cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 973 Documents
PENGARUH PENERAPAN SISTEM BLOK TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DI UNIVERSITAS KRISTEN TEKNOLOGI SOLO Fransiska Putri Oktavia; Sri Wening
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem blok terhadap hasil belajar mahasiswa di Universitas Kristen Teknologi Solo. Sistem blok merupakan model pembelajaran yang mengonsentrasikan satu mata kuliah dalam periode tertentu dengan intensitas tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan fokus dan pemahaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada 32 mahasiswa semester VII dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem blok berada pada kategori cukup baik hingga baik, sedangkan hasil belajar mahasiswa berada pada kategori sedang hingga tinggi. Secara deskriptif, terdapat kecenderungan hubungan positif antara penerapan sistem blok dengan hasil belajar mahasiswa. Faktor metode pembelajaran, manajemen waktu, dan strategi pengajaran dosen menjadi aspek penting yang memengaruhi efektivitas sistem ini. Dengan demikian, sistem blok dapat memberikan dampak positif terhadap hasil belajar apabila didukung oleh perencanaan yang matang, metode pembelajaran yang variatif, serta pengelolaan beban kognitif yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan sistem pembelajaran yang lebih efektif di perguruan tinggi.
STRATEGI SEKOLAH DASAR DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN MASYARAKAT Apriliani, Apriliani; Elsa, Elsa; Fahmiya Ilma Nafiah; Iin Seri Handayani; Riska Afini; Rusmilawati, Rusmilawati; Suhaimi, Suhaimi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9616

Abstract

Kepercayaan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada tingkat sekolah dasar. Sekolah yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi dari masyarakat cenderung memperoleh dukungan yang lebih besar dalam bentuk partisipasi, kerja sama, dan keterlibatan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat dilakukan sekolah dasar dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui kajian pustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku dan publikasi akademik yang relevan dengan topik hubungan sekolah dan masyarakat. Data dianalisis menggunakan teknis analisis deskriptif kualitatif dengan cara mengidentifikasi, mengelompokkan, dan membandingkan berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercyaan masyarakat dapar dibangun melalui peningkatan kualitas pendidikan, profesionalitas guru, komunikasi yang efektif, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sekolah, pengelolaan humas yang baik, serta transparasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah. Strategi tersebut dapat memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat sehingga mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.
Analysis of Trends and Risk Factors for Food Poisoning in Indonesia, 2022–2024 Eka Wijayanti
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9622

Abstract

Food poisoning remains as serious public health issue in Indonesia, in addition to its health impacts, food poisoning also imposes an economic burden due to rising medical costs and decreased community productivity. This study aims to analyze trends in food poisoning cases and identify risk factors contributing to these incidents in Indonesia during the years 2022-2024. The study employed a quantitative descriptive design using secondary data sourced from reports by the Center for Drug and Food Policy Analysis of the Indonesian Food and Drug Supervisor Agency (PUSAKOM BPOM RI). Analysis was conducted using trend analysis, descriptive epidemiology, and bivariate and multivariate analysis to determine associated and dominant factors. The results indicate that food poisoning trends are fluctuating, with a significant increase in 2023 and a decrease in 2024, although the number of cases remains higher than in 2022. The distribution of cases indicates that regions with high population density, such as Jakarta, East Java, and West Jawa, tend to have a higher number of cases, which is associated with inadequate sanitation facilities. Risk factor analysis indicates that the food poisoning is influenced by various dynamic factors, with age being a relatively consistent influencing factor. Younger age groups tend to face a higher risk, influenced by consumption behaviors and low adherence to food safety principles. Therefore, strengthening education on Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), enhancing food safety oversight, and reinforcing surveillance systems are crucial steps in supporting food poisoning prevention efforts in Indonesia.
Penerapan Handout Digital Pada Elemen Dasar Konstruksi Bangunan Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Jurusan Dpib Kelas X SMK Negeri 1 Kemlagi Ulhaq, Naufal Dhiya; Soeparno Soeparno
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9724

Abstract

This research aims to determine: (1) the implementation of the direct learning model assisted by digital handout teaching materials; (2) the difference in learning outcomes between students who use the direct learning model assisted by digital handouts and students who use the direct learning model without digital handouts. The type of research used in this study is Quasi-Experimental Design employing experimental and control groups with a quantitative approach. The instruments used in this study are pre-test, post-test, and validation questionnaires to assess the feasibility of digital handouts through expert validation. The research results obtained that: (1) The average percentage of implementation in the teacher domain and student domain from 2 meetings was 87%. This value falls within the interval of 76% - 100% with a very good interpretation. This indicates that the percentage of implementation of the use of digital handout teaching materials was well executed with a percentage result of >75%. (2). The results of the independent t-test analysis in this study showed a Sig. (2-tailed) value of <0.001, which is less than 0.05, meaning that Ho is rejected and Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a very significant difference between the posttest learning outcomes of the experimental class students and the control class students. This test result is supported by the difference in the average percentage increase between the experimental class and the control class, where the average percentage value of the experimental class (115.89%) is greater than the average percentage value of the control class (99.73%).
A Semantic Analysis of Denotative and Connotative Meanings in the Song “Firework” by Katy Perry Yolanda Jesica Sitanggang; Bernieke Anggita Ristia Damanik
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9742

