cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 866 Documents
Pengolahan Puding Daun Salam untuk Diabetes Melitus di Sungai Tandipah Rt. 02 Yasmin Nabilla; Nasya Angraini Retanti; Melviani Melviani; Nisrina Deanita Ananda; Fitriyadi Fitriyadi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gzpjd055

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di masyarakat Desa Sungai Tandipah RT 02, Kabupaten Banjar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 15 orang masyarakat Desa Sungai Tandipah dan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 16%, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata pretest dari 69,33% menjadi 85,33% pada posttest. Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman herbal yang tepat menyebabkan masih tingginya ketergantungan terhadap obat kimia. Oleh karena itu, kegiatan ini memanfaatkan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai alternatif terapi pendukung diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei, wawancara, serta intervensi edukasi menggunakan media leaflet dan demonstrasi pembuatan puding daun salam. Evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait manfaat, cara pengolahan, serta penggunaan tanaman herbal secara tepat dan aman. Demonstrasi pembuatan puding daun salam juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman herbal menjadi produk yang lebih mudah dikonsumsi. Kesimpulannya daun salam terbukti sebagai tumbuhan yang membantu mengobati diabetes melitus dengan peningkatan pengetahuan pasien sebesar 16%.
Penyuluhan Interaktif Mengenai Diabetes Mellitus Tipe 1 diSMK Budi Raksa Lembang
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4th9c096

Abstract

Type 1 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by an autoimmune process that damages pancreatic β cells, leading to an insulin deficiency in the body. This disease is predominantly found in children and adolescents; however, knowledge regarding Type 1 DM among adolescents remains relatively low, particularly concerning risk factors, symptoms, complications, and efforts to prevent these complications. This condition underscores the importance of providing early health education within the school environment. This Community Service (PKM) activity aimed to increase adolescents' knowledge about Type 1 Diabetes Mellitus through interactive health education at SMK Budi Raksa Lembang. The activity was conducted in May 2026, targeting 28 students from grades X and XI. The methods utilized included interactive lectures, discussions, the use of PowerPoint presentations, leaflets, ice-breaking sessions, and evaluations via Quizizz-based quizzes. The results demonstrated an increase in participants' understanding, marked by an accuracy growth rising from 38% to 76% with a completion rate of 85%. Participants also showed high enthusiasm during the discussion and Q&A sessions. In conclusion, health education through interactive counseling is effective in improving adolescents' knowledge of Type 1 Diabetes Mellitus and can serve as a promotive and preventive step in shaping healthy living behaviors from school age.
Deteksi Menuju Aksi: Penguatan Literasi Informasi Kesehatan tentang Artritis Gout melalui Skrining dan Konseling Terintegrasi Santy Irene Putri; Aris Widiyanto; Isnaini Qoriatul Fadhilah; Rizki Aqsyari D; Arie Jefry Ka'arayeno
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mykr4w34

Abstract

Hyperuricemia is a condition of increased uric acid levels in the blood which plays an important role as an etiological factor in the occurrence of gout. Currently, gout is a public health problem that is increasing due to changes in lifestyle, consumption patterns, and low public knowledge about risk factors and their prevention. Misconceptions, such as the assumption that all joint pain is caused by gout and restricting the consumption of certain vegetables without scientific basis, are still widely found in society. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about gout through uric acid levels checks and the provision of health counseling. The activity was held in Mojorejo, Sragen, Central Java. The method used includes checking uric acid levels using a simple test tool followed by individual and group counseling. Counseling materials include the definition of gout, etiology, clinical manifestations, disease impact, prevention efforts, gout management, and traditional medicine. Evaluation was carried out through observation of active community participation and questions and answers during the counseling process. The results of the activity show high public enthusiasm, increased understanding of gout, and increased awareness to conduct routine health check-ups at health care facilities. This activity is expected to contribute to the promotive and preventive efforts of gout at the community level.
Edukasi Konsumsi Tisane untuk Mengurangi Nyeri Haid Remaja Putri Evi Susiyanti; Desi Andri Anita
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ma57wv91

