Millatuna: Jurnal Studi Islam
Millatuna: Jurnal Studi Islam adalah publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah semua aspek berkaitan dengan Islam dan dunia Islam. Perhatian khusus diberikan pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan Islam, Hukum Islam, Manajemen pendidikan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, dserta pertanyaan-pertanyaan etis yang berkaitan dengan penelitian ilmiah bernuansa studi Islam. Jurnal ini berupaya menempatkan Islam dan tradisi Islam sebagai fokus utama penyelidikan akademis dan mendorong pertimbangan komprehensif dari berbagai aspeknya; menyediakan forum kajian Islam dan masyarakat Muslim dalam konteks global; mendorong kajian interdisipliner dunia Islam yang bersifat lintasnasional dan komparatif; untuk mendorong penyebaran, pertukaran dan diskusi temuan penelitian; dan mendorong interaksi antar akademisi dari berbagai tradisi pembelajaran.
Articles
192 Documents
Metode Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kejujuran Belajar Siswa di SMPN 1 Sepulu Bangkalan Jawa Timur
Musthofa, Muhammad Farid;
Said, Ali
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8913
Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha manusia dalam melestarikan hidupnya. Dalam mencapai tujuan tersebut maka pendidikan harus diarahkan kepada keseluruhan aspek pribadi dan meliputi aspek jasmani, mental mental kerohanian maupun aspek moral. Jadi pada hakikatnya akhlak ialah suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari situlah timbullah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan dan mudah, tapi dibuat-buat dan tanpa memerlukan pemikiran. Dalam Budi pekerti yang mulia ini terdiri satu bagian nilai positif yang dinamakan kejujuran. Kejujuran ini menjadi dasar dari sifat-sifat yang ditimbulkannya. Sehingga kejujuran ini mampu menimbulkan banyak sifat-sifat mulia yang menghiasi kepribadian anak. Sikap jujur menjadi dasar bagi guru, Guru kurang memiliki metode-metode dalam menumbuhkan sikap jujur dalam pengajaran pendidikan Agama Islam, Masih lemahnya pembelajara yang mampu meningkatkan sikap kejujuran terutama dalam kegiatan pembelajaran Siswa.Berdasarkan latar belakang masalah di atas, Maka karena itulah penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana metode guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kejujuran belajar siswa di SMPN 1 Sepulu Bangkalan Madura Jawa Timur. Penulisan ini adalah penulisan lapangan atau field research dan penulisan ini digolongkan ke dalam kualitatif dsekriptif. Subjek penulisan ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam dan Siswa-siswi SMPN 1 Sepulu Bangkalan Madura Jawa Timur. Objek penelitiannya adalah kejujuran belajar siswa kelas VII. Adapun teknik pengambilan data yang penulis adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Ikhtisar Al-Raisuni Atas Maqashid Al-Syari’ah (Studi Pemikiran Maqashid Al-Raisuni)
Rosyadi, Muhammad Syam'un
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8939
Upaya perumusan konsep maqashid al-syari’ah, Ahmad al-Raisuni banyak dipengaruhi oleh Imam Haramain, Izzuddin bin Abdul Salam, Imam al-Syathibi, Thahir bin Asyur, dan 'Allal al-Fasi. Selain mengungkapkan maqasid al-syari'ah menurut versinya, ia juga menjelaskan kembali pandangan-pandangan ulama terdahulu. Sehingga pemikiran Imam al-Syathibi memberikan peran yang sangat dominan. Ahmad al-Raisuni membagi konsep maqashid al-syari’ah menjadi tiga bagian, yaitu maqashid umum, khusus, dan parsial. Berdasarkan kelompok ini, Ahmad al-Raisuni menetapkan empat kaidah dasar di mana sesuatu dapat dikatakan maqashid jika memenuhi kualifikasi keempat kaidah tersebut, yaitu: 1) setiap aturan hukum syariat memiliki motif; 2) setiap maqashid harus memiliki dalil yang sahih; 3) adanya urutan tingkatan maslahah dan mafsadah; dan 4) membedakan antara al-maqashid dan al-wasa'il.
Implementasi Media Pembelajaran Audio Visual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Dalam Pembelajaran Fiqih di MTs Negeri1 Jombang
Nur Salim;
Jumari
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 03 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i03.8956
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTsN 1 Jombang yang disebabkan oleh penggunaan strategi pembelajaran yang kurang menarik dan bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan sumber belajar audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dokumentasi, wawancara, dan observasi adalah beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber daya audiovisual, seperti film, animasi, dan presentasi interaktif, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Fiqih, terutama materi prosedural seperti praktik ibadah. Selain itu, dengan mempromosikan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan, media-media ini dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan minat siswa dalam belajar.Keterbatasan fasilitas dan ketidakmampuan guru dalam menggunakan teknologi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi selama implementasi. Sebagai kesimpulan, telah terbukti bahwa materi pembelajaran audio-visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa jika disertai dengan metode pengajaran yang sesuai dan partisipasi aktif siswa.
