cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 791 Documents
ANALISIS BAHASA ANAK USIA 6 TAHUN: Kajian morologis terhadap penggunaan kata berimbuan, reduplikasi dan kata majemuk Maulida, Amelia Siti; Mulkian, Danu Khairul; Auliya, Audi; Arini, Azizatul; Nursaly, Baiq Rismarini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan anak usia enam tahun dalam menggunakan kata berimbuhan ,reduplikasi dan kata majemuk pada bahasa sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima anak yang berusia enam tahun yaitu Ilham, Eda, Farhat, Ila dan Pia. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, simak, rekam dan catatan. Selanjutnya, dianalisis menggunakan Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil analisis ini menunjukkan seluruh subjek telah mampu menggunakan bentuk-bentuk morfologis berupa kata berimbuhan, reduplikasi dan kata majemuk dalam komunikasi sehari-hari. Pada aspek afiksasi, anak telah menggunakan prefiks meN-,dan ber-,kan. Pada aspek reduplikasi ditemukan bentuk reduplikasi penuh, reduplikasi berimbuhan, serta reduplikasi yang telah mengalami leksikalisasi. Sementara itu, pada aspek kata majemuk, anak mampu menggunakan berbagai gabungan kata yang membentuk makna baru yang sesuai dengan konteks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan morfologis anak usia enam tahun telah berkembang dengan baik dan dipengaruhi oleh interaksi dengan keluarga ,lingkungan sekolah dan pengalaman berbahasa yang diperoleh dalam kehidupan sehari hari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat  menjadi salah satu refrensi dalam kajian pemerolehan bahasa, khususnya perkembangan morfologi pada anak usia dini.
Pengaruh Body Weight Training dan Core Stability terhadap Kelincahan Siswa Ekstrakurikuler Bulutangkis MTs NW Assyatariah Tahun 2026 Yusup, Safari Muhammad; Soemardiawan, Soemardiawan; Rindawan, Rindawan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hfmkmj32

Abstract

Kelincahan merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam permainan bulutangkis karena berhubungan dengan kemampuan mengubah arah gerak secara cepat dan tepat. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian siswa ekstrakurikuler bulutangkis MTs NW Assyatariah masih mengalami keterlambatan dalam melakukan perpindahan posisi dan perubahan arah saat mengejar shuttlecock. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh body weight training dan core stability terhadap kelincahan siswa ekstrakurikuler bulutangkis MTs NW Assyatariah Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling, kemudian dibagi secara acak menjadi dua kelompok perlakuan. Instrumen penelitian menggunakan Illinois Agility Test untuk mengukur kelincahan. Instrumen telah divalidasi oleh ahli dengan nilai Aiken’s V > 0,80 dan memiliki reliabilitas sangat tinggi berdasarkan uji Intraclass Correlation Coefficient (ICC = 0,91). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, dan Independent Sample t-Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan mampu meningkatkan kelincahan siswa, namun body weight training memberikan peningkatan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan core stability. Dengan demikian, body weight training dapat direkomendasikan sebagai metode latihan yang lebih efektif untuk meningkatkan kelincahan siswa ekstrakurikuler bulutangkis MTs NW Assyatariah. Agility is a crucial component of physical fitness in badminton, as it relates to the ability to change direction quickly and accurately. Preliminary observations indicated that some students in the MTs NW Assyatariah badminton extracurricular program were slow to shift positions and change direction when chasing the shuttlecock. This study aimed to analyze the effects of body weight training and core stability training on the agility of these students. A quantitative approach was employed using an experimental method with a pretest-posttest control group design. The study involved 40 students selected via total sampling and randomly assigned to two treatment groups. The Illinois Agility Test was used to measure agility; the instrument was validated by experts (Aiken’s V > 0.80) and demonstrated very high reliability based on the Intraclass Correlation Coefficient (ICC = 0.91). Data analysis involved descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, Levene’s test for homogeneity, and an independent sample t-test at a significance level of 0.05. The results showed that both training methods improved student agility; however, body weight training yielded a significantly greater improvement than core stability training. Consequently, body weight training is recommended as a more effective method for enhancing the agility of MTs NW Assyatariah badminton extracurricular students.
Analisis Kebutuhan E-LKPD Berbasis Problem-Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Berpikir Kreatif pada Materi Dinamika Wati, Selvi Indri; Suherman, Dea Stivani; Desnita, Desnita; Ulmi, Fauziah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/vfsnc278

