cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
TRANSFORMASI PROMOSI UMKM KULINER MELALUI MEDIA DIGITAL: RANGKAIAN PENDAMPINGAN DESAIN, PEMETAAN, DAN MANAJEMEN SOSIAL MEDIA Astuti, Yayuk; Tamrin, Muh; R Kasau, Nurzin; Mustanir, Ahmad; Rahmat, Muhammad Rais; Jumiati, Jumiati; Nurwidah, Andi; Nurlaelah, Nurlaelah; Isumarni, Isumarni; Febrianti, Devi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34517

Abstract

ABSTRAK                                                                            Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) kuliner memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian lokal, namun sebagian besar masih menghadapi kendala dalam promosi digital dan keterjangkauan pasar. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM kuliner di Desa Pattondon Salu, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang adalah rendahnya kemampuan promosi digital dan keterbatasan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan daya saing produk kuliner lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola promosi digital melalui pendampingan desain konten, pendaftaran usaha di Google Maps, serta manajemen akun media sosial. Metode pelaksanaan meliputi tahapan observasi awal, pelatihan interaktif, dan pendampingan berkelanjutan dengan pendekatan partisipatif. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 10 pelaku UMKM kuliner di Desa Pattondon Salu yang aktif memproduksi dan menjual produk makanan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan desain konten digital (rata-rata peningkatan 65%), seluruh UMKM telah terdaftar di Google Maps, serta peningkatan visibilitas dan interaksi pada media sosial sebesar 50%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis digital mampu memperkuat promosi produk lokal dan memperluas akses pasar bagi UMKM desa. Kata kunci: UMKM kuliner; promosi digital; media sosial; Google Maps; pemberdayaan masyarakat ABSTRACTMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector play a crucial role in strengthening the local economy; however, most still face challenges in digital promotion and market accessibility. The main problem faced by culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Pattondon Salu Village, Dua Pitue Sub-district, Sidenreng Rappang Regency is the limited ability to promote their products digitally and to utilize social media as a marketing tool. This condition has resulted in low market reach and competitiveness of local culinary products. This community service program aims to enhance the digital promotion capacity of MSME actors through training in content design, business registration on Google Maps, and social media management. The implementation method consisted of several stages, including preliminary observation, interactive training, and continuous mentoring using a participatory approach. The target partners were ten culinary MSME owners actively engaged in producing and selling local food products in Pattondon Salu Village. The results show a significant improvement in participants’ digital content design skills (average increase of 65%), all MSMEs successfully registered on Google Maps, and an average 50% growth in social media visibility and engagement. This program demonstrates that digital-based mentoring can effectively strengthen local product promotion and expand market access for rural MSMEs. Keywords: culinary MSMEs; digital promotion; social media; Google Maps; community empowerment
STORYNOMICS-BASED EDU-TOURISM: STRATEGI PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL UMKM DAN HOMESTAY DI DESA WISATA KEBANGSAAN Rahman, Farid Asfari; Adnyana, Made Bambang; Mijiarto, Joko
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34380

