cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PENGELOLAAN TAMAN PENDIDIDKAN AL QUR’AN (TPQ) BERBASIS KURIKULUM DINIYAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN KEAGAMAAN ANAK DI TPQ BAITURRAHMAN PASAR INPRES Prasong, Mutia; Jusriadi, Jusriadi; Bain, Nurhayati; Anwar, Halija
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36324

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Baiturrahman yang berlokasi di Pasar Inpres, Kelurahan Nusa Kenari, melalui penerapan kurikulum diniyah. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan tenaga pengajar, pembelajaran yang hanya berfokus pada baca Al-Qur’an, serta belum diterapkannya kurikulum keislaman secara terstruktur. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan bentuk intervensi berupa pendampingan pengelolaan TPQ, penyediaan tenaga pengajar, serta sosialisasi dan implementasi kurikulum diniyah yang mencakup materi akidah, fiqih ibadah, akhlak, tajwid, hafalan Al-Qur’an, dan praktik ibadah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah santri, variasi kegiatan pembelajaran, jumlah tenaga pengajar, serta tingkat kepuasan pengelola dan masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan TPQ berbasis kurikulum diniyah terbukti mampu meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan anak secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.Kata Kunci: Pengelolaan TPQ; Kurikulum Diniyah. ABSTRACTThis Community Service (PKM) activity aims to improve the quality of management of the Baiturrahman Al-Qur'an Education Park (TPQ) located in Pasar Inpres, Nusa Kenari Village, through the implementation of the diniyah curriculum. Partner problems include limited teaching staff, learning that only focuses on reading the Qur'an, and the lack of a structured Islamic curriculum. The method of implementing the service is carried out through the stages of preparation, implementation, and evaluation with interventions in the form of mentoring TPQ management, provision of teaching staff, and socialization and implementation of the diniyah curriculum that includes materials on faith, Islamic jurisprudence of worship, morals, tajwid, memorization of the Qur'an, and worship practices. The results of the activity show an increase in the number of students, the variety of learning activities, the number of teaching staff, and the level of satisfaction of managers and the community. Thus, the management of TPQ based on the diniyah curriculum has been proven to be able to improve the quality of children's religious education in a more structured and sustainable manner.Keywords: TPQ Management; Diniyah Curriculum.
PELATIHAN LITERASI DIGITAL DAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA SMA MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK Utami, Putri Yuli; Alfian, Rudi; Saputra, Rangga Aditya
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35788

Abstract

ABSTRAK                                                                            Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menuntut generasi muda memiliki literasi digital yang kuat agar mampu beradaptasi dan berinovasi diera digital. Namun, masih banyak siswa yang belum memahami pemanfaatan teknologi digital dan AI secara produktif dan etis. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menggunakan media digital, mengenal teknologi AI, serta menumbuhkan kesadaran terhadap etika dan keamanan informasi. Pelatihan diikuti oleh 30 siswa dari kelas X, pelatihan menggunakan metode workshop, ceramah interaktif, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dari skor rata-rata pretest 61% menjadi 87% pada posttest, dengan penilaian terhadap aspek konsep literasi digital, kemampuan menggunakan Canva, pemahamam etika digital dan kemamanan informasi, kreativitas desain serta kemampuan kolaborasi dan komunikasi digital. Tema desain yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu Literasi digital untuk Keamanan dan Etika Bermedia Sosial, dengan karya terbaik berupa poster edukatif bertema Bijak Bermedia Sosial dan Lindungi Data Pribadimu. Hasil desain terbaik menampilkan desain poster edukatif dengan komposisi visual menarik, pesan jelas, serta relevansi tinggi terhadap isu literasi digital. Secara keseluruhan kegiatan ini efektif meningkatkan kemampuan dan kesadaran digital siswa serta dapat menjadil model pembelajaran inovatif di sekolah. Kata kunci: Canva; Desain; Etika Digital; Kecerdasan Buatan; Poster ABSTRACTThe development of information technologu and artificial intelligence (AI) requires the younger generation to have strong digital literacy in order to adapt and innovate in the digital age. However, many students still do not understand how to use digital technology and AI productively and ethically. This training activity aims to improve student’s skill in using digital media, familiarise them with AI technology, and raise their awareness of information ethics and security. The training was attended by 30 students and used workshop methods, interactive lecturers, and hands-on-practice. The evaluation results showed a significant increase from a pre-test average score of 61% to 87% on the post-test, with assessments of aspects of digital literacy concepts, the ability to use Canva, understanding of digital ethics and information security, design creativity, and digital collaboration and communication skills. The design theme raised in this activity was Digital Literacy for Social Media Security adn Ethics, with the best works being aducational posters with the themes of Wise Social  Media Use and Protect Your Personal Data. The best design featured education posters with attractive visual compositions, clear messages, and high relevance to the issues of digital literacy. Overall, this activity effectively improved students’ for innovative learning in schools. Keywords: Canva; Design; Digital Ethics; Articial Intelligence; Poster
PENERAPAN TEKNOLOGI HIDROGEL-NANO MATERIAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS CABAI PADA TANAH SALIN MELALUI KEMITRAAN MASYARAKAT DI PULAU BAHO, SULAWESI TENGGARA Salsabila, Wd Syafitri; Oge, La; Supriyadi, Supriyadi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36832