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan E-LKPD berbasis Problem-Based Learning (PBL) sebagai dasar untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi dinamika. Penelitian menggunakan desain deskriptif eksploratif pada tahap Define model 4D dengan memadukan empat sumber bukti, yaitu tes berpikir kreatif, analisis dokumen bahan ajar, angket kebutuhan peserta didik, dan wawancara guru. Partisipan terdiri atas 32 peserta didik kelas XI Fase F dan seorang guru fisika di SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Hasil tes menunjukkan capaian rata-rata 30,86% dari skor maksimum; fluency mencapai 42,18%, flexibility 30,47%, originality 28,91%, dan elaboration 21,88%. Dokumen yang digunakan sebagai LKPD pada praktik pembelajaran hanya memuat 3 dari 11 komponen yang diperiksa, sehingga temuan tersebut diposisikan sebagai indikator kelengkapan struktural, bukan ukuran mutu buku teks secara keseluruhan. Angket menunjukkan kebutuhan relatif lebih tinggi pada media digital (77,48%), integrasi PBL (76,83%), dan fasilitasi berpikir kreatif (75,05%) dibandingkan karakteristik materi (67,50%). Triangulasi data menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan awal, karakteristik tugas yang tersedia, preferensi pengguna, dan tuntutan pedagogis. Kontribusi penelitian adalah matriks kebutuhan yang menghubungkan masalah empiris dengan sintaks PBL, empat indikator kreativitas, dan spesifikasi awal E-LKPD. Temuan memberikan dasar kontekstual untuk tahap desain dan pengujian produk, tetapi tidak membuktikan efektivitas E-LKPD dan tidak dapat digeneralisasikan di luar konteks penelitian. This study analysed the need for a Problem-Based Learning (PBL) electronic student worksheet as a foundation for facilitating students’ creative thinking in dynamics. An exploratory descriptive design was conducted within the Define stage of the 4D model by integrating four sources of evidence: a creative-thinking test, instructional-material document analysis, a student-needs questionnaire, and a teacher interview. Participants were 32 Grade XI students and one physics teacher at SMAN 1 Lareh Sago Halaban. The test results showed an average attainment of 30.86% of the maximum score, with fluency at 42.18%, flexibility at 30.47%, originality at 28.91%, and elaboration at 21.88%. The document used as a classroom worksheet contained 3 of the 11 examined components; this finding was treated as an indicator of structural completeness rather than a judgement of the overall quality of the textbooks from which the tasks were selected. The questionnaire indicated relatively greater needs for digital media (77.48%), PBL integration (76.83%), and creative-thinking support (75.05%) than for content characteristics (67.50%). Data triangulation revealed gaps among students’ initial performance, available task characteristics, user preferences, and pedagogical requirements. The main contribution is a needs matrix linking empirical problems to PBL phases, four dimensions of creative thinking, and preliminary design specifications for the worksheet. The findings provide a contextual foundation for product design and subsequent validation, practicality, and effectiveness testing; they do not establish product effectiveness and should not be generalised beyond the study setting.
Analysis of Students’ Argumentation Skills in Socioscientific Issue-Based Electrochemistry Learning on Electric Vehicle Batteries Mashami, Ratna Azizah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/j2515768

