cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai. Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30319773     DOI : https://doi.org/10.61798/alaina.v1i1
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui program pengabdian atau layanan kepada masyarakat untuk mengembangkan teori keilmuan, konsep pemikiran, model, dan hasil penelitian. Pengabdian atau layanan kepada masyarakat yang dimaksud adalah upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kemampuan (skill) sehingga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat atau komunitas. ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat menerbitkan hasil pengabdian yang mencakup beberapa bidang dengan prioritas topik atau isu sebagai berikut: 1. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Cakupan bidang ini bertujuan untuk menyelesaikan problematika pendidikan yang terjadi di sekolah/madrasah dan lembaga pendidikan lain baik formal maupun informal. Isu pada bidang ini misalnya adalah peningkatan kemampuan guru dalam pembuatan perangkat pembelajaran, pengingkatan kemampuan guru dan siswa terhadap penguasaan teknologi atau media pembelajaran, optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan problematika lainnya yang terjadi di institusi pendidikan. 2. Pemberdayaan masyarakat atau komunitas Cakupan bidang ini bertujuan untuk menyelesaikan problematika yang terjadi di sekelompok masyarakat atau komunitas profesi tertentu. Isu pada bidang ini misalnya adalah peningkatan strategi pemasaran (marketing) Usaha Kecil Menengah (UKM), pedampingan pelaku usaha produk lokal/tradisional, dan pemberdayaan ekonomi keluarga mandiri. 3. Kesehatan Cakupan bidang ini bertujuan untuk menyelesaikan problematika masyarakat di bidang kesehatan, juga mencakup sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. Isu pada bidang ini misalnya adalah peningkatan kesadaran hidup bersih, peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi, dan penanggulangan stunting atau gizi buruk di masyarakat. 4. Lingkungan Cakupan bidang ini bertujuan untuk menyelesaikan problematika di bidang lingkungan. Isu ini berkaitan dengan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, upaya merawat kelestarian alam, dan optimalisasi kawasan khusus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 5. Sosial Cakupan bidang ini bertujuan untuk menyelesaikan problematika di bidang sosial masyarakat. Isu pada bidang ini berkaitan dengan upaya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat dan upaya mereduksi masalah-masalah sosial yang lainnya.
Articles 59 Documents
SOSIALISASI PENGGUNAAN BISYAROH SECARA CASHLESS DI MADRASAH DINIYYAH AL-AMIRIYYAH BLOKAGUNG, KARANGDORO, TEGALSARI, BANYUWANGI Komarudin A; Aula Izatul Aini; Tri Novita Irawati
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1064

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pengurus serta ustadz/ustadzah Madrasah Diniyyah Al-Amiriyyah Blokagung, Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi dalam menggunakan sistem pembayaran bisyaroh secara nontunai (cashless), sebagai upaya mendukung transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi dan pendampingan partisipatif, meliputi tahap persiapan, penyuluhan, demonstrasi penggunaan aplikasi pembayaran digital, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis hasil pretest dan postest tersebut diperoleh peningkatan skor 20% hal ini menunjukkan bahwa   kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat dan mekanisme pembayaran bisyaroh secara cashless, sekaligus mengidentifikasi kendala literasi digital dan infrastruktur yang perlu ditindaklanjuti melalui pendampingan berkelanjutan.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK USIA DINI DAN PRA-REMAJA MELALUI SOSIALISASI PENGGUNAAN GADGET DI SDN SIDOKERTO 2 Intan Kurnia Zaharani; Annisa Damayanti; Devina Puspita Handayani; Nabila Putri Aprilia; Muhammad Rizqi Rama Andika; Kartika Septianingrum
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1068

