cover
Contact Name
Albertus Juvensius Pontus
Contact Email
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Phone
+62853339333210
Journal Mail Official
albertpontus@ft.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Sambaliung, No:9 Kampus Gunung Kelua Samarinda 75119, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 28087305     EISSN : 28087305     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/jtm.v11i2
The article can be a product of researches, scientific thoughts, or case studies with a scope in the field of earth science, including: mining engineering, geology, geodesy, geophysics, and petroleum. The author may write an article by the template and submit the article online by using the OJS system. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article.
Articles 119 Documents
STUDI TINGKAT ERODIBILITAS TANAH PADA PIT 3000 BLOK 3, PT. BHARINTO EKATAMA KABUPATEN KUTAI BARAT, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rinto Syahreza Pahlevi; Harjuni Hasan; Shalaho Dina Devy
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i1.1386

Abstract

Bentuk permukaan bumi selalu mengalami perkembangan dan perubahan, baik secara fisik maupun kimiawi.Perubahan tersebut disebabkan oleh proses-proses geomorfologi, yang salah satunya adalah erosi. Salah satu prosesgeomorfologi yang menyebabkan perubahan bentuk permukaan bumi tersebut adalah erosi. Banyak faktor yangmenyebabkan terjadinya erosi seperti erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, vegetasi danmanusia. Dari enam faktor tersebut salah satu faktor penyebab terjadinya erosi tanah adalah erodibilitas tanah. Lokasipenambangan yang sudah mine out memiliki kondisi dimana tanahnya dibiarkan terekspos tanpa adanya tanamanpermukaan. Pada saat hujan tanah akan terdispersi yang disebabkan oleh energi kinetik air hujan, apabila dibiarkan dalamwaktu yang cukup lama ketebalan tanah akan terus menerus menipis karena tererosi oleh air hujan. Analisi erodibilitasdigunakan untuk meprediksi area mana yang rentan terhadap erosi menggunakan persamaan Wescheimer dengan 4parameter OM (unsur organik) , S (struktur tanah), P (permeabilitas), M (partikel tanah). Sehingga menghasilkan nilai yangdapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan rentan atau tidaknya suatu area terhadap erosi.
EVALUASI GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI BATUAN DAN BIAYA PELEDAKAN PT. TEGUH SINARABADI, KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Dian Abimanyu; Sakdillah .
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v6i2.1754

Abstract

Batuan yang telah terberaikan atau yang disebut fragmentasi merupakan hal yang penting dari suatu hasil peledakan, karena fragmentasi batuan merupakan dampak langsung dari hasil peledakan yang akan mempengaruhi tahap selanjutnya. Berdasarkan standard perusahaan tingkat keberhasilan dari kegiatan peledakan adalah tingkat presentase boulder yang di bawah 15 %. Untuk menghasilkan fragmentasi yang baik banyak hal yang mempengaruhi yaitu geometri peledakan salah satu hal yang dapat dikontrol. Untuk menegetahui tingkat fragmentasi hasil peledakan dapat digunakan metode perhitungan dengan model kuz-ram dan teknik langsung dengan metode image analysis. Perhitungan biaya yang dikeluarkan juga perlu dihitung untuk mengetahui apakah kegiatan peledakan yang dilakukan ekonomis atau tidak. Delapan kali peledakan didapatkan tingkat fragmentasi boulder prediksi dengan menggunakan model kuz-ram yaitu: 19,72%, 16,56%, 14,35%, 16,35%, 14,09%, 14,94%, 15,27%, 16,90%. Sedangkan perhitungan tingkat fragmentasi batuan secara aktual digunakan metode image analysis dengan menggunakan software splitdekstop 2.0, dan didapatkan tingkat fragmentasi boulder yaitu: 20,77%, 19,58%, 15,90%, 17,35%, 15,80%, 16,92%, 16,60 %, 17,56 %. Dari masing masing kegiatan peledakan dihitung berapa biaya total peledakan yang dikeluarkan, dan didapatkan total biaya yang dikeluarkan yaitu: 0,256 $/BCM, 0,281 $/BCM, 309 $/BCM, 0,284 $/BCM, 0,322 $/BCM, 0,300 $/BCM, 0,282$/BCM, 0,274 $/BCM. Selanjutnya diberikan rekomendasi geometri peledakan yang baru berdasarkan persamaan R.  L Ash (1963), C. J. Konya (1972), Anderson (1952), dan Austin Powder. Dari perhitungan biaya peledakan dicari persamaan hubungan antara biaya total peledakan dengan powder factor (PF) digunakan untuk mengestimasi biaya peledakan yang dikeluarkan sesuai dengan geometri usulan yang baru. 
STUDI AIR FUEL RATIO (AFR) BATUBARA DENGAN METODE STOIKIOMETRI DI PT. YUFA KALIMANTAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abdurrahman Yogie Suida Ilham; Agus Winarno; Sakdillah .
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i2.5188

