cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 791 Documents
Dinamika Perubahan Hubungan Sosial Siswa Terisolir Melalui Layanan Konseling Individu: Kajian Kualitatif Hardianti, Sari; Junaidi; Mahyatun, Baiq; Ariyanti, Azzahra Tshani; Aulia, Hartati; Azizah, Silvia Nur; Nabila, Siti; Fatini, Laila
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nx8z1351

Abstract

Hubungan sosial yang kurang harmonis di lingkungan sekolah dapat menyebabkan siswa mengalami keterasingan sosial atau menjadi siswa terisolir. Kondisi ini berdampak pada rendahnya partisipasi sosial, kesulitan berkomunikasi, serta menurunnya kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika perubahan hubungan sosial siswa terisolir setelah mendapatkan layanan konseling individu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa sekolah menengah (RP, AAZ, dan LYS) yang teridentifikasi mengalami keterasingan sosial berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling, serta diperkuat dengan instrumen sosiometri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu memberikan perubahan positif terhadap hubungan sosial siswa terisolir. Perubahan tersebut ditandai dengan meningkatnya kemampuan komunikasi interpersonal, keberanian berinteraksi dengan teman sebaya, keterlibatan dalam kegiatan kelompok, serta peningkatan rasa percaya diri. Dinamika perubahan berlangsung secara bertahap melalui empat fase utama, yaitu: (1) kesadaran diri, (2) pengembangan kepercayaan diri, (3) adaptasi sosial, dan (4) integrasi sosial. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa layanan konseling individu efektif membantu siswa terisolir membangun hubungan sosial yang lebih adaptif di lingkungan sekolah. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru bimbingan dan konseling dalam merancang intervensi individual yang terstruktur serta bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Pengaruh Blended Learning Berbasis Moodle terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Galesong Utara Kabupaten Takalar Nurhidayani; Nawir, Muhammad; Nurindah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/t04ppk72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran blended learning berbasis Moodle terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Galesong Utara Kabupaten Takalar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa kelas VIII.A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penerapan blended learning dilakukan melalui kombinasi pembelajaran tatap muka dan aktivitas daring menggunakan fitur Moodle seperti forum diskusi, kuis interaktif, dan unggah materi pembelajaran. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas belajar dan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal yang telah divalidasi oleh ahli materi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk pada data gain score serta uji Paired Sample t-test dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 49,62 meningkat menjadi 84,65 pada posttest dengan peningkatan sebesar 35,03 poin atau 70,65%. Hasil uji statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (t(25) = -15,23, p < 0,001) sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan blended learning berbasis Moodle terhadap hasil belajar IPA siswa. Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari kategori cukup aktif (64,61%) pada pertemuan pertama menjadi sangat aktif (88,63%) pada pertemuan ketiga. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi Moodle dalam pembelajaran blended learning efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di tingkat sekolah menengah pertama.
Pengembangan Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam Berbasis Web Mobile untuk Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Data dan Layanan Anggota di Desa Hegarmanah Kusumah, Randika; Budiman, Tedi; Nugraha, Yopi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/64wsjz68

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong berbagai lembaga, termasuk koperasi simpan pinjam, untuk memanfaatkan sistem informasi berbasis web dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan efisiensi pengelolaan administrasi. Koperasi Simpan Pinjam di Desa Hegarmanah masih menerapkan proses pengelolaan data anggota, simpanan, pinjaman, angsuran, dan penyusunan laporan keuangan secara semi-manual menggunakan buku besar dan aplikasi spreadsheet. Kondisi tersebut menyebabkan proses administrasi memerlukan waktu yang relatif lama, berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, serta menyulitkan anggota dalam memperoleh informasi mengenai layanan koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi koperasi simpan pinjam berbasis web mobile yang dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan kualitas pelayanan kepada anggota. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Perancangan sistem dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML), sedangkan pengujian sistem menggunakan metode Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan menyediakan fitur loginadministrator, pengelolaan data anggota, data simpanan, data pinjaman, data angsuran, laporan keuangan, serta informasi koperasi dalam satu platform yang terintegrasi. Sistem mampu membantu pengelola dalam mengelola administrasi koperasi secara lebih cepat, terstruktur, dan terdokumentasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah dirancang sehingga sistem layak digunakan sebagai media pendukung pengelolaan administrasi Koperasi Simpan Pinjam Desa Hegarmanah.
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Karir Dalam Menumbuhkan Kematangan Karir Pada Siswa Menengah Atas Anindita, Isnaini Febri; Sukmawati, Bhennita; Masyitoh, Dewi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zyf5hd13

