cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6282142428742
Journal Mail Official
hamza@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30327407     DOI : -
Core Subject : Health,
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologis; Pendidikan Kedokteran; Keperawatan; dan Kesehatan Masyarakat. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal akses terbuka, diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi).
Articles 275 Documents
FAKTOR PEKERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA OPERATOR COLD DRAW PT X TAHUN 2024 Istiani, Dwi; Irfandi, Ahmad; Handayani, Rini; Heryana, Ade
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan mampu menurunkan daya tampung kerja dan ketahanan kerja yang ditandai oleh sensasi lelah, lambat dalam reaksi, kesulitan menentukan keputusan, dan motivasi yang menurun. Tingkat kelelahan yang tinggi menghalangi pekerja untuk bekerja, dan jika tetap dipaksa bekerja, kelelahan dapat meningkat dan mengganggu kelancaran pekerjaan serta berdampak negatif bagi kesehatan pekerja. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada operator Cold Draw PT X Tahun 2024 terdapat 75% operator mengalami kelelahan tingkat berat dan 25% operator mengalami kelelahan ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pekerja yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 40 operator dengan teknik total sampling, menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuisioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Berdasarkan hasil univariat kelelahan kerja pada operator yaitu proporsi tertinggi yaitu operator mengalami kelelahan kerja berat sebanyak 25 operator (62%), umur tidak berisiko yaitu 18-40 tahun sebanyak 34 operator (85%), kuantitas tidur tidak cukup sebanyak 29 operator (72%), kebiasaan olahraga ≥ 35 menit / hari (tidak berisiko) sebanyak 22 operator (55%), status gizi tidak normal sebanyak 27 operator (68%) dan lama kerja tidak memenuhi syarat sebanyak 30 operator (75%). Pada uji bivariat menggunakan uji chi square, uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kuantitas tidur dengan kelelahan kerja (p-value 0,042) dan tidak terdapat hubungan dengan kelelahan kerja yaitu umur (p-value 1,000), kebiasaan olahraga (p-value 0,870), status gizi (p-value 1,000) dan lama kerja (p-value 0,715). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kuantitas tidur dengan kelelahan kerja pada operator Cold Draw PT X Tahun 2024.
PENGARUH FREKUENSI LAMANYA MENYUSUI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 1-7 BULAN DI TPMB TATI SURYANI DESA PABUARAN KECAMATAN PABUARAN KABUPATEN SUBANG TAHUN 2023 Dewi, Dintiani Kusuma; Maryani, Maryani
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i5.3251

Abstract

Latar Belakang. Bayi merupakan bagian bagian dari siklus kehidupan yang ditandai dengan karakteristik pertumbuhan fisik dan perkembangan sosial yang pesat sebagai masa periode emas yang sangat penting terutama pada periode sejak janin di dalam kandungan ibunya sampai anak berumur 2 tahun atau Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan(HPK). Gizi pada masa bayi ditentukan oleh gizi ibu selama kehamilan karena menentukan perkembangan janin di dalam kandungan dan besaran cadangan zat gizi pada bayi yang dilahirkan, yang diteruskan hingga masa menyusui melalui pemberian ASI.Pola menyusu efektif sejak awal menyusui harus diperhatikan agar kecukupan ASI selama proses menyusu dapat terjaga sehinga kenaikan berat badan selama mendapatkan ASI sesuai dengan kurva pertumbuhan. Tujuan Penulisan. Untuk mengetahui pengaruh frekuensi lamanya menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi Di TPMB Tati Suryani Desa Pabuaran Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang Tahun 2023 Metode Penelitian. Penelitian merupakan penelitian eksperimen yang digunakan yaitu Pre Experimental Designs dalam designs Intact-Group Compatison berupa desain yang didalamnya terdapat satu kelompok. Populasi yaitu bayi usia 7-12 bulan sebanyak 30 orang yang menyusui secara ekslusif, yang di teliti lamanya menyusui dan di ukur kenaikan berat badannya pada usia 1 bulan – 7 bulan. