cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Proceedings Series of Educational Studies
ISSN : -     EISSN : 29872448     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
The proceedings series Proceedings of Educational Study Seriesaims to publish proceedings from conferences on the theories and methods in fields of education
Articles 696 Documents
Pendekatan Pembelajaran TPACK Menggunakan Tools Berbasis Artificial Intelligence (AI): Manfaat dan Tantangan Winarno Winarno; Heryanto S Auna; Sugiarni Sugiarni
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8551

Abstract

TPACK merupakan pendekatan pembelajaran tentang penggunaan alat teknologi yang sesuai untuk mengajarkan konten tertentu dengan menerapkan strategi pedagogis yang efektif. Secara khusus, tools berbasis AI bisa digunakan untuk membantu guru dalam mencapai pembelajaran agar lebih efektif, efisien dan memiliki daya tarik. Namun kenyataanya masih banyak guru yang belum memiliki pengetahuan dan memanfaatkan tools berbasis AI. Selain itu, ada kekhawatiran yang muncul tentang etika penggunaan AI dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) untuk menelusuri literatur-literatur dari 40 jurnal terindeks Scopus tentang pendekatan pembelajaran TPACK menggunakan tools berbasis AI kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan setidaknya ada tiga manfaat : 1) Virtual Assistant/ ChatGPT; 2) Personalized learning; dan 3) Pembelajaran Adaptif. Sedangkan tantanganya tentang etika, regulasi, pengembangan, dan pihak yang bertanggungjawab dalam mengatur kebijakan AI dalam pendidikan. Selain itu, AI belum sepenuhnya dimengerti oleh masyarakat, belum systematis dan kurang ilmiah. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengkaji dampak dan etika penggunaan tools berbasis AI dalam pendekatan pembelajaran TPACK
Tantangan dan Inovasi dalam Manajemen Kurikulum Abad ke-21 Salwani Ayu Lukmantya
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7905