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pulau baho terletak di Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Pulau Baho masih 1 daratan dengan  laonti akan tetapi tidak adanya akses darat sehingga akses menuju dusun Baho menggunakan perahu. Sebagian besar dari masyarakatnya adalah nelayan yang sangat tergantung pada ekosistem pesisir. Kondisi perairan yang kadang tidak bersahabat menyebabkan nelayan sering menunda penangkapan ikan sehingga mempengaruhi pendapatan perekonomian. Dusun Baho umumnya memiliki tanah dengan tekstur pasir, berkadar garam dan rendah unsur hara.  Oleh sebab itu, lahan dikawasan pesisir Baho dapat dikatakan tidak dapat memberikan kontribusi pendapatan dari sektor pertanian bagi penghuninnya. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat dusun baho khususnya kelompok “Gold Mom’ yang beranggotakan 20orang melalaui penerapan teknolgi hidrogel-nanomaterial dalam budidaya cabai pada tanah salin dengan waktu kegaitan selama 8 bulan. Budidaya tanaman pangan seperti cabai merupakan produk holtikultura yang bernilai ekonomi tinggi yang bersifat multiguna, karena dapat digunakan  sebagai bahan pangan maupun obat-obatan. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan budidaya, pengolahan pasca panen (Saus sambal dan cabai bubuk), Pembentukan kelompok tani serta manajemen usaha tani yang mandiri. Metode pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan kelompok hingga evaluasi berkelanjutan. Luaran yang ditargetkan meliputi meningkatnya keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan cabai, terbentuknya kelompok tani, serta publikasi jurnal. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan model usaha tani cabai berbabsis inovasi yang berkelanjutan.  Hasil kegiatan penerapan teknologi untuk peningkatan pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan ada peningkatan 50-70% dibanding tanaman yang tidak menggunakan Hodrogel-Nano dan juga adanya kegiatan baru bagi kelompok ibu-ibu di dusun baho Hasil kegiatan penyuluhan dan pelatihan menunjukkan ada peningkatan pemahaman masyarakat dalam penanaman cabai dan juga pascapanen.Kata Kunci: Teknologi Hidrogel-Nano Material, Budidaya Cabai, Pemberdayaan Masyarakat, Pascapanen. ABSTRACTBaho Island is located in Labuan Beropa Village, Laonti District, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi. Baho Island shares a landmass with Laonti, but there is no land access, so access to Baho Hamlet is by boat. Most of the residents are fishermen who depend heavily on the coastal ecosystem. The sometimes unfriendly water conditions often cause fishermen to postpone fishing, which impacts their income. Baho Hamlet generally has sandy soil with a high salt content and low nutrient content. Therefore, the land in the Baho coastal area can be said to be unable to contribute to agricultural income for its residents.  This community service aims to empower the Baho hamlet community, especially the 20-member "Gold Mom" group, through the application of hydrogel-nanomaterial technology in chili cultivation on saline soil with an activity period of 8 months. Cultivation of food crops such as chili is a horticultural product with high economic value that is multipurpose, because it can be used as food and medicine. In addition, this program also includes training in cultivation, post-harvest processing (chili sauce and chili powder), the formation of farmer groups and independent farming business management. The implementation method consists of socialization, technical training, technology application, group mentoring to continuous evaluation. Targeted outputs include increasing community skills in chili cultivation and processing, the formation of farmer groups, and journal publications. The expected long-term impact is increased economic independence of coastal communities and a chili farming business model based on sustainable innovation. The results of the application of technology to increase chili plant growth show a 50-70% increase compared to plants that do not use Hydrogel-Nano and also the creation of new activities for mothers' groups in Baho hamlet. Results of extension activities  The training demonstrated an increase in community understanding of chili cultivation and post-harvest management.Keywords: Hydrogel-Nano Material Technology, Chili Cultivation, Community Empowerment, Post-Harvest.
INSERVICE TRAINING DIGITAL COMIC UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI CALON GURU SEKOLAH DASAR Bayuni, Tia Citra; Barokah, Awalina; Yuliyanto, Aan; Utami, Candra Tri; Handayani, Julia Anis; Malup, M Solih
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36354