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Wisata Kebangsaan, Situbondo, Jawa Timur, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pengelola homestay, dan masyarakat dalam pemanfaatan storytelling digital sebagai strategi promosi pariwisata. Permasalahan utama mitra mencakup promosi yang masih konvensional, keterbatasan keterampilan digital, serta rendahnya pemahaman mengenai pemasaran berbasis narasi. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, pelatihan, workshop, pendampingan, praktik lapangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep storytelling (dari ±20% menjadi ±90%), keterampilan produksi konten visual (±25% menjadi ±90%), dan kemampuan publikasi digital (±30% menjadi ±85%). Peserta mampu menghasilkan konten foto dan video yang memadukan narasi lokal dengan media sosial, sehingga memperkuat branding Desa Wisata Kebangsaan. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan perangkat, kesulitan penyusunan caption, dan akses internet yang belum merata, solusi adaptif berupa penyediaan perangkat sederhana, template caption, serta strategi publikasi terjadwal mampu mengatasinya. Program ini membuktikan bahwa pendekatan storynomics berbasis edu-tourism homestay efektif untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Storytelling Digital; UMKM; Homestay; Desa Wisata, Pengabdian Masyarakat ABSTRACTThis community service program was implemented in Kebangsaan Tourism Village, Situbondo, East Java, aiming to enhance the capacity of local MSME actors, homestay managers, and the community in utilizing digital storytelling as a tourism promotion strategy. The main problems identified include conventional promotional practices, limited digital skills, and a lack of understanding of narrative-based marketing. The program employed a comprehensive method consisting of outreach, training, workshops, mentoring, field practice, and evaluation through pre-test and post-test. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of storytelling concepts (from ±20% to ±90%), visual content production skills (±25% to ±90%), and digital publication ability (±30% to ±85%). Participants successfully produced photos and videos that integrated local narratives into social media content, thereby strengthening the branding of Kebangsaan Tourism Village. Despite challenges such as limited technological devices, difficulties in composing promotional captions, and unstable internet connectivity, adaptive solutions including the provision of simple devices, caption templates, and scheduled publishing strategies were effective. This program demonstrates that a storynomics-based edu-tourism homestay approach is effective in fostering creative, inclusive, and sustainable community-based tourism development. Keywords: Digital Storytelling; Msmes; Homestay; Tourism Village; Community Service
DIGITALISASI LAYANAN PELANGGAN UMKM: PELATIHAN PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA SENTRA IKM JADAH TEMPE KALIURANG, SLEMAN Firdausi, Asri Sekar Mawar; Religia, Yoga; Naingolan, Dedy Sunaryo; Ridwan, Muhamad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34784

Abstract

ABSTRAK                                                                            Sentra IKM Jadah Tempe di Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan klaster usaha kuliner tradisional dengan potensi ekonomi lokal yang signifikan. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pencatatan manual dan pendekatan konvensional dalam mengelola pelanggan, sehingga pengelolaan relasi pelanggan belum optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini memperkenalkan konsep CRM dan alat digital kepada 32 peserta dari Sentra IKM Jadah Tempe di Kaliurang dengan tujuan agar dapat meningkatkan keterampilan pada pelayanan pelanggan yang diharapkan akan mendorong loyalitas. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2025 dengan fokus pada konsep dasar CRM, manajemen data pelanggan, serta demonstrasi aplikasi digital. Metode pelatihan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan praktik langsung penginputan data penjual serta pelanggan ke dalam aplikasi berbasis CRM. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta lembar umpan balik. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 55%, dengan 27 dari 32 peserta berhasil menyelesaikan simulasi pembuatan database pelanggan dan merancang strategi loyalitas sederhana. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, dengan 90% menyatakan bahwa CRM relevan dengan usaha mereka. Pelatihan ini menegaskan pentingnya keterampilan pengelolaan pelanggan berbasis digital bagi UMKM sektor kuliner, serta membuktikan bahwa intervensi yang terarah dan praktis dapat mendorong kesiapan digital dan strategi berorientasi pelanggan pada klaster bisnis tradisional. Sebagai tindak lanjut, Sentra IKM Jadah Tempe berencana membentuk tim CRM internal didampingi tim pengabdian UPN Veteran Yogyakarta dan menerapkan sistem basis data pelanggan secara rutin sebagai upaya keberlanjutan untuk memperkuat daya saing dan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Kata kunci: Pelatihan; UMKM; customer relationship management; digitalisasi  ABSTRACTThe Jadah Tempe Small and Medium Industries (IKM) Center in Kaliurang, Pakem District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, is a traditional culinary business cluster with significant local economic potential. However, most business owners still rely on manual record-keeping and conventional approaches in managing customer relationships, resulting in suboptimal customer relationship management. This community service program introduced the concept of Customer Relationship Management (CRM) and digital tools to 32 participants from the Jadah Tempe IKM Center in Kaliurang. The program aimed to enhance customer service skills, which are expected to foster greater customer loyalty. The training was held on April 22, 2025, focusing on fundamental CRM concepts, customer data management, and demonstrations of digital CRM applications. The training methods included interactive lectures, group discussions, simulations, and hands-on practice in entering seller and customer data into a CRM-based application. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, observations, and participant feedback forms. The results showed a 55% increase in participants’ understanding, with 27 out of 32 participants successfully completing the simulation of building a customer database and designing simple loyalty strategies. Participants demonstrated high enthusiasm, with 90% stating that CRM was relevant to their businesses.This training highlights the importance of digital customer management skills for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the culinary sector and demonstrates that targeted and practical interventions can effectively enhance digital readiness and customer-oriented strategies in traditional business clusters. As a follow-up, the Jadah Tempe IKM Center plans to establish an internal CRM team, supported by the UPN “Veteran” Yogyakarta community service team, and to implement a regular customer database system as a sustainability effort to strengthen competitiveness and customer loyalty in the long term. Keywords: Training; MSMEs; customer relationship management; digitalization
EMBUATAN TEPUNG MOCAF GUNA PENINGKATAN PENDAPATAN DI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL KOTANEGARA Sari, Yuni Elmita; Lestari, Sri Puji; Ichwan, Zaidan Al’
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34812

