cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 307 Documents
MOTIVASI PENDIDIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI INVESTASI AKHIRAT: PENGUATAN NILAI SPIRITUAL MELALUI WISUDA TAHFIDZ DI PONDOK PESANTREN RIYADUL MUBAROK Zaenudin, Zaenudin; Urifah, Dewi; Astini, Baiq Ida
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38767

Abstract

ABSTRAKLatar belakang utama  pengabdian masyarakat ini adalah tantangan yang akan di hadapi para wisudawan pasca tahfidz, untuk menjaga konsistensi muroja’ah agar hafalan tetap terjaga serta mempertahankan motivasi spiritual, karena tahfidz merupakan amanah jangka panjang yang harus tetap istiqomah karena bukan akhir proses pembelajaran. Adapun orang tua juga mempunyai peran yang sangat penting keterlibatannya yang belum optimal maka itu diperlukan intervensi edukatif yang bersifat reklektif dan inspiratif. Tujuan pengabdian ini untuk emberikan penguatan motivasi spiritual dan edukasi keada wisudawan wisudawati tahfidz Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Riyadul Mubarok. Selain itu pengabdian ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya Pendidikan Al-Qur’an sebagai investasi akhirat. Adapun Metode yang di gunakan  adalah dengan  pendekatan ceramah motivasi keagamaan yang bersifat inspiratif dan reflektif, dilaksanakan secara luring pada tanggal 24 Januari 2026 dengan melibatkan wisudawan tahfidz (1–13 juz), orang tua, serta civitas pesantren sebagai mitra kegiatan. Dalam pengabdian ini juga  dilakukan evaluasi melalui observasi partisipasi, respons emosional, dan refleksi peserta selama kegiatan berlangsung.Pengabdian ini menghasilkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran spiritual, dan motivasi peserta dalam menjaga hafalan Al-Qur’an secara berkelanjutan. Adapun dalam kegiatan ini juga memperkuat peran orang tua dan pesantren dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi dalam penguatan model pembinaan tahfidz berbasis motivasi spiritual yang berkelanjutan.Kata kunci: Pengabdian Masyarakat; Tahfidz Al-Qur’an; Motivasi Spiritual; Pendidikan Pesantren; Generasi Qur’ani. ABSTRACTThe main background of this community service is the challenges that will be faced by graduates after tahfidz, to maintain the consistency of muroja'ah so that memorization is maintained and spiritual motivation, because tahfidz is a long-term mandate that must remain istiqomah because it is not the end of the learning process. As for parents, they also have a very important role in their involvement which is not optimal, so educational interventions that are collective and inspirational are needed. The purpose of this service is to strengthen spiritual motivation and education for graduates of tahfidz al-Qur'an at the Riyadul Mubarok Islamic Boarding School. In addition, this service also aims to build collective awareness about the importance of Qur'an Education as an investment in the hereafter. The method used is an inspirational and reflective approach to religious motivational lectures, which will be held offline on January 24, 2026 by involving tahfidz graduates (1-13 juz), parents, and the pesantren community as activity partners. In this service, evaluation was also carried out through observation of participation, emotional response, and reflection of participants during the activity. This service resulted in an increase in understanding, spiritual awareness, and motivation of participants in maintaining the memorization of the Qur'an in a sustainable manner. This activity also strengthens the role of parents and Islamic boarding schools in supporting the development of the Qur'ani generation. Thus, this devotion contributes to strengthening the sustainable model of tahfidz coaching based on spiritual motivation.Keywords: Community Service; Tahfidz Al-Qur'an; Spiritual Motivation; Islamic Boarding School Education; Generation Of The Qur'ani.
PENINGKATAN PERAN KELOMPOK UMKM DALAM PRODUK PANGAN INOVATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK PREVENTIF DIABETES MELITUS Handayani, Oktia Woro Kasmini; Nasir, Syifa Qolbiyah; Amalia, Rinta
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.33159

