cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
TRANSFORMASI GAYA HIDUP ZERO WASTE DI PONDOK PESANTREN MAHASISWA MELALUI INOVASI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DAN WAKAF SAMPAH PRODUKTIF Jatnika, Muhammad Dzulfaqori; Faqihuddin, Faqihuddin; Supratman, Supratman; Nur Ilman, Muhammad Agil; Sari, Feni Mustika
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33742

Abstract

ABSTRAK                                                                            Sampah menjadi persoalan kompleks yang berdampak langsung pada lingkungan dan sosial masyarakat salah satunya di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ihsan. Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ihsan Tasikmalaya menghadapi kendala dalam pengelolaan sampah, terutama keterbatasan fasilitas pemilahan, kurangnya kesadaran santri, serta belum adanya sistem wakaf sampah yang terstruktur. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pesantren melalui penerapan gaya hidup zero waste, integrasi wakaf sampah produktif, serta teknologi blockchain sebagai media transparansi dan pengelolaan dana. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dengan melibatkan 97 santri sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui survei, uji coba sistem blockchain, serta pelaporan kegiatan berbasis luaran. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri sebesar +20,56 poin dalam pengelolaan sampah, serta terbentuknya sistem wakaf digital yang meningkatkan transparansi dan kepercayaan. Program ini juga berhasil mengoptimalkan sumber daya internal pondok dalam menciptakan ekonomi sirkular dan memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai Islam. Kata kunci: zero waste; pesantren; wakaf sampah; blockchain; pemberdayaan masyarakat ABSTRACTWaste has become a complex issue with direct impacts on both the environment and society, one of which is at the Al-Ihsan Student Islamic Boarding School. Al-Ihsan Student Islamic Boarding School in Tasikmalaya faces several challenges in waste management, including limited sorting facilities, low awareness among students, and the absence of a structured waste endowment (waqf) system. This community service program aims to enhance the boarding school’s resource capacity by promoting a zero-waste lifestyle, integrating productive waste endowments, and implementing blockchain technology for transparency and fund management. The implementation methods include socialization, training, technology application, and mentoring, involving 97 students as partners. Evaluation was conducted through surveys, blockchain system trials, and output-based activity reporting. The results showed a +20,56 points increase in students’ knowledge and skills in waste management and the establishment of a digital endowment system that improves transparency and trust. This program also successfully optimized the internal resources of the pesantren to create a circular economy and strengthen character education based on Islamic values. Keywords: zero waste; pesantren; waste endowment; blockchain; community empowerment
DIVERSIFIKASI PRODUK TURUNAN IKAN LELE PADA POKHLASAR MAKMUR SEJAHTERA ACEH TAMIANG Adnan, Adnan; Baihaqi, Baihaqi; Imran, Imran; Hanisah, Hanisah; Dianawati, Dianawati; Amilda, Yenni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34009

