cover
Contact Name
Fuad Zubaidi
Contact Email
fhoead@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fhoead@yahoo.co.id
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako Tondo, Jl Soekarno Hatta
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20856962     EISSN : 30314372     DOI : Prefix 10.33292
Core Subject : Social, Engineering,
The journal encourages rigorous, substantial, and original research on any topic related to architecture and urban design or the practice of architecture and design research, both within and between disciplines. It encourages interdisciplinary discussion and interaction in a variety of contexts, including how technology can serve as a medium for contemporary architectural design. The spectrum of topics includes Building Design, Material Technology, Architectural Anthropology, Environmental Behaviour, Green Architecture, and Landscape Architecture
Articles 123 Documents
Arsitektur Hijau Sebagai Pendekatan Konsep Makro Redesain Masjid Agung Darussalam Di Kota Palu Sitti Halima; Arifin, Rosmiaty; Irfandi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 15 No 2 September (2021): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v15i2 September.83

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meredesain Masjid Agung Darussalam di Kota Palu yang dapat mewadahi kegiatan keagamaan dengan penerapan arsitektur hijau agar desain yang dihasilkan dapat meminimalkan dampak buruk terhadap alam dengan penerapan arsitektur hijau. Metode yang di gunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan bentuk penyajian dan analisis data secara deskriptif. Adapun metode yang dilakukan dalam mendesain bangunan yaitu metode perancangan arsitektur. Metode ini dilakukan dengan menganalisis data yang telah didapatkan melalui pengumpulan data yang kemudian menjadi dasar analisa atau ide dalam perancangan arsitektur. Hasil dari studi ini adalah Redesain Masjid Agung Darussalam dengan pendekatan arsitektur hijau di kota Palu yang dapat mewadahi 12.000 jamaah dengan tiga fungsi utama yaitu tempat ibadah (ruang shalat yang terpisah antara jamaah pria, wanita dan difabel), edukasi (Pendidikan Islam) dan sosial masyarakat khususnya umat islam di kota Palu. Bangunan masjid menerapkan konsep arsitektur hijau yang hemat energi ( intelegent lighting system, Penggunakan lampu Light Emitting Diode (LED), Water recycling system dan Solar rooftop), Working with climate (Memanfa Menggunakan vegetasi dan air sebagai pengatur suhu dan memanfaatkan air hujan), Recpect for site (Menanggapi keadaan tapak pada bangunan), Respect for use (Memperhatikan pengguna bangunan), dan Limitting new resources (bangunan masjid menggunakan material alami yang mudah dijangkau, seperti batu bata dan grass blok di area parkir yang dapat menyerap air).
Perancangan Pet Center Di Kota Bengkulu Ramayani, Sari; Panji Anom Ramawangsa; Mohammad Nur Dita Nugroho
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 17 No 2 (2023): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v17i2 September.92

Abstract

Memelihara hewan bukan hanya menjadi sekadar hobi, namun hewan peliharaan itu sendiri sudah dianggap sebagai teman dan keluarga. Ada banyak faktor dalam memelihara hewan peliharaan sehingga menjadi suatu Tren yang semakin populer di Indonesia menjadikan pasar hewan peliharaan juga terus berkembang. Pencinta hewan di Kota Bengkulu membutuhkan tempat khusus untuk hewan peliharaannya, namun belum adanya tempat yang memenuhi kebutuhan dan pelayanan hewan peliharaan dengan lengkap dalam satu bangunan di Kota Bengkulu. Dari isu permasalahn tersebut, maka perancangan yang digunakan adalah perancangan Pet center. Pet center merupakan suatu tempat yang menyediakan segala macam yang berkaitan dengan hewan peliharaan mulai dari perlengkapan dan kebutuhan hewan, perawatan hewan, kesehatan hewan dalam satu tempat atau bangunan. Motode perancangan yang digunakan yaitu pengumpulan data primer dan sekunder, melakukan berbagai analisa secara sistematis, sehingga menghasilkan luaran berupa gambar desain yang sesuai dengan perancangan bangunan.
Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pulo Dua Kecamatan Balantak Utara Kabupaten Banggai Atisina, Mardianto J.; Budianta, Aziz
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 17 No 2 (2023): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v17i2 September.93