Abstract

Rendahnya kematangan karir pada siswa menjadi permasalahan yang dapat memengaruhi kesiapan dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan karir dalam menumbuhkan kematangan karir pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta tiga siswa perempuan kelas XII Program Keahlian Bisnis Digital. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan karir dilakukan melalui pemberian informasi karir, pemahaman diri, eksplorasi karir, perencanaan karir, dan pengambilan keputusan karir. Layanan bimbingan karir membantu siswa memahami potensi diri, mengenali minat dan bakat, memperoleh informasi mengenai pendidikan lanjutan maupun dunia kerja, serta meningkatkan kesiapan dalam menentukan pilihan karir. Dengan demikian, layanan bimbingan karir memiliki peran penting dalam menumbuhkan kematangan karir siswa secara lebih terarah dan realistis.
Rekonstruksi Pembelajaran IPS Berbasis Literasi Digital untuk Mempersiapkan Siswa Menghadapi Masyarakat Digital Oktaviani, Neza; Effendi, Heri; Collin, Neil; Gustina, Sarah Marta; Fitri, Adinda Salsa; Sahgita, Alya Dewi; Edisty, Varissa Amelia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p6k69h37

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah cara peserta didik memperoleh informasi, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Kondisi tersebut menuntut pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar tidak hanya menyampaikan konsep sosial, tetapi juga membangun literasi digital, keterampilan abad ke-21, dan karakter kewargaan digital. Artikel ini bertujuan merekonstruksi pembelajaran IPS berbasis literasi digital sebagai kerangka konseptual untuk mempersiapkan siswa menghadapi masyarakat digital. Penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel jurnal, buku akademik, laporan organisasi internasional, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan pembelajaran IPS, literasi digital, model pembelajaran aktif, dan asesmen autentik. Data dianalisis melalui analisis isi dengan tahap identifikasi, seleksi, pengodean tematik, sintesis, dan triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi pembelajaran IPS perlu mencakup pembaruan tujuan, materi, strategi, media, dan asesmen. Strategi utama yang direkomendasikan meliputi student centered learning, Problem Based Learning, Project Based Learning, inkuiri sosial, pemanfaatan media digital, penguatan literasi informasi, etika digital, serta penilaian autentik berbasis proyek dan portofolio. Rekonstruksi tersebut berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, literasi digital, dan tanggung jawab sosial siswa sebagai warga negara digital. Digital technology has changed how students access information, interact with others, and participate in social life. This condition requires Social Studies learning in elementary schools to move beyond the transmission of social concepts and develop digital literacy, twenty-first-century skills, and digital citizenship character. This article aims to reconstruct digital-literacy-based Social Studies learning as a conceptual framework for preparing students to face the demands of a digital society. The study employed a literature review with a qualitative descriptive approach. Data were collected from journal articles, academic books, international organization reports, and educational policy documents related to Social Studies learning, digital literacy, active learning models, and authentic assessment. The data were analyzed using content analysis through identification, selection, thematic coding, synthesis, and source triangulation. The findings indicate that the reconstruction of Social Studies learning should include the renewal of learning objectives, content, strategies, media, and assessment. The main strategies recommended are student-centered learning, Problem Based Learning, Project Based Learning, social inquiry, digital media integration, information literacy, digital ethics, and authentic assessment through projects and portfolios. Such reconstruction can strengthen students’ critical thinking, communication, collaboration, creativity, digital literacy, and social responsibility as digital citizens.
Organizational Readiness For Change: Kesiapan Pegawai Dalam Transformasi Arsip Digital Di Uptd Blk Kota Semarang Muna, Anisa Fauzul; Kharismaputra, Aulia Prima
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2wkf3r73

