cover
Contact Name
Mohammad Sholehuddin
Contact Email
jurnalsirojuddin@gmail.com
Phone
+6285130334282
Journal Mail Official
jurnalsirojuddin@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/editorialTeam
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
ISSN : 28096606     EISSN : 28096134     DOI : https://doi.org/10.55120/sirajuddin.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Facus and Scope The Journal of Islamic Education Studies and Research is published by Miftahul Ulum School of Sharia Sciences of Lumajang. This journal contains the texts of the results of studies and research by Islamic Education researchers and academics ; sciences related to Islamic Education, Management of Islamic Education, and Kepesantrenan. The publication of the Sirojuddin Journal is carried out twice a year, in December and June.
Articles 72 Documents
PENGEMBANGAN MADRASAH BERBASIS LITERASI (PENDAMPINGAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK DI MTS MIFTAHUL ULUM 2 LUMAJANG) Sahroni
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): Sirajuddin Juni 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.565

Abstract

Indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.Sehingga diperlukan kajian mengenai pendampingan guru dalam meningkat kan minat baca peserta yaitu di Mts MiftahulUlum 2 Lumajang. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan sejak pengumpulan data secara keseluruhan, dicek kembali guna memastikan keabsahan data. Pendampingan guru dalammeningkatkanbudaya literasi berdampak pada meningkatnya minat baca peserta didik untuk membaca yang dapat dilihat di Mts 2 Banyuputih Kidul Lumajang melalui: 1) strategi survei, question, read, recite, review, 2) strategi membaca-tanya jawab/MTJ atau request (reading-question), 3) Story Telling dan Guide Readling. Kepala madrasah sebagai melaksanakan fungsinya sebagai manajer dengan menggunakan teori manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian dalam implementasi dan pengukuran ketercapaian program melalui monitoring.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ANAK YATIM PIATU DI LKSA IZZATUL JANNAH SUKODONO LUMAJANG Lukman Hakim
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): Sirajuddin Juni 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.566

Abstract

Setiap individu mendambakan keberhasilan dalam hidupnya, namun kerap kali terhalang oleh karakter ketidakpercayaan diri. Dengan ketidakpercayaan diri, banyak sekali peluang keberhasilan tertutup untuknya. Individu yang percaya diri akan mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang baru, mempunyai pegangan hidup yang kuat, dan mampu mengembangkan potensinya. Ia juga sanggup belajar dan bekerja keras untuk mencapai kemajuan serta penuh keyakinan terhadap peran yang dijalaninya sehingga cenderung lebih mudah meraih keberhasilan. Penelitian ini akan melihat: 1) Adakah pengaruh dukungan sosial terhadap kepercayaan diri anak yatim di LKSA Izzatul Jannah Sukodono Lumajang?; 2) Adakah pengaruh teman sebaya terhadap kepercayaan diri anak yatim di LKSA Izzatul Jannah Sukodono Lumajang?; 3) Adakah pengaruh secara simultan antara dukungan sosial dan teman sebaya terhadap kepercayaan diri anak yatim di LKSA Izzatul Jannah Sukodono Lumajang? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan atau metode kuantitatif korelasional. Penelitian menunjukkan hasil bahwa 1) secara parsial variabel dukungan sosial berpengaruh terhdap kepercayaan diri dengan signifikansi t lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,001 < 0,05, 2) secara parsial teman sebaya berpengaruh terhadap kepercayaan diri dengan signifikansi t lebih kecil dari 5% yaitu 0,006 < 0,05, 3) secara simultan variabel dukungan sosial dan teman sebaya berpengaruh secara bersama-sama dengan signifikansi 0,001 < 0,05.
PERBEDAAN PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN DISCOVERY LEARNING (DL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS MTs SUNAN KALIJAGA SENDURO LUMAJANG Zainal; Abdul Hamid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): Sirajuddin Juni 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.567

