cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No. 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Proceedings Series of Educational Studies
ISSN : -     EISSN : 29872448     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
The proceedings series Proceedings of Educational Study Seriesaims to publish proceedings from conferences on the theories and methods in fields of education
Articles 696 Documents
Penerapan Kurikulum Merdeka pada Sekolah Dasar Negeri Karang Besuki 4 Kota Malang Roselinda Dwi Ardina
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7900

Abstract

Abstract: The implementation of the Independent Curriculum at SDN Karang Besuki 4 is currently only implemented in grades 1, 2 and 4. This is because SDN Karang Besuki 4 has not been registered on the government's IKM website. The purpose of compiling this article is to understand more about the implementation of the independent curriculum that is applied at SDN Karang Besuki 4. This article was compiled using qualitative research methods, as well as data or information from resource persons, the deputy head of curriculum at SDN Karang Besuki 4. And also collect literature in the form of studies theory, and results from relevant research, library sources such as books, online journals, and scientific articles regarding the implementation of an independent curriculum in schools. This school has several problems that hinder the implementation of the Independent Curriculum at Karang Besuki 4 Elementary School, namely the lack of human resources or existing teachers, continuing to make adjustments and requiring longer time, lack of funding to conduct training for teachers who teach the independent curriculum. However, to overcome this, the school has made efforts by providing training to teachers who are given the task of teaching using an independent curriculum.Keywords: curriculum; independent; schoolAbstrak: Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SDN Karang Besuki 4 saat ini hanya diberlakukan di kelas 1, 2, dan 4. Hal ini dikarenakan SDN Karang Besuki 4 belum terdaftar dalam web IKM pemerintah. Tujuan penyusunan artikel ini yaitu untuk memahami lebih lanjut mengenai pelaksanaan kurikulum merdeka yang diterapkan di SDN Karang Besuki 4. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, serta data atau informasi dari narasumber wakasek kurikulum di SDN Karang Besuki 4. Dan juga mengumpulkan literatur berupa kajian teori, dan hasil dari penelitian yang relevan, sumber kepustakaan seperti buku, jurnal online, dan artikel ilmiah mengenai penerapan kurikulum merdeka di sekolah. Sekolah ini memiliki beberapa masalah yang menghambat pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SDN Karang Besuki 4 yaitu minimnya Sumber Daya Manusia atau guru yang ada, masih terus melakukan penyesuaian dan membutuhkan waktu lebih lama, kurangnya pendanaan untuk melakukan pelatihan terhadap guru yang mengajar kurikulum merdeka. Namun, untuk mengatasi hal tersebut maka pihak sekolah telah mengupayakan dengan cara memberikan pelatihan terhadap guru yang diberi tugas untuk mengajar menggunakan kurikulum merdeka. Kata kunci: kurikulum; merdeka; sekolah
Program Literasi Budaya Baca sebagai Upaya Peningkatan Mutu Siswa (Single Case Study di SDN Sumbersari 3) Bilkis, Zenita; Imron, Ali; Zulkarnain, Wildan
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Leadership behavior and its Effectiveness in Leading School Organization
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : This study aims to describe and analyze the development of literacy culture at Sumbersari 3 Public Elementary School, Malang City. This research uses a descriptive qualitative research method using a case study approach. Data collection techniques were carried out by interviewing, observing, and documenting school coordinators, teachers, and students. According to what will happen in the research, it can be seen that 1) literacy activities play a role in increasing students' interest in reading, 2) obstacles to carrying out literacy activities in schools include that every teacher must be able to embrace every student, every teacher must be able to anticipate if there are students who has less fast catching power, 3) the rides and infrastructure are sufficient. The quality of education at Sumbersari 3 Public Elementary School is a priority for the school, due to the assessment of the surrounding community by looking at the quality of the results from the school.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan budaya literasi pada Sekolah Dasar Negeri Sumbersari 3 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan studi perkara. Analisi data menggunakan model interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap koordinator sekolah, pengajar, serta peserta didik. sesuai yg akan terjadi penelitian bisa dipandang bahwa 1) kegiatan literasi berperan pada menaikkan minat membaca peserta didik, 2) kendala pada melaksanakan aktivitas literasi pada sekolah antara lain ialah setiap guru wajib bisa merangkul setiap siswa, setiap guru wajib bisa mengantisipasi apabila ada peserta didik yang memiliki daya tangkap yg kurang cepat, 3) wahana serta prasarana telah cukup memadai. Kualitas mutu pendidikan pada Sekolah Dasar Negeri Sumbersari 3 sebagai prioritas bagi sekolah, sebab penilaian masyarakat sekitar dengan melihat kualitas hasil asal sekolah tersebut.
Kepemimpinan Situasional dan Servant Leadership Dalam Peningkatan Kinerja Guru Di Era Society 5.0 Retno Shiama Varelasiwi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8136