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan arsip di instansi pemerintah masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, belum tersedianya standar operasional prosedur (SOP), keterbatasan pelatihan, dan implementasi sistem digital yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pegawai dalam transisi pengarsipan manual ke digital di UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang berdasarkan perspektif Organizational Readiness for Change. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap Kepala Sub Bagian Tata Usaha serta pegawai pengadministrasi perkantoran yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan pegawai berada pada kategori cukup baik. Dimensi change commitment tercermin melalui dukungan pimpinan, sikap positif pegawai terhadap perubahan, dan kesadaran akan pentingnya arsip digital. Dimensi change efficacy ditunjukkan oleh kemampuan pegawai yang berkembang melalui pengalaman kerja dan pembelajaran mandiri serta didukung oleh ketersediaan infrastruktur seperti SRIKANDI, Google Drive, komputer, jaringan internet, dan perangkat pemindai. Penelitian ini juga menemukan bahwa belum tersedianya SOP pengelolaan arsip digital, terbatasnya pelatihan teknis, serta ketergantungan pada Google Drive sebagai media utama penyimpanan masih menjadi tantangan bagi keberlanjutan digitalisasi arsip. Penelitian menyimpulkan bahwa kesiapan organisasi dalam transisi pengarsipan manual ke digital telah terbentuk, tetapi penguatan tata kelola, standardisasi prosedur, peningkatan kompetensi pegawai, dan dukungan kebijakan tetap diperlukan untuk mewujudkan pengelolaan arsip digital yang berkelanjutan. Digital transformation in records management within government institutions continues to face several challenges, including limited human resource competencies, the absence of standard operating procedures (SOPs), insufficient training, and suboptimal implementation of digital systems. This study aims to analyze employees' readiness for the transition from manual to digital records management at the UPTD BLK of the Semarang City Department of Manpower based on the Organizational Readiness for Change perspective. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving the Head of the Administrative Subdivision and administrative staff selected using purposive sampling. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that employees' readiness is at a relatively good level. The change commitment dimension is reflected in leadership support, positive employee attitudes toward change, and awareness of the importance of digital records management. The change efficacy dimension is demonstrated by employees' competencies, which have developed through work experience and self-directed learning, supported by the availability of infrastructure such as SRIKANDI, Google Drive, computers, internet access, and scanning devices. The study also found that the absence of formal SOPs for digital records management, limited technical training, and dependence on Google Drive as the primary storage platform remain challenges to the sustainability of digital records management. The study concludes that organizational readiness for the transition from manual to digital records management has been established; however, strengthening governance, standardizing procedures, enhancing employee competencies, and reinforcing policy support remain essential to achieving sustainable digital records management.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Literasi Digital terhadap Kualitas Pelayanan: Studi pada Kantor Kecamatan Kalinyamatan Agustina, Susana Putri; Kharismaputra, Aulia Prima
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/at8f1b85

Abstract

  Pelayanan publik berbasis digital di tingkat kecamatan memerlukan keterpaduan antara ketersediaan teknologi, kemampuan aparatur mengoperasikan sistem, dan literasi digital masyarakat. Studi sebelumnya telah menunjukkan pengaruh teknologi informasi dan literasi digital terhadap kualitas pelayanan, tetapi bukti pada layanan kecamatan sebagai unit garis depan, terutama ketika capaian kinerja formal tidak sepenuhnya sejalan dengan pengalaman pengguna layanan, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan literasi digital terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan rancangan survei potong lintang. Sampel berjumlah 115 masyarakat pengguna layanan yang dipilih melalui incidental sampling dengan kriteria pernah atau sedang menerima pelayanan di kantor kecamatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin yang diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS Statistics 27. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan publik (B = 0,622; t = 7,717; p < 0,001). Literasi digital juga berpengaruh positif dan signifikan (B = 0,352; t = 7,222; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan publik (F = 66,776; p < 0,001), dengan Adjusted R Square sebesar 0,536. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak cukup bertumpu pada digitalisasi sistem, tetapi juga memerlukan stabilitas infrastruktur digital, kompetensi aparatur, penyederhanaan informasi layanan, dan edukasi literasi digital masyarakat. Digital public services at the district level require the integration of technological availability, staff capacity to operate service systems, and citizens' digital literacy. Previous studies have demonstrated the role of information technology and digital literacy in improving service quality; however, empirical evidence remains limited for district offices as frontline administrative service units, particularly where formal performance achievements do not fully correspond to service users' experiences. This study aimed to analyze the effects of information technology utilization and digital literacy on public service quality at the Kalinyamatan District Office, Jepara Regency. An explanatory quantitative approach with a cross-sectional survey design was employed. The sample consisted of 115 service users selected through incidental sampling, with the inclusion criterion that respondents had received or were receiving services at the district office. Data were collected using a five-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 27. The results show that information technology utilization has a positive and significant effect on public service quality (B = 0.622; t = 7.717; p < 0.001). Digital literacy also has a positive and significant effect (B = 0.352; t = 7.222; p < 0.001). Simultaneously, both variables significantly affect public service quality (F = 66.776; p < 0.001), with an Adjusted R Square of 0.536. These findings indicate that improving service quality depends not only on system digitalization but also on digital infrastructure reliability, staff competence, simplified service information, and citizen digital literacy education.
Pengaruh Model Pembelajaran STAD Terhadap  Cara Berpikir Kritis Siswa Sekolah  Dasar  Negeri 064998 Medan Marelan Effendi, Syafrizal; Hasibuan, Ainul Marhamah; Wanhar, Fira Astika
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/majsva61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam menentukan ide pokok dan informasi penting pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Negeri 064998 Medan Marelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain Pre-Experimental Design berbentuk One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang terdiri dari 5 soal pretest dan 5 soal posttest. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 24 siswa dengan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan model pembelajaran STAD, yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 70,83 meningkat menjadi 77,50 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai |t hitung| = 6,782 > t tabel = 2,069 pada taraf signifikansi α = 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Secara praktis, temuan ini memberikan kontribusi bagi guru dalam merancang pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis di tingkat sekolah dasar. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran STAD terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 064998 Medan Marelan.
Analisis Konsep Etnomatematika pada Arsitektur Rumah Adat Jawa dalam Mengembangkan Kemampuan Koneksi Matematis Kusuma, Gusti Eliangga; Sari, Dewi Purnama; Yusrizal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/vehr3921

