cover
Contact Name
Albertus Juvensius Pontus
Contact Email
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Phone
+62853339333210
Journal Mail Official
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung, No:9 Kampus Gunung Kelua Samarinda 75119, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 28087305     EISSN : 28087305     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtm.v11i2
The article can be a product of researches, scientific thoughts, or case studies with a scope in the field of earth science, including: mining engineering, geology, geodesy, geophysics, and petroleum. The author may write an article by the template and submit the article online by using the OJS system. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article.
Articles 119 Documents
ANALISIS KUALITAS AIRTANAH BERDASARKAN PARAMETER KEKERUHAN, TDS (TOTAL DISSOLVED SOLID), pH DAN ZAT ORGANIK DI WILAYAH BUKIT BATU PUTIH, SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Adam Rahmad Firdaus; Andi Vhephenk Paenrongi; Bella Safira; Dewi Arum Pertiwi
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i2.1392

Abstract

Kebutuhan air bersih di Samarinda dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang pesat. Oleh karena itu masyarakat tidak hanya membutuhkan air yang diolah oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga sumber air tanah menjadi alternatif untuk digunakan oleh masyarakat. Secara geografis daerah penelitian termasuk dalam kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekeruhan, TDS (Total Dissolved Solid), pH, dan zat organik yang terkandung dalam air tanah yang ada di daerah Batu Putih. Hasil dari penelitian kualitas air di daerah Batu Putih didapatkan kurang layak untuk diminum atau digunakan, ditinjau dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).Bagaimana pun dan masih perlu pengolahan yang lebih baik lagi agar layak 100% digunakan oleh masyarakat di sekitar daerah Batu Putih Kec. Samarinda Ulu Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis data berdasarkan hasil pengambilan sample di lapangan dan dianalisa dengan pengujian di laboratorium kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan tentang kualitas air bersih dan air minum.
PENGARUH PARAMETER KUALITAS BATUBARA.TERHADAP CRUCIBLE SWELLING NUMBER PT. SURVEYOR CARBON CONSULTING INDONESIA, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Kresna Phadiakara; Windhu Nugroho; Revia Oktaviani
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i2.5192

Abstract

Coking coal adalah batubara yang memiliki sifat kimia dan fisika yang berpotensi untuk dibuat kokas (coke) yang umumnya dipergunakan sebagai salah satu bahan penting dalam pembuatan logam besi dengan cara peleburan besi oksida (bijih besi, pellet, sinter) dalam blast furnace. Menurut sistem klasifikasi ASTM, idealnya batubara yang cocok untuk dibuat kokas adalah batubara yang memiliki CSN (Crucible Swelling Number) 4-6, yang mana akan menunjang terbentuknya kokas dengan porositas dan kekuatan yang diperlukan. Calorific Value adalah tenaga panas dalam satuan kalori, yaitu jumlah panas yang dihasilkan (dibebaskan) dalam satu unit (satuan) berat atau unit isi bahan bakar yang dibakar habis. Nilai rata-rata uji CSN = 3.25 Jadi batubara belum cukup ini ideal untuk diproses menjadi kokas karena batubara dengan CSN <4, mempunyai porositas yang rendah sehingga luas permukaannya menjadi sempit, padahal permukaan yang cukup luaslah yang diperlukan saat terjadinya reaksi dalam blast furnace. Analisis yang dilakukan adalah untuk mempelajari korelasi antara uji CSN, proksimat, dan nilai kalori serta mengetahui sifat fisik suatu batubara dari ketiga uji tersebut. Hasilnya korelasi uji CSN berbanding lurus dengan uji proksimat. Hasil yang didapat dari pengujian, semakin tinggi nilai pada CSN maka semakin tinggi pula nilai kalori maksimumnya. Sedangkan CSN akan bernilai nol jika batubara termasuk dalam karakteristik batubara lignit dan antrasit (dilihat dari nilai kalori).
PEMETAAN GEOLOGI DAN GERAKAN TANAH DAERAH TEBRU PASER DAMAI KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR Heryanto .
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2016
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v4i1.1425

