cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
SOSIALISASI STOP BULLYING UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA DI SDN INPRES 2 KOYA BARAT Afdillah, Izmi; Rismawati, Rismawati; Baiti, Titin Nur; Federubun, Arfat; Maryati, Sulis
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34465

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Bullying di sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada psikologis, hubungan sosial, dan prestasi akademik siswa. Pengabdian ini bertujuan: (1) meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan bahaya bullying; (2) menanamkan nilai karakter positif untuk mencegah perilaku bullying; dan (3) menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di SDN Inpres 2 Koya Barat melalui tahapan: koordinasi dengan pihak sekolah, observasi awal, persiapan media pembelajaran (poster, video edukatif, dan permainan interaktif), pelaksanaan sosialisasi dalam dua pertemuan (ceramah interaktif, diskusi kelompok, role play, permainan edukatif, refleksi, dan penulisan komitmen pribadi), serta evaluasi melalui pre-post test dan observasi perilaku siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 33% menjadi 78%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman dampak bullying dan cara pencegahannya (+48%). Observasi juga menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menolak bullying, dan memberikan contoh pencegahan bullying. Temuan ini menegaskan efektivitas pendekatan partisipatif-interaktif dalam menanamkan empati, penghargaan terhadap teman sebaya, dan kesadaran kolektif untuk menciptakan sekolah bebas bullying.Kata kunci: Bullying; Kesadaran Siswa; KKN; Partisipatif; Interaktif; Sekolah Dasar. ABSTRACTBullying in elementary schools is a serious issue that negatively affects students’ psychological well-being, social relationships, and academic performance. This program aimed to: (1) increase students’ understanding of the forms, impacts, and dangers of bullying; (2) instill positive character values to prevent bullying behaviors; and (3) create a safe, comfortable, and supportive school environment. The program was implemented by KKN students at SDN Inpres 2 Koya Barat through stages of coordination with school staff, initial observation, preparation of learning media (posters, educational videos, and interactive games), implementation in two sessions (interactive lectures, group discussions, role play, educational games, reflection, and personal commitment writing), and evaluation through pre-post tests and behavioral observations. Results showed an increase in students’ understanding from 33% to 78%, with the highest improvement in understanding the impact of bullying and prevention strategies (+48%). Observations also indicated positive behavioral changes, such as increased confidence in expressing opinions, the ability to refuse bullying, and providing examples of bullying prevention. These findings confirm the effectiveness of a participatory-interactive approach in fostering empathy, respect for peers, and collective awareness to create a bully-free school environment. Keywords: Bullying; Student Awareness; KKN; Participatory; Interactive; Elementary School.
PELATIHAN MANAJEMEN KONFLIK PERAN GANDA BERBASIS SISTEM PADA PIMPINAN CABANG ‘AISYIYAH PURWOKERTO UTARA Dwiyanti, Retno; Suwarti, Suwarti; Purwanto, Lahan Adi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34190