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan aneka produk turunan berbahan ikan lele oleh pokhlasar makmur sejahtera melalui diversifikasi produk. Kegiatan ini dipilih karena tersedianya produk ikan lele yang dihasilkan oleh pokdakan tanah berongga-sido urep sekaligus menciptakan nilai tambah terhadap produk itu. Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan serta monitoring dan evaluasi. Dari pendampingan yang dilakukan terjadi peningkatan nilai tambah produk melalui diversifkasi produk turunan ikan lele dari produk ikan lele segar menjadi aneka produk turunan antaranya kue bawang lele, keripik lele dan bakso lele. Selain aktifitas pembuatan produk turunan ikan lele, beberapa aktifitas lainnya juga dilakukan dan tercatat dalam lembar pre dan post test dimana terjadi peningkatan kapasitas anggota pokhlasar makmur sejahtera dimana68% anggota kelompok paham dengan materi pembuatan adonan aneka produk turunan ikan lele, sedangkan pada materi inovasi dan pengembangan produk, 32% anggota kelompok cukup memahami materi yang disampaikan oleh narasumber. Terkait materi teknik dan proses pengemasan produk 23% anggota pokhlasar sangat memahami isian materi selama pendampingan berlangsung. Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kapasitas anggota dari 37,3% menjadi 58,4% paska pelatihan dilakukan. Hal ini memperlihatkan bahwa diversifikasi  produk turunan itu berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan bagi setiap anggota pokhlasar makmur sejahtera. Kata kunci: diversifikasi; ikan lele; pokhlasar; teknologi; aceh tamiang ABSTRACTThis Community Service Program (PKM) aims to introduce various catfish-based derivative products by the pokhlasar makmur sejahtera group through product diversification. This activity was chosen due to the availability of catfish products produced by the pokdakan tanah berongga sido urep group, while also creating added value for the product. The method used was participatory action research and technology transfer through several stages of activities, including coordination, socialization, implementation, as well as monitoring and evaluation. Through the assistance provided, there was an increase in the added value of the products through the diversification of catfish derivative products, transforming fresh catfish into various processed products such as catfish onion crackers, catfish chips, and catfish meatballs. In addition to producing derivative catfish products, several other activities were also carried out and recorded in pre- and post-test forms, which showed an increase in the capacity of the pokhlasar makmur sejahtera members. The results indicated that 68% of group members understood the material on making dough for various catfish derivative products, while 32% of members adequately understood the material on product innovation and development delivered by the resource person. Regarding the material on product packaging techniques and processes, 23% of members demonstrated a strong understanding of the content during the assistance period. It can be concluded that the capacity of members increased from 37.3% to 58.4% after the training. This shows that product diversification had a direct impact on increasing the income of each member of the pokhlasar makmur sejahtera group. Keywords: divercification; catfish; pokhlasar; technology; aceh tamiang
POJOK LITERASI KREATIF: STRATEGI MENINGKATKAN MINAT BACA DAN CRITICAL THINKING SKILL GENERASI ALPHA Sanisah, Siti; Mirayati, Mirayati; Umar, Hulaemi; Fina, Rizka Al; Hendriques, Miftahul Jannah; Shafiyyah, Shafiyyah; Musidan, Musidan; Safitri, Syafira Wahyu
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34364

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Minat baca dan critical thinking skill siswa sekolah dasar masih membutuhkan perhatian serius. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan critical thinking skill siswa di tingkat dasar melalui pembentukan pojok literasi kreatif. Mitra kegiatan adalah SD Negeri 3 Batu Putih, dengan target kegiatan seluruh Generasi Alpha di SD Negeri 3 Batu Putih, yang secara alami membutuhkan pendekatan belajar yang aktif, contextual, dan menyenangkan. Metode yang diterapkan meliputi komunikasi dan koordinasi dengan mitra, identifikasi masalah dan kebutuhan literasi di sekolah, perencanaan program partisipatif dan pengembangan materi, pelaksanaan pojok literasi kreatif, pelatihan bagi guru dan pendampingan terstruktur, monitoring dan evaluasi, refleksi, serta diseminasi hasil pengabdian. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca siswa yang signifikan, terlihat dari frekuensi kunjungan ke pojok membaca dan partisipasi aktif dalam kegiatan membaca serta diskusi kelompok. Siswa juga menunjukkan kemajuan dalam critical thinking skill, termasuk kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menyampaikan pendapat secara logis. Peran guru sebagai fasilitator literasi sangat penting dalam membantu proses berpikir siswa. Pembentukan pojok literasi kreatif juga mendorong terciptanya atmosfer pembelajaran yang mendukung kolaborasi, empati, dan ekspresi diri. Program ini dapat dijadikan sebagai model implementasi literasi kritis yang dapat diterapkan di sekolah dasar lain dengan penyesuaian lokal. Disarankan agar program ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun budaya literasi dan memperkuat criticala thinking skill sejak usia dini. Kata kunci: pojok literasi kreatif, minat baca, berpikir kritis, generasi alpha, sekolah dasar. ABSTRACTThe reading interest and critical thinking skills of elementary school students still require serious attention. This activity aims to increase the reading interest and critical thinking skills of elementary school students through the establishment of creative literacy corners. The partner for this activity is SD Negeri 3 Batu Putih, with the target audience being the entire Alpha Generation at SD Negeri 3 Batu Putih, who naturally require an active, contextual, and enjoyable learning approach. The methods applied include communication and coordination with partners, identification of literacy problems and needs in schools, participatory program planning and material development, implementation of creative literacy corners, training for teachers and structured mentoring, monitoring and evaluation, reflection, and dissemination of service results. The results of the activities showed a significant increase in students' interest in reading, as seen from the frequency of visits to the reading corner and active participation in reading activities and group discussions. Students also showed progress in critical thinking skills, including the ability to analyze, evaluate, and express opinions logically. The role of teachers as literacy facilitators is very important in helping students' thinking processes. The establishment of creative literacy corners also encourages the creation of a learning atmosphere that supports collaboration, empathy, and self-expression. This program can be used serve as a model for the implementation of critical literacy that can be applied in other elementary schools with local adjustments. It is recommended that this program be part of the school's strategy in building a culture of literacy and strengthening critical thinking skills from an early age. Keywords: creative literacy corner, reading interest, critical thinking, alpha generation, elementary school.
PERAN MAHASISWA KKN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PHBS PADA ANAK-ANAK DI KELURAHAN PASIRKRATONKRAMAT Sofiana, Dian Sagita; Maghfiroh, Eka Sahwal; Syahputra, M. Aldi Amanatullah; Atsil Zaefa, Nadya Yumna; Nurbuwono, Rohma Howo
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34420

