cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 791 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Mind MappingTerintegrasi Strategi Kooperatif terhadap Penguasaan Konsep dan Kreativitas Siswa SMA Kelas X Naffa, Mahya Raudatun; Jufri, A Wahab; Artayasa, I Putu
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1swne494

Abstract

Pembelajaran biologi abad ke-21 membutuhkan kreasi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah model pembelajaran mind mapping terintegrasi strategi kooperatif Tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran mind mapping terintegrasi strategi kooperatif terhadap peningkatan penguasaan konsep dan kreativitas siswa pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 7 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimental menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design dengan populasi berjumlah 384 siswa. Sampel penelitian berjumlah 51 siswa yang tersebar di dua kelas (X-H dan kelas X-G) yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes penguasaan konsep dalam bentuk soal pilihan ganda dan rubrik penilaian kreativitas siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa model pembelajaran mind mapping terintegrasi strategi kooperatif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep siswa (p = 0,373 > 0,05), namun nilai N-Gain siswa kelas eksperimen lebih tinggi (0,69) dibandingkan kelas kontrol (0,59). Sebaliknya, model pembelajaran mind mapping terintegrasi strategi kooperatif berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa (p = 0,018 < 0,05), dengan nilai N-Gain siswa kelas eksperimen lebih tinggi (0,58) dibandingkan kelas kontrol (0,35). Secara praktis, temuan ini memberikan kontribusi bagi guru biologi dalam memilih model pembelajaran yang inovatif, khususnya untuk mengembangkan kreativitas siswa. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa model pembelajaran mind mapping terintegrasi strategi kooperatif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep siswa, namun berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 7 Mataram.
Prinsip Desain Video Pembelajaran Servis Mesin Sepeda Motor Matik: Systematic Scoping Review PRISMA-ScR Pratama, Moh Yoga Pratama; Sugiarto, Toto; Wagino, Wagino; Putra, Dwi Sudarno
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/waa5bf73

Abstract

Servis mesin sepeda motor matik empat langkah menuntut ketepatan prosedur, keselamatan kerja, penggunaan alat ukur, interpretasi kondisi komponen, dan penalaran diagnosis. Bukti tentang video pembelajaran otomotif telah berkembang, tetapi masih tersebar pada sistem pendingin, CVT, injeksi, pengapian, dan media vokasi umum sehingga belum menghasilkan prinsip desain yang terintegrasi untuk servis mesin. Kajian ini bertujuan memetakan karakteristik bukti dan merumuskan kerangka desain video pembelajaran servis mesin. Penelitian menggunakan systematic scoping review berpedoman pada JBI, PRISMA-ScR, dan PRISMA-S. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Garuda, ERIC, SpringerLink, Crossref, DOAJ, penelusuran sitasi, serta sumber teknis resmi pada rentang 2018-Juni 2026; sumber metodologis dan teknis seminal yang lebih lama tetap dipertimbangkan. Dari 742 rekaman, 86 duplikasi dihapus, 656 judul/abstrak disaring, 150 laporan diperiksa penuh, dan 50 sumber dipetakan. Sintesis tematik hibrida menunjukkan enam kebutuhan: visualisasi prosedur, pengendalian beban kognitif, anotasi keselamatan dan standar teknis, integrasi job sheet-rubrik performa, diagnosis berbasis kasus, serta pengembangan dan evaluasi media secara bertahap. Kontribusi utama kajian adalah kerangka V-SERV yang mengintegrasikan Visualisasi prosedural, Safety annotation, Engine-subsystem segmentation, Rubric-based practice, dan Vehicle-fault diagnosis. Bukti langsung masih didominasi studi pengembangan bersampel lokal dan pengujian kelayakan; karena itu, efektivitas terhadap retensi dan performa bengkel belum dapat disimpulkan secara kausal. Video sebaiknya diposisikan sebagai standar demonstrasi dan persiapan praktik, bukan pengganti latihan langsung. Servicing a four-stroke automatic-motorcycle engine requires procedural accuracy, occupational safety, appropriate tool use, component-condition interpretation, and diagnostic reasoning. Evidence on automotive learning videos has expanded, but it is fragmented across cooling systems, continuously variable transmissions, fuel injection, ignition, and general vocational media; therefore, integrated design principles for engine-service instruction remain unclear. This review mapped the evidence and formulated a design framework for engine-service learning videos. A systematic scoping review was conducted using JBI guidance, PRISMA-ScR, and PRISMA-S. Searches covered Google Scholar, Garuda, ERIC, SpringerLink, Crossref, DOAJ, citation chaining, and official technical sources for 2018-June 2026, while earlier seminal methodological and technical sources were retained. Of 742 records, 86 duplicates were removed, 656 titles/abstracts were screened, 150 full reports were assessed, and 50 sources were mapped. Hybrid thematic synthesis identified six requirements: procedural visualization, cognitive-load management, safety and technical-standard annotations, job-sheet and performance-rubric integration, case-based diagnosis, and staged media development and evaluation. The main contribution is the V-SERV framework: Procedural Visualization, Safety annotation, Engine-subsystem segmentation, Rubric-based practice, and Vehicle-fault diagnosis. Direct evidence was dominated by local development studies and feasibility testing, so causal claims about long-term retention and workshop performance remain premature. Learning videos should function as standardized demonstrations and pre-practice scaffolds rather than substitutes for hands-on training.
Augmented Reality dan Keaktifan Belajar Siswa SMK pada Pembelajaran Motor Starter: Systematic Literature Review Berbasis PRISMA Annassyifa, Abid Albima; Muslim, Muslim; Sugiarto, Toto; Rifdarmon, Rifdarmon; Harbes, Beni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/pe39xc33

