cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 866 Documents
Pendampingan Pelayanan Pengguna Jasa Pelabuhan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk pada Momen Angkutan Lebaran 2026 Saiful Rohman; Geri Damayanto; Jovie Candra Purnama; Arman Hari Prasetyo; Moehammad Robith Nahdi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wrgxfc53

Abstract

Lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk merupakan jalur transportasi vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Pada setiap momen Angkutan Lebaran (Angleb), jalur ini mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang yang sangat signifikan, mengakibatkan penumpukan di area buffer zone, meningkatnya waktu tunggu (waiting time), dan munculnya kendala teknis pada sistem e-ticketing Ferizy. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membantu pihak ASDP dalam mengurai kepadatan lalu lintas pelabuhan, meningkatkan literasi digital tiket penyeberangan, serta memastikan kelancaran arus mudik dan balik melalui kolaborasi lintas sektor. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Researce (PAR) yang dikombinasikan dengan pendekatan Service Learning dengan menerjunkan tim yang terdiri atas 5 dosen pembimbing lapangan dan 80 taruna. Personel dibagi ke dalam dua wilayah operasional, yakni Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, dengan sistem piket 2 shift selama 24 jam penuh. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kehadiran tim PkM mampu mempercepat proses pengisian kapal (loading time) dari 30 menit menjadi 15-20 menit perkapal melalui penataan saf kendaraan yang teratur dan sistematis. Pendampingan proaktif di area toll gate juga secara signifikan menekan angka kegagalan transaksi tiket digital Ferizy. Selain memberikan dampak nyata pada kelancaran pelayanan publik sektor transportasi, kegiatan ini menjadi experiental learning yang berhasil mengonversi pemahaman teoritis taruna menjadi kompetensi praktis di lingkungan kerja bertekanan tinggi.
Upaya Peningkatan Kemampuan Self Care untuk Mengatasi Fatigue pada Pasien Hemodialisis Zakiah Rahman; Utari Yunie Atrie; Wasis Pujiati; Mawar Eka Putri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/53kd6g19

Abstract

Fatigue merupakan gejala paling umum pada pasien hemodialisis, dengan prevalensi 60–97%, dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Rendahnya kemampuan self care menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan self care pasien hemodialisa dalam mengatasi fatigue melalui edukasi terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada 6 April 2026 di Unit Hemodialisa RS-BLUD Kota Tanjungpinang dengan melibatkan 30 pasien hemodialisa rutin. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan/ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi langsung teknik manajemen fatigue, serta pemberian booklet panduan self care. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen FACIT Version-4 dan Self-Care of Chronic Illness Inventory (SC-CII). Hasil menunjukkan penurunan bermakna tingkat fatigue, dari 90,0% peserta yang mengalami fatigue sedang–berat sebelum intervensi menjadi 53,3% setelahnya. Kemandirian penuh dalam self care meningkat dari 13,3% menjadi 60,0%, sementara ketergantungan penuh berkurang dari 43,3% menjadi 6,7%. Saran pendekatan non-farmakologis berbasis edukasi merupakan strategi yang efektif dan perlu diintegrasikan ke dalam standar asuhan keperawatan hemodialisis.
Penguatan Literasi Digital dan Etika Transaksi Berbasis Komunikasi bagi Pedagang di Desa Wisata Mbulak Wilkel Yanuardo Dwi Rangga; Afan Al Fauzi; Alfian Fernanda Andriansyah; Amirul Mu’minin; Shysiliana Shysiliana; Vernandito Sultan Mahardika; Rila Setyaningsih
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4pj91x27