Abstract

Abstract: The era of society 5.0 is a continuation of the 4.0 revolution which utilizes digital media and the internet to facilitate daily activities, as well as in the world of education. The spread of media and the current use of the internet helps students explore broader knowledge so that teachers are not the only source of learning. Teachers are expected to be more sensitive to changing times and the needs of society, so that they have adaptive and transformative social potential in managing themselves and have the potential to become professional teachers. Based on this, writing this article explains the role of situational leadership and servant leadership in improving teacher performance in the 5.0 era. In this scientific article data collection was carried out using the literature review method using a collection of articles, journals and books. The results of situational leadership and servant leadership are considered appropriate in leading teachers towards teacher performance. This leadership is also flexible and tends to spread a feeling of psychological empowerment to teachers so that it will affect their performance. Situational leadership and servant leadership are considered suitable for education in Indonesia where learning is dynamic and changes rapidly so that flexible leaders can more easily guide and direct teachers in improving performance.Keywords: Situational leadership, Servant Leadership, teacher performanceAbstrak: Era society 5.0 merupakan kelanjutan dari revolusi 4.0 yang memanfaatkan media digital dan internet dalam mempermudah kegiatan sehari-hari, begitupun didunia pendidikan. Meluasnya media dan penggunaan internet saat ini membantu siswa dalam mengeksplore pengetahuan lebih luas sehingga guru bukan satu-satunya sumber pembelajaran. Guru diharapkan lebih peka terhadap perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat, sehingga memiliki potensi sosial yang adaptif dan transformatif dalam mengelola dirinya sendiri dan memiliki potensi menjadi guru profesional. Berdsarkan hal tersebut penulisan artikel ini menelaskan peran kepemimpinan situasional dan servant leadership terhadap peningkatan kinerja guru di era 5.0. Pengumpulan data dilakukan dengan metode literature riview menggunakan kumpulan artikel, jurnal serta buku. Hasil kepemimpinan situasional dan servant leadership dinilai sesuai dalam memimpin para guru terhadap kinerja guru. Kepemimpinan ini pun bersifat flexible dan cenderung menyebarkan perasaan pemberdayaan psikologis pada para guru sehingga akan berpengaruh terhadap kinerjanya. Kepemimpinan situaional dan servant leadership dinilai cocok untuk pendidikan di indonesia yang dalam pembelajaran bersifat dinamis dan berubah secara cepat sehingga pemimpin yang flexible dapat lebih mudah membimbing dan mengarahkan guru dalam meningkatkan kinerja.Kata kunci: Kepemimpinan situasional, Kepemimpinan yang Melayani, kinerja guru
Implementasi BK Inovatif dalam Kurikulum Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Resiliensi Sosial Siswa Korban Bulliying: Perspektif Aliran Rasionalisme dan Empirisme Iqbal Khoirul Burhani; Nur Hidayah; Yuliati Hotifah
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Proceeding of International Seminar Indonesia-Malaysia 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.9121