Interpretasi Lafal Hadis La Tusyaddu Ar-Rihal Illa Lisalasati Masajid Dalam Dunia Pariwisata(Studi Ma’anil Hadis)
Safira Anatasya;
Muhammad Hasnan Nahar
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8957
Destinasi atau objek wisata menjadi bahan pertimbangan wisatawan dalam memilih tempat wisata, banyak diantara pecinta wisata yang memilih destinasi berdasarkan keindahan tanpa memperhatikan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Kondisi kepariwisataan ini memunculkan persoalan-persoalan di tengah masyarakat hal ini disebabkan beredarnya hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid, ditambah dengan pemahaman hadis secara tekstual dan leterlek. Sehingga kehujjahan dan makna dari hadis la tusyaddu ar rihal illa li salasati masajid perlu diteliti dan dikaji kembali. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa hadis la tusyaddu ar rihall illa li salasati masajid dinilai sahih ligahirihi meskipun terdapat satu jalur ad-Darimi dinilai hasan. Hadis tersebut dapat digunakan dan dijadikan hujjah dalam kehidupan. Adapun makna larangan yang terdapat dalam hadis dikhususkan bagi syaddu ar rihal dalam rangka ibadah dan pengagungan suatu tempat kecuali tiga masjid tersebut. Melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, tadabur alam, piknik dan mengunjungi keluarga diperbolehkan serta tidak termasuk ke dalam larangan tersebut.
Legitimasi Aturan Berjilbab Dalam Akun Tiktok @okisetianadewi_official: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
Natasya AlviraDamayanti
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8969
Penelitian ini menganalisis wacana mengenai legitimasi aturan berjilbab yang disampaikan dalam akun TikTok @okisetianadewi_official dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan tiga dimensi analisis: analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis dengan jenis penelitian yakni kajian pustaka. Sumber data utama berupa unggahan akun Tiktok pada akun @okisetianadewi_official yang diunggah pada tanggal 2 Februari 2023 dan buku, jurnal, tesis, skripsi, artikel imiah, website dan sejenisnya sebagai sumbeer data pendukung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadzah Oki membangun wacana dengan menggunakan kalimat retoris dan deklaratif agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami. Selain itu, wacana yang dibangun mencerminkan kepentingan ideologis dalam mengedepankan aturan berjilbab yang sesuai dengan QS. Al-Ahzab ayat 59. Analisis sosiokultural menunjukkan bahwa wacana ini muncul sebagai respons terhadap tren "jilbab sakaratul maut," dengan menekankan pentingnya penggunaan hijab yang sesuai. Penelitian ini menegaskan peran media sosial dalam dakwah Islam serta pengaruh figur religius dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kewajiban agama.
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sejarah Kebudyaan Islam di MA Terpadu Al-Munawwarah Ngemplak Jombang
Maulida Alfiatin Nur;
Sholihul Anshori
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 03 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i03.8978
Pendidikan merupakan suatu proses membentuk generasi bangsa berkualitas dan mampu mengikuti daya saing bangsa. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan pemahaman sejarah Islam siswa. Sejarah kebudayaan islam (SKI) memegang peranan vital dalam membentuk pemahaman siswa mengenai warisan budaya dan sejarah umat islam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang menceritakan tentang kisah Nabi dan para Sahabat-Sahabatnya, yang perlu diceritakan kepada anak didik sebagai uswatun khasanah. Namun Pada mata pelajaran Sejarah kebudayaan Islam (SKI) sering dianggap membosankan oleh sebagian siswa. Hal ini membuat banyak siswa merasa kesulitan untuk mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. MA Terpadu Al-Munawwarah merupakan sekolah yang berada dalam naungan pondok pesantren yang terletak di Ngemplak Jombang. metode kooperatif Jigsaw akan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan interaktif, di mana siswa menjadi lebih aktif, tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan bagi teman-temannya. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan dua data, yakni data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian metode pembelajaran Kooperatif Jigsaw terbukti efektif meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran SKI.