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital dan kreativitas calon guru Sekolah Dasar (SD) melalui pelatihan Digital Comic sebagai media pembelajaran inovatif. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa calon guru dalam merancang media berbasis teknologi dan mengintegrasikan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam praktik pembelajaran. Pelaksanaan PkM dilakukan dengan model inservice training yang meliputi lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan melalui pembentukan komunitas kreator. Peserta pelatihan adalah calon guru yang sedang melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolah (PLP) sebanyak 12 orang mahasiswa calon guru SD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek literasi digital, keterampilan desain media, dan kemampuan pedagogik mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Mahasiswa juga mampu menghasilkan Digital Comic yang menarik, kontekstual, dan sesuai karakteristik siswa sekolah dasar. Terbentuknya Komunitas Kreator Digital Comic menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan inovasi mahasiswa serta mendukung implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap penguatan kompetensi calon guru SD dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan di era digital. Kata kunci: comic digital, calon guru SD, literasi digital, TPACK, pelatihan inservice.  ABSTRACTThis Community Service Program (PkM) aims to enhance the digital literacy competencies and creativity of prospective elementary school teachers through training in Digital Comics as an innovative learning medium. The program is motivated by the limited ability of pre-service teachers to design technology-based instructional media and to integrate the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework into teaching practices. The PkM was implemented using an in-service training model consisting of five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and sustainability through the establishment of a creator community. The participants were 12 prospective elementary school teachers from Universitas Pelita Bangsa who were undertaking the School-Based Teaching Practice Program (Pengenalan Lapangan Persekolah/PLP). The results indicate a significant improvement in participants’ digital literacy, media design skills, and pedagogical competencies in developing technology-enhanced learning. Additionally, the participants successfully produced engaging, contextual Digital Comics aligned with the characteristics of elementary school students. The formation of a Digital Comic Creator Community serves as a strategic step to ensure the sustainability of student innovation while supporting the implementation of the Merdeka Curriculum and the achievement of Higher Education Key Performance Indicators (IKU). Therefore, this program contributes meaningfully to strengthening the competencies of prospective elementary school teachers in addressing the challenges of educational transformation in the digital era. Keywords: digital comic, pre-service elementary teachers, digital literacy, TPACK, inservice training.
PENDAMPINGAN PROMOSI WISATA DAN PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL PADA LOKASI WISATA TITIAN MANGROVE PESINGHONG Anigomang, Ferdinand Romelus; Molina, Jon Idrison; Djasibani, Hemy Ratmas; Belli, Saul Brianto; Aleng, Fegita Marleni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36681

