cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 791 Documents
Pengaruh Media Pembelajaran Rotari (Roda Putar Misteri) Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas V SDN 1 Pringgarata Wirdi Hs, M. Ikromul; Saputra, Heri Hadi; Syazali, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qf84nj08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media ROTARI (Roda Putar Misteri) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia materi pantun di kelas V SDN 1 Pringgarata. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Quasi Experimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 1 Pringgarata yang berjumlah 44 siswa, yang kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen (22 siswa) dan kelompok kontrol (22 siswa). Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal pilihan ganda serta dokumentasi. Uji normalitas data menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov dengan taraf signifikansi 5% (0,05) menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji homogenitas menggunakan metode Levene Statistic dengan pendekatan Anova juga membuktikan bahwa data bersifat homogen. Setelah memenuhi uji prasyarat, dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t pada data post-test siswa. Hasil uji-t menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media ROTARI terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia materi pantun di kelas V SDN 1 Pringgarata. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media serupa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Batang Napier Terhadap Kemampuan Berhitung Perkalian Siswa Kelas III SDN Tanak Embang Rahmatika, Risa Aulya; Jaelani, Abdul Kadir; Amrullah, Lalu Wira Zain
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7q2z4y61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung perkalian di kelas III SDN Tanak Embang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas penggunaan media pembelajaran Batang Napier terhadap kemampuan berhitung perkalian siswa kelas III SDN Tanak Embang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe Non-Equivalent Group Design. Subjek penelitian berjumlah 42 siswa yang dibagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes, dengan analisis data melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis melalui independent sample T-test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 dengan df 40 dan thitung sebesar 4,078 dan nilai ttabel sebesar 2,021, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata skor N-Gain kelas eksperimen sebesar 73,8% (kategori cukup efektif). Dengan demikian, media pembelajaran Batang Napier cukup efektif terhadap kemampuan berhitung perkalian siswa kelas III SDN Tanak Embang.
Pengaruh Penggunaan Media Audiovisual Terhadap Pemahaman Konsep IPAS Siswa SDN 3 Beraim Pratiwi, Eka Aulia; Sukri, M.; Hasnawati
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/31b2fw08

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep IPAS siswa menjadi kendala utama dalam pencapaian hasil belajar yang optimal, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu menyajikan materi secara konkret, menarik, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas III SDN 3 Beraim pada materi fotosintesis. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh, dengan kelas IIIA sebagai kelompok kontrol dan kelas IIIB sebagai kelompok eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, Independent Samples t-test, dan uji effect size. Hasil observasi menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen memperoleh persentase rata-rata sebesar 90% dan kelas kontrol sebesar 88,75%, keduanya dalam kategori sangat baik. Hasil analisis data tes menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 80,24, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 63,41. Peningkatan rata-rata kelas eksperimen mencapai 20,12 poin (33,47%), sedangkan kelas kontrol hanya 5,45 poin (9,40%). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung = 5,608 > t tabel = 2,010 dengan Sig. = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media audiovisual terhadap pemahaman konsep IPAS siswa. Uji effect size memperoleh nilai Cohen's d = 1,586 yang termasuk kategori besar. Simpulan penelitian ini adalah penggunaan media audiovisual memberikan pengaruh yang signifikan dengan tingkat pengaruh yang besar terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas III SDN 3 Beraim pada materi fotosintesis.
Integrasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran STEM: Praktik Pedagogis, Hasil Belajar, dan Tantangan Sukarma, I Ketut; Hulyadi, Hulyadi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ydbcc937