Abstract

Pembelajaran motor starter di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada kompetensi otomotif, menuntut siswa memahami komponen, rangkaian kelistrikan, prinsip kerja, perawatan, dan diagnosis gangguan. Materi tersebut sulit dipahami apabila hanya disajikan melalui media dua dimensi karena siswa perlu mengamati keterkaitan antara objek, aliran arus, dan gerak mekanis. Penelitian ini bertujuan memetakan karakteristik kajian Augmented Reality (AR) pada pendidikan vokasi dan otomotif, menyintesiskan kontribusi AR terhadap keaktifan belajar, serta merumuskan implikasi pedagogisnya bagi pembelajaran motor starter di SMK. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA. Data dihimpun dari Google Scholar, GARUDA/Kemendikbud, dan korpus lama terarah yang seluruhnya disaring ulang menggunakan kriteria yang sama. Sebanyak 226 rekaman diidentifikasi; 47 rekaman dihapus sebelum skrining, 179 rekaman disaring, 93 artikel dinilai melalui full-text, dan 22 artikel dimasukkan dalam sintesis akhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa AR mendukung keaktifan belajar melalui lima dimensi, yaitu visual-interaktif, operasional, verbal-sosial, kognitif-reflektif, dan afektif-motivasional. Bukti paling dekat dengan topik kajian menunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi sistem starter dari skor pretest 41,48 menjadi posttest 73,80, N-Gain 0,552, dan respons siswa 87,50%. AR paling tepat ditempatkan sebagai media pendahulu praktik yang dipadukan dengan lembar kerja eksploratif, diskusi kelompok, kuis berbasis objek, dan konfirmasi melalui praktik bengkel. Dengan demikian, efektivitas AR terhadap keaktifan belajar tidak bersifat otomatis, melainkan bergantung pada kualitas media dan desain aktivitas pembelajaran. Motor starter instruction in vocational high schools requires students to understand components, electrical circuits, operating principles, maintenance, and fault diagnosis. These topics are difficult to comprehend through two-dimensional media alone because students need to observe the relationships among objects, current flow, and mechanical motion. This study aims to map the characteristics of Augmented Reality (AR) studies in vocational and automotive education, synthesize the contribution of AR to learning activeness, and formulate pedagogical implications for motor starter instruction in vocational high schools. A PRISMA-based Systematic Literature Review was employed. Data were collected from Google Scholar, GARUDA/Kemendikbud, and a targeted legacy corpus; all records were re-screened using identical criteria. Of 226 identified records, 47 were removed before screening, 179 were screened, 93 full-text articles were assessed, and 22 articles were included in the final synthesis. The findings indicate that AR supports learning activeness through five dimensions: visual-interactive, operational, verbal-social, cognitive-reflective, and affective-motivational engagement. The study most closely related to the review topic reported an increase in starter-system competency from a pretest score of 41.48 to a posttest score of 73.80, an N-Gain of 0.552, and an 87.50% student response. AR is most appropriately positioned as a pre-practice medium integrated with exploratory worksheets, group discussions, object-based quizzes, and workshop-based confirmation. Therefore, the contribution of AR to learning activeness is not automatic, but depends on media quality and the design of learning activities.
Implementasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar Gustiantri, Renata; Rahmadani, Vingkan Laraz; Melda, Melda; Adrista, Rifka; Putri, Indri Afri Muliani Putri; Effendi, Heri; Nursi, Mogastra Rachmana
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nrkke470

