cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 123 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): December" : 123 Documents clear
An Analysis Of Figurative Language Used In Bruno Mars’ Songs Azhari, Muh Kholiki; Mahyuni; Baharuddin
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3600

Abstract

This study investigates the use of figurative language in Bruno Mars' song lyrics, focusing on how various figurative expressions enhance emotional depth and convey meaning in his works. Guided by Knickerbocker and Reninger's framework, this study uses a qualitative descriptive approach supported by content analysis to identify, classify, and interpret figurative expressions in four Bruno Mars albums: Doo-Wops and Hooligans, Unorthodox Jukebox, 24K Magic, and An Evening with Silk Sonic. The analysis is conducted in four systematic stages: identification, categorization, interpretation, and contextual analysis of the figurative language found in the lyrics. This study is motivated by the growing recognition that song lyrics, particularly in popular music, function as a form of poetic and cultural expression. Bruno Mars was chosen as the focus of the analysis because of his global influence, genre diversity, and the sophistication of his lyrics, which often involve the creative use of figurative language to express universal human experiences such as love, heartbreak, ambition, and joy. The four albums were chosen to explore how the diversity of figurative language reflects his artistic evolution and emotional range throughout his career. The findings reveal eight distinct types of figurative language, with metaphor and hyperbole being the most dominant. These devices serve to intensify emotions, create vivid imagery, and accentuate expressive nuances in his songwriting, while personification, simile, irony, and symbolism add depth and aesthetic variety. The figurative language in Bruno Mars' lyrics serves as an artistic and communicative device that bridges literal meaning and emotional resonance. This study is expected to contribute to the fields of linguistics and stylistics by demonstrating how popular music integrates creative language to express complex emotions and cultural meanings. It also provides a methodological model for analyzing figurative language in various musical works. Furthermore, this research offers pedagogical value for non-native English speakers, helping them interpret English song lyrics more accurately and appreciate their figurative meanings, thereby preventing misinterpretation and enriching linguistic competence and cultural understanding.
Analisis Kesulitan Menulis Kalimat Majemuk Berkonjungsi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN 11 Cakranegara Suardani, Ida Ayu Karmeita; Saputra, Heri Hadi; Novitasari, Setiani
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3605

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V SDN 11 Cakranegara dalam menulis kalimat majemuk berkonjungsi serta menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Jumlah siswa 28 yang terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan, terdapat 8 orang siswa yang mengalami kesulitan dalam membedakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa meliputi: menulis kalimat majemuk berkonjungsi (28,6%), membedakan kalimat tunggal dan majemuk (21,4%), menentukan jenis kalimat majemuk (25%), dan menggunakan konjungsi secara tepat (32,1%). Strategi guru yang diterapkan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain: guru memberikan contoh berbagai bentuk kalimat majemuk, baik setara maupun bertingkat, agar siswa memahami perbedaannya secara konkret. Penggunaan media kartu kata membantu siswa menyusun kata menjadi kalimat yang benar dengan cara yang menarik dan interaktif. Kegiatan latihan berkelompok dilakukan untuk menumbuhkan kerja sama, diskusi, dan saling membantu antar siswa dalam memahami materi. Guru memberikan umpan balik langsung saat siswa melakukan kesalahan agar mereka dapat segera memperbaikinya. Kerja sama dengan orang tua diperlukan untuk mendukung pembelajaran di rumah sehingga proses belajar siswa menjadi berkelanjutan antara sekolah dan lingkungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sebagian siswa kelas V SDN 11 Cakranegara masih mengalami kesulitan menulis kalimat majemuk berkonjungsi, namun penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan dukungan dari orang tua mampu membantu siswa meningkatkan keterampilan menulisnya.
Translation Procedures of the Subtitle of the Ant-Man Movie: A Pragmatic Study Gading, Arya; Baharuddin; Lalu Jaswadi Putera; Arifuddin
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3607

