cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 147 Documents
PENDEKATAN LABORATORIUM DALAM IDENTIFIKASI DINI ANEMIA PADA IBU HAMIL Meiriska, Indri putri; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2283

Abstract

Anemia during pregnancy remains a global maternal health concern, with high prevalence particularly in developing countries. Late diagnosis contributes to increased risks of obstetric and neonatal complications. Laboratory-based approaches offer valuable opportunities for early detection and more accurate identification of anemia etiology. Objective: This review aims to explore the role of both basic hematological and specific biochemical laboratory parameters in the early identification and risk stratification of anemia in pregnant women. Methods: This literature review compiles and analyzes scientific references related to relevant laboratory examinations, including hemoglobin, red blood cell indices, serum ferritin, transferrin saturation, serum folate, vitamin B12, homocysteine, and methylmalonic acid, with interpretation adapted to the physiological context of pregnancy. Results: Hemoglobin and red cell indices assist in identifying anemia morphologically. Serum ferritin is a sensitive indicator of iron deficiency before hemoglobin levels decline. Vitamin B12 and folate measurements are essential in detecting megaloblastic anemia, while homocysteine and MMA support the diagnosis of functional deficiencies. Integrating laboratory results with gestational age, parity, and nutritional status enables more accurate risk stratification. Conclusion: Laboratory testing plays a central role in the early detection of anemia in pregnancy, enabling more timely nutritional and medical interventions. The integration of laboratory-based diagnostics into antenatal care—particularly in primary healthcare settings—is critical for preventing complications and improving maternal and fetal outcomes.
CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. DALAM MANAJEMEN KESEHATAN PENCERNAAN : INTEGRASI PERSPEKTIF BIOMEDIK, GENOMIK, DAN ETNOMEDISIN INDONESIA Nova, Riki; Abdullah, Dessy
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi Curcuma xanthorrhiza Roxb. (temulawak) dalam manajemen gangguan pencernaan dengan mengintegrasikan pendekatan biomedik molekuler, genomik, dan etnomedisin Indonesia. Metode penelitian yang digunakan berupa kajian literatur sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA, dengan penelusuran data dari empat basis data utama (PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda) untuk publikasi antara tahun 2013 hingga 2023. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi, seperti studi preklinis, klinis, in silico, dan etnofarmakologi, diseleksi dan dievaluasi kualitasnya menggunakan pedoman dari Joanna Briggs Institute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif temulawak, yaitu kurkuminoid dan xanthorrhizol, memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, imunomodulator, dan protektif terhadap mukosa saluran cerna. Temulawak juga terbukti memodulasi ekspresi gen inflamasi dan antioksidan, memperkuat integritas epitel usus, serta mempengaruhi mikrobiota dengan meningkatkan bakteri probiotik dan produksi short-chain fatty acids (SCFA). Teknologi farmasi modern seperti nanopartikel, phytosome, dan ko-administrasi dengan piperin secara signifikan meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktifnya. Simpulan, Curcuma xanthorrhiza berpotensi besar sebagai fitofarmaka integratif dalam pengobatan gangguan pencernaan, terutama dengan pendekatan presisi yang mempertimbangkan faktor genetik dan mikrobiotik individu. Kata Kunci : Curcuma Xanthorrhiza, Kurkuminoid, Xanthorrhizol, Mikrobiota Usus, Pengobatan Tradisional, Genomik
VARIABILITAS ANATOMI TELINGA LUAR MANUSIA: TINJAUAN LITERATUR TENTANG DIMENSI, BENTUK, DAN SIGNIFIKANSI KLINISNYA Dewi, Nadia Purnama; Triansyah, Irwan; Vani, Ade Teti
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2308

