cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 791 Documents
Penerapan Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Teks Negosiasi Siswa Kelas X Sari, Vivin Widya; Naryatmojo, Deby Luriawati
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/awwpzf13

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran menyimak teks negosiasi siswa kelas X serta mengidentifikasi kendala dan solusi pelaksanaannya. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan menyimak, kesulitan memahami tujuan negosiasi, dan lemahnya keterkaitan materi dengan pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif di SMAN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran selama dua pertemuan, wawancara semi terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi berupa modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran, dan hasil asesmen menyimak. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual mendukung keterlibatan siswa dalam kegiatan menyimak teks negosiasi. Pengaitan materi dengan situasi tawar-menawar, penggunaan video negosiasi, diskusi kelompok, praktik negosiasi, dan refleksi membantu siswa mengenali tujuan negosiasi, unsur pengajuan, penawaran, persetujuan, serta kaidah kebahasaan teks lisan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet dan proyektor, perbedaan tingkat keterlibatan siswa, serta penggunaan ragam bahasa daerah dalam praktik negosiasi. Guru mengatasinya dengan menyiapkan media alternatif, memberi bimbingan bertahap, dan menegaskan penggunaan bahasa Indonesia baku. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual relevan untuk menciptakan kegiatan menyimak yang lebih bermakna, meskipun klaim peningkatan keterampilan masih memerlukan data pengukuran yang lebih sistematis. This study aims to describe the implementation of contextual learning in teaching Grade X students to listen to negotiation texts and to identify the challenges and solutions that emerged during its implementation. The study was motivated by students' low engagement in listening activities, difficulty understanding the purpose of negotiation, and limited connection between classroom materials and real-life experiences. A qualitative descriptive method was employed at SMAN 2 Ungaran, Semarang Regency. Data were collected through classroom observations during two meetings, semi-structured interviews with the teacher and students, and documentation of teaching modules, learning materials, media, and listening assessment records. Data credibility was strengthened through source and technique triangulation, while data analysis followed an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings show that contextual learning supported students' engagement in listening to negotiation texts. Connecting the material with bargaining situations, using negotiation videos, facilitating group discussions, conducting negotiation practice, and guiding reflection helped students identify the purpose of negotiation, proposal, offer, agreement, and linguistic features in oral texts. The main challenges were limited internet access and projector availability, different levels of student participation, and the use of local language varieties during negotiation practice. The teacher addressed these challenges by preparing alternative media, providing gradual guidance, and reinforcing the use of standard Indonesian. The findings indicate that contextual learning is relevant for creating more meaningful listening activities, although claims about improved listening skills require more systematic measurement data.
Transformasi Perilaku Sosial Gen Z Akibat Media Sosial TikTok Di Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur Nurmayanti, Nurmayanti; Sumitro; Agung Firmansyah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dtcrmg29

Abstract

TikTok telah menjadi salah satu media sosial yang paling dominan digunakan oleh Generasi Z dan terbukti membawa perubahan signifikan terhadap perilaku sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi perilaku sosial Gen Z akibat media sosial TikTok serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan 15 partisipan, terdiri atas 10 subjek Gen Z berusia 15-22 tahun dan 5 informan pendukung, yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diinterpretasikan melalui teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead untuk memahami proses pembentukan makna di balik perilaku sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok mendorong tiga bentuk transformasi perilaku sosial. Pertama, terjadi pergeseran pola interaksi sosial yang semakin berorientasi pada komunikasi digital, di mana waktu kebersamaan fisik justru diisi dengan aktivitas individual di TikTok. Kedua, terjadi perubahan nilai dan norma sosial melalui adopsi bahasa gaul viral serta tren yang berkembang di media sosial, yang secara bertahap mulai menggeser etika komunikasi dan tata krama lokal masyarakat Sasak. Ketiga, terjadi perubahan pola konsumsi yang dipengaruhi oleh konten viral, di mana keputusan membeli tidak lagi semata-mata didasarkan pada kebutuhan melainkan juga dorongan mengikuti tren. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa kebutuhan eksistensi diri, motivasi, dan Fear of Missing Out (FoMO), serta faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, algoritma, dan tren di TikTok. Secara teoretis, temuan ini memperkuat relevansi teori Interaksionisme Simbolik Mead dalam menjelaskan bagaimana simbol-simbol digital dimaknai dan diinternalisasi menjadi perilaku sosial baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi ruang sosial digital yang berperan sebagai agen sosialisasi baru yang membentuk perilaku sosial Gen Z, bahkan di masyarakat pedesaan yang masih kental dengan nilai-nilai budaya lokal.
Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Digital terhadap Kompetensi Berpikir Kritis Siswa dalam Materi Keragaman Budaya di Indonesiaku Kelas V SD Negeri 3 Bebengan Kabupaten Kendal Ahadia, Carissa Nur; Junaedi, Akhmad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w74w5c57