Abstract

Pemetaan geologi ini dilaksanakan untuk mengetahui keadaan geologi daerah Tebru Paser Damai yang meliputi satuan morfologi, satuan batuan, struktur geologi dan potensi gerakan tanah yang ada. Penelitian geologi ini dilaksanakan dengan metode penelitian lapangan/survei dengan menggunakan sistem pemetaan geologi permukaan. Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari morfologi pedataran denudasional, perbukitan denudasional, perbukitan vulkanik dengan aliran pola sungai dendritik dan stadia daerah termasuk dewasa. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 3 (tiga) satuan batuan yaitu satuan batuan breksi vulkanik yang beranggotakan breksi vulkanik, tuff dan basal, satuan batulempung beranggotakan batulempung dengan sisipan batupasir dan batubara, satuan batupasir beranggotakan batupasir dengan sisipan batulempung dan batubara. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari struktur perlipatan, struktur kekar dan Sesar Geser Sungai Tebru. Gerakan tanah yang terjadi pada daerah penelitian adalah: 1) longsoran tanah, longsoran tanah banyak terdapat pada area bekas lahan tambang batubara; 2) jatuhan batuan, jatuhan batuan pada batuan breksi vulkanik yang gampang mengalami pelapukan; 3) luncuran, luncuran terjadi di sepanjang badan jalan pada batulempung yang bersisipan dengan batupasir; 4) rayapan, gerakannya sangat lambat dan hampir tidak dapat dilihat, tetapi akibat dari rayapan tersebut akan nampak dengan jelas, misalkan miringnya tiang listrik atau telepon.
PERHITUNGAN OVERBURDEN DAN CADANGAN BATUBARA PADA PIT DI AREA B III-S WARUTE SOUTH DI PKP2B PT. ANTANG GUNUNG MERATUS KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Azarya Ardfensone Depari; Sakdillah A; Hamzah Umar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i1.3975

Abstract

Sesuai dengan berkembangnya kemajuan teknologi khususnya dibidang pertambangan, dewasa ini semakin banyak program berbasis komputerisasi yang dapat mempermudah pengerjaan permodelan serta perhitungan cadangan dan berbagai jenis desain penambangan. Program-program tersebut diciptakan untuk menunjang pekerjaan dengan basis kerja yang tidak berubah dari konsep dasar dan filosofi perhitungannya. Penelitian dilakukan pada pit di area B III-S Warute South Di  PKP2B PT. Antang Gunung Meratus Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Perhitungan overburden dan cadangan batubara dilakukan dengan menggunakan metode cross section dengan sistem komputerisasi pada perangkat lunak AutoCAD 2007 dan minescape 4.1.1.9. Perhitungan overburden dan cadangan batubara seam utama yaitu  seam  M4. Seam M4 menunjukkan ketebalan batubara yang bervariatif, struktur lapisan yang bergelombang dan mengalami percabangan (split). Kemiringan batubara pada daerah penelitian secara umum relatif curam, yaitu berada pada kisaran 380 – 420dengan arah strike N2000E – N2100E. Hasil perhitungan overburden dan batubara menggunakan metode cross section adalah : volume overburden sebesar 1339886,283 BCM dan cadangan sebesar 459678,6117 MT sehingga diperoleh nilai Stripping Ratio 2,97
Analisis Investasi Pengadaan Alat Berat di PT. Energy Cahaya Industritama dengan Metode NPV dan IRR Rahmat Mahmuddin
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i2.7956