Abstract

This study investigates translation procedures and pragmatic implications in the Indonesian subtitles of the film Ant-Man. Using Newmark's translation procedure framework and supported by the pragmatic theories of Austin et al., Searle, and Cutting, this study aims to identify the types of translation procedures applied, determine the most dominant procedures, and analyze how they preserve meaning in context. Employing descriptive qualitative methods with content analysis, the dialogue data were coded and then interpreted through Newmark's translation procedure theory, Austin and Searle's speech acts theory, and Cutting's context classification theory.  114 subtitle sentences were examined, of which 75 were categorized as pragmatic utterances. The findings present that ten out of eighteen procedures were identified, with Modulation being the most dominant (42.11%), followed by Couplets/Triplets (22.81%) and Literal Translation (13.16%). Pragmatic analysis indicates that procedures such as Modulation, Couplets, Functional Equivalent, Cultural Equivalent, and Synonymy have played an important role in maintaining humor, sarcasm, idiomatic expressions, and cultural nuances ensuring that the communicative intent is conveyed effectively to the Indonesian audience. This study contribute to bridging the analysis of translation procedures and pragmatic interpretation in audiovisual translation in terms of variations in equivalent meanings based on context. Furthermore, practically, the findings of this study can be useful for translators or subtitlers to pay more attention to the equivalence of meaning, not just based on the literal meaning, to avoid audience confusion.
Pengelolaan Hutan Adat Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat di Desa Sambik Elen Kabupaten Lombok Utara Sambawa, Wayan Prabudi Sathya Hindu; Ichsan, Andi Chairil; Anwar, Hairil
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3609

Abstract

Hutan adat merupakan salah satu bentuk pengelolaan sumber daya alam yang berbasis pada kearifan masyarakat lokal hukum adat. Penelitian ini dilakukan di Desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara, yang memiliki empat hutan adat, yaitu Pawang Majapahit, Pawang Lebok, Pawang Lokok Tebi, dan Pawang Santinggi Daya. Tujuan penelitian adalah mengetahui status keinginan hutan adat, faktor penggerak keinginan, serta strategi pengelolaan hutan adat berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keingintahuan hutan adat Desa Sambik Elen berada pada kategori “sangat berkelanjutan” dengan indeks ekologi 87,5; sosial 85,38; ekonomi 68,75; dan kelembagaan 81,25, sehingga nilai rata-rata agregat mencapai 80,72. Faktor penggerak utama meliputi keseimbangan ekosistem terjaga, penerapan norma adat, kemandirian ekonomi, serta kelembagaan adat. Strategi pengelolaan yang disarankan yaitu dengan meningkatkan aspek ekonomi pada perencanaan ekonomi berbasis adat untuk memperkuat ekosistem hutan adat. Meskipun telah banyak penelitian terkait hutan adat, namun masih sedikit penelitian yang menggunakan metode Multiaspect Sustainability Analysis (MSA). Temuan ini menjelaskan bahwa kearifan lokal berperan penting dalam menjaga kelestarian hutan adat, sekaligus mendukung aspek ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan secara seimbang.
An Analysis of Psychological Factors and Communication Strategies in Culinary Students’ English Speaking during Limited Classroom Interactions at SMKN 4 Mataram Academic Year 2024/2025 Isnaini, Puji; Farmasari, Santi; Susanti, Ni Wayan Mira
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3616

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis dan strategi komunikasi yang memengaruhi kinerja berbicara bahasa Inggris di antara siswa kelas sebelas Jurusan Tata Boga di SMKN 4 Mataram selama interaksi kelas terbatas pada tahun akademik 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, kuesioner, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi untuk memastikan validitas. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kecemasan adalah faktor psikologis yang paling dominan, ditunjukkan melalui kegelisahan siswa, jeda yang lama, dan berbicara dengan suara yang sangat rendah. Kepercayaan diri yang rendah juga membatasi kemauan mereka untuk berpartisipasi, sementara motivasi, meskipun umumnya tinggi karena aspirasi karier, tidak selalu menghasilkan kinerja berbicara aktif. Untuk mengatasi faktor-faktor ini, siswa menggunakan beberapa strategi komunikasi, di antaranya strategi sosial seperti meminta bantuan teman sebaya adalah yang paling sering dan efektif digunakan. Strategi kompensasi dan strategi penghindaran juga digunakan tetapi kurang efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di sekolah kejuruan harus merancang lebih banyak kegiatan berbicara yang kolaboratif dan suportif untuk menurunkan kecemasan siswa, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat keterampilan komunikasi dalam konteks Bahasa Inggris untuk Tujuan Tertentu (ESP).
Hubungan Regulasi Emosi dengan Penyesuaian Sosial Siswa Korban Bullying Dari, Messy Wulan; Handayani, Puji Gusri; Syukur, Yarmis; Febriani, Rahmi Dwi
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3626