Abstract

Pembelajaran materi Keragaman Budaya di Indonesiaku pada jenjang sekolah dasar masih sering disampaikan secara konvensional dan berorientasi pada hafalan, sehingga siswa kurang terlatih untuk berpikir kritis terhadap keberagaman budaya di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up book digital berbasis Figma guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 3 Bebengan, Kabupaten Kendal. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang terdiri atas kelompok kecil (12 siswa) dan kelompok besar (26 siswa). Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan, lembar validasi ahli, angket tanggapan pengguna, serta soal pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji dengan paired sample t-test serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan 85% dari ahli media dan 85% dari ahli materi (kategori sangat layak), serta respons guru sebesar 95% (sangat efektif). Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) pada kedua kelompok uji coba, dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 41,66% menjadi 75% pada kelompok kecil dan dari 42,3% menjadi 69% pada kelompok besar. Nilai N-Gain sebesar 0,69 (kelompok kecil) dan 0,56 (kelompok besar) berada pada kategori sedang dengan tingkat efektivitas cukup efektif. Secara praktis, media ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik untuk mengatasi keterbatasan buku teks cetak dalam memvisualisasikan materi keragaman budaya. Disimpulkan bahwa media pop-up book digital layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi keragaman budaya.
The Role of English Training Camp in Improving Students’ Speaking Skill Rahmadiani, Sukma; Mahyuni; Thohir , Lalu
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6dnqa325

Abstract

This study aims to identify specific activities within the English Training Camp that contribute to improving students' speaking skills and to explore students' perceptions regarding the effectiveness of these activities at the Nurul Haramain Islamic Boarding School. A descriptive qualitative research design was employed. The participants consisted of three tutors and 15 students actively participating in the English Training Camp program, selected from a total population of 200 students. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, and subsequently analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the English Training Camp positively contributes to enhancing students' speaking skills through the various activities organized, with "Tick Talk" identified as the most effective activity. These activities help students improve their English speaking abilities through daily speaking practice, competitions, and the "Super Camp" program. Furthermore, students held positive perceptions of the English Training Camp—with 84.67% of responses categorized as positive—attributing this to the program's supportive learning environment, tutor guidance, and opportunities for active English practice in daily communication. Among the activities conducted, "Tick Talk"—part of the Super Camp program—was deemed the most effective for boosting students' speaking skills and self-confidence. The study implies that non-formal language programs featuring structured communicative activities can serve as an effective model for developing speaking skills within an Islamic boarding school setting.
Pengembangan Manajemen Energi Berbasis Deep Q-Learning Multi-Objektif untuk Penurunan LCOE pada Sistem Mikrogrid Hibrida PV-BESS-Diesel PLN ULP Leok Nainggolan, Ribel Dian Suhaemy; Rosyadi, Marwan; Sujiwanto, Atam Rifa’i
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bzy74z03