Abstract

Pariwisata mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan Indo-nesia khususnya sebagai penyumbang devisa negara selain sektor migas. Kota Luwuk memiliki beraneka ragam potensi wisata bahari yang tersebar dan dikembangkan se-bagai objek wisata rekreasi.Salah satu objek wisata yang ditawarkan sebagai tempat berekreasi adalah wisata Pulo Dua di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai. Kurangnya Perhatian Pemerintah dalam rangka mewujudkan arahan pengembangan kawasan wisata Pulo Dua menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Diketahuinya berbagai potensi alamiah maupun buatan dan ter-susunnya peta kawasan objek wisata Pulo Dua; (2) Diketahuinya kelayakan kawasan wisata Pulo Dua ditinjau menggunakan pendekatan kriteria kelayakan James Spillane (1989); (3) Diketahuinya ketersediaan prasarana dan sarana penunjang wisata; (4) Terumuskannya strategi pengembangan kawasan wisata Pulo Dua sebagai wisata baha-ri, pesisir, dan pulau-pulau kecil; (5) Tersusunnya rekomendasi arahan kebijakan penghembangan kawasan wisata Pulo Dua sebagai kawasan wisata bahari, pesisir, dan pulau-pulau kecil. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT (strength,weakness, Opportunity, threatment). Data-data dikumpulkan melalui hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan Pemetaan. Penelitian ini berakhir dengan menemukan konklusi berupa analisis SWOT yang berada di kuadran II sehingga strategi yang diterapkan adalah strategi ST yaitu pengembangan yang mengoptimalkan manajemen pemasaran berbasis kearifan lokal
Analisis Komparatif Penggunaan Drywall Partition Dibandingkan Dinding Bata Dalam Pembatas Ruangan Pada Bangunan Apartemen Wiraguna, Sidi Ahyar
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 18 No 1 (2024): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v18i1.141

Abstract

This research aims to analyze the comparison of the use of Drywall partition with conventional brick wall as room divider in apartment, focusing on efficiency, acoustic effectiveness, and structural load. The research method used is comparative with a quantitative approach, collecting data through surveys on apartment buildings that use both types of walls. The analysis was carried out through a comparison of costs, processing time, acoustic performance, and influence on structural loads. The results showed that the use of drywall partition provided significant advantages in terms of speed and cost reduction. Drywall partition is proven to be lighter in weight, reduces the structural load of the building, and speeds up the construction process. In terms of acoustics, drywall with proper insulation can match or even surpass the performance of brick walls in terms of soundproofing. The discussion also involves consideration of the sustainability and environmental impact of both materials. The conclusion of this research is that drywall partitions offer an efficient and effective alternative to room dividers in apartments, with the added benefits of easy installation and good acoustic performance. This research provides new insights for developers and architects in selecting optimal construction materials. Recommendations for future research include a deeper analysis of sustainability aspects and the choice of insulation materials to improve the acoustic performance of drywall.
Kajian Persepsi Pengguna Terhadap Tingkat Walkability Jalur Pejalan Kaki Pada Koridor Jalan A.Yani Surabaya Untuk Mendukung Sistem Transportasi Berkelanjutan Etty Agustin; Happy Ratna; Bambang Soemardiono
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.150

Abstract

Tingkat walkability pada jalur pejalan kaki terkait dengan tingkat kelayakan dan kapabilitas jalur pejalan kaki untuk dilalui oleh penggunanya dalam rangka membentuk lingkungan jalan yang ramah pejalan kaki (walkable). Peran penting koridor jalan A.Yani Surabaya sebagai koridor komersial dan sekaligus sebagai jalur arteri primer, menuntut adanya fasilitas yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki untuk melakukan aktivitasnya pada jalur jalan arteri dengan volume dan kecepatan lalu lintas kendaraan bermotor yang cukup tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian terhadap tingkat walkability jalur pejalan kaki yang ada dengan melibatkan persepsi masyarakat sebagai pengguna. Dengan demikian dapat diketahui permasalahan pokok pada jalur pejalan kaki yang ada, sebagai dasar acuan bagi peningkatan kualitas lingkungan jalan yang berorientasi pada pejalan kaki sebagai faktor penting dalam konsep “Sustainable Transport”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan teknik analisa deskriptif kuantitatif terhadap data persepsi responden yang berupa skala pengukuran rating scale. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa arahan bagi peningkatan kualitas walkability jalur pejalan kaki pada koridor jalan A.Yani berdasarkan permasalahan pokok yang ada, serta kriteria penting yang perlu dipertimbangkan di dalam peningkatan desain jalur pejalan kaki pada tahap selanjutnya.
Pergeseran Desain Konstruksi Lantai Panggung Dalam Perkembangan Arsitektur Nusantara Puteri Fitriaty
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.151

