cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 124 Documents
GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPAS) KECAMATAN PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2024 Akbar, Muhamad; Yasnani; Kamrin; Irma, Irma
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1834

Abstract

Sampah adalah suatu benda yang tidak digunakan/dipakai lagi dan tidak disenangi, akan dibuang yang berasal dari aktivitas manusia. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Pengelolaan Sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Penelitian ini dilakukan di TPAS Kecamatan Puuwatu Kota Kendari. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara langsung bagaimana proses pengelolaan sampah di TPAS Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian tematik kualitatif. Penelitian ini menggunakan informan sebanyak 9 orang yang terdiri dari 3 orang informan kunci\ dan 6 orang informan biasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Kecamatan Puuwatu sudah berjalan dengan baik, akan tetapi belum optimal. Masih banyaknya kendala yang terjadi di TPAS Kecamatan Puuwatu seperti kurangnya sarana prasarana terutama pada kondisi mobil truk pengangkut sampah yang kurang terawat dan tergolong tua. Diharapkan dengan adanya pengelolaan di TPAS Puuwatu dapat merubah pola pikir pemerintah agar lebih memperhatikan sarana dan prasarana di TP AS Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.
HUBUNGAN ANTARA KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA LANSIA Putri, Berliana Amani; Salsabilla, Intania; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1890

Abstract

Kadar glukosa darah puasa (GDP) yang abnormal merupakan faktor risiko signifikan untuk penyakit kardiovaskular, terutama pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar GDP dan risiko penyakit kardiovaskular berdasarkan tinjauan literatur terkini. Studi ini merupakan tinjauan sistematis terhadap literatur yang diperoleh dari berbagai database ilmiah menggunakan kata kunci seperti “fasting blood glucose,” “cardiovascular disease,” dan “elderly.” Hasil menunjukkan bahwa kadar GDP ≥85 mg/dL berhubungan dengan peningkatan risiko mortalitas kardiovaskular, termasuk stroke iskemik dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Lansia dengan hipertensi atau diabetes memiliki risiko lebih tinggi jika kadar GDP mereka berada di luar rentang optimal (85-124 mg/dL). Selain itu, model prediktif berbasis pembelajaran mesin menunjukkan potensi dalam mendeteksi diabetes pada individu dengan kadar GDP normal. Berdasarkan temuan ini, kadar GDP yang tidak normal, baik rendah maupun tinggi, berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada lansia. Deteksi dini dan pengelolaan kadar GDP yang efektif sangat penting untuk meminimalkan risiko kardiovaskular pada populasi ini.
KONSUMSI TEH TERHADAP PENYERAPAN ZAT BESI DAN RESIKO ANEMIA PADA REMAJA putri, Anindya Firrizqi kaurtania; Putri, Mesya Andira; Humairah, Zahrati; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1891

Abstract

Kebiasaan minum teh setelah makan, terutama di kalangan remaja, dapat berdampak negatif pada proses absorpsi zat besi karena kadar tanin dalam teh. Zat besi adalah mineral penting untuk mencegah anemia, yang pada remaja dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kebiasaan tersebut dengan penyerapan zat besi dan risiko anemia pada remaja. Penelitian dilakukan menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020, dengan mencari literatur di PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci seperti “tea consumption,” “iron absorption,” “anemia,” dan “adolescents.” Dari hasil pencarian, lima artikel yang relevan dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa minum teh setelah makan secara signifikan mengurangi penyerapan zat besi, terutama pada remaja dengan asupan zat besi rendah, sehingga meningkatkan risiko anemia. Berdasarkan temuan ini, kebiasaan minum teh setelah makan perlu dihindari, dan edukasi mengenai waktu konsumsi teh yang tepat menjadi sangat penting untuk mencegah anemia dan memastikan remaja mendapatkan penyerapan zat besi yang optimal.
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS PENGOBATAN TUBERKULOSIS PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIAMIS KABUPATEN CIAMIS Nurjanah, Ida; Jerry, Jerry
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.1782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik pasien tuberkulosis paru dan masalah terkait obat (Drug Related Problems/DRPs) di Puskesmas Ciamis. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional (non-eksperimental) dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien selama periode Januari-Desember 2022. Sampel penelitian melibatkan 109 pasien yang dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria usia 10-70 tahun dan penerima terapi obat anti tuberkulosis (OAT). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki (69%), berusia produktif (72%), dan memiliki berat badan 38-54 kg (56%). Sebagian besar menggunakan OAT kategori 1 fase lanjutan (87%) serta obat tambahan seperti ambroxol (24%). Sebanyak 231 kasus DRPs ditemukan, yang didominasi reaksi obat merugikan (47%) dan interaksi obat major (64%), terutama melalui mekanisme farmakokinetik (97%). Simpulan dari penelitian ini adalah pentingnya pemantauan terapi obat pada pasien tuberkulosis paru untuk mengurangi risiko DRPs dan meningkatkan efektivitas pengobatan. Kata Kunci : Tuberkulosis, Drps, Interaksi Obat, Reaksi Obat Merugikan
EFEKTIVITAS DAN KEAMANAN TERAPI ZAT BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN, FERRITIN, DAN SATURASI FERRITIN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DENGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI Habibullah, Muhammad Nabil; Fenando, Dolvi Brillian; Pernanda, Muhammad Zikri; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.1888