Abstract

Pemilihan alat berat menjadi faktor penentu dalam perhitungan biaya produksi, metode pengadaan alat berat menjadi hal penting dalam perhitungan biaya produksi. Secara umum ada 3 metode pengadaan alat berat yang biasa digunakan, yaitu metode beli langsung, metode kredit (leasing), metode sewa. Masing-masing metode membutuhkan nilai investasi yang berbeda satu dengan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pengadaan alat berat yang layak secara ekonomis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pada perhitungan NPV dan IRR dapat di ketahui bahwa baik menggunakan metode beli langsung maupun menggunakan metode sewa layak secara ekonomis akan tetapi dari hasil perhitungan NPV dan IRR di ketahui bahwa pada alat Volvo EC480 lebih layak menggunakan metode beli langsung ketimbang menggunakan metode sewa yang dapat dilihat dari nilai NPV dan IRR nya sebesar Rp 472,141,050,909.82 dan 1.054,9% sedangkan untuk alat Hino FM260 lebih layak menggunakan metode sewa ketimbang beli langsung yang dapat dilihat nilai NPV dan IRR nya sebesar Rp 440,159,504,067.85 dan 458,4%.
ESTIMASI SUMBER DAYA ASPAL BATU BUTON (ASBUTON) BERDASARKAN PENAKSIRAN KADAR BITUMEN DENGAN METODE INVERS DISTANCE WEIGHTING (IDW) PADA BLOK C PT WIJAYA KARYA BITUMEN KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON, SULAWESI TENGGARA Isman Saleh
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1408

Abstract

Estimasi dilakukan untuk mengetahui jumlah endapan Abuton pada blok C PT. Wijaya Karya Bitumen berdasarkan klasikasi kualitas yang ditetapkan oleh PT. Wijaya Karya Bitumen. Estimasi sumber daya Asbuton dilakukan dengan memasukkan sejumlah data berupa data bor dan data kadar bitumen pada perangkat lunak komputer. Estimasi dilakukan dengan block model dan metode penaksiran kadar bitumen menggunakan metode Invers Distance Weighting (IDW). Pada metode IDW digunakan 4 nilai power yang berbeda yaitu 1, 2, 3, dan 4 untuk melihat perbedaan yang dihasilkan. Pemilihan nilai power yang paling baik untuk estimasi sumber daya asbuton dilakukan dengan menentukan nilai RMSE terkecil dari keempat nilai power yang digunakan. Nilai power dengan nilai RMSE terkecil adalah 1 dengan hasil estimasi sumber daya asbuton yaitu B.16=31115 MT, kadar=16,09%; B.20=46095 MT, kadar=20,39%; B.25=29505 MT, kadar=24,62%; dan B.30=5530 MT, kadar=28,45%. Dengan hasil yang telah diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran dalam perencanaan penambangan yang akan dilakukan perusahaan nantinya
Analisis Investasi Dan Kelayakan Ekonomi Pada Kegiatan Penambangan Batubara PT. Pinggan Wahana Pratama Job Site PT. Singlurus Pratama, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Ondo Immanuel Samosir; Tommy Trides; Farah Dinna
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v7i1.2434