Abstract

Air Fuel Ratio (AFR) merupakan perbandingan jumlah udara dan bahan bakar pada proses pembakaran dalam satuan massa atau volume. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan nilai Air Fuel Ratio (AFR) stoikiometri dengan menghitung jumlah zat, kesetaraan reaksi kimia, dan massa udara yang dibutuhkan pada proses pembakaran batubara. Data penelitian diperoleh dengan analisis proksimat batubara yaitu inherent moisture, ash content, volatile matter, dan fixed carbon. Analisis ultimat yang terdiri dari karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan sulfur (S). Pengolahan data penelitian dilakukan berdasarkan tiap basis hasil analisis batubara yaitu as received, air dried, dry, dan dry ash free. Analisis AFR stoikiometri dilakukan dengan menghitung jumlah zat tiap unsur, reaksi kimia setimbang, dan menghitung jumlah zat oksigen pembakaran. Karena analisis AFR penelitian ini menggunakan satuan massa, dilakukan perhitungan jumlah massa udara dan nilai AFR berdasarkan basis dan reaksi kimia. Hasil dari penelitian ini didapatkan jenis batubara yang digunakan berdasarkan analisis proksimat dan ultimat yaitu batubara lignite. Hasil reaksi kimia terdiri atas reaksi CHS+O2 dan CHONS+O2 yang berpengaruh terhadap nilai AFR karena perbedaan jumlah zat oksigen pada reaksi kimia setimbang. Nilai air fuel ratio (AFR) reaksi CHS+O2 dan CHONS+O2 as received basis 5,42 dan 3,42, air dried basis 6,49 dan 4,95, dry basis 8,09 dan 7,23, dry ash free basis 9,71 dan 8,67.
STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN TAWAS (Al2(SO4)3) DAN KAPUR PADAM (Ca(OH)2) PADA PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DI PT KALTIM DIAMOND COAL KECAMATAN LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Jenita Tandiarrang
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2016
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v4i1.1421

Abstract

Kegiatan penambangan batubara dapat menimbulkan air asam tambang (AAT) atau Acid Mine Drainage baik tambang terbuka maupun tambang dalam, Unit pengolahan batubara serta timbunan batuan buangan (Overburden). Potensi air asam tambang harus diketahui agar langkah-langkah pencegahan dan pengendaliannya dapat dilakukan sehingga timbulnya permasalahan terhadap lingkungan dapat diatasi serta tidak menjadi persoalan dikemudian hari, baik tambang tersebut masih aktif ataupun setelah tambang tersebut tidak beroperasi lagi. Masalah lingkungan yang terjadi yaitu pH rendah, TSS (Total Suspended Solid), TDS (Total Dissolved Solid) yang dibahas pada penelitian ini kadar pH, TSS, TDS tidak sesuai dengan baku mutu air limbah.Proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode titrasi, dimana koagulan yang digunakan adalah tawas (Al2(So4)3) dan kapur padam (Ca(OH)2). Dari hasil penelitian ini, didapatkan dosis optimum untuk penurunan pH dengan menggunakan tawas (Al2(SO4)3) adalah 0,010 g/L sedangkan kapur padam (Ca(OH)2) adalah 0,014 g/L. Penurunan kadar TSS yang paling efektif adalah dengan menggunakan kapur padam (Ca(OH)2) yaitu sebesar 14 mg/L.
ANALISIS TREND MINERALISASI EMAS HIGH SULPHIDATION EPHITERMAL MENGGUNAKAN PARAMETER GEOSTATISTIK PADA PIT MAIN RIDGE PT. J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW SULAWESI UTARA Renaldy Kyfen Kapoyos; Shalaho Dina Devy; Tommy Trides
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v7i2.2957