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bagaimana kearifan lokal diterapkan dalam pembelajaran IPS SD, bentuk media yang dimanfaatkan, dampaknya terhadap peserta didik, serta hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan ialah Systematic Literature Review terhadap publikasi tahun 2019–2025 yang dipilih melalui proses penelusuran, seleksi, dan pengolahan tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan kearifan lokal tercermin melalui pengembangan modul dan LKPD berorientasi budaya, pemanfaatan cerita, artefak, video lokal, serta penggunaan pembelajaran berbasis proyek dan kegiatan eksplorasi lapangan. Berbagai studi melaporkan peningkatan motivasi belajar, wawasan budaya, dan pembentukan karakter siswa, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan kompetensi guru dan kurangnya sumber belajar lokal yang terdokumentasi. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal memberikan kontribusi nyata bagi pembelajaran IPS yang lebih bermakna dan berbasis nilai, sekaligus menawarkan sumbangan teoretis berupa pemetaan model penerapan dan rekomendasi praktis untuk pengembangan pembelajaran berlandaskan budaya di sekolah dasar. This study aims to systematically examine how local wisdom is implemented in elementary school social studies learning, the forms of learning media used, its impact on students, and the challenges encountered in its implementation. The method used is a Systematic Literature Review of publications from 2019–2025, selected through searching, screening, and thematic analysis. The findings show that the implementation of local wisdom is reflected in the development of culture-oriented modules and student worksheets, the use of stories, cultural artifacts, local videos, as well as project-based learning and field exploration activities. Various studies report improvements in learning motivation, cultural awareness, and students’ character development, although challenges remain, such as limited teacher competence and the lack of well-documented local learning resources. This study confirms that the integration of local wisdom makes a significant contribution to making social studies learning more meaningful and value-based, while also providing theoretical contributions in the form of mapping implementation models and practical recommendations for developing culture-based learning in elementary schools.
Eksplorasi Spesies Tumbuhan Paku di Kawasan Hutan Lindung Gawa Kedatu, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 Anggraeni, Maulidia Ruhyanti; Ramdani, Agus; Raksun, Ahmad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fzrn1d08

Abstract

Hutan lindung memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, namun informasi mengenai keanekaragaman hayati di dalamnya, khususnya tumbuhan paku, masih sangat terbatas. Tumbuhan paku berperan sebagai komponen penting dalam ekosistem hutan serta dapat menjadi indikator kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan paku yang terdapat di Kawasan Hutan Lindung Gawa Kedatu yang memiliki luas 138.000 m². Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode jelajah (eksploratif) yang dilakukan di seluruh kawasan hutan pada bulan November 2025 hingga Januari 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik morfologi dan keterwakilan habitat. Seluruh spesimen yang ditemukan diidentifikasi secara morfologi berdasarkan ciri-ciri organ vegetatif dan generatifnya menggunakan buku panduan identifikasi dan kunci determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan ini ditemukan sebanyak 24 spesies tumbuhan paku yang tergolong ke dalam 17 genus, 3 ordo, dan 11 famili. Spesies-spesies yang teridentifikasi meliputi Adiantum lunulatum, Adiantum capillus-veneris, Adiantum caudatum, Pteris multifida, Pteris sp., Pteris biaurita, Pteris ensiformis, Pyrrosia piloselloides, Phymatosorus scolopendria, Platycerium bifurcatum, Drynaria quercifolia, Microsorum sp., Goniophlebium verrucosum, Cyclosorus interruptus, Cyclosorus sp., Amphineuron immersum, Asplenium nidus, Nephrolepis exaltata, Tectaria aurita, Huperzia squarrosa, Elaphoglossum latifolium, Diplazium esculentum, Lygodium japonicum, dan Microlepia todayensis christ. Temuan ini mengindikasikan bahwa Kawasan Hutan Lindung Gawa Kedatu memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan paku yang cukup tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kawasan tersebut menyimpan kekayaan jenis paku yang beragam, sehingga hasil penelitian ini sangat penting untuk dijadikan sebagai data dasar (baseline) dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan kawasan hutan lindung secara berkelanjutan, serta sebagai acuan bagi penelitian ekologi dan taksonomi tumbuhan paku di masa mendatang.
Profil Sikap Siswa Setelah Implementasi Project-Based Learning Terintegrasi STEM Ditinjau dari Jenis Kelamin Hikmawati; Rokhmat, Joni; Kosim; A, Syahrial; Makhrus, Muh.; Nilawati
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/pcz35237