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kabupaten Lampung Utara memiliki produksi singkong yang melimpah, mencapai 1.165.966 ton pada tahun 2022, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal melalui pengolahan pascapanen. Hal ini mengakibatkan nilai tambah komoditas unggulan tersebut belum maksimal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah singkong dengan mengolahnya menjadi tepung Modified Cassava Flour (Mocaf) serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa dan guru SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kotanegara. Pelaksanaan kegiatan menggunakan tiga metode utama, yaitu Forum Diskusi Kelompok (FGD) antara tim pengabdian dan dewan guru, pelatihan praktik pembuatan mocaf secara langsung, dan pendampingan berkelanjutan dalam proses pemasaran produk. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kotanegara. Peserta yang terlibat meliputi para guru dan siswa dari sekolah tersebut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan guru dan siswa Dari hasil evaluasi didapatkan bahwa adanya perubahan pada 6 aspek pengetahuan dengan aspek pengetahuan tertinggi yang diperoleh pemahaman proses teknis, pemahaman prinsip fermentasi  dan pemahaman aspek kewirausahaan. Terbentuknya unit usaha sekolah berbasis mocaf menjadi output nyata, diiringi peningkatan keterampilan kewirausahaan siswa melalui praktik langsung. Program ini juga mendorong pemanfaatan produktif lahan sekolah yang ditanami singkong. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah kemandirian ekonomi sekolah, penguatan pendidikan kewirausahaan, dan pemberdayaan sumber daya lokal.Kata kunci: Tepung Mocaf; Kewirausahaan; Nilai tambah; SMA Muhammadiyah Kotanegara; Singkong. ABSTRACTNorth Lampung Regency has an abundant cassava production, reaching 1,165,966 tons in 2022. However, this potential has not been optimally utilized through post-harvest processing, resulting in less than maximum added value for this leading commodity.This community service program aimed to increase the added value of cassava by processing it into Modified Cassava Flour (Mocaf) and to foster an entrepreneurial spirit among students and teachers of Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kotanegara High School. The program was implemented using three main methods: a Focus Group Discussion (FGD) between the service team and the teachers, hands-on training in Mocaf production, and continuous mentoring in the product marketing process. The target partners for this activity were the teachers and students of MBS Kotanegara High School. The program successfully enhanced the knowledge of both teachers and students. Evaluation results indicated significant improvement across six aspects of knowledge, with the highest gains observed in understanding the technical process, the principles of fermentation, and entrepreneurial aspects. A tangible outcome was the establishment of a school-based Mocaf business unit, accompanied by an increase in students' entrepreneurial skills through direct practice. The program also encouraged the productive use of school land planted with cassava. The expected long-term impacts include school economic self-sufficiency, strengthened entrepreneurship education, and the empowerment of local resources.Keywords: Modified Cassava Flour (Mocaf); Entrepreneurship; Value-added products; Muhammadiyah Boarding School; Cassava.
GEMES STUNTING (GERAKAN EDUKASI MENYUSUI ASI EKSKLUSIF UNTUK MENCEGAH STUNTING SECARA DINI) DI POSKESDES REMBIGA KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM Lestari, Cahaya Indah; Pamungkas, Catur Esty; Amilia, Rizkia
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.32298

