cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 866 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Cuci Tangan pada Siswa SDN 4 Komet Banjarbaru Muhammad Akbar Radani; Bernadetta Germia Aridamayanti; Rifda Nur Achriyana Arif
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qgcbb086

Abstract

Perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu indikator penting Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang berperan dalam pencegahan penyakit infeksi pada anak usia sekolah. Rendahnya pemahaman mengenai waktu yang tepat untuk mencuci tangan serta kurangnya keterampilan dalam menerapkan enam langkah cuci tangan yang benar masih ditemukan pada siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cuci tangan pada siswa SDN 4 Komet Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2025 dengan melibatkan 30 siswa kelas III. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi enam langkah cuci tangan sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), praktik langsung, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan pemberian pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 26,7% menjadi 83,3%. Selain itu, keterampilan siswa dalam mempraktikkan enam langkah cuci tangan meningkat dari 23,3% menjadi 90,0%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan CTPS pada anak usia sekolah. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.
Strengthening Mental Health Literacy and Emotional Regulation among Elementary School Children through the SEHATI Program Sri Wulan Lindasari; Reni Nuryani; Nunung Siti Sukaesih; Ria Inriyana; Heri Ridwan; Putri Kamilah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7ks6rq34

Abstract

Mental health is a crucial aspect of a child’s development. It directly impacts academic progress, social relationships, and the ability to manage emotions in a healthy way throughout life. During elementary school, children begin to face academic demands, complex social interactions, and significant emotional changes. Low mental health literacy limits their ability to recognize, express, and manage emotions in an adaptive manner. Children tend to express stress through external behaviors (easily angered, withdrawing, difficulty concentrating) that are often not recognized as early indicators of mental health issues. Approximately 10–20% of school-aged children experience emotional problems that impact learning and social functioning, with higher prevalence among migrant and diaspora children. This community service initiative aims to improve mental health literacy and emotional regulation through the SEHATI (Sekolah Hati Sehat) program. The method used is a participatory educational approach with stages of needs analysis, program implementation, and evaluation. The study subjects consisted of 27 elementary school students and 6 teachers. The instruments used were pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in the average mental health literacy score among students from 71.3 to 88.6, as well as an increase in the emotional regulation score from 67.6 to 78.4. This indicates that the SEHATI program is effective in improving mental health literacy and strengthening emotional regulation among elementary school students
Pelatihan Mengkafani Jenazah Wanita untuk Meningkatkan Kompetensi Fiqih Praktis Santri IAIMA Jambi Taryanto Taryanto; Muhamad Saleh; Nurul Fadila
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pccf7m22

Abstract

Pengurusan jenazah merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim terhadap sesama muslim lainnya  yang telah meninggal, namun masih banyak umat islam, khususnya santri yang belum memahami penyelenggaraan jenazah sesuai syaria’at islam. Terutama dalam proses mengkafani jenazah wanita. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi santri dalam pengurusan jenazah wanita  dengan baik dan benar sesuai syari’at. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah ceramah dan praktik langsung yang mencakup tahapan-tahapan pengurusan jenazah wanita. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa Al Azim dengan melibatkan para santri sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para santri dalam mengkafani jenazah wanita, terutama bagi para peserta yang sebelumnya belum pernah mendapatkan pelatihan yang sama. Para santri juga menunjukkan kesiapan untuk menerapkan ilmunya di lingkungan masyarakat. Dengan demikian kegiatan pelatihan ini memiliki peran yang sangat penting dalam membekali santri dengan kompetensi praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial keagamaan, serta mendukung terlaksananya kewajiban fardhu kifayah secara benar sesuai syari’at islam
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia melalui Pendampingan Literasi Membaca dan Menulis di SMA Negeri 1 Seteluk Heni Mawarni; Novi Sri Wahyuni; Eka Siswantara; Ahlakul Hikmawan; Isanul Fikri; Sri Lestari; Dahlan Kurniawan; Nurrahmatullah Nurrahmatullah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bf81x193

