cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 307 Documents
EDUKASI LITERASI EKONOMI INTERNASIONAL BAGI PELAKU UMKM : MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI DAN DIGITALISASI PERDAGANGAN Rahmadani, Rafika; Rohmah, Miftakhur; Fernandez, Dahlia; Masitoh, Fitria Nur; Haryawan, Ade
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36613

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Globalisasi dan digitalisasi perdagangan menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memiliki literasi ekonomi internasional serta keterampilan digital agar mampu bersaing di pasar global. Namun, hasil analisis situasi awal menunjukkan bahwa pelaku UMKM mitra masih memiliki pemahaman yang rendah terkait konsep ekonomi internasional, mekanisme perdagangan global, serta kemampuan memanfaatkan platform digital lintas negara, sehingga peluang ekspor dan pemasaran internasional belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi internasional dan keterampilan digital pelaku UMKM melalui pendekatan pelatihan edukatif dan pendampingan berbasis kebutuhan mitra. Mitra sasaran kegiatan adalah 20 pelaku UMKM binaan Universitas Nurul Huda yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan perdagangan daring. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi program, workshop literasi ekonomi internasional, pelatihan pemasaran digital, praktikum penggunaan platform e-commerce global, serta pendampingan dalam penguatan profil digital usaha. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik digital peserta, serta monitoring pascapelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40,3%, dengan skor rata-rata meningkat dari 62,4 menjadi 87,6, serta sebanyak 80% peserta telah mampu membuat dan mengelola profil digital usaha secara mandiri. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan soft skill literasi ekonomi internasional dan hard skill digitalisasi UMKM dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perdagangan digital.Kata kunci: Literasi Ekonomi Internasional;UMKM, Digitalisasi Perdagangan; Pendampingan; Ekspor. ABSTRACTGlobalization and digitization of trade require Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to have international economic literacy and digital skills in order to compete in the global market. However, the results of the initial situation analysis show that MSME partners still have a low understanding of international economic concepts, global trade mechanisms, and the ability to utilize cross-border digital platforms, so that export and international marketing opportunities have not been optimally utilized. This community service activity aims to improve the international economic literacy and digital skills of MSME players through an educational training approach and needs-based mentoring. The target partners of this activity are 20 MSME players under the guidance of Nurul Huda University who are engaged in the culinary, handicraft, and online trading sectors. The methods used in this activity included program socialization, international economic literacy workshops, digital marketing training, practical training on the use of global e-commerce platforms, and mentoring in strengthening business digital profiles. The activity was evaluated through pre-tests and post-tests, observation of participants' digital practices, and post-training monitoring. The results of the activity showed a 40.3% increase in participants' knowledge, with the average score increasing from 62.4 to 87.6, and 80% of participants were able to create and manage their business digital profiles independently. This service program has proven to be effective in improving soft skills in international economic literacy and hard skills in MSME digitalization in facing the challenges of globalization and digital trade.Keywords: International Economic Literacy; MSMES; Trade Digitalization; Mentoring; Exports.
PEMUDA GO DIGITAL: PENGUATAN UMKM DESA MELALUI LITERASI E-COMMERCE DAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PRODUK KREATIF Rohmah, Miftakhur; Masrukhin, Nuur Halimatus Sa’adiah Binti; Rahmadani, Rafika; Hidayat, Wahyu Dwi Nur; Prayogi, M Bagus
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35771

Abstract

ABSTRAKProgram Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemuda Go Digital” dilaksanakan sebagai upaya strategis dalam pemberdayaan pemuda dan pelaku usaha muda di Desa Karang Menjangan melalui penguatan kapasitas digital berbasis ekonomi kreatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan inovasi produk, lemahnya pengelolaan keuangan usaha, serta rendahnya kemampuan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing produk lokal serta terbatasnya akses terhadap pasar yang lebih luas. Program ini menawarkan solusi melalui tiga bidang utama, yaitu: (1) Bidang Produksi, dengan pelatihan inovasi produk dan pengemasan ramah lingkungan; (2) Bidang Manajemen, melalui pendampingan pembukuan sederhana serta penguatan aspek legalitas usaha; dan (3) Bidang Pemasaran, dengan pelatihan pembuatan konten digital, penguatan branding, serta optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan workshop, coaching clinic, dan pendampingan intensif berbasis komunitas digital yang melibatkan partisipasi aktif mitra selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan produksi sebesar 40%, efisiensi biaya operasional sebesar 25%, serta peningkatan omzet rata-rata hingga 30% melalui pemanfaatan strategi pemasaran digital. Selain itu, terbentuk komunitas digitalpreneur desa sebagai wadah keberlanjutan kegiatan dan kolaborasi antar pelaku usaha muda. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas digital berbasis ekonomi kreatif berpotensi menjadi model pemberdayaan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan wirausaha muda berbasis potensi lokal di era transformasi ekonomi digital.Kata kunci: Pemberdayaan Pemuda; Ekonomi Kreatif; Wirausaha Digital; Pemasaran Digital; Inovasi Produk. ABSTRACTThe Community Service Program (PKM) “Pemuda Go Digital” was implemented as a strategic effort to empower youth and young entrepreneurs in Karang Menjangan Village through strengthening digital capacity based on the creative economy. The main problems faced by partners include limited product innovation, weak business financial management, and low ability to utilize digital technology for marketing. These conditions have an impact on the low competitiveness of local products and limited access to wider markets. This program offers solutions through three main areas, namely: (1) Production, with training in product innovation and environmentally friendly packaging; (2) Management, through assistance with simple bookkeeping and strengthening business legal aspects; and (3) Marketing, with training in digital content creation, strengthening branding, and optimizing social media as a promotional tool. The implementation of activities was carried out using a workshop approach, coaching clinics, and intensive digital community-based mentoring involving the active participation of partners for three months. The results of the activities showed an increase in production capacity of 40%, operational cost efficiency of 25%, and an average increase in turnover of up to 30% through the use of digital marketing strategies. In addition, a village digitalpreneur community was established as a platform for sustainable activities and collaboration among young entrepreneurs. Overall, this program demonstrates that strengthening digital capacity based on the creative economy has the potential to become a sustainable empowerment model for supporting the development of young entrepreneurs based on local potential in the era of digital economic transformation.Keywords: Youth Empowerment; Ereative Economy; Digitalpreneur; Digital Marketing; Product Innovation.
MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI BERKELANJUTAN MELALUI PRODUKSI LILIN DAUR ULANG DAN PETA DIGITAL UMKM DI DESA LEUWILAJA KECAMATAN SINDANGWANGI Fadilah, Karunia Nurul; Rahmayani, Rieska; Rahmiyani, Riezqi; Salsabila, Amelia Azhar; Prasetyono, Agus
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36805

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Desa Leuwilaja, Kecamatan Sindangwangi melalui dua pendekatan terintegrasi, yaitu pembuatan lilin ramah lingkungan dari minyak jelantah dan pengembangan peta digital untuk mendukung promosi UMKM lokal. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan limbah rumah tangga serta keterbatasan akses dan literasi digital yang dimiliki oleh pelaku UMKM desa. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan pembuatan lilin daur ulang yang melibatkan warga setempat, serta pemetaan lokasi UMKM menggunakan teknologi berbasis Geographic Information System (GIS). Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya umpan balik yang positif pada pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, setelah dilakukan pendampingan, mitra UMKM mengalami perubahan positif berupa meningkatnya kemampuan dalam memanfaatkan media digital untuk promosi, bertambahnya jangkauan pemasaran, serta meningkatnya kepercayaan diri pelaku usaha dalam mengembangkan produknya. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang berbasis potensi lokal dan pemanfaatan teknologi tepat guna.Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi; Pelatihan UMKM; Teknologi Tepat Guna. ABSTRACTThis community service program aims to empower the economy of Leuwilaja Village, Sindangwangi District through two integrated approaches, namely the production of environmentally friendly candles from used cooking oil and the development of digital maps to support the promotion of local MSMEs. This program was motivated by the low utilization of household waste and the limited access and digital literacy of village MSMEs. The implementation methods include training and assistance in making recycled candles involving local residents, as well as mapping the locations of MSMEs using Geographic Information System (GIS) technology. The results of the community service activities show positive feedback on the knowledge, skills, and awareness of the community in processing used cooking oil into products with economic value. In addition, after the mentoring, MSME partners experienced positive changes in the form of increased ability to utilize digital media for promotion, increased marketing reach, and increased confidence of business actors in developing their products. This program is expected to become a model for sustainable economic empowerment based on local potential and the use of appropriate technology.Keywords: Economic Empowerment; MSME Training; Appropriate Technology.