Abstract

ABSTRAK                                                                            ASI  atau  yang  disebut  Air  Susu  Ibu  adalah  air  susu  yang  dihasilkan  oleh  ibu  dan mengandung zat gizi yang telah diperlukan si bayi untuk kebutuhan maupun perkembangan si bayi. Usia 6 bulan pertama pada bayi hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan campuran susu lainnya  seperti  susu  formula  dan  tanpa  tambahan  makanan  padat  lainnya,  misalnya  biscuit, bubur nasi, pisang, dan lain-lain (Nuradhiani, 2020) Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu terkait ASI Ekslusif. Lokasi pengabdian di Poskesdes Rembiga  Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre-post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh ibu hamil dan ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan sejumlah 15 orang. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri dari nilai pretest dalam kategori kurang sebesar 46 % (7 orang) meningkat menjadi sebagian besar kategori pengetahuan cukup dan baik sebesar 60 % (9 orang) pada saat posttest.Kata kunci: Pendidikan Kesehatan; Stunting; ASI Eksklusif. ABSTRACTBreast milk or what is known as Mother's Milk is the milk produced by the mother and contains the nutrients needed by the baby for their needs and development. For the first 6 months, babies should only be given breast milk without any additional mixed milk such as formula and without any solid food additions, such as biscuits, rice porridge, bananas, etc (Oktarina & Sudiarti, 2014). The purpose of this community service activity is to increase mothers' knowledge about Exclusive Breastfeeding. The location of the service is at the Rembiga Poskesdes in Selaparang District, Mataram City. The methods used in this activity include lectures, distribution of leaflets, and a pre-post test in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are all pregnant mothers and mothers who have babies aged 0-6 months totaling 15 people. The instruments used are PowerPoint, leaflets, and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest from the conducted activities, there was an increase in knowledge among female adolescents from a pretest score in the 'poor' category of 46% (7 people) to mostly being in the 'sufficient' and 'good' knowledge categories at 60% (9 people) during the posttest.Keywords: Health Education; Stunting; MP-ASI.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM KKN UNTUK PENINGKATAN SDGS DESA JORONG KOTO TUO, KABUPATEN SIJUNJUNG Dewi, Ika Parma; Alimun, Fadhlya Hidayattul; Fadhila, Dian; Sari, Kurnia; Salsabila, Atira Balqis; Azzahra, Fatma; Kautsar, Muhamad Al-Kautsar Al-; Alghifari, Muhammad Dzaki
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33935