Abstract

Konstruksi lantai panggung merupakan identitas sekaligus elemen yang paling penting dari arsitektur vernakular di Indonesia. Konstruksi panggung melibatkan berbagai macam isyu, seperti: ventilasi, kenyamanan termal, keamanan dan keselamatan. Selain itu konstruksi lantai panggung juga melibatkan aspek sosial-budaya penghuni yang telah tercipta selama beratus tahun yang lalu.Namun elemen penting ini menghilang dari ekspresi wajah rumah tinggal modern yang dibangun beberapa dekade terakhir di Indonesia. Hilangnya elemen penting dari identitas arsitektur nusantara tersebut patut untuk ditelusuri melalui perkembangan dan pergeseran desain arsitektur di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyebab terputusnya penerapan elemen konstruksi panggung dalam desain rumah yang ada di Indonesia, serta kapan hal tersebut mulai berlangsung. Studi dilakukan dengan penelusuran sejarah dan perkembangan bentuk arsitektur rumah di Indonesia sejak munculnya arsitektur vernakular hingga arsitektur modern yang ada saat ini. Hasil studi mengindikasikan bahwa hilangnya konstruksi panggung dari desain rumah tropis di nusantara dimulai saat periode pendudukan Belanda yang membawa teknologi dan desain rumah yang baru dari negara asalnya. Perubahan kebutuhan, keinginan, preferensi dan harapan dari penduduk asli dalam era modern juga merupakan faktor penting dalam proses ini.
Model Penataan Lingkungan Dusun Vatutela Dengan Pendekatan Iklim Dan Morfologi Lahan Andi Jiba Rifai Bassaleng; Iwan Setiawan Basri; Nur Rahmanina Burhany
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.152

Abstract

Dusun Vatutela merupakan permukiman masyarakat asli suku Kaili yang berada di kota Palu, terletak diperbukitan kelurahan Tondo. Topografi Dusun Vatutela berupa daerah lerengan dan hanya memiliki satu jalan yang menjadi akses utama kedalam dusun tersebut. Karakteristik lingkungan tempat bermukim yang khas menuntut pertimbangan disain yang khusus agar tercipta harmonisasi antara hunian dengan lingkungannya dan memenuhi aspek kenyamanan dan kesehatan. Hunian di permukiman ini umumnya dibangun secara mandiri oleh penghuninya sendiri, sehingga dibangun seadanya sesuai dengan kemampuan mereka dan tanpa pertimbangan kesehatan maupun kaidah-kaidah perancangan arsitektur bangunan. Hal tersebut mengakibatkan hunian mereka umumnya memiliki tingkat kesehatan yang rendah dan tidak harmonis dengan lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan solusi yang tepat untuk mengelolah lingkungan permukiman dan menemukan model desain rumah sehat sederhana yang mengunakan konsep harmonisasi dengan karakter lingkungan dan iklim mikro untuk masyarakat kurang mampu di dusun Vatutela dan mempertimbangkan kearifan lingkungan serta merencanakan rumah yang memenuhi standart rumah sehat dari standart penghawaan, dalam hal ini adalah studi efek penghawaan bagi kesehatan fisik dan kenyamanan visual. Diharapkan hasil penelitian ini mampu memberi pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat Vatutela agar membangunan hunian, mereka dapat mempertimbangkan standart desain. Menurut standard baku peraturan bangunan Indonesia, luas bukaan sebaiknya dapat mendistribusi udara segar kedalam bangunan sekitar 1 – 5 ACH, hal tersebut ditetapkan mempertimbangkan aspek kesehatan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan studi lapangan. Studi lapangan dilakukan untuk merekam temperatur, kelembabah udara, curah hujan, kecepatan dan arah angin pada lokasi penelitian. Hasil Studi lapangan memperlihatkan bahwa hasil yang cukup potensial untuk dilakukan modifikasi penataan lingkungan yang dapat menawarkan sebuah desain lingkungan permukiman yang harmonis dengan iklim dan morfologi lahan serta konsep kawasan yang nyaman sehat dan asri.
Strategi Desain Ruang Publik Sebagai Alternatif Penanganan Konflik Pada Pemanfataan Ruang Pesisir Teluk Palu Fuad Zubaidi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.153

