cover
Contact Name
Widodo Hami
Contact Email
widodoham@gmail.com
Phone
+6285642856876
Journal Mail Official
widodoham@gmail.com
Editorial Address
Kantor Pusat: Jl. Jend. Sudirman Timur No. 116 Wanarejan Utara Taman Pemalang Kantor Cabang: Desa Duwet RT.07 RW.02 Kec. Bojong Kab. Pekalongan
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Published by Muntaha Noor Institute
ISSN : 29884632     EISSN : 29883598     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Specifically developing knowledge related to Islamic studies such as Al-Quran and Hadith Studies, Fiqh, Islamic History, Morals and Sufism, Islamic Philosophy, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Business, Islamic Economics, Dawah, and Research related to community service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Balaghah Science and the Development of YouTube Learning Media Mahmasoni, Muhammad Subhi
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This traditional and classical science is generally presented in book form, requiring considerable effort to carry, open, and especially read. Furthermore, it requires considerable effort to learn, from the basics of grammar and grammar to Balaghah. Therefore, the development of YouTube for Balaghah learning is worth experimenting with. It is hoped that this YouTube platform will enable students to practice language skills to the fullest. It is also hoped that this platform will pique students' interest due to its ease of access, viewing, reading, listening, and potential for easy memorization. This platform is designed to be used for in-depth learning with guidance from educators, as well as for independent learning such as murojaah. On the other hand, with this medium, learning principles and strategies will automatically flow smoothly.
FILSAFAT IBNU KHALDUN: ANALISIS HISTORIS FILOSOFIS Widodo Hami
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Ibn Khaldun (1332–1406 M) merupakan pemikir besar dalam tradisi Islam yang melalui karya monumentalnya al-Muqaddimah meletakkan dasar filsafat sejarah, sosiologi, dan teori peradaban. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk meninjau kembali pemikiran Ibn Khaldun secara filosofis, bukan sekadar sebagai “proto-sosiolog”, agar kontribusinya terhadap filsafat ilmu dan ilmu sosial global dapat dipahami secara komprehensif. Tujuan kajian ini adalah menguraikan konsep-konsep utama Ibn Khaldun, seperti ‘asabiyyah, teori siklus peradaban, epistemologi akal dan jiwa, serta gagasan pendidikan dan politik, sekaligus menilai relevansinya dalam konteks kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis historis-filosofis, yakni menelaah teks al-Muqaddimah dan literatur sekunder untuk menemukan kerangka epistemologis dan filosofis pemikirannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun menempatkan sejarah sebagai ilmu rasional-empiris, memperkenalkan kritik historiografi yang ketat, serta mengembangkan teori peradaban (al-‘umrān) yang menekankan interaksi sosial, ekonomi, dan politik sebagai faktor penentu dinamika masyarakat. Ia juga menegaskan peran akal sebagai watak alami manusia, namun tetap membatasi pada wilayah empiris dan rasional, sementara wahyu menjadi penuntun transenden. Kesimpulannya, filsafat Ibn Khaldun menghadirkan paradigma utuh tentang peradaban yang memadukan rasionalitas, moralitas, dan spiritualitas, serta tetap relevan untuk membaca fenomena sosial-politik modern. Kata Kunci: Ibnu Khladun, Filsafat, Sejarah
Peningkatan Literasi Digital Metode PTK Melalui Media Kahoot Pada Siswa SMP Negeri 2 Kajen Maesyaroh; A'izatul Haira, Nala; Aulia Miza, Nur; Mufidah, Haniatul; Prayogo Pujiono, Imam
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan dalam literasi digital sangat krusial bagi siswa SMP di zaman yang serba digital. Namun, pengamatan awal di SMP Negeri 2 Kajen menunjukkan bahwa 27 dari 32 siswa kelas 7 tidak familiar dengan platform interaktif seperti Kahoot! , hal ini menghambat kemampuan mereka dalam mengakses, menganalisis, serta menciptakan konten digital. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis-McTaggart dalam satu siklus bertujuan untuk mengenalkan Kahoot! guna meningkatkan literasi digital melalui kuis interaktif. Proses ini mencakup perencanaan materi fitur dari platform, pelaksanaan sesi praktik, pengamatan terhadap partisipasi, dan refleksi analisis data. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perubahan dari kebingungan awal menjadi tingkat partisipasi sebesar 95%, siswa mampu menciptakan hingga 10 kuis secara mandiri, serta tingkat akurasi jawaban mencapai 80-90%, yang didorong oleh elemen gamifikasi seperti papan skor yang diperbarui secara real-time. Kahoot! terbukti efektif dalam mendukung evaluasi formatif Kurikulum Merdeka di daerah yang kurang terjangkau, meskipun kebutuhan akses internet memerlukan penyesuaian hybrid untuk meningkatkan kognisi secara terus-menerus.