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Sebagian wanita yang bekerja selain bekerja dan mengurus rumah tangga juga banyak wanita yang aktif di kegiatan organisasi. Salah satu organisasi keagamaan yang beranggotakan wanita adalah ‘Aisyiyah. Hal ini sering kali menimbulkan konflik peran ganda. Konflik peran ganda yang terjadi pada wanita dapat menimbulkan suatu masalah, diantaranya adalah masalah komunikasi, hubungan pribadi, dan masalah lainnya. Menghadapi konflik yang dialami setiap manusia memiliki cara atau strategi sendiri dalam mengatasi konflik. Namun pemahaman wanita dalam mengelola konflik peran peran ganda masih perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan yang akan dilakukan adalah mengimplementasikan sistem manajemen konflik peran ganda pada anggota PCA Purwokerto Utara agar mampu mengelola konflik, yang diawali dengan identifikasi konflik, mengenal gaya manajemen konflik yang digunakan sehingga memudahkan anggota PCA dalam menyelesaikan konflik yang dialami. Sebanyak 52 Pimpinan Cabang Aisyiyah Purwokerto Utara ditargetkan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah, pre-test post-test, dan pelatihan, diskusi, tanya jawab, dan aktivitas mandiri. Keberhasilan dari kegiatan ini dapat diketahui dari meningkatnya pengetahuan peserta tentang konflik peran ganda yang ditunjukkan dari hasil pre-test (M = 4,0) dan post-test (M = 5,39). Hasil pelatihan juga menggambarkan gaya manajemen konflik Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Purwokerto Utara yang menjadi peserta dalam pelatihan ini, cenderung menggunakan strategi win-win solution seperti kompromi dan kolaborasiKata kunci: Konflik; peran ganda; Gaya Manajemen konflik; Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah. ABSTRACTSome women work in addition to working and taking care of the household, and many are also active in organizational activities. One religious organization with female members is 'Aisyiyah. This often gives rise to dual role conflict. Dual role conflict that occurs among women can cause problems, including communication, personal relationships, and other issues. Facing conflict, each person has their own methods or strategies for resolving it. However, women's understanding of managing dual role conflict still needs to be improved. The objective of this activity is to implement a dual role conflict management system for PCA Purwokerto Utara members so they can manage conflict effectively. This begins with conflict identification and understanding of conflict management styles used, thus facilitating PCA members' resolution. A total of 20 Aisyiyah Branch Leaders in Purwokerto Utara are targeted to participate in this activity. The methods used in this activity include lectures, pre-tests, post-tests, training, discussions, questions and answers, and independent activities. The training results illustrate that the conflict management style of the North Purwokerto 'Aisyiyah Branch Leadership who participated in this training tends to utilize win-win solution strategies such as compromise and collaboration.Keywords: Conflict; dual roles; conflict management style; Branch Leader of 'Aisyiyah.
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGINTERNALISASI KEBIJAKAN KOKURIKULER BERBASIS DEEP LEARNING DI PULAU SEBESI Suprianto, Oki; Efendi, Tomi; Supriatna, Encep; Wardana, Deni; Robiansyah, Firman
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34437

