cover
Contact Name
Nurul Wakia
Contact Email
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282196614501
Journal Mail Official
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Kampus 2
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak
ISSN : 27467082     EISSN : 27467090     DOI : 10.24252/hisabuna
This journal is to develop academic insights in the field of phalactic science that integrates religion and science as well as related sciences in order to advance science. The scope of the journal is as follows: - Beginning of the Kamariah Month - Prayer Time - Qibla Direction - Eclipse - Astronomy
Articles 137 Documents
Uji Akurasi Pengukuran Arah Kiblat Masjid Di Kecamatan Panakukang Kota Makassar Musdalifah, Zahra Ridha Magfirah SR; Maloko, Thahir; Irfan
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i2.38809

Abstract

This study aims to find out how the results of calculating the Qibla direction of the mosque and the accuracy of the Qibla direction of the mosque using the Qibla Tracker, Qibla Arc, and Google Earth instruments. The type of research used is field research which is descriptive qualitative in nature. This study uses an astronomical and syar'i approach. Source of data in this study from primary data and secondary data. Data processing techniques and data analysis in the form of data reduction, data presentation, inference, and verification as well as the final conclusion. The results of the study found that 5 out of the 13 mosques in this study still had an inaccurate Qibla or did not face the true Qibla. Qibla tracker and protractor methods get the same results as the google earth method. The implication of this research is that it is hoped that the local government, especially the KUA, will re-verify the Qibla direction of the mosque in order to correct the deviation that has occurred. In addition, it is necessary to socialize the accuracy of the Qibla direction to the community and provide a basic understanding to the community regarding the importance of the Qibla direction in carrying out worship, as well as the instruments used in determining the Qibla direction. Keywords : Accuracy, Qibla Direction, MosqueThis study aims to find out how the results of calculating the Qibla direction of the mosque and the accuracy of the Qibla direction of the mosque using the Qibla Tracker, Qibla Arc, and Google Earth instruments. The type of research used is field research which is descriptive qualitative in nature. This study uses an astronomical and syar'i approach. Source of data in this study from primary data and secondary data. Data processing techniques and data analysis in the form of data reduction, data presentation, inference, and verification as well as the final conclusion. The results of the study found that 5 out of the 13 mosques in this study still had an inaccurate Qibla or did not face the true Qibla. Qibla tracker and protractor methods get the same results as the google earth method. The implication of this research is that it is hoped that the local government, especially the KUA, will re-verify the Qibla direction of the mosque in order to correct the deviation that has occurred. In addition, it is necessary to socialize the accuracy of the Qibla direction to the community and provide a basic understanding to the community regarding the importance of the Qibla direction in carrying out worship, as well as the instruments used in determining the Qibla direction.Keywords : Accuracy, Qibla Direction, Mosque
Eksistensi Planetarium El Hilal sebagai Penunjang Pendidikan dan Praktik Falak di UIN Alauddin Makassar Sitti Raodatul Jannah; Wakia, Nurul; Sabriadi HR
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i1.40194

Abstract

Keberadaan planetarium El Hilal menjadi landasan pemikiran Islam yang sangat penting untuk jadikan pusat kajian Islam dalam meningkatkan pengetahuan Ilmu Falak, di UIN Alauddin Makassar masih sangat kurang, sehingga dengan adanya planetarium ini bisa memberikan pendidikan formal secara interaktif dan bisa dijadikan objek edukasi bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar dan mahasiswa dari universitas lain. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian lapangan, dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: pendekatan yuridis formal, dan pendekatan astronomis. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar. sedangkan sumber data skunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan tulisan ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan urgensi Planetarium El Hilal berfungsi sebagai media pengembangan ilmu falak, tempat ruang belajar, tempat untuk observasi benda-benda langit dan dijadikan tempat diskusi ilmiah tentang alam semesta. Keberadaannya sangat menguntungkan dan strategis bagi para mahasiswa Ilmu Falak sedangkan menurut beberapa mahasiswa mengatakan keberadaan planetarium tidak terlalu umum dan belum efektif karena masih di jadikan ruang untuk belajar dan praktik. Prospek pengembangan dalam dunia pendidikan, Planetarium El Hilal kedepannya dapat menjadi sarana eduwisata bagi masyarakat umum, tempat penelitian atau pengamatan bagi mahasiswa ilmu, dijadikan sarana hiburan bagi masyarakat umum. Prospek pengembangan dalam instrumen Planetarium El Hilal diharapkan memiliki kubah atau dome, ruangan yang dikembangkan menjadi lebih luas seperti auditorium, mempunyai proyektor, dan kedepannya Planetarium El Hilalmemiliki instrumen yang nyaman bagi pengunjung seperti tempat duduk/sofa yang canggih dan berkualitas dan instrumen-instrumen lainnya dapat diperbarui.Implikasi dalam penelitian Planetarium El Hilal harus lebih aktif menjalankan kegiatan dan mengembangkan perannya dalam pendidikan dan praktik falak di UIN Alauddin Makassar, terlebih planetarium seperti ini baru ada di wilayah Indonesia Timur, serta kedepannya instrumen dan infrasturukturnya lebih dikembangkan menjadi teknologi yang canggih.
Uji Akurasi Arah Kiblat Masjid dan Makam di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba sulastri; Supardin; Cahyani, Intan
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i1.40481