Abstract

Bulliying masuk kedalam kategori tiga dosa besar pendidikan di samping kekerasan dan intoleransi. Data yang ada menunjuukan bahwa kasus bulliying masing sering terjadi di sekolah. Maka peran guru BK dalam pelayanan preventif terhadap korban bulliying khususnya dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa korban sangat dibutuhkan. Melalui penerapan BK inovatif dalam merdeka belajar menjadi salah cara yang bisa digunakan dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa yang mana bisa dikaji berdasarkan perspektif aliran rasionalisme dan empirisme. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui implementasi program BK yang inovatif dalam kurikulum merdeka belajar dalam meningkatkan resiliensi sosial siswa korban bulliying dalam hal ini ditinjau dari perspektif aliran rasionalisme dan empirisme. Penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode kajian pustaka (library research), maka ketika melihat pengimplementasian BK inovatif untuk meningkatkan resiliensi sosial siswa korban bulliying berdasarkan perspektif rasionalisme dan empirisme ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang konselor atau guru BK, yakni perencanaan yang matang, kreativitas dan inovasi konselor, pengembangan kualitas siswa, pengalaman secara langsung, metode pengujian dan adanya evaluasi, dan yang terakhir adalah penenuan tujuan yang jelas agar hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Kesadaran Multikultural Dalam Pendidikan Dibangun Melalui Guru Inspiratif Teguh Triwiyanto
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Pembinaan Mental Kebangsaan "Hidup Berbangsa dengan Kesadaran Multikultural: Praktik B
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8179

Abstract

Untuk menjadi guru inspiratif, semua ciri tersebut di atas, perlu dibungkus dengan pikiran yang terus tumbuh. Melalui banyak waktu dan usaha, kecerdasan dan pengetahuan guru terus terasah untuk tumbuh. Guru perlu sadar bahwa usaha memengaruhi hasil, sehingga guru perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk berlatih atau belajar. Masyarakat Indonesia yang beragam dan multikultural, sangatlah penting bagi guru untuk memasukkan pengajaran responsif budaya di kelas pembelajaran. Kesadaran multikultural dalampendidikan dibangun melalui guru inspiratif.
Analisis Masalah Penjamin Mutu Pendidikan Pada lembaga Non Formal Yang Dilandaskan Pada Program Latihan Di Sekolah Sepak Bola Unibraw 82 Malang Dwi Rudi Prasetyo; Ahmad Yusuf Sobri; Teguh Triwiyanto
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7866

Abstract

Abstract: Non-formal institutions are now starting to be in demand by many people, especially to developpotential both academic and non-academic aspects. Football schools (SSB) are non-formalinstitutions that are in demand by students ranging from children to adults. This study aims toidentify the UNIBRAW 82 Malang football school training program (SSB). Thisresearch uses aqualitative discriptive approach that takes data based on interviews, observations anddocumentation. The subjects used include three people, namely: three students, a trainer, anadministrator and three parents of students. This study shows that the right training program atUNIBRAW 82 football school is very influential on team performance. Themanagement function isimplemented in football schools where data is collected in the form of planning, organizing andcontrolling. Football school coaches are responsible for drawing up training plans based on the PSSIcompetition calendar. To ensure that the coach knows the athlete's ability with initial measurementsand that the athlete will adjust the training load of the exercise program made, the coach, parentsand students work together to create the training program. The mechanism of creating a trainingprogram is the way coaches, learners and parents work together to create and select a trainingprogram that fits the game plan.Keywords: Quality Assurance, Non-Formal Institutions, Football Schools, Training ProgramsAbstrak: Lembaga non formal saat ini mulai diminati oleh banyak masyarakat, terutama untukmengembangkan potensi baik segi akademis maupun non akademis. Sekolah sepak bola (SSB)merupakan lembaga non formal yang diminati oleh peserta didik mulai dari usia anak-anak sampaidewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi program Latihan sekolah sepak bola (SSB)UNIBRAW 82 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif yang pengambilandata berdasarkan pada wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun subjek yang digunakanmeliputin tiga orang yaitu: tiga peserta didik, seorang pelatih, seorang pengurus dan tiga orang tuapeserta didik. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa program latihan yang tepat di sekolah sepakbola UNIBRAW 82 sangat berpengaruh pada prestasi tim. Tiga fungsi manajemen diterapkan disekolah sepak bola tempat data dikumpulkan berupa perencanaan, pengorganisasian, danpengendalian. Pelatih sekolah sepak bola bertanggung jawab menyusun rencana latihan berdasarkankalender kompetisi PSSI. Untuk memastikan bahwa pelatih mengetahui kemampuan atlet denganpengukuran awal dan bahwa atlet akan menyesuaikan beban latihan dari program latihan yangdibuat, maka pelatih, orang tua dan peserta didik bekerja sama untuk membuat program latihantersebut. Mekanisme pembuatan program latihan adalah cara pelatih, peserta didik dan orang tuabekerja sama untuk membuat dan memilih program latihan yang sesuai dengan rencanapertandingan.Kata kunci: Penjaminan Mutu, Lembaga Non Formal, Sekolah Sepak Bola, Program Latihan
Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kearifan Lokal sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Era Kurikulum Merdeka Firda Nurul Fauziah; Kundhuru Saddhono; Edy Suryanto
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8546