Abstract

ABSTRAK                                                                    Pengabdian ini bertujuan mendampingi guru sekolah dasar dalam menginternalisasi kebijakan kokurikuler berbasis deep learning di SDN Tejang, Pulau Sebesi (Lampung Selatan). Mitra kegiatan adalah SDN Tejang, dengan partisipasi 14 orang guru serta dukungan kepala sekolah. Program berlangsung 3 hari melalui tahapan: (1) koordinasi dan asesmen kebutuhan mitra; (2) persiapan modul dan instrumen; (3) lokakarya konseptual Kurikulum Merdeka dan deep learning; (4) pendampingan individu/kelompok untuk perancangan projek; (5) simulasi pembelajaran; dan (6) forum reflektif guru. Evaluasi menggunakan pre–post angket Likert (konstruk: pemahaman kebijakan, pemahaman deep learning, keterampilan desain projek), observasi partisipatif pada sesi simulasi, telaah artefak (RPP/CP, matriks alignment, rubrik), serta wawancara reflektif singkat. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman guru terhadap kebijakan kokurikuler dari 3,5 menjadi 4,0, dan persepsi akan pentingnya kokurikuler naik dari 3,8 menjadi 4,2. Pemahaman terhadap konsep deep learning juga meningkat dari 3,6 menjadi 4,3. Sebagian besar guru mulai memahami bahwa deep learning adalah pendekatan resmi dalam Permendikdasmen 13/2025, dan dapat dihubungkan dengan pembelajaran berbasis projek. Selain itu, guru berhasil mengidentifikasi tema projek kontekstual yang relevan dengan kehidupan lokal, seperti pengelolaan sampah pesisir, ekonomi nelayan, dan budaya maritim. Perubahan peran guru juga teramati, dari instruktur menjadi fasilitator reflektif, meskipun sebagian masih menyuarakan tantangan terkait sarana dan keberagaman siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pendampingan holistik ini efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan menghasilkan praktik pembelajaran kontekstual yang berkelanjutan. Model ini berpotensi direplikasi di sekolah-sekolah kepulauan lainnya sebagai strategi implementasi Kurikulum Merdeka yang adaptif dan kontekstual. Kata kunci: kokurikuler; deep learning; guru sekolah dasar; Pulau Sebesi; Kurikulum Merdeka. ABSTRACTThis community engagement program aimed to assist elementary school teachers in internalizing the co-curricular policy based on deep learning at SDN Tejang, located on Pulau Sebesi (South Lampung). The partner in this activity was SDN Tejang, involving 14 teachers with the support of the school principal. The program was conducted over three days and consisted of the following stages: (1) initial coordination and needs assessment with the partner school; (2) preparation of modules and instruments; (3) conceptual workshop on the Merdeka Curriculum and deep learning; (4) individual and group mentoring for project planning; (5) project-based learning simulation; and (6) teacher reflection forum. The evaluation employed a pre–post Likert-scale questionnaire (measuring: policy comprehension, understanding of deep learning, and project design skills), participatory observation during simulations, document analysis (lesson plans, alignment matrices, rubrics), and short reflective interviews. The results showed an increase in the average score of teachers’ understanding of co-curricular policy from 3.5 to 4.0, and the perceived importance of co-curricular programs rose from 3.8 to 4.2. Understanding of the deep learning concept also improved from 3.6 to 4.3. Most teachers began to recognize deep learning as an official pedagogical approach stated in Permendikdasmen 13/2025 and were able to link it with project-based learning practices. In addition, teachers successfully identified context-based project themes relevant to local life, such as coastal waste management, fishermen's economy, and maritime culture. A notable shift was observed in teachers’ roles, from mere instructors to reflective facilitators, although some still expressed concerns regarding limited facilities and student diversity. In conclusion, this holistic mentoring model was proven effective in enhancing teachers’ pedagogical competence and in producing sustainable, contextual teaching practices. This model also has strong potential for replication in other island schools as an adaptive and contextual implementation strategy of the Merdeka Curriculum. Keywords: co-curricular; deep learning; elementary school teachers; Pulau Sebesi; Merdeka Curriculum
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PUSAT LITERASI DESA PESISIR Niswariyana, Ahyati Kurniamala; Anas, Hairul; Ismawati, Ismawati; Nurhidayah, Nurhidayah; Ramadanti, Anisah; Sari, Kirana Nurmala; Kartini, Kartini; Kamis, Jania
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34013