Abstract

Latar belakang: Anemia defisiensi besi adalah komplikasi umum pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Terapi zat besi, baik oral maupun intravena, digunakan untuk meningkatkan kadar hemoglobin (Hb), ferritin, dan saturasi transferin (TSAT). Namun, perbandingan efektivitas dan profil keamanan berbagai jenis terapi masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Metode: Penelitian ini adalah tinjauan sistematis yang dilakukan berdasarkan protokol PRISMA-P, dengan pencarian literatur dari tahun 2021 hingga 2025 melalui basis data PubMed dan EBSCO. Studi yang dipilih melibatkan pasien CKD dengan anemia defisiensi besi, dengan hasil yang diukur berupa peningkatan Hb, ferritin, TSAT, dan efek klinis terapi. Analisis mencakup perbandingan berbagai formulasi zat besi, baik oral maupun intravena. Hasil: Tinjauan terhadap tujuh jurnal menunjukkan bahwa terapi zat besi secara signifikan meningkatkan kadar Hb, ferritin, dan TSAT pada pasien CKD dengan anemia defisiensi besi. Ferric citrate hydrate (oral) dan ferric derisomaltose (intravena) menunjukkan efektivitas tinggi, dengan ferric derisomaltose memberikan respons hematologi yang lebih cepat dan profil keamanan yang lebih baik dibandingkan iron sucrose. Terapi oral seperti ferric sodium EDTA memberikan manfaat tambahan berupa penurunan parameter inflamasi seperti C-reactive protein (CRP). Sebagian besar terapi memiliki profil keamanan yang baik, dengan efek samping ringan, kecuali ferrous sulfate yang sering menimbulkan masalah gastrointestinal. Kesimpulan: Terapi zat besi, baik oral maupun intravena, efektif dan aman untuk meningkatkan Hb, ferritin, dan TSAT pada pasien CKD dengan anemia defisiensi besi. Pemilihan jenis terapi harus mempertimbangkan kebutuhan klinis pasien, efektivitas, dan risiko efek samping untuk memaksimalkan manfaat terapi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang dan membandingkan langsung formulasi yang berbeda.
PROFIL PASIEN TUMOR JINAK (FAM) DI RSUD M. ZEIN PAINAN PADA TAHUN 2023 Khomeini
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1905

Abstract

Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling sering ditemui, dengan gejala klinis tidak nyeri jika ditekan, dapat digerakkan, batas tegas, padat dan kenyal. Berdasarkan riset di Indonesia Jakarta Breast Centre, sebanyak 2.495 pasien yang diteliti dari tahun 2001-2002 didiganosis 79% merupakan penderita FAM. Selanjutnya riset yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2016 tentang “Penyakit Tidak Menular (PTM)” di perkotaan Indonesia menyatakan kurang lebih 47% dari prevalensi FAM berusia dibawah 40 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien Fibroadenoma Mammae di RSUD M. Zein Painan. Ruang lingkup penelitian ini mencakup Ilmu Bedah, Onkologi dan Patologi Anatomi. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan yang terkena Fibroadenoma Mammae di RSUD M. Zein Painan tahun 2023 dan sampel penelitian ini adalah semua pasien Fibroadenoma Mammae di RSUD M. Zein Painan tahun 2023 yang ditentukan dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan bulan Maret – Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien Fibroadenoma Mammae di RSUD M. Zein tahun 2023 terjadi pada usia paling rendah 17 tahun dan paling tinggi 47 tahun, hanya sebanyak 29 pasien (52,7%) yang memiliki riwayat keluarga terdiagnosis Fibroadenoma Mammae dengan riwayat kontrasepsi 45 pasien (81,8%), tidak memiliki riwayat persalinan 28 pasien (50,9%) tetapi memiliki riwayat menstruasi menarche dini sebanyak 55 pasien (100%) serta tidak memiliki riwayat operasi sebelumnya sebanyak 51 pasien (89,1%). Fibroadenoma Mammae paling banyak terjadi pada pasien dengan lokasi tumor unilateral yaitu 44 pasien (80%) dan umumnya sudah memiliki riwayat pemeriksaan penunjang berupa USG yaitu 34 pasien (61,8%).
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI TERJADINYA ISPA PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR PROJO AMBARAWA Inayah, Ashri; Siwiendrayanti, Arum
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.1924