Abstract

ABSTRAKSalah satu wisata pantai yang sementara bergeliat di Kabupaten Alor adalah wisata pantai Titian Mangrove Pesinghong yang terletak di sekitar Kota Kalabahi dan berada di Kelurahan Mutiara. Usaha wisata ini dikelola kelompok nelayan peduli mangrove namun dalam proses pengelolaan mereka kesulitan untuk melakukan promosi melalui media sosial maupun media digital lainnya, belum adanya penyediaan produk-produk khas wisata mangrove yang bisa dijual untuk mendatangkan pendapatan kelompok. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam aspek produksi dan pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan praktik langsung untuk penyediaan produk-produk di Lokasi wisata dan pemasaran serta promosi wisata. Evaluasi dilakukan diawal (pre test) dan dilakukan diakhir kegiatan (post test) untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok wisata dalam mengikuti kegiatan pengabdian ini.  Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman dari mitra tentang pentingnya melakukan promosi wisata sebesar 71,4%, peningkatan keterampilan untuk mengedit foto dan video promosi wisata menggunakan aplikasi Potoshop CS dan Movavi Video Editor Plus sebesar 68%, serta peningkatan keterampilan mitra tentang pembuatan produk buah mangrove menjadi sirup, kerupuk dan dodol sebesar 65%. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan tingkat pemahaman dan keterampilan kelompok wisata dalam pengelolaan wisata pada aspek produksi dan pemasaran. Kata kunci: Mangrove; Pesinghong; Wisata; Promosi; Produk ABSTRACTOne of the beach tourism that is currently growing in Alor Regency is the Titian Mangrove Pesinghong beach tourism, located around Kalabahi City and in Mutiara Village. This tourism business is managed by a group of fishermen who care about mangroves, but in the management process, they have difficulty promoting through social media or other digital media, and there is no provision of typical mangrove tourism products that can be sold to generate group income. This community service activity aims to improve the capabilities of partners in production and marketing aspects. The method of implementation of the activity is carried out through stages of socialization, training, and direct practice for the provision of products at tourist locations and marketing and tourism promotion. Evaluations are carried out at the beginning (pre-test) and at the end of the activity (post-test) to measure the increase in knowledge and skills of the tourism group members in participating in this community service activity. The results of this community service activity show an increase in understanding of the importance of tourism promotion from partners by 71,4%, an increase in skills in editing photos and videos of tourism promotions using the Photoshop CS and Movavi Video Editor Plus applications by 68%, and an increase in skills in making mangrove fruit products into syrup, crackers and dodol by 65%. This community service activity successfully increased the tourism group's understanding and skills in tourism management, particularly in terms of production and marketing. Keywords: Mangrove; Pesinghong; Tourism; Promotion; Product
MEMBANGUN KARAKTER DAN KECAKAPAN BERBAHASA MELALUI LITERASI PAGI BERBASIS PIDATO Maharani, Nabilla; Hardi, Rahmat Sulhan; Jannah, Lailatul; Komala, Yulia; Embunsari, Nur; Rupiarti, Riski Mini; Setiawan, Rudi; Syah, Yogi Darman; Mansurudin, Mansurudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34912