Abstract

ABSTRAK                                                                   Masyarakat pesisir kerap menghadapi tantangan dalam akses dan budaya literasi, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Desa Jerowaru, Lombok Timur. Perpustakaan sekolah yang belum optimal dimanfaatkan menjadi peluang strategis untuk memperkuat literasi dasar anak-anak sekaligus membuka ruang belajar bersama masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi perpustakaan SDN 2 Jerowaru menjadi pusat literasi desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, kepala sekolah, dan masyarakat desa sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, perencanaan bersama, pelibatan warga dan guru, serta aksi kolaboratif seperti pelatihan membaca, dongeng, mural edukatif, dan penyediaan bahan bacaan tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak dan warga dalam kegiatan literasi, terbentuknya ruang baca multifungsi, serta tumbuhnya kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya baca sejak dini. Program ini juga memperkuat koneksi antara sekolah dan komunitas sebagai mitra dalam pengembangan literasi berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi fungsi perpustakaan sekolah dapat menjadi model penguatan literasi desa di wilayah pesisir jika dilaksanakan secara kolaboratif, kontekstual, dan berkelanjutan. Kata kunci: literasi desa; perpustakaan sekolah, anak pesisir, pengabdian masyarakat, partisipatif ABSTRACTCoastal communities often face challenges in access to and culture of literacy, especially in remote areas such as Jerowaru Village, East Lombok. The underutilized school library presents a strategic opportunity to strengthen children’s basic literacy while opening a shared learning space for the broader community. This community service program aims to transform the SDN 2Jerowaru school library into a participatory and sustainable village literacy center. The program involved 35 participans, consisting of students, teachers, the school principal, and local residents as active patners in all stages of the activity. The community service method applied a participatory approach through stages of observation, joint planning, engagement of local residents and teachers, and collaborative activities such as reading sessions, storytelling, educational murals, and provision of thematic reading materials. The results showed increased participation of children and residents in literacy activities, the establishment of a multifunctional reading space, and the growth of collective awareness on the importance of early reading habits. This program also strengthened the connection between school and community as partners in sustainable literacy development. The findings suggest that transforming school libraries into village literacy centers can serve as a model for empowering literacy in coastal areas when implemented collaboratively, contextually, and sustainably. Keyword: village literacy; school library; coastal children; community service; participatory
SOSIALISASI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI AFILIATOR MARKETPLACE DI ERA EKONOMI DIGITAL UNTUK MASYARATAKT BETITING CERME GRESIK Puspitasari, Dara; Ningsih, Dwi Wachidiyah; Setjoatmadja, Sylvia
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34506

Abstract

AbstrakSosialisasi perlindungan hukum bagi afiliator marketplace di era ekonomi digital sangat penting mengingat meningkatnya penggunaan platform digital dalam aktivitas perdagangan oleh masyarakat Betiting, Cerme Gresik. Permasalahan yang ditemukan meliputi rendahnya pemahaman hukum terkait hak dan kewajiban afiliator, risiko sengketa transaksi, dan perlindungan konsumen dalam dunia digital yang berpotensi merugikan pelaku usaha. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan hukum masyarakat Betiting khususnya afiliator marketplace agar dapat beroperasi dengan aman dan sesuai regulasi yang berlaku.Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi kasus hukum yang relevan, sehingga peserta dapat memahami secara langsung penerapan perlindungan hukum dalam aktivitas marketplace. Mitra sasaran adalah komunitas afiliator marketplace di wilayah Betiting Cerme Gresik dengan jumlah peserta mencapai 50 orang yang aktif dalam perdagangan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang aspek-aspek perlindungan hukum, hak dan kewajiban sebagai afiliator serta mekanisme penyelesaian sengketa. Sosialisasi ini diharapkan mendorong pemberdayaan ekonomi digital lokal yang berlandaskan perlindungan hukum bagi semua pelaku usaha di masa depan. Kata kunci: Perlindungan Hukum; Afiliator Marketplace; Ekonomi Digital; Sosialiasi Hukum; Masyarakat Betiting; Cerme GresikAbstractLegal protection socialization for marketplace affiliates in the digital economy era is very important considering the increasing use of digital platforms in trading activities by the Betiting community, Cerme Gresik. Problems found include low legal understanding related to the rights and obligations of affiliates, transaction dispute risks, and consumer protection in the digital world that can potentially harm business actors. This activity aims to improve the legal insight of the Betiting community, especially marketplace affiliates, so they can operate safely and in accordance with applicable regulations. The implementation method includes counseling, interactive discussions, and legal case simulations relevant to the context, allowing participants to directly understand the application of legal protection in marketplace activities. The target partners are the marketplace affiliate community in Betiting Cerme Gresik with 50 active participants in digital trade. The results show a significant increase in participants' understanding of legal protection aspects, rights and obligations as affiliates, and dispute resolution mechanisms. This socialization is expected to encourage local digital economic empowerment based on legal protection for all business actors in the future. Keywords: Legal protectin; marketplace affiliate; digital economy; legal socialization; Betiting community; Cerme Gresik
PENGELOLAAN TPQ BABUL JIHAD WETABUA (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) BERBASIS KURIKULUM DINIYAH DI KELURAHAN WETABUA Galeko, Marzuki; Jusriadi, Jusriadi; Gomang, Irmawati; Timung, Amrullah; Lelang, Irmawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33992