Abstract

Pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik memerlukan pendekatan pembelajaran yang holistik, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kearifan lokal sehingga menanamkan jati diri bangsa pada siswa dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal di Era Kurikulum Merdeka dalam rangka menanamkan penguatan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini termasuk dalam desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Responden penelitian terdiri dari guru Bahasa Indonesia, perserta didik, dan wakil kepala sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan di Karanganyar. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan deskriptif. Hasil kajian kemudian melaporkan bahwa manajemen sekolah mulai dari kepala sekolah hingga guru berkomitmen penuh menerapkan kurikulum mandiri, melalui integrasi proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal sebagai implementasi kurikulum merdeka dan tunjukan Sekolah Keunggulan (PK). Pembelajaran berbasis kearifan lokal yang telah dilaksanakan selama ini nampaknya berjalan hampir sempurna, meskipun terdapat beberapa kekurangan. Selain itu, siswa juga mendapatkan pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan baik karena dianggap sebagai model yang adaptif untuk mengakomodasi kompetensi dalam penguatan profil siswa Pancasila sebagai penanaman nilai dan jati diri sebagai pelajar pancasila. Namun masih diperlukan perbaikan dan optimalisasi untuk melaksanakan kurikulum mandiri ini, sehingga hasilnya dapat lebih baik lagi dalam memfasilitasi siswa dalam menguasai materi pelajaran, khususnya materi pelajaran Bahasa Indonesia serta memberikan landasan dan pengetahuan tentang budaya kearifan lokal di Indonesia terutama di Karanganyar.
Meta Analisis Implementasi Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Ovela Yusma Valenda
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Peran Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Sekolah Unggul Era Lear
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.7891

Abstract

Abstract: The Merdeka Curriculum as an effort to renew education focuses on developing the competence and character of students in accordance with the values of Pancasila. The Mobilizing School Program is one of the programs in the Merdeka Curriculum which aims to develop student learning outcomes holistically by realizing the Pancasila Student Profile which includes literacy-numeration abilities and student character. This analysis is intended to determine the implementation of the Independent Curriculum learning in Mobilizing Schools. The research method uses qualitative methods with metaanalysis Of data techniques. The data used was obtained from various relevant journal articles. The results of the study show that the implementation of learning in the Mobilization School is based on the development of literacy-numeracy competencies and also character development based on the Pancasila Student Profile Strengthening Project which uses digitalization of learning and also time flexibility where learning assessment is no longer summative but uses formative. Thus, the implementation of the implementation of learning in driving schools focuses and is oriented towards students, especially in developing the competencies and also the character of students.  Keywords: implementation, driving school, independent curriculum, digitization Abstrak: Kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya pembaharuan pendidikan berfokus pada pengembangan kompetensi dan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Program Sekolah Penggerak sebagai salah satu program di dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk mengembangkan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kemampuan literasi-numerasi dan karakter siswa. Analisis ini ditujukan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik meta analisis data. Data yang digunkan diperoleh dari berbagai artikel jurnal yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran di Sekolah Penggerak berbasis pada pengembangan kompetensi literasinumerasi dan juga pengembangan karakter berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang menggunakan digitalisasi pembelajaran dan juga fleksibilitas waktu dimana penilaian pembelajaran tidak lagi secara sumatif akan tetapi menggunakan formatif. Dengan demikian, implementasi pelaksanaan pembelajaran di sekolah penggerak berfokus dan berorientasi pada peserta didik utamanya dalam pengembangan kompetensi dan juga karakter peserta didik.  Kata kunci: implementasi, sekolah penggerak, kurikulum merdeka, digitalisasi
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Fisika Pada Materi Getaran dan Gelombang Di Kelas VIII SMP Negeri 7 Sungai Ambawang Dewi Tania; Ira Nofita Sari; Eti Sukadi
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Seminar Nasional Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8596