MODEL EDUTEKNOPRENEURSHIP SEBAGAI PENGUATAN KAPASITAS BUMG BERSAMA MINAPOLITAN MEURASA SABAN DI KABUPATEN ACEH TIMUR Baihaqi, Baihaqi; Imran, Imran; Jamil, Muhammad; Zuhra, Rahmi; Anzhita, Silvia
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38476

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bersama Minapolitan Meurasa Saban merupakan badan usaha bersama milik lima gampong yang mengelola unit usaha BUMDes Mart. Sebelum kegiatan pengabdian dilaksanakan, hasil asesmen awal menunjukkan bahwa 80% pengurus belum memiliki sistem administrasi dan keuangan yang terstandar, seluruh pencatatan produk masih dilakukan secara manual, serta hanya 40% pengurus memahami AD/ART dan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus serta penguatan kelembagaan BUMG melalui perbaikan tata kelola administrasi dan keuangan berbasis eduteknopreneurship demi peningkatan pendapatan BUMG Bersama Minapolitan Meurasa Saban. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (April–Juni 2025) dengan melibatkan 15 orang pengurus dan pengawas BUMG tersebut dengan menggunakan metode participatory action research dan transfer technology melalui koodinasi, diskusi kelompok, pelatihan terstruktur, dan pendampingan berbasis pembelajaran orang dewasa. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi, kuisioner pemahaman, dan survei kepuasan peserta. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 75% peserta mencapai kategori pemahaman tinggi terhadap materi tata kelola administrasi dan keuangan, sementara 25% berada pada kategori cukup. Secara kelembagaan, pengurus dan pengawas telah memahami AD/ART dan TUPOKSI, bendahara serta operator mampu menerapkan pencatatan produk berbasis eduteknopreneurship, dan BUMG memiliki rencana pengembangan usaha yang terdokumentasi dalam program kerja tahunan.Kata kunci: Eduteknopreneurship; Bumg; Meurasa Saban; Usaha; Aceh Timur. ABSTRACTBadan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bersama Minapolitan Meurasa Saban  is a collaborative business entity owned by five villages, managing a BUMDes Mart business unit. Prior to the implementation of the community service program, the initial assessment indicated that 80% of the management lacked standardized administrative and financial systems, all product records were still maintained manually, and only 40% of the management understood the Articles of Association/Bylaws (AD/ART) as well as their main duties and functions (TUPOKSI). This community service aimed to enhance the capacity of the management and strengthen the institutional framework of BUMG through improvements in administrative and financial governance based on edutechnopreneurship, in order to increase the income of the Joint BUMG Minapolitan Meurasa Saban. The program was conducted over three months (April–June 2025), involving 15 administrators and supervisors of the BUMG. It employed a participatory action research approach and technology transfer through coordination, group discussions, structured training, and mentoring based on adult learning principles. The evaluation was carried out using observation, comprehension questionnaires, and participant satisfaction surveys. The post-activity evaluation results showed significant improvement, with 75% of participants reaching a high level of understanding of administrative and financial governance, while 25% were in the moderate category. The treasurer and operator are now capable of implementing edutechnopreneurship-based product recording, and the BUMG has developed a business expansion plan documented in its annual work program.Keywords: Edutechnopreneurship; Village Owned Enterprise; Meurasa Saban; Enteprise; Aceh Timur.