Abstract

ABSTRAKHasil observasi dan wawancara yang kami lakukan diperoleh informasi bahwa guru TPQ 4 orang dengan jumlah murid 92 orang dan kurikulum yang di gunkan masih bersifat konvensional dan proses belajar mengajarnya masih terfokus pada pembelajaran al-quran saja tanpa  melibatkan pembelajaran dasar -dasr islam yang memadai sebagai bekal anak didik nantinya Tujuan Utama Pengabdian Masyarakat  1)  memperbaiki  tata  kelola bimbingan baca Al-Qur’an; berbasis Kurikulum diniyah (2) membina  kader-kader untuk menjadi sukarelawan dalam bimbingan baca tulis Al-Qur’an; (3) menambah menu bimbingan dengan beberapa kegiatan yang menunjang, seperti: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, dan bacaan sholat/fiqih; serta.Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah metode Ceramah, Diskusi, sosialisasi.dan pelatihan langsung hasil pKM. Adapun tahapan dari penelitian mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi program.adapun hasil dari pengabdian ini menunjukan adanya berbagai perubahan dari tata cara pengelolaan TPQ dan kemuampuan dalam menerapkan kurikulum diniyah serta adanya pemahaman dan upaya dalam mengatasi persoalan dan bagaiman memenuhi kebutuhan yang ada di TPQ. Serta mitra mampu mengimplemetasikan hasil dari program ini. Dengan demikian, pengelolaan TPQ berbasis kurikulum diniyah di Kelurahan Wetabua dapat menjadi model pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan dan berkualitas, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan keagamaan di masyarakat. Kata kunci: Pengeloaan; TPQ; Kurikulum Diniyah; Kelurahan Wetabua  ABSTRACTThe results of our observations and interviews obtained information that TPQ teachers are 4 people with a total of 92 students and the curriculum used is still conventional and the teaching and learning process is still focused on learning the Qur'an alone without involving adequate basic Islamic learning as provisions for students later. The Main Objectives of Community Service 1) improve the governance of guidance for reading the Qur'an; based on the diniyah curriculum (2) develop cadres to become volunteers in guidance for reading and writing the Qur'an; (3) add guidance menus with several supporting activities, such as: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, and prayer reading/fiqh; and. The methods used in this PKM are the Lecture method, Discussion, socialization, and direct training of PKM results. The stages of the research start from the planning stage to the program evaluation. The results of this community service show various changes in the procedures for managing TPQ and the ability to implement the diniyah curriculum as well as the understanding and efforts in overcoming problems and how to meet the needs that exist in TPQ. And partners are able to implement the results of this program. Thus, the management of TPQ based on the diniyah curriculum in Wetabua Village can be a model of sustainable and quality Qur'an education, while also providing a positive contribution to the development of religious education in the community. Keywords: Management, TPQ, Diniyah Curriculum; Wetabua Village
PENGOLAHAN HASIL LAUT OCTAPUS SEBAGAI MAKANAN SEHAT DI DESA DULOLONG BARAT KECAMATAN ALOR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Lapung, Jamra; Prasong, Muthiah; Abdullah, Muhammad; Istiqamah, Istiqamah; Badu, Khumairah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34264