Abstract

Merancang dan menata ruang publik kota sebagai pusat aktivitas masyarakat, memerlukan kerangka konseptual yang integratif dengan pendekatan hubungan perilaku dan lingkungan. Beberapa kasus terbukti, bahwa ruang publik akhirnya menjadi ruang mati, terdistorsi karena bertumpuk-tumpuknya fungsi dan menyebabkan terjadinya konflik pemanfaatan ruang. Untuk mengatasi persoalan tersebut ada beberapa aspek yang dapat digunakan dalam pengembangan ruang publik, yaitu mengembangkan strategi konsep pengembangan ruang terbuka yang humanist, pengembangan peraturan dalam ruang publik, pengembangan pemaknaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan utama pembahasan ini adalah mengembangkan konsep penataan ruang publik yang berdasarkan studi perilaku guna memberikan hak atas ruang bagi pengguna publik ruang baik pengunjung serta pejalan kaki dan menjamin terpenuhinya kebutuhan fisiologis di dalam ruang tersebut untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, kesenangan, kesinambungan, kelengkapan ,daya tarik dan yang terpenting adalah untuk menghindari konflik pemanfaatan ruang. Penelitian dilakukan 2 (dua) tahap, yaitu mengembangkan konsep penataan ruang publik berbasis perilaku lingkungan yang menunjukkan adanya indikasi konflik penggunaan ruang dengan pembentukan teritori ruang (tahap I) dan mengembangkan strategi model penataan ruang publik (tahap II), selanjutnya melakukan sosialisasi dan mengembangkan strategi serta model perancangan ruang publik berupa guidelines acuan perancangan untuk di terapkan di ruang publik pada lokasi penelitian dan beberapa ruang publik kota lainnya.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (Sig) Dalam Evaluasi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Andi Chairul Achsan
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.156

Abstract

A method that can map information about spatial use and plan is needed to measure the suitable rate of spatial use and spatial plan. One of the methods that can be employed to evaluate their suitable rate was geographic information systems (GIS). In this method, spatial use can be identified, and deep analysis can be established to compare the suitability between spatial use and spatial plan. The evaluation started from confirming information about spatial use through GIS method by obtaining existing satellite image data processing, followed by overlaying or coorporating map of existing spatial use with map of spatial plan area. By doing this, the suitable rate of spatial use and spatial plan can be established.
Penataan Bantaran Sungai Kalimas Surabaya Melalui Pendekatan Sustainable Urban River Intan Kusumaningayu; Bambang Soemardiono; Purwanita Setijanti
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.157

Abstract

Penataan bantaran sungai Kalimas Surabaya sebagai telah menjadi perhatian pemerintah akhir-akhir ini. Dapat dilihat dengan adanya penataan pada spot-spot tertentu yang berupa taman dan area rekreasi di beberapa penggal sungai. Namun penataan tersebut terlihat belum merata dan menyeluruh. Pendekatan sustainable urban river menawarkan pengembangan kawasan bantaran sungai dengan satu konsep penataan yang terintegrasi sehingga kawasan tersebut tidak hanya menarik untuk dilihat tetapi juga dapat memberikan wadah bagi masyarakat untuk bersosialisasi. Proses analisa diawali dengan melakukan identifikasi kawasan studi, untuk menemukan potensi yang dapat dikembangkan, dengan menggunakan teknik walkthrough analysis dan wawancara terstruktur. Kemudian dilanjutkan dengan penentuan kriteria dan konsep penataan kawasan bantaran sungai yang sustainable. Konsep penataan dan arahan desain yang dihasilkan oleh penelitian ini, mengacu pada aspek-aspek penataan sustainable urban river, mencakup perbaikan kualitas lingkungan, desain lansekap, pembentukan kualitas visual, dan konektivitas lahan dengan konteks lingkungan sekitar. Disamping itu juga memperhatikan keterhubungan secara holistik, mencakup komposisi yang estetis, serta keragaman dan keunikan elemen lansekap. Hasil akhir penelitian berupa perwujudan linkage visual melalui penataan elemen vegetasi, elemen perkerasan, street furniture, dan elemen fisik sebagai identitas yang dapat meningkatkan aspek ekologi, estetika, keamanan, kenyamanan dan kesehatan, sesuai dengan karakter lingkungan, serta mampu mewadahi aktivitas pengguna.

Page 5 of 13 | Total Record : 123