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penentuan arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba dan hasil uji akurasi arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi terkait bagaimana tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang arah kiblat masjid dan makam serta menerapkan metode falak dalam menentukan arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba hingga dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya penentuan arah kiblat masjid dan makam di kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian field research dengan meggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dari masyarakat. Teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui berbagai data primer dan data sekunder. Peneliti ini mengambil objek 5 masjid dan 2 makam sebagai sampel untuk menentukan arah kiblatnya. Hasil dalam penelitian ini ada beberapa masjid yang melenceng dan ada juga sudah akurat begitupun makam yang mengalami kemelencengan. Jadi, perlu sosialisasi dari pemerintah khususnya Kementrian Agama untuk mengadakan uji akurasi arah kiblat masjid dan makam di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba, terkhususnya tokoh agama dan masyarakat untuk memahami tentang arah kiblat dan makam. Sehingga kedepannya bisa mengetahui arah kiblat masid dan makam yang sebenarnya. Implikasi dari penelitian ini adalah peneliti berharap bahwa proses pengukuran arah kiblat di Kecamatan Bontotiro tetap berlanjut meskipun diluar proses penelitian ini, sehingga bisa di adakannya gerakan akurasi arah kiblat masjid dan makam agar dapat mengedukasi masyarakat terkait pentingnya arah kiblat. Serta peneliti berharap kedepannya pemerintah setempat masyarakat dan tokoh agama yang berada di Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba bersama mahasiswa ilmu falak agar kiranya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami terkait arah kiblat yang sebenarnya.
Efektivitas Hisab Rashdul Kiblat Harian dalam Penentuan Arah Kiblat Masjid dan Musholla di Kelurahan Samata Sri Wahyuni; Latuconsina, Mahyuddin; Mustafa, Adriana
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i1.40564

Abstract

Rashdul kiblat harian menjadi salah satu penentuan arah kiblat yang akurat karena metode ini berpedoman pada matahari dan metode penentuannya termasuk yang akurat. Jenis penelitian ini termasuk peneltian lapangan (field reseach) dengan pendekatan penelitian yang digunakan yaitu normatif syar’i, sosiologis, dan astronomis, Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang difokuskan kepada imam masjid, pengurus masjid serta guru sekolah dan sumber data sekunder, selanjunya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi atau pengamatan, wawancara atau interview, dan dokumentasi baik berupa buku, jurnal, website dan berbagai tulisan- tulisan yang berkaitan dengan penelitian. Lalu, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan yaitu reduksi, penyajian data dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hisab rashdul kiblat harian yang dilakukan selama sepuluh hari mengalami selisih kurang lebih empat menit dan hasil akurasi dari hisab rashdul kiblat harian di kelurahan Samata dilakukan pengukuran sebanyak sembilan masjid dan 1 musholla yaitu terdapat lima masjid yang mengalami kemelencegan dan 4 masjid sudah sesuai, sementara musholla juga sudah sesuai dengan kiblat Sulawesi Selatan yaitu 292o. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan menjadi informasi dan referensi terkait hisab rashdul kiblat harian dalam penentuan arah kiblat meskipun menggunakan alat yang sederhana tetapi tingkat keakuratnnya sangat baik dalam penentuan arah kiblat dan diharapakan mahasiswa dapat berperan penting dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang arah kiblat khususnya hisab rashdul kiblat harian.
Respon Masyarakat Terhadap Perubahan Arah Kiblat Kaleleng Desa Saotengnga Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai Asdar, Tenri Zaja; Amir, Rahma; Rahmatiah HL
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i2.40599