Abstract

Pengembangan sikap merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran fisika untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik. Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi STEM memberikan pengalaman belajar yang berpotensi mengembangkan sikap disiplin, keaktifan, dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil sikap siswa setelah implementasi Project-Based Learning terintegrasi STEM berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Penelitian dilaksanakan di SMAN 3 Mataram selama Februari hingga April 2026. Sampel penelitian terdiri atas 36 siswa kelas XI (SainKes) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi sikap yang mencakup indikator disiplin, keaktifan, dan tanggung jawab. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrik Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median profil sikap siswa laki-laki sebesar 81,25 (kategori cukup), sedangkan siswa perempuan sebesar 88,54 (kategori baik). Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada profil sikap berdasarkan jenis kelamin (U = 37,50; Z = −4,061; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki profil sikap yang lebih baik dibandingkan siswa laki-laki setelah mengikuti pembelajaran Project-Based Learning terintegrasi STEM.
Analisis Efisiensi Teknis dan Ekonomi Penggunaan Benih Biji (True shallot seed) Dalam Usaha Tani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Suryanto, Ribut
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3dcj4819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis dan ekonomi usaha tani bawang merah menggunakan benih biji (True Shallot Seed/TSS) dan benih umbi, serta menyusun kurikulum pelatihan teknis budidaya bawang merah menggunakan benih biji bagi Penyuluh Pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 – Januari 2026 di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Metode analisis data menggunakan fungsi produksi stochastic frontier analysis (SFA) dan deskriptif. Jumlah sampel ditentukan secara purposive, terdiri dari 15 petani pengguna benih biji (TSS) dan 15 petani pengguna benih umbi, sehingga total responden adalah 30 petani. Responden untuk analisis kebutuhan pelatihan (TNA) adalah 8 orang Penyuluh Pertanian Lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani bawang merah dengan benih biji dan benih umbi tidak memiliki faktor produksi (kecuali benih umbi) yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap produksi, sehingga variasi produksi lebih dipengaruhi oleh faktor teknis dan manajerial. Analisis efisiensi teknis menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,894 untuk benih biji dan 0,877 untuk benih umbi, dengan tingkat variasi masing-masing 0,089 dan 0,101. Nilai efisiensi ekonomi rata-rata adalah 0,89330 untuk benih biji dan 0,80330 untuk benih umbi, dengan tingkat variasi 0,08847 dan 0,09246. Hasil ini mengindikasikan bahwa usaha tani dengan benih biji lebih efisien secara ekonomi dibandingkan benih umbi, serta kinerja petani pengguna benih biji cenderung lebih homogen. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelatihan, tersusunlah Kurikulum Pelatihan Teknis Budidaya Bawang Merah Menggunakan Benih Biji (TSS) bagi Penyuluh Pertanian. Kurikulum ini diharapkan menjadi acuan bagi penyuluh dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya dalam mendampingi petani. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan program penyuluhan dan kebijakan pertanian di tingkat lokal.
Analisis Kesiapan Uji Efektivitas E-Modul Berbasis Dual Space Inquiry terhadap Hasil Belajar Fisika pada Materi Gelombang Bunyi Aini, Ummil; Novitra, Fuja; Festiyed, Festiyed; Yumna, Hayyu
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gzdd5y87