Abstract

Kegiatan penambangan batubara tidak dapat dipisahkan dari permasalahan-permasalahan ekonomi yang kompleks sehingga membutuhkan pola pikir untuk menanganinya. Dalam penelitian kelayakan investasi penambangan batubara yang dilakukan, analisa keuangan, dan keekonomian ini dilakukan berdasarkan konsep discounted cash flow analysis. Aliran kas tersebut dibentuk dari beberapa parameter yaitu biaya kapital, hasil penjualan Batubara, biaya operasi penambangan dan pengolahan batubara, depresiasi dan amortisasi, pajak dan lain-lain. Hasil cadangan yang ditentukan kemudian dianalisi kedalam suatu analisis ekonomi yang berdasarkan jumlah target produksi, pendapatan penjualan, biaya produksi dan pajak serta biaya administrsi lainnya. Dari analisis tersebut diperoleh aliran kas, dari aliran kas ini dianalisis nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP) dan Minimum Attractive Rate of Return (MARR) sehingga dapat ditentukan kelayakan penambangan dari segi ekonominya.Hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai NPV sebesar Rp 46.478.791.340, Nilai IRR sebesar 18,5 %, Nilai PBP Sebesar 3,2 Tahun atau 38 bulan. Dari hasil yang telah didapat, maka kegiatan penambangan dapat dinyatakan layak dengan nilai IRR lebih besar dari nilai MARR sebesar 10% dan nilai NPV Positif.ABSTRAKKegiatan penambangan batubara tidak dapat dipisahkan dari permasalahan-permasalahan ekonomi yang kompleks sehingga membutuhkan pola pikir untuk menanganinya. Dalam penelitian kelayakan investasi penambangan batubara yang dilakukan, analisa keuangan, dan keekonomian ini dilakukan berdasarkan konsep discounted cash flow analysis. Aliran kas tersebut dibentuk dari beberapa parameter yaitu biaya kapital, hasil penjualan Batubara, biaya operasi penambangan dan pengolahan batubara, depresiasi dan amortisasi, pajak dan lain-lain. Hasil cadangan yang ditentukan kemudian dianalisi kedalam suatu analisis ekonomi yang berdasarkan jumlah target produksi, pendapatan penjualan, biaya produksi dan pajak serta biaya administrsi lainnya. Dari analisis tersebut diperoleh aliran kas, dari aliran kas ini dianalisis nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP) dan Minimum Attractive Rate of Return (MARR) sehingga dapat ditentukan kelayakan penambangan dari segi ekonominya.Hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai NPV sebesar Rp 46.478.791.340, Nilai IRR sebesar 18,5 %, Nilai PBP Sebesar 3,2 Tahun atau 38 bulan. Dari hasil yang telah didapat, maka kegiatan penambangan dapat dinyatakan layak dengan nilai IRR lebih besar dari nilai MARR sebesar 10% dan nilai NPV Positif.
Perencanaan Produksi Batubara Pit B di PT. Pancaran Surya Abadi, Kecamatan Anggana Dan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Sahar S; Agus Winarno; Hamzah Umar; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy; Harjuni Hasan; Anisah Azizah
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i2.6956

Abstract

Pada perancangan tahapan penambangan, perlu diketahui jumlah volume cadangan batubara tertambang maupun volume overburden yang terdapat pada sebuah pit. Volume cadangan batubara tertambang dan volume overburden diperlukan untuk memperkirakan dan memprediksi suatu area yang akan dikembangkan menjadi lokasi penambangan yang kemudian akan dibuat perancangan tahapan penambangan (push back). Tujuan dari perancangan tahapan penambangan adalah untuk menyederhanakan seluruh volume yang ada dalam overall pit ke dalam unit-unit pit penambangan yang lebih kecil, sehingga memudahkan penanganannya.Metode batterblock solid digunakan untuk menentukan estimasi cadangan menggunakan software desain tambang, dari hasil  tersebut di buat desain solid (desain pit sebagai batas bawah dan topografi sebagai batas atas), sehingga dari solid tersebut kita dapat membuat rencana penambangan menggunakan software schedulling, dari hasil rencana penambangan tersebut dapat ditentukan tahapan penambangan bulanan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui proses penambangan overburden menggunakan 2 fleet. Masing-masing fleet menggunakan 1 unit excavator Volvo EC360BLC  dengan 2 unit dump truck Nissan CWBM dan 1 unit excavator Sumitomo 350 dengan 2 unit dump truck TRX Build. Proses penambangan batubara menggunakan 1 fleet, yang terdiri dari 1 unit excavator Volvo EC360BLC  dan 4 unit dump truck dengan tipe Hino FM260. Tahapan blok penambangan dibagi menjadi beberapa blok dengan ukuran 30 × 30 m dan tinggi 2 m dengan pertimbangan dibutuhkan minimal 25 m.
KAJIAN PROBABILITAS KEMANTAPAN LERENG PADA HIGHWALL UNTUK REKOMENDASI OPTIMALISASI PIT PELIKAN PT. KALTIM PRIMA COAL SITE SANGATTA KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Hasbi Trihatmanto; Tommy Trides
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i2.1398