Abstract

Latar belakang: Variasi morfologis di telinga luar manusia sangat kompleks dan beragam pada tingkat individu dan populasi. Dimensi pinna, lobulus, dan kanal auditorius eksternus sangat penting untuk identifikasi forensik dan dalam bidang klinis seperti desain alat bantu dengar, bedah plastik, dan rekonstruksi aurikula. Metode: Kajian ini merupakan tinjauan literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah open-access dalam lima tahun terakhir yang membahas variabilitas anatomi telinga luar berdasarkan parameter morfometrik dan implikasi klinisnya. Hasil: Studi menunjukkan bahwa variasi bentuk telinga diklasifikasikan ke dalam bentuk oval, bulat, segitiga, dan persegi, dengan bentuk oval sebagai yang paling umum di berbagai populasi. Selain itu, ada bukti bahwa variasi dalam bentuk kanal auditorius eksternus, seperti silindris dan hourglass, berperan dalam perkembangan otitis eksterna kronis. Diskusi: Peran telinga sebagai penanda morfologis dalam antropologi dan forensik diperkuat oleh pemahaman variasi ini, selain mendukung pendekatan individualisasi dalam intervensi klinis. Kesimpulan: Pemetaan morfometrik yang menyeluruh diperlukan untuk mendukung praktik medis berbasis bukti, dan variasi anatomis telinga luar memiliki nilai klinis dan forensik yang signifikan.
TULANG SESAMOID: STUDI LITERATUR TENTANG STRUKTUR, FUNGSI, dan SIGNIFIKANSI KLINISNYA Dewi, Nadia Purnama; Susanti, Melya; Vani, Ade Teti
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai studi terkini mengenai potensi senyawa bioaktif dari tanaman sebagai agen antikanker melalui pendekatan molecular docking dan uji drug-likeness. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 dari database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Artikel yang terpilih memuat data senyawa tanaman terhadap berbagai reseptor protein kanker seperti EGFR, ER-α, COX-2, dan p53, disertai dengan evaluasi energi ikatan (ΔG) dan karakteristik farmakokinetik senyawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa seperti kuersetin, kurkumin, kalkon, dan oxylaxanthone A memiliki afinitas ikatan kuat terhadap target protein kanker dengan nilai ΔG yang kompetitif terhadap ligan natif, serta profil kimiawi yang mendukung pengembangan sebagai kandidat obat. Simpulan, studi ini mengindikasikan bahwa pendekatan in silico berbasis molecular docking dan drug-likeness merupakan metode yang efektif dalam skrining awal senyawa antikanker dari tanaman, dan hasilnya perlu divalidasi lebih lanjut melalui uji biologis in vitro maupun in vivo untuk mendukung pengembangan fitofarmaka sebagai terapi kanker yang berkelanjutan.
KESIAPAN RUMAH SAKIT DALAM RENCANA PENERAPAN KELAS RAWAT INAP STANDAR BPJS KESEHATAN (STUDI KASUS RSUP DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR) Sulaiman , Ahmad; Djalaluddin, Nurgadima Achmad
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2476

Abstract

KRIS merupakan sistem baru yang akan digunakan dalam pelayanan rawat inap BPJS Kesehatan di rumah sakit (RS). Dengan KRIS, semua golongan masyarakat akan mendapatkan perlakuan yang sama, pelayanan medis maupun non-medis. Ini untuk menciptakan kesetaraan dan keadilan dalam akses layanan kesehatan bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUP Tadjuddin Chalid telah siap menerapkan KRIS JKN, meskipun dengan anggaran terbatas yang sebagian besar digunakan untuk penyediaan AC. Rumah sakit ini berhasil memenuhi 12 kriteria uji coba KRIS JKN dan telah menerapkan tata kelola sumber daya serta manajemen aset sesuai standar yang ditetapkan. Penggunaan gedung lama untuk uji coba KRIS JKN juga menunjukkan kesiapan rumah sakit dalam memenuhi regulasi Kementerian Kesehatan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar RSUP Tadjuddin Chalid mengoptimalkan anggaran, melakukan evaluasi rutin terhadap uji coba, meningkatkan keterampilan staf, mengelola aset dengan lebih efisien, serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan implementasi KRIS JKN berjalan dengan lancar. Saran Berikut untuk RS (1) Optimalkan Anggaran : Prioritaskan dana untuk fasilitas penting dan peningkatan yang mendukung KRIS JKN. (2) Evaluasi Uji Coba: Lakukan evaluasi rutin untuk cepat mengatasi kendala dalam uji coba KRIS JKN. (3) Pengembangan SDM: Tingkatkan keterampilan staf melalui pelatihan, terutama dalam komunikasi dan pelayanan setara. (4) Efisiensi Aset: Perbarui inventaris, pastikan peralatan medis berfungsi baik, dan maksimalkan penggunaan ruang. (5) Perkuat Komunikasi: Tingkatkan koordinasi dengan Kemenkes untuk dukungan tambahan KRIS JKN.
PENGARUH MASA KERJA, SIKAP, DAN PELATIHAN TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MAJENE Hermawan, Bambang; Panggeleng, Andi Mifta Farid; Maharja, Rizky
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2484