PELATIHAN IMPLEMENTASI DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMP ISLAM MANDIRI, BOGOR Triyuono, Arif; Nugroho, Nugroho; Purwanto, Kokok Djoko; Suwandi, Sahri; Hadi, Irfan; Putri, Nia Liska; Fidinillah, Mildan Arsdan; Purnama, Yogi; Burhan, Mulya; Hampu, La Ode
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.37939

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran bermakna masih menjadi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penerapan pendekatan deep learning di tingkat sekolah menengah pertama. Permasalahan ini juga ditemukan di SMP Islam Mandiri, Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan pedagogik guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis deep learning. Mitra kegiatan adalah 12 guru SMP Islam Mandiri yang terlibat secara aktif, dengan pendampingan oleh tiga dosen dan dua mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) koordinasi awal dan analisis kebutuhan; (2) sosialisasi program; (3) pelatihan konseptual; (4) workshop penyusunan perangkat pembelajaran; (5) pendampingan implementasi di kelas; serta (6) monitoring dan evaluasi. Keberhasilan program dinilai melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, observasi pembelajaran, serta analisis perangkat pembelajaran yang disusun guru. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konsep deep learning dari 33,3% menjadi 83,3%. Keterampilan merumuskan tujuan pembelajaran berorientasi HOTS meningkat dari 25,0% menjadi 75,0%, dan penggunaan aktivitas kolaboratif meningkat dari 33,3% menjadi 83,3%. Selain itu, keterlibatan aktif siswa meningkat dari 35–40% menjadi 70–80%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis praktik dengan tahapan sistematis efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan kualitas pembelajaran bermakna.Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Deep Learning; Kompetensi Pedagogik; Guru SMP. ABSTRACTThe implementation of the Independent Curriculum is still hampered by teachers' poor pedagogical competence in creating meaningful learning, especially when it comes to using the deep learning approach at the junior high school level. A partner in this community service project, SMP Islam Mandiri in Bojonggede, Bogor Regency, also had this issue. The goal of this program is to enhance teachers' pedagogical abilities and conceptual knowledge in creating and executing deep learning-based instruction. Twelve SMP Islam Mandiri teachers actively participate in the activity, with two students and three lecturers providing mentorship. The activity was conducted in multiple stages: (1) needs analysis and initial coordination; (2) program socialization; (3) conceptual training; (4) learning tool development workshop; (5) classroom implementation support; and (6) monitoring and evaluation. Learning observations, a comparison of pre-test and post-test results, and an examination of teacher-created learning resources were used to gauge the program's effectiveness. The findings demonstrated a rise in comprehension of the deep learning concept from 33.3% to 83.3%. Collaborative activity use rose from 33.3% to 83.3%, and HOTS-oriented learning objective formulation skills rose from 25.0% to 75.0%. Furthermore, student active engagement increased from 35–40% to 70–80%. These findings indicate that practice-based training and mentoring with systematic stages are effective in improving teachers' pedagogical competence and the quality of meaningful learning.Keywords: Community Service; Deep Learning; Pedagogical Competence; Junior High School Teachers.
PENGUATAN EKONOMI DESA BERBASIS KOLABORASI FISKAL: TRANSFORMASI EKONOMI DESA KALIMANGGIS KULON MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN PENGUATAN KAPASITAS GENERASI BERDAYA SAING Nurhayati, Neni
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38635

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses informasi ekonomi menjadi hambatan utama transformasi ekonomi di pedesaan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat Desa Kalimanggis Kulon melalui edukasi literasi keuangan dan penguatan karakter generasi muda yang berdaya saing. Metode yang digunakan adalah Community Development dengan pendekatan edukatif-partisipatif, yang meliputi penyuluhan strategi ekonomi serta aktivasi infrastruktur literasi berupa peresmian “Pojok Baca” di setiap dusun. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pelaku UMKM, anggota Karang Taruna, dan generasi muda. Hasil evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman manajemen keuangan seluruh 40 peserta, dari rerata skor 45% (pre-test) menjadi 85% (post-test), atau peningkatan sebesar 40 poin persentase. Temuan pengabdian ini merumuskan Model Literasi Integratif-Spasial, di mana penguatan ekonomi berbasis pengetahuan dilakukan melalui pemerataan akses informasi fisik yang dekat dengan pemukiman warga. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa sinergi antara edukasi terstruktur dan penyediaan fasilitas literasi mampu mengubah paradigma ekonomi masyarakat dari konvensional menjadi lebih akuntabel dan berdaya saing. Program ini merekomendasikan adanya keberlanjutan melalui digitalisasi keuangan untuk memperluas akses pasar dan modal bagi pelaku ekonomi desa.Kata kunci: Desa Cerdas; Generasi Berdaya Saing; Kalimanggis Kulon; Literasi Keuangan; Pojok Baca. ABSTRACTLow financial literacy and limited access to economic information are the main obstacles to economic transformation in rural areas. This community service aims to increase the economic capacity of the Kalimanggis Kulon Village community through financial literacy education and strengthening the character of a competitive younger generation. The method used is Community Development with an educative-participatory approach, which includes counseling on economic strategies and activating literacy infrastructure through the inauguration of “Reading Corners” in each hamlet. The activity involved 40 participants comprising village officials, local MSME actors, Karang Taruna members, and young people. Evaluation using pre-test and post-test instruments showed a significant increase in all 40 participants’ understanding of financial management, from an average score of 45% (pre-test) to 85% (post-test), representing an increase of 40 percentage points. The findings of this study formulate an Integrative-Spatial Literacy Model, where knowledge-based economic strengthening is carried out through equalizing access to physical information close to residential areas. The conclusion is that synergy between structured education and the provision of literacy facilities can change the community’s economic paradigm from conventional to more accountable and competitive. This program recommends sustainability through financial digitalization to expand market and capital access for village economic actors. Keywords: Competitive Generation; Financial Literacy; Kalimanggis Kulon; Reading Corner; Smart Village.
