cover
Contact Name
Muhammad Abror Rosyidin
Contact Email
jurnalmillatuna@unhasy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmillatuna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Irian Jaya 55 Tebuireng Tromol Pos IX Jombang Jatim
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Millatuna: Jurnal Studi Islam
ISSN : 30464986     EISSN : 30464986     DOI : https://doi.org/10.33752/mjsi
Millatuna: Jurnal Studi Islam adalah publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah semua aspek berkaitan dengan Islam dan dunia Islam. Perhatian khusus diberikan pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan Islam, Hukum Islam, Manajemen pendidikan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, dserta pertanyaan-pertanyaan etis yang berkaitan dengan penelitian ilmiah bernuansa studi Islam. Jurnal ini berupaya menempatkan Islam dan tradisi Islam sebagai fokus utama penyelidikan akademis dan mendorong pertimbangan komprehensif dari berbagai aspeknya; menyediakan forum kajian Islam dan masyarakat Muslim dalam konteks global; mendorong kajian interdisipliner dunia Islam yang bersifat lintasnasional dan komparatif; untuk mendorong penyebaran, pertukaran dan diskusi temuan penelitian; dan mendorong interaksi antar akademisi dari berbagai tradisi pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 192 Documents
Kode Etik Guru PAI Indonesia Perspektif Persatuan Guru Republik Indonesia Farandika Nanda Pratama; Ahmad Basori Nurtaqim; Lailatus Syaadah; Puspo Nugroho
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8267

Abstract

Tujuan dari artikel ini ialah supaya bisa mengetahui kode etik dan ikrar guru Indonesia serta kasus pelanggaran kode etik gurunya yang menggunakan teknik analisis deskriptif pada metode penelitiannya yakni library research. Hasil pembahasannya mengkaji beberapa hal yang pertama yakni guru sebagai salah satu profesi di Indonesia tentu saja mempunyai kode etik terkait pedoman aturan yang perlu diperhatikan serta dipatuhi secara maksimal disebut kode etik guru. Kedua, fungsi kode etik agar tanggung jawab profesi sebagai guru bisa dijalankan berdasarkan apa yang telah diharapkan serta melindungi agar tanggung jawab profesi bisa dijalankan sesuai harapan. Ketiga, kode etik guru ini sudah disepakati dan diterima anggota PGRI sehingga melahirkan rumusan kode etik guru Indonesia serta ikrar guru Indonesia. Keempat, adanya beberapa pelanggaran kode etik seperti yang terjadi pada MTs Nurul Ihsan Nerawang dengan suatu tindakan kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswanya dengan menamparnya sehingga diadukan pihak berwajib ini berdasarkan UU No. 14 Tahun 2005 sudah melanggar kode etik gurunya.
Mempertahankan Karakter Budaya Islam Masyarakat Desa Ujungwatu Donorojo Jepara Di Tengah Globalisasi Muhammad Jodi Prasetiyo; Abi Amar Zubair; Dany Miftah M.Nur
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8283

Abstract

Perkembangan pesat di era revolusi industri 5.0, yang dikenal sebagai Society 5.0, membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk budaya dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak revolusi industri 5.0 dan globalisasi terhadap karakter budaya Islam di Desa Ujungwatu, Donorojo, Jepara. Permasalahan yang diangkat mencakup bagaimana masyarakat setempat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi akibat globalisasi, serta bagaimana mereka mempertahankan nilai-nilai budaya Islam di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk memahami praktik budaya dan keagamaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ujungwatu menunjukkan sinkretisme antara ajaran Islam dan budaya lokal, yang tercermin dalam berbagai ritual dan tradisi, seperti sedekah bumi dan sedekah laut. Selain itu, arsitektur dan seni Islam di desa ini juga mencerminkan pengaruh lokal yang kuat. Masyarakat berupaya mempertahankan karakter budaya Islam melalui pendidikan yang komprehensif, akulturasi yang bijaksana, dan sikap kritis terhadap perubahan. Meskipun globalisasi membawa tantangan, masyarakat Desa Ujungwatu berhasil menjaga keseimbangan antara tradisi Islam dan modernitas, serta memastikan bahwa nilai-nilai budaya Islam tetap relevan di era yang terus berubah.
Epistemologi Pendidikan Profetik Sebagai Pondasi Pendidikan Islam Nanda Fajrianti Arifin; Nuzulul Ramadhani; Setiawan, Didik Fery; Maimun
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8287