Abstract

Perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) memperluas cara pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dirancang, dilaksanakan, dan dinilai. Kajian ini bertujuan mensintesis bentuk aplikasi AI, praktik pedagogis, hasil belajar, serta tantangan implementasinya dalam pembelajaran STEM. Kajian menggunakan pendekatan integrative literature review terstruktur terhadap 30 publikasi inti yang terbit pada 2019–2025. Literatur ditelusuri melalui metadata ilmiah, indeks pendidikan, dan laman penerbit menggunakan kombinasi kata kunci STEM education, artificial intelligence, generative AI, intelligent tutoring system, adaptive learning, learning analytics, educational robotics, dan learning outcomes. Artikel dipilih apabila membahas penggunaan atau pembelajaran AI dalam konteks sains, matematika, teknik, teknologi, atau STEM terintegrasi. Sintesis tematik menunjukkan empat pola aplikasi utama: sistem tutor dan pembelajaran adaptif, AI generatif untuk penjelasan serta pembuatan kode, analitika dan asesmen berbantuan AI, serta robotika dan aktivitas literasi AI. AI dapat mempercepat umpan balik, mendukung diferensiasi, memperluas eksplorasi ide, dan meningkatkan penyelesaian tugas. Namun, bukti tentang pemahaman konseptual, transfer, kreativitas, dan pemecahan masalah jangka panjang masih tidak merata. Manfaat paling konsisten muncul ketika AI ditempatkan sebagai scaffolding dalam inkuiri, problem-based learning, project-based learning, atau engineering design, disertai verifikasi sumber dan refleksi. Implementasi menghadapi risiko ketergantungan, halusinasi, bias, privasi, integritas akademik, kesenjangan akses, dan keterbatasan kompetensi guru. Kajian menyimpulkan bahwa AI perlu diposisikan sebagai mitra berpikir yang diawasi manusia, bukan pengganti penalaran peserta didik. Advances in artificial intelligence (AI) are expanding how Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) learning is designed, enacted, and assessed. This review synthesizes AI applications, pedagogical practices, learning outcomes, and implementation challenges in STEM education. A structured integrative literature review was conducted on 30 core publications from 2019–2025. Literature was identified through scholarly metadata services, education indexes, and publisher websites using combinations of STEM education, artificial intelligence, generative AI, intelligent tutoring system, adaptive learning, learning analytics, educational robotics, and learning outcomes. Publications were included when they examined AI use or AI learning in science, mathematics, engineering, technology, or integrated STEM contexts. The thematic synthesis identified four dominant application patterns: intelligent tutoring and adaptive learning, generative AI for explanation and code production, AI-supported analytics and assessment, and robotics or AI literacy activities. AI can accelerate feedback, support differentiation, broaden idea exploration, and improve task completion. Evidence for durable conceptual understanding, transfer, creativity, and long-term problem-solving remains uneven. Benefits are most credible when AI functions as scaffolding within inquiry, problem-based learning, project-based learning, or engineering design and when learners must verify sources, justify decisions, and reflect on AI contributions. Major challenges include over-reliance, hallucination, bias, privacy, academic integrity, unequal access, and limited teacher capacity. AI should therefore be treated as a human-supervised cognitive partner rather than a substitute for learners’ reasoning.
Analisis Problematika Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di SDN 02 Penedagandor Lestari, Latifa Yaza; Husniati; Rahmatih, Aisa Nikmah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fv1ksm38

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang diluncurkan pemerintah Indonesia untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Penerapannya menuntut kesiapan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan problematika guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka serta upaya mengatasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas enam guru kelas I–VI di SDN 02 Penedagandor. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket skala Likert, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih mengalami problematika pada tiga aspek. Pada aspek perencanaan pembelajaran (67,1%; kategori sedang) , guru kesulitan menganalisis Capaian Pembelajaran, merumuskan Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran, menentukan model dan media pembelajaran, serta menyusun asesmen dan pertanyaan pemantik. Pada aspek pelaksanaan pembelajaran (52,8%; kategori sedang) , guru kesulitan menerapkan model pembelajaran, mengelola waktu dan kegiatan kelompok, menggunakan media pembelajaran, serta menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Pada aspek asesmen pembelajaran (73,8%; kategori sedang) , guru kesulitan melaksanakan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Secara keseluruhan, rata-rata problematika yang dihadapi guru berada pada angka 64,6% dengan kategori sedang. Upaya mengatasi problematika meliputi kolaborasi dengan rekan sejawat dan Kelompok Kerja Guru, modifikasi perangkat ajar yang tersedia, penyesuaian model dan media pembelajaran dengan kondisi sekolah, penyesuaian bentuk asesmen dan tingkat kesulitan soal sesuai kemampuan peserta didik, serta kerja sama dengan orang tua dalam mendampingi peserta didik yang belum lancar membaca.
Teachers' Reflections in Teaching English Vocabulary for Students with Disabilities: A Descriptive Study Suhaimah, Ade Fairuz; Yusra, Siti Rahimah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ggg7b326