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep etnomatematika pada arsitektur rumah adat Jawa serta mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam memahami hubungan antara budaya dan konsep geometri, dengan kebaruan pada pemetaan terpadu antara elemen arsitektur, kurikulum Fase D, dan tiga indikator koneksi matematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di MTs PAB 5 Klambir Lima melibatkan 30 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposif berdasarkan rekomendasi guru untuk mewakili variasi kemampuan akademik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan koneksi matematis yang telah divalidasi ahli, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur rumah adat Jawa, khususnya rumah Joglo, secara eksplisit merepresentasikan konsep prisma dan limas pada struktur atap, konsep balok dan kubus pada ruang dan tiang, serta konsep simetri dan kesebangunan pada ornamen dan bidang penyusun bangunan. Kemampuan koneksi matematis siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 78,20, di mana siswa kategori tinggi mampu mengintegrasikan beberapa konsep secara utuh, siswa kategori sedang telah mengenali hubungan dasar namun kesulitan pada bangun gabungan, dan siswa kategori rendah hanya mampu pengenalan visual tanpa penalaran prosedural. Temuan ini menegaskan potensi etnomatematika sebagai konteks pembelajaran yang bermakna, sekaligus mengidentifikasi perlunya desain pembelajaran yang lebih terstruktur untuk menjembatani pengenalan visual dengan penalaran matematis formal, serta merekomendasikan pengembangan LKPD berbasis etnomatematika dengan tahapan bertahap dari identifikasi bentuk menuju analisis bangun gabungan.
Perancangan Sistem Kontrol Intensitas Cahaya Berbasis Feedback Menggunakan Metode PID Pane, Raudahtul Zannah; Zulwisli; Agustiarmi, Winda; Diputra, Yudhi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4dkfwg16

Abstract

Sistem pencahayaan yang masih dioperasikan secara manual umumnya belum mampu mempertahankan intensitas cahaya pada nilai yang diinginkan ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah keterbatasan sistem pencahayaan konvensional dalam merespons perubahan intensitas cahaya alami secara otomatis, yang mengakibatkan ketidakstabilan tingkat pencahayaan dan pemborosan energi listrik. Penelitian ini bertujuan merancang sistem kontrol intensitas cahaya berbasis feedback menggunakan metode Proportional-Integral-Derivative (PID) untuk menjaga kestabilan intensitas cahaya terhadap nilai setpoint. Sistem dikembangkan menggunakan Arduino Uno sebagai pengendali, sensor BH1750 sebagai pembaca intensitas cahaya, dan lampu LED sebagai aktuator yang dikendalikan melalui sinyal PWM. Penentuan parameter PID dilakukan menggunakan metode trial and error dengan evaluasi berbasis karakteristik respon transien sistem. Pengujian dilakukan dengan menganalisis parameter respon sistem yang meliputi rise time, settling time, overshoot, dan steady-state error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kombinasi parameter PID terbaik Kp=1,5, Ki=0,3, dan Kd=0,1, sistem mampu mempertahankan intensitas cahaya mendekati setpoint dengan rise time 0,5–1,6 detik, settling time 1,5–2,1 detik, maximum overshoot 1,34%–3,1%, dan steady-state error sebesar 0,8 lux. Sistem yang dirancang juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran sistem kontrol berbasis mikrokontroler.