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami sumber asal pendidikan profetik, dalil-dalil tentang pendidikan profetik, dan alur keilmuan pendidikan profetik. Metode yang diterapkan merupakan metode penelitian pustaka melalui pengumpulan data melalui buku-buku, jurnal, dan hasil penelitian orang lain yang telah terbit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber asal pendidikan profetik adalah dalil-dalil yang berada dalam teks-teks wahyu Al-Quran, sunnah nabi Muhammad Saw., tradisi pendidikan Islam klasik, serta filsafat pendidikan Islam. Sedangkan, landasan pendidikan profetik berupa dasar-dasar filosofis, teologis, dan trilogi ajaran ilahi dalam mendidik siswa agar memiliki sifat dan akhlak baik seperti yang diajarkan oleh para nabi. Dari hasil penelitian pula, pendidikan profetik memiliki alur keilmuan yang berhubungan dengan ilmu-ilmu lainnya. Pendidikan profetik memiliki alur keilmuan yang saling terkait dengan berbagai disiplin ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan profetik bukan hanya sekadar teori, tetapi juga sebuah sistem yang terintegrasi dengan berbagai aspek kehidupan. Alur keilmuan ini memungkinkan pendidikan profetik untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman serta membangun sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Islam.
Pencegahan dan Pengobatan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Perspektif Psikologi dan Hukum Islam Ikfina Ismah Maula; Alvina Rachma
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8480

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi pendekatan psikologi modern dan perspektif Islam dalam penanganan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Melalui studi kepustakaan dengan analisis konten interpretative-comparative, penelitian ini menggali konsep OCD dalam psikologi dan konsep was-was dalam Islam, serta mengidentifikasi titik temu keduanya untuk pengembangan metode penanganan yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCD memiliki manifestasi neurobiologis yang kompleks dan dapat ditangani efektif melalui kombinasi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan farmakoterapi. Dalam perspektif Islam, kondisi serupa dikenal sebagai was-was yang dijelaskan dalam Al-Quran, hadis, dan literatur klasik Islam. Integrasi kedua pendekatan menghasilkan model pencegahan dan pengobatan yang lebih holistik, dengan tingkat keberhasilan mencapai 85% dibandingkan pendekatan terpisah (CBT 70%, terapi spiritual 65%). Implementasi hukum Islam dalam penanganan OCD menekankan fleksibilitas syariat berdasarkan kaidah “al-masyaqqah tajlib at-taysir” dan memperbolehkan penggunaan intervensi medis modern selama sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model terapi yang mengintegrasikan pendekatan psikologi modern dengan nilai-nilai spiritual Islam untuk penanganan OCD yang lebih efektif.
Pemikiran Tafsir M. Dawam Rahardjo Dalam Konteks Modern Kontemporer Septiyani, Rini
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8482

Abstract

Salah satu cendekiawan muslim Indonesia yang mempunyai kontribusi besar dalam pengembangan studi tafsir Al-Qur’an, khususnya melalui pendekatan kontekstual dan multidisipliner, yaitu M. Dawam Rahardjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Dawam mengenai metodologi tafsir Al-Qur’an, sumber dan corak penafsirannya, serta penerapannya dalam Ensiklopedi Al-Qur’an. Dengan memadukan pendekatan tekstual dan kontekstual, Dawam menghubungkan teks Al-Qur’an dengan realitas sosial, ekonomi dan budaya masyarakat muslim modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metodologi Dawam menekankan pinsip rasionalitas dan kemaslahatan, menjadikan tafsir Al-Qur’an lebih relevan dan aplikatif dalam menjawab tantangan zaman. Salah satu kontribusi pentingnya adalah konsep tafsirnya yang bercorak tematik yang berbeda dari mufasir lainnya. Penelitian ini menegaskan akan pentingnya pemikiran Dawam dalam memperkaya diskursus tafsir Al-Qur’an dan menawarkan landasan yang lebih progresif dalam pengembangan studi Islam.
Semiosis Akulturasi Islam Dan Budaya Jawa Dalam Tradisi Menggantung Kupatan Pada Bulan Syawal Harul Marif
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8508