Abstract

Scientific argumentation is essential for enabling students to evaluate evidence and make informed decisions about complex scientific and technological issues. This study aimed to describe chemistry education students’ argumentation skills in socioscientific issue-based electrochemistry learning using electric vehicle batteries as the context. A descriptive study using qualitative content analysis supported by descriptive statistics was employed. The participants were 15 undergraduate chemistry education students selected through saturated sampling. Data were collected through a five-item written argumentation test and semi-structured interviews with six students representing high, moderate, and low performance categories. Students’ responses were analyzed using Toulmin’s argumentation components: claim, data, warrant, backing, qualifier, and rebuttal. The results showed that students’ overall argumentation skills was moderate. Five students (33.3%) were classified in the high category, seven (46.7%) in the moderate category, and three (20.0%) in the low category. Claim was the strongest component, whereas rebuttal was the weakest. High-performing students were able to connect electrochemical concepts with battery production, degradation, recycling, and environmental impacts, while lower-performing students relied more heavily on general opinions and showed limited scientific justification. These findings indicate that socioscientific issue-based electrochemistry learning should provide more explicit support for developing warrants, qualifiers, and rebuttals.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SDN 2 Labuapi Kabupaten Lombok Barat Fitriani, Baiq Yati; Zain, Moh. Irawan; Hasnawati; Hadi, Lalu Sirajul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/89j0dd57

Abstract

Rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa menuntut adanya upaya peningkatan budaya literasi melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi GLS di SDN 2 Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program literasi sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian meliputi 1 kepala sekolah, 3 guru wali kelas, dan 12 siswa kelas IV yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dengan 18 indikator, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan GLS telah dilakukan melalui pembentukan tim literasi, analisis kebutuhan literasi, penyusunan program, serta penyediaan sarana dan prasarana literasi. Pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran yang mencapai 83,3% keterlaksanaan di akhir semester, pemanfaatan perpustakaan dan pojok baca, serta integrasi kegiatan literasi dalam pembelajaran. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan minat baca yang tercermin dari frekuensi kunjungan perpustakaan yang meningkat 65%, kemampuan membaca, kemampuan menulis, kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata Bahasa Indonesia siswa kelas IV dari 51,75 pada semester I menjadi 64,96 pada semester II, serta peningkatan nilai terendah dari 20 menjadi 45 yang mengindikasikan dampak signifikan pada siswa berkemampuan rendah. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SDN 2 Labuapi yang melibatkan seluruh komponen sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan budaya literasi dan hasil belajar siswa secara signifikan pada tahap awal penerapan program.
Pengaruh Penggunaan Media Mabeta (Magnet Dan Kincir Angin Berhitung Matematika) Dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Kelas II SDN 50 Cakranegara Rahmadani , Novia Dian; Hidayati, Vivi Rachmatul; Nurwahidah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/09sydc89

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas II SDN 50 Cakranegara. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan media Mabeta (Magnet dan Kincir Angin Berhitung Matematika) dengan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan berhitung siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental design tipe nonequivalent control group design. Populasi berjumlah 56 siswa, dengan sampel kelas II A (27 siswa) sebagai eksperimen dan kelas II B (29 siswa) sebagai kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berhitung. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, uji hipotesis Independent Sample t-Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis memperoleh t-hitung (7,475) > t-tabel (1,673) serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji N-Gain menunjukkan rata-rata 57,36% dengan kategori sedang. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media Mabeta dengan pendekatan kontekstual memberikan pengaruh positif dan cukup efektif terhadap kemampuan berhitung siswa, karena media konkret mampu menjembatani pemahaman abstrak siswa usia sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Flash card Berseri tentang Bencana Alam untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Kelas IV SDN 36 Cakranegara Putri, Della Nadya; Intiana, Siti Rohana Hariana; Andika, I Putu Herry Widhi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ye77gr87

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan literasi peserta didik di Sekolah Dasar berdampak langsung pada kesulitan mereka dalam merangkai alur cerita dan mengembangkan ide secara logis pada materi menulis cerita pendek. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pemanfaatan media inovatif dan masih dominannya metode pembelajaran konvensional di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas media flash card berseri tentang bencana alam dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas IV SDN 36 Cakranegara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menerapkan desain pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini terdiri atas 20 peserta didik kelas IV SDN 36 Cakranegara, dengan teknik analisis data menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui uji prasyarat normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Sample t-Test, serta analisis skor Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flash card berseri memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan validasi ahli materi (97,2%) dan ahli media (98%). Media ini juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan respons guru (95%) serta respons peserta didik pada uji kelompok kecil (93,9%) dan uji kelompok besar (89,9%). Dari aspek efektivitas, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang signifikan dari pretest sebesar 63,70 menjadi posttest sebesar 86,15 dengan perolehan skor rata-rata N-Gain sebesar 0,6258 yang termasuk dalam kategori sedang atau cukup efektif. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa media flash card berseri tentang bencana alam sangat valid, sangat praktis, dan cukup efektif untuk meningkatkan kompetensi menulis cerita pendek siswa. 
Pengaruh Ice breaking (Gerak & Lagu) Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas IV SDN 52 Cakranegara Pramesti, Lale Cindy Nadia; Novitasari, Setiani; Handika, Ilham
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jynd3s77