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gaya hidup tidak sehat karena keterbatasan makanan sehat yang ditawarkan, merupakan salah satu faktor penting terjadinya peningkatan kasus diabetes di masyarakat. Adanya hasil penelitian terkait pangan sehat untuk preventif penyakit diabetes yang bekerjasama dengan mitra UMKM jasa boga, menjadi latar belakang kegiatan ini. Permasalahan yang ditemukan diantaranya banyak mitra UMKM khususnya yang bergerak dalam bidang boga dan mempunyai potensi untuk dapat memproduksi, memasarkan dan memperkaya ketersediaan pangan sehat di lingkungan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk dapat meningkatkan motivasi mitra UMKM dalam mengembangkan produk pangan inovatif untuk preventif diabetes mellitus (DM).  Metode kegiatan terdiri dari: 1) edukasi dengan aktivitas berupa ceramah dan diskusi, disertai dengan pemberian buku saku, penilaian pengetahuaan pre dan post edukasi, 2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan produk pangan. Analisis pengetahuan peserta dilakukan dengan uji paired t-test dan uji chi-square. Kegiatan dapat terlaksana dengan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan. Meskipun hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan setelah dilakukan edukasi, peserta yang sebelumnya belum banyak mengembangkan produk untuk preventif DM, menjadi tahu dan menunjukkan sikap positif untuk mengembangkan produk sejenis kedepannya. Hal ini menunjukkan adanya keinginan dan kesediaan UMKM untuk terlibat dan berperan dalam mengembangkan, mengenalkan kepada masyarakat produk pangan inovatif berbasis kearifan lokal untuk preventif penyakit Diabetes Melitus.Kata kunci: Diabates Melitus; Inovatif; Produk Pangan Preventif; UMKM. ABSTRACTAn unhealthy lifestyle due to limited healthy food availability is a significant factor contributing to the increase in An unhealthy lifestyle resulting from the limited availability of healthy food options is one of the key factors contributing to the increasing prevalence of diabetes in the community. Findings from research on healthy food for diabetes prevention, conducted in collaboration with micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the catering sector, form the background of this community service activity. The identified problems indicate that many MSME partners, particularly those engaged in the food sector, have the potential to produce, market, and enhance the availability of healthy food within the community. This program aims to increase the motivation of MSME partners to develop innovative food products for the prevention of diabetes mellitus (DM). The methods employed include: (1) educational activities in the form of lectures and discussions, complemented by the distribution of pocketbooks, as well as pre- and post-education knowledge assessments; and (2) training and mentoring in the production of food products. Participants’ knowledge was analyzed using paired t-test and chi-square test. The program was successfully implemented as planned. Although statistical analysis showed no significant difference in knowledge levels before and after the educational intervention, participants who had previously not developed preventive food products for DM became more aware and demonstrated a positive attitude toward developing such products in the future. This indicates a willingness and readiness among MSMEs to participate and play an active role in developing and introducing innovative, locally-based food products for the prevention of diabetes mellitus.Keywords: Diabetes Mellitus; Innovative; Preventive Food Product; Small And Medium Enterprises.
LITERASI DIGITAL PADA MURID DAN WALI MURID TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 5 KOTA MATARAM Suhadah, Suhadah; Novianti, Desi; Syahrul, Syahrul
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.37775