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat telah mengubah pola interaksi anak usia dini dan pra remaja dengan lingkungan sekitarnya, termasuk di lingkungan SDN Sidokerto 2. Gadget yang semula difungsikan sebagai alat komunikasi kini berubah menjadi sarana hiburan utama yang digunakan anak-anak tanpa pendampingan dan batasan waktu yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena penggunaan gadget yang berlebihan berpotensi mengganggu perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan fisik anak. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses, respons, serta dampak kegiatan sosialisasi bahaya penggunaan gadget yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SDN Sidokerto 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran siswa dan sebagian orang tua terhadap risiko penggunaan gadget masih tergolong rendah, sementara sosialisasi yang dipadukan dengan media kolase terbukti mampu meningkatkan minat belajar dan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung. Guru merespons positif kegiatan ini karena dianggap membantu menanamkan kesadaran digital sejak dini, meskipun ditemukan sejumlah kendala teknis dan sosial dalam pelaksanaannya. Artikel ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lembaga pendidikan tinggi secara berkelanjutan agar edukasi literasi digital tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata
UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA MELALUI PROGRAM SOSIALISASI MAHASISWA KKN DI DESA SIDOKERTO Ryan Fathan Fawzi; Karisma Maulana; Ni'am Dimas Pratama; Gulam Amir Arginata; Hestik Dwi Putri Cahaya; Kartika Septianingrum
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1074

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja merupakan dua persoalan sosial yang saling berkelindan dan kian meresahkan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pedesaan seperti Desa Sidokerto. Artikel ini disusun untuk mendeskripsikan proses, hasil, kendala, manfaat, serta implikasi dari kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, guru, dan remaja, serta studi dokumentasi selama periode pelaksanaan KKN. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model interaktif Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat, terutama remaja, terhadap bahaya narkoba dan dampak kenakalan remaja masih tergolong rendah akibat minimnya akses informasi, lemahnya pengawasan keluarga, serta kuatnya pengaruh lingkungan pergaulan dan media sosial. Program sosialisasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN, melalui kombinasi ceramah, diskusi kelompok, media visual, dan simulasi peran, terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan sikap kritis remaja terhadap bahaya narkoba, meskipun masih dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan waktu pelaksanaan, sarana pendukung, dan partisipasi masyarakat yang belum sepenuhnya merata. Artikel ini merekomendasikan penguatan sinergi berkelanjutan antara mahasiswa, pihak sekolah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan orang tua sebagai fondasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja di wilayah perdesaan secara jangka panjang.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING RAMAH LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN NILAI EKONOMI DI DESA CAMPURASRI, KECAMATAN KARANGJATI, KABUPATEN NGAWI Desi Nuzul Agnafia; Amelia Dwi Wahyuni; Panji Ariyanto; Riski Wahyu Lestari; Aprilia Asmaraningtyas; Lely Dewi Nur Anggraeni; Faturrohman Firrizqi; Dela Munifatul Hasanah; Nur Fatkhur Rohmat; Ardhiansyah Yusuf Romadhoni
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1077

Abstract

Sabun cuci piring merupakan kebutuhan harian yang tidak terpisahkan dari aktivitas rumah tangga, namun sebagian besar masyarakat pedesaan masih bergantung sepenuhnya pada produk pabrikan tanpa memanfaatkan potensi limbah organik rumah tangga yang sebenarnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Sebagai salah satu program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dipadukan dengan ecoenzim hasil fermentasi limbah organik rumah tangga. Kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan mengenai bahan dan fungsinya, melatih keterampilan produksi secara mandiri, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta membuka peluang usaha rumahan yang sekaligus mendukung pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah community development melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, persiapan, pelaksanaan pelatihan disertai demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga dan anggota kelompok PKK Desa Campurasri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai fungsi bahan (MES, ecoenzim, Cocamidopropyl Betaine/CAPB, gliserin, NaCl, dan asam sitrat) serta peningkatan keterampilan praktik yang tampak dari kemampuan peserta menghasilkan produk dengan busa melimpah, daya bersih lemak yang baik, tekstur stabil, dan aroma yang disukai. Analisis nilai ekonomi sederhana menunjukkan bahwa satu kali produksi sebanyak 15 liter (setara 30 botol kemasan 500 mL) membutuhkan biaya produksi sekitar Rp120.000, dengan harga jual Rp8.000 per botol sehingga diperoleh total penjualan Rp240.000 dan keuntungan bersih sekitar Rp120.000 per satu kali produksi. Antusiasme peserta yang tinggi turut mendorong motivasi untuk menjadikan produk ini sebagai peluang usaha rumahan guna menghemat pengeluaran sekaligus menambah pendapatan keluarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan riil masyarakat yang memadukan prinsip ramah lingkungan mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rumah tangga yang efektif dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik dan menegaskan peran strategis mahasiswa KKN sebagai agen pemberdayaan di tingkat desa
PENGUATAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA ISLAMI UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH UNGGUL BERBASIS IMAN DAN TAQWA Marwah Triyati; Agus; Diah Widiawati; Asep Supriatna; Warsali
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1080