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ice breaking (gerak & lagu) terhadap minat belajar peserta didik kelas IV SDN 52 Cakranegara. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis Quasi Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Grup Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IVA dan IVB SDN 52 Cakranegara. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 44 peserta didik yang terdiri dari 22 peserta didik kelas IVA sebagai kelompok kontrol dan 22 peserta didik kelas IVB sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji normalitas dilakukan dengan perhitungan data berupa hasil angket minat belajar peserta didik dengan menggunakan rumus Shaphiro Wilk dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Setelah diolah, terbukti data berdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas data menggunakan uji Fisher dan terbukti homogen. Setelah data terbukti berdistribusi normal dan homogen, selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t menggunakan data perhitungan post-test peserta didik. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung = 12,050 dan nilai Sig. 2 tailed sebesar 0,001 yang nilainya kurang dari 0,05. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa jika nilai Sig.2 tailed<0,05 berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh ice breaking (gerak & lagu) terhadap minat belajar peserta didik kelas IV SDN 52 Cakranegara.
Implementasi Sustainable Development Goals (SDG) 4 Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Dasar Ikhsan, Alyvia Nur; Sobri, Muhammad; Hadi, Lalu Sirajul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gn9jvn66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 4 dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di SDN 29 Cakranegara, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan strategi penanganannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus instrumental. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, tiga guru kelas rendah, dan lima siswa yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SDGs 4 di SDN 29 Cakranegara telah berjalan secara bertahap melalui penguatan proses pembelajaran di kelas, peningkatan kompetensi dasar siswa terutama literasi dan numerasi, serta pengembangan profesionalisme guru melalui kegiatan pelatihan, forum K3S, dan gugus sekolah. Pada aspek prestasi, sekolah lebih menonjol pada bidang non-akademik seperti keagamaan (Hifzil Qur'an) dan olahraga (O2SN), yang mencerminkan penguatan kultur religius lokal dan pendekatan holistik. Namun demikian, implementasi tersebut masih menghadapi beberapa hambatan multidimensional, terutama rendahnya keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar (ditunjukkan dengan tingkat kehadiran orang tua pada kegiatan sekolah yang hanya mencapai 40-50%), kondisi sosial ekonomi keluarga yang kurang stabil, keterbatasan keberlanjutan belajar di rumah, serta adanya peserta didik dengan kebutuhan khusus yang belum tertangani secara profesional. Strategi adaptif yang dilakukan sekolah meliputi penguatan pembelajaran melalui pengulangan materi di kelas, pendampingan individual bagi siswa, komunikasi persuasif dengan orang tua, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan forum profesional. Secara keseluruhan, implementasi SDGs 4 di SDN 29 Cakranegara menunjukkan arah yang positif, namun keberhasilannya masih sangat dipengaruhi oleh dukungan lingkungan keluarga dan sosial peserta didik, sehingga diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai prasyarat utama pencapaian target SDG 4 secara berkelanjutan.
Pengaruh Model Pembelajaran Environmental Learning Terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas V SDN 9 Ampenan Ramdani, Kurnia; Dewi, Nurul Kemala; Novitasari, Setiani
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tzvm6345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Environmental Learning terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN 9 Ampenan. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SDN 9 Ampenan semester genap tahun ajaran 2025/2026. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VA berjumlah 24 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB berjumlah 22 peserta didik sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar yang telah diuji validitasnya melalui expert judgment dan reliabilitasnya menggunakan KR-20, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data diawali dengan uji prasyarat berupa uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene, dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test berbantuan SPSS pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis menghasilkan nilai thitung 3,700 > ttabel 2,015 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Hₐ) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Environmental Learning terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN 9 Ampenan.