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Anak usia dini adalah komunitas yang perlu mendapat perhatian untuk diberi penguatan digital agar pemahaman digital bisa diperkuat sejak dini. Dalam konteks inilah pentingnya kegiatan literasi digital pada anakTK beserta orang tuanya. Pengabdian dengan tema ”Literasi Digital pada Murid dan Wali Murid TK ABA 5 Kota Mataram” ini terdiri dari dua jenis kegiatan yaitu penyampaian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi, dan pendampingan langsung di rumah. Materi literasi digital terdiri dari dua aspek yaitu materi tentang teknik pemanfaatan smartphone untuk memaksimalkan fitur yang bermanfaat dan sehat di dalamnya; dan materi tentang keterampilan sosial dalam bermedia sosial yang sehat serta strategi pendampingan anak dalam pemanfaatan media digital. Hasil pengabdian menunjukkan adanya respon positif dari orang tua murid dan dari pimpinan TK ABA 5 Mataram karena pengabdian ini berkontribusi positif bagi kecakapan mereka dan anaknya dalam menggunakan media digital yang sehat dan bermanfaat. Proses pendampingan yang dilakukan dalam pengabdian ini juga mendapat apresiasi dari orang tua karena pelaksana pengabdian dinilai peduli dengan keberhasilan literasi yang diberikan di kelas. Oleh karena itu, pola literasi yang mengkombinasikan antara proses transfer of knowledge di kelas dengan praktik dan pendampingan di rumah dinilai efektif sehingga layak didesiminasikan dalam dalam konteks literasi yang lainnya. Kata kunci: Literasi Digital; Aisyiyah Bustanul Athfal Mataram; Media Social; Anak Usia Dini. ABSTRACTEarly childhood is a community that deserves special attention and is equipped with digital literacy from an early age. In this context, digital literacy activities for early childhood and their parents are crucial. The community service program, themed "Digital Literacy for Students and Parents of Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 5 in Mataram City," consists of two types of activities: delivering material through lectures and discussions, and direct mentoring at home. The digital literacy material consists of two aspects: material on smartphone utilization techniques to maximize its beneficial and healthy features; and material on social skills in social media and strategies for mentoring children in using digital media. The results of the community service showed a positive response from parents and the principal of ABA 5 Mataram, as this service contributed positively to their and their children's skills in using digital media. The mentoring process carried out in this service also received appreciation from parents because the implementers of the service were considered concerned with the success of the literacy provided in class. Therefore, the literacy pattern that combines the process of knowledge transfer in the classroom with practice and mentoring at home is considered effective and therefore worthy of dissemination to other target groups or in other literacy contexts.Keywords: Digital Literacy; Aisyiyah Bustanul Athfal Mataram; Social Media; Early Childhood.
STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BERBASIS KULINER SYARIAH DAN LITERASI DIGITAL UNTUK KOMUNITAS MAJELIS TAKLIM BAITURRAHMAN PESONA GRIYA ASRI Zaki, Muhammad; Hidayanti, Nur Fitri; Ariani, Zaenafi; Rahmawati, Endang; Ilham, Ilham; Hulaimi, Ahmad
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.35973

Abstract

ABSTRAKPelaku usaha kuliner yang tergabung dalam Komunitas Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha, khususnya pengelolaan keuangan yang masih tradisional, belum melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) secara sistematis, mencampur keuangan usaha dengan keuangan pribadi, serta memiliki keterbatasan literasi digital untuk mendukung pemasaran produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi umat melalui pemberdayaan pelaku usaha kuliner berbasis prinsip syariah dan literasi digital sehingga mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berdaya saing. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-terintegrasi melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan, workshop perhitungan HPP dan pencatatan keuangan digital, pelatihan literasi digital meliputi fotografi produk dan pemanfaatan media sosial serta e-commerce, seminar fikih muamalah, serta pendampingan dan monitoring pascapelatihan. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Pesona Griya Asri, Lombok Barat, dengan mitra sasaran anggota Majelis Taklim Baiturrahman yang memiliki usaha kuliner, melibatkan sebanyak 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perhitungan HPP, meningkatnya kemampuan dalam menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital, tumbuhnya konsistensi dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara rutin, meningkatnya pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk, serta meningkatnya pemahaman peserta terhadap praktik bisnis yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah sehingga mendukung penguatan kapasitas usaha kuliner masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi; Kuliner Syariah; Literasi Digital; UMKM.ABSTRACTCulinary entrepreneurs who are members of the Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri community face various challenges in managing their businesses, particularly in financial management which is still traditional in nature. Many of them have not systematically calculated the Cost of Goods Sold (COGS), still mix business finances with personal finances, and have limited digital literacy to support product marketing. This community service activity aims to enhance the economic capacity of the community through the empowerment of culinary entrepreneurs based on sharia principles and digital literacy so that they are able to manage their businesses more professionally and competitively. The implementation method employed a participatory-integrated approach through Focus Group Discussions (FGD) to identify needs, workshops on COGS calculation and digital financial record-keeping, digital literacy training including product photography and the utilization of social media and e-commerce platforms, seminars on fiqh muamalah, as well as post-training mentoring and monitoring. The activity was conducted in the Pesona Griya Asri Housing Area, West Lombok, targeting members of the Majelis Taklim Baiturrahman who run culinary businesses, involving a total of 25 participants. The results of the activity indicate an increase in participants’ understanding of COGS calculation, improved ability to use digital financial recording applications, growing consistency in conducting routine business financial records, increased utilization of digital platforms for product marketing, and enhanced understanding of business practices in accordance with sharia economic principles, thereby supporting the sustainable strengthening of community-based culinary enterprises. Keywords: Economic Empowerment; Sharia Culinary; Digital Literacy; MSMEs.
WASPADA KEDALUWARSA TERSEMBUNYI: SOSIALISASI PENENTUAN BEYOND USE DATE (BUD) DI APOTEK Sari, Ratih Pratiwi; Putra, Aditya Maulana Perdana; Azni, Muhammad Rezki; Tamara, Winda
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38582