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik populasi dalampenelitian yang dipilih berupa tehnik Nonprobability sampling Hasil Penelitian . Frekuensi lamanya menyusui bayi Di TPMB Tati Suryani Desa Pabuaran Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang Tahun 2023 sebagiannya kurang dari 30 menit (50%), Frekuensi kenaikan berat badan bayi usia 1 bulan sebagian besar tidak sesuai KBM (66,7%), usia 2 bulan sebagian besar tidak sesuai KBM (76,7%) usia 3 bulan sebagian besar tidak sesuai KBM (76,7%), usia 4 bulan sebagian besar tidak sesuai KBM (73,3%), usia 5 bulan sebagian besar sesuai KBM (73,3%), badan usia 6 bulan sebagian besar sesuai KBM (76,7%). usia 7 bulan sebagian besar sesuai KBM (66,7%).Tidak terdapat pengaruh frekuensi lamanya menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 1, 3, 4,6,7 (P > 0,05) dan terdapat Pengaruh frekuensi lamanya menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 2 dan 5 bulan (P < 0,05) Di TPMB Tati Suryani Desa Pabuaran Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang Tahun 2023 Kesimpulan dan Saran. Sebagian besar kenaikan berat badan bayi usia 7-12 bulan pada usia 1,2,3, dan 4 bulan tidak sesuai kenaikan berat badan minimal (KBM) yang terdapat pada KMS. Sedangkan pada usia 5, 6 dan 7 bulan kenaikan berat badan sesuai dengan KBM. tidak terdapat Pengaruh frekuensi lamanya menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 1, 3, 4, 6,7 bulan (p>0,05), terdapat Pengaruh frekuensi lamanya menyusui terhadap kenaikan berat badan bayi usia 2 dan 5 bulan Di TPMB Tati Suryani Desa Pabuaran Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang Tahun 2023. Penelitian dijadikan bahan evaluasi dan bahan dalam acuan pelaksanaan pengelolaan pelayanan gizi masyarakat yang lebih berkualitas dan tambahan referensi di bidang kesehatan dan
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG TAHUN 2024 Mailita, Weni; Suci, Helmanis
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i5.3257

Abstract

Lansia adalah mereka yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih. Perubahan fisik yang sering terjadi pada mereka dapat mengakibatkan sejumlah masalah fisik, termasuk kesulitan dalam berpartisipasi dalam aktivitas fisik atau melakukan tugas sehari-hari. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik mereka dan juga mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Populasi lansia di dunia antara tahun 2015 dan 2050 diperkirakan meningkat dua kali lipat dari 12% menjadi 22% atau sekitar 900 juta menjadi 2 milyar pada usia diatas 60 tahun (WHO, 2015). Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, persentase penduduk lanjut usia di Indonesia adalah 10,48%, mengalami penurunan sebesar 0,34% poin dari tahun sebelumnya yang mencapai 10,82% (BPS, 2022). Semakin tua seseorang, semakin tinggi risiko mengalami masalah kesehatan karena proses penuaan. Sebanyak 20% hingga 30% dari lansia mengalami cidera sedang hingga cidera berat yang dapat mengganggu aktivitas sosial mereka. Proses penuaan adalah bagian alami dari siklus kehidupan manusia yang terjadi seiring berjalannya waktu. Mengetahui dan memahami proses ini sangat penting bagi para caregiver yang merawat lansia. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu dipahami oleh caregiver dalam merawat lansia, Perubahan Fisik, Perubahan Mental, Kesehatan Menjelang Lansia, Perubahan Psikologis, Perubahan Pola Tidur dan Nutrisi, Pengelolaan Obat. Lansia seringkali mengonsumsi beberapa obat untuk mengelola kondisi kesehatan mereka. Caregiver perlu memahami dosis dan efek samping obat-obatan tersebut serta memastikan bahwa lansia mengikuti jadwal pengobatan yang tepat. Dengan memahami proses penuaan yang dialami oleh lansia, caregiver dapat memberikan perawatan yang lebih efektif dan memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan emosional mereka secara optimal.
