cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Hubungan Anemia pada Ibu Hamil terhadap Kejadian BBLR di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Hartina Burhan; Dahliah; Nevi Sulvita Karsa; Nasruddin Andi Mappaware; Arni Isnaini Arfah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.15

Abstract

Pada tahun 2011, terdapat 32,4 juta ibu hamil usia 15-49 tahun di dunia mengalami anemia. Data (WHO 2011) menunjukkan bahwa sekitar (30%) ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia (27%), Singapura (28%), dan Vietnam (23%). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Sitti Khadijah 1 Makassar Tahun 2018. Penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional dimana suatu penelitian, variabel yang termasuk faktor risiko dan variabel yang termasuk efek di observasi sekaligus pada waktu yang sama. Berdasarkan data dari 70 ibu hamil yang mengalami anemia terdapat 66 ibu hamil tergolong anemia ringan (94,3%) dan 4 ibu hamil dengan kategori anemia sedang (5,7 %). Dari 23 ibu hamil yang melahirkan bayi BBLR dikategorikan menjadi anemia ringan sebanyak 22 (31,4 %) dan anemia sedang sebanyak 1 (1,42 %). Berdasarkan hasil uji statistik chi-square didapatkan p value > 0,05 (p = 0,601) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Tahun 2018
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Sikap Ibu tentang Pemberian MPASI pada Bayi Usia 6-12 Bulan Gita Ananda Pratiwi; Anna Sari Dewi; Andi Alamanda Irwan; Nirwana Laddo; Nesyana Nurmadilla; Muh Alfian Jafar; Djauhariah A. Madjid; Syarifuddin Rauf
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.16

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi baru lahir, bayi cukup bulan (matur) maupun bayi kurang bulan (premature). Pemberian ASI ini diberikan sampai bayi berusia 6 bulan. Setelah itu, bayi harus diperkenalkan dengan makanan padat yang disebut Makanan Pendamping ASI (MPASI). MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Hal ini dikarenakan ASI hanya mampu memenuhi duapertiga kebutuhan bayi pada usia 6-9 bulan, dan pada 9-12 bulan memenuhi setengah dari kebutuhan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh subjek ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Sampel diambil secara accidental sampling dengan jumlah 60 ibu. Analisis data menggunakan chi-square (a = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap sikap ibu tentang pemberian MPASI (nilai p= 0,016 < a=0,05). Dianjurkan agar pemerintah ataupun petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan lebih intens mengenai Makanan Pendamping ASI untuk lebih meningkatkan pengetahuan ibu dalam pentingnya pemberian MPASI yang baik dan benar.
Analisis Perubahan Roll Over Test Sebagai Prediktor Preeklampsia Wanita Hamil Dengan Pemberian Kurma Ajwa M. Asro Akjuma Pratama; Nasruddin Andi Mappaware; Armanto Makmun; Mona Nulanda; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Sitti Rukiyah Syawal; Azizah Anoez; Moch. Iwan Kurniawan; Sitti Suleha Umar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.17

Abstract

Hipertensi pada kehamilan didefinisikan sebagai tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Frekuensi kejadian preeklamsia sekitar 3-10% sehingga dapat dikatakan sebagai masalah kesehatan masyarakat. Terjadinya Preeklamsia dapat dideteksi secara dini dengan menggunakan tes Roll Over Test (ROT). Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan Roll Over Test (ROT) pada wanita hamil dengan pemberian kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.). Metode penelitian ini menggunakan metode quasy eksperiment dengan pre-post test control design. Penelitian ini dilakukan di RSIA St. Khadijah I Makassar dengan 30 sampel kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan hasil ROTpada kelompok ibu hamil sebelum dan setelah pemberian kurma ajwa sementara pada kelompok yang tidak diberikan kurma ajwa tidak terdapat perubahan hasil ROT. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil pengukuran ROT pada kelompok ibu hamil yang diberikan kurma ajwa dan yang tidak diberikan kurma ajwa. Sehingga disarankan pada ibu hamil rutin mengkonsumsi kurma Ajwa agar terhindar dari hipertensi kehamilan, dimulai saat trimester kedua kehamilan
Manajemen Terapi Cairan pada Sepsis Edward Pandu Wiriansya; Devi Grania Amalia; Andi Husni Tanra; Julia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.18

Abstract

Sepsis adalah sindrom penyakit yang disebabkan oleh infeksi dan merupakan penyakit yang berdampak tinggi pada morbiditas dan mortalitas. Pemberian cairan intravena merupakan terapi mendasar dalam perawatan kritis, namun pertanyaan kunci masih belum terjawab mengenai komposisi dan dosis cairan yang optimal. Ulasan ini mengevaluasi bukti terbaru mengenai efek resusitasi cairan pada patofisiologi, fungsi organ, dan hasil klinis untuk pasien sakit kritis.
Pengaruh Pemberian Kurma terhadap Glukosa Darah Setelah Berbuka Puasa pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Rajabul Haery; Nurfachanti Fattah; Rachmat Faisal Syamsu; Shulhana Mokhtar; Nesyana Nurmadilla; Ahmad Ardhani Pratama
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.19