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD) berisiko terhadap keamanan terapi obat di rumah. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis pengunjung Apotek Melia HKSN Banjarmasin dalam membedakan konsep ED dan BUD, serta mampu menetapkan batas aman penggunaan berbagai sediaan farmasi. Tahapan promosi Kesehatan ini diawali dengan fase persiapan melalui observasi situasi mitra dan penyusunan kuesioner. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara tatap muka pada 14 sampai dengan 16 Oktober 2025 dengan melibatkan 19 responden dari berbagai latar belakang pendidikan. Metode intervensi menggunakan media leaflet yang disertai edukasi persuasif, sesi diskusi, serta simulasi langsung terhadap perhitungan BUD sediaan obat. Evaluasi keberhasilan kegiatan diukur segera setelah intervensi melalui perbandingan skor pre-test dan post-test yang erdiri dari 10 butir pertanyaan kuesioner benar-salah. Hasil menunjukkan peningkatan literasi kesehatan yang signifikan, dimana 15 responden (78,9%) mengalami kenaikan skor pengetahuan. Penguatan pemahaman paling substantif ditemukan pada sediaan sirup kering (dari 32% menjadi 89%) dan puyer yang mencapai Tingkat pemahaman sempurna yaitu 100%. Promosi Kesehatan ini terbukti efektif dalam memberdayakan Masyarakat dalam menjaga mutu dan keamanan obat yang disimpan di lingkungan keluarga.Kata kunci: Beyond Use Date; Apotek; Sediaan Farmasi; Edukasi Obat. ABSTRACTThe public's lack of understanding regarding the difference between Expired Date (ED) and Beyond Use Date (BUD) poses a risk to the safety of home drug therapy. This health promotion activity aims to improve the understanding and practical skills of visitors to the Melia HKSN Banjarmasin Pharmacy in differentiating the concepts of ED and BUD, as well as being able to determine the safe limits for the use of various pharmaceutical preparations. The health promotion stage begins with a preparation phase through observation of partner situations and the preparation of questionnaires. The activity was implemented face-to-face from October 14 to 16, 2025, involving 19 respondents from various educational backgrounds. The intervention method used leaflets accompanied by persuasive education, discussion sessions, and direct simulations of calculating BUD for drug preparations. Evaluation of the activity's success was measured immediately after the intervention by comparing pre-test and post-test scores consisting of 10 true-false questionnaire questions. The results showed a significant increase in health literacy, where 15 respondents (78.9%) experienced an increase in knowledge scores. The most substantial increase in understanding was found in dry syrup preparations (from 32% to 89%) and powders, which achieved a perfect understanding level of 100%. This health promotion program has proven effective in empowering communities to maintain the quality and safety of medicines stored within the family.Keywords: Beyond Use Date; Pharmacy; Pharmaceutical Preparations; Drug Education.
PEMANFATAN DAUN KELOR SEBAGAI PEWARNA ALAMI BENANG TRADISIONAL PADA KELOMPOK TENUN Peka, Musrifa; Likur, Fadhillah A.H.; Balikh, Ratna A. P.; Nurdin, Nurdin; Amsidi, Mukmin; Muhammad, Ade Sri
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38526