PENGEMBANGAN KERAJINAN GERABAH MELALUI PENYULUHAN SISTEM PEMBAYARAN CASH ON DELIVERY DALAM PERSPEKTIF MUAMALAH ISLAM Hulaimi, Ahmad; Dewi, Novi Yanti Sandra
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38828

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kerajinan gerabah merupakan salah satu bentuk usaha mikro berbasis kearifan lokal yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat setempat. Dalam praktiknya, pengrajin gerabah masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pemasaran dan sistem transaksi yang mampu menjamin kepercayaan konsumen sekaligus selaras dengan prinsip syariah. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) dalam perspektif muamalah Islam, sehingga penerapannya belum optimal dan belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai strategi penguatan kepercayaan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengrajin gerabah dalam menerapkan sistem pembayaran COD yang sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan berbasis edukasi syariah, diskusi partisipatif, serta pendampingan praktik transaksi yang menekankan kejelasan akad dan keadilan para pihak. Mitra kegiatan adalah kelompok pengrajin gerabah yang berjumlah 20 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta observasi terhadap simulasi transaksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra sebesar 35% terkait konsep COD dalam Islam, disertai dengan meningkatnya kesiapan mitra dalam mengimplementasikan sistem transaksi yang transparan, adil, dan berorientasi pada kepercayaan konsumen. Penerapan sistem COD berbasis syariah berkontribusi terhadap penguatan relasi produsen dan konsumen serta membuka peluang perluasan pemasaran produk gerabah.Kata kunci: Kerajinan Gerabah; System Pembayaran; Cash On Delivery; Muamalah Islam. ABSTRACTPottery craftsmanship is a form of micro-enterprise rooted in local wisdom that carries both economic potential and cultural significance. In practice, pottery craftsmen continue to face limitations in marketing and transaction systems that are able to ensure consumer trust while remaining compliant with Islamic principles. One of the main challenges encountered by the partners is the limited understanding of the Cash on Delivery (COD) payment system from the perspective of Islamic transactions (muamalah), resulting in suboptimal implementation. This community service program aims to enhance the understanding and capacity of pottery craftsmen in applying a sharia-compliant COD payment system. The methods employed include sharia-based counseling, participatory discussions, and mentoring on transaction practices that emphasize clarity of contract and fairness between parties. The partners involved were 20 pottery craftsmen. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure knowledge improvement, as well as observation of transaction simulations. The results indicate a 35% increase in participants’ understanding of COD transactions in Islamic law, accompanied by improved readiness to implement transparent and fair transaction systems. The application of a sharia-based COD system contributes to strengthening producer–consumer trust and expanding market opportunities for pottery products. Keywords: Pottery Craftsmanship; Payment Systems; Cash On Delivery; Islamic Commercial Transactions.
