cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 866 Documents
Edukasi “Pubertas Tanpa Takut” pada Siswa SMP Awal Karya Pembangunan Lubuk Pakam Mika Rosaria Aritonang; Siswanto Pabidang; Juda Julia Kristiarini
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j6waj978

Abstract

Pubertas merupakan fase perkembangan penting pada remaja awal yang sering disertai perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis. Kurangnya pemahaman tentang pubertas dapat menimbulkan kecemasan, rasa takut, kebingungan, serta sikap negatif pada remaja dalam menghadapi perubahan yang terjadi pada dirinya. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sejak dini agar remaja memiliki pengetahuan dan kesiapan yang baik dalam menghadapi masa pubertas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP tentang pubertas melalui edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan “Pubertas Tanpa Takut”. Kegiatan dilaksanakan di SMP Awal Karya Pembangunan (AKP), Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang pada bulan Januari 2026. Sasaran kegiatan berjumlah 23 siswa. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test satu kelompok dengan pemberian edukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dan media leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah edukasi, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 30,4% menjadi 91,3%. Edukasi kesehatan reproduksi ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesiapan remaja menghadapi masa pubertas secara positif, sehat, dan percaya diri.  
Penyuluhan Kesehatan Tentang Abortus dan Risiko Perdarahan Qori Armiza Septia; Iznirrahma Hayati; Rummy Islami Zalni
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xc03kp08

Abstract

Abortus merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama perdarahan yang berisiko mengakibatkan kegawatdaruratan hingga kematian ibu apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai abortus dan tanda bahaya perdarahan masih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai abortus dan risiko perdarahan melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pemberian media edukasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan adalah wanita usia subur, remaja putri, dan masyarakat umum. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Peserta mampu memahami pengertian abortus, faktor penyebab, tanda bahaya perdarahan, serta pentingnya mencari pertolongan medis secara cepat apabila terjadi perdarahan pada kehamilan atau setelah keguguran. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung melalui keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai abortus dan risiko perdarahan sehingga diharapkan mampu mendorong deteksi dini serta mencegah keterlambatan penanganan kegawatdaruratan obstetri di masyarakat.
Be Aware Before It’s There: Saatnya Remaja Man Kota Cimahi Peduli Bph Untuk Masa Depan Sehat Deri Ramadhan; Theophylia Melisa Manumara; Priska Priska; Dwi Varetta Maharani; Vina Alvionita; Dede Risma Amalia; Reine Maharani Wilyana; Zephania Sheryl Hakeema; Dwi Mayangsari; Meri Oktapia Ramdani; Annisa Bintang; Muhammad Ferdiawan; Fifih Fadya
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wx14xf07

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh pria usia lanjut, namun faktor risikonya telah berkembang sejak usia remaja akibat pola hidup yang tidak sehat. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan sistem reproduksi, khususnya terkait BPH, menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian melalui upaya edukasi sejak dini. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan BPH melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan pendekatan edukatif secara langsung (tatap muka) menggunakan media presentasi PowerPoint (PPT), leaflet, serta metode interaktif berupa quiz game. Kegiatan dilaksanakan di MAN Kota Cimahi dengan melibatkan siswa-siswi sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara kualitatif, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menjelaskan kembali materi, menjawab pertanyaan dengan lebih tepat, serta meningkatnya hasil evaluasi melalui kuis. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran peserta dalam menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan BPH. Dengan demikian, pendidikan kesehatan melalui metode interaktif dan inovatif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja. Kegiatan ini memiliki peran penting sebagai langkah preventif dalam menekan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang.
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Melalui Pembentukan Unit Pelaksana Tekis Daerah (UPTD) Pengelola Air Limbah Domestik IPLT Iwaka di Kabupaten Mimika Alberth E S Abrauw; Rosi Fitriyanti S; Farida Kaplele; Abdul Hanan; Vhalentio Pakombong
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nf0zs583

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjadi bagian prioritas pembangunan nasional sesuai target RPJMN 2020–2024 terkait akses sanitasi layak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi Pemerintah Kabupaten Mimika dalam penyusunan Kajian Akademis dan Ranperkada pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Air Limbah Domestik sebagai upaya penguatan kapasitas kelembagaan sanitasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui koordinasi awal, penyusunan draft kajian akademis, Focus Group Discussion (FGD), serta audiensi dan konsultasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembentukan UPTD sangat diperlukan untuk memisahkan fungsi regulator dan operator pengelolaan sanitasi sehingga operasional IPLT Iwaka dapat berjalan secara berkelanjutan. Pendampingan berhasil menghasilkan dokumen Kajian Akademis yang memuat struktur organisasi, analisis kebutuhan pegawai, analisis beban kerja, tugas dan fungsi kelembagaan, serta dukungan sarana prasarana operasional. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan pegawai UPTD sebanyak 12 orang dapat dipenuhi dari pegawai existing Dinas PUPR tanpa penambahan pegawai baru sehingga tidak menambah beban belanja pegawai daerah. Selain itu, pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung operasional UPTD melalui penyediaan sarana, prasarana, dan dukungan regulasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi strategis terhadap percepatan pengelolaan sanitasi berkelanjutan di Kabupaten Mimika serta mendukung peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Penyuluhan Batuk pada Pra Lansia dan Lansia Rayhana Rayhana; Dayu Swasti Kharisma; Noor Latifah Amin; Jihan Samira
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/haxazf49