Abstract

Kemampuan literasi membaca dan menulis merupakan kompetensi penting yang mendukung keberhasilan pembelajaran dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, rendahnya minat baca, kemampuan menulis, serta belum optimalnya integrasi literasi dalam pembelajaran masih menjadi tantangan di SMA Negeri 1 Seteluk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru Bahasa Indonesia melalui pendampingan literasi membaca dan menulis. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis praktik yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pelatihan dan penguatan kapasitas guru, pendampingan implementasi, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan melibatkan guru Bahasa Indonesia dan siswa SMA Negeri 1 Seteluk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang strategi pembelajaran literasi, kemampuan mengintegrasikan aktivitas membaca dan menulis dalam pembelajaran, serta meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, diskusi, dan menulis. Guru juga memperoleh pengalaman praktis dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa. Program pendampingan ini terbukti memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya literasi sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.  
Promosi Kesehatan Melalui Edukasi dan Skrining Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Masyarakat Tentang Pencegahan Diabetes Melitus Inherni Marti Abna; Anna Yuliana; Mellova Amir; Hermanus Ehe Hurit; Mashuri Yusuf; Sri Teguh Rahayu; Ayu Puspitalena; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dbg59r66

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dicegah sejak dini. Salah satu tantangan dalam pengendalian penyakit ini adalah masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pentingnya deteksi awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang faktor risiko dan upaya pencegahan diabetes melitus melalui program promosi kesehatan di RW 008 Kelurahan Cibodas, Kota Tangerang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang mencakup identifikasi permasalahan, skrining kesehatan sederhana, penyuluhan kesehatan, sesi tanya jawab, serta penilaian pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Skrining meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar asam urat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 86,67% sebelum penyuluhan menjadi 93,33% setelah kegiatan. Selain itu, hasil skrining menemukan beberapa peserta dengan tekanan darah dan kadar gula darah di atas batas normal sehingga memerlukan tindak lanjut dan pemantauan kesehatan. Keterlibatan aktif peserta selama penyuluhan dan sesi tanya jawab menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dapat mendukung penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, promosi kesehatan yang dipadukan dengan skrining kesehatan sederhana berpotensi menjadi salah satu intervensi berbasis komunitas untuk mendukung pencegahan dan deteksi dini diabetes melitus.
Gerakan Lahan Basah Lestari: Aksi Pilah Sampah dari Rumah untuk Keluarga Sehat di Desa Bincau Muara Muhammad Alif Bagus Kadhafi; Yulia Yunara
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3ytzcq72

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal di kawasan lahan basah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah rumah tangga melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan diskusi interaktif, tanya jawab, dan media edukasi berupa presentasi serta video pada 30 orang peserta. Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik ulang. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan pemberian pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 16,7% menjadi 63,3%. Selain itu, keterampilan masyarakat dalam mempraktikkan pemilahan sampah meningkat dari 30% menjadi 90%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemilahan sampah pada masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sehingga dapat mendukung kesehatan lingkungan dan kelestarian ekosistem lahan basah.
Pendidikan Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Tentang Penyakit Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease/ CKD) pada Siswa SMA Pasundan 2 Kota Cimahi Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Ajeung Devani; Rida Octavia Butar Butar; Dini Fitriani; Azkia Az Zahra; Novia Syifa Nurhaliza; Resa Laura; Alysah Gita Maharani; Novita Wulansari; Maulidina Puji Apriliani; Ayula Devina
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/weyv1y81

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan kondisi kerusakan struktur atau penurunan fungsi ginjal secara progresif dan ireversibel yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai faktor risiko, gejala awal, dan upaya pencegahan PGK menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMA Pasundan 2 Kota Cimahi mengenai Penyakit Ginjal Kronik melalui pendekatan edukatif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi menggunakan media Power Point, pembagian leaflet edukatif, pre-test, sesi tanya jawab, serta post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, tercermin dari kemampuan siswa menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan kuis. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa dalam sesi tanya jawab membuktikan, bahwa metode edukatif efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya PGK, faktor risiko seperti hipertensi, diabetes mellitus, konsumsi obat tanpa resep, serta pentingnya hidrasi cukup dan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit ginjal kronik pada remaja
Gerakan Remaja Sadar Hidrasi (RESIK): Edukasi Pencegahan Dini Risiko Batu Ginjal pada Siswa SMK Kesehatan Rajawali Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Intan Awaliah; Kayla Melani Putria; Dida Dida; Muthia Sabila Hidayah; Salsa Putri Windi Yulianti; Anggita Cahyani; Dina Audina Uswatun Hasanah; Anggia Ropi; Enur Atni; Meysa Maulida
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/748taq12