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tenun tradisional di Kabupaten Alor, khususnya di Desa Batu, merupakan bagian penting dalam pelestarian budaya dan ekonomi masyarakat. Namun, kelompok tenun di Desa Batu masih menghadapi permasalahan dalam penggunaan pewarna alami karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam teknik ekstraksi dan pewarnaan benang, sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan pewarna sintetis yang kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui metode pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan kelompok tenun dalam memanfaatkan bahan alami sebagai pewarna. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Batu pada tanggal 16–18 Juli 2025 dengan melibatkan 20 orang anggota kelompok tenun sebagai mitra kegiatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan dalam proses pencucian benang, mordanting menggunakan tawas, ekstraksi daun kelor, pencelupan benang, dan pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan penggunaan daun kelor sebagai pewarna alami mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan proses pewarnaan benang secara mandiri. Selain itu, pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pewarna alami berpotensi meningkatkan nilai tambah produk tenun, mendukung penggunaan bahan ramah lingkungan, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.Kata kunci: Alami; Kelor; Pelatihan; Tenun; Tradisional. ABSTRACTTraditional weaving in Alor Regency, particularly in Batu Village, plays a vital role in preserving the community’s culture and economy. However, the weaving group in Batu Village still faces challenges in using natural dyes due to limited knowledge and skills in thread extraction and dyeing techniques, leading the community to rely more on synthetic dyes that are less environmentally friendly. Therefore, this community service activity was carried out through training and mentoring to improve the weaving group’s skills in utilizing natural materials as dyes. This activity was held in Batu Village on July 16–18, 2025, involving 20 members of the weaving group as activity partners. The methods used included lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring in the processes of washing yarn, mordanting using alum, extracting moringa leaves, dyeing yarn, and drying. The results of the activity showed that training on the use of moringa leaves as a natural dye was able to improve participants’ understanding and skills in independently carrying out the yarn dyeing process. Additionally, the use of moringa leaves as a natural dye has the potential to increase the added value of woven products, support the use of environmentally friendly materials, and strengthen the economic empowerment of the local community.Keywords: Natural; Moringa; Training; Weaving; Traditional.
KOLABORASI POLIJE DAN PKK SUMBER PAKEM DALAM PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN SEBAGAI UPAYA PROMOSI INOVASI PERTANIAN MODERN Rachman, Nur Afni; Wardani, Peni Arianita; Farhan, Muhamad; Putri, Astrid Hidayanti Ananda; Nasir, Fuad
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.37045

Abstract

Keterbatasan lahan pekarangan di lingkungan perumahan menjadi salah satu kendala utama dalam upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah perkotaan dan peri-urban. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan anggota PKK Sumber Pakem RT 04 RW 35 Kelurahan Kebonsari melalui pelatihan budidaya tanaman di lahan sempit serta pengembangan konten promosi wisata edukasi pertanian di Teaching Factory (TeFa) Kebun Inovasi Politeknik Negeri Jember. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan budidaya dengan metode vertikultur, hidroponik sederhana, dan tabulampot, pendampingan praktik, serta produksi media promosi digital. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner pre–post, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya tanaman lahan sempit, munculnya inisiatif pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, serta tersusunnya konten promosi digital yang mendukung branding TeFa Kebun Inovasi sebagai destinasi wisata edukasi pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan organisasi masyarakat seperti PKK efektif untuk mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan rumah tangga, dan pengembangan wisata edukasi pertanian berbasis komunitas.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM KETERTELUSURAN PADA UNIT PENGOLAHAN IKAN Sucipto, Sucipto; Ridlo, Mahmuddin; Tolle, Herman; Qowim, Ahmad Syihab Fahmil; Ananda, Ade Surya
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.37052