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular yang berasal dari saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit mulai dari yang teringan hingga penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor penjamu dan faktor lingkungan. Berdasarkan kunjungan pasien di Balkesmas Wilayah Ambarawa Tahun 2024 pada Triwulan 2, ISPA masuk ke dalam 10 besar penyakit dengan jumlah kunjungan sebanyak 483 kasus. Di samping itu, Kecamatan Ambarawa memiliki pasar dengan banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan, sehingga konsentrasi zat pencemar yang ada di udara dapat menimbulkan isiko kesehatan pada pedagang tersebut, salah satunya adalah ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan frekuensi terjadinya ISPA pada pedagang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausal komparatif dan studi penelitian Cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 responden dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan wawancara dan observasi dengan menggunakan jenis instrument lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p-value=0,048), pendidikan (p-value=0,015), masa berjualan (p-value=0,016), sumber polutan (p-value=0,033), dan penggunaan masker (p-value=0,021) dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Sedangkan riwayat penyakit (p-value=1,00) menunjukkan tidak ada hubungan dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, masa berjualan, sumber polutan, dan penggunaan masker dengan frekuensi terjadinya ISPA. Sedangkan tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan frekuensi terjadinya ISPA.
PENGALAMAN STRATEGI KOPING PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI DIALISIS DI RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN TAHUN 2024 Putra Sagala, Deddy Sepadha; Simanjuntak, Mery Lestari; Nadia Furi
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1943

Abstract

Tindakan terapi hemodialisa merupakan salah satu penanganan yang dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik, akan tetapi tindakan hemodialisa memiliki dampak pada psikologis pasien, sehingga memerlukan strategi koping dalam beradaptasi terhadap kondisi yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman strategi koping pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani dialisis di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan dari bulan April 2024 hingga bulan Agustus 2024 di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan tahun 2024. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 8 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisa secara tematik. Instrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu pedoman wawancara, catatan lapangan dan alat rekam. Hasil penelitian terdiri dari 2 tema yaitu PFC (Problem Focused Coping) dan EFC (Emotion Focused Coping). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani dialysis/hemodialisa di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2024 sepenuhnya menggunakan strategi koping PFC (Problem Focused Coping) dalam bentuk atau aspek confrontatif coping, seeking social support, planful problem solving dan accepting responsibility. Sedangkan, pasien yang menggunakan strategi koping EFC (Emotion Focused Coping) hanya sebagian dengan menggunakan bentuk atau aspek Self Control, Positive Reappraisal dan sebagian Distancing. Kata Kunci : Strategi Koping, PFC, EFC
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE NUTRITIONAL STATUS OF POSTPARTUM WOMEN AND THE WOUND HEALING PROCESS POST SECTIO CAESAREA AT TANJUNG PURA HOSPITAL IN 2024 Dyanti SR Butar-Butar; Bakara, Sri Muliana Putri; Hutabarat, Dewi Sartika; Dinata, Daniel Permanda; Sitompul, Julita Sari; Manurung, Revalina
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1976

Abstract

Background: Sectio caesarea (SC) is a delivery procedure that can cause complications, including prolonged wound healing. The nutritional status of postpartum women plays an important role in accelerating the postoperative wound healing process. Malnutrition can slow tissue regeneration, increase the risk of infection, and prolong the recovery period.Objectives: This study aims to analyse the relationship between the nutritional status of postpartum women with the post SC wound healing process at Tanjung Pura Langkat Hospital in 2023.Methods: This study used an analytical survey design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 postpartum mothers who were selected using purposive sampling technique. Nutritional status was measured by upper arm circumference (LILA), and wound healing was assessed using the REEDA scale. Data analysis used chi-square test with a significance level of 0.05.Results: Of the 30 respondents, 66.6% had normal nutritional status, while 33.3% had chronic energy deficiency (CED). Wound healing was faster in mothers with normal nutritional status (100%) compared to mothers with SEZ (0%). The chi-square test showed a significant relationship between nutritional status and post SC wound healing (p=0.000).Conclusion: Good nutritional status is associated with faster wound healing in post SC mothers. Therefore, the fulfilment of optimal nutrition is very important for postpartum women to accelerate the postoperative recovery process.
FACTORS ASSOCIATED WITH ENTREPRENEURIAL INNOVATION IN INDEPENDENT PRACTICE SERVICES MIDWIVES IN SOUTHEAST ACEH DISTRICT IN 2024 Surbakti, Imran Saputra; Ernawati; Sari, Devi Yulika; Zuliani, Cut; Batubara, Zulkarnain; Bakara, Sri Muliana Putri; Barus, Andhika Pratama
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1977

Abstract

This study aims to analyse the factors associated with entrepreneurial innovation in the service of Independent Midwife Practice (PMB) in Southeast Aceh District in 2024. Innovation in midwifery practice is crucial in improving service quality and competitiveness, especially in the context of public health services. This study used an observational method with a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires distributed to 53 midwife leaders in Southeast Aceh District. The results showed that the training history variable had a significant relationship with entrepreneurial innovation (p-value = 0.008), while education, age, length of service, and knowledge factors did not show a significant relationship. The majority of respondents had a high level of education (100%), were over 35 years old (98%), had more than one year of work experience (100%), and had attended more than one training related to innovation and entrepreneurship (100%). However, only 42% of the respondents demonstrated innovation in their services. The conclusion of this study is that training history is the most influential factor on entrepreneurial innovation in PMBs in Southeast Aceh District. It is recommended that more intensive and sustainable training be held to increase the capacity of midwives' innovation in midwifery services.

Page 5 of 13 | Total Record : 124