Abstract

Perubahan kadar glukosa darah merupakan salah satu aspek yang diperhatikan saat sedang berpuasa. Salah satu alternatif makanan pembuka yang digunakan untuk meningkatkan kadar glukosa darah adalah buah kurma. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kurma terhadap kadar glukosa darah sebelum dan sesudah berbuka puasa pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang menggunakan metode analitik dengan uji komparatif. Pengolahan uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon karena data tidak terdistribusi dengan normal. Alat yang digunakan buku catatan penelitian, ballpoint, glucose blood automatic cek, strip Glucosa sedangkan untuk bahannya menggunakan buah kurma jenis ajwa. Hasil pengukuran kadar glukosa darah pada mahasiswa kedokteran 2017 Universitas Muslim Indonesia Makassar yang melakukan puasa selam 10 jam memiliki rata- rata kadar glukosa darah 86,02+7,211 mg/dl. Setelah berbuka puasa dengan 3 biji kurma kemudian setelah 15 menit dilakukan pengukuran glukosa darah kembali ke seluruh responden, dan didapatkan kenaikan kadar glukosa darah pada seluruh responden dengan rata-rata 121,24+6,314 mg/dl.Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai sig 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kadar glukosa darah saat pre-test dan saat post-test. Kemudian berdasarkan hasil uji wilcoxon diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05, sehingga disimpulkan terdapat peningkatan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah berbuka puasa dengan kurma
Hubungan Pemberian ASI Ekslusif dan Waktu Pemberian MP-ASI terhadap Kejadian Stunting Adela Ainiyyah Calista Rahmat; Dahliah; Armanto Makmun; Masita Fujiko M. Said; Asrini Safitri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.20

Abstract

Latar Belakang: pemberian ASI memiliki peran penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Selain pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI pada bayi berumur lebih dari 6 bulan perlu diperhatikan agar bayi tidak mengalami gangguan dalam tumbuh kembang atau stunting. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI ekslusif dan waktu pemberian MP-ASI terhadap kejadian stunting di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Sampel yang digunakan berjumlah 61 sampel yang diambil menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang nantinya diolah dan dianalisis dengan menggunakan software pengolah data SPSS (Statistical Program for Society Science). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif terhadap resiko kejadian stunting berdasarkan nilai p-value 0.000< 0.05. Hasil Perhitungan prevalence ratio (PR) menunjukan bahwa anak yang tidak diberikan ASI eksklusif beresiko 5.287 kali memiliki resiko terjadinya stunting pada anak (95%CI 2.236- 12.499). Selain itu, diketahui juga bahwa terdapat hubungan antara waktu pemberian MP- ASI terhadap resiko kejadian stunting berdasarkan nilai p-value 0.000< 0.05. Hasil Perhitungan prevalence ratio (PR) menunjukan bahwa waktu pemberian MP-ASI yang tidak sesuai/tidak tepat waktu beresiko 25.185 kali memiliki resiko kejadian stunting pada anak (95%CI 3.606-175.921). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan waktu pemberian MP-ASI terhadap kejadian stunting di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo
Hubungan Asupan Zat Gizi Makronutrien terhadap Status Gizi Pasien TB Paru Zulfitriani Murfat
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.21

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Faktor gizi merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan pasien tuberkulosis. Beberapa penelitian sebelumnya telah mendapatkan keterkaitan antara asupan zat gizi makronutrien dengan status gizi penderita tuberkulosis paru, sehingga diperlukan literature review yang merangkum hasil penelitian-penelitian tersebut secara sistematis. Metode: Penelitian ini merupakan literature review menggunakan penelitian berkualitas tinggi yang dipublikasikan di Pubmed, Elsevier, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2015-2021. Hasil: Terdapat 16 penelitian yang dilakukan di Indonesia dan seluruhnya didapatkan bahwa mayoritas pasien tuberkulosis memiliki status gizi yang kurang (IMT underweight atau kurang) dengan prevalensi 42,55-68,5%. Seluruh penelitian juga menunjukkan gambaran asupan makronutrien faktor independen terhadap status gizi pasien tuberculosis. Kesimpulan: Pasien dengan tuberculosis paru rata-rata memiliki status gizi yang kurang (underweight). Status gizi yang kurang diakibatkan karena pemenuhan makronutrien yang tidak seimbang dan mengganggu proses penyerapan zat gizi. Asupan makronutrien karbohidrat dan protein pada pasien tuberculosis paru lebih sedikit dibandingkan dengan asupan lemak. Asupan makronutrien yang paling berpengaruh terhadap status gizi pada pasien tuberculosis paru adalah karbohidrat dan protein
Hubungan antara Gula Darah Sewaktu dan Faal Paru pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar Shavira MD; Dwi Anggita; Nur Fadhillah Khalid; Edward Pandu Wiriansya; Yani Sodiqah; Hasan; Happy Laurentz
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 6 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i6.22