Abstract

Analisis trend mineralisasi sangat penting dilakukan karena dapat dijadikan sebagai parameter acuan rencana penambangan short term. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui trend mineralisasi beserta daerah pengaruhnya yang akan dijadikan sebagai pembobotan dalam pembuatan block model. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Micromine 2014. Analisis trend mineralisasi dilakukan dengan melakukan pengambilan data blast hole dan dilakukan pit mapping untuk mempelajari struktur geologi pada daerah penelitian. Hasil pengambilan data diolah menjadi data assay yang kemudian dilakukan validasi. Selanjutnya trend mineralisasi didapatkan dari hasil analisis semivariogram map. Daerah pengaruh mineralisasi dapat diketahui ketika menganalisis parameter geostatistik menggunakan semivariogram. Hasil dari penelitian ini didapatkan trend mineralisasi Pit Main Ridge dengan menggunakan analisis parameter geostatistik diketahui arah strike N-NE (North-North East) 25,63⁰ dengan jarak pengaruh 13 m, arah dip adalah S-E (South East) 43,58⁰ dengan jarak pengaruh 14 m, dan thickness adalah sub horisontal 3,16⁰ dengan jarak pengaruh 8,3 m.
Korelasi Point Load Index Terhadap Uniaxial Compressive Strength Batupasir Formasi Balikpapan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Lifia Kemala Dewi; Revia Oktaviani; Shalaho Dina Devy; Tommy Trides; Windhu Nugroho
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i1.7743

Abstract

Perilaku batuan yang banyak digunakan dalam keteknikan termasuk bidang pertambangan adalah mengenai kekuatan batuan. Untuk menguji kekuatan batuan salah satunya adalah dengan metode uji Uniaxial Compressive Strength (UCS) yang memerlukan preparasi sampel sedemikian rupa sehingga membutuhkan waktu dan dana yang cukup banyak. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan proses pengujian dapat dilakukan korelasi dengan hasil pengujian metode lain yang memiliki output yang sama seperti uji Point Load yang menghasilkan Point Load Index (PLI). Dalam penelitian ini batupasir dipilih sebagai subjek penelitian khususnya sampel daerah Samarinda. Lokasi penelitian termasuk dalam Formasi Balikpapan khususnya pada Kecamatan Loajanan Ilir dimana sampel memiliki nilai kuat tekan uniaksial batupasir 3,12 MPa sampai 6,72 Mpa dengan rata-rata 4,87 dan indeks beban titik batupasir yang berkisar antara 0,15 MPa sampai 0,73 MPa dengan rata-rata 0,37 MPa, sedangkan untuk Kecamatan Samarinda Ulu  nilai kuat tekan uniaksial sampel batupasir berkisar antara 3,37 MPa sampai 7,82 MPa dengan rata-rata 5,10 MPa dan nilai indeks beban titik batupasir yang berkisar antara 0,28 MPa sampai 0,74 MPa dengan rata-rata 0,51 MPa.Dari hasil pengelolahan dan analisis data pada software komputasi, Persamaan korelasi yang diperoleh dari lokasi 1 (Loajanan Ilir) yaitu UCS = 8,7427(Is50) + 1,6111. Persamaan lokasi 2 UCS = 12,545(Is50)  - 1,259.  Sedangkan persamaan korelasi keseluruhan yaitu UCS = 7,6789 (Is50) + 1,594.
RANCANGAN EXTEND PIT KAKAO R7 PADA PENAMBANGAN BATUBARA PT. KHOTAI MAKMUR INSAN ABADI, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Yauri Imanuel Tobak; Harjuni Hasan; Hamzah Umar
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i1.1403