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU Fishing) menjadi ancaman bagi keberlanjutan sumber daya perikanan, sehingga pemerintah Indonesia menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) untuk meningkatkan transparansi rantai pasok. Keberhasilan implementasi sistem ini sangat dipengaruhi oleh kesiapan pelaku usaha, termasuk Unit Pengolah Ikan (UPI) sebagai bagian penting dalam proses pengolahan dan distribusi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan implementasi Stelina pada 16 UPI di Kabupaten Malang. Tim DM-PK melakukan pendampingan implementasi  Stelina pada UD Dhaden Kurnia Abadi, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pendampingan dan evaluasi kesiapan adopsi Stelina. Kegiatan Sosilisasi untuk memperdalam pemahaman mengenai fitur, persyaratan, serta tantangan implementasi aplikasi Stelina. Evaluasi kesiapan adopsi melalui pendekatan kuesioner UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) dan penilaian skala likert. adopsi  Penjelasan materi urgensi ketertelusuran pada produk pangan dan aplikasi Stelina dari tim DM-PK UB, Dinas Perikanan Kabupaten Malang dan KKP RI dalam FGD diterima dengan baik UPI. Seluruh UPI terklasifikasi pada tingkat expert dan experienced yang menunjukkan kesiapan untuk adopsi aplikasi Stelina. Keberhasilan penerapan Stelina sangat bergantung pada komitmen dan konsistensi pelaku usaha dalam melakukan input data secara rutin dan akurat. Poklahsar Dadhen Mandiri di Kabupaten Malang menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi mampu menjadikan implementasi sistem ini berjalan efektif.Kata kunci: Adopsi; Ketertelusuran; Perikanan; Stelina; Unit Pengolah Ikan. ABSTRACTIllegal, unreported, and unregulated fishing (IUU Fishing) poses a threat to the sustainability of fishery resources, so the Indonesian government implemented the National Fish Traceability and Logistics System (Stelina) to improve supply chain transparency. The success of this system's implementation is greatly influenced by the readiness of business actors, including Fish Processing Units (UPI) as an important part of the processing and distribution process. This community service aims to provide assistance in the implementation of Stelina at 16 UPIs in Malang Regency. The DM-PK team provided assistance in the implementation of Stelina at UD Dhaden Kurnia Abadi, Kepanjen District, Malang Regency. The implementation method included socialization, mentoring, and evaluation of Stelina adoption readiness. Socialization activities were carried out to deepen understanding of the features, requirements, and challenges of implementing the Stelina application. Evaluation of adoption readiness used the UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) questionnaire approach and Likert scale assessment. The explanation of the urgency of traceability in food products and the Stelina application from the DM-PK UB team, the Malang Regency Fisheries Service, and the Indonesian Ministry of Marine Affairs and Fisheries in the FGD was well received by UPI. All UPIs were classified at the expert and experienced levels, indicating their readiness to adopt the Stelina application. The success of Stelina implementation depends heavily on the commitment and consistency of business actors in inputting data routinely and accurately. The Dadhen Mandiri Farmers Group in Malang Regency is a clear example that collaboration between business actors, government, and academics can make the implementation of this system run effectively. Keywords: Adoption; Traceability; Fisheries; Stelina; Fish Processing Unit.
TRANSFORMASI UMKM MELALUI PETA JALAN BERBASIS PLATFORM DIGITAL UNTUK MENEMBUS PASAR KOTA: SINERGI TEORI, PRAKTIK, DAN RENCANA AKSI I Wayan Sujana; Ernawati Malik; Nining Asniar Ridzal
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39140

