cover
Contact Name
Nurhidayat
Contact Email
dayat@asy-syukriyyah.ac.id
Phone
+6283815508855
Journal Mail Official
tarqiyatuna@asy-syukriyyah.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Hasyim Ashari Km. 3, Poris Plawad Indah, Cipondoh, Tangerang, Provinsi Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : -     EISSN : 28286448     DOI : https://doi.org/10.36769/tarqiyatuna
Core Subject : Religion, Education,
TARQIYATUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah is a journal which contains various articles that study : 1. Analysis of student competency in PAI/PGMI 2. Learning strategies in PAI/PGMI 3. Conceptual ideas, theory, and practice of PAI/PGMI 4. Study and application theory of PAI/PGMI 5. Learning development and design in PAI/PGMI 6. The professionalisme teacher/lecture PAI/PGMI 7. Critical thinking PAI/PGMI 8. The results of education and teaching research PAI/PGMI
Articles 51 Documents
Peran Teman Sebaya Dalam Pembentukan Perilaku Asertif Pada Peserta Didik SMAIT Asy-Syukriyyah Riskiyah, Laili; Wiantina, Nur Azmi; Siregar, Fitriana
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2025): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v4i1.942

Abstract

Perilaku asertif merupakan kompetensi sosial yang esensial bagi remaja dalam membangun hubungan interpersonal yang adaptif serta mencegah terjadinya perilaku perundungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teman sebaya dalam pembentukan perilaku asertif pada peserta didik tingkat sekolah menengah atas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam terhadap siswa di SMAIT As Syukriyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang berkelanjutan dengan teman sebaya berkontribusi positif terhadap peningkatan perilaku asertif siswa. Teman sebaya berperan sebagai sumber dukungan emosional, motivator, sekaligus model dalam komunikasi terbuka dan santun. Peserta didik yang memiliki teman dengan kecenderungan perilaku asertif cenderung meniru perilaku tersebut, baik secara sadar maupun tidak sadar. Temuan ini diperkuat oleh teori belajar sosial Bandura, yang menjelaskan bahwa individu memperoleh perilaku melalui observasi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan demikian, kehadiran teman sebaya yang suportif terbukti memiliki peran strategis dalam membentuk keterampilan komunikasi yang sehat, serta dapat dijadikan acuan dalam pengembangan program pembinaan karakter remaja di lingkungan pendidikan.
Pengaruh Hafalan Al-Qur’an dan Kecerdasan Spiritual terhadap Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Riadi, Anggi
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2025): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v4i1.952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hafalan Al-Qur’an dan kecerdasan spiritual terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi linier berganda. Sampel terdiri dari 100 siswa kelas V yang dipilih secara stratified random sampling dari tiga sekolah. Instrumen yang digunakan meliputi tes koneksi matematis, tes lisan hafalan Al-Qur’an (Juz 30), dan angket kecerdasan spiritual. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) hafalan Al-Qur’an dan kecerdasan spiritual secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis siswa (Sig. = 0,003; F = 6,052); (2) hafalan Al-Qur’an secara parsial berpengaruh signifikan (Sig. = 0,021; t = 3,342); dan (3) kecerdasan spiritual tidak berpengaruh signifikan secara parsial (Sig. = 0,716; t = 0,365). Hafalan Al-Qur’an dapat memperkuat daya ingat dan fokus, yang berkontribusi pada peningkatan koneksi matematis siswa.
Pendekatan Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah Terhadap Fenomena Inner Child dan Self-Reward Hamzah Muchtar, Evan
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2025): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v4i1.963