Abstract

ABSTRAK                                                                             Masalah stunting di Indonesia merupakan tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta produktivitas generasi mendatang. Idealnya, setiap anak berhak tumbuh dan berkembang secara optimal, namun prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, Indonesia menempati posisi ke-17 dari 117 negara dengan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang terarah dan berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui edukasi gizi, kesehatan lingkungan, serta upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang di Jorong Koto Tuo, dengan mitra pelaksana Posyandu setempat dan dukungan perangkat nagari. Sasaran utama kegiatan adalah masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu dan remaja putri, dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang yang terdiri atas kader posyandu, ibu rumah tangga, serta remaja perempuan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan teknik penyuluhan interaktif, observasi lapangan, diskusi kelompok kecil, dan pembagian makanan bergizi sederhana. Melalui metode ini, peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif tetapi juga terlibat aktif dalam proses diskusi dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, praktik sanitasi lingkungan yang baik, serta penundaan usia pernikahan. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata sebagai model intervensi berbasis masyarakat dalam upaya menurunkan prevalensi stunting, khususnya di daerah berisiko tinggi seperti Jorong Koto Tuo.Kata kunci: Stunting, Edukasi; Gizi; KKN; Pencegahan. ABSTRACTStunting in Indonesia is a serious challenge in the development of human resources as it can affect physical growth, brain development, and the productivity of future generations. Ideally, every child has the right to grow and develop optimally; however, the prevalence of stunting in Indonesia remains high. According to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), Indonesia ranked 17th out of 117 countries with a stunting prevalence rate of 30.8%. This situation indicates the urgent need for targeted and sustainable interventions, particularly in rural areas with a high risk of stunting. This community service program aimed to increase public knowledge and awareness regarding stunting prevention through nutrition education, environmental health promotion, and early marriage prevention efforts. The program was implemented by students from Universitas Negeri Padang during their Community Service Program (KKN) in Jorong Koto Tuo, in collaboration with local Posyandu (integrated health service posts) and supported by village authorities. The primary target groups were local communities, especially mothers and adolescent girls, with a total of 45  participants consisting of Posyandu cadres, housewives, and teenage girls. The implementation methods adopted an educational-participatory approach through interactive counseling, field observations, small group discussions, and the distribution of simple nutritious food. Through these methods, participants were actively involved in discussions and hands-on practice rather than passively receiving information. The results showed a significant increase in community knowledge and awareness regarding balanced nutrition intake, proper sanitation practices, and the importance of delaying early marriage. In conclusion, this program provides a concrete example of a community-based intervention model that can contribute to reducing stunting prevalence, particularly in high-risk rural areas such as Jorong Koto Tuo.Keywords: Stunting; Education; Nutrition; Community Service; Prevention.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH BAGI MASYARAKAT DESA TEGAL SARI SENDANG III SEMARANG Cesaria, Dina; Ilmiawan, Riswandha; Imamah, Laely Nasiyatul; Sannora, Silvira; Pujiastuti, Anasthasia; Adhitama, Rina
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34680

Abstract

 ABSTRACTPengetahuan masyarakat yang masih terbatas mengenai cara penggunaan dan mengelola obat dirumah berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, serta penyalahgunaan obat, munculnya resistensi, hingga pencemaran lingkungan akibat dari pembuangan obat yang tidak sesuai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan ibu-ibu PKK melalui edukasi interaktif berbasis leaflet di Desa Tegal Sari Sendang III, Semarang. Metode yang digunakan berupa penyuluhan langsung, pemaparan materi, dan sesi diskusi interaktif. Peserta dalam kegiatan ini, diikuti oleh ibu-ibu PKK dengan jumlah 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat dengan benar (DAGUSIBU). Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarkat dalam menggunakan obat secara tepat dan aman dilingkungan rumah tangga.Kata kunci: Pengelolaan; Obat; DAGUSIBU; Tegal, Sari; Sendang III. ABSTRACTLimited public knowledge regarding the use and management of medicines at home has the potential to cause various health problems, as well as topics on drugs, the emergence of resistance, and environmental pollution due to improper disposal of medicines. This community service activity aims to increase the insight of PKK mothers through interactive leaflet-based education in Tegal Sari Sendang III Village, Semarang. The methods used include direct counseling, material presentations, and interactive discussion sessions. This activity was attended by 30 PKK mothers. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the principles of Obtain, Use, Store, and Dispose of Medicines Correctly (DAGUSIBU). Through this activity, it is hoped that there will be changes in community behavior in using medicines appropriately and safely in the household environment.Keywords: Management, Drugs, DAGUSIBU, Tegal, Sari, Sendang III.
INOVASI SATE TELUR PUYUH DAN SAYUR BAYAM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN GIZI DAN PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA PASIR NANGKA Zakiyah, Zakiyah; Utami, Fitria Budi; Lestari, Maya; Setiani, Nurul; Ningsih, Nikem Kurnia; Fadhilah, Lulu Nurul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34132