Abstract

Penelitian bertujuan untuk megetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran TSTS (two stay two stray) dengan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran discovery learning di MTs Sunan Kalijaga Senduro Lumajang. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan Kunatitatif, jenis penelitiannya menggunakan quasi eksperimental design yaitu eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII MTs Sunan Kalijaga Senduro Lumajang . Jumlah Sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yang diambil dengan teknik proposional random sampling yakni Kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan bantuan SPSS versi 22. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan metode tes, dokumentasi dan Validasi dan Reliabilitas. Instrument tes yang berupa soal ini merupakan alat yang digunakan peneliti untuk mengukur hasil belajar sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengaan menggunakan model pembelajaran TSTS (two stay two stray) maupun discovery learning. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahawa (1) Hasil nilai belajar kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray, Diperoleh nilai posttest dengan nilai tertinggi adalah 85 dan nilai terendah 76. dan rata-ratanya 80,5 (2) Hasil nilai belajar kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran Discovery learning, Diperoleh nilai prettest dengan nilai tertinggi adalah 75 dan nilai terendah 65.dan rata-ratanya 70. (3) Hasil setelah dilakukan perhitungan uji t dengan taraf signifikasinya (2-tailed) 0,039 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih efektif terhadap hasil belajar IPS pada peserta didik kelas VII MTs Sunan Kalijaga Senduro Lumajang.
SENSE OF BELONGING BANSER : STUDI ATAS KONSEPSI BELA NEGARA PENDIDIKAN ISLAM DI SATKORYON BANSER PASIRIAN Muhammad Hendra Firmansyah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): Sirajuddin Juni 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.580

Abstract

Sense of belonging banser : studi atas konsepsi bela negara maka dapat diambil kesimpulan ada dua jenis pemahaman sikap yaitu sikap Sense of belonging dan sikap bela negara. Sikap Sense of belonging ada karena kesadaran dari individu pada sebuah kelompok. Sikap Sense of belonging maupun sikap bela negara keduanya memiliki sisi persepsi masing-masing, dengan adanya agenda-agenda khusus seperti agenda besar rutinitas setiap tahun, kegiatan-kegiatan rutin setiap bulan, peringatan hari besar islam, dan lain-lain. Ada hubungan antara Sense of belonging dan bela negara, bahwa pemahaman terkait bela negara dibutuhkan Sense of belonging. Sehingga semua anggota dapat langsung merespon pemahaman tersebut, dan kemudian dilanjutkan ke dalam pemahaman tentang bela negara melalui eksistensi banser sendiri yang dibawah naungan Nahdlatul Ulama’, Sehingga ada tindak lanjut dari pemahaman tersebut. Sense of belonging sangat berarti bagi anggota banser, karena kebanyakan dari anggota banser NU memanfaatkan Sense of belonging dalam membela negara sebagai acuan dalam gerakan Banser NU, kedisiplinan, implementasi, keikhlasan dan sebagainya. Dari sinilah maka Sense of belonging anggota banser mulai bertambah, bahkan kini  banser NU ini sudah merambah ke kancah luar negeri dengan nama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama’ (PCINU). Selain itu penerapan Sense of belonging bukan hanya pada organisasi seperti banser, Melainkan suatu kelompok baik itu komunitas, pertemanan dan perkumpulan pasti ada Sense of belonging di dalamnya.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU (STUDI MULTIKASUS DI SMPN 1 SUKODONO LUMAJANG DAN MTS. NEGERI LUMAJANG) Hairul Ulum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): Sirajuddin Juni 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.613