Abstract

Peningkatan kualitas manajemen sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan menjadi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan sekolah unggul yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan nilai spiritual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk menjawab permasalahan lemahnya manajemen berbasis nilai Islami di SMK Rismatek Kecamatan Jayakerta. Tujuan kegiatan adalah memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam menerapkan manajemen Islami untuk membangun budaya sekolah yang unggul berbasis iman dan takwa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan menekankan keterlibatan aktif komunitas sekolah dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Rangkaian kegiatan meliputi workshop, pelatihan, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta simulasi praktik manajemen Islami. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap manajemen Islami, munculnya forum komunikasi guru Islami sebagai pranata baru, serta lahirnya kepemimpinan lokal yang memperkuat iklim kolaboratif. Selain itu, terdapat perubahan perilaku guru dalam menjalankan tugas secara profesional sekaligus spiritual, yang berimplikasi pada meningkatnya kesadaran kolektif untuk menjadikan sekolah lebih unggul. Implikasi dari kegiatan ini adalah perlunya penguatan keberlanjutan forum komunikasi guru serta integrasi modul manajemen Islami ke dalam kebijakan sekolah agar transformasi sosial dapat terus berkembang. Dengan demikian, pengabdian ini mampu memberi kontribusi nyata bagi pengembangan model manajemen SDM Islami yang relevan dan aplikatif.
EDUKASI PENGOLAHAN LIMBAH SEKAM PADI MENJADI ARANG BRIKET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA LENDANG NANGKA UTARA Anton Samuda Fasai; Badrul Wajdi; Tsamarul Hizbi
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1102

Abstract

Limbah sekam padi merupakan permasalahan lingkungan yang serius di daerah sentra produksi padi, termasuk di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan limbah sekam padi menjadi arang briket melalui edukasi interaktif. Metode pelaksanaan terdiri dari: (1) observasi dan wawancara dengan pemerintah desa, tokoh petani, dan warga; (2) pengecekan lokasi limbah; (3) sosialisasi dan edukasi interaktif (ceramah, diskusi, tanya jawab); (4) penayangan video demonstrasi dan distribusi sampel briket; serta (5) evaluasi melalui angket skala Likert (1-5) yang diisi oleh 12 responden. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) belum pernah menggunakan arang briket sebelumnya, dan setelah kegiatan, tingkat pengetahuan responden mencapai 91,7%-100% pada aspek pengetahuan, sikap positif 91,7%-100%, serta minat pengembangan usaha 100%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat terhadap pengolahan limbah sekam padi menjadi arang briket sebagai energi alternatif dan peluang ekonomi baru. Model edukasi interaktif dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah biomassa
PENINGKATAN KOMPETENSI MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN BERBASIS NILAI QUR’ANI DI MADRASAH IBTIDAIYAH Nurul Fahimah; Nunung Nurhasanah; Rendi Atnando; Asep Khaerul Faizin; Mia Audina Musyadad
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1170