Abstract

Latar belakang: Lingkungan Rumah Sakit memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam Keselamatan dan Kesehatan semua pihak di dalamnya. Penerapan K3RS menjadi sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan serta penyakit akibat lingkungan kerja, demi menjamin keamanan pasien, petugas medis, pengunjung dan masyarakat sekitar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan perawat dalam memkai APD. Metode: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 171 perawat di RSUD Majene, dengan sampel sebanyak 120 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner serta dianalisis secara univariat serta bivariat dengan bantuan SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa variabel masa kerja (p = 0,015) dan sikap (p = 0,002) memiliki korelasi bermakna dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan APD. Kesimpulan: Masa kerja dan sikap berhubungan dengan kedisiplinan perawat atau petugas dalam penerapan APD dalam rangka keselamatan kerja di rumah sakit.
DUKUNGAN SUAMI PADA PRE OPERASI SECTIO CAESAREA Sunaringtyas, Widyasih; Yunita, Rifa
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2592

Abstract

Dukungan suami sebagai bentuk kepedulian kepada istri, dapat berupa perkataan positif atau pujian pada istri yang memiliki perubahan secara fisik maupun psikologis pada saat hamil. Apalagi ketika mendekati persalinan dan didapatkan adanya indikasi sectio caesarea, ibu hamil membutuhkan persiapan mental pre operasi. Pre sectio caesarea sangat membutuhkan dukungan positif dari pasangan.Tujuan penelitian mengetahui dukungan suami pada pre operasi sectio caesarea di RSU Amelia Pare Kabupaten Kediri. Desain penelitian deskriptif, variabel penelitian dukungan suami pada pre operasi sectio caesarea, populasi seluruh suami yang istrinya mengalami pre sectio caesarea dengan jumlah 43 responden, sampel penelitian ini adalah sebagian suami yang istrinya mengalami pre sectio caesarea dengan jumlah 30 responden, teknik sampling purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di RSU Amelia Pare Kabupaten Kediri. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 30 responden di dapatkan hasil seluruh responden dengan dukungan suami baik (100%). Dukungan suami pada ibu hamil yang mengalami pre operasi sectio caesarea di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, tinggal bersama, sumber informasi, jumlah kehamilan dan riwayat sectio caesarea. Diharapkan responden terus mempertahankan dukungan pada pasangan sampai pada masa post sectio caesarea.
IDENTIFIKASI KADAR LOGAM KADMIUM (CD) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) PADA AIR SUNGAI POHARA KABUPATEN KONAWE La Ofudin; Yasnani, Yasnani; Irma, Irma
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.1874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Kadmium (Cd) dalam air Sungai Pohara di Kabupaten Konawe tahun 2024 dengan menggunakan pendekatan deskriptif observasional dan uji laboratorium. Sampel air diambil dari sembilan titik di tiga stasiun menggunakan metode Cluster Random Sampling dan dianalisis menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan Kadmium sebesar 0,0151 mg/L, masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh SNI 06-6989.16-2004 yaitu 0,05 mg/L. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat indikasi keberadaan logam Kadmium, kualitas air Sungai Pohara masih memenuhi syarat baku mutu dan aman untuk kebutuhan sehari-hari maupun lingkungan akuatik. Namun demikian, pemantauan berkala tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsentrasi logam berat akibat aktivitas antropogenik. Hasil penelitian ini sejalan dengan studi terdahulu yang menunjukkan bahwa kadar Kadmium di beberapa sungai di Indonesia masih dalam batas aman, namun tetap perlu kewaspadaan mengingat sifat toksik dan bioakumulatif logam ini. Kata Kunci: Kadmium (Cd), Sungai Pohara, Logam Berat, Kualitas Air, AAS, Baku Mutu SNI
KAJIAN LITERATUR : MANFAAT SEDIAAN LILIN AROMATERAPI MINYAK ATSIRI Yuandrian, Naufal Putera; Kayla Rima Diani; Siti Nur Rohimah; Supriadi, Supriadi; Nita Rusdiana
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2644