Abstract

ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Namun realitanya, perilaku tersebut kerap kali belum diterapkan secara optimal, khususnya di Kelurahan Pasirkratonkramat. Kondisi geografis wilayah tersebut yang sering dilanda banjir rob membuat anak-anak belum terbiasa mencuci tangan, menggosok gigi, dan menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa melalui Kuliah Kerja  Nyata (KKN) memiliki peran penting dalam mengajarkan masyarakat, terutama anak-anak mengenai pentingnya PHBS. Melalui edukasi yang interaktif dan simulasi praktis, kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi, diskusi, dan simulasi mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar. Cara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kebiasaan menerapkan PHBS pada anak-anak. Setelah dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat dilihat adanya antusiasme, peningkatan pemahaman, dan ketrampilan dalam mencuci tangan maupun menggosok gigi. Anak-anak mampu mempraktikan kembali langkah-langkah yang diterangkan dan membiasakan diri dengan kebiasaan hidup sehat. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran PHBS pada anak-anak di Kelurahan Pasirkratonkramat. Kata kunci: Anak; Edukasi; Kesehatan; PHBS ABSTRACTClean and Healthy Living Behavior (PHBS) is one effort to form healthy habits from an early age. However, in reality, this behavior is often not optimally implemented, especially in Pasirkratonkramat Village. The geographical conditions of the area, which is frequently hit by tidal flooding, make children unfamiliar with washing their hands, brushing their teeth, and maintaining environmental cleanliness. Students through Community Service Programs (KKN) play a crucial role in educating the community, especially children, about the importance of PHBS. Through interactive education and practical simulations, activities are carried out by presenting material, discussing, and simulating proper handwashing and toothbrushing. This method is expected to increase awareness and habits of implementing PHBS in children. After the implementation of these activities, enthusiasm, increased understanding, and skills in washing hands and brushing teeth were observed. Children were able to practice the steps explained and accustomed themselves to healthy living habits. Thus, the activities carried out were proven effective in increasing PHBS awareness among children in Pasirkratonkramat Village. Keywords: Children; Education; Healthy; PHBS
UMKM MELEK KEUANGAN: SOLUSI PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA DENGAN KLEDO Al Ya’qubi, Amirah ‘Aliyah; Suryani, Emilia Dian; Maghfiroh, Triya Lialatul; Yunitasari, Norainny
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34074