Abstract

ABSTRAKDesa Dulolong Barat, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor memiliki potensi hasil laut yang melimpah, khususnya octopus (gurita), hasil tangkapan selama ini hanya dimanfaatkan secara terbatas sebagai bahan konsumsi rumah tangga atau dijual dalam bentuk mentah dan kering dengan nilai ekonomi yang rendah. Minimnya keterampilan pengolahan hasil laut serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang nilai gizi dan potensi pasar produk olahan menjadi permasalahan utama yang dihadapi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah Octapus (gurita) menjadi makanan sehat yang bernilai jual tinggi serta memperkenalkan diversifikasi produk olahan octapus (gurita) yang dapat dikembangkan menjadi usaha kecil. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan teknis pengolahan makanan berbahan dasar  octapus (gurita), serta pendampingan usaha berbasis rumah tangga. Adapun Mitra sasaran kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK dan warga  masyarakat Desa Dulolong Barat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan nelayan lokal, dengan total peserta yang terlibat sebanyak 26 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah gurita menjadi produk makanan sehat dan tahan lama. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan produk secara mandiri dan mulai memasarkan hasil olahan ke lingkungan sekitar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir desa dulolong barat dan mendorong pemanfaatan potensi laut lokal secara lebih optimal dan berkelanjutan.              Kata Kunci :  Pelatihan; makanan sehat; octapus ABSTRACTWest Dulolong Village, Northwest Alor District, Alor Regency has abundant potential for marine products, especially octopus (octopus), the catch so far has only been used in a limited way as a household consumption material or sold in raw and dry form with low economic value. The lack of seafood processing skills and the lack of public understanding of the nutritional value and market potential of processed products are the main problems faced. The purpose of this service activity is to increase the capacity of the community in processing Octapus (octopus) into healthy food with high selling value and introduce the diversification of processed octapus (octopus) products that can be developed into small businesses. The method of implementing activities includes initial observation, technical training in processing octapus-based food (octopus), and assistance with household-based businesses. The target partners of this activity are PKK women and residents of West Dulolong Village, especially housewives and local fishermen, with a total of 26 participants involved. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of participants in processing octopus into healthy and durable food products. In addition, participants showed enthusiasm to develop products independently and start marketing processed products to the surrounding environment. This activity has a positive impact on the economic empowerment of the coastal community of West Dulolong Village and encourages the use of local marine potential more optimally and sustainably  Keywords: Training; Healthy Foof; Ocatapus
PENGELOLAAN TPQ AL–MUJAHIDIN MAYELAHA (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) BERBASIS KURIKULUM DINIYAH DI DESA WOLWAL TENGAH Pakro, Pahlawan; Jusriadi, Jusriadi; S. Umar, Sandia; Adangtong, Ayni Ajija
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34272

Abstract

ABSTRAKHasil observasi dan wawancara yang kami lakukan diperoleh informasi bahwa guru TPQ kurikulum yang digunakan serta metode yang di gunakan masih sangat konvensional.Bimbingan yang berjalan saat ini adalah belajar membaca Al-Quran melalui  metode  iqro’ dan hapalan surat-surat pendek. Adapun Tujuan PKM Ini adalah untuk:1)memperbaiki  tata  kelola bimbingan baca Al-Qur’an; khususnya pada Kurikulum yang berbasis diniyah(2) membina  kader-kader untuk menjadi sukarelawan dalam bimbingan baca tulis Al-Qur’an; (3) menambah menu bimbingan dengan beberapa kegiatan yang menunjang, seperti: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, dan bacaan sholat/fiqih; serta (6) menata administrasi  yang lebih komprehensif.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode ceramah,diskusi dan pelatihan serta sosialisasi..Adapun hasil yang di temukan adalah Melihat berbagai kendala yang dihadapi maka kami memberi masukan agar kurikulum diniyah coba di terapkan oleh pengelola dengan memberi pemahaman terkait dengan kurikulum ini dan dampaknya bagi peserta didik dan guru- guru sudah mulai memahami kurikulum diniyah.dari berbagai tahan kegiatan yang kami lakukan pengelola, guru antusias mengikuti kegiatan ini dan ada yang sudah mulai mempraktekkannya dengan memberi pelajaran tambahan berupada dasar -dasar Pendidikan islam.Kata Kunci : Pengelolaan; TPQ; Kurikulum Diniyah; Desa Wolwal Tengah ABSTRACTThe results of our observations and interviews revealed that the curriculum and methods used by TPQ teachers are still very conventional. The current guidance focuses on learning to read the Quran through the Iqro' method and memorizing short surahs.The objectives of this PKM are: 1) improving the governance of Quran reading guidance, particularly in the diniyah-based curriculum; 2) developing cadres to become volunteers in Quran reading and writing guidance; 3) expanding the guidance menu with several supporting activities, such as: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, and prayer reading/fiqh; and 6) organizing a more comprehensive administration.The methods used in the research were lectures, discussions, training, and socialization.The results found were: Seeing the various obstacles faced, we provide input for administrators to try implementing the diniyah curriculum by providing an understanding related to this curriculum and its impact on students and teachers who have begun to understand the diniyah curriculum. From the various stages of activities we have carried out, administrators and teachers are enthusiastic about participating in this activity and some have started to practice it by providing additional lessons in the form of the basics of Islamic Education. Keywords : Management; TPQ Al – Mujahidin Mayelaha; Diniyah Curriculum; Central Wolwal Village
PELATIHAN POKDARWIS: MEMBUAT PAKET WISATA KREATIF BERBASIS POTENSI LOKAL Saharuddin, Najwa Azzahra; Hasan, Waode Adriani; Ridzal, Nining Asniar
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34754

