salat sunah yang telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw, salah satunya adalahsalatsunah rawatib. Salat merupakan aktivitas sehari-hari yang dilaksanakan oleh umat islam dengan beberapa gerakan yang dilakukan seperti berdiri, rukuk, sujud dan duduk (tasyahud). Gerakan - gerakan mampu memprediksi komponen koordinasi, keseimbangan dan kekuatan otot pada usia lanjut. Penelitian ini bertujuan mengumpulkan dan menganalisa artikel yang berhubungan dengan pengaruh intensitas pelaksanaan salat sunah rawatib terhadap kesehatan sendi pasien dengandesain yang digunakan adalah literature review. Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Jenis data pada penelitian ini berupa data sukunder yaitu jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan internasional, proceeding book, Textbook, sitasi FK UMI, jurnal clinicalkey, studi kasus, tesis, dan profil kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Tingginya motivasi serta gerakan yang benar lanjut usia dalam melaksanakan salat baik wajib maupun sunah mempegaruhi perbaikan dalam hal keseimbangan, ambulasi dan mobilitas sendi.
Hubungan Penggunaan Gadget Terhadap Kejadian Miopia Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Angkatan 2016, 2017, 2018 Rifka Augina Islami; Ratih Natasha; Inna Mutmainnah Musa; Shulhana Mokhtar; Sri Julyani; Diah Tantri Darkutni; Hikmah Hiromi R
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.151

Abstract

Gadget merupakan salah satu teknologi yang sangat berperan pada era globalisasi ini. Sekarang gadget bukanlah benda yang asing lagi, hampir semua orang memilikinya. gadget memiliki dampak negatif bagi penggunanya, dengan pemakaian gadget dalam waktu yang lama dapat menimbulkan kelelahan mata. Gejala-gejala kelelahan mata antara lain rangsangan, mata berair dan kemerahan, melihat rangkap, kepala pusing, berkurangnya kemampuan akomodasi, menurunnya ketajaman penglihatan khususnya miopia. Miopia adalah adalah suatu kelainan refraksi pada mata di mana bayangan difokuskan di depan retina. Tujuan Penelitia ini untuk Untuk mengetahui Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Terhadap Angka Kejadian Miopia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2016, 2017, dan 2018. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional dan menggunakan tehnik purposive sampling. Data diperoleh dari pengisian kuesioner yang dibagikan. Hasil Penelitia diperoleh taraf signifikansi p= 0,315. Hasil tersebut menunjukkan bahwa p<0,05, menandakan Hoditerima berarti durasi penggunaan gadget tidak berpengaruh terhadap kejadian miopia.
Efekivitas Madu terhadap Kadar Malondialdehyde (MDA) Plasma sebagai Penanda Stress Oksidatif Pada Kondisi Hyperglikemi Rifka Yusraeni; Rasfayanah; Arni Isnaini Arfah; Prema Hapsari; Armanto Makmun; Rusman; Rachmat Latief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.152

Abstract

Madu merupakan pemanis yang aman dan terbukti menurunkan kadar glukosa darah serta memiliki kandungan flavonoid, Vitamin A, C, E sebagai sumber antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas. Malondialdehide (MDA) merupakan hasil peroksidasi lipid dan menjadi penanda dari radikal bebas. Dalam menilai stress oksidatif pada penderita diabetes mellitus, malondialdehyde (MDA) banyak digunakan sebagai biomarker untuk menilai stres oksidatif di bidang biomedis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas madu terhadap penurunan status oksidatif malondialdehyde plasma pada kondisi hyperglikemia.
Uji Efektivitas Daya Hambat Ekstrak Daun Binahong terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Wisudawan; Andi Sitti Fahirah Arsal; Achmad Imron; Aryanti Bamahry; Armanto Makmun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.153

Abstract

Jamur adalah eukariota heterotrofik yang ada dimana-mana, tahan terhadap lingkungan dan beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Yang paling patogen penting manusia adalah ragi dan jamur. Invasif jamur telah muncul sebagai morbiditas dan mortalitas pada pasien bedah rawat inap. Salah satu jenis jamur ialah Candida albicans dimana spesies Candida yang paling sering terlibat dalam infeksi manusia. Daun binahong (Anredera Cordifolia Tenore Steenis) mengandung banyak zat aktif, diantaranya adalah saponin, alkaloid, polifenol, dan flavonoid yang terbukti memiliki aktivitas antifungi. Mengetahui efektivitas ekstrak daun binahong (Anredera Cordifolia Tenore Steenis) terhadap pertumbuhan Candida Albicans. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian experimental post test dengan menggunakan metode disc diffusion. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penelitian FK-UMI dengan sampel Candida Albicans dan ekstrak daun binahong (Anredera Cordifolia Tenore Steenis) dengan konsentrasi 75% dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada ekstrak daun binahong (Anredera Cordifolia Tenore Steenis) konsentrasi 75%, tidak terbentuk zona hambat dengan interpretasi resisten. Pada konsentrasi 100%, tidak terbentuk zona hambat dengan interpretasi resisten. Pada Kontrol Positif yang digunakan Ketokonazol terbentuk zona hambat sebesar 25 mm dengan interpretasi sensitif. Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia Tenore Steenis) tidak efektif sebagai agen antifungi terhadap Candida Albicans
Hubungan Penggunaan Bedak Tabur Dengan Akne Vulgaris Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Novia D Kaprawi; Lisa Yuniarti; Andi Sitti Fahirah Arsal; Nurelly N Waspodo; Andi Dhedie Prasatia Sam; Muhammad Dali Amiruddin; Fanny Iskandar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v1i2.154

Abstract

Akne vulgaris umumnya disebabkan oleh perubahan hormon dan peningkatan produksi sebum yang berlebihan. Akan tetapi, penggunaan kosmetik yang tebal dan berganti-ganti dapat menjadi salah satu faktor resiko akne vulgaris. Remaja sedang berada pada masa pubertas yang sering kali ingin mencoba sesuatu hal yang baru atau yang sedang ramai digunakan. Saat ini salah satu produk yang sedang ramai digunakan oleh remaja putri adalah bedak tabur. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penggunaan bedak tabur dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2017, 2018, 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar. Metode penelitian ini adalah analisis observasional dengan metode cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi angkatan 2017, 2018, 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar yang bersedia menjadi responden, dan didapatkan sebanyak 96 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yakni kuesioner yang dibagikan melalui link google form. Hasil penelitian ini didapatkan yang menggunakan bedak tabur 79 orang dan 17 orang tidak menggunakan bedak tabur, kemudian yang mengalami akne vulgaris 64 orang dan 32 orang tidak mengalami akne vulgaris. Berdasarkan hasil analisis uji Chi-Square terhadap hubungan antara penggunaan bedak tabur dan kejadian akne vulgaris didapatkan nilai p-value 0,450. Kesimpulan penelitian ini, tidak terdapat hubungan bedak tabur dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi angkatan 2017, 2018, 2019 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10