Abstract

Abstract: This research aims to provide information to readers regarding challenges and innovations that need to be carried out in the 21st century. Innovation in curriculum management is the main key in facing the challenges of the 21st century. With innovation, curriculum management will have solutions or strategies in dealing with challenges which are increasingly developing and increasingly complex. The changing times make many things change as well, such as the needs of the job market and ncreasingly advanced technology. This study uses the method of literature study and meta-analysis through pre-existing articles and books. The results of the study show that the changing times make curriculum management have many new challenges and are more complex than before because of the different demands in each era. In the 21st century there are more demands on technological progress. Therefore curriculum management must be able to innovate so as not to be left behind by the times. One example of innovation that can be done is by adopting digital technology in curriculum management. This allows the curriculum to keep up with rapid technological developments and enables students to compete in the global arena.Keywords: curriuculum management; challenges; innovation; 21Abstrak: st century Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca terkait tantangan apa saja dan inovasi apa yang sekiranya perlu dilakukan pada abad ke-21. Inovasi dalam manajemen kurikulum menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Dengan adanya inovasi, maka manajemen kurikulum akan memiliki solusi atau strategi dalam menghadapi tantangan yang mana semakin hari semakin berkembang dan semakin kompleks. Perubahan zaman membuat banyak hal berubah pula, seperti kebutuhan pasar kerja dan teknologi yang semakin maju. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan meta analisis melalui artikel dan buku yang sudah ada sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan zaman ini membuat manajemen kurikulum memiliki banyak tantangan baru dan lebih kompleks dari sebelumnya karena tuntutan yang berbeda pula pada setiap zamannya. Pada abad ke-21 tuntutan lebih banyak kepada kemajuan teknologi. Oleh sebab itu manajemen kurikulum harus bisa berinovasi agar tidak tertinggal oleh zaman. Salah satu contoh inovasi yang bisa dilakukan dengan cara mengadopsi teknologi digital dalam manajemen kurikulum. Hal ini membuat kurikulum dapat mengikuti perkembangan teknologi yang pesat dan membuat para peserta didik bisa bersaing di ranah global.Kata kunci: Manajemen Kurikulum; Tantangan; Inovasi; Abad 21
The Relationship Between Organizational Culture, Motivation, Knowledge Sharing On Student Participation in Mbkm Program in State Universities Ardianti, Vika; Sunarni, Sunarni; Timan, Agus
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Leadership behavior and its Effectiveness in Leading School Organization
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Student participation will have an impact on the sustainability of the MBKM program in the long term. However, it cannot be denied that the level of student participation is influenced by several factors including external and internal factors. One of the external factors that can affect the level of student participation is organizational culture and knowledge sharing. While the internal factor is motivation that comes from within students. This study aims to analyze the relationship between organizational culture, motivation, knowledge sharing on student participation in the MBKM program. The research population was taken from 2019 batch students of the Faculty of Education, State University of Malang. The sample used was 40 students by utilizing random sampling technique. Data collection was carried out by utilizing a questionnaire and disseminated using WhatsApp. While the data analysis used is the T test, F test, and the coefficient of determination test. The results showed that there was a relationship between organizational culture, motivation and knowledge sharing on student participation in the implementation of the MBKM program at State UniversitiesAbstrak : Partisipasi mahasiswa akan berdampak pada keberlangsungan program MBKM dalam jangka panjang. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat partisipasi mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor eksternal dan internal. Salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi tingkat partisipasi mahasiswa adalah budaya organisasi dan berbagi pengetahuan. Sedangkan faktor internal adalah motivasi yang berasal dari dalam diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan budaya organisasi, motivasi, berbagi pengetahuan terhadap partisipasi mahasiswa pada program MBKM. Populasi penelitian diambil dari mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2019. Sampel yang digunakan sebanyak 40 siswa dengan memanfaatkan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner dan disebarluaskan melalui WhatsApp. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah uji T, uji F, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara budaya organisasi, motivasi dan berbagi pengetahuan terhadap partisipasi mahasiswa dalam pelaksanaan program MBKM di Perguruan Tinggi Negeri.
Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Mengembangkan Karakter Siswa Sekolah Dasar Destia Pratiwi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8141

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the integration of character education in learning citizenship education on the character development of students in elementary schools. Increase students' understanding of the concept of positive character and how to apply it in everyday life. The research methods that can be used in research on the integration of character education in learning civics education to develop student character in elementary schools Literature studies: Collect and analyze various literature related to civics education in basic education, such as books, journals and articles In the process of data analysis, This study uses analysis using the method (systematic literature review) used to identify, examine, evaluate, and modify research, with certain relevant research questions. By using the method (systematic literature review) it is possible to systematically review and assist journals. In fact Citizenship education lessons have not been successful enough to carry out this role well because the processes that occur in educational learning are only activated in achievement, affective/attitudinal management is neglected. To overcome this, it is necessary reviewing modifications in educational learning, one of which is by integrate the concept of character into its development to make it more capable develop and shape the character of elementary school students.Keywords: : Character Education, Citizenship Education, Attitude and Character, Elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan Mengetahui efektivitas integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan terhadap pengembangan karakter siswa di sekolah dasar. Meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep karakter positif dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun metode penelitian yang dapat digunakan dalam penelitian mengenai integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa di sekolah dasar Studi literatur: Mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur terkait pendidikan kewarganegaraan di pendidikan dasar, seperti buku, jurnal, dan artikel Pada proses analisis data, penelitian ini menggunakan analisis dengan memakai Metode (systematic literatur review) digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan penelitian , dengan pertanyaan penelitian tertentu yang relevan. Dengan penggunaan Metode (systematic literatur review) dapat dilakukan review dan identifikasi jurnal secara sistematis. Pada kenyataanya pelajaran pendidikan kewarganegaraan belum cukup berhasil untuk menjalankan peran ini dengan baik karena proses yang terjadi dalam pembelajaran pendidikan hanya diaktifkan dalam prestasi, manajemen afektif/sikap diabaikan. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu mengkaji modifikasi dalam pembelajaran pendidikan pendidikan, salah satunya dengan mengintegrasikan konsep karakter ke dalam pengembangannya agar lebih mampu mengembangkan dan membentuk karakter siswa sekolah dasar.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan, Sikap dan Karakter, Sekolah Dasar
Systematic Literature Review: Kajian Penerapan Metaverse dalam Layanan Konseling di Era Digital Panji Nur Fitri Yanto; Yani Sahendra; Hayani Hayani; Budi Astuti
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9131