Abstract

ABSTRAK                                                             Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dalam merancang paket wisata kreatif berbasis potensi lokal. Desa Gaya Baru memiliki keindahan alam yang belum terkelola optimal, dengan promosi wisata yang terbatas pada Waburi Park. Kegiatan ini melibatkan satu kelompok mitra utama, yaitu Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Gaya Baru, dengan jumlah 20 orang anggota aktif yang berpartisipasi langsung dalam pelatihan dan praktik penyusunan paket wisata. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan. Pelatihan berfokus pada pemaparan materi dasar tentang pengelolaan potensi wisata lokal, penyusunan itinerary, penentuan harga paket, dan strategi promosi. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh tim dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Muhammadiyah Buton untuk memastikan peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan secara praktis. Kegiatan praktik melibatkan simulasi penyusunan paket wisata secara berkelompok, sementara diskusi digunakan untuk mengeksplorasi ide kreatif dari peserta. Tahap evaluasi dan pelaporan dilakukan secara kualitatif melalui observasi, respons terhadap pertanyaan, diskusi kelompok, dan dokumentasi kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan POKDARWIS dalam menyusun paket wisata yang terarah dan menarik, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian potensi budaya dan alam setempat. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan POKDARWIS dalam menyusun paket wisata yang terarah dan menarik. Peserta berhasil merancang paket wisata yang mengangkat potensi lokal seperti alam, budaya, dan kuliner khas daerah, lengkap dengan rute, aktivitas, dan perkiraan biaya. Pelatihan ini juga berhasil menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam pelestarian aset budaya dan situs bersejarah, serta menekankan prinsip pengelolaan wisata berkelanjutan. Kompetensi yang dibangun meliputi pemandu wisata, manajemen acara, pengelolaan homestay, dan keterampilan mengelola sumber daya alam, serta pelayanan pelanggan. Kata kunci: Paket Wisata; Potensi Lokal; Pemberdayaan Masyarakat; POKDARWIS; Desa Gaya Baru ABSTRACTThis activity aims to empower the local community in Gaya Baru Village, Lapandewa District, in designing creative tourism packages based on local potential. Gaya Baru Village has natural beauty that has not been optimally managed, with tourism promotion limited to Waburi Park. This activity involved one main partner group, namely the Gaya Baru Village Tourism Awareness Group (POKDARWIS), with 20 active members who directly participated in training and practice in developing tour packages. The activity implementation method used a participatory approach through training. The training focused on the presentation of basic materials on managing local tourism potential, developing itineraries, determining package prices, and promotional strategies. Mentoring was carried out directly by teams from Gadjah Mada University and Muhammadiyah Buton University to ensure participants were able to apply their knowledge practically. The practical activity involved a simulation of developing tour packages in groups, while discussions were used to explore creative ideas from participants. The evaluation and reporting stages were carried out qualitatively through observations, responses to questions, group discussions, and documentation of activities. The training results demonstrated an increase in the knowledge and skills of POKDARWIS in developing targeted and attractive tour packages, as well as fostering a sense of collective responsibility for the preservation of local cultural and natural potential. The training results demonstrated an increase in the knowledge and skills of POKDARWIS in developing targeted and attractive tour packages. Participants successfully designed tour packages that highlighted local potential such as nature, culture, and regional culinary specialties, complete with routes, activities, and estimated costs. The training also succeeded in fostering a sense of shared responsibility in the preservation of cultural assets and historical sites, and emphasized the principles of sustainable tourism management. The competencies developed included tour guiding, event management, homestay management, and natural resource management skills, as well as customer service. Keywords: Tourism Packages; Local Potential; Community Empowerment; POKDARWIS; New Style Village
EDUKASI ANEMIA DENGAN MEDIA FLASHCARD PADA TIM PENGGERAK PKK KALURAHAN NGARGOSARI, KULON PROGO, YOGYAKARTA Purnamaningsih, Nur'Aini; Suwarno, Suwarno; Septiyani, Retnosyari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34483