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan kegiatan literasi pagi berbasis pidato pada siswa tingkat MA adalah untuk meningkatkan kecakapan berbahasa sekaligus membangun karakter siswa melalui pembiasaan berbicara di depan umum. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato ini dilakukan di MA NW Keruak yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara umum, waktu kegiatan dilakukan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dengan melibatkan seluruh siswa secara bergiliran. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato diikuti oleh siswa-siswi dari setiap kelas dengan pendampingan guru sebagai fasilitator. Kegiatan ini didasarkan atas kondisi siswa yang cenderung masih memiliki kepercayaan diri rendah serta keterampilan berbicara yang belum optimal. Guru-guru juga mengalami hambatan dalam menggerakkan siswa untuk aktif dalam kegiatan literasi, khususnya berbicara di depan umum. Padahal, siswa memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa agar terbiasa menyampaikan gagasan secara runtut, percaya diri, dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi dari kegiatan ini berupa peningkatan keberanian siswa dalam berbicara, keterampilan menyusun naskah pidato, serta terbentuknya budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Karakter; Kecakapan Bahasa; Literasi Pagi; Pidato. ABSTRACTWrite The purpose of the morning literacy activity based on speeches for high school students is to improve language skills and build character through public speaking practice. This morning literacy activity based on speeches is carried out at MA NW Keruak, located in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. In general, the activity is carried out routinely every morning before classes begin, involving all students in turns. The morning literacy activity based on speeches is attended by students from each class with the assistance of teachers as facilitators. This activity is based on the condition of students who tend to have low self-confidence and suboptimal speaking skills. Teachers also experience obstacles in motivating students to be active in literacy activities, especially speaking in public. In fact, students have enormous potential for development. This activity is expected to encourage students to get used to expressing their ideas coherently, confidently, and responsibly. The evaluation results of this activity show an increase in students' courage in speaking, their speech writing skills, and the formation of a sustainable literacy culture in the school environment. Keywords: Character; Language Profiency; Morning Literacy; Speech.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH MENJADI PAKAN FERMENTASI TERNAK SAPI DAN BIOGAS DI DESA MEDANA KABUPATEN LOMBOK UTARA Muanah, Muanah; Marianah, Marianah; Agustina, Ahadiah; Dewi, Novi Yanti Sandra; Erwin, Erwin; Amil, Amil; Aditiawan, Lalu Fahat; Haikal, Muhammad; Setiawan, Andri; Aditir, Myhammad; Afrianti, Lusiana; Purnawirawan, Indra; Fitratusnnisa, Fitratunnisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36895

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah jerami dan limbah ternak melalui pendampingan teknologi pengolahan menjadi pakan fermentasi dan biogas di Desa Medana, Lombok Utara. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya pengetahuan peternak mengenai teknik fermentasi pakan, belum optimalnya pengelolaan limbah yang menimbulkan pencemaran, serta minimnya penerapan teknologi biogas sebagai sumber energi alternatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Kegiatan diikuti oleh 20 anggota kelompok ternak dan 22 anggota kelompok tani. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan mitra kelompok tani dan kelompok ternak, yaitu kemampuan membuat pakan fermentasi meningkat dari 20% menjadi 85%, dan kemampuan mengolah biogas meningkat dari 5% menjadi 78%. Program ini berdampak pada efisiensi biaya pakan, pengurangan pencemaran lingkungan, dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan berbasis limbah.Kata kunci: Limbah Jerami; Limbah Ternak; Pakan Fermentasi; Biogas. ABSTRACTThis community service program aims to improve the utilization of straw and livestock waste through assistance with processing technology into fermented feed and biogas in Medana Village, North Lombok. The main problems faced by partners include the limited knowledge of livestock farmers regarding feed fermentation techniques, suboptimal waste management that causes pollution, and the minimal application of biogas technology as an alternative energy source. The methods used included outreach, technical training, hands-on practice, and intensive mentoring. Twenty livestock group members and 22 farmer group members participated in the program. The mentoring results showed significant improvements in the skills of both farmer and livestock group partners, with the ability to make fermented feed increasing from 20% to 85%, and the ability to process biogas increasing from 5% to 78%. This program resulted in feed cost efficiency, reduced environmental pollution, and increased utilization of waste-based renewable energy. Keywords: Straw Waste; Livestock Waste; Fermented Feed; Biogas.
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DAN KOMUNIKASI ASERTIF SEBAGAI UPAYA MENGHAPUS IMAJI POSITIF MEROKOK Halim, Nurhasanah; Susilawati, Susilawati; Dwigustini, Retno; Nisa, Baiatun
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36403