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana respon masyarakat terhadap perubahan arah kiblat Masjid Nurul Ittihad Kaleleng desa Saotengnga kecamatan Sinjai tengah kabupaten Sinjai. Penelitian ini merupakan sebuah studi lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif dan melibatkan disiplin ilmu syar’i dan yuridis sosiologi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon masyarakat terhadap perubahan arah kiblat. Penelitian ini melibatkan 5 (lima) Masyarakat. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan respon masyarakat terhahap perubahan arah kiblat Masjid Nurul Ittihad Kaleleng desa Saotengnga kecamatan Sinjai tengah kabupaten Sinjai cukup baik, Respon masyarakat terhadap perubahan arah kiblat beranggapan bahwa arah kiblat merupakan arah ka’bah jadi ketika salat wajib menghadap ke kiblat (ka’bah) baik pada saat melakukan salat wajib maupun salat sunnah. Implikasi penelitiannya yaitu Kementerian Agama sebagai pemerintah yang punya tugas dan wewenang diharapkan untuk mengadakan kembali sosialisasi dan penyuluhan pada desa-desa, serta diharapkan Kepada pengurus Masjid setempat agar lebih memperhatikan arah kiblat.
PERAN PENGADILAN AGAMA DALAM PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA Andi Muhammad Sofyan; Daeng Mapuna, Hadi; Syukur Abu Bakar, Abd
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i1.40612

Abstract

Abstrak Pokok masalah penelitian ini yaitu bagaimana peran Pengadilan Agama dalam penentuan awal bulan kamariah di Indonesia. Adapun sub pokok masalah penelitian ini adalah: Bagaimana mekanisme penentuan awal bulan kamariah oleh Pengadilan Agama dan bagaimana peraturan yang mengatur peran Pengadilan Agama dalam penentuan awal bulan kamariah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) yang bersifat kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Pengadilan Agama berperan dalam menetapkan hasil rukyat hilal dalam penentuan awal bulan kamariah melalui pelaksanaan sidang isbat rukyatul hilal. berdasarkan surat Ketetapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: KMA/095/X/2006 tentang Penetapan Izin Sidang Isbat Kesaksian Rukyat Hilal dengan Hakim Tunggal kepada Mahkamah Syar’iyah untuk wilayah Nanggroe Aceh Darussalam dan untuk seluruh Pengadilan Agama di Indonesia. Pengadilan Agama diberi kewenangan untuk memberikan isbat kesaksian rukyat hilal sebagaimana ketentuan dalam Pasal 52A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Peradilan Agama yang menyebutkan: “Pengadilan Agama memberikan isbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan pada tahun Hijriyah”. Implikasi dari penelitian ini ialah diharapkan kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama mampu menyelesaikan perkara perbedaan penentuan bulan kamariah terutama awal bulan Ramadan, Syawal (Idul Fitri) dan Zulhijjah (Idul Adha) serta mampu menyatukan persepsi antar golongan yang berbeda pendapat terkait dengan penentuan awal bulan kamariah. Kata Kunci: Peran, Pengadilan Agama, Bulan Kamariah
Analisis Arah Mata Angin Pada Rumah Bugis dan Implikasinya Terhadap Ilmu Falak di Desa Talungeng Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone Azzahrah, Nur Fatimah; Wakia, Nurul; Usman
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i2.40653

Abstract

Penelitian ini membahas tentang arah mata angin pada rumah Bugis dan implikasinya terhadap Ilmu Falak di Desa Talungeng Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun metode pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa metodologi penentuan arah mata angin pada rumah Bugis di Desa Talungeng Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone yakni dengan melihat posisi matahari, dengan melihat tempat terbenam ataupun terbitnya matahari. Adapun implikasi penggunaan arah mata angin pada rumah bugis terhadap Ilmu Falak di Desa Talungeng Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone secara tidak langsung memiliki persamaan dengan Ilmu Falak sebagai suatu cabang ilmu yang berkaitan dengan benda-benda langit dalam menerapkan keilmuannya, salah satunya adalah penggunaan matahari sebagai metode yang digunakan oleh masyarakat Desa Talungeng dalam penentuan arah mata angin. Implikasi dari penelitian ini bahwa metodologi penentuan arah mata angin pada rumah Bugis menggunakan posisi terbit dan terbenamnya matahari sebagai salah satu metode dalam penentuan letak arah mata angin perlu untuk dilakukan penelitian lebih mendalam terkait dengan tingkat keakurasiannya dan juga penulis berharap agar tokoh agama ataupun mahasiswa Ilmu Falak itu sendiri dapat lebih memperhatikan dan melakukan sosialisasi terkait arah kiblat yang sebenarnya.
ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK: ARKEOASTRONOMI MASYARAKAT NELAYAN KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DALAM MENENTUKAN CUACA PERSFEKTIF ILMU FALAK Satria; Kiljamiawati; Aisyah, Nur
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i2.40705