Abstract

The phenomena of inner child and self-reward have increasingly become part of popular culture, particularly among millennials and Gen Z, driven by social media narratives that emphasize emotional healing and self-appreciation. This article aims to examine these phenomena through the lens of Islamic education and sharia economics. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through non-participant observation of digital content portraying healing-oriented self-reward practices. The findings reveal that self-reward can serve as a medium for emotional healing and educational development when aligned with Islamic values such as tazkiyah al-nafs (purification of the soul), maslahah (public benefit), and spiritual discipline. Therefore, an integrated approach based on Islamic education and sharia economics is essential to guide these practices beyond mere consumerism—transforming them into a meaningful process of character building, soul purification, and the pursuit of a balanced life blessed by Allah.
Konsep Pendidikan Ibnu Taimiyah dan William Stern Solihin, Rahmat
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2025): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v4i2.1230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pemikiran serta konsep yang diberikan oleh Ibnu Taimiyah dan William Stern dalam pendidikan. Pendekatan dalam penelitan ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-interpretatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research. Data yang diperoleh adalah narasi deskriptif mengenai konsep pendidikan Ibnu Taimiyah dan William Stern yang bersumber pada karya dari Ibnu Taimiyah dan William Stern serta sumber referensi lain yang membahas tentang karya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Taimiyah dalam pendidikan, kiranya dapat dikatakan bahwa inti dari konsep pendidikannya adalah berupaya mengembalikan umat Islam agar mengamalkan Islam dengan cara menggali dari sumber pokoknya, yaitu Al-Quran dan Sunnah, sehingga tujuan pendidikan lebih ditekankan dalam rangka menegakkan dakwah islamiyah. Sedangkan pemikiran Louis William Stern mengkompromikan antara pandangan nativisme dan emperisme yang menggabungkan pentingnya faktor pembawaan dengan lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Pemikiran ini mempelopori Aliran konvergensi.
Analisis Scientometric Pendidikan Islam di Universitas Studi Bibliometrik Dengan Menggunakan R Biblioshiny Amri Saputra
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1234

Abstract

This study aims to map the development of Islamic education research at the university level during the period 2013–2025 using a scientometric approach with the R Biblioshiny tool. The research is motivated by the growing number of publications on Islamic education covering curriculum, teaching methods, Islamic values integration, and pedagogical innovation. However, most studies remain thematic or case-based, offering limited insights into broader research trends. Data were retrieved from the Scopus database using the keyword “Islamic education” and related terms, restricted to journal articles. The dataset was analyzed with the Bibliometrix package through the Biblioshiny interface. The analysis included annual publication trends, average citations per article, the most influential authors and journals, contributions from productive institutions and countries, collaboration networks, and keyword evolution. The findings reveal that Indonesia dominates global output, followed by Malaysia, Turkey, and several other countries. The dominant themes include Islamic education, higher education, curriculum, religious moderation, and teacher education. Visualizations through network analysis, word clouds, three-field plots, and treemaps demonstrate the clustering of themes and collaboration patterns, reflecting increasingly complex and multidimensional research directions. These results highlight the strategic role of Islamic higher education in shaping global discourse and emphasize the need for stronger international collaboration and interdisciplinary approaches to ensure that Islamic education research remains relevant and adaptive to contemporary challenges.
Ragam Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Sekolah Dasar (SD) Nashrul Mu'minin; Nuraini Rahmawati
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1580

Abstract

The purpose of this article is to outline the different types of current learning methods that are appropriate for pupils.. The learning model is a framework that offers a systematic explanation of how to conduct learning so that students may understand the precise objectives to be met. Research of this kind use descriptive qualitative methods.This article has several learning models. 1) Theory Based Learning Model, 2) Make-A-Match Learning Model, 3) Quantum Learning Model, 4) Value Clarification Technique (VCT) Learning Model, 5) Learning Based Learning Model, 6) STEAM Learning Methodology, 7) Model Peer Tutor Learning, 8) Contextual Learning Model, 9) Number Head Together Learning Model, 10) Active Knowledge Sharing Learning Model, 11) CORE Learning Model, 12) CSCL Learning Model, 13) Jigsaw Type Collaborative Learning Model. The learning model is also a learning design orIn order to implement learning effectively and efficiently, a process based on learning demands, objectives, and delivery methods must be used. This is done by reducing the learning-related challenges that students experience. This will serve as a reference for establishing yourself as a disciplined "person".
Tipologi Kompetensi Spritual Berbasis Konsep Syakilah dan Implikasinya Terhadap Gaya Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam Mumu Zainal Mutaqin; Ahmad Rofiq; Syaefulloh Syaefulloh; Surip Surip
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1730