Tanggung Jawab Orang Tua Kepada Pengasuhan Anak Dalam Prespektif Hadis
Ismiati, Yuli Puji;
Romlah Abu Bakar;
Munzir Suparta
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 03 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i03.9016
Pendidikan anak dalam Islam tidak hanya menjadi tugas lembaga formal, tetapi merupakan kewajiban utama orang tua yang telah diatur secara eksplisit dalam ajaran agama, khususnya melalui hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak berdasarkan perspektif hadis, dengan fokus pada nilai-nilai yang harus ditanamkan sejak usia dini. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kepustakaan, artikel ini mengidentifikasi berbagai hadis yang menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan akidah, akhlak, dan pengetahuan agama kepada anak-anak mereka. Temuan menunjukkan bahwa Islam menempatkan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama, serta menekankan pentingnya keteladanan dalam proses pendidikan. Pemahaman terhadap hadis-hadis tersebut diharapkan dapat memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pendidikan Islam yang kokoh
Pendidikan Anak Dalam Perspektif Hadis: Pendekatan Keilmuan Dan Praktis
Lany Budi Damayanti;
Romlah Abu Bakar Askar;
Munzir Suparta
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 03 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i03.9017
Pendidikan anak merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Dalam Islam, pendidikan tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga mencakup pembinaan spiritual dan moral sejak usia dini. Hadis Nabi Muhammad SAW sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur'an memberikan panduan yang komprehensif mengenai metode, tujuan, dan nilai-nilai dalam pendidikan anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan anak dalam perspektif hadis dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Analisis terhadap hadis-hadis yang relevan menunjukkan bahwa pendidikan anak dalam Islam menekankan pentingnya keteladanan, kasih sayang, pembiasaan, serta penanaman nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia. Temuan ini menegaskan bahwa hadis-hadis Nabi dapat menjadi pedoman penting dalam merancang sistem pendidikan anak yang holistik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam menerapkan pendidikan anak yang sesuai dengan ajaran Islam.
Konsep Qonaah Perspektif Buya Hamka: Relevansinya Terhadap Pembentukan Karakter Islami
Halizah, Salwa Nur;
Ali Said
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 03 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i03.9018
Qonaah adalah menerima dengan tulus dari hati atas apa yang telah Allah berikan dan menghindari rasa tidak puas atas rezeki Allah disertai ikhtiar (usaha) yang optimal. Qonaah adalah menerima dengan tulus dari hati atas apa yang telah Allah berikan dan menghindari rasa tidak puas atas rezeki Allah disertai ikhtiar (usaha) yang optimal. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai Konsep Qonaah Perspektif Hamka dan Relevansinya Terhadap Pembentukan Karakter Islami.Berdasarkan masalah diatas, peneliti ini memiliki 2 tujuan yang berkaitan dengan focus penelitian Konsep Qonaah Perspektif Buya Hamka dan Relevansinya Terhadap Pembantukan Karakter Islam. Adapun tujuan penelitian melitputi 1) Untuk mendeskripsikan konsep qonaah dalam perspektif Buya Hamka, 2) Untuk mendeskripsikan relevansi konsep qonaah dalam perspektif Buya Hamka dengan pembentukan karakter Islami.Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan mengumpulkan dan menelaah data-data hasil pemikiran Buya Hamka mengenai konsep qonaah, serta menganalisis karya ilmiah atau dokumen seperti buku, jurnal dan skripsi yang berkaitan dengan pembahasan. Adapun hasil penelitiannya 1) Qonaah perspektif Hamka ini menegaskan untuk menerima dan bersyukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan dan tidak berdiam diri tanpa usaha menggapai nikmat-Nya. 2) Orang yang qonaah adalah orang yang memiliki kesadaran yang tinggi tentang sifat sementara kesenangan duniawi. Mereka menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini tidak akan bertahan selamanya.
Pendidikan Perempuan Sebagai Kunci Kemajuan : Perspektif R.A Kartini Dan Islam
Rahma, Aprilia;
Ali Said
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 03 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33752/mjsi.v2i03.9021
Pendidikan adalah elemen yang sangat penting dalam kehidupan setiap individu, termasuk di dalamnya perempuan. Artikel ini mengkaji pandangan Raden Ajeng Kartini tentang pendidikan perempuan serta bagaimana pandangannya tersebut relevan dalam konteks pendidikan Islam di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi gagasan-gagasan Kartini mengenai pendidikan perempuan, yang menekankan pada prinsip kesetaraan gender dan peran sentral perempuan sebagai pendidik. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ide-ide yang diusung oleh Kartini tetap memiliki relevansi yang kuat dalam pendidikan Islam kontemporer, yang juga menekankan bahwa pendidikan bagi perempuan adalah kunci untuk mencapai kemajuan dan perkembangan suatu bangsa.