Abstract

ABSTRAK Salah satu kewajiban mahasiswa tingkat atas adalah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan suatu bentuk kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat, terutama dalam menjawab permasalahan yang ada di lingkungan desa. Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Gresik ditugaskan untuk melakukan KKN di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Di Desa ini banyak masyarakatnya memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), baik di bidang pangan maupun non pangan. Menurut survei yang telah dilakukan, UMKM di desa ini belum melakukan pencatatan keuangan yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah berusaha meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM di Desa Kedungpring melalui kegiatan penyuluhan terkait pencatatan keuangan sederhana dan aplikasi Kledo. Tahapan kegiatan yang dilakukan dari kegiatan ini antara lain 1) melakukan koordinasi dengan perangkat desa terkait pelaku UMKM yang ada di Desa Kedungpring; 2) Melakukan survei ke pelaku UMKM; 3) Melakukan penyuluhan terkait pencatatan keuangan sederhana (termasuk aplikasi Kledo); dan 4) Melakukan evaluasi terkait respon pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana. Pelaku UMKM yang dijadikan sasaran kegiatan penyuluhan adalah dua jenis usaha, yaitu UMKM tas dan UMKM jamu. Pemilihan dua UMKM ini adalah didasarkan pada masukan dari perangkat desa dan sesuai kriteria dari kegiatan, yaitu UMKM yang belum memiliki pencatatan keuangan. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM baru menyadari pentingnya pencatatan dalam usaha untuk mengetahui posisi keuangan dari usahanya dan tertarik dalam menggunakan aplikasi Kledo dalam membuat laporan keuangan dari usahanya. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk mendorong UMKM lebih tertib secara administrasi dan mampu mengelola usahanya dengan lebih baik ke depan. Kata kunci: UMKM; pencatatan keuangan; laporan laba rugi; aplikasi Kledo ABSTRACT One of the tasks of senior students is to carry out Community Service (KKN). KKN is a form of student contribution to the community, especially in addressing problems that exist in the village environment. Students from the Muhammadiyah University of Gresik were assigned to carry out KKN in Kedungpring Village, Balongpanggang District, Gresik Regency. In this village, many people have Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), both in the food and non-food sectors. According to a survey that has been conducted, MSMEs in this village have not kept good financial records. The purpose of this activity is to provide counseling on simple financial recording for MSMEs in Kedungpring Village. The stages of activities carried out from this activity include 1) coordinating with village officials related to MSME actors in Kedungpring Village; 2) Conducting surveys to MSME actors; 3) Conducting counseling related to simple financial recording (including the Kledo application); 3) Conducting evaluations regarding the response of MSME actors in carrying out simple financial recording. The MSME actors targeted by the counseling activities are two types of businesses, namely bag MSMEs and herbal medicine MSMEs. The selection of these two MSMEs was based on input from village officials and the activity's criteria, namely MSMEs that do not yet have financial records. The results of the activity indicate that MSMEs are only just realizing the importance of record-keeping in business, helping them understand their financial position, and are interested in using the Kledo application to generate financial reports. This activity is expected to be the first step in encouraging MSMEs to be more administratively disciplined and better manage their businesses in the future. Keywords: UMKM; financial recording; income statement; Kledo app
PENGUATAN PROFIL PELAJAR MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PORTOFOLIO BAGI SISWA SMA Nursit, Isbadar; Zauri, Ahmad Sufyan; Muna, Nailiatul; Faradiba, Surya Sari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33723