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan sistem transaksi digital. Namun, masih terdapat keterbatasan literasi digital dan pemahaman etika transaksi pada pedagang di Desa Wisata Mbulak Wilkel, Bantul, Yogyakarta, khususnya terkait keamanan digital, penggunaan QRIS yang sesuai ketentuan, serta risiko kejahatan siber. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pedagang mengenai literasi digital dan etika transaksi digital melalui pendekatan komunikasi edukatif, persuasif, dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi yang diawali dengan pre-test, diskusi interaktif melalui sharing session dan tanya jawab, kampanye komunikasi menggunakan media edukasi berupa poster dan stiker, serta pendampingan dan evaluasi melalui post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Mei 2026 dengan melibatkan 10 pedagang dan pelaku UMKM di Desa Wisata Mbulak Wilkel. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 81,0 pada pre-test menjadi 84,0 pada post-test atau meningkat sebesar 3,70%. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi, terutama terkait keamanan digital, penipuan online, pencurian data pribadi, pinjaman online ilegal, dan judi online. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman, etis, transparan, dan bertanggung jawab guna mendukung keberlanjutan usaha di era digital.
Peningkatan Kesadaran Pendidikan Melalui Model Student Centered Learning SD Negeri No. 091560 Bahalat  Kec.  Jawamaraja Bah Jambi Kab. Simalungun Sumi Naharani Hutabarat; Leo Fernando Simatupang; Desy Permatasari; Dea Tamara Siahaan; Septi Tabita Elisabet Nainggolan; Emanuella Hutabarat; Rachel Grachia Tarigan; Colyen Maria Mefani Hutabarat; Amos Martua Raja Simbolon; Pahala Paulus Sinaga
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/tcjaw873

Abstract

Pengabdian masyarakat adalah kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat dalam beberapa aktivitas untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Student-Centered Learning (SCL) adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif, bukan objek pasif, dalam proses pembelajaran. Fokus utamanya adalah meningkatkan keterlibatan, pemikiran kritis, dan kemandirian siswa, sementara guru berperan sebagai fasilitator dan motivator. Metode ini meliputi diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan kolaborasi untuk mencapai hasil maksimal. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing, bukan sebagai sumber utama informasi. SCL bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa. Metode SCL juga mendorong peserta didik lebih aktif, karena mereka merupakan subjek pembelajaran. Kondisi ini juga akan membuat peserta didik lainnya termotivasi dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Alhasil, peserta didik akan lebih dominan selama proses belajar. Selain itu, metode ini juga bertujuan supaya peserta didik responsif dan mencapai kemajuan individu yang baik.
Penyuluhan dan Pembinaan Kader Tentang Swamedikasi Bahan Alam Untuk Kesehatan Gigi Mulut di Kampung Adat Cireundeu Cimahi Euis Reni Yuslianti; Ayu Asri Lestari; Ayu Wulandari Wirahidayah; Henri Hartman; Rhabiah el Fitriyah; Frita Ferlita S. Djoha; Widya Irsyad; Asih Rahaju; Mutiara Sukma Suntana; Ratna Trisusanti; Ani Melani Maskoen; Fahrauk Faramayudha; Soraya Riyanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/87svj118

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih cukup tinggi di masyarakat, terutama pada kelompok dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan bahan alam dalam swamedikasi yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan swamedikasi bahan alam untuk kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Adat Cireundeu Cimahi dengan metode penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan kader yang disertai evaluasi menggunakan kuesioner. Sebanyak 32 kader berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terkait penggunaan bahan alam serta kemampuan dalam menyampaikan kembali informasi kepada masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen edukasi serta mendukung upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut secara preventif dan berkelanjutan. 
Promosi Kesehatan Personal Hygiene Saat Menstruasi pada Santriwati Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah Desa Sindanghayu Saketi Pandeglang Banten Dwinda Sari; Indah Ayu Nur Hasana; Rahmayani Rahmayani; Siti Ummu Aulia
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j7en6447

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai praktik kebersihan yang tepat selama menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan reproduksi. Santriwati yang tinggal di lingkungan pondok pesantren memerlukan pemahaman yang baik mengenai personal hygiene untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan selama menstruasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang personal hygiene saat menstruasi melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah one group pretest-posttest dengan melibatkan 80 santriwati Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah Desa Sindanghayu, Saketi, Pandeglang, Banten. Edukasi diberikan melalui penyuluhan, diskusi interaktif dan pembagian leaflet. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santriwati setelah diberikan edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada materi mengenai kebersihan organ reproduksi, frekuensi penggantian pembalut, serta upaya pencegahan infeksi selama menstruasi. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan juga mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya personal hygiene saat menstruasi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai personal hygiene saat menstruasi.
Upaya Tindakan Promotif Pengendalian Hipertensi pada Lansia Sebagai Pencegahan Komplikasi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Lia Mayang Sari Sijabat; Angenia Itoniat Zega; Dedi Dedi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9hxpms24