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Merokok seringkali dipersepsikan sebagai perilaku yang merepresentasikan maskulinitas khususnya di kalangan pria. Persepsi tersebut masih banyak ditemukan pada remaja masa kini, yang memandang merokok sebagai simbol kedewasaan dan identitas maskulin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok serta menghapus imaji positif merokok yang kerap dikaitkan dengan citra maskulinitas. Selain itu, kegiatan ini juga mengembangkan keterampilan komunikasi asertif melalui pembelajaran ungkapan bahasa Inggris untuk menolak ajakan merokok. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR), yang menekankan kolaborasi aktif antara peneliti, fasilitator, dan peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Sebanyak 19 remaja masjid dari Mesjid Jami’ Al-Muttaqin, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan pengabdian berupa ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi percakapan. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan respon sangat positif; mayoritas peserta menyatakan puas hingga sangat puas terhadap materi, narasumber, dan sarana kegiatan. Seluruh peserta (100%) berminat mengikuti kegiatan serupa dan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang bahaya merokok serta kemampuan menolak ajakan merokok secara asertif dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini juga mengubah persepsi peserta terhadap citra merokok, dari perilaku yang dianggap simbol maskulinitas menjadi kebiasaan yang merugikan kesehatan. Integrasi edukasi kesehatan dan komunikasi asertif terbukti membantu mendorong perilaku sehat dan menghapus imaji positif merokok pada remaja.Kata kunci: Penelitian Berbasis Masyarakat; Pengabdian Masyarakat; Perilaku Merokok; Komunikasi Asertif. ABSTRACTSmoking is commonly viewed as a masculine practice, particularly among men. This attitude persists among today's youth, who see smoking as a sign of maturity and masculine identity. This community service activity attempts to enhance adolescent understanding of the dangers of smoking while also dispelling the favorable image of smoking that is frequently connected with masculinity. This activity also improves assertive communication skills by teaching English terms for declining requests to smoke. The method employed is Community-Based Participatory Research (CBPR), which emphasizes active collaboration among researchers, facilitators, and participants throughout the process. A total of 19 mosque youth from Masjid Jami’ Al-Muttaqin, Cempaka Putih, Central Jakarta, participated in a series of community service activities, including interactive lectures, discussions, and conversation simulations. Data were collected through observation and participant satisfaction questionnaires. The results showed a very positive response; the majority of participants expressed satisfaction to very satisfaction with the material, speakers, and activity facilities. All participants (100%) expressed interest in participating in similar activities and demonstrated an increased understanding of the dangers of smoking and the ability to refuse invitations to smoke assertively in English. This activity also changed participants' perceptions of smoking, from a behavior perceived as a symbol of masculinity to a habit detrimental to health. The integration of health education and assertive communication has been found to help encourage healthy behaviors and dispel unfavorable attitudes toward smoking among adolescents. Keywords: Community-Based Research; Community Service; Smoking Behavior; Assertive Communication.
PENINGKATAN FUNGSI, ESTETIKA, DAN AKSESIBILITAS RUANG TERBUKA HIJAU BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI TAMAN MUMBARA, BANYUMENENG, YOGYAKARTA Widianti, Anita; Nurtopo, Divania; Mangopa, Zulfikri Nanda Putra; Azmi, Hafidzul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36873