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif seseorang atau sekelompok orang secara berulang kali dengan tujuan untuk menyakiti korbannya. Siswa yang sering menjadi korban bullying cenderung kurang dalam penyesuaian sosial.  Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian sosial siswa yaitu regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan regulasi emosi dan penyesuain sosial serta menguji hubungan regulasi emosi dengan penyesuaian sosial siswa korban bullying.  Responden pada penelitian ini yaitu siswa korban bullying di SMPN 3 Batang Anai yang berjumlah 98 siswa dengan 32 siswa kelas VIII dan 66 siswa kelas IX. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner regulasi emosi dan kuesioner penyesuaian sosial menggunakan skala likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis korelasi pearson product moment, dengan bantuan SPSS 20 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi emosi siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,11%, penyesuaian sosial siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 69,55%, dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan penyesuaian sosial siswa korban bullying (r= 0,411; p<0,05), di mana semakin tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi pula penyesuaian sosial. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah bersama guru Bimbingan dan Konseling serta lembaga pendidikan dalam merancang program layanan, khususnya layanan informasi, konseling individual, bimbingan kelompok dan konseling kelompok dan intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi dan penyesuaian sosial siswa korban bullying.
Analysis of English Teacher’s Classroom Language Use in Islamic Junior High Schools of Kabar Azizurrohman, M.; Amrullah; Isnaeni, Muh; Wilian, Sudirman
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3627

Abstract

Dalam konteks EFL Indonesia, ruang kelas merupakan salah satu dari sedikit lingkungan di mana siswa terpapar masukan bahasa Inggris autentik karena bahasa tersebut jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Oleh karena itu, bahasa guru di kelas memainkan peran penting dalam memberikan paparan yang bermakna dan mengembangkan kompetensi komunikatif siswa. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa guru EFL Indonesia cenderung menggunakan bahasa Inggris secara terbatas—terutama untuk memberikan instruksi atau menjelaskan tata bahasa—sementara mengabaikan komunikasi interaktif dan spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori bahasa kelas yang paling umum digunakan oleh guru EFL dan menganalisis pada tahap mana bahasa Inggris digunakan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini mengisi kesenjangan yang ada dengan menggabungkan kerangka kerja fungsi bahasa kelas Salaberri dengan tahapan pengajaran Willis, yang menawarkan wawasan kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, rekaman audio, dan dokumentasi di dua SMP Islam di Kabar yang melibatkan dua guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas VIII. Untuk menganalisis data, ujaran ditranskripsi, dikodekan, dan dianalisis berdasarkan frekuensi dan penggunaan kontekstual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di MTs Baiturrahim Kabar, Interaksi Sosial (36,8%) merupakan kategori yang paling sering digunakan, sementara di MTs Sa'adatuddarain NW Kabar, Instruksi Sederhana (41,7%) mendominasi. Kedua guru menggunakan bahasa Inggris terutama pada tahap pembukaan dan pengembangan pelajaran, tetapi membatasi penggunaannya dalam kerja berpasangan/kelompok dan situasi spontan. Hasil ini menyiratkan perlunya guru untuk mendiversifikasi bahasa Inggris di kelas guna meningkatkan interaksi komunikatif dan memaksimalkan paparan siswa terhadap bahasa target.
Efektivitas E-Comic AVIS (AudioVisual) Berbasis Cerita Rakyat Sasak Batu Golog Terhadap Literasi Membaca Siswa Hadiyati, Syafira; Amrullah, Lalu Wira Zain; Zain, Moh Irawan
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3629

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca siswa di Indonesia, yang tercermin dari hasil PISA yang stagnan, mendorong kebutuhan akan inovasi media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan (validity dan practicality), serta efektivitas media E-Comic Audio Visual (AV) yang mengangkat kearifan lokal Cerita Rakyat Sasak “Batu Golog” untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model uji coba pretest-posttest control group design. Validitas produk diukur melalui angket validator ahli, kepraktisan diukur melalui angket respons guru dan siswa, dan efektivitas diukur menggunakan Independent Samples t-Test pada kelompok eksperimen dan kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di Gugus VI Kecamatan Cakranegara. Produk E-Comic AV dinilai Sangat Valid oleh validator dan Sangat Praktis bagi guru dan siswa. Hasil uji efektivitas menunjukkan perbedaan yang signifikan. Uji-t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan Mean Difference 10,79, yang berarti hipotesis nol ditolak. Media E-Comic AV berbasis Cerita Rakyat Sasak “Batu Golog” terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Efektivitas ini didukung oleh integrasi audio-visual (Teori Kognitif Multimedia) dan relevansi konten budaya lokal yang berhasil meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa.
The Effectiveness of the Mind Mapping Technique in Improving Students' Ability to Organize Ideas in Writing Descriptive Texts Pebriani, Eti Nurhidayati; Sujana, I Made; Zamzam, Ahmad
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3639