SOSIALISASI NILAI-NILAI ANTIKORUPSI SEBAGAI PERWUJUDAN BELA NEGARA PADA GURU SEKOLAH DASAR Hanggarini, Peni
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38432

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pembinaan karakter untuk mencegah berkembangnya budaya korupsi sebenarnya dapat dilakukan sedini mungkin yaitu terhadap siswa-siswi di tingkat Sekolah Dasar (SD). Namun kendala utama pendidikan antikorupsi pada usia SD adalah faktor daya nalar siswa yang masih kurang dewasa sehingga peran guru dan materi yang sesuai sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen antikorupsi Universitas Paramadina Jakarta ini bertujuan menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada guru SD Avicenna Jagakarsa Jakarta Selatan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang mencerminkan semangat bela negara. Guru-guru SD yang telah paham nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membentuk karakter para siswa. Program sosialisasi nilai-nilai antikorupsi ini dilaksanakan secara hybrid yaitu melalui materi video dan diskusi secara langsung di SD Avicenna Jagakarsa Jakarta Selatan yang telah mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan melalui program Leader in Me.  Kegiatan berlangsung selama satu bulan sejak April hingga Mei 2024, dengan melibatkan 30 guru SD. Berdasarkan evaluasi kegiatan, sosialisasi telah meningkatkan pemahaman para guru terhadap nilai-nilai antikorupsi sebesar antara 10 % hingga 20 % serta telah meningkatkan lahirnya gagasan-gagasan pengajaran nilai-nilai antikorupsi di sekolah hingga sebesar 10 %. Program Leader in Me yang merupakan program pembentukan karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah diterapkan secara berkelanjutan di sekolah, dapat disinergikan pula dengan pembentukan nilai-nilai antikorupsi sebagai perwujudan bela negara.Kata kunci: Bela Negara; Guru Sekolah Dasar; Nilai Antikorupsi; Pendidikan Karakter. ABSTRACT.Character development to prevent the development of a corrupt culture can begin as early as possible, specifically with students in elementary school. However, the main obstacle to anti-corruption teaching at the elementary school is the kids are immature, thus the participation of teachers and proper material is critical. The community service activity organized by an anti-corruption lecturer at Universitas Paramadina Jakarta intends to instill anti-corruption values in the teachers of SD Avicenna Jagakarsa in South Jakarta as part of character education that represents the spirit of defending the country. Elementary school teachers who understand these values are expected to shape the character of their students This anti-corruption socialization program was implemented in a hybrid method, including video materials and live discussions at SD Avicenna Jagakarsa in South Jakarta, which had previously taught leadership values through the Leader in Me program. The activity conducted for one month, from April to May 2024, and involved 30 elementary school instructors. According to the evaluation of the activities, socialization increased teachers’ comprehension of anti-corruption values by 10 % to 20 % and raised the new ideas for teaching anti-corruption values in schools by 10%. The Leader in Me program, which has been successfully applied in schools to develop leadership character, discipline, and responsibility, can also be used to foster anti-corruption qualities as a form of national defense. Keywords: Defending The Country; Elementary School Teachers; Anti-Corruption Values, Character Education.
NAVIGATING PARENTING IN THE DIGITAL ERA: EDUCATIONAL STRATEGIES TO PREVENT YOUTH MISCONDUCT Suryanto, Suryanto; Hatmanto, Endro Dwi; Purwanti, Eko; Peratolo, Bambang Widi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38682

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini, yang berjudul “Menavigasi Peran Orang Tua di Era Digital: Strategi Pendidikan untuk Mencegah Perilaku Buruk Remaja,” merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk mengatasi dampak kondisi sosial-ekonomi dan literasi digital terhadap peran orang tua di komunitas pedesaan Dusun Nganti. Program ini menyediakan lokakarya terstruktur, modul pelatihan interaktif, dan kegiatan keterlibatan masyarakat bagi 52 peserta, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi orang tua dalam bidang-bidang seperti kesadaran akan risiko digital, pengaturan emosi, dan komunikasi reflektif. Evaluasi dengan metode campuran—yang mencakup tes pra dan pasca, observasi, serta umpan balik peserta—mengonfirmasi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri orang tua untuk membimbing pengalaman digital anak-anak mereka secara efektif, dengan ukuran efek yang substansial teramati pada 15 indikator. Inisiatif ini juga menekankan empati, kolaborasi dengan komunitas, dan relevansi budaya sebagai strategi pedagogis inti. Tindakan lanjutan—seperti kelompok dukungan sesama dan bimbingan—dirancang untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang. Temuan ini menegaskan kelayakan program sebagai model yang dapat direplikasi untuk menumbuhkan ketahanan keluarga dan melindungi remaja di lingkungan pedesaan yang sedang mengalami transformasi digital.Kata kunci: Pengasuhan Digital; Masyarakat Pedesaan; Pendidikan Pengasuhan; Pencegahan Perilaku Menyimpang Remaja; Literasi Digital. ABSTRACT     This community service program, named “Navigating Parenting in the Digital Era: Educational Strategies to Prevent Youth Misconduct” is a strategic response to prioritize parenting in bamdenging in Dusun Nganti rural communities jurisdiction effects of socio-economic conditions and digital literacy. The program offered 52 participants organized workshops, interactive training modules, and community engagement activities that improved parental competencies in areas such as digital risk awareness, emotional regulation, and reflective communication. Recognizing significant effect sizes across 15 indicators, a mixed-methods evaluation that included pre- and post-tests as well as observations and participant feedback confirmed significant increases in confidence following participation of parents in more effectively guiding their children’s digital age experiences. The initiative also highlighted empathy, collaboration with community and cultural relevance as core strategies in pedagogy. Follow up actions — for example, peer support groups and mentoring — are intended to promote long-term behavioral change. The findings underpin the viability of the program as a replicable model to foster family resilience and protect youth in digitally transformative rural environments.Keywords: Digital Parenting; Rural Community; Parenting Education; Youth Misconduct Prevention; Digital Literacy.