Abstract

This study aims to provide both a conceptual and practical foundation for formulating the teaching style of Islamic Education teachers that is not only pedagogically competent, but also possesses spiritual depth capable of transforming Islamic values into the learning process in a concrete and sustainable manner. The research method employed is qualitative with a library research approach. Data collection techniques were carried out by collecting, reading, and analyzing various written sources such as Qur’anic exegesis books, scholarly books, academic journals, and previous research findings, which were then analyzed using analytical techniques to identify, classify, and interpret the concepts that became the focus of the study. The typology of spiritual competence based on the concept of syakilah explains that every individual acts according to the tendencies of his or her soul. This typology has implications for teachers’ teaching styles, ranging from textual to contextual approaches, and also influences the quality of pedagogical interaction and the formation of students’ character. In order to realize an integrative and transformative Islamic Education learning process, teachers are expected not only to transfer knowledge but also to instill values and shape Islamic personality.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Mewujudkan Keadilan Gender di Era Modern Ahmad Syarif; Muhammad Yusuf Rambe; Herlini Puspika Sari
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1738

Abstract

Keadilan gender menjadi salah satu isu strategis dalam dunia pendidikan modern yang menuntut adanya sistem pembelajaran yang inklusif, adil, dan menghargai martabat manusia tanpa diskriminasi berdasarkan jenis kelamin. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai sarana internalisasi nilai-nilai keislaman yang menekankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam mewujudkan keadilan gender di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen akademik yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan gender melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, penguatan pembelajaran yang responsif gender, pengembangan kurikulum yang inklusif, serta pembentukan budaya sekolah yang humanis dan partisipatif. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan paradigma Pendidikan Agama Islam yang kontekstual dan adaptif menjadi langkah penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkeadilan gender dan relevan dengan tantangan masyarakat modern.
Etika Profesional Guru dalam Penggunaan Artificial Intelligence Pada Pembelajaran Muhammad Burhan Ashfiya'
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1752

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan telah menghadirkan transformasi signifikan dalam praktik pembelajaran, terutama dalam meningkatkan produktivitas guru melalui otomatisasi tugas pedagogis dan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika profesional guru dalam penggunaan AI pada pembelajaran serta mengidentifikasi implikasinya terhadap profesionalisme pendidik di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research melalui metode Narrative Literature Review (NLR), yang dilakukan dengan menelaah, menganalisis, dan mensintesis berbagai literatur ilmiah terkait integrasi AI, produktivitas guru, dan tantangan etika dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berkontribusi positif terhadap efisiensi kerja guru, seperti dalam penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, serta personalisasi materi sesuai kebutuhan peserta didik. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa penggunaan AI memunculkan berbagai tantangan etika profesional, meliputi risiko bias algoritma, integritas akademik, keamanan data peserta didik, serta potensi berkurangnya interaksi humanistik dalam pembelajaran. Kondisi tersebut menegaskan bahwa profesionalisme guru di era AI tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan reflektif, literasi etika digital, dan tanggung jawab moral dalam mengelola teknologi secara bijaksana. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan konsep etika profesional guru sebagai fondasi utama dalam memastikan penggunaan AI tetap mendukung tujuan pendidikan yang humanis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Perkembangan Iman Remaja Sebagai Landasan Moderasi Beragama: Perspektif James Fowler dan Konsep Fitrah Islam Aufa Fatchia Rahma; Muqowim Muqowim
Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2026): Tarqiyatuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/tarqiyatuna.v5i1.1930

Abstract

The development of adolescent religiosity in the digital era faces various challenges that can influence the formation of religious moderation. This article aims to analyze the synthesis of James W. Fowler's theory of faith development and the concept of fitrah in Islam as a conceptual framework for understanding the dynamics of adolescent faith development and building resilience to faith-based moderation. This study uses a qualitative approach with a library research method. Data were obtained from books, scientific journal articles, and academic documents discussing Fowler's theory of faith development, the concept of fitrah in Islam, adolescent developmental psychology, tolerance, and religious moderation. Data analysis was conducted using content analysis techniques with the stages of identification, categorization, interpretation, and synthesis of concepts to find common ground between the two perspectives. The results of the study indicate that Fowler's stages of faith development, particularly the transition from the synthetic-conventional to the individuative-reflective stage, are relevant to the concept of fitrah, which views humans as having a basic potential for faith that develops through education and life experiences. The integration of these two perspectives results in the understanding that a mature, reflective faith rooted in fitrah is an important foundation for the formation of a tolerant, inclusive, and moderate attitude. This finding confirms that strengthening adolescent faith through an integrated psychological and spiritual approach can be an effective strategy in supporting religious moderation in a pluralistic society.