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: 1). Untuk mendiskripsikan realitas pengembangan budaya mutu untuk mewujudkan sekolah unggul di SMPN I Sukodono dan MTs. Negeri Lumajang, 2). Untuk mendiskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya mutu untuk mewujudkan sekolah unggul di SMPN I Sukodono Lumajang dan MTs. Negeri Lumajang, 3). Untuk mendiskripsikan dampak pengembangan budaya mutu sekolah untuk mewujudkan sekolahunggul di SMPN 1 Sukodono dan MTs. Negeri Lumajang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis melalui studi multi kasus.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.Sumber informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, tenaga kependidikan, siswa, dan masyarakat (wali murid).Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik analisis data lintas kasus. Adapun hasil penelitian strategi pengembangan budaya mutu untuk mewujudkan sekolah unggul di SMPN 1 Sukodono Lumajang yaitu: 1.Realitas pengembangan budaya mutu: a. Realitas nilai-nilai budaya mutu yang dikembangkan yaitu nilai-nilai kedisiplinan, nilai-nilai komunikasi, nilai-nilai kerjasama, nilai-nilai komitmen kerja, nilai-nilai keterbukaan, nilai-nilai sosial, dan nilai-nilai perjuangan. b. Budaya lingkungan sekolah bersih dan sehat, c. budaya agamis, dan d. budaya prestasi. 2. Strategi yang digunakan oleh kepala sekolah yaitu membentuk a. kebijakan, b. sosialisasi, c. keteladanan, dan d. evaluasi. 3. Adapun dampak terhadap sekolah efektif (unggul).
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN LECTORA INSPIRACE 17 DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Istiqomariyah; Moh. Sutomo; Mashudi
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2022): Sirajuddin Juni 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran lectora inspire 17 dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Sumberwuluh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian tiga guru dan siswa kelas V sebanyak 23 pada pembelajaran matematika semester genap tahun ajaran 2021-2022. Instrumen pendukung menggunakan, pedoman wawancara, alat rekam, dan pedoman observasi. Teknik atau metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu: wawancara, observasi tempat kejadian dan studi dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran yang sudah diterapkan di Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Ulum Sumberwuluh pada media pembelajaran lectora inspire 17 dengan materi matematika tentang volume bangun ruang kubus dan balok, bilangan pangkat tiga dan akar pangkat tiga sudah meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 dengan nilai diatas KKM, sehingga media ini menjadi efektif dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran, akan tetapi saat mengerjakan quis soal dengan menggunakan labtop setiap anak masih dipandu oleh guru-guru, karena anak-anak masih belum sepenuhnya menguasai pc tersebut.
DIFUSI DAN DISEMINASI INOVASI, PROSES KEPUTUSAN INOVASI, PROSES INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN PAI Wasik
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.938

Abstract

Setiap melakukan perubahan selalu identik dengan inovasi secara konsisten dalammengharapkan perubahan yang sesuai dengan apa yang di harapkan dan bisaselaras dalam perkembangan zaman yang sedang di hadapai atau menyiapkansesuatu dalam menghadapi tantangan yang aka di alami. Gerakan inovasi akanmudah tercapai seiring dengan perkembangan manusia itu sendri jika bisamemahami arti dari inovasi itu sendri terlebih dalam dunia pendidikan maka akansama –sama memikirkan dan bersama-sama mencari solusi dengan melakukaninovasi untuk merespon apa yanga akan dihadapi, untuk bisamengimplementasikan inovasi sangat di perlukan difusi, diseminasi serta keputusaninovasi. Inovasi. Difusi berarti melakukan proses bersama dalam sama-samamemikirkan inovasi dari berbagai aspek dalam target yang di tentukan, kemudianmelakukan diseminasi yang merupakan sebuah proses meng aplikasikan inovasiyang telah di rencanakan bersama, mengarahkan, dan dikelola sedangkanselanjutnya proses inovasi yaitu penialain personal yang dikelola, kemudian di putuskan secara kolektif. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalahpendekatan kualitatif dengan jenis diskriptip informan yang memiliki peran pentingdalam lembaga pendidikan dalam keterlibatan sebuah pendidikan dalam rangkameng implemntasikan sebuah inovasi pendidikan yang selaras dengan tantanganzaman dan sesuai dengan era yang di hadapi dan yang akan di hadapi dalammenguatkan pendidikan terhadap peserta didik dan jugak pendidik.
DAMPAK PENGASUHAN ORANG TUA ATAU KELUARGA LINGKUNGAN PESISIR TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI DESA BESUKI Wiwin warliah; Moh Akhul Mu’min
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.939