PENDIDIKAN SOSIALITA BERBASIS AL-QUR’AN MELALUI METODE QUICK AND SMART QUR’AN DI DESA PERAMPUAN KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Ariani, Zaenafi; Muhirdan, Muhirdan; Hidayanti, Nur Fitri; Rahmawati, Endang; Wiramaya, Devi Sastika; Rohayu, Rina
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38766

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memengaruhi pola kehidupan sosial ibu rumah tangga, termasuk munculnya fenomena sosialita di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pergeseran makna sosialita dari aktivitas sosial berbasis kepedulian menjadi simbol eksistensi diri di ruang digital berpotensi melemahkan karakter humanis dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan dan penguatan karakter ibu-ibu sosialita melalui pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Quick and Smart Qur’an (QSQ) di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pembentukan kelompok binaan, serta kajian Al-Qur’an intensif dengan pendekatan visual, auditori, kinestetik, cerita, imajinasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan. Melibatkan 30 peserta, dilaksanakan 10 sesi pembelajaran intensif. Tingkat partisipasi aktif peserta mencapai 75% serta terbentuk satu komunitas belajar Al-Qur’an yang aktif dan berkelanjutan. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an sebesar 38%. Selain itu, terjadi peningkatan indikator soft skills, yaitu disiplin kehadiran sebesar 30%, empati sosial sebesar 25%, dan komitmen spiritual sebesar 35%. Program ini menunjukkan bahwa metode QSQ efektif sebagai model pendampingan karakter berbasis Al-Qur’an yang adaptif dan transformatif bagi komunitas ibu-ibu sosialita, serta berpotensi direplikasi dalam pembinaan karakter keagamaan perempuan di tingkat lokal.Kata kunci: Ibu-Ibu Sosialita; Pembelajaran Al-Qur’an; Quick and Smart Qur’an; Penguatan Karakter. ABSTRACTThe development of digital technology and social media has influenced the social life patterns of housewives, including the emergence of the socialite phenomenon among lower-middle-class communities. The shift in the meaning of socialite from social activities based on humanitarian concern to a symbol of self-existence in digital spaces has the potential to weaken humanistic and spiritual character. This community service program aims to provide mentoring and strengthen the character of socialite housewives through Qur’anic learning using the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method in Perampuan Village, Labuapi District, West Lombok Regency. The implementation method includes program socialization, the formation of participant groups, and intensive Qur’anic study using visual, auditory, kinesthetic, storytelling, imagination, and interactive discussion approaches. Evaluation was conducted through pre-test and post-test, participatory observation, and activity documentation. The program involved 30 participants and was conducted through 10 intensive learning sessions. The results show that the active participation rate of participants reached 75%, and a sustainable Qur’anic learning community was successfully established. Quantitative evaluation indicates an increase in participants’ understanding of Qur’anic values by 38%. Furthermore, there was an improvement in several soft skill indicators, including a 30% increase in attendance discipline, a 25% increase in social empathy, and a 35% increase in spiritual commitment. The program demonstrates that the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method is effective as an adaptive and transformative Qur’an-based character mentoring model for socialite housewife communities. Moreover, this model has the potential to be replicated as an approach to strengthening religious character development among women at the local community level.Keywords: Socialite Mothers; Qur’anic Learning; Quick and Smart Qur’an; Character Strengthening.