ZAKAT PROFESI DALAM PERSPEKTIF FIKIH KONTEMPORER: ANALISIS ARGUMEN PENDUKUNG DAN PENENTANG Finta Nur Febriana; Abdul Malik Karim Amrullah; Kaysa Abida Irvana; Firma Linda; Arditya Prayogi; Riki Nasrullah
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat profesi merupakan salah satu isu fikih kontemporer yang muncul seiring dengan perubahan struktur ekonomi masyarakat Muslim modern, di mana sumber penghasilan tidak lagi didominasi oleh sektor pertanian dan perdagangan, melainkan oleh profesi dengan sistem gaji dan honorarium. Perubahan ini memunculkan perdebatan di kalangan ulama mengenai status hukum, metode perhitungan, serta waktu pembayaran zakat profesi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pro dan kontra zakat profesi dengan menelusuri dasar normatif, argumentasi fikih, dan pendekatan metodologis yang digunakan oleh masing-masing pandangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitik, melalui penelaahan terhadap Al-Qur’an, hadis, karya-karya fikih klasik dan kontemporer, serta fatwa lembaga keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai zakat profesi berakar pada perbedaan dalam memahami karakter zakat sebagai ibadah tauqifi, penerapan syarat nisab dan haul, serta penggunaan pendekatan maqashid al-syariah. Kelompok penentang menekankan keteguhan pada batasan nash, sedangkan kelompok pendukung menekankan aspek keadilan sosial dan relevansi kontekstual. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa zakat profesi merupakan persoalan ijtihadiyah yang terbuka, sehingga penerapannya memerlukan sikap proporsional, dialogis, dan kontekstual agar zakat tetap berfungsi sebagai instrumen keadilan sosial dalam masyarakat Muslim modern.
PEMBERDAYAAN PEMBERDAYAAN LITERASI DIGITAL WALI MURID DAN GURU RA ALNASHR DESA GONDANG MELALUI PELATIHAN EDITING VIDEO CAPCUT: PEMBERDAYAAN LITERASI DIGITAL WALI MURID DAN GURU Putri, Nerizah Emelia
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan pada era Society 5.0 menuntut guru dan orang tua memiliki literasi digital yang memadai, khususnya dalam pendokumentasian pembelajaran anak usia dini. Di RA ALNASHR Desa Gondang, Kabupaten Pemalang, masih ditemukan kesenjangan antara kepemilikan perangkat digital dan kemampuan pemanfaatannya secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran dan pelaporan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital guru dan wali murid melalui pelatihan pengeditan video menggunakan aplikasi CapCut sebagai media dokumentasi pembelajaran yang informatif, komunikatif, dan mudah dipahami. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran dan tindakan partisipatif yang meliputi penyampaian materi konseptual, demonstrasi teknis, serta praktik langsung secara intensif. Evaluasi dilakukan menggunakan desain satu kelompok dengan pre-test dan post-test terhadap 19 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 11,6 persen sebelum pelatihan menjadi 94,2 persen setelah pelatihan. Peserta mampu mengedit video secara mandiri, termasuk pemotongan klip, penambahan teks, transisi, dan musik latar, serta memahami etika dan privasi digital dalam pendokumentasian pembelajaran. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam memberdayakan guru dan orang tua sebagai pencipta konten edukatif yang kreatif dan bertanggung jawab serta memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga.