Abstract

Pada perhitungan cadangan dalam perencanaan tambang diperlukan perancangan pit yang merupakan batas akhir dari suatu kegiatan penambangan. Perancangan pit akan berpengaruh terhadap nilai cadangan yang diperoleh. Oleh karena itu, perancangan pit harus dilakukan dengan baik sehingga dapat diperoleh suatu rancangan yang mengoptimalkan perolehan dari cadangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang extend pit yang optimal berdasarkan rancangan pit yang telah ada sebelumnya, serta mengkaji perancangan extend pit tersebut dari 2 (dua) base seam yang berbeda, sehingga didapatkan extend pit yang paling efisien. Penelitian ini dilakukan di PT.Khotai Makmur Insan Abadi, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur . Perancangan Extend pit pada penelitian ini d ilakukan dengan menggunakan software dan perhitungan volume dengan menggunakan metode blok. Perancangan Extend pit berdasarkan pit limit pada blok Kakao dilakukan dengan melihat nilai striping ratio per blok dan juga untuk mendapatkan luasan area pit potensial yang dapat dijadikan tambahan dari pit yang lama.Terdapat 2 (dua) base seam utama yang dijadikan objek penelitian yaitu Base seam N2 total floor dan N0 total floorHasil penelitian yang dilakukan diperoleh perencanaan extend pit dilakukan pada base seam N2 total floor dengan luas total extend pit sebesar 174 Ha dengan elevasi terendah mencapai -45 meter dan elevasi tertinggi mencapai 40 meter pada extend pit kakao r7 dan perhitungan cadangan tertambang dengan menggunakan metode block model diperoleh penambahan dari 6,388,781 MT menjadi 10,276,721 MT dan Overburden dari 49,409,149 BCM menjadi 110,265,354 BCM sehingga diperoleh nilai stripping ratio sebesar 10,74 dimana nilai stripping ratio ini masih layak untuk ditambang
Pengaruh Deformasi Terhadap Faktor Keamanan Pit Roto Selatan Blok E1 Wall Barat PT. Pamapersada Nusantara Jobsite PT. Kideco Jaya Agung Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur Anggi Permatasari; Revia Oktaviani; windhu nugroho
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v7i1.2424

Abstract

Kegiatan penambangan yang dilakukan PT. Pamapersada Nusantara jobsite PT. Kideco Jaya Agung menggunakan sistem tambang terbuka (surface mining). Dalam hal ini kestabilan lereng perlu diperhatikan karena menyangkut keselamatan pekerja, peralatan mekanis dan fasilitas tambang yang ada disekitarnya. Kestabilan lereng lokasi penelitian ditandai dengan faktor keamanan >1,3. Berdasarkan data slope stability radar, deformasi yang terjadi pada bulan Maret-April 2018 pada zona atas pada bagian atas, tengah dan bawah sebesar 629,37 mm, 621,686 mm dan 615,537 mm. Pada bulan Mei 2018 deformasi lereng pada zona atas, tengah dan bawah masing-masing sebesar 682,68 mm, 658,23 mm dan 724,00 mm. Sedangkan, pada bulan Juni 2018 pada zona atas, tengah dan bawah sebesar 1.159,98 mm, 1.102,67 mm dan 955,89 mm. selain itu, berdasarkan analisis kestabilan lereng dengan menggunakan rocscience slide faktor keamanan kondisi aktual pada bulan Maret-Juni 2018 sebesar 1,226; 1,222; 1,179 dan 1,127. Berdasarkan hubungan antara deformasi dan faktor keamanan. Berdasarkan hasil perhitungan deformasi dan ananalisis yang telah dilakukan pada zona atas dan zona tengah pergerakan yang terjadi cenderung progresif seiring dengan menurunnya faktor keamanan. Dimana pada zona tersebut di dominasi oleh material mudstone. Pada zona atas memiliki geometri lereng dengan tinggi bench berkisar 9  - 28  meter, lebar bench berkisar 3 – 41 meter dan single slope berkisar 26o – 37o dengan overall slope zona tengah sebesar 18o. Dan pada zona tengah memiliki geometri lereng dengan tinggi bench berkisar 3 – 37 meter, lebar bench berkisar 10 – 51 meter dan single slope berkisar 36o – 38o dengan overall slope zona tengah sebesar 21o. Sedangkan pada zona bawah deformasi cenderung stabil. Dimana zona tersebut memiliki geometri lereng dengan tinggi bench berkisar 8 – 9 meter, lebar bench berkisar 8 – 10 meter dan single slope berkisar 35o – 51o dengan overall slope zona tengah sebesar 15o.
Rencana Pascatambang Tambang Batubara PT. Tubindo Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara risal gunawan; Fadli ,; Nur Khamim
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v9i2.6833