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menilai kesiapan empiris dan metodologis untuk menguji efektivitas e-modul berbasis Dual Space Inquiry (DSI) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi gelombang bunyi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis hasil belajar awal siswa, wawancara guru, telaah bahan ajar, dan uji coba instrumen penelitian. Data hasil belajar awal diperoleh dari 63 siswa kelas XI Fase F, sedangkan uji coba instrumen dilakukan pada 30 responden dengan menggunakan 29 butir soal pilihan ganda. Kualitas instrumen dianalisis berdasarkan validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil belajar awal siswa pada materi gelombang bunyi masih rendah, dengan sebagian besar siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Hasil wawancara dan telaah bahan ajar menunjukkan bahwa pembelajaran masih menggunakan sumber belajar yang dominan bersifat statis dan belum mengintegrasikan simulasi, aktivitas inkuiri, serta refleksi pembelajaran secara sistematis. Uji coba instrumen menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang memadai berdasarkan nilai reliabilitas KR-20 sebesar 0,79, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen awal setelah mempertimbangkan hasil analisis butir. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya kebutuhan terhadap bahan ajar yang mampu memfasilitasi pembelajaran fisika yang lebih interaktif dan bermakna. Selain itu, hasil studi pendahuluan ini memberikan dasar empiris dan metodologis untuk melanjutkan pengujian efektivitas e-modul berbasis Dual Space Inquiry terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi gelombang bunyi. This study aims to assess the empirical and methodological readiness to test the effectiveness of e-modules based on Dual Space Inquiry (DSI) on students' cognitive learning outcomes on sound wave materials. The research uses a quantitative descriptive approach through the analysis of students' initial learning outcomes, teacher interviews, study of teaching materials, and testing of research instruments. Data on initial learning outcomes were obtained from 63 students in grade XI Phase F, while instrument trials were carried out on 30 respondents using 29 multiple-choice questions. The quality of the instruments was analyzed based on the validity of the grain, reliability, level of difficulty, and differentiating power. The results of the analysis showed that students' initial learning outcomes on sound wave material were still low, with most students not yet reaching learning completion. The results of interviews and study of teaching materials show that learning still uses predominantly static learning resources and has not integrated simulations, inquiry activities, and systematic learning reflection. The instrument test showed that the instrument had adequate internal consistency based on the KR-20 reliability value of 0.79, so that it could be used as an initial instrument after considering the results of the item analysis. The findings of this study show that there is a need for teaching materials that are able to facilitate more interactive and meaningful physics learning. In addition, the results of this preliminary study provide an empirical and methodological basis to continue testing the effectiveness of e-modules based on Dual Space Inquiry on students' cognitive learning outcomes on sound wave materials. .
Perbandingan Waktu Tempuh, Konsumsi Bahan Bakar, dan Ambang Nilai Waktu pada Jalan Tol dan Jalan Arteri Padang-Sicincin Bahri, Muhammad Jihadvi Athiya Bahri; Fernandez, Donny; Wagino, Wagino; Sugiarto, Toto
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wjtyt004