Abstract

Lilin aromaterapi merupakan salah satu bentuk pemanfaatan minyak atsiri yang semakin banyak dikembangkan sebagai terapi komplementer guna mendukungrelaksasi,kesejahteraan psikologis, serta sebagai agen penolak serangga. Studi ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan mengevaluasi potensi tanaman tanaman asli Indonesia sebagai sumber bahan aktif dalam formulasi lilin aromaterapi, sekaligus menelaah pendekatan formulasi yang mendukung efektivitas dan keamanan produk. Kajian dilakukan dengan menelusuri publikasi ilmiah nasional dalam rentang sepuluh tahun terakhir, menggunakan kata kunci seperti “lilin aromaterapi”, “minyak atsiri”, dan “ekstraksi”. Beberapa spesies tumbuhan yang teridentifikasi mengandung senyawa bioaktif—seperti eugenol, linalool, sitronelal, dan flavonoid—antara lain kemangi, sereh wangi, nilam,jeruk nipis, lengkuas, teh hijau, dan kopi arabika. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas farmakologis sebagai antiinflamasi, antioksidan, relaksan, dan repelan alami. Proses formulasi lilin yang optimal membutuhkan penyesuaian bahan dasar,pengaturan suhu, serta metode ekstraksi yang mampu mempertahankan stabilitas senyawa aktif. Selain karakteristik fisik, uji efektivitas biologis juga diperlukan untuk memastikan khasiat dan keamanan produk. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengembangan lilin aromaterapi berbahan minyak atsiri lokal tidak hanya mendukung kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarianbiodiversitas Indonesia secara berkelanjutan.Kata Kunci: lilin aromaterapi, minyak atsiri, tanaman lokal, terapi alami, formulasi. ABSTRACTAromatherapy candles represent an increasingly popular application of essential oils as a form of complementary therapy, supporting relaxation, psychological well-being, and functioning as natural insect repellents. This study is a literature review aimed at evaluating the potential of Indonesian native plants as sources of active compounds for aromatherapy candle formulations, while also examining formulation approaches thatenhance product efficacy and safety. The review was conducted by analyzing national scientific publications from the past ten years, using keywords such as “aromatherapy candles,” “essential oils,”and “extraction.” Several plant species identified as containing bioactivecompounds—including eugenol, linalool, citronellal, and flavonoids—include basil, citronella, patchouli, key lime, galangal, green tea, and Arabica coffee. These compounds are known for their pharmacological activities, such as anti-inflammatoryantioxidant, relaxing, and natural repellent properties. Optimal candle formulation requires careful selection of base materials, temperature regulation, and extraction methods that preserve the stability of active compounds. In addition to evaluating physicalcharacteristics, biological efficacy testing is necessary to ensure product benefits and safety. This review concludes that the development of aromatherapy candles using locally sourced essential oils not only supports health and community economic empowerment but also contributes to the sustainable conservation of Indonesia’s biodiversity. Keywords: Aromatherapy candles, essential oils, Indonesian plants, bioactive compounds, formulation efficacy
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI RSI SITI RAHMAH Anggraini, Debie; Sari, Meri Ponda; Adelin, Prima; Fitri, Vika Samila
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan tekanan darah pada lansia di RSI Siti Rahmah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada pasien lansia berusia ≥60 tahun di RSI Siti Rahmah tahun 2024, dengan pengambilan data sekunder dari rekam medis dan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara IMT dengan tekanan darah sistolik (r=0,14; p=0,403) maupun diastolik (r=0,05; p=0,761) pada lansia. Simpulan penelitian ini adalah bahwa IMT tidak berhubungan secara langsung dengan tekanan darah pada lansia di RSI Siti Rahmah, sehingga evaluasi risiko hipertensi pada lansia perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang lebih kompleks. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Lansia, Hipertensi, RSI Siti Rahmah

Page 10 of 15 | Total Record : 147