Abstract

Penelitian ini mengembangkan Energy Management System (EMS) berbasis Deep Q-Network (DQN) multi-objektif untuk mikrogrid hibrida PV–BESS–Diesel pada sistem kelistrikan terisolasi PLN ULP Leok, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dengan tujuan menurunkan Levelized Cost of Energy (LCOE) tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik. Penelitian dilakukan melalui tiga skenario simulasi yang saling dibandingkan, yaitu skenario eksisting yang seluruhnya mengandalkan PLTD, skenario hasil optimasi tekno-ekonomi mikrogrid PV–BESS–Diesel menggunakan HOMER Pro, dan skenario dispatch energi per jam menggunakan agen Double DQN. Persoalan dispatch dirumuskan sebagai Markov Decision Process dengan ruang state berdimensi 23 variabel, 13 aksi dispatch diskret, serta fungsi reward multi-objektif yang memperhitungkan biaya operasi, konsumsi solar, unmet load, pelanggaran batas SOC baterai, dan energi terbuang secara bersamaan. Mekanisme safety dispatch ditambahkan sebagai batasan operasional agar keandalan suplai tetap terjamin terlepas dari kebijakan yang dipelajari agen. Hasil simulasi selama 8.760 jam operasi menunjukkan bahwa EMS berbasis DQN mampu menurunkan LCOE menjadi Rp2.797/kWh, atau sekitar 19,16% lebih rendah dibandingkan baseline (Rp3.460/kWh) dan 3,12% lebih rendah dibandingkan hasil optimasi HOMER Pro (Rp2.887/kWh). Selain itu, strategi DQN juga berhasil menekan konsumsi bahan bakar solar dan emisi CO₂, menurunkan unmet load secara signifikan, serta meningkatkan renewable penetration menjadi 28,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi dispatch berbasis pembelajaran dapat menjadi pelengkap yang relevan bagi perangkat optimasi tekno-ekonomi seperti HOMER Pro dalam pengoperasian mikrogrid isolated, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan efisiensi biaya dan keandalan sistem kelistrikan berbasis diesel seperti ULP Leok. This study develops a multi-objective Deep Q-Network (DQN) based Energy Management System (EMS) for a hybrid PV–BESS–Diesel microgrid serving the isolated network of PLN ULP Leok, Buol Regency, Central Sulawesi, with the aim of reducing the Levelized Cost of Energy (LCOE) without compromising supply reliability. The research compares three scenarios: an existing diesel-only baseline, a techno-economic sizing of the PV–BESS–Diesel configuration using HOMER Pro, and an hourly dispatch strategy generated by a Double DQN agent. The dispatch problem is formulated as a Markov Decision Process with a 23-dimensional state space, 13 discrete dispatch actions, and a multi-objective reward function that simultaneously penalizes operating cost, fuel consumption, unmet load, state-of-charge violations, and excess curtailment. A safety dispatch mechanism is embedded as an operational constraint so that supply reliability is guaranteed regardless of the policy learned by the agent. Simulation results over 8,760 operating hours show that the DQN-based EMS reduces LCOE to Rp2,797/kWh, around 19.16% lower than the baseline (Rp3,460/kWh) and 3.12% lower than the HOMER Pro optimization (Rp2,887/kWh), while also lowering diesel consumption and CO₂ emissions, increasing renewable penetration to 28.3%, and substantially reducing unmet load. These findings indicate that learning-based dispatch can meaningfully complement techno-economic sizing tools in isolated microgrid operation, offering both improved economic performance and reliable supply for diesel-dependent systems such as PLN ULP Leok.
Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi pada Kejaksaan Tinggi Papua Barat Lapik, Andry Novrianto; Nas, Wadzibah; Arifin, Andi Harmoko
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/yfscvy30