Abstract

Latar belakang: Hiperglikemi kronik dapat menimbulkan hambatan proses pertukaran O2 dan CO2 di paru akibat adanya penumpukan protein berupa kolagen di pembuluh darah. Sehingga kecepatan difusi alveoli pada paru pasien diabetes akan berkurang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara gula darah sewaktu dan faal paru pada pasien DM di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar April-Mei 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif kategori, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus sebanyak 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur berat badan, alat ukur tinggi badan, alat ukur gula darah Autocheck dan spirometer BTL 08 MT Plus. Hasil : Dari 32 subjek penelitian didapatkan sampel kadar gula darah sewaktu tinggi dengan derajat derajat restrictive severe sebesar 80% (8 dari 10 responden), dan derajat restrictive moderate sebesar 20% (2 dari 10 responden) sedangkan pasien diabetes melitus yang kadar gula darah sewaktunya rendah dengan derajat restrictive severe sebesar 32% (7 dari 22 responden), derajat restrictive moderate 36% (8 dari 22 responden), derajat restrictive mild sebesar 5% ( 1 dari 22 responden), serta dalam keadaan faal paru normal sebesar 27% ( 6 dari 22 responden). Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar gula darah sewaktu dengan kapasitas vital paru pada pasien diabetes mellitus (nilai p=0.067).
Perbandingan Akurasi Hasil Pemeriksaan USG Dan FNAB Terhadap Hasil Pemeriksaan Histopatologi Untuk Deteksi Tumor Payudara Rahmi Hidayanti Pelu; Abdul Aziz Beru; Zulfiyah Surdam; Dahliah AZ; Mona Nulanda
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 4 (2022): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i4.25

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular yang jumlahnya cukup tinggi adalah keganasan/kanker. Berdasarkan estimasi Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, kanker payudara adalah kanker dengan persentase kasus baru tertinggi (43,3%) dan persentase kematian tertinggi (12,9%) pada perempuan di dunia. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk deteksi tumor payudara adalah pemeriksaan Ultrasonography (USG) dan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Tujuan Penelitian ini untuk Menilai tingkat akurasi hasil pemeriksaan Ultrasonography (USG) dan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) terhadap hasil pemeriksaan Histopatologi untuk deteksi tumor payudara. Metode penelitian ini Literatur Review dengan metode Narative Review. Hasil pemerksaan didapatkan Pemeriksaan USG gray scale memiliki sensitivitas 75-94,4%, spesifisitas 18,8-81,8%, dan akurasi 46,9%. USG strain elastography memiliki sensitivitas 88-94,4% dan spesifisitas 81,8-98,5%. Pemeriksaan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) memiliki sensitivitas sebesar 93,4-97,5%, spesifisitas 99-100%, dan akurasi 92,2-99,02%. Kesimpulan dari penelitan ini Pemeriksaan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) memiliki akurasi yang lebih baik daripada pemeriksaan USG.
Perbandingan Efektivitas Gentamicin Cream 0,1% & Asam Fusidat Cream 2% Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Pioderma Amalia Azza Ghassani; Lisa Yuniati; Andi Sitti Fahirah Arsal; Hermiaty Nasruddin; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 2 No. 4 (2022): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v2i4.26

Abstract

Latar Belakang: Staphylococcus aureus adalah kuman yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit dengan tanda-tanda yang khas, yaitu peradangan, nekrosis dan pembentukan abses. Infeksinya dapat berupa furunkel. Pioderma ialah penyakit kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus atau oleh keduanya. Faktor predisposisi terjadinya Pioderma ialah higenitas yang kurang, menurunnya daya tahan dan adanya penyakit lain dikulit sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Gentamisin sulfat dengan kadar 2-10 mcg/mL menghambat banyak Staphylococcus, koliform dan bakteri gram negative lainnya in vitro. Asam fusidat bersifat bakteriostatik terhadap berbagai bakteri gram positif terutama bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan gentamisin cream dan asam fusidat cream terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada kasus pioderma. Metode: Jenis penelitian ini merupakan Literature Review dengan metode Narrative Review. Hasil penelitian ini didapatkan dari beberapa literature yang telah dikumpulkan, bahwa Asam fusidat cream 2% lebih efektif untuk Pioderma dibandingkan dengan Gentamicin cream 0,1%. Kesimpulan: Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari beberapa jurnal yang telah dibandingkan lalu didapatkan hasil bahwa terapi kombinasi sistemik + topikal adalah pengobatan terbaik untuk pengobatan Pioderma.

Page 2 of 33 | Total Record : 326