Abstract

Tradisi menggantung ketupat di bulan Syawal merupakan representasi akulturasi budaya Islam dan Jawa yang dapat dianalisis melalui teori simbol dan makna Charles Sanders Peirce. Tradisi ini melibatkan hubungan dinamis antara representamen (ketupat sebagai tanda fisik), objek (kesucian, harmoni sosial, dan kemakmuran), serta interpretant (pemaknaan masyarakat). Sedangkan ketupat berfungsi sebagai ikon, indeks, dan simbol, di mana bentuk fisik, konteks keagamaan, dan konvensi budaya melebur menjadi satu. Proses semiosis dalam tradisi ini menggambarkan bagaimana makna ketupat terus berkembang melalui interpretasi masyarakat yang menggabungkan nilai-nilai Islam seperti perayaan Idul Fitri dan silaturahmi dengan kearifan lokal Jawa, termasuk juga konsep "ngaku lepat" (pengakuan kesalahan). Ketupat bukan sekadar simbol makanan, akan tetapi juga menjadi wadah makna kolektif yang menguatkan solidaritas komunitas. Analisis ini menunjukkan bahwa tradisi menggantung ketupat adalah bukti dinamisnya hubungan antara agama dan budaya, di mana makna tidak statis, tetapi selalu ditentukan oleh konteks sosial dan pengalaman kolektif. Sebagai sebuah praktik akulturasi, tradisi ini memperlihatkan cara masyarakat memadukan nilai spiritual dan kultural untuk menciptakan identitas yang harmonis.
Peran Kiai Dalam Menanggulangi Fenomena Bullying Di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Safinatul Huda Diwek Jombang M Faris Annabili; Shobihus Surur
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8513

Abstract

Peran kiai sebagai tokoh sentral dalam pesantren menjadi sorotan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran kiai dalam mengatasi fenomena bullying di Pondok Pesantren Safinatul Huda. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa kiai memiliki peran krusial dalam berbagai aspek pesantren, termasuk dalam mencegah dan mengatasi bullying. Bullying yang terjadi di pesantren ini disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan kekuasaan, baik secara fisik maupun psikologis. Korban sering kali sulit membela diri karena merasa lemah. Untuk mengatasi masalah ini, kiai di Pondok Pesantren Safinatul Huda telah menerapkan program TASABA (Taaruf Santri Baru) sebagai upaya preventif. Program ini bertujuan untuk menciptakan iklim yang kondusif dan mengurangi resiko terjadinya bullying. Selain itu, kiai juga memberikan penanganan tegas terhadap kasus bullying yang terjadi.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Mappabotting Kambara (Studi Kasus Di Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep) M, Ariesman; Chamdar Nur; Nasra
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis tradisi Mappabotting Kambara dalam adat Bugis Makassar di Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, dari perspektif hukum Islam. Fokus utama penelitian ini adalah dua hal: pertama, bagaimana proses pelaksanaan Mappabotting Kambara dalam pernikahan adat Bugis; kedua, bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode teologis normatif dan antropologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menjaga transferabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, Mappabotting Kambara merujuk pada pernikahan yang melibatkan dua pasang pengantin dan melibatkan dua ritual utama: Pallawa Addengeng dan Mappasiruntu Botting. Ritual Mappasiruntu Botting membutuhkan enam bahan penting: Addengeng Rakkeang (kerangka atas), kelapa tua, ayam hidup, Ja’jakeng (rempah-rempah), tujuh jenis kue, dan Passili (bahan penyucian). Kedua, jika masyarakat Desa Kanaungan meyakini bahwa ritual ini dapat menghindarkan mereka dari musibah dan melaksanakan dengan niat untuk menghindari bahaya, maka tradisi ini bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat digolongkan sebagai syirik, karena mengarah pada penyekutuan Allah. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa amalan seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam.
Analisis Sanad Keilmuan Kiai Ageng Donopuro Ponorogo (Dari Sunan Bonang Hingga KH. Hasyim Asyari) Shofwan, Arif Muzayin
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 02 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i02.8576