EFEKTIFITAS PELVIC ROCKING DENGAN BIRTHING BALL DALAM MEMPERCEPAT PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF Pratiwi, Septiana; Kusumadewi, Rita Riyanti
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplikasi yang dapat dialami pada ibu bersalin kala I fase aktif adalah partus lama. Dampak partus lama pada janin yaitu asfiksia. Dampak bagi ibu infeksi intrapartum. Upaya untuk meminimalisir partus lama yaitu pelvic rocking. pelvic rocking dapat melatih otot pinggang, pinggul dan membantu penurunan kepala bayi masuk kedalam rongga panggul menuju jalan lahir yang pada akhirnya melancarkan proses persalinan dan mempercepat lama waktu persalinan. Tujuan : mengetahui pengaruh teknik Pelvic Rocking dengan Birthing Ball terhadap lama persalinan di TPMB Holish Novitasari. Metode : Penelitian kuantitatif. Quasy experimental design terhadap dua kelompok (two-group-test) kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan 20 responden. Teknik probability sampling pendekatan sampel Random Sampling pemilihan sampel sesuai dengan kriteria. Hasil : Uji t independen nilai p-value 0,000 < 0,05 hipotesis diterima. Kelompok intervensi rata-rata waktu kala 1 fase aktif 183 menit, kelompok kontrol 341,5 menit. Kesimpulan : pelvic rocking efektif dilakukan dalam mempercepat lama persalinan
PENGARUH AKUPRESUR PADA TITIK PC6 DAN ST36 TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Sulistiani, Astri; Kamidah, Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum disebabkan karena peningkatan kadar hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Kejadian emesis gravidarum pada wanita hamil trimester 1 yaitu 50-80%. Emesis gravidarum adalah sesuatu keadaan yang fisiologis yang dialami oleh ibu hamil, tetapi bila tidak segera diatasi dapat menimbulkan berbagai dampak antara lain penurunan nafsu makan yang dapat mengakibatkan perubahan keseimbangan tubuh dan dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh, janin kekurangan nutrisi dan dapat menyebabkan, proses tumbuh kembangnya terganggu, BBLR dan lain-lain. Penanganan yang dapat dilakukan salah satunya jenis terapi komplementer seperti akupresur pada titik PC6 yang merupakan titik pericardium yang melindungi jantung sehingga organ dapat berfungsi dengan baik dan memompa darah keseluruh tubuh dengan lancar dan ST36 yang merupakan titik lambung dimana penekanan pada titik ini dapat meredakan masalah pada lambung salah satunya mual dan muntah. Tujuan: mengetahui pengaruh akupresur dalam menurunkan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode: penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen grup test pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di Praktik Mandiri Bidan Cahyati. Uji analisa menggunakan Paired Simple T-Tes, pengambilan sample menggunakan accidental sampling. Populasi ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum berjumlah 25 orang dan jumlah sampel 20 responden. Hasil: sebelum dilakukan akupresur rata-rata frekuensi emesis gravidarum 4.65 dan setelah dilakukan akupresur rata-rata frekuensi emesis gravidarum 2.70. terjadi penurunan 1.95 didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: pemberian akupresur PC6 dan ST36 dapat menurunkan frekuensi emeisgravidarum pada ibu hamil trimester 1.
HUBUNGAN SELF ACCEPTANCE DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN NARAPIDANA LAKI-LAKI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA PEKANBARU Humaira, Azzahrotul; Putri, Dewi Kurnia; Hamid, Abdurrahman
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narapidana memiliki stigma yang buruk di masyarakat sehingga fenomena ini memicu timbulnya kecemasan bagi narapidana yang sering memikirkannya, dan berdampak pada penerimaan diri yang rendah dan dukungan sosial yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self acceptance dan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan narapidana laki-laki di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 97 narapidana. Instrumen pada penelitian ini terdiri dari 3 instrumen penelitian untuk mengukur tingkat kecemasan, self acceptance, dan dukungan sosial. Analisa yang digunakan adalah analisa bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara self acceptance dengan tingkat kecemasan (p-value = 0,000) dan terdapat ada hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan (p-value = 0,001). Diharapkan pihak Lapas dapat meningkatkan penerimaan diri dan mengurangi kecemasan narapidana dengan menambah kegiatan program pembinaan kepribadian dan kemandirian agar narapidana tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekurangan dan berusaha keras untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pengaruh pH dan Suhu Saliva terhadap Perubahan Struktur Mikrobiota dan Keganasannya pada Rongga Mulut Tantiana, Tantiana; Sona, Nabila; Tania, Cindy Grace