Abstract

Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas organisasi sektor publik, khususnya pada institusi penegak hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja ASN serta menguji peran budaya organisasi sebagai variabel moderasi pada Kejaksaan Tinggi Papua Barat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian budaya organisasi sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara kompetensi, motivasi kerja, dan kinerja ASN pada lingkungan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, yang masih relatif terbatas diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 108 ASN sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, sedangkan motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikansi sebesar 0,005. Namun, hasil pengujian moderasi menunjukkan bahwa interaksi antara kompetensi dan budaya organisasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,057, sedangkan interaksi antara motivasi kerja dan budaya organisasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,184. Kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga budaya organisasi tidak terbukti memoderasi hubungan antara kompetensi maupun motivasi kerja terhadap kinerja ASN. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja ASN di Kejaksaan Tinggi Papua Barat lebih dipengaruhi secara langsung oleh kompetensi dan motivasi kerja dibandingkan oleh peran moderasi budaya organisasi. The performance of Civil Servants (ASN) is a key factor in enhancing the effectiveness and accountability of public sector organizations, particularly within law enforcement institutions. This study aims to examine the effects of competence and work motivation on the performance of Civil Servants and to investigate the moderating role of organizational culture at the West Papua High Prosecutor's Office. The novelty of this study lies in examining organizational culture as a moderating variable in the relationship between competence, work motivation, and Civil Servant performance within the context of the West Papua High Prosecutor's Office, an area that has received limited scholarly attention. This study employed a quantitative approach using a survey method involving 108 Civil Servants as respondents. Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, and Moderated Regression Analysis (MRA). The results indicate that competence has a positive and significant effect on Civil Servant performance, with a significance value of 0.000, while work motivation also has a positive and significant effect on Civil Servant performance, with a significance value of 0.005. However, the moderation analysis reveals that the interaction between competence and organizational culture has a significance value of 0.057, whereas the interaction between work motivation and organizational culture has a significance value of 0.184. Since both significance values exceed 0.05, organizational culture is not proven to moderate the relationships between competence and Civil Servant performance or between work motivation and Civil Servant performance. These findings indicate that improvements in Civil Servant performance at the West Papua High Prosecutor's Office are driven more directly by competence and work motivation than by the moderating role of organizational culture.  
Dampak Konten Tiktok Terhadap Munculnya Perilaku Menyimpang Siswa Kelas 6 Sd Di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara Hilda, Rista; Sumitro; Aryati, Risma Ade
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wqhzy337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis konten TikTok yang paling sering ditiru serta dampak terhadap munculnya perilaku menyimpang pada siswa kelas 6 SD di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan Teori Efek Media dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan melibatkan 10 siswa sebagai subjek dan 5 orang informan pendukung yang terdiri atas teman sebaya, orang tua, tokoh remaja, kepala dusun dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis konten TikTok yang paling sering ditiru siswa. Siswa perempuan cenderung meniru konten dance, velocity, dan lip sync, sedangkan siswa laki-laki lebih banyak meniru konten game dan sepak bola. (2) dampak konten TikTok terhadap munculnya perilaku menyimpang terlihat melalui  penggunaan bahasa kurang sopan, perilaku kurang santun, kecanduan penggunaan TikTok yang menyebabkan penundaan belajar dan ibadah, serta perubahan emosional berupa mudah marah ketika penggunaan TikTok dibatasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok berdampak terhadap munculnya perilaku menyimpang melalui proses peniruan perilaku dan perubahan kebiasaan sehari-hari.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Kantong Perkalian Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Kelas IV Gugus 6 Cakranegara Hidayah, Rinispu; Sudirman; Radiusman
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mwa3ax79

Abstract

Pemahaman konsep merupakan kemampuan fundamental yang menjadi landasan penguasaan materi matematika di sekolah dasar. Namun, berdasarkan observasi awal di Gugus 6 Cakranegara, pemahaman konsep siswa masih rendah, khususnya pada operasi hitung perkalian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kantong perkalian terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas IV SDN Gugus 6 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment nonequivalent control group design. Sampel berjumlah 48 siswa (24 eksperimen, 24 kontrol) yang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep matematika. Data dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen (84,50) lebih tinggi dibandingkan kontrol (72,30), dengan peningkatan masing-masing 24,25 dan 13,55. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti H₀ ditolak dan Ha diterima. Uji effect size dengan Cohen's d menghasilkan nilai 0,72 (kategori sedang), yang menunjukkan pengaruh cukup kuat. Temuan ini berimplikasi bahwa model TGT berbantuan media konkret dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dengan demikian, terdapat pengaruh signifikan model TGT berbantuan media kantong perkalian terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas IV SDN Gugus 6 Cakranegara.
Kontribusi Pemahaman Passion Kerja dan Motivasi Berprestasi terhadap Perencanaan Karir Siswa Murtiasih, Ni Kadek; Dantes, I Nyoman; Rismawan, Kade Sathya Gita
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w41x5t36