Abstract

This study investigates the denotative and connotative meanings in the lyrics of Katy Perry’s Firework to reveal how language constructs motivational and symbolic messages. Using a descriptive qualitative method, selected lexical items, phrases, and clauses were analyzed to identify literal meanings and their associative expansions. The results show a semantic trajectory from vulnerability, fragility, and emotional pressure toward self-empowerment, inner potential, and confident self-expression. Words such as plastic bag, paper thin, and house of cards denote fragility but symbolize emotional weakness, while spark, ignite, shine, and firework convey empowerment and individuality. These findings highlight the role of lyrics as a meaningful medium for emotional engagement and personal reflection, emphasizing the significance of semantic analysis in understanding how language shapes listeners’ psychological and symbolic experiences.
Gambaran Surveilans Campak di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya Tahun 2026 ‘Ula, Nasfa Sabilatul; Ramadanti, Asma Nadia; Nurismaniar, Isma; Nurrobbani, Naila; Nurani, Ratna; Fitri, Gita Nur; Yutanti, Wulan Tri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9771

Abstract

Campak merupakan penyakit infeksi dengan tingkat penularan tinggi yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan cakupan imunisasi yang belum optimal. Pada periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 18 kasus campak di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya, sehingga diperlukan penguatan sistem surveilans epidemiologi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan surveilans campak di tingkat pelayanan kesehatan primer. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sistem yang mencakup komponen input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan surveilans telah berjalan sesuai dengan pedoman yang berlaku serta didukung oleh ketersediaan sumber daya, sarana prasarana, dan kebijakan, meskipun masih diperlukan optimalisasi dalam distribusi beban kerja. Kegiatan surveilans meliputi pengumpulan data, penyelidikan epidemiologi, analisis menggunakan SKDR, serta pelaporan yang dilakukan secara terstruktur. Upaya peningkatan kapasitas petugas, penyediaan sarana prasarana, dan penguatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas surveilans.
PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI Alycya Syahira Hanafi; Laras Nata Negara; Zahra Bintang Dewi Sartika
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9783

Abstract

Pendidikan anti-korupsi memegang peranan penting dalam mencegah tindak pidana korupsi di sektor pendidikan. Artikel ini mengkaji bagaimana pendidikan anti-korupsi dapat membentuk karakter dan kesadaran hukum sejak dini untuk menekan praktik korupsi dalam dunia pendidikan. Selain itu, peran lembaga pendidikan dan regulasi pendukung turut dianalisis sebagai bagian dari upaya pencegahan yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai anti-korupsi dalam kurikulum dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan anti-korupsi. Namun, tantangan seperti budaya permisif dan keterbatasan pengawasan masih menjadi hambatan yang perlu diatasi secara bersama-sama. Studi ini memberikan rekomendasi strategi penguatan pendidikan anti-korupsi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan transparan
PENCEGAHAN KORUPSI SEJAK DINI: PANDANGAN GURU TENTANG PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Edlin Zhafira Yasmine; Maura Djazmine Arriedo; M. Fauzan Akbar
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9784

Abstract

Korupsi merupakan salah satu masalah serius yang dapat merusak kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan suatu negara. Oleh karena itu, upaya pencegahan korupsi perlu dilakukan sejak dini melalui pendidikan, salah satunya di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pendidikan anti korupsi serta memahami peran guru dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data dari pandangan guru sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan kepada siswa melalui proses pembelajaran maupun contoh perilaku sehari-hari di sekolah. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan materi pembelajaran tentang anti korupsi, kurangnya pelatihan bagi guru, serta pengaruh lingkungan di luar sekolah yang kurang mendukung penerapan nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat agar pendidikan anti korupsi dapat diterapkan secara lebih efektif sejak dini.
PERANAN KEPOLISIAN DALAM MENCEGAH DAN MEMBERANTAS TINDAK PIDANA KORUPSI DI INDONESIA Muhammad Hazwi Yarus; Muhammad Iqbal Alkausar Gusmar; Dennish Rizkitanando Litelnoni
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9785

Abstract

Korupsi merupakan salah satu kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang memberikan dampak signifikan terhadap kerugian keuangan negara serta melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kepolisian sebagai aparat penegak hukum memiliki peran strategis dalam mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui pendekatan preventif dan represif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Kepolisian dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepolisian memiliki peran penting dalam tahap penyelidikan dan penyidikan serta dalam upaya pencegahan melalui edukasi hukum kepada masyarakat. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, kompleksitas kasus, serta intervensi dari pihak tertentu. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan serta peningkatan koordinasi antar lembaga penegak hukum agar pemberantasan korupsi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
KONTRIBUSI MAHASISWA DALAM MEMBANGUN BUDAYA ANTI KORUPSI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT Irzi Atarr Denanta; Muhammad Raehan Al Fazri Yasin
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9786

Abstract

Corruption is a complex problem that has a negative impact on various aspects of national and public life. Building an anti-corruption culture becomes very important to address this issue. Students, as agents of change and young intellectuals, have a strategic role in this effort. This research aims to identify and analyze the contribution of students in building an anti-corruption culture within the community, including forms of concrete contributions, as well as the obstacles faced and efforts to overcome them. The research method used is a qualitative approach with data collection through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The research results show that students contribute through community education, social campaigns, and social oversight. Forms of tangible contributions include anti-corruption socialization, organizational/community activities, and utilization of social media. The obstacles faced include lack of public awareness, limited support, and environmental factors. Efforts to overcome these obstacles include increasing education, collaboration with relevant institutions, and innovation in student programs. It is concluded that the active role of students is very important in fostering an anti-corruption culture in society.