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrobiota oral merupakan organisme yang majemuk dengan lebih dari 700 spesies yang teridentifikasi. Mikrobiota saliva didominasi oleh filum Firmicutes dan secara keseluruhan, komposisi bakteri terbagi atas mikrobiota lidah, tonsil, dan tenggorokan. Saliva memberi nutrisi ke mikrobiota oral, dan juga memiliki faktor antimikroba yang mengatur mikrobiota dan mempertahankan homeostasis mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki Pengaruh pH dan suhu saliva terhadap perubahan struktur mikrobiota dan keganasannya pada rongga mulut.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KEDAWUNG WETAN KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN Widiati, Arum; Sutikno, Bambang; Wahyuni, Hari
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pelayanan dalam suatu organisasi atau lembaga Pemerintah akan sangat berperan dalam kelancaran kegiatan organisasi. Pelayanan dalam organisasi khususnya Puskesmas dituntut untuk cepat dan tepat. Hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Bagi organisasi pelayanan publik, pelayanan yang baik tercermin dari setiap efektivitas dan efisiensi kegiatan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh kualitas pelayanan dan disiplin kerja terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Kedawung Wetan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif dan sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Sampel penelitian ini adalah pasien yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kedawung Wetan sebanyak 65 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Nilai R Square menunjukkan nilai sebesar 0,518 atau sama dengan 51,8% ini diartikan sebagai 48,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan regresi ini.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN JAHE MERAH DAN MADU RANDU UNTUK MENGURANGI TINGKAT EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI KLINIK AZZAHRA HUSADA LAMPUNG SELATAN Sari, Vennesa Perwina; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: emesis gravidarum merupakan satu gejala kehamilan dan sering terjadi pada kehamilan trimester 1. Emesis gravidarum jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak ibu mengalami dehidrasi dan gangguan intake nutrisi yang akan memhayakan ibu dan kehamilannya. Air rebusan jahe dan madu dapat menurunkan emesis gravidarum, kandungan kimia dalam jahe yaitu minyak atsiri zingiberena, zingiberol, bisabilena, kurkumen, gingerol, flandrena, vitamin A dan rasa pahit dapat memblok serotonin yang merupakan neurotransmitter yang dihasilkan oleh neuron serotonergis pada system saraf pusat dan sel enterokromin pada saluran pencernaan sehingga memberikan rasa nyaman dalam perut serta madu mengandung enzim diatase, invertase, glukosa oksidase dan peroksidase untuk metabolisme sehingga lebih cepat diserap oleh tubuh. Memberikan minuman kombinasi jahe dan madu sebagai salah satu pilihan dalam pengobatan mual dan muntah pada wanita hamil.Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu untuk mengurangi emesis gravidarum. Metode: menggunakan Pre- experimental design dengan pendekatan one group pretest- posttest. Populasi ibu hamil TM I yang mengalami emesis gravidarum . Sampel sebanyak 20 responden dengan tehnik sampling consecutive sampling. Uji analisa dengan wilcoxons. Hasil: pada pre test 20 responden (100%) mengalami emesis gravidarum, pada post test mengalami penurunan yaitu 14 responden (70%) tidak mengalami emesis. Analisa data diperoleh p value 0,000<0,05. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
PENGARUH PEMBERIAN DARK CHOCOLATE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DISMENORE PADA SISWI MA AL MA’MUR BANJARSARI KECAMATAN WONOSOBO TANGGAMUS Amara, Rihla Helsi; Handayani, Sri
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dismenore adalah rasa nyeri yang terjadi di perut bagian bawah saat menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas. Salah satu pendekatan non-farmakologis untuk mengatasi dismenore adalah dengan mengonsumsi dark chocolate. Dark chocolate dapat merangsang otak untuk melepaskan hormon endorfin, yang berfungsi menghambat impuls nyeri.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian dark chocolate terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore pada siswi MA Al Ma’mur Banjarsari Kecamatan Wonosobo Tanggamus. Metode: Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian one group pretest-posttest. Populasi terdiri dari seluruh siswi di MA Al Ma’mur Banjarsari yang mengalami dismenore, dengan sampel sebanyak 20 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Instrumen penelitian adalah Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata nyeri dismenore sebelum diberikan dark chocolate yaitu 3,55. Sedangkan nilai rata-rata setelah diberikan dark chocolate yaitu 1,30. Hasil uji statistik didapatkan p-value sebesar 0,000 < 0,05 hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Ha diterima berarti terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan setelah diberikan dark chocolate terhadap penurunan tingkat nyeri pada siswi dismenore di MA Al Ma’mur Banjarsari Kecamatan Wonosobo Tanggamus. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian dark chocolate terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore yang dibuktikan dengan hasil analisis nilai p (0,000) < nilai α (0,05).