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang melakukan kesalahan pada saat menyelesaikan soal fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan soal fisika materi getaran dan gelombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 22 orang siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Sungai Ambawang yang dipilih melalui purposive sampling. Data yang diperlukan untuk penelitian ini adalah sumber data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengukuran. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah tes esai. Tes diberikan kepada siswa setelah mempelajari materi getaran dan gelombang. Alat yang digunakan adalah 10 soal esai, diantara 10  soal penelitian tersebut dibatasi untuk mendeteksi 4 jenis kesalahan yaitu kesalahan konsep, kesalahan operasi, kesalahan prinsip dan kesalahan fakta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan  siswa pada saat menyelesaikan soal fisika materi getaran dan gelombang adalah kesalahan konsep sebesar 63%, kesalahan operasi sebesar 82%,  kesalahan prinsip sebesar 92%, dan kesalahan fakta sebesar 92%, sebagian besar kesalahan yang dilakukan siswa adalah kesalahan prinsip dan kesalahan fakta dengan tingkat rata-rata sebesar 92%.
Analisis Pembelajaran Home Visit Pada Masa Pandemi Covid-19 di SDN 104193 Tandam Hilir II Kecamatan Hamparan Perak Nurhabibah Meha
Proceedings Series of Educational Studies 2023: Prosiding Seminar Nasional Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um083.8127

Abstract

Abstract: This study aims to find out whether the implementation of home visit learning during the pandemic was effective. Implementation of home visit learning during the pandemic at SD Negeri 104193 Tandam Hilir II, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency. This research method is descriptive qualitative. This research was conducted at SD Negeri 104193 Tandam Hilir II, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency. This research was conducted on fourth grade students at SD Negeri 104193 Tandam Hilir II consisting of 30 students as the sample and 4 teachers. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and conclusion and verification. Checking the validity of the findings was obtained from triangulation of sources and triangulation of techniques. As for the implementation of the home visit, there are three stages, namely: a) the preparation stage, b) the implementation stage, divided into 2, namely: the initial activity implementation stage and follow-up activities, c) the learning monitoring and evaluation stage) implementation of the home visit there are three stages, namely: a ) the preparation stage b) the implementation stage is divided into two, namely: the initial activity implementation stage and the advanced activity implementation stage. c) monitoring and evaluation stage of learning.Keywords: Home visit learning, the role of the teacher, the covid-19 pandemicAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan pembelajaran home visit pada masa pandemi efektif digunakan. Pelaksanaan pembelajaran home visit pada masa pandemi di SD Negeri 104193 Tandam Hilir II Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 104193 Tandam Hilir II Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan terhadap peserta didik kelas IV SD Negeri 104193 Tandam Hilir IIyang terdiri atas 30 peserta didik sebagai sampelnya dan 4 orang guru. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan di peroleh dari triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun pada pengimplementasian home visit terdapat tiga tahapan yaitu: a) tahap persiapan, b) tahap pelaksanaan, dibagi menjadi 2 yaitu: tahap pelaksanaan kegiatan awal dankegiatan lanjutan, c) tahap monitoring dan evaluasi pembelajaran) pelaksanaan home visit terdapat tiga tahap yaitu: a) tahap persiapan b) tahap pelaksanaan terbagi menjai dua yaitu: tahap pelaksanaan kegiatan awal dan tahap pelaksanaan kegiatan lanjutan. c) tahap monitoring dan evaluasi pembelajaran.Kata kunci: Pembelajaran home visit, peran guru, pandemic covid-19