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gizi membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak.  Stunting adalah salah satu masalah gizi kronis yang paling umum dihadapi anak-anak di Indonesia.  Di Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi tahu orang-orang, terutama orang tua balita, tentang pentingnya mengikuti pola makan sehat untuk mencegah stunting.  Metode yang digunakan adalah Deskripsi kualitatif digunakan melalui fase sosialisasi, praktik, diskusi, dan wawancara.  Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap. Pertama, persiapan dilakukan dengan bekerja sama dengan Pos Gizi dan membuat materi tentang gizi telur puyuh dan sayur bayam serta tentang stunting. Kedua, pelaksanaan, yaitu penyuluhan dan demonstrasi masak "Cegah Stunting dengan Menu Sehat Telur Puyuh dan Sayur Bayam". Ketiga, pembagian makanan sehat kepada orang tua dan anak-anak, dan keempat, penutupan, yaitu diskusi dan evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan bagaimana membuat makanan sehat di rumah.  Sekitar 90% orang yang berpartisipasi mampu menjelaskan manfaat telur puyuh dan bayam serta menunjukkan komitmen mereka untuk mengikuti pola makan sehat.  Dinilai bahwa kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bekerja sama untuk mencegah stunting dan dapat digunakan sebagai model untuk pemberdayaan masyarakat melalui kuliner sehat. Kata kunci: Peningkatan Gizi; Makanan Tambahan; Stunting. ABSTRACTNutrition helps children's brain growth and development. Stunting is one of the most common chronic nutritional problems faced by children in Indonesia. In Pasir Nangka Village, Tigaraksa Subdistrict, Tangerang Regency, this community service activity aims to inform people, especially parents of toddlers, about the importance of following a healthy diet to prevent stunting. The method used is qualitative description through the phases of socialization, practice, discussion, and interviews. The activity was carried out in four stages. First, preparations were made in collaboration with the Nutrition Post and materials were created about the nutritional value of quail eggs and spinach and about stunting. Second, implementation, namely counseling and cooking demonstrations on “Preventing Stunting with a Healthy Quail Egg and Spinach Menu.” Third, distribution of healthy food to parents and children, and fourth, closing, namely discussion and evaluation. The results of the activity showed that participants had a better understanding of the importance of balanced nutrition and how to prepare healthy meals at home. Approximately 90% of participants were able to explain the benefits of quail eggs and spinach and demonstrated their commitment to following a healthy diet. It was assessed that this activity increased public awareness of the importance of working together to prevent stunting and could be used as a model for community empowerment through healthy cuisine. Keywords: Nutritional Improvement; Supplementary Feeding; Stunting.
PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MELALUI PELATIHAN TARI LEGO-LEGO BAGI SISWA SD ISLAM COKROAMINOTO 01 KALABAHI Noho, Mahmud Abdullah; Lapung, Jamra; Kamahi, Mi’raj; Lekidela, Mahmud; Djae, Muhammad Arif
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pelestarian budaya lokal merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui lembaga pendidikan. Di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Tari Lego-Lego merupakan warisan budaya tradisional yang kaya makna filosofis dan sosial, terutama nilai kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong sebagai identitas kolektif masyarakat. Namun, pengaruh teknologi, globalisasi, dan budaya populer modern membuat generasi muda kurang mengenal dan menghargai budaya daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan Tari Lego-Lego bagi siswa SD Islam Cokroaminoto 01 Kalabahi serta menganalisis pengaruh kegiatan tersebut terhadap pemahaman, kepedulian, dan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Peserta penelitian berjumlah 15 siswa. Pelatihan meliputi pengenalan gerak dasar, praktik bersama, dan evaluasi pertunjukan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Tari Lego-Lego efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal dan menjadi media pendidikan karakter yang menyenangkan. Siswa mampu bekerja sama, menunjukkan solidaritas, dan mengekspresikan identitas budaya melalui pertunjukan. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi strategi tepat untuk melestarikan budaya lokal melalui pendidikan formal sejak usia dini.Kata kunci: Budaya Lokal; Tari Lego-Lego; Pendidikan Karakter; Sekolah Dasar; Pelestarian Budaya. ABSTRACTPreserving local culture is a collective responsibility that must be carried out sustainably, including through educational institutions. In Alor Regency, East Nusa Tenggara, the Lego-Lego Dance is a traditional cultural heritage rich in philosophical and social meaning, particularly the values of togetherness, solidarity, and mutual cooperation, which serve as a collective identity for the community. However, the influence of technology, globalization, and modern popular culture has resulted in younger generations becoming less familiar with and appreciative of their local culture. This study aims to describe the implementation of Lego-Lego Dance training for students at Cokroaminoto 01 Kalabahi Islamic Elementary School and to analyze the impact of this activity on their understanding, awareness, and love of local culture. The method used was descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation of activities. Fifteen students participated in the study. The training included an introduction to basic movements, group practice, and evaluation of group performances. The results showed that the Lego-Lego Dance training effectively increased students' understanding of local culture and served as a fun character education medium. Students were able to work together, demonstrate solidarity, and express their cultural identity through the performance. Thus, this training is an appropriate strategy for preserving local culture through formal education from an early age.Keywords: Local Culture; Lego-Lego Dance; Character Education; Elementary School; Cultural Preservation.
PEMANFAATAN TANAMAN DAUN JARAK MERAH DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL DI DESA PURA BARAT KEC. ALOR BARAT LAUT ALOR NTT Abdullah, Muhammad; Prasong, Muthiah; Istiqamah, Istiqamah; Badu, Khumaira Marsyahida; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34869