Abstract

When doing their vocation as fisherman, the Selayar Islands Regency's fishing community draws on their predecessors' heritage. To decide whether to go to work or not, people look to natural occurrences such as the moon, constellations, the direction of the weather, and the cardinal directions. In fact, technology has advanced quickly in comparison to today, making it simpler for people to meet their needs, including assessing the weather and cardinal directions. This kind of study uses a qualitative field research methodology. The interview method (interview) and documentation method (documentation) are both used to acquire data. The data is descriptively evaluated, describing how constellations are used or utilized as natural occurrences. in the Selayar Islands Regency by fisherman, as well as the moon. This study examines how the fishing industry in the Selayar Islands Regency makes use of natural events to facilitate its operations. So how does the archaeoastronomy of the fishing community in the Selayar Islands Regency fare according to astronomical analysis? They can predict the weather by looking at the stars that show at morning or Crux is located in the constellation Bintoeng Sapo Salayya. So Ursa major is bintoeng purung-purung. The following are the research's ramifications: 1) There are now few persons in the Selayar Islands Regency who are familiar with using constellations to predict the weather and discern the cardinal directions. The fishing population in the Selayar Islands Regency should thus be taught the custom of using cardinal directions and predicting the weather using constellations and the moon, say researchers.before dawn, which helps them decide when to go for work. Additionally, the phenomenon can offer a suggestion for figuring out the cardinal directions. Bintoeng purung-purung, bintoeng Pattaungang, bintoeng sapo salayya, bintoeng pikka-pikka, and bintoeng tallu are the constellations that are employed. What they truly saw was bintoeng tallu, or the constellation Orion, according to astronomy. 2) Because understanding of constellations is still necessary for forecasting weather and cardinal directions, researchers expect that the fishing community in the Selayar Islands Regency will keep up and preserve this tradition. It is undeniable that modern technology, despite its sophistication, is not always reliable, particularly when it comes to forecasting the weather for fishing areas and the cardinal directions.
Uji Akurasi Pengukuran Arah Kiblat Masjid di Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Nur Adni Ramadhani; Aisyah, Nur; Amir, Rahma
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i1.40707

Abstract

Penentuan arah kiblat masjid di Kecamatan Bontomaranu Kabupaten Gowa menggunakan metode yang sederhana karena kurangya pemahaman masyarakat tentang penentuan arah kiblat bahkan masih diluar batas toleransi. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang menerapkan metode penelitian kualitatif, memakai pendekatan syar’i, astronomis dan sosiologi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui metode penentuan arah kiblat masjid di Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengukuran ulang terhadap posisi arah kiblat masjid tersebut dengan menggunakan beberapa metode, yakni Kiblat Tracker, Busur Derajat, Dioptra dan Google Earth. Peneliti melibatkan sembilan sebagai sampel dalam penentuan arah kiblat masjid. Hasil ini menunjukan bahwa tingkat akuarsi arah kiblat pada masjid di Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa masih mengalami beberapa kemelencengan dan beberapa yang sudah akurat. Oleh sebab itu, diharapkan Kementrian Agama selaku pihak yang berwenang dalam hal penentuan arah kiblat dapat memberikan pemahaman mengenai metode dalam penentuan arah kiblat terutama pada masjid-masjid tua yang rentan akan kemelencengan arah kiblat.
Analisis Teori Bumi Bulat Dan Pasang Surut Air Laut Dalam Pandangan Al-Kindi Perspektif Ilmu Falak Siti Ratdiyanti Amriana; Akmal, A. Muh.; Permana, Imam
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i2.40708

Abstract

Problematika konsep penciptaan bumi dan pengetahuan akan fenomena alam tentu membawa dampak bagi manusia. Al-Kindi menjadi salah satu ilmuwan muslim yang juga mengkaji fenomena tersebut. Hal ini dikarenakan terdapat hubungan. yang erat antara “kepastian” bentuk bumi pada proses peribadatan umat Islam, yaitu mengenai penentuan arah kiblat, yang di mana berkaitan dengan model perhitungan yang akan digunakan.. Jenis penelitian yang digunakan library research dengan pendekatan filosofis dan astronomi. Dilengkapi data primer dan data sekunder., Pengolahan dan analisis data, melalui proses pengeditan data, transformasi data serta penyajian data. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu al-Kindi mengatakan bahwa bumi terdiri dari unsur yang mempunyai berat yang beragam seperti tanah, air, udara, dan api sehingga bumi berbentuk spherical (bola), menjadi padat dan akhirnya mempunyai bobot (berat).. Al-Kindi mengatakan pasang surut terjadi akibat bulan dan matahari mempengaruhi air di muka bumi. Implikasi penelitian ini bahwa teori bentuk bumi dan fenomena alam banyak dikaji karena sangat berpengaruh dalam proses peribadatan umat manusia, terkhusus umat Islam.l