PENERAPAN WEBSITE BLOGGER SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENULIS SISWA SMP NEGERI 14 PEKALONGAN kamilah, Arina Kharisatul; Eliza, Naila Nur; Alawiyah, Vina Vitri; Syahda, Talitha Ulima; Pujiono, Imam Prayogo
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has encouraged Indonesian language learning, particularly writing skills, to integrate technology-based instructional media. However, the use of digital media in teaching writing at the junior high school level remains limited. This study aims to examine the implementation of Blogger as a digital learning innovation to improve students’ writing competence at SMP Negeri 14 Pekalongan. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, documentation of students’ writing published on Blogger, and reflective notes from teachers and researchers. The research subjects were eighth-grade students selected through purposive sampling. The findings indicate that the use of Blogger enhances students’ interest, engagement, and writing competence through online writing, revision, and publication activities. Students became more active, reflective, and confident in expressing ideas in written form. Nevertheless, several technical and non-technical challenges were identified, including limited internet access and varying levels of digital literacy. Overall, Blogger is proven to be an effective digital learning medium for writing instruction, supporting digital literacy development and 21st-century skills among junior high school students.
KRITIK TAFSIR TEOLOGIS DALAM PERDEBATAN IMAMAH: Analisis atas Ayat Mawaddah, Wilayah dan Tathhir antara Ibn Taimiyyah dan Ibn al-Muthahhar M. Minanur Rohman
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to comparatively analyze the interpretations of Ibn al-Muthahhar al-Hilli and the critiques of Ibn Taymiyyah regarding three theological verses in the Qur'an: the verse of mawaddah (Qur'an 42:23), the verse of wilayah (Qur'an 5:55), and the verse of tathhir (Qur'an 33:33). This research employs a qualitative approach based on library research, integrating comparative exegesis analysis and argumentation theory, particularly Stephen Toulmin’s model. The findings indicate that Ibn al-Muthahhar al-Hilli constructs his interpretations by integrating Qur'anic text, hadith reports, and theological inference to support the doctrine of imamah, while Ibn Taymiyyah offers systematic critiques through evaluating the validity of narrations, linguistic analysis, and restricting textual meaning. From an argumentative perspective, the main weakness in al-Hilli’s construction lies in the inferential link between evidence and claims, which is not always strong, whereas Ibn Taymiyyah’s strength lies in his ability to critique both the data and the basis of inference. However, Ibn Taymiyyah’s approach also demonstrates a restrictive tendency that limits broader theological interpretations. This study concludes that the debate between the two figures reflects a fundamental difference in hermeneutical paradigms: one emphasizing theological coherence and the other emphasizing epistemic caution. These findings contribute to the study of polemical exegesis and argumentation analysis within the Islamic intellectual tradition.
KEARIFAN LOKAL DAN MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN ISLAM-HINDU DI DESA LINGGOASRI PEKALONGAN Abdan Syakuro; Salma Kusuma Listiani; Afroh Rozana; Sofiatun Anisa; Siti Nur Azizah; Nisrina Luthfiya Azam; Ananda Suci Rahmania; M. Fikri Fadilah; Arditya Prayogi
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerukunan antarumat beragama di tingkat lokal sering kali tidak hanya ditentukan oleh pemahaman keagamaan, tetapi juga oleh kearifan lokal yang mengatur cara masyarakat hidup bersama. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dan moderasi beragama dalam membangun kerukunan Islam-Hindu di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan hubungan antara praktik sosial, nilai moderasi beragama, dan harmoni lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan Islam-Hindu di Linggoasri terbentuk melalui gotong royong, penghormatan terhadap hari besar keagamaan, tradisi slametan, pemakaman bersama, musyawarah, serta keteladanan tokoh agama dan masyarakat. Praktik tersebut mengaktualisasikan nilai tasamuh, i’tidal, tawazun, syura, ishlah, dan qudwah dalam kehidupan sosial. Kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kepercayaan, mengelola perbedaan, dan merawat solidaritas antarwarga. Artikel ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama akan lebih berakar ketika dihidupkan melalui tradisi lokal dan interaksi sosial yang berkelanjutan, sekaligus menawarkan model kerukunan berbasis komunitas yang relevan bagi penguatan kehidupan multireligius di Indonesia. Temuan ini juga menegaskan pentingnya pelibatan tokoh lokal dan generasi muda dalam merawat harmoni sosial keagamaan secara berkelanjutan di tingkat desa.