Abstract

Dismenore merupakan keluhan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, kenyamanan fisik, serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja putri tentang penatalaksanaan nyeri haid secara nonfarmakologis melalui edukasi dan pendampingan konsumsi tisane kombinasi jeruk nipis, kunyit, jahe dan serai. Kegiatan dilaksanakan pada 37 remaja putri usia 10-18 tahun di kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Metode kegiatan meliputi pendidikan kesehatan, demonstrasi penggunaan tisane, pendampingan konsumsi selama tiga hari sejak hari pertama menstruasi, serta evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pergeseran intensitas nyeri ke kategori lebih ringan. Sebelum pendampingan, responden mengalami nyeri sedang sebanyak 26 orang(70,3%) dan nyeri berat sebanyak 11 orang (29,7%). Setelah pendampingan terdapat 6 orang (16,2%) dengan nyeri ringan, 29 orang (78,4%) nyeri sedang dan 2 orang (5,4%) nyeri berat. Hasil evaluasi Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,684 dan p = 0,000. yang mengindikasikan penurunan nyeri secara bermakna. Edukasi dan pendampingan konsumsi tisane dapat menjadi strategi promotif-preventif berbasis komunitas untuk membantu remaja putri mengelola dismenore secara aman, alami dan mudah diterapkan.
Implementasi Edukasi Ginjal Sehat Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis Lisa Fradisa; Kalpana Kartika; Salwana Salwana
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1v2mg770

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with a steadily increasing prevalence and is closely associated with lifestyle changes, including high salt and sugar intake, physical inactivity, and inadequate hydration habits. Early prevention is a crucial strategy to reduce the future burden of CKD, as health behaviors developed during childhood play a significant role in determining health status in adulthood. This community service activity aimed to improve the knowledge, attitudes, and awareness of elementary school students regarding kidney function, the importance of healthy lifestyle habits, and the introduction of metabolites as early indicators of kidney disorders. The method used was a school-based participatory education approach implemented through interactive lectures, visual media and educational videos, group discussions, quizzes, and educational games tailored to children’s characteristics. The activity was conducted with students of SDN 07 Kubu Gulai Bancah Bukittinggi. Evaluation was carried out through participation observation, question-and-answer sessions, and quizzes to assess students’ understanding before and after the intervention. The results showed an increase in knowledge and positive attitude changes regarding the importance of adequate water consumption, reducing high-salt foods and sugary drinks, and increasing physical activity. In addition, students demonstrated high enthusiasm for learning about metabolites as early signs of kidney disorders. School-based health education proved effective in instilling healthy lifestyle behaviors from an early age. This program is recommended to be integrated into ongoing school activities as a promotive and preventive strategy for CKD in the community.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Minuman Sari Kacang Hijau Sebagai Inovasi PMT Berbahan Pangan Lokal untuk Gerakan Sercing (Serang Cegah Stunting) Filda Fairuza; Pratiwi Cahya Skania; Desfi Tri Damayanti; Winda Tri Andini
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9mcqap53

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan berbasis keluarga dan komunitas. Kelurahan Curug Manis Kota Serang merupakan salah satu wilayah yang membutuhkan penguatan peran kader, ibu balita, dan masyarakat dalam penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam membuat minuman sari kacang hijau sebagai inovasi PMT untuk mendukung Gerakan SERCING (Serang Cegah Stunting). Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan gizi, demonstrasi, praktik langsung pembuatan sari kacang hijau, pendampingan kader, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan terdiri atas kader posyandu dan ibu balita di Kelurahan Curug Manis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai stunting, gizi seimbang, pemanfaatan kacang hijau, serta pengolahan PMT yang higienis dan ekonomis. Peserta juga mampu mempraktikkan tahapan pembuatan sari kacang hijau mulai dari pemilihan bahan, perebusan, penyaringan, pengemasan, hingga penyajian. Program ini menghasilkan produk minuman bergizi yang mudah dibuat, murah, disukai masyarakat, dan berpotensi menjadi alternatif PMT lokal dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Edukasi Kader Posyandu Tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) di Wilayah Puskesmas Mekarmukti Widya Lestari Nurpratama
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fd1k2y43

Abstract

Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kurangnya pengetahuan kader posyandu mengenai jenis, fungsi, dan dampak penggunaan BTP menjadi salah satu kendala dalam penyampaian edukasi gizi kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang BTP di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi, dan pemberian media edukatif leaflet kepada kader posyandu. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan postest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan edukasi mengenai pengertian BTP, jenis-jenis BTP yang diizinkan, serta dampak penggunaan BTP berbahaya pada pangan. Pengetahuan kader meningkat dari rata-rata skor 76 poin menjadi 82 poin setelah diberikan edukasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman kader sehingga diharapkan kader mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait penggunaan BTP yang aman. Dengan demikian, edukasi mengenai BTP penting dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan pengetahuan gizi dan kesehatan masyarakat.
Edukasi Kepada Masyarakat Tentang Pengendalian Tuberkulosis di Puskesmas Desa Lalang Tri Budiarti; Mona Hastuti; Anggi Maulida Sari; Rafika Nur Siregar; Rinawati Br Tarigan; Lily Lily; Agung Nugroho; Aninda Astari
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j5y0ta83