Abstract

Pra lansia terutama lansia merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan fungsi fisiologis, termasuk sistem pernapasan, sehingga lebih berisiko mengalami batuk kronis. Kurangnya pengetahuan mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan batuk menyebabkan kondisi ini sering diabaikan dan berpotensi menurunkan kualitas hidup pra lansia dan lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pra lansia dan lansia terkait pencegahan batuk melalui penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet edukatif kepada peserta di Majelis Taklim Almarzuqiah dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. Hasil Tanya jawab menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pra lansia dan lansia terkait faktor risiko, gejala, dan upaya pencegahan batuk. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran pra lansia dan lansia untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari paparan asap rokok dan polusi. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup pra lansia dan lansia. Saran diperlukan pengembangan metode edukasi yang lebih variatif dan interaktif agar dapat menjangkau pra lansia dan lansia dengan berbagai karakteristik.
Upaya Pencegahan Kanker Kolorektal pada RemajaSMK Kesehatan Rajawali Theophylia Melisa Manumara; Rifan Abiansyah; Sintia Dian Ningsih; Nahla Fauziah Sukmana; Nazma Septia Wanty; Aulia Suci Ajeng Putri Lestari; Siti Sofiah; Sinta Sulistiawati; Bakhi Fadlah; Chalisa Putri Mayda; Maritha Aurin Alfarizki
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9epfg614

Abstract

Colorectal cancer is a noncommunicable disease with an incidence rate that continues to rise in various countries, including among younger age groups. Unhealthy lifestyle behaviors among adolescents, such as low fiber intake, high consumption of fast food, lack of physical activity, and low health awareness, contribute to an increased risk of colorectal cancer at a young age. Prevention efforts through health education are crucial for fostering healthy lifestyle behaviors starting in adolescence. This community health education program aims to enhance the knowledge and awareness of students at Rajawali Health Vocational School regarding colorectal cancer prevention. The methods employed include interactive health education through lectures, discussions, Q&A sessions, educational games, and the use of supporting materials such as leaflets and PowerPoint presentations. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants’ knowledge levels. The program involved 35 students as participants. The results of the activity showed an increase in students’ understanding of the definition of colorectal cancer, risk factors, early signs and symptoms, the importance of adopting a healthy lifestyle, and efforts toward early detection. Participants also demonstrated active participation and enthusiasm throughout the event. Interactive health education methods have proven effective in increasing adolescents’ knowledge and awareness of colorectal cancer prevention and in fostering healthy lifestyle habits from an early age.
Mengenal Ileus Obstruktif dan Upaya Pencegahannya Sejak Dini di SMA Negeri 13 Bandung Theophylia Melisa Manumara; Hillya Surya Afdillah; Marcela Anggraeni; Rifa Nurul Fajriani; Dita Apriliyanti; Sefya Fica Wulandari; Susilawati Susilawati; Fahmi Adian Nizar; Aiska Haniyya Muhtar; Titin Hanipah; Nadia Fatma
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bdhwzp60

Abstract

Obstructive ileus is a surgical emergency characterized by an obstruction of intestinal passage—either partial or total—due to a mechanical blockage. The high incidence of obstructive ileus in Indonesia, particularly in West Java, is a serious concern in the healthcare sector because it still carries a relatively high mortality rate. The general public’s limited knowledge, including among adolescents, regarding the signs and symptoms of obstructive ileus often leads to delays in medical treatment. This community service activity aims to improve the knowledge of students at SMAN 13 Bandung regarding obstructive ileus through structured health education. The methods used include presenting material using PowerPoint, distributing leaflets as self-study materials, and evaluating understanding through a post-test in the form of an interactive quiz. The activity was conducted with students selected through purposive sampling. The evaluation results showed an increase in students’ knowledge following the health education intervention. This activity demonstrated that multimodal health education involving visual media, print media, and interactive assessment is effective in improving adolescents’ knowledge of obstructive ileus. Therefore, a continuous health education program in schools is needed as a preventive and promotive effort to improve community health literacy.
Pencegahan dan Penanganan Penyakit Apendisitis pada Remaja di SMK PGRI 1 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Wulan Nursifa; Dalfa Mutmainah; Abdurasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Ayu Niasy; Gina Revana; Rianti Aprilia; Reiva Nur Ramadani; Damara Oktavia Aline; Indri Dwi Fitriani; Repa Wulandari; Nabila Agustin
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r6vqhh63