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Taman Mumbara merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di RT 16, Banyumeneng, Sleman, Yogyakarta. Taman tersebut menjadi tempat rekreasi masyarakat lokal sambil melihat kereta api melintas. Peningkatan pengunjung memicu munculnya pedagang makanan di sekitar taman. Beberapa permasalahan yang muncul adalah rendahnya partisipasi warga dan pengunjung dalam memelihara taman. Akibatnya, banyak tanaman yang tidak terawat, serta sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Selain itu, akses ke taman tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Untuk itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah melaksanakan lima program. Program awal yang sudah dilaksanakan adalah edukasi tentang pentingnya RTH yang dihadiri oleh 50 warga. Pemahaman warga tentang RTH meningkat sebesar 24%. Program selanjutnya meliputi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTH, serta peningkatan fungsi, estetika, dan aksesibilitas RTH. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi (1) pendampingan penanaman dan perawatan RTH melalui kerja bakti oleh 45 warga, (2) sosialisasi tata tertib pengunjung melalui papan informasi dan rambu-rambu edukasi, (3) penambahan fasilitas bermain anak dan tempat sampah, (4) penataan akses RTH agar ramah penyandang disabilitas, serta pemasangan pagar pengaman. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepuasan dan meminta umpan balik dari para pengurus RT 16 selaku mitra. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mitra secara keseluruhan sangat tinggi (100%). Kesadaran pengunjung dan penjual meningkat, hal ini dibuktikan dengan kondisi taman yang selalu bersih. Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau; partisipasi masyarakat; fungsi; estetika; aksesibilitas taman ABSTRACTMumbara Park is a Green Open Space (RTH) located in RT 16, Banyumeneng, Sleman, Yogyakarta. The park serves as a recreational spot for locals, offering a unique experience of watching trains pass by. As visitor numbers grow, food vendors have begun setting up around the park. Some of the issues that have arisen include low participation by residents and visitors in maintaining the park. As a result, many plants are neglected, and trash is misplaced. Additionally, access to the park isn't disability-friendly. To address these issues, the Community Service Team from Universitas Muhammadiyah Yogyakarta launched five programs. The first event was an educational session on the importance of RTH, attended by 50 residents, which increased their understanding of RTH by 24%. Further initiatives focused on boosting community involvement in RTH management and enhancing its functionality, aesthetics, and accessibility. Activities included (1) guided planting and maintenance through community clean-up events with 45 residents, (2) Visitor guidelines posted on info boards and educational signs, (3) adding children's play facilities and trash bins, and (4) Disability-friendly access improvements and safety fencing installation. Evaluations involved satisfaction surveys and feedback from RT 16 management. Results showed extremely high overall satisfaction (100%). Visitor and vendor awareness has risen, reflected in the park's consistently clean condition. Keywords: Green Open Space; community participation; the park's function; aesthetics; accessibility.
IMPLEMENTASI PEMBUATAN DAN PEMASARAN PRODUK HEALTHY ICE CREAM DI DESA PURA BARAT KEC. ALOR BARAT LAUT NTT Istiqamah, Istiqamah; Abdullah, Muhammad; Prasong, Muthia; Badu, Khumaira Marsyahida; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34871

Abstract

ABSTRAK                                                                                Implementasi Pembuatan dan Pemasaran Produk Healthy Ice Cream di Desa Pura Barat NTT. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah yaitu 1) untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat pembuatan cemilan sehat es krim untuk Kesehatan, 2) memberikan pelatihan dan praktek kepada masyarakat tentang cara membuat dan memasarkan healthy Ice Cream, 3) menambah perekonomian masyarakat melalui produk cemilan Healthy Ice Cream.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, digunakan beberapa langkah: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program, dan keterlibatan mitra. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi dan pelatihan praktek pembuatan Healthy Ice Cream berjalan dengan sangat baik, banyak respon positif dari berbagai pihak, Kepala Desa Pura Barat, Perangkat Desa, Mayarakat setempat dan ibu-ibu rumah tangga. Antusis peserta mengikuti pelatihan dan praktek dari awal hingga akhir. Harapan dari Masyarakat bahwa kegiatan PKM dari Kampus STKIP Muhammadiyah Kalabahi berlanjut dengan ilmu-ilmu baru untuk membantu menghidupkan ekonomi kreatif, sehat dan sejahtera.Kata kunci: Implementasi; Pembuatan; Pemasaran; Ice Cream. ABSTRACTImplementation of Healthy Ice Cream Production and Marketing in Pura Barat Village, NTT. The objectives of this Community Service (PKM) activity are: 1) to educate the community about the health benefits of making healthy ice cream snacks, 2) to provide training and practical experience to the community on how to make and market healthy ice cream, 3) to boost the community's economy through healthy ice cream snacks. In implementing this activity, a qualitative descriptive method was used. To achieve the objectives of the community service activity, several steps were taken: socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, program sustainability, and partner involvement. The overall result of this PKM activity was that the socialization and practical training on making healthy ice cream went very well, with many positive responses from various parties, including the Head of Pura Barat Village, village officials, the local community, and housewives. The participants enthusiastically followed the training and practice from start to finish. The community hopes that the PKM activities from STKIP Muhammadiyah Kalabahi Campus will continue with new knowledge to help revive a creative, healthy, and prosperous economy. Keywords: Implementation; Production; Marketing; Ice Cream.