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh masyarakat. Hipertensi dikenal sebagai silent killer dan penyebab kematian terbanyak di dunia karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian tanpa menimbulkan gejala apa pun Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggalakkan kegiatan berupa sosialisasi pengendalian hipertensi pada lansia di desa Karangsari khususnya meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka kematian akibat komplikasi hipertensi pada lansia. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi dan melakukan sesi tanya jawab dari peserta. analisa kawasan, sosialisasi, evaluasi kegiatan dan penulisan laporan dalam kegiatan ini diikuti oleh 30 Peserta. Hasil dari pengabdian masyarakat  yang telah dilakukan ini berdampak pada lansia karena tingginya antusiasme para lansia terhadap banyaknya pertanyaan yang diajukan. Lansia merupakan kelompok umur yang memiliki faktor risiko hipertensi tertinggi, sehingga pengendalian penyakit dan kepatuhan pengobatan merupakan cara terbaik untuk mencegah komplikasi hipertensi seperti stroke, gagal jantung, dan infark miokard. Implikasi dari kegiatan ini adalah salah satu dalam membatu lansia, untuk mencegah komplikasi hipertensi lebih dini.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Meda Yuliani; Intan Yusita; Dyah Ayu Fitriani; Tika Lubis; Ina Sugiharti; Dewi Nurlaela Sari; Widya Arumningtyas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f07jtb68

Abstract

Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, kehamilan usia dini, dan gangguan kesehatan reproduksi. Hasil Survei Mawas Diri (SMD) di wilayah kerja Puskesmas “R” menunjukkan masih terdapat remaja yang memiliki pengetahuan rendah mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), kesehatan reproduksi, dan konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Darah Tambah (Fe) melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, leaflet, dan video edukasi berdasarkan hasil identifikasi masalah dari Survei Mawas Diri. Sasaran kegiatan adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas “R”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang diberikan dengan lebih baik. Pendidikan kesehatan terbukti menjadi salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, kader kesehatan, dan masyarakat.
Optimalisasi Manajemen Pengelolaan Diri Hipertensi Melalui Edukasi Kesehatan Wahyuningsih Safitri; Atiek Murharyati; Frieda Ani Noor
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8en72a60

Abstract

Hipertensi ditandai dengan tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang serius. Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, namun memiliki potensi komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan retinopati hipertensif. Manajemen pengelolaan diri yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit. Mayoritas penderita hipertensi yang belum menyadari kondisi kesehatannya dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai pentingnya terapi jangka panjang, efek samping obat, atau mitos yang beredar di masyarakat. Edukasi yang terarah dan sistematis dapat membantu penderita hipertensi dan keluarganya memahami cara mengontrol tekanan darah. Berdasarkan hal tersebut maka manajemen pengelolaan diri hipertensi perlu dioptimalkan melalui edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi tentang manajemen pengelolaan diri hipertensi. Metode yang dilakukan melalui kegiatan ceramah penyampaian materi dan diskusi materi. Sasaran kegiatan adalah di penderita hipertensi di Dusun Ingasrejo, Plesungan, Gondangrejo. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini pengetahuan tentang pengelolaan diri hipertensi meningkat. Kesimpulannya, edukasi manajemen pengelolaan diri pada pasien hipertensi dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri untuk melakukan perubahan perilaku kesehatan.
KB IUD:  Sekali Pakai Perlindungan Jangka Panjang Ni Putu Citra Desyana Putri; Bima Suryantara; Lidia Febriyanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/15jy4h56

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya mewujudkan keluarga berkualitas melalui pengaturan kelahiran, jarak kehamilan, dan usia reproduksi yang ideal berdasarkan hak reproduksi. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai kontrasepsi pascapersalinan, khususnya Intra Uterine Device (IUD), masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu pascapersalinan mengenai KB IUD pascapersalinan melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Abiansemal I dengan sasaran 30 ibu hamil dan ibu pascapersalinan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet KB IUD pascapersalinan yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), disertai pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Sebelum edukasi, 33,3% peserta memiliki pengetahuan kategori cukup dan 66,7% kategori kurang. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan baik, tanpa lagi ditemukan kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12–16 jawaban benar sebelum edukasi menjadi 23–25 jawaban benar setelah edukasi, dengan rata-rata peningkatan sekitar 7 poin. Edukasi kesehatan yang didukung media leaflet ber-HKI terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai KB IUD pascapersalinan serta berpotensi mendukung peningkatan pemanfaatan kontrasepsi jangka panjang pada masa pascapersalinan