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Mind Mapping technique in improving junior high school students’ ability to organize ideas when writing descriptive texts at one of the public Islamic schools in West Lombok. A quasi-experimental design was used, consisting of two groups of seventh-grade students: an experimental group that received instruction through Mind Mapping and a control group that was taught using conventional methods. Before the treatment, students’ initial writing ability was relatively low, as indicated by the pre-test mean score of 60.25, showing limited skills in organizing ideas clearly and coherently. Mind Mapping, defined in this study as a visual technique that helps students generate, connect, and structure ideas through branching diagrams starting from a central concept, was applied over three instructional sessions using the Right Column Mind Map. Data were obtained from pre-test and post-test activities involving writing tasks describing a person and analyzed using an independent samples t-test in SPSS 31, including normality and homogeneity tests, to determine the significance of differences between the two groups. The findings indicated that the experimental group experienced a notable improvement, with their mean score increasing from 60.25 on the pre-test to 79.42 on the post-test—an overall gain of 19.17 points. Meanwhile, the control group’s improvement was limited to 10.41 points. The independent samples t-test showed that this difference was statistically significant (p = .001 < .05). A further analysis revealed that Mind Mapping improved three aspects of idea organization: unity (maintaining focus on the central idea), completeness (expanding relevant supporting details), and coherence (ensuring logical sequencing and smooth transitions between ideas). Thus, the null hypothesis (H?), which stated that Mind Mapping does not significantly enhance students’ ability to organize ideas, was rejected. In contrast, the alternative hypothesis (H?) was accepted. These findings imply that teachers can adopt Mind Mapping as an effective pre-writing strategy to help students plan and organize ideas more systematically, thereby supporting the objectives of the Merdeka Curriculum in fostering creativity, critical thinking, and structured writing.
Upaya Kepala Sekolah dalam Menumbuh Kembangkan Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Dasar Hamdani, Mia; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a4q3t577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam upaya kepala sekolah dalam menumbuhkembangkan karakter disiplin siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Banyumulek. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk strategi kepemimpinan, kebijakan sekolah, serta implementasi program yang berorientasi pada pembentukan nilai-nilai kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposif karena dianggap paling memahami konteks pelaksanaan program kedisiplinan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa melalui enam bentuk upaya utama, yaitu: (1) kegiatan rutin dan pembiasaan positif, (2) keteladanan dalam perilaku, (3) integrasi nilai kedisiplinan dalam kegiatan pembelajaran, (4) teguran, nasihat, dan pemberian motivasi, (5) kegiatan literasi keagamaan berupa program mengaji, serta (6) penerapan budaya 3S (senyum, sapa, salam). Faktor pendukung mencakup tersedianya sarana prasarana memadai, kesadaran siswa akan pentingnya disiplin, serta komitmen sumber daya manusia di sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan sosial dan pola asuh keluarga yang kurang mendukung. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian kepemimpinan kepala sekolah berbasis karakter di sekolah dasar. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi kepala sekolah dan guru dalam merancang kebijakan pembiasaan disiplin yang berkelanjutan serta menumbuhkan budaya sekolah yang positif dan religius. This study aims to describe in depth the efforts of the principal in fostering and developing students’ disciplinary character at SD Negeri 1 Banyumulek. The focus of the research is directed toward the forms of leadership strategies, school policies, and the implementation of programs oriented toward cultivating students’ disciplinary values. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies involving the principal, teachers, and students who were purposively selected because they were considered to have the most comprehensive understanding of the discipline-related programs. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the principal plays a strategic role in fostering students’ disciplinary character through six main efforts: (1) routine activities and positive habituation, (2) role modeling in daily behavior, (3) integrating disciplinary values into learning activities, (4) providing admonitions, guidance, and motivation, (5) implementing religious literacy activities such as Qur’an recitation programs, and (6) applying the 3S culture (smile, greet, and salute). Supporting factors include the availability of adequate facilities and infrastructure, students’ awareness of the importance of discipline, and the commitment of school human resources. Meanwhile, inhibiting factors involve social environmental influences and family upbringing that do not adequately support discipline. Theoretically, this study contributes to strengthening the discourse on character-based school principal leadership in elementary schools. Practically, the findings may serve as a reference for principals and teachers in designing sustainable discipline habituation policies and in fostering a positive and religious school culture.  

Page 2 of 13 | Total Record : 123