Abstract

This qualitative descriptive multi-site study examined how three English teachers retrospectively interpreted and adapted vocabulary instruction in one Indonesian special school and one inclusive vocational school. One participant was a special-education graduate teaching learners with intellectual disabilities; two were English-education graduates teaching mixed-ability classes that included learners described by the school as ‘slow learners,’ a classification that was not verified through diagnostic records. Data consisted of five-prompt reflective journals written in Indonesian. Analysis combined inductive coding with an analytic distinction among event description, interpretation of learner response, justification of an instructional decision, evaluation of perceived consequences, and planning for future action. Member checking was limited to participants’ own accounts rather than the final themes. The results showed contextual differences. T1 emphasized pronunciation barriers and repeated multimodal practice; T2 emphasized differentiated materials and proposed consultation with counselors and vocational teachers; T3 emphasized extended processing time, active participation, and patience. Across cases, the teachers described a provisional sequence of noticing a barrier, interpreting learner response, modifying support, appraising the perceived response, and planning subsequent action. Not every account contained all stages, and the reported benefits were not independently verified. The study’s primary contribution is a context-specific account of how retrospective reflection connected learner variability with instructional differentiation across two settings, rather than evidence that particular techniques were effective. Conclusions are limited by the small purposive sample, self-report data, uncertain learner classification at the inclusive site, single-researcher coding, translation, and the absence of observation, interviews, student work, or direct learning measures.
Pengembangan Media Mystery Box untuk Mendukung Pembelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 5 Mataram Halisah, Fabia; Saputra, Heri Hadi; Sobri, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5c3nzd59