Abstract

ABSTRAKUMKM merupakan penggerak utama ekonomi desa, namun masih banyak pelaku usaha yang bergantung pada pemasaran tradisional sehingga jangkauan pasar terbatas. Di Desa Manuru, potensi UMKM khususnya produk olahan belum optimal karena keterbatasan literasi digital, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan usaha berbasis digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pelaku UMKM dalam penggunaan platform digital, termasuk media sosial, marketplace, dan e-commerce sebagai sarana pemasaran dan transaksi. Kegiatan ini melibatkan 40 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, perangkat desa, dan mahasiswa pendamping sebagai bagian dari proses pelatihan dan pendampingan transformasi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan perencanaan, penyusunan roadmap, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital, kemampuan penggunaan marketplace dan media sosial, serta peningkatan kualitas konten promosi dan branding produk. UMKM mulai mampu memasarkan produk secara online dan menjangkau konsumen di luar wilayah lokal. Meskipun peningkatan penjualan belum signifikan, terjadi peningkatan interaksi dan visibilitas produk di platform digital. Pendampingan berkelanjutan dan dukungan ekosistem terbukti menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Dengan demikian, peta jalan berbasis platform digital menjadi pendekatan strategis dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM untuk menembus pasar kota.Kata kunci: Transformasi Digital UMKM; Peta Jalan Digital; Pemasaran Digital. ABSTRACTMSMEs are the main drivers of the village economy, but many businesses still rely on traditional marketing, thus limiting market reach. In Manuru Village, the potential of MSMEs, especially processed products, is not optimal due to limited digital literacy, technology utilization, and digital-based business management. This activity aims to improve the digital literacy of MSMEs in the use of digital platforms, including social media, marketplaces, and e-commerce as marketing and transaction tools. The activity involved 40 participants consisting of MSMEs, village officials, and student mentors as part of the digital transformation training and mentoring process. The method used was a participatory approach through the stages of planning, roadmap development, training, mentoring, and monitoring and evaluation. The results of the activity showed an increase in digital literacy, the ability to use marketplaces and social media, and an improvement in the quality of promotional content and product branding. MSMEs began to be able to market products online and reach consumers outside the local area. Although the increase in sales was not significant, there was an increase in product interaction and visibility on digital platforms. Continuous mentoring and ecosystem support proved to be critical factors in the program's success. Thus, a digital platform-based roadmap becomes a strategic approach in increasing the competitiveness and sustainability of MSMEs to penetrate the urban market.Keywords: Digital Transformation of Msmes; Digital Roadmap; Digital Marketing.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGI BAHAN BAKU PEMBUATAN ECOENZIM GUNA MEMPERBAIKI KUALITAS AIR SUNGAI DI DESA SIGUMPAR Seti Damanik; Juan Sihombing; Liston Simamora; Tambos Sianturi; Herna Febrianty Sianipar
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39327

Abstract

ABSTRAKPengelolaan limbah organik rumah tangga yang kurang optimal masih menjadi tantangan lingkungan di wilayah pedesaan, khususnya di Desa Sigumpar. Akumulasi sisa buah dan sayuran tanpa pengolahan berisiko mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas perairan sungai setempat. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga Desa Sigumpar dalam mentransformasi limbah organik menjadi ecoenzim melalui teknik fermentasi, sekaligus sebagai upaya pemulihan kualitas air sungai. Metode pelaksanaan dilakukan dengan melibatkan 10 peserta masyarakat Desa Sigumpar dengan lama waktu pelaksanaan selama dua minggu. Tahapan  kegiatan dimulai dari tahap koordinasi, tahap pelaksana kegiatan, tahap aplikasi dan implementasi lapangan, dan tahap monitoring dan evalusi. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat berhasil memproduksi sekitar 40 liter cairan ecoenzim dari limbah rumah tangga dan 90% masyarakat mengerti cara membuat ecoenzim. Evaluasi program dilakukan secara deskriptif dengan memantau proses produksi, antusiasme peserta, serta kondisi awal aliran sungai sebagai sasaran aplikasi produk.Kata kunci: Limbah Organik; Ecoenzim; Kualitas Sungai. ABSTRACTSuboptimal management of household organic waste remains an environmental challenge in rural areas, particularly in Sigumpar Village. The accumulation of unprocessed fruit and vegetable waste poses a risk of environmental pollution and degrading the quality of local river water. This community service program aims to educate and train the community in transforming organic waste into eco-enzymes through fermentation techniques, while simultaneously restoring river water quality. The implementation method was carried out through direct practical mentoring involving 10 community participants. The activity results showed that the community successfully produced approximately 40 liters of eco-enzyme liquid from household waste, and 90% of the community understood how to make eco-enzymes. The program evaluation was conducted descriptively by monitoring the production process, participant enthusiasm, and the initial condition of the river flow as the target application of the product. Keywords: Organic Waste; Ecoenzymes; River Quality.