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa terhadap profil diri, termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sering menghambat pengambilan keputusan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mendampingi siswa dalam menyusun portofolio sebagai sarana refleksi diri dan penguatan profil pelajar. Kegiatan berlangsung Mei–Juli 2025 di SMA Al-Yasini Pasuruan dengan melibatkan 45 siswa kelas XI. Tahapannya dimulai dari koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyusun jadwal dan kebutuhan siswa, dilanjutkan persiapan materi serta alat pendukung portofolio, kemudian pelaksanaan yang mencakup sosialisasi pentingnya mengenali diri, workshop penyusunan portofolio, praktik langsung, serta pendampingan individu dan kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest serta analisis kualitas portofolio siswa. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman profil diri dari 61,2 menjadi 83,5. Sebanyak 91,1% siswa merasa kegiatan ini membantu mereka mengenali potensi dan tantangan pribadi, dan 88,9% mengalami peningkatan percaya diri dalam merencanakan studi lanjut. Portofolio yang dihasilkan memiliki kualitas baik dari segi reflektifitas dan keautentikan. Kegiatan ini terbukti efektif membekali siswa untuk memahami diri sendiri dan merancang langkah konkret menuju masa depan pendidikan yang lebih terarah.
PELATIHAN GOOGLE MY BUSINESS UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN PADA IBU PKK DESA MUARA DAMAI, SEMBAWA, BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Aldina, Rizky; Putri, Putri; Saputri, Efrillia Missel; Marnisah, Luis; Kurniawan, Mohammad; Veronica, Meilin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34433

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Pelatihan Google My Business untuk Meningkatkan Penjualan bagi Ibu PKK Desa Muara Damai Kecamatan Sembawa, Provinsi Sumatera Selatan”. Proses kegiatan dimulai dengan koordinasi antara tim pelaksana dan pihak mitra, yaitu Pemerintah Desa Muara Damai serta kelompok Ibu-Ibu PKK. Setelah itu, dilakukan analisis awal untuk mengetahui kebutuhan peserta, diikuti dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemasaran digital, pelatihan praktis pembuatan akun Google My Business, pengisian profil usaha, dan pengunggahan foto produk. Selanjutnya, ada pendampingan langsung dalam pengelolaan akun, termasuk pembaruan informasi usaha dan memberikan respons pada ulasan pelanggan. Tahap terakhir adalah evaluasi lisan untuk mengevaluasi pemahaman peserta atas materi yang telah disampaikan. Partisipan kegiatan terdiri dari 30 orang ibu PKK dari dua dusun di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta mampu membuat dan mengelola akun Google My Business secara mandiri, meningkatkan visibilitas produk di Google Search dan Google Maps, serta merasa percaya diri dalam menggunakan teknologi digital. Melalui program ini, diharapkan ibu-ibu PKK bisa memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan penjualan, serta memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi keluarga dan desa secara berkelanjutan. Kata kunci: Pelatihan; Google My Business; Penjualan  ABSTRACTThis community service activity carries the theme "Google My Business Training to Increase Sales for the PKK Mothers of Muara Damai Village, Sembawa District, South Sumatra Province." The process began with coordination between the implementing team and the partner, namely the Muara Damai Village Government and the PKK women's group. After that, an initial analysis was conducted to understand the participants' needs, followed by socialization on the importance of digital marketing, practical training on creating a Google My Business account, filling out business profiles, and uploading product photos. Next, there was direct assistance in managing the accounts, including updating business information and responding to customer reviews. The final stage is a verbal evaluation to assess the participants' understanding of the material presented. The participants in the activity consisted of 30 PKK mothers from two hamlets in Muara Damai Village, Sembawa District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The results of this training indicate that participants are able to create and manage Google My Business accounts independently, enhance product visibility on Google Search and Google Maps, and feel confident in using digital technology. Through this program, it is expected that the PKK mothers can expand their marketing reach, increase sales, and contribute to sustainable economic growth for families and villages. Keywords: Training; Google My Business; Sales
MENUMBUHKAN HARGA DIRI DAN HUBUNGAN SEHAT PADA REMAJA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI SMP KABUPATEN MALANG Pratiwi, Awalya Siska; Zen, Ella Faridati; Hotifah, Yuliati; Simon, Irene Maya; Galih, Muhammad Lutfi; Putri, Nabila Dwi Azhari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33950