Abstract

Studi komparatif lapangan berpasangan ini membandingkan waktu tempuh, konsumsi bahan bakar per perjalanan, intensitas konsumsi bahan bakar (L/100 km), variabilitas waktu tempuh yang teramati, dan ambang impas nilai waktu antara rute tol dan arteri Padang-Sicincin. Satu Honda Jazz RS 1.497 cc bertransmisi CVT digunakan pada 24 perjalanan yang membentuk 12 pasangan berdasarkan kategori hari, sesi, dan arah. Unit inferensial penelitian adalah 12 pasangan perjalanan. Waktu dan jarak direkam dengan stopwatch/GPS, sedangkan bahan bakar diukur dengan metode full-to-full; keterbatasan presisi metode ini diperlakukan secara eksplisit. Perbedaan berpasangan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank eksak, korelasi rank-biserial, dan interval kepercayaan bootstrap. Rata-rata waktu tempuh tol adalah 32,62 menit, sedangkan arteri 57,06 menit. Penghematan rata-rata 24,44 menit (42,83%; IK 95% 18,88-30,39) konsisten pada seluruh pasangan (W = 0; p eksak = 0,0005; r_rb = 1,00). Konsumsi total rata-rata sebesar 2,25 L pada tol dan 2,15 L pada arteri tidak berbeda secara statistik (selisih 0,10 L; IK 95% -0,46-0,57; W = 29,5; p = 0,5186). Intensitas konsumsi juga tidak berbeda (5,79 versus 6,43 L/100 km; p = 0,7334). IQR waktu tempuh tol lebih sempit (1,51 versus 18,22 menit), tetapi ukuran sampel belum memadai untuk menyimpulkan reliabilitas populasi. Dengan tarif Golongan I Rp50.500 dan tanpa memasukkan selisih bahan bakar yang tidak pasti, ambang impas berbasis penghematan waktu rata-rata adalah sekitar Rp123.977 per jam. Temuan menunjukkan keuntungan operasional utama tol pada sampel ini adalah penghematan waktu; bukti mengenai keuntungan bahan bakar belum konklusif. This paired field-comparison study examined travel time, trip-level fuel use, distance-normalized fuel intensity (L/100 km), observed travel-time variability, and the break-even value of time for the Padang-Sicincin toll and arterial routes. One 1,497-cc Honda Jazz RS with a continuously variable transmission completed 24 trips forming 12 pairs matched by day category, time period, and direction. The inferential unit was the 12 trip pairs. Travel time and distance were recorded using a stopwatch/GPS, while fuel use was measured with the full-to-full method; the method's limited precision was explicitly considered. Paired differences were evaluated with the exact Wilcoxon signed-rank test, rank-biserial correlation, and bootstrap confidence intervals. Mean travel time was 32.62 min on the toll route and 57.06 min on the arterial route. The mean saving of 24.44 min (42.83%; 95% CI 18.88-30.39) occurred in every pair (W = 0; exact p = 0.0005; r_rb = 1.00). Mean trip-level fuel use was 2.25 L on the toll route and 2.15 L on the arterial route, with no statistical difference (mean difference 0.10 L; 95% CI -0.46 to 0.57; W = 29.5; p = 0.5186). Distance-normalized fuel intensity also did not differ (5.79 versus 6.43 L/100 km; p = 0.7334). The toll route had a narrower observed travel-time IQR (1.51 versus 18.22 min), but the sample was insufficient for population-level reliability claims. Using the IDR 50,500 Class I toll and excluding the uncertain fuel difference, the mean-time-based break-even value was approximately IDR 123,977 per hour. The main observed operational benefit was therefore travel-time savings, whereas evidence of a fuel-use advantage remained inconclusive.
Efektivitas Gamifikasi Target Digital terhadap Ketepatan Servis Forehand Tenis Meja Siswa Ekstrakurikuler SMA Nurdin, Nurdin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p681pf78

Abstract

Ketepatan servis forehand merupakan keterampilan penting dalam tenis meja karena menentukan kualitas awal serangan, kontrol permainan, dan peluang memperoleh poin. Namun, latihan konvensional dalam kegiatan ekstrakurikuler sering belum memberikan pengalaman belajar yang menarik, terukur, dan berbasis umpan balik yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gamifikasi target digital terhadap peningkatan ketepatan servis forehand tenis meja pada siswa ekstrakurikuler SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 23 siswa ekstrakurikuler tenis meja di SMA Negeri 8 Mataram. Instrumen yang digunakan adalah tes ketepatan servis forehand tenis meja. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas varians, dan uji-t dengan bantuan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 27,00 dengan standar deviasi 2,844 meningkat menjadi 29,87 dengan standar deviasi 3,429 pada posttest. Rata-rata gain score sebesar 2,870 menunjukkan adanya peningkatan ketepatan servis setelah perlakuan. Hasil uji hipotesis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa gamifikasi target digital dapat digunakan sebagai alternatif latihan yang efektif, menarik, dan terukur untuk meningkatkan ketepatan servis forehand tenis meja pada siswa ekstrakurikuler SMA. Forehand serve accuracy is an essential skill in table tennis because it determines the quality of the initial attack, game control, and opportunities to gain points. However, conventional training in extracurricular activities often does not provide an engaging, measurable, and feedback-oriented learning experience. This study aimed to examine the effectiveness of digital target gamification in improving forehand serve accuracy among high school extracurricular table tennis students. A quantitative approach was employed using a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 23 table tennis extracurricular students at SMA Negeri 8 Mataram. The research instrument was a forehand serve accuracy test. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, variance homogeneity test, and t-test with JASP software. The results showed that the mean pretest score was 27.00 with a standard deviation of 2.844, increasing to 29.87 with a standard deviation of 3.429 in the posttest. The mean gain score of 2.870 indicated an improvement in serve accuracy after the treatment. The hypothesis test showed a significant difference between scores before and after the intervention (p < .05). These findings indicate that digital target gamification can be used as an effective, engaging, and measurable training alternative to improve forehand serve accuracy among high school extracurricular table tennis students.