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi bentang alam daerahku di kelas IV SDN 5 Mataram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Mystery Box yang valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Analisis data dilakukan melalui validasi kelayakan oleh ahli media dan materi, uji kepraktisan melalui respon guru dan peserta didik. Hasil validasi ahli materi menujukkan persentase sebesar 95% dengan kriteria sangat valid, sedangkan hasil validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 97% dengan kriteria sangat layak. Sementara itu, hasil uji kepraktisan melalui angket respon guru memperoleh persentase sebesar 93%, uji coba kelompok kecil memperoleh 89%, dan uji coba kelompok besar memperoleh 87%, yang keseluruhannya berada pada kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Mystery Box valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran IPAS materi bentang alam daerahku di kelas IV sekolah dasar.
Pengaruh Teknik Scramble Berbantuan Media Kartu Bergambar Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Kelas II SDN  30 Cakranegara Nurlaela; Zain, Moh. Irawan; Hakim, Mansur
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sppjw383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik scramble berbantuan media kartu bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas II di SDN 30 Cakranegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen tipe pre-test dan post-test control group design. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas II SDN 30 Cakranegara yang berjumlah 48 orang, dengan kelas IIA sebagai kelas eksperimen (24 peserta didik) dan kelas IIB sebagai kelas kontrol (24 peserta didik). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar pre-test dan post-test yang sudah diuji validitasnya melalui dosen ahli. Teknik analisis data diawali dengan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan dilanjutkan dengan uji homogenitas dengan menggunakan uji levene test. Selanjutnya yaitu uji hipotesis dengan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 2 tailed sebesar 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Setelah mengetahui pengaruhnya, kemudian dilakukan uji N-Gain untuk menentukan nilai peningkatan yang lebih baik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasilnya, diperoleh nilai N-Gain 0,63 dengan kategori sedang di kelas eksperimen dan 0,39 di kelas kontrol dengan kategori rendah. Artinya, penerapan teknik scramble berbantuan media kartu bergambar memberikan peningkatan yang lebih baik terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik dibandingkan pembelajaran pada kelas kontrol.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Dalam Pelajaran IPA Di SDN 32 Cakranegara Amaliatusshalihah; Makki, Muhammad; Sobri, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a8m5ac64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV pada pelajaran IPA di SDN 32 Cakranegara. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA serta minimnya integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan Quasi Experiment jenis Pretest-Posttest control group design. Populasi penelitian berjumlah 70 siswa yang terdiri atas dua kelas, yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol, dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi, sedangkan teknik analisis data meliputi uji hipotesis dengan independent samples t-test, serta uji effect size menggunakan cohen's d melalui bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 76,64 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 65,41. Hasil uji-t memperoleh nilai t hitung sebesar 4,459 dengan taraf signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji effect size memperoleh nilai cohen's d sebesar 1,066 yang termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Problem Based Learning berbasis kearifan Lokal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV pada pelajaran IPA di 32 cakranegara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan tersebut efektif untuk diadopsi dalam pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar.
Strategi Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat dalam Mengoptimalkan Pengawasan terhadap Maladministrasi pada Penyelenggaraan Pelayanan Publik Ramadhani, Nurul Suci; Saputra, Boni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6201

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pengawasan yang diterapkan oleh Kantor Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat periode 2021–2024 serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitasnya, dengan menggunakan kerangka konseptual strategi organisasi publik Bryson (2018) yang membedakan antara aktivitas programatik rutin dan strategi transformatif. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang masih bersifat deskriptif dan belum menguji apakah aktivitas pengawasan yang dijalankan dapat dikategorikan sebagai strategi, penelitian ini secara eksplisit menguji kualifikasi strategis dari praktik pengawasan yang dilakukan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap 7 informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi selama periode 2021–2024, ditemukan bahwa kantor perwakilan menjalankan empat dimensi pengawasan yang saling terkait dan terintegrasi: kontrol eksternal melalui investigasi atas inisiatif sendiri yang aktif, kontrol preventif melalui asesmen kepatuhan tahunan dan kajian tematik, kontrol represif melalui penanganan pengaduan terstruktur dengan tenggat tindakan korektif, serta evaluasi kinerja internal melalui siklus tinjauan mingguan, triwulanan, dan tahunan yang disiplin. Penggunaan kewenangan investigasi atas inisiatif sendiri dalam empat kasus pada tahun 2024 dan keberhasilan mendorong seluruh 19 kabupaten dan kota mencapai zona kepatuhan hijau pada tahun 2024 menunjukkan bahwa praktik pengawasan telah melampaui sekadar pelaksanaan tugas rutin dan memenuhi kualifikasi sebagai strategi yang disengaja dan menyeluruh. Namun, peningkatan volume pengaduan dari 201 kasus pada tahun 2021 menjadi 253 kasus pada tahun 2024 yang terjadi bersamaan dengan peningkatan skor kepatuhan formal dari 86,34 menjadi 97,60 mengindikasikan bahwa kepatuhan formal yang diukur melalui instrumen asesmen saat ini baru menjangkau aspek prosedural dan pengungkapan layanan, belum mampu menangkap kebiasaan organisasional yang lebih dalam yang menjadi akar maladministrasi. Keterbatasan personel yang hanya 26 staf untuk mengawasi 19 kabupaten dan kota serta puluhan instansi vertikal, dan anggaran operasional yang sangat terbatas, tetap menjadi kendala struktural yang membatasi kedalaman jangkauan pengawasan.