Abstract

Penguatan kompetensi manajemen lembaga pendidikan Islam merupakan kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kompleksitas pengelolaan madrasah di era modern. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial para pengelola Madrasah Ibtidaiyah melalui pelatihan yang berorientasi pada nilai-nilai Qur’ani. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam merumuskan masalah, merancang solusi, serta melakukan aksi kolektif. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan perencanaan program, pengelolaan administrasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kepemimpinan berbasis etika Qur’ani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran manajerial, munculnya kepemimpinan lokal yang berintegritas, serta terbentuknya komitmen kolektif dalam menginternalisasikan nilai Qur’ani dalam manajemen madrasah. Implikasi dari kegiatan ini adalah terciptanya paradigma baru dalam pengelolaan madrasah, yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan efektivitas, tetapi juga pada spiritualitas dan akhlak Qur’ani sebagai landasan utama. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa pelatihan berbasis nilai Qur’ani mampu menjadi instrumen transformasi sosial dan kelembagaan yang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan Islam di tingkat dasar
SANTRI-SERVICE CENTER : PELATIHAN STANDAR OPERASIONAL PELAYANAN DAN HOSPITALITY BAGI PENGURUS PONDOK PESANTREN Candra Mochamad Surya; Ade Ismail Fahmi; Abdul Fatah; Agus Jaenal; Siti Aminah
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1174

Abstract

Pondok pesantren di era modern dituntut untuk mengelola tata kelola pelayanan secara profesional tanpa mengikis nilai-nilai keislaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan konsep Santri-Service Center berbasis hospitality spiritual guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Pendampingan dilaksanakan selama dua bulan di Pondok Pesantren Daarul Hufaz, Kecamatan Batujaya, Karawang, dengan melibatkan 25 orang pengurus santri dan staf tata usaha sebagai subjek dampingan aktif. Tahapan PAR diterapkan secara sistematis meliputi pemetaan aset (Discovery), perumusan visi layanan (Dream), penyusunan draf Standar Operasional Prosedur/SOP (Design), pelaksanaan workshop dan roleplay hospitality (Destiny), serta evaluasi dan pembentukan Local Champions (Documentation). Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya pranata baru berupa unit Santri-Service Center, terkonfigurasinya layanan WhatsApp Business terpadu, serta tersedianya empat dokumen SOP Pelayanan Utama. Kegiatan ini juga berhasil mengubah perilaku pengurus menjadi lebih responsif, ramah, dan profesional, serta melahirkan kepemimpinan lokal penanggung jawab mutu layanan. Implikasi dari kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi manajemen pelayanan modern ke dalam budaya pesantren mampu memangkas kesenjangan komunikasi, meningkatkan kepuasan wali santri, dan memperkuat citra positif pesantren. Model pendampingan ini dapat menjadi acuan strategis bagi transformasi tata kelola pelayanan pada lembaga pendidikan Islam berbasis keagamaan lainnya.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL AJAR IPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Meilia Prehartanti; Rahman Tanjung; Abdul Fatah; Hasan Al Banna; Ahmad Riyadi
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1187

Abstract

Tuntutan Kurikulum Merdeka dalam menginternalisasi nilai budaya lokal di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sering kali terhambat oleh keterbatasan kompetensi pedagogik guru dan tingginya ketergantungan pada buku teks komersial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi pedagogik guru MI melalui pendampingan penyusunan modul ajar IPS berbasis kearifan lokal. Pendampingan ini menerapkan metode Asset-Based Community Development (ABCD) melalui lima tahapan terintegrasi, yaitu pemetaan aset (discovery), perumusan visi (dream), perencanaan aksi (design), eksekusi pendampingan klinis (destiny/delivery), serta evaluasi (monitoring). Kegiatan ini melibatkan 30 guru IPS MI di Kecamatan Karawang Timur sebagai subjek pendampingan utama yang berlangsung secara intensif selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogik guru yang signifikan, ditunjukkan oleh rerata N-Gain Score sebesar 0,70 (kategori tinggi) serta terwujudnya modul ajar IPS yang memenuhi kriteria sangat kontekstual (skor 3,65 dari skala 4). Selain itu, pendekatan ABCD berhasil mendorong lahirnya pranata baru berupa Tim Pengembang Modul Ajar KKG MI dan penguatan peran local leaders di tingkat madrasah. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis potensi komunitas tidak hanya menyelesaikan krisis bahan ajar kontekstual secara praktis, melainkan juga mentransformasi kemandirian profesionalisme guru serta memperkokoh pelestarian kearifan lokal melalui jalur pendidikan formal secara berkelanjutan.