Abstract

Appendicitis is one of the most common abdominal emergencies among adolescents, with the potential to cause serious complications such as perforation and peritonitis if not treated in a timely manner. Adolescents’ lack of understanding regarding risk factors, early symptoms, and the importance of a healthy lifestyle served as the primary basis for implementing this community service program. This community service activity was designed to increase the knowledge and awareness of students at SMK PGRI 1 Cimahi regarding the prevention and early detection of appendicitis. The methodological approach included health education using presentation media, leaflets, and interactive discussions, accompanied by pre- and post-tests to evaluate changes in students’ understanding before and after the education. The material covered included the anatomy of the appendix, risk factors for appendicitis, clinical signs and symptoms, prevention through a high-fiber diet, and the need for prompt and accurate medical treatment. Evaluation results indicated a significant increase in students’ knowledge regarding the early detection of appendicitis and the maintenance of gastrointestinal health. Additionally, there was a positive shift in students’ attitudes toward healthy living behaviors and heightened awareness of acute abdominal pain symptoms. This program is expected to contribute as a promotive and preventive intervention in reducing the risk of appendicitis complications among adolescents, while simultaneously strengthening health literacy within the school community.
Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMK 45 Lembang Tentang Pencegahan Hepatitis Theophylia Melisa Manumara; Reggy Ramadhani; Salsa Manda Aulia Fasya; Elsa Lestari; Tiara Nur Agustin; Shearlie Sriayu Diah Azahra; Kartini Kartini; Cici Lestari; Reva Oktavia Ramadhani; Mohamad Ihsan Pahlevi; Amanda Nabillatussahara Ramadani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e65t7v35

Abstract

Hepatitis is an inflammation of the liver that has become a global health issue with persistently high incidence and mortality rates. This disease can be caused by viral infections, unhealthy lifestyles, or exposure to toxic substances, and often progresses without symptoms, earning it the nickname “the silent killer.” The lack of public awareness, particularly among adolescents, regarding the transmission and prevention of hepatitis is a key reason for conducting health education activities at SMK 45 Lembang. This activity aims to improve students’ understanding of hepatitis, covering its definition, symptoms, modes of transmission, prevention, and the implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS). The method used in this community service initiative was health education through lectures and interactive discussions with 30 students at SMK 45 Lembang. The material was delivered using educational media and question-and-answer sessions to increase participant engagement. The results of the activity showed an increase in students’ knowledge and understanding of the importance of maintaining liver health, practicing personal hygiene, and avoiding risky behaviors that can lead to hepatitis transmission. In conclusion, health education on hepatitis is effective in raising students’ awareness and promoting preventive behaviors as part of efforts to prevent the disease and break the chain of hepatitis transmission within the school and community.
Upaya Pencegahan HIV/AIDS dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Dengan Pendidikan Kesehatan di SMAN 1 Parongpong Theophylia Melisa Manumara; Setia Yoga Bayu Aditia; Gilba Fatina Andrian; Natasya Bilbina; Siti Hasna Nafilah; Hana Sri Oktaviani; Yunita Siti Wahyuni; Devi Siti Masitoh; Mila Laelatul Hasanah; Sahrun Sahrun; Rifalza Dwi Yanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k3e77p12

Abstract

HIV/AIDS remains one of the public health issues that continues to rise in Indonesia, including in West Java Province. Adolescents’ limited knowledge of HIV/AIDS can increase the risk of engaging in risky behaviors and foster negative stigma toward people living with HIV/AIDS. This health education activity aims to improve students’ knowledge regarding HIV/AIDS prevention efforts through leaflets at SMAN 1 Parongpong. The method used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach involving 29 eleventh-grade students selected using purposive sampling. The activity was conducted through the administration of a pretest, presentation of materials using PowerPoint and leaflets, interactive discussion, and a posttest. The instrument used was a questionnaire containing 20 questions regarding the definition, modes of transmission, risky behaviors, and prevention HIV/AIDS. The results of the activity showed that health education using leaflets was able to increase students’ knowledge and understanding of HIV/AIDS. In addition, students appeared active and enthusiastic during the educational process. Thus, health education using leaflets is effective as a promotive and preventive measure in raising awareness among adolescents regarding HIV/AIDS prevention.