Abstract

Metaverse adalah teknologi modern yang menghadirkan lingkungan tiga dimensi yang menyatukan realitas fisik dan dunia digital yang canggih. Metaverse merupakan ruang virtual di mana orang dari seluruh dunia dapat berkumpul, berkomunikasi serta berinteraksi satu sama lainnya menggunakan teknologi VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality). Penggunaan metaverse mulai menjadi tren untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan dan kesehatan, termasuk dalam layanan konseling. Oleh karena itu pembahasan pada studi penelitian ini adalah mengkaji kerangka teoritis pemanfaatan metaverse dalam bidang konseling Kesehatan mental berdasarkan konsep dan karakteristiknya sebagai media layanan berbasis teknologi. Metode penelitian yang dipakai adalah Sistematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 jurnal terindeks yang berkaitan dengan topik. Hasil penelitian menunjukan bahwa metaverse dalam hal ini dipandang memiliki nilai “pengalaman” yang berpusat pada manusia berdasarkan esensi dari aspek penggunanya yaitu manusia, bukan dari aspek teknologinya. Terdapat 4 konsep konseling terapi berbasis metaverse, yaitu metaverse sebagai "lingkungan yang diharapkan secara umum" dalam kategori perkembangan dan terapi individu; tahap transisi untuk menyesuaikan diri dengan realitas; ruang kreatif untuk memori dan komunikasi individu; serta realitas yang diperluas atau "lebih dari yang diperlukan". Terdapat implementasi metaverse yang efektiv dalam layanan konseling menggunakan berbagai software berbentuk Augmented Reality dan Virtual Reality. Sehingga penelitian ini diharapkan menjadi dasar yang berguna untuk mengembangkan strategi dan metode layanan konseling baru sebagai ruang terapi untuk menjaga kesehatan mental melalui teknologi metaverse.
Pendidikan untuk Semua: Merangkul Multikulturalisme dalam Sistem Pendidikan Yasmin Muntaz
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Pembinaan Mental Kebangsaan "Hidup Berbangsa dengan Kesadaran Multikultural: Praktik B
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8184

Abstract

Dalam dunia yang semakin multikultural, Pendidikan untuk Semua harus lebih dari sekadar akses fisik ke pendidikan. Merangkul multikulturalisme dalam sistem pendidikan adalah suatu keharusan. Ini membantu mempersiapkan individu untuk berinteraksi dalam lingkungan global yang beragam, mempromosikan toleransi, mengurangi diskriminasi, danmenciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Namun, tantangan seperti perubahan kurikulum,pelatihan guru, dan menciptakan budaya sekolah yang inklusif harus diatasi. Kebijakanpendidikan yang mendukung multikulturalisme diperlukan untuk mewujudkan visi ini. Dengan demikian, pendidikan dapat memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan berempati, yang siap menghadapi tantangan dalam duniayang semakin beragam.
Membangun Budaya Organisasi melalui Internalisasi Nilai Spritual dalam Lembaga Pendidikan Hasan Argadinata; Djum Djum Noor Benty
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7871