Abstract

Tuberkulosis atau TB Paru salah satu penyakit yang menular yang diakibatkan dari bakteri yang Bernama Mycobacterium Tuberculosis yang bisa menyerang berbagai organ tubuh manusia akan tetapi umumnya menyerang pada organ paru-paru yang terus menjadi masalah kesehatan yang sangat perlu ditangani secepatnya di Indonesia terutama dimasyarakat yang minim akan informasi mengenai penyakit tuberculosis ini. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Puskesmas Desa Lalang ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penyakit tuberkulosis terhadap seluruh pasien tuberkulosis di Puskesmas Desa Lalang. Kegiatan ini bermulai dari Langkah pertama sebagai pemikiran terhadap dampak yang di derita oleh pasien dan melakukan penimbangan terhadap berat badan sebagai salah satu faktor dari keadaan Gambaran pada kesehatan.Kemudian selanjut nya pada tahap percobaan dengan melakukan pemberian penjelasan dan pemahaman tentang penyakit tuberkulosis yang di sampaikan salah satunya mengenai tata cara penanganan Ketika mengalami  batuk serta bersin yang baik dan tata cara  batuk yang baik dan benar.kesimpulan  dari penyelenggaraan ini dapat menunjukkan terhadap adanya penambahan wawasan pasien tentang penyakit tuberculosis dan juga pasien bisa mempraktikkan kembali bagimana etika bersin, batuk dan cara batuk yang baik. Dalam pemahaman ini agar dapat diharapkan bisa menunjang peningkatkan terhadap kesadaran seta kemampuan terhadap pasien pada saat menangani penyakit yang mereka derita juga bisa menanggulangi terhadap penularan penyakit tuberkulosis terhadap orang yang ada disekitarnya.
Kontaminasi Escherichia coli pada Spons Pencuci Piring Warung Makan Tegal (Warteg) di Desa Saditan Berdasarkan Durasi Pemakaian Didit Dana Pribadi; Umi Nihayatul Khusna
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pbwrkr28

Abstract

Spons pencuci piring merupakan alat yang sering digunakan untuk membersihkan peralatan makan dan berpotensi menjadi reservoir bakteri patogen, termasuk Escherichia coli. Lama penggunaan serta kondisi pembersihan dan penyimpanan spons yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Sampel yang digunakan terdiri atas tiga perlakuan, yaitu spons yang dicuci dan dikeringkan, dicuci tetapi tidak dikeringkan, serta tidak dicuci dan tidak dikeringkan. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Eosin Methylene Blue (EMB), dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia IMViC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan E. Coli pada spons pencuci piring berdasarkan variasi perlakuan setelah penggunaan di warung makan Tegal (warteg). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada media EMB, E. Coli terdeteksi pada hari ke-3 sampel A1, B1, dan C1; pada hari ke-6 sampel A1 dan A3; serta pada hari ke-9 sampel A1, B1, B3, dan C1. Pada hari ke-12 tidak ditemukan pertumbuhan E. Coli. Uji IMViC menunjukkan seluruh sampel memiliki pola (+ + − −) yang mengkonfirmasi keberadaan E. Coli. Temuan ini dapat menegaskan bahwa spons pencuci piring berpotensi menjadi sumber kontaminasi silang dan E. Coli dapat terdeteksi sejak awal penggunaan. Pengurangan terhadap risiko  kontaminasi E. Coli pada spons disarankan agar spons dicuci dan dikeringkan setelah digunakan serta diganti secara berkala minimal satu minggu sekali.
Smart-Cerdik: Model Pemberdayaan Lansia Berbasis Digital dan Family Support Dalam Pencegahan Hipertensi dan Risiko Stroke di Komunitas Tri Wahyuni Ismoyowati; Wylianty Rahardjo; Eddy Suharso; Aryaprana Nando; Hari Iskandar Kang
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mw7gj428

Abstract

Biology, as a branch of natural science, requires not only mastery of theoretical concepts but also practical application to enhance students' understanding of biological phenomena. This community service activity aims to implement biology practices through the creation of an insectarium as a learning medium for high school students at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School in Ogan Ilir Regency. The implementation method used a socialization approach, material presentation, demonstrations, hands-on practice, and interactive discussions. This activity was also supported by the use of computer-based media and simple laboratory equipment. Student understanding was evaluated using pre- and post-socialization questionnaires with five main indicators: knowledge of insect types, insectarium terms, purposes and benefits, tools and materials, and the stages of insectarium construction. The results of the activity showed an increase in student understanding after the socialization, characterized by an increased ability to systematically understand the concepts, functions, and processes of insectarium construction. This activity also improved students' practical skills, accuracy, and scientific attitudes through hands-on, experiential learning. Thus, the practical application of biology through the creation of an insectarium has proven effective in improving students' understanding and skills, making it a viable alternative for practical and contextual biology learning media at the secondary school level.