Abstract

ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Pura Barat, Kecamatan Alor Barat Laut, Nusa Tenggara Timur, dengan tujuan memanfaatkan tanaman daun jarak merah (Jatropha gossypiifolia) sebagai bahan dasar pembuatan sabun herbal. Selama ini, masyarakat setempat belum memahami secara optimal manfaat daun jarak merah, sehingga tanaman tersebut hanya dibiarkan tumbuh liar tanpa nilai guna. Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam mengolah daun jarak merah menjadi produk sabun herbal yang higienis, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi. Produk sabun herbal yang dihasilkan memiliki kualitas baik serta berpotensi menjadi komoditas usaha kecil yang dapat mendukung perekonomian lokal. Respon positif dari pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. Lebih jauh, program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, karena produk herbal yang dihasilkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya memberi dampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.Kata kunci: Daun Jarak Merah; Sabun Herbal; Pengabdian Masyarakat; Ekonomi Kreatif. ABSTRACTThis Community Service Program (PKM) was implemented in Pura Barat Village, Alor Barat Laut District, East Nusa Tenggara, with the aim of utilizing red castor leaves (Jatropha gossypiifolia) as the main ingredient for producing herbal soap. For years, the local community has not fully understood the health benefits of red castor leaves, leaving the plants to grow wild without any practical use. The program employed a descriptive qualitative approach through several stages, namely survey, socialization, training, simple technology application, mentoring, and evaluation. The results showed significant improvements in both knowledge and skills among community members, especially housewives, in processing red castor leaves into hygienic, eco-friendly, and economically valuable herbal soap. The products produced demonstrated good quality and are considered to have potential as small-scale business commodities that could strengthen the local economy. Positive responses from village authorities, local leaders, and residents confirmed the effectiveness of the program. Furthermore, the activity aligns with Sustainable Development Goal (SDG) number 3, which emphasizes good health and well-being, as the herbal products generated can improve community health while promoting sustainable living. Therefore, this PKM not only contributes to public health but also creates opportunities for the development of creative economy initiatives based on local resources. Keywords: Red Castor Leaves; Herbal Soap; Community Service; Creative Economy.