Abstract

Abstract: Humans are said to be unique creatures with a diversity of personalities and characters that can form a pattern of life order in society. In relation to building superior education, humans in groups work together in an institution or organization led by one person, namely the principal. Each institution has a different style or way of working and usually becomes a characteristic that will later become a positive assumption, belief, or habituation for all members in each institution. The principal has full responsibility and responsibility for the creation of a conducive organizational culture. This study aims to provide an internalization of spiritual values in building organizational culture in educational institutions. Researchers use the literature review method by applying research steps such as topic identification, literature screening, source feasibility, adjusting criteria, describing results, and drawing conclusions. There are five research results: (1) Internalization of the spiritual value of dhuha prayer; (2) Internalization of the spiritual value of reading al-ma'surat and asmaul khusnah; (3) Internalization of the spiritual value of memorizing daily prayers; (4) Internalization of the spiritual value of the tahfidzul Qur'an; (5) Internalization of the spiritual value of congregational prayer during dhuhur and asr.Keywords: organizational culture, educational culture, spiritual values.Abstrak: Manusia dikatakan sebagai makhluk yang unik dengan keanekaragaman kepribadian dan karakter yang dapat membentuk suatu pola tatanan kehidupan di masyarakat. Dalam kaitannya membangun pendidikan yang unggul, manusia secara berkelompok bekerjasama dalam suatu institusi atau organisasi yang dipimpin oleh satu orang yaitu kepala sekolah. Setiap institusi memiliki corak atau cara kerja yang berbeda dan biasanya menjadi ciri khas yang nantinya akan menjadi asumsi, kepercayaan, atau pembiasaan yang bersifat positif bagi seluruh anggota dalam setiap institusi. Kepala sekolah memiliki kewajiban serta tanggungjawab penuh atas penciptaan budaya organisasi yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah internalisasi nilai spiritual dalam membangun budaya organisasi pada lembaga pendidikan. Peneliti menggunakan metode literature review dengan menerapkan langkah-langkah penelitian seperti identifikasi topik, penyaringan literature, kelayakan sumber, penyesuaian kriteria, pendeskripsian hasil, dan penarikan kesimpulan. Terdapat lima hasil penelitian: (1) Internalisasi nilai spiritual sholat dhuha; (2) Internalisasi nilai spiritual membaca al-ma’surat serta asmaul khusnah; (3) Internalisasi nilai spiritual hafalan do’a harian; (4) Internalisasi nilai spiritual tahfidzul Qur’an; (5) Internalisasi nilai spiritual sholat berjama’ah waktu dhuhur dan ashar.Kata kunci: budaya organisasi, budaya pendidikan, nilai spiritual.
Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Menguatkan Identitas Nasional Melalui P5 di Era Globalisasi Retno Shiama Varelasiwi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7896

Abstract

Abstract: Indonesia is a plural country that is rich in diversity both in terms of ethnicity, religion, race and group. Diversity has many influences, such as gaps that can cause conflicts between groups or are caused by differences in culture and background between groups in society. So that character cultivation is needed to provide understanding and strengthen the spirit of nationalism in students. The spirit of nationalism is a sense of pride and love for the homeland so that it is able to appreciate and appreciate the differences that exist in society. This research uses a literature study with a systematic review where data collection comes from textbooks, journals, scientific articles, and other literature reviews that are in accordance with the research study. The results of this study aim to show that the implementation of multicultural education is able to strengthen the nation's identity through the Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Globalization Era for elementary school students.Keywords: Project on Strengthening the Profile of Pancasila, Multicultural Education, NationalismAbstrak: Indonesia adalah negara majemuk yang kaya akan keanekaragaman baik dari segi suku, agama, ras dan golongan. Keragaman memiliki banyak pengaruh, seperti kesenjangan yang dapat menimbulkan konflik antar kelompok atau disebabkan oleh perbedaan budaya dan latar belakang antar kelompok dalam masyarakat. Sehingga penanaman karakter sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman dan memperkuat jiwa nasionalisme pada siswa. Semangat nasionalisme adalah rasa bangga dan cinta tanah air sehingga mampu menghargai dan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan tinjauan sistematis dimana pengumpulan data berasal dari buku teks, jurnal, artikel ilmiah, dan kajian pustaka lain yang sesuai dengan kajian penelitian. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa implementasi pendidikan multikultural mampu memperkuat jati diri bangsa melalui Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila di Era Globalisasi bagi siswa tingkat sekolah dasar.Kata kunci: Proyek Penguatan Profil Pancasila, Pendidikan Multikultural, Nasionalisme
Desain Blended Learning pada Pelajaran Menggambar Gambar Teknik Manufaktur(GTM) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Susi Widiastuti; Mustaji Mustaji; Andi Mariono
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8636