MENUJU EKOTEOLOGI ISLAM DEKOLONIAL: MEREKONSTRUKSI ETIKA LINGKUNGAN DALAM KONTEKS INDONESIA Widodo Hami
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologis yang semakin kompleks menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya disebabkan oleh perilaku individu, tetapi juga oleh struktur pengetahuan, kekuasaan, dan pembangunan yang bersifat eksploitatif. Dalam konteks Indonesia, berbagai persoalan seperti deforestasi, ekspansi industri ekstraktif, konflik agraria, pencemaran lingkungan, dan marginalisasi masyarakat adat memperlihatkan adanya ketidakadilan ekologis yang berakar pada warisan kolonialitas. Sementara itu, kajian ekoteologi Islam yang berkembang selama ini cenderung berfokus pada aspek normatif dan etika individual, sehingga belum sepenuhnya mampu menjelaskan dimensi struktural dari krisis lingkungan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma ekoteologi Islam melalui perspektif dekolonial dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber etika sekaligus kritik terhadap struktur yang menghasilkan kerusakan ekologis. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang memanfaatkan literatur tentang ekoteologi Islam, dekolonialitas, dan keadilan ekologis. Analisis dilakukan terhadap konsep-konsep Qur’ani seperti khalifah, amanah, mizan, dan fasad melalui perspektif dekolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoteologi Islam dekolonial menempatkan manusia sebagai penjaga keseimbangan ekologis, memandang lingkungan sebagai ruang keadilan, serta mendorong transformasi sosial yang berpihak kepada kelompok rentan dan keberlanjutan antargenerasi. Paradigma ini menawarkan kerangka alternatif bagi pengembangan etika lingkungan Islam yang lebih kontekstual dan transformatif dalam menghadapi krisis ekologis di Indonesia. Kata kunci: ekoteologi Islam, dekolonialitas, keadilan ekologis, Al-Qur’an, Indonesia.
MODERASI BERAGAMA DI KAMPUS ISLAM: PENGALAMAN MAHASISWA MINORITAS DAN INTERNASIONAL Kesya Nadya Savira; Rindang Zalfa Hema Jauza; Nuranisa; Zahra Aulia Ramadhani; Rizki Khanifah; Milatul Rif’ah; Gendhis Valencia; Nur Litasari; Arditya Prayogi
Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service
Publisher : Muntaha Noor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji moderasi beragama berdasarkan pengalaman mahasiswa non-Muslim dan mahasiswa Muslim internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kajian ini berangkat dari kebutuhan untuk membaca bagaimana perguruan tinggi keagamaan Islam mengelola keragaman agama, budaya, dan bahasa dalam kehidupan akademik sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa Kristen asal Papua Barat dan mahasiswa Muslim internasional asal Filipina. Data dianalisis secara tematik dengan memakai indikator moderasi beragama Kementerian Agama: komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Temuan memperlihatkan bahwa tantangan utama informan bukan penolakan teologis, melainkan hambatan bahasa, penyesuaian budaya, dan adaptasi akademik terhadap mata kuliah bercorak keislaman seperti Bahasa Arab. Para informan merasakan dukungan dosen dan teman sebaya, tidak mengalami diskriminasi, serta memperoleh bantuan aktif dalam penerjemahan dan pembelajaran. Artikel ini menegaskan bahwa moderasi beragama di kampus tersebut hadir sebagai praktik sosial harian, bukan hanya wacana kelembagaan.