Abstract

Batu ginjal merupakan gangguan pada sistem perkemihan yang terjadi akibat pengendapan mineral dan garam di ginjal maupun saluran kemih. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, gangguan berkemih, hingga penurunan fungsi ginjal apabila tidak ditangani dengan baik. Saat ini, faktor risiko batu ginjal tidak hanya ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga mulai banyak dijumpai pada remaja akibat pola hidup yang kurang sehat, seperti kurang minum air putih, sering mengonsumsi minuman bersoda dan berkafein, pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan menahan buang air kecil. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan ginjal turut meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal di masa mendatang. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan batu ginjal melalui penerapan pola hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan di SMK Kesehatan Rajawali Kabupaten Bandung Barat dengan melibatkan 30 siswa. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian leaflet edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 80 pada saat pre-test menjadi 90 pada saat post-test. Selain itu, siswa menunjukkan pemahaman lebih baik mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, serta upaya pencegahan batu ginjal. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan batu ginjal sejak dini
Penyuluhan Kesehatan pada Remaja Untuk Membentuk Siswa SMK Sebagai Health Agent Dalam Deteksi Dini Benign Prostatic Hyperplasia di Lingkungan Keluarga Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Rahma Fauziah; Fauziyyah Zull Heryanto; Muhammad Fadri Ramadhan; Ilma Tri Febrian; Winda Hermawati; Rizky Rivaldi Fauji; Dewi Sri Ambarwati; Teguh Akbar Dwiyanto; Pelgi Fratama
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xbhqq878

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak terdeteksi serta ditangani sejak dini. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan faktor risiko BPH menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan penyuluhan kesehatan yang melibatkan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk siswa SMK TI Pembangunan Cimahi sebagai health agent yang mampu mengenali tanda dan gejala awal BPH serta melakukan edukasi dan deteksi dini pada anggota keluarga lanjut usia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemberian materi mengenai BPH, diskusi kelompok, serta kegiatan cerdas cermat sebagai sarana evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami pengertian, faktor risiko, gejala, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini BPH dengan baik. Antusiasme peserta dalam kegiatan cerdas cermat juga menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan terkait BPH. Selain itu, peserta menunjukkan kesiapan yang lebih baik untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan mendorong lansia melakukan pemeriksaan apabila ditemukan gejala yang mengarah pada BPH. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan remaja sebagai health agent merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap deteksi dini BPH. Dengan demikian, program penyuluhan ini berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok lansia
GERTAK BSK: Gerakan Serentak Stop Batu Saluran Kemih melalui Edukasi Digital di SMA Pasundan 2 Cimahi Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Agnia Fauziah; Nagia Nuramadani; Salwa Nurul Samsy; Kania Azzahra; Desi Trisnawati; Giska Pebrianti; Verawati Verawati; Sarah Nur Awaliah; Fitri Mawardiani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kf1svg96

Abstract

Batu Saluran Kemih (BSK) atau urolitiasis merupakan kondisi terbentuknya batu pada saluran kemih, meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Batu umumnya tersusun atas kalsium oksalat atau kalsium fosfat, meskipun dapat pula berasal dari asam urat, struvit, dan sistin. Penyakit ini telah dikenal sejak zaman kuno dan masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan hingga saat ini. Gejala utama yang muncul ketika batu memasuki ureter adalah nyeri akut yang mendadak dan hebat. Selain menimbulkan ketidaknyamanan, kekambuhan batu saluran kemih dapat meningkatkan risiko komplikasi, angka kematian, serta biaya pengobatan. Prevalensi di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 170.000 kasus baru setiap tahun dengan prevalensi mencapai 2–15% dari populasi. Faktor risiko terjadinya urolitiasis antara lain kurang konsumsi air putih, pola makan tinggi garam dan protein, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, obesitas, serta gaya hidup sedentari. Perubahan gaya hidup modern menyebabkan risiko penyakit ini mulai meningkat pada usia remaja sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan sejak dini. Kegiatan pendidikan kesehatan berbasis digital dilaksanakan pada siswa SMA Pasundan 2 Cimahi menggunakan media PowerPoint, leaflet, poster kesehatan, dan kuis interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengertian, faktor risiko, gejala, dan pencegahan urolitiasis. Selain itu, siswa menjadi lebih sadar untuk menerapkan pola hidup sehat seperti meningkatkan konsumsi air putih, menjaga pola makan, dan rutin beraktivitas fisik. Pendidikan kesehatan interaktif berbasis digital terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait pencegahan urolitiasis