Abstract

Pendidikan teknik adalah esensial untuk meningkatkan kualitas dan mempersiapkan siswa SMK siap kerja, sehingga kualitas pendidikan teknik menjadi penting. Era Industri 4.0 ditandai oleh pesatnya teknologi internet yang mengharuskan pendidikan teknik dapat mengkombinasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, seperti blended learning. Blended learning bukan hanya kombinasi pembelajaran online dan tatap muka, tetapi juga memfasilitasi berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah. Guru, sebagai desainer pembelajaran, harus memahami peran setiap komponen pembelajaran. Gambar Teknik Manufaktur (GTM) berperan dalam mencetak tenaga kerja drafter yang menerjemahkan ide dan sketsa dari perancang  ke dalam sebuah visual tiga dimensi atau dua dimensi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan desain blended learning pada pelajaran GTM, yang terdiri atas kegiatan persiapan, aktivitas desain, dan evaluasi. Desain ini menggunakan model blended learning rotasi sub-model flipped classroom yang dikelola dalam learning management system (LMS)
Pengembangan e-Modul STEM Berbasis Project Based Learning Pada Materi Unsur Golongan Halogen Untuk Kelas XII SMA Tania Aulia Putri; Siti Rahmah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8132

Abstract

Abstract: This research is a research on the development of teaching materials in the form of Project Based Learning STEM E-Modules on Halogen Elements Material for Class XII SMA. Development of teaching materials based on STEM and PjBL is needed as a learning solution in the 21st century. In addition, the use of electronic teaching materials is in line with the development of technology 4.0. This study aims to: 1) Determine the validity of the developed PjBL-based STEM E-Module; 2) Knowing student responses to the developed PjBL-based STEM E-Module. The sample chosen in this study was students of class XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Kisaran. The development model in this study uses the 4D model. This research consists of 4 steps, namely define, design, develop, and disseminate. The results showed that: (1) the STEM E-Module Based on Project Based Learning was declared "very valid" with an average percentage score of 89% for material experts and 88.94% for media experts; (2) The response of Class XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Kisaran to the developed e-module is categorized as "very good" with an average percentage of 86%.Keywords: E-Module, STEM, PjBL, halogenAbstrak: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan bahan ajar berupa E-Modul STEM Berbasis Project Based Learning Pada Materi Unsur Golongan Halogen Untuk Kelas XII SMA. Pengembangan bahan ajar berbasis STEM dan PjBl dibutuhkan sebagai solusi pembelajaran pada abad-21. Selain itu penggunaan bahan ajar elektronik sejalan dengan perkembangan teknologi 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kevalidan E- Modul STEM berbasis PjBL yang dikembangkan; 2) Mengetahui respon siswa terhadap E- Modul STEM berbasis PjBL yang dikembangkan. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Kisaran. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model 4D. Penelitian ini terdiri dari 4 langkah, yaitu define, design, develope, dan disseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) E-Modul STEM Berbasis Project Based Learning dinyatakan “sangat valid” dengan nilai persentase rata-rata ahli materi 89% dan ahli media sebesar 88,94%; (2) Respon peserta didik kelas XII MIPA 5 SMA Negeri 1 Kisaran terhadap e-modul yang dikembangkan yaitu dikategorikan “sangat baik” dengan presentase rata-rata 86%.Kata kunci: E-Modul, STEM, PjBL, halogen