Abstract

Perencanaan karir merupakan aspek krusial bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena menentukan kesiapan mereka memasuki dunia kerja setelah lulus. Namun, masih banyak siswa SMK yang mengalami kebingungan dalam menentukan arah karir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pemahaman passion kerja dan motivasi berprestasi terhadap perencanaan karir siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 113 siswa kelas X SMKS TI Bali Global Singaraja yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling dari populasi sebanyak 153 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif, korelasi Product Moment, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman passion kerja memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perencanaan karir siswa dengan nilai korelasi sebesar 0,567. Motivasi berprestasi juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perencanaan karir siswa dengan nilai korelasi sebesar 0,603. Selain itu, pemahaman passion kerja dan motivasi berprestasi secara simultan berkontribusi secara signifikan terhadap perencanaan karir siswa dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,437, yang berarti kedua variabel tersebut menjelaskan 43,7% variasi perencanaan karir siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenali passion kerja serta adanya dorongan untuk berprestasi merupakan faktor penting dalam membantu siswa menyusun perencanaan karir yang lebih terarah dan realistis. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan karir di sekolah perlu diarahkan untuk meningkatkan pemahaman passion kerja dan motivasi berprestasi siswa, sehingga siswa memiliki kesiapan yang lebih matang dalam merencanakan masa depan karirnya.
Efektivitas Token Economy dalam Menurunkan Perilaku Judi Online Mahasiswa Menggunakan Desain Single Subject Research Firdausi, Elvin Aulia; Nugraha, Arya Wisnu; Jamaluddin, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5hztgr41

Abstract

Judi online pada mahasiswa menjadi isu perilaku adiktif digital karena mudah diakses, dilakukan secara privat, dan dapat berdampak pada kondisi akademik, psikologis, sosial, serta finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan token economy dan menguji apakah intervensi tersebut diikuti oleh penurunan frekuensi transaksi judi online pada seorang mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan pola A-B-A’, yang terdiri atas lima hari baseline (A), sepuluh hari intervensi token economy (B), dan lima hari follow-up jangka pendek (A’). Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa laki-laki berusia 22 tahun yang dipilih secara purposive karena melakukan transaksi judi online secara rutin. Data dikumpulkan melalui lembar observasi harian frekuensi transaksi dan lembar pencatatan token selama 20 hari. Analisis dilakukan secara visual dengan memperhatikan level, trend, variabilitas, overlap, dan immediacy of effect, serta dilengkapi persentase data tidak tumpang tindih. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata frekuensi transaksi dari 4,60 kali per hari pada baseline menjadi 1,30 kali per hari selama intervensi dan 0,20 kali per hari pada follow-up jangka pendek. Persentase non-overlap data intervensi terhadap baseline mencapai 90%, sedangkan follow-up terhadap baseline mencapai 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan token economy berpotensi membantu mengurangi frekuensi transaksi judi online pada subjek penelitian. Namun, kesimpulan harus dibatasi karena studi hanya melibatkan satu subjek, durasi follow-up singkat, dan pengukuran perilaku privat masih memiliki potensi bias. Replikasi dengan jumlah subjek lebih banyak, follow-up lebih panjang, dan verifikasi transaksi yang lebih objektif diperlukan pada penelitian selanjutnya. Online gambling among university students is an emerging digital addictive behavior because it is easily accessible, privately performed, and may affect academic, psychological, social, and financial functioning. This study aimed to describe the implementation of a token economy and examine whether the intervention was followed by a reduction in online gambling transaction frequency in one university student. The study employed a Single Subject Research (SSR) approach with an A-B-A’ pattern, consisting of a five-day baseline phase (A), a ten-day token economy intervention phase (B), and a five-day short-term follow-up phase (A’). The participant was a 22-year-old male undergraduate student selected purposively because he regularly engaged in online gambling transactions. Data were collected using a daily observation sheet of transaction frequency and a token-recording sheet over 20 days. Data were analyzed visually by examining level, trend, variability, overlap, and immediacy of effect, complemented by the percentage of non-overlapping data. The results showed that the mean transaction frequency decreased from 4.60 transactions per day during baseline to 1.30 during intervention and 0.20 during short-term follow-up. The percentage of non-overlapping data was 90% for the intervention phase compared with baseline and 100% for the follow-up phase compared with baseline. These findings suggest that the token economy procedure has potential to help reduce online gambling transaction frequency in the participant. However, conclusions should be limited because the study involved only one participant, had a short follow-up period, and measured a private behavior that may be subject to reporting bias. Future studies should replicate the procedure with more participants, longer follow-up periods, and more objective transaction verification.