Abstract

Kiai Ageng Donopuro merupakan keturunan dari Sunan Tembayat yang sanad keilmuannya turun-temurun dari Sunan Bonang hingga KH. Hasyim Asyari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan ini akan menganalisis sanad keilmuan Kiai Ageng Donopuro Ponorogo yang berasal dari Sunan Bonang hingga bersambung turun-temurun kepada KH. Hasyim Asyari. Teknik analisa datanya menggunakan analisis isi dengan memilah-milah hal-hal yang sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa sanad keilmuan Kiai Ageng Donopuro yang berasal dari Sunan Bonang turun-temurun kepada KH. Hasyim Asyari dan murid-muridnya melalui Kiai Ageng Donopuro kemudian diturunkan kepada Kiai Ageng Muhammad Besari, kemudian turun kepada Kiai Muhammad Ilyas, kemudian turun kepada Kiai Hasan Besari, kemudian turun ke Kiai Anggamaya, kemudian turun ke Kiai Ageng Yosodipuro, kemudian turun ke Kiai Ketib Anom, kemudian turun ke Kiai Shaleh Asnawi, kemudian turun kepada Kiai Shaleh Darat Semarang, kemudian turun kepada KH. Hasyim Asyari. Dari KH. Hasyim Asyari kemudian turun kepada murid-muridnya, antara lain: KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Abdul Karim Lirboyo, KH. Abbas Buntet Cirebon, KH. Syatori Cirebon, KH. Solihin Ciwaringin, KH. Asnawi Kudus, KH. Dahlan Kudus, KH. Bisri Syansuri, KH. Ahmad Dimyati Bandung, KH. Abu Bakar Yusuf Karawang, KH. Ma'mun Nawawi dan para ulama lainnya.
Mewujudkan Relasi Suami Istri Yang Berkeadilan Gender : Kritik Forum Kajian Kitab Kuning Terhadap 'Uqud Al-Lujjayn Siti Nurkholisoh
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 01 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i01.8591

Abstract

Kesetaraan gender dalam pernikahan adalah elemen penting dalam menciptakan hubungan harmonis dan berkeadilan. Penelitian ini mengeksplorasi konsep keadilan gender dalam konteks hubungan suami istri berdasarkan kitab 'Uqud al-Lujjayn karya Syekh Nawawi al-Bantani dan kritik yang diajukan oleh Forum Kajian Kitab Kuning (FK3). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis norma-norma gender dalam teks tersebut yang dikritik oleh Kajian Kitab Kuning mengenai pembaruan pandangan tentang peran gender. Metode yang digunakan adalah analisis konten melalui studi pustaka, dengan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk mengeksplorasi argumen-argumen dari kedua sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun 'Uqud al-Lujjayn memberikan panduan berharga tentang hak dan kewajiban suami-istri, beberapa isi kitab cenderung membatasi peran perempuan. FK3 menyoroti perlunya reinterpretasi ajaran-ajaran klasik untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih baik. Dengan memperkuat kesadaran akan hak-hak gender dan dialog terbuka, diharapkan tercipta lingkungan yang inklusif dan adil dalam masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman gender dalam Islam harus melampaui pembagian tugas dan menghargai kesetaraan, demi menciptakan keluarga yang aman dan sejahtera bagi semua individu

Page 11 of 20 | Total Record : 192