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Hubungan percintaan pada remaja saat ini cukup mengkhawatirkan. Maraknya kekerasan seksual berdampak paa berbagai aspek, salah satunya terkait harga diri. Rendahnya harga diri dapat menimbulkan permasalahan mental seperti depresi, kecemasan, dan permasalahan dalam pembelajaran. Dalam pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali harga diri dan hubungan sehat remaja di SMP Negeri 1 Kasembon melalui strategi Problem Based Learning (PBL) serta siswa dapat meningkatkan pengetahuan serta menerapkan hubungan sehat remaja. Metode yang akan digunakan meliputi: 1) delegasi dari masing-masing kelas yang akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil; 2) sosialisasi, hal tersebut memiliki kaitan dengan penyampaian materi mengenai studi kasus perilaku toxic love; 3) analisis kasus, kasus yang diberikan berkaitan dengan perilaku hubungan tidak sehat (toxic love) dan bagaimana siswa tersebut mampu mengatasi kasus menggunakan langkah-langkah problem based learning dibagi dalam kelompok kecil; dan 4) penutup. Mitra sasaran dalam pengabdian ini SMP Negeri 1 Kasembon Malang dengan jumlah peserta 35 siswa pada semua jenjang.  Hasil yang dicapai secara keseluruhan siswa dapat memahami materi yang telah disampaikan dan siswa dapat memecahkan masalah dengan menjawab persoalan dari kasus yang diberikan sera mampu mempresentasikan hasil analisis kasusnya dengan baik. Kata kunci: toxic love; hubungan sehat; problem based learning ABSTRACTRomantic relationships among teenagers today are quite worrying. The rise of sexual violence has an impact on various aspects, one of which is related to self-esteem. Low self-esteem can lead to mental problems such as depression, anxiety, and problems in learning. In this community service, the aim is to restore self-esteem and healthy relationships for teenagers at SMP Negeri 1 Kasembon through the Problem Based Learning (PBL) strategy and students can increase their knowledge and implement healthy relationships for teenagers. The methods that will be used include: 1) delegations from each class will be divided into several small groups; 2) socialization, this is related to the delivery of material regarding case studies of toxic love behavior; 3) case analysis, the cases given are related to unhealthy relationship behavior (toxic love) and how the students are able to overcome the case using problem-based learning steps divided into small groups; and 4) closing. The target partner in this community service is SMP Negeri 1 Kasembon Malang with a total of 35 students at all levels. The results achieved overall students can understand the material that has been presented and students can solve problems by answering questions from the cases given and are able to present the results of their case analysis well. Keywords: toxic love; healthy relationship; problem based learning
INTEGRASI VIDEO IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DALAM EDUKASI KAMPANYE ANTI KEKERASAN SEKSUAL Fatimah, Anggun Nadia; Imsa, Mentari Anugrah; Soegiarto, Asep; Rizki, Menati Fajar; Hadinayu, Atmaradhifa; Sylphania, Decency Ananda; Dewi, Alfina Rahmah; Najah, Shafa Shafira
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34286