Abstract

ABSTRAK                                                                            Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, terutama pada kelompok remaja putri, ibu hamil, dan wanita usia subur. Anemia umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi yang berakibat pada rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader PKK Kalurahan Ngargosari, Kulon Progo tentang anemia melalui edukasi menggunakan media flashcard. Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini berbasis edukasi kesehatan yang dilaksanakan dengan pendekatan edukasi partisipatif. Pendekatan ini menekankan keterlibatan aktif peserta dalam memahami materi, bukan hanya sebagai pendengar pasif. Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Aula Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juli 2025. Peserta sebanyak 31 anggota Tim Penggerak PKK Kalurahan Ngargosari. Tahapan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Media edukasi berupa media Flashcard berisi 12 kartu berwarna edukasi tentang anemia. Kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir soal untuk pre-test dan post-test. Hasil pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi menggunakan media flashcard dan diskusi interaktif, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test. Setelah edukasi menggunakan media flashcard sebagian besar peserta mampu menjawab dengan benar mengenai anemia. Penggunaan media flashcard efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai anemia. Dari hasil kegiatan program pengabdian kepada masyarakat edukasi anemia dengan menggunakan media flashcard pada Tim Penggerak PKK Kalurahan Ngargosari, Kulon Progo menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai anemia. Kata kunci: anemia; flashcard; edukasi kesehatan ABSTRACTAnemia is a public health problem that is still high in Indonesia, especially among adolescent girls, pregnant women, and women of childbearing age. Anemia is generally caused by iron deficiency which results in low hemoglobin levels in the blood. The objective of this this community service activity to increase the knowledge of PKK in Ngargosari Village, Kulon Progo about anemia through education using flashcard media. This community service program activity is based on health education implemented with a participatory educational approach. This approach emphasizes the active involvement of participants in understanding the material, not just as passive listeners. This community service program activity was carried out in the Ngargosari Village Hall, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta in July 2025. Participants were 31 members of the PKK Ngargosari Village. The stages of community service program activities include the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage. The educational media was in the form of Flashcard media containing 12 educational colored cards about anemia. A multiple-choice questionnaire of 10 questions for the pre-test and post-test. The results showed that after being given education using flashcard media and interactive discussions, there was a significant increase in post-test results. After the flashcard education session, most participants were able to answer questions about anemia correctly. The use of flashcards was effective in increasing participants' understanding of anemia. The results of the community service program for anemia education using flashcard media at the PKK Team of Ngargosari Village, Kulon Progo, showed a significant increase in participants' knowledge about anemia. Keywords: anemia; flashcards; health education