Abstract

PT. Kaltim Prima Coal adalah salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dengan konsesi lahannya mencakup 90.938 Ha yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Pada tahun 2017, PT. Kaltim Prima Coal memiliki target produksi sebesar 63,983 juta ton dengan aktivitas penambangannya dilakukan dengan sistem tambang terbuka (open pit) sehingga membentuk jenjang untuk menjaga kemantapan batuan. Berbeda dengan cara deterministik yang hanya menggunakan satu nilai properties batuan tertentu yang dianggap mewakili, konsep probabilitas memakai semua data properties batuan yang ada untuk mengakomodasi setiap variasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan fungsi distribusi nilai UCS adalah Normal dan Log normal, fungsi distribusi nilai WD adalah Normal dan Gamma dan fungsi distribusi nilai GSI adalah Normal dan Log normal. Sayatan (section) yang dianalisis sebanyak 6 buah, yaitu HW_90A2, HW_S01, HW_S5A, HW_S06B, HW_S8C dan HW_S11C. Dari kegiatan analisis kemantapan lereng pada desain awal dari setiap high wall dengan lebar berm 15 meter dan tinggi bench 10 meter diperoleh FK terendah dan PK terendah pada HW_S5A memiliki FKdet. sebesar 1.530, FKmean sebesar 1.531 dan PK sebesar 0.100%. Kemudian, pada kegiatan redesign high wall untuk rekomendasi optimalisasi pit Pelikan yang beracuan pada kriteria ambang batas Stacey (2009) diperoleh sebuah rekomendasi pit pada high wall dengan lebar berm 8 meter dan tinggi bench 15 meter. Sehingga diperoleh kemantapan lereng terendah pada HW_S5A memiliki FKdet. sebesar 1.308 dan FKmean sebesar 1.301 sedangkan PK terbesar pada HW_S01 memiliki PK sebesar 4.540%. Dapat disimpulkan bahwa semua sayatan (section) high wall pit Pelikan adalah aman (FK > 1.3 dengan PK maksimum 10%). Redesign high wall untuk rekomendasi optimalisasi pit Pelikan dilakukan dengan mengubah tinggi bench sebesar 15 meter dan lebar berm sebesar 8 meter agar nilai FK mendekati 1.3 dengan nilai PK maksimum 10%.
ANALISIS METODE PENGGALIAN BATUAN MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN PADA TAMBANG BATUPASIR KECAMATAN LOA JANAN ILIR KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Febryantho Pasiakan; Tommy Trides; Henny Magdalena
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i1.5813

Abstract

Metode penggalian dipengaruhi oleh sifat material terutama kekuatan batuannya. Untuk menentukan tingkat kemampugalian suatu massa batuan, perlu studi atau investigasi lapangan seperti pengumpulan data struktur, tingkat pelapukan dan air tanah. Hal ini dilakukan guna mengklasifikasikan suatu massa batuan ke dalam kelas tertentu. Berdasarkan kelas diketahui tingkat kemampugalian massa batuan. Penentuan klasifikasi kemampugalian batuan menggunakan metode pembobotan berdasarkan Rock Mass Rating (RMR) sepuluh sampel batupasir. Penelitian dilakukan berdasarkan pengamatan bidang diskontinu dan kondisi air tanah di lokasi penelitian serta pengujian sampel di laboratorium menggunakan uji kuat tekan batuan (Uniaxial Compressive Strength) yang mengacu  pada SNI 2825-2008. Hasil uji RMR lereng A 56.79 dan lereng B 532.16. Metode penggalian yang disarankan untuk lereng A dan lereng B dengan penggaruan.

Page 8 of 12 | Total Record : 119