Abstract

ABSTRAKKekerasan dan pelecehan seksual muncul akibat ketimpangan sosial yang menempatkan sebagian pihak dalam posisi lemah sehingga rentan dieksploitasi. Kondisi ini diperparah dengan kecenderungan korban untuk bungkam karena rasa malu, takut, adanya tekanan eksternal, ataupun faktor-faktor lainnya. Pencegahan kekerasan seksual yang menjadi agenda penting dalam SDGs 5 (kesetaraan gender) dan SDGs 10 (pengurangan ketimpangan) membutuhkan kolaborasi berbagai lapisan masyarakat. Sebagai kontribusi dalam bentuk solusi, digagas program pengabdian berbentuk edukasi anti kekerasan seksual bagi siswa SMA. Tujuannya membangun kesadaran tentang ancaman kekerasan seksual, menggugah kepedulian melalui data dan fakta terkini, serta mendorong keberanian siswa untuk bersuara ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan, baik verbal, non-verbal, maupun fisik. Metode pengabdian berupa workshop dengan tiga tahapan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, dilakukan komunikasi dengan SMA Unggulan BPPT Al Fatah Lamongan. Workshop berdurasi 90 menit ini menampilkan video iklan layanan masyarakat “Speak Up!” sebagai media edukasi. Sebanyak 86 siswa berpartisipasi, terdiri atas 76 siswa kelas X dan 10 anggota tim media. Hasilnya, siswa semakin sadar pentingnya berbicara untuk meminimalisasi potensi dan dampak kekerasan seksual, terlihat dari antusiasme serta testimoni yang diberikan. Kata kunci: edukasi anti kekerasan seksual; iklan layanan masyarakat; kekerasan seksual; speak up; kesadaran berbicara ABSTRACTSexual violence and harassment arise as a consequence of social inequality that places certain groups in weaker positions, making them vulnerable to exploitation. This situation is worsened by the tendency of victims to remain silent due to shame, fear, external pressure, or other factors. Preventing sexual violence, which is an important agenda in SDG 5 (gender equality) and SDG 10 (reduced inequalities), requires collaboration across different layers of society. As a form of contribution, a community service program in the form of sexual violence prevention education was initiated for high school students. The program aims to build awareness of the threats of sexual violence, foster students’ concern through exposure to recent data and facts, and encourage them to speak up when experiencing or witnessing violence, whether verbal, non-verbal, or physical. The method of implementation was a workshop consisting of three stages: planning, execution, and evaluation. During the planning stage, communication was established with SMA Unggulan BPPT Al Fatah Lamongan. The 90-minute workshop featured a public service announcement video titled “Speak Up!” as an educational medium. A total of 86 students participated, including 76 tenth graders and 10 members of the school’s media team. The results showed an increased awareness among students about the importance of speaking up to minimize the potential and impact of sexual violence, as reflected in their enthusiasm and testimonials. Keywords: anti-sexual violence education; public service announcement; sexual harassment; speak up awareness to speak
PENDAMPINGAN DIGITALISASI PROFIL TPQ AL-MUHAJIRIN MELALUI PEMBUATAN WEBSITE OLEH MAHASISWA KKN Supriyono, Eko; Sudirman, Muh. Sahrul Pratama; Karim, Abdul; Maryati, Sulis
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34464

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan mendukung digitalisasi profil Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Muhajirin Koya Barat melalui pembuatan website menggunakan platform eMasjid. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dengan tahapan koordinasi, observasi, sosialisasi, pembuatan website, pendampingan teknis, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa website berhasil meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan dokumentasi kegiatan TPQ, serta pengurus mampu mengoperasikan website secara mandiri setelah mendapatkan pelatihan. Meskipun demikian, beberapa fitur website, seperti pengelolaan visi-misi dan konten program pembelajaran, masih perlu optimalisasi. Untuk keberlanjutan, disarankan pelatihan literasi digital berkala, pendampingan lanjutan, serta integrasi website dengan program pendidikan dan sosial TPQ. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi lembaga nonformal keagamaan dapat meningkatkan efektivitas manajemen dan keterlibatan masyarakat. Kata kunci: TPQ; Digitalisasi; Website; Literasi Digital; Pengabdian Masyarakat ABSTRACT This community service program aims to support the digitalization of the profile of Al-Muhajirin Koya Barat Qur’an Education Park (TPQ) through the development of a website using the eMasjid platform. The activities were carried out by KKN students through coordination, observation, socialization, website development, technical assistance, and evaluation. The results indicate that the website successfully improved transparency, accountability, and documentation of TPQ activities, and the administrators were able to operate the website independently after training. However, some features, such as the management of vision-mission statements and learning program content, still require optimization. For sustainability, periodic digital literacy training, continued assistance, and integration of the website with TPQ educational and social programs are recommended. This program demonstrates that digitalizing the administration of non-formal religious institutions can enhance management effectiveness and community engagement. Keywords: TPQ; Digitalization; Website; Digital Literacy; Community Service