Abstract

Perencanaan pascatambang pada dasarnya merupakan pedoman yang dimaksudkan sebagai acuan untuk  mempersiapkan kondisi lapangan digunakan kembali dalam kegiatan lain. PT. TUBINDO  memiliki  Izin usaha oprerasi penambangan dengan luas area sebesar  5.817 Ha  Prakiraan total luasan lahan bekas galian tambang yang akan direklamasi sampai akhir penambangan adalah seluas ± 494,75 Ha Tindakan reklamasi yang dilaksanakan meliputi pelaksanaan penimbunan kembali (backfilling) lubang bekas tambang (PIT) Peruntukan lahan bekas tambang tersebut  akan disesuaikan dengan fungsi kawasan (rencana tata ruang), karakteristik lokasi, kondisi sosial ekonomi masyarakat serta saran dan masukan dari pemangku kepentingan, kegiatan yang terdapat di sekitar rencana lokasi kegiatan penambangan batubara PT. TUBINDO yang saling berkaitan dan berpengaruh adalah aktifitas pemukiman, perkebunan, pertambangan, dan sumber daya air. Beberapa kegiatan pascatambang pada lahan bekas tambang antara lain: pembongkaran, reklamasi lahan fasilitas tambang, reklamasi lahan bekas tambang,  pengurangan tenaga kerja (PHK), pengembangan usaha masyarakat setempat, pemeliharaan dan pemantauan, dengan jaminan biaya pasca operasi sebesar berdasarkan perhitungan harga saat ini adalah Rp 1.400.236.936,
ANALISA HUBUNGAN AIRTANAH DENGAN KONDISI GEOLOGI TERHADAP KANDUNGAN BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) DALAM AIR TANAH DI WILAYAH GUNUNG BATU PUTIH, SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Adam Mulya Giffari; Adjie Zunaid Tualeka; Edwin Rony Richson Siagian; Laurensius Pian Pasiakan; Mifta Sardilla; Robert Royda Adi Wardana; Yoga Tri Wardana; Yuyun Giska Oviandari
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v5i2.1394

Abstract

Kawasan perbukitan di wilayah gunung Batu Putih merupakan fenomena geologi alami yang terbentuk berjuta tahun yang lalu. Formasi Batu Putih ini relatif berusia miosen bawah (N8), terendapkan sekitar 23 hingga 16 juta tahun lalu, dengan ketebalan relatif 2-50 m, dan lingkungan pengendapan diperkirakan laut dangkal. Pada kawasan perbukitan Batu Putih ini sebagian besar penduduk setempat menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian yang dilakukan berupa pengujian air tanah yang berada pada kawasan Batu Putih untuk mengetahui kandungan besi (Fe) dan juga mangan (Mn) serta keterkaitannya dengan kondisi geologi yang ada dengan cara pengambilan sampel air tanah yang kemudian akan dilakukan analisa di laboratorium dan pengumpulan data melalui pengkajian pustaka serta penelitian di lapangan. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil kandungan besi (Fe) dan Mangan (Mn) kawasan perbukitan gunung Batu Putih yaitu pada sample air tersebut didapatkan hasil 0,157 mg/L besi (Fe) dan mangan (Mn) memiliki kandungan 0,021 mg/L yang keduanya masih terbilang normal tidak melebihi batas maksimum.

Page 9 of 12 | Total Record : 119