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian anak, karenaorang tua merupakan individu yang dikenal anak pertama kali. Oleh karena itumestinya anak senantiasa dijaga , dirawat, dilindungi sehingga anak tumbuhmenjadi pribadi yang mandiri. Pola asuh yang paling tepat adalah menyesuaikandengan situasi kondisi anak. Seperti selalu memberikan perhatian terhadap anak,selalu meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan anak, terbuka dengan anak,mengarahkan anak agar dapat bertingkah laku secara rasional, dengan memberikanpola asuh demikian maka kepribadian anak akan berkembang dengan baik.Tujuan Penelitian yaitu Menggambarkan pengaruh lingkungan dan kebiasaanorangtua terhadap perilaku dan sikap moral anak di Desa Pesisir Besuki. Metodedigunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dan metode deskriptif yangbertujuan untuk melakukan penelusuran dan memperoleh deskripsi terhadapfenomena yang diteliti. Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh dariPengasuhan Orang Tua / Keluarga Dan Lingkungan Terhadap Pendidikan KarakterAnak Di Desa Pesisir Besuki.
PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA MASYARAKAT KECAMATAN SUMBERSARI DAN DESA SERUT Sulaiman; Fathan Fihrisi; Muhammad Masykur Abdillah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.940

Abstract

Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersamadan dapat ditunjukkan dalam sikap tasamuh (toleransi), tawazun (berkeseimbangan), syura(musyawarah), dll. Masyarakat Indonesia memiliki keragaman mencakup beraneka ragam etnis,bahasa, agama, budaya, dan status sosial. Keberagaman dapat menjadi pengikat masyarakatnamun juga dapat menjadi penyebab terjadinya benturan antara perbedaan tersebut. Penelitianini menggunakan jenis penelitian pendekatan kuantitatif yang menekankan analisis data-datanumerik dan diolah dengan metode statistika. Dalam metode penelitian ini diharapkan dapatmemperoleh signifikansi perbedaan pemahaman moderasi beragama antara penduduk DesaSerut dan Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan,pendekatan kuantitatif digunakan dalam melaksanakan tindakan kepada objek agar didapatkanpenjelasan secara mendetail dan numerik sehingga lebih untuk diukur. Dari data 73.33%masyarakat Desa Serut yang memahami konsep moderasi beragama, 40% berasal darimasyarakat 25 tahun ke atas dan sisanya yaitu 33.33% berasal dari pelajar dengan rentang usia 12-25 tahun. Disisi lain, untuk masyarakat Kecamatan Sumbersari 83.3% mengaku memahamikonsep moderasi beragama dan sisanya 16.7% menyatakan belum pernah mendengarnya. Dataini menunjukkan persentase pemahaman moderasi beragama masyarakat kota tepatnyaKecamatan Sumbersari lebih tinggi daripada masyarakat Desa Serut. Untuk masyarakat desaSerut yang belum memahami konsep moderasi beragama mengaku bahwa mereka kekuranganpemaparan pengetahuan mengenai moderasi beragama. Sedangkan untuk masyarakatKecamatan Sumbersari mengaku bahwa mereka kurang familiar dengan istilah moderasiberagama.
RELEVANSI KURIKULUM 2013 DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA (STUDI HAMBATAN DAN TANTANGAN GURU PAI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0) Erlin Indaya Ningsih
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.941

Abstract

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan negara seperti yang tertuang di dalam pembukaan UUD 1945. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan. Satu modal untuk mencapai banyak hal adalah pendidikan. Prof. H. Mahmud Yunus mengatakan bahwa pendidikan merupakan langkah untuk mempengaruhi seseorang agar penguasaan ilmu pengetahuan bertambah. Namun tidak hanya itu pendidikan diharapkan mampu meningkatkan akhlak seseorang juga. Pendidikan pada anak dan orang dewasa memiliki beberapa perbedaan di prosesnya. Namun sama-sama teratur dan sistematis. Pendidikan yang diberikan meliputi ilmu pengetahuan umum dan agama. Pendidikan agama wajib diberikan baik untuk anak yang normal ataupun berkebutuhan khusus. Tuna grahita bisa disebut dengan mental retardation. Dimana seorang yang berusia kurang dari 18 tahun mengalami kondisi yang mengakibatkan rendahnya intelegensi dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari. Maka penelitian ini mendeskripsikan mengenai strategi guru PAI selama proses pendidikan keagamaan khususnya dalam meningkatkan kemandirian salat anak berkebutuhan khusus tuna grahita. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tiga metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti mendapatkan tiga informasi mengenai proses pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari beberapa poin. Lalu terkait tiga metode inti yang digunakan serta